Apresiasi Capaian Samsat Kotabaru, Paman Yani : Perkuat Relasi Melalui Inovasi

KOTABARU – Kolaborasi dan sinergitas yang dibangun oleh Samsat Kotabaru bersama Jasa Raharja, Bank Kalsel dan Polres setempat, berbuah manis terhadap capaian wajib pajak yang saat ini sudah diatas 90 persen dari target tahun 2023.

Berdasarkan data Unit Pengelolaan Pendapatan Daerah (UPPD) Samsat Kotabaru, realisasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) mencapai 93 persen. Sedangkan capaian Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) UPPD Samsat Kotabaru sudah 100 persen. Sementara Pajak Air Permukaan (PAP) masih 90 persen.

Suasana diskusi hasil capaian wajib pajak di UPPD Samsat Kotabaru

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, menilai kolaborasi sudah sangat baik. Razia kendaraan bermotor yang dilakukan Polres Kotabaru, menurut Yani Helmi, sangat membantu capaian PKB UPPD Samsat Kotabaru.

Di sisi lain, kolaborasi yang sudah terjalin, menurut Yani Helmi, harus diperlebar ke Pemkab Kotabaru demi mengembangkan potensi capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi (kanan) saat meninjau hasil capaian wajib pajak UPPD Samsat Kotabaru

“Kita ketahui isi Perda Pajak dan Retribusi yang baru, hasil pungutan wajib pajak 70 persen larinya ke Pemkab. Jangan sampai Pemkab hanya berdiam diri,” kata Yani Helmi, usai memimpin diskusi capaian wajib pajak, di UPPD Samsat Kotabaru, Jumat (8/12).

Selain itu, wakil rakyat akrab disapa Paman Yani itu juga meminta kerjasama bisa diperlebar ke Koperasi dan BUMDes. Tujuannya, agar masyarakat yang belum mempunyai dana membayar wajib pajak bisa mendapat dana talangan.

“Silakan saja berinovasi. Yang penting masyarakat bisa membayar pajak tepat waktu,” tutur Paman Yani.

Dengan kolaborasi tersebut, menurut Paman Yani, tidak menutup kemungkinan target wajib pajak UPPD Samsat Kotabaru akan ditingkatkan tahun mendatang.

“Pelu kita kaji dulu. Bisa kita naikkan targetnya tetapi harus kita lihat dulu kondisi di lapangan seperti apa,” pungkas Paman Yani.

Sementara itu, Kepala UPPD Samsat Kotabaru, Indra Husnul Huda, optimis seluruh capaian wajib pajak bisa 100 persen sebelum akhir Desember 2023.

“InsyaAllah bisa tercapai dalam beberapa pekan nanti. Karena hanya tinggal beberapa persen lagi,” kata Indra.

Adapun beberapa kendala dijelaskannya, yakni kondisi geografis Kabupaten Kotabaru yang masih terbilang sulit. Sebab itu, UPPD Samsat Kotabaru gencar menggelar Samsat Keliling, untuk memudahkan masyarakat membayar wajib pajak.

“Terutama di daerah yang cukup jauh. Masyarakat juga sangat terbantu. Mereka hanya meminta jadwal Samsat Keliling ditetapkan dan tidak berubah,” beber Indra.

Di tempat yang sama, Bintara Urusan (Baur) STNK UPPD Samsat Kotabaru, Bripka Wahyu Bagus Pratama, berharap kolaborasi yang terjalin bisa terus berjalan baik dan lebih meningkat.

“Kami dari kepolisian juga siap mendampingi untuk melakukan pungutan PAP ke perusahaan,” katanya.(SYA/RDM/RH)

Harjad ke-58, Paman Birin Apresiasi Kemajuan Pembangunan di Tabalong

TABALONG – Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor menghadiri Puncak Peringatan HUT ke- 58 Kabupaten Tabalong di kota Tanjung pada Jumat (8/12).

Sebelum sampai di lokasi panggung utama, Paman Birin didaulat memasangkan secara simbolis jaket kepada “Julak Wasi” (Jual Sayur, Ikan dan Sembako Keliling Kawal Inflasi) dilanjutkan pengibaran bendera start menandai pelepasan konvoi.

Gubernur Kalsel saat melepas Julak Wasi saat puncak hari jadi ke-58 Tabalong

“Julak Wasi” digagas Bupati Tabalong Anang Syakhfiani, dalam rangka pengendalian inflasi dan mendukung ketersediaan dan kelancaran distribusi bahan kebutuhan pokok masyarakat di Kabupaten Tabalong.

Sebelum menyampaikan sambutannya, Paman Birin memanggil empat warga Tabalong. Tiga mendapat hadiah umrah (dua pria dan satu wanita), sedangkan satu wanita lainya uang tunai Rp20 juta.

Tidak hanya itu, tiga warga kembali dipanggil dan diseleksi satu orang untuk diberikan hadiah umrah gratis.

Paman Birin menyampaikan apresiasi kepada Bupati Tabalong dan jajaran serta masyarakatnya, atas kerja kerasnya menjalankan berbagai program dan inovasi seperti Program Gerakan Pembangunan Menuju Masyarakat Sejahtera (Gerbang Emas).

Gubernur saat memberikan sambutan pada puncak hari jadi ke-58 Tabalong

“Saya harap sinergi dan kolaborasi pemerintah kabupaten dengan semua pihak terus terjalin,” ujar Paman Birin.

Bupati Tabalong Anang Syakhfiani dalam sambutannya mengatakan, salah satu program unggulan pemerintah provinsi adalah menjadikan Kalsel sebagai gerbang atau penyangga IKN. Karenanya, Pemkab Tabalong berupaya mendukung apa yang menjadi kebijakan atau program Pemprov Kalsel.

Anang juga menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-58 ini menjadi momen terakhirnya sebagai Bupati Tabalong.

“Mudah-mudahan Kabupaten Tabalong lebih maju lagi dan kita sama-sama menjadikan Tabalong Terdepan,” ujar Anang sembari meminta maaf jika ada kesalahan yang dilakukannya selama memimpin.

Pada puncak Harjad itu, Paman Birin juga menyerahkan piagam penghargaan kepada Pemkab Tabalong pada kategori Kota Sehat Tingkat Provinsi Kalsel, memiliki status desa mandiri terbanyak, Tim Percepatan Penanggulangan Stunting, Kabupaten paling inovatif dalam penanganan stunting, dan penghargaan untuk para siswa berprestasi mulai bidang olahraga renang dan bulutangkis, sains, hingga matematika di tingkat provinsi dan nasional.

Turut hadir menyaksikan proses peringatan HUT yang diawali dengan Tari Manjulang Harakat itu, Ketua DPRD Kalsel Supian HK, anggota DPR RI, perwakilan Kepala Badan Otoritas IKN, para kepala daerah atau penjabatnya se-Kalsel dan kabupaten jiran atau yang mewakili, ulama dan tokoh masyarakat, Forkopimda Tabalong, dan ahli waris penuntut Kabupaten Tabalong, serta para pimpinan organisasi/BUMD/perusahaan swasta di kota berjuluk “Serambi Depan Kalsel Penyangga IKN” itu.

Acara ditutup dengan penyajian 58 jenis kue khas Tabalong kepada Paman Birin untuk dicicipi bersama Bupati Tabalong, Ketua DPRD Kalsel, dan anggota DPR RI serta DPD RI yang turut serta dalam puncak peringatan. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Bank Kalsel Hadir di MPP Kota Banjarmasin, Berikan Kemudahan Layanan Perbankan

BANJARMASIN – Bank Kalsel dengan tegas memperkuat komitmennya dalam mendekatkan diri dan meningkatkan layanannya kepada masyarakat Banua. Upaya ini mencakup kolaborasi strategis dengan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin untuk menyediakan layanan Bank Kalsel di Mall Pelayanan Publik (MPP) yang diresmikan pada Kamis (7/12) di Lantai Dasar Kawasan Mitra Plaza, Kota Banjarmasin.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin menjelaskan, bahwa kehadiran layanan Bank Kalsel di MPP Kota Banjarmasin ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melaksanakan berbagai transaksi perbankan, termasuk menabung dan melakukan setoran.

Selain itu, fasilitas ini juga memungkinkan pembayaran untuk jasa layanan publik secara efisien, dengan langsung mentransfernya ke rekening Bank Kalsel.

“Kami akan terus berkomitmen untuk memperluas cakupan layanannya, sehingga semakin banyak opsi transaksi perbankan yang dapat dilakukan nasabah Bank Kalsel saat mengunjungi di MPP Kota Banjarmasin,” ujar Fachrudin.

Sementara itu, Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina mengungkapkan apresiasinya terhadap peresmian MPP, yang menjadi salah satu program prioritas Pemko Banjarmasin.

“Saya mengucapkan terima kasih atas komitmen yang telah dibangun bersama Bank Kalsel. Dengan adanya layanan ini, diharapkan nasabah dapat dengan lebih mudah melakukan kegiatan perbankan secara digital,” pungkas Ibnu.

Sebagai informasi, Keberadaan layanan Bank Kalsel di Mall Pelayanan Publik merupakan perwujudan untuk memberikan kemudahan dan transparansi bagi nasabah dalam menjalankan aktivitas keuangan mereka. (ADV-RIW/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Anugerahi Disdukcapil Kabupaten/Kota Terbaik

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), memberikan anugerah kepada Disdukcapil Kabupaten/Kota yang memiliki capaian terbaik sepanjang tahun 2023.

Foto bersama Kepala Disdukcapil Kalsel Zulkipli (dua kiri) bersama para pemenang Disdukcapil terbaik tahun 2023

Kepala Disdukcapil Kalsel, Zulkipli, mengatakan penganugerahan ini merupakan inisiasi dari Gubernur Kalsel Sahbirin Noor. Pasalnya, segala pelayanan administrasi penduduk (adminduk), selama ini merupakan hasil jeri payah dari Disdukcapil Kabupaten/Kota.

“Karena memang selama ini yang bekerja langsung ke masyarakat kan Disdukcapil Kabupaten/Kota. Tidak cukup rasanya kalau kita hanya berterimakasih. Itu sebabnya Gubernur meminta kita untuk mengapresiasi mereka melalui kegiatan ini,” kata Zulkipli, usai kegiatan penganugerahan, di salah satu hotel di Kota Banjarbaru, Kamis (7/12).

Penganugerahan ini merupakan kali pertama digelar oleh Disdukcapil Kalsel. Sedikitnya ada 23 aspek yang menjadi penilaian, diantaranya perekaman, pembuatan akta kelahiran hingga pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) terbanyak.

Zulkipli berharap kegiatan ini mampu mendongkrak semangat Disdukcapil Kabupaten/Kota, untuk lebih meningkatkan capaian kinerja dan layanan kepada masyarakat.

Untuk diketahui, keluar sebagai pemenang penganugerahan Disdukcapil terbaik yakni Kabupaten Tanah Bumbu. Disusul Kota Banjarbaru pada peringkat kedua dan Kabupaten Tapin di peringkat ketiga.

“InsyaAllah akan kita gelar setiap tahun. Kita juga upayakan selanjutnya hadiah bisa lebih besar lagi,” tutup Zulkipli. (SYA/RDM/RH)

Orientasi PPPK Lingkup Pemprov Kalsel Tahun 2023 Resmi Ditutup

BANJARBARU – Masa orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) resmi ditutup oleh Gubernur melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Sulkan, Kamis (7/12).

Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Sulkan, saat membacakan sambutan Gubernur Kalsel

Upacara penutupan berlangsung di Aula BPSDMD Kalsel, di Banjarbaru, serta diikuti oleh seluruh peserta orientasi secara during maupun luring.

Dalam sambutan tertulisnya, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, berpesan kepada seluruh peserta untuk mempertahankan serta meningkatkan budaya kerja dan nilai-nilai positif yang didapat selama masa orientasi.

“Berdayakan seluruh potensi dan kemampuan saudara-saudara secara optimal, sehingga kehadiran saudara-saudara memberi manfaat nyata bagi instansi tempat saudara-saudara bertugas,” pesan Gubernur.

Gubernur menilai, di masa sekarang, ASN dituntut untuk berdaya saing tinggi. Sebab itu, seluruh peserta yang telah menjalani orientasi, dituntut terus mengasah diri dan beradaptasi, agar mampu memberikan pelayanan terbaik sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing.

Dengan memiliki SDM aparatur yang berkualitas dan menjunjung tinggi nilai-nilai berakhlak, Ia meyakini, peserta dapat memberikan manfaat langsung yang dirasakan oleh masyarakat.

“Tentu hal ini pada akhirnya akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah,” tutur Gubernur.

Sementara itu, Plh Kepala BPSDMD Kalsel, Ahmad Bagiawan, mengungkapkan, upacara penutupan diselenggarakan untuk peserta orientasi PPPK angkatan pertama hingga angkatan ke dua puluh tahun 2023.

“Ada kurang lebih 800 orang peserta,” beber Bagiawan.

Seluruh peserta merupakan rekrutmen PPPK tahun 2022, yang mengikuti orientasi selama kurang lebih 14 hari di BPSDMD Kalsel.

“Alhamdulillah semua peserta dinyatakan lulus,” tutup Bagiawan. (SYA/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Gelar Festival Permainan Tradisional Balogo

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Bidang Kebudayaan pada Seksi Sejarah dan Tradisi Disdikbud Kalsel, menggelar Festival Permainan Tradisional Balogo, selama tiga hari, mulai 7 – 9 Desember 2023.

Suasana pembukaan Festival Permainan Tradisional Balogo

Kepada Abdi Persada FM, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Disdikbud Kalsel, diwakili Kepala Bidang Kebudayaan Raudati Hildayati, pada Kamis (7/12) sore, disela acara mengatakan, permainan Balogo menjadi salah satu permainan tradisional yang sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTb) oleh Kementrian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI. Sehingga, pihaknya menyelenggarakan Festival Permainan Tradisional Balogo, guna memperkenalkan dan melestarikan bagi generasi muda.

“Meski zaman sekarang sudah maju dan berkembang, permainan Balogo ini salah satu peninggalan dari nenek moyang,” ucapnya

Disampaikan Raudati, pihaknya terus berkomitmen untuk bergerak mengusung seni menjunjung dan menjaga karya-karya budaya, agar tidak hilang permainan tradisional ini ditengah kecanggihan teknologi. Selain itu, makna Balogo diantaranya, menanamkan nilai-nilai budaya yaitu kejujuran, kerjasama, dan memgedepankan musyawarah mufakat dalam menyelesaikan persoalan.

“Semoga Festival Balogo ini, dapat memberikan kemajuan kebudayaan di Banua,” pinta Helda (sapaan akrabnya)

Sementara itu, Kepala Seksi Sejarah dan Tradisi Disdikbud Kalsel, Herry Yulianata, menambahkan, Festival Permainan Tradisional Balogo ini diikuti Kabupaten dan Kota, yaitu peserta didik dari SMA/SMK masing-masing tiga orang siswa, didampingi satu guru pendamping. Ia berharap, kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat, apresiasi, dan minat dalam upaya pelestarian Kebudayaan di Banua.

Kasi Sejarah dan Tradisi Disdikbud Kalsel, Herry Yulianata, saat memberikan sambutan

“Lomba digelar pada Jumat (8/12), di Halaman Gedung Sultan Suriansyah Jalan Hasan Basri Kayu Tangi Banjarmasin,” tutupnya

Untuk diketahui, Festival Permainan Tradisional Balogo, dibuka secara resmi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Disdikbud Kalsel, diwakili Kepala Bidang Kebudayaan Raudati Hildayati, didampingi Kepala Seksi Sejarah dan Tradisi Herry Yulianata, Kepala Seksi Kesenian Sunjaya Adhiarso, dan Dewan Juri, bertempat di salah satu Hotel Berbintang di Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Bapenda Kalsel Buka Gerai di Mal Pelayanan Publik Kota Banjarmasin

BANJARMASIN – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin Meluncurkan Soft Opening Mal Pelayanan Publik (MPP), di Mitra Plaza, Kamis (7/12).

Pada MPP tersebut, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kalsel membuka Gerai Pelayanan Pembayaran Pajak Tahunan Kendaraan Bermotor.

Plh Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Rusma Khuzairin mengatakan, Bapeda Kalsel melalui Samsat 2 Banjarmasin, telah berkomitmen untuk memberikan pelayanan pada Mal Pelayanan Publik Kota Banjarmasin.

“Pada tahap awal pelayanan yang diberikan, berupa pembayaran pajak kendaraan bermotor satu tahun,” ungkap Rusma.

Kedepannya, lanjut Rusma, pada gerai yang ada di Mal Pelayanan Publik di Kota Banjarmasin, dapat melayani untuk pembayaran 5 tahunan.

“Untuk layanan pembayaran pajak lima tahunan tersebut, tentunya sarana dan prasarana pemeriksaan fisik perlu disiapkan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala UPPD Samsat Banjarmasin 2 Muhammad Mirzalutfillah menjelaskan, pihak bergabung pada Mal Pelayanan Publik milik Pemko Banjarmasin.

“Dengan membuka counter pada Mal Pelayanan Publik Kota Banjarmasin ini, kami mengembangkan tempat pembayaran pajak di wilayah kerja UPPD Samsat Banjarmasin 2, Kecamatan Banjarmasin Tengah,” ujarnya.

Menurut Mirza, kehadiran counter mereka tersebut untuk mendekatkan, UPPD Samsat Banjarmasin 2 dengan masyarakat setempat.

“Kehadiran counter pembayaran UPPD Samsat Banjarmasin 2 di Mal Pelayanan Publik di Kota Banjarmasin ini, Agar masyarakat mudah dalam membayar pajak tahunan kendaraan bermotor mereka,” ucap Mirza.

Sedangkan, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina mengatakan, berdirinya Mal Pelayanan Publik tersebut di Kota Banjarmasin ini, tentunya berkat komitmen bersama antara Pemerintah kota Banjarmasin dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, dihadapan Kementerian Menpan-rb.

“Kehadiran Mal Pelayanan Publik itu sendiri, tentunya untuk memberikan kemudahan pelayanan yang cepat kepada masyarakat,” ucap Ibnu.

Ibnu berharap, pada saat peresmian mendatang akan diresmikan langsung oleh MenpanRB. (SRI/RDM/RH)

Tingkatkan Kinerja, Sekretariat DPRD Kalsel Gelar Pemeriksaan NAPZA

BANJARMASIN – Sekretariat DPRD Provinsi Kalimantan Selatan menggelar pemeriksaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA) di gedung B DPRD Kalsel di Banjarmasin, Kamis (7/12).

Suasana Pemeriksaan NAPZA bagi tenaga honorer di lingkungan Sekretariat DPRD Kalsel

Kegiatan yang diikuti sebanyak 132 tenaga honorer di lingkungan Sekretariat DPRD Kalsel tersebut bekerjasama dengan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Kalsel.

Sekretaris DPRD Kalsel, Muhammad Jaini melalui Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan, Ismiyati Rukyaningsih menjelaskan pemeriksaan NAPZA ini sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kinerja Sekretariat Dewan dalam memberikan pelayanan kepada Pimpinan dan Anggota DPRD Kalsel.

“Tugas dan fungsi Sekretariat Dewan memfasilitasi kegiatan Pimpinan dan Anggota Dewan dan ini harus kami lakukan secara maksimal. Tes NAPZA ini salah satu upaya menjaga para karyawan yang ada disini tetap dalam kondisi sehat,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Ismi, kegiatan ini juga untuk memenuhi salah satu persyaratan perpanjangan kontrak tenaga honorer di lingkungan Sekretariat DPRD Kalsel.

“Kegiatan ini juga rutin dilakukan setiap akhir tahun untuk memenuhi salah satu persyaratan perpanjangan kontrak tenaga honorer, termasuk tes NAPZA,” ungkapnya.

Ismi menambahkan jika ditemukan ada hasil pemeriksaan yang positif, maka yang bersangkutan akan dilakukan pembinaan dan rehabilitasi.

Sementara, Kepala Labkesda Kalsel, Zainal Firdausy melalui Kepala Seksi Mikrobiologi, Sudarmo menyambut baik pemeriksaan NAPZA ini untuk memastikan orang yang bekerja di instansi tersebut bebas dari NAPZA.

“Ada enam parameter yang diperiksa yaitu THC (ganja), MOP (morphin), MET (sabu), AMP (inex), BZO (obat-obatan), dan COC (kokain). Dengan pemeriksaan ini, maka enam parameter tersebut dapat dideteksi,” terangnya.

Sudarmo menambahkan Labkesda Kalsel sudah melakukan kerjasama terkait pemeriksaan NAPZA ini dengan beberapa institusi pemerintahan, terutama SKPD-SKPD yang berada di bawah naungan Pemprov Kalsel.

“Hal ini sesuai dengan arahan Gubernur Kalsel untuk menggelorakan perang terhadap penyalahgunaan narkoba,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Hadiri Survey Indeks ETPD Semester II 2023, Bank Kalsel Sampaikan Komitmen Sukseskan ETPD

BANJARMASIN – Bank Kalsel berkomitmen mendukung suksesnya Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Komitmen tersebut disampaikan Direktur Operasional Bank Kalsel, Ahmad Fatrya Putra saat kegiatan Survey Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) Semester II Tahun 2023 Provinsi Kalsel, yang digelar awal pekan ini di Banjarmasin.

“ETPD adalah suatu upaya yang terpadu dan terintegrasi untuk mengubah transaksi pendapatan dan belanja Pemerintah Daerah (Pemda) dari tunai menjadi non tunai berbasis digital dengan tujuan untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan daerah. Kami tentunya sangat mendukung hal ini dan terus melakukan pembenahan layanan agar dapat mensukseskan program ETPD di Provinsi Kalsel,” tegasnya.

Salah satu bentuk dukungan konkrit Bank Kalsel adalah telah menyediakan berbagai jenis produk layanan/kanal digital seperti Instrumen pembayaran yang terdiri dari kartu ATM/Debit GPN, uang elektronik berbasis kartu (co-brading BRIZZI) dan Kanal Pembayaran yang terdiri dariTeller/Webteller, PPOB, Mobile Banking, Internet Banking, Internet Banking Bisnis, SP2D Online, CMSP, QRIS, BI-Fast, BI-RTGS, SKNBI, Virtual account, E-Commerce dan Modern Channel.

“Selain itu Bank Kalsel juga telah melakukan integrasi sistem penerimaan pada sejumlah Pemda di Provinsi Kalsel seperti pembayaran PBB, e-Samsat, Pajak Pendapatan, Pembayaran Perizinan, BPHTB, Retribusi dan KIR semuanya sudah terintegrasi dengan beberapa sistem kanal penerimaan Bank Kalsel,” tambahnya.

Harapannya dengan telah tersedianya beberapa sistem untuk kanal penerimaan dan pengeluaran di Bank Kalsel, dapat mempermudah Pemda di seluruh Provinsi Kalsel, mengimplementasikan ETPD secara efektif dan efesien di daerahnya dan dapat mengoptimalkan pencapaian Championship TP2DD pada penilaian tahun 2024.

Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Kalsel, Raudatul Jannah mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan agar bisa meningkatkan pemahaman Pemda atau pun Bank Pengelola Rekening Kas Umum Daerah (RKUD)dalam mendorong peningkatan kualitas pelaporan data elektronifikasi transaksi Pemda Semester 2 Tahun 2023.

“Melalui kegiatan ini besar harapan kita dapat memberikan dampak yang besar bagi peningkatan kategori atau level indeks elektronifikasi transaksi Pemda se-Kalsel kedepannya,” bebernya.

Berdasarkan data indeks ETPD Semester I Tahun 2023, Provinsi Kalsel telah mencapai tahap Pemda Digital dengan skor 93,6 persen.

Diharapkan pada Tahun 2023 ini semua Pemda di Provinsi Kalsel bisa mencapai level digital dengan perbaikan kualitas data serta melaporkannya sesuai dengan kondisi sebenarnya.

“Pada kesempatan ini saya juga meminta agar Bank Kalsel sebagai Bank RKUD dapat mendukung penuh dari sisi data yang dibutuhkan untuk bisa di input di website SIP2DD,” tuturnya.

Di lain pihak, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalsel Wahyu Pratomo menambahkan, berdasarkan data Indeks ETPD Semester-I tahun 2023, dirinya mengapresiasi upaya Pemprov Kalsel atas meningkatnya level kategori IETPD Pemprov Kalsel dari kategori “Maju” menjadi kategori “Digital” dengan skor 93,6 persen. Bahkan secara year on year meningkat 34,29 persen dari Semester-I tahun 2022.

“Kami juga mengucapkan selamat dan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalsel yang telah menerima penghargaan dalam Bank Indonesia Award 2023 sebagai Pemerintah Provinsi Dengan Implementasi QRIS Terbaik di Wilayah Kalimantan. Semoga capaian ini dapat mengobarkan semangat implementasi ETPD tidak hanya di lingkungan Provinsi, namun juga di seluruh Kabupaten dan Kota se-Kalsel,” tukasnya. (ADV-RIW/RDM/RH)

Bantuan Keuangan Parpol 2024 Naik, Bakesbangpol Kalsel Gelar Sosialisasi Tata Cara Banpol

Banjarmasin – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) menggelar Sosialisasi Tata Cara Bantuan Keuangan Partai Politik (Banpol), di salah satu hotel di Banjarmasin, Rabu (6/12).

Kegiatan diikuti seluruh perwakilan partai politik (parpol) yang memiliki kursi di DPRD Kalsel hasil Pemilu 2019. Hadir pula selaku narasumber, antara lain perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel.

Sekretaris Daerah Kalsel, Roy Rizali Anwar, mengingatkan pengurus parpol agar memprioritaskan banpol untuk melaksanakan pendidikan politik bagi anggota parpol dan masyarakat.

“Banpol dari Bakesbangpol Kalsel bertujuan membentuk proses pendidikan politik yang baik bagi segenap masyarakat Kalsel. Sehingga menciptakan proses demokrasi yang mengusung asas profesional dan akuntabel bagi kita semua,” kata Roy.

Setiap pengurus parpol, menurut Roy, wajib mengikuti aturan yang berlaku. Termasuk seputar dana bantuan yang bersumber dari APBD.

Artinya, setiap kegiatan yang dilakukan menggunakan APBD harus memiliki kontribusi terhadap pembangunan daerah dalam mewujudkan visi Kalsel Maju (Makmur, Sejahtera dan Berkelanjutan) sebagai pintu gerbang Ibu Kota Negara.

Sosialisasi Tata Cara Bantuan Keuangan Partai Politik diikuti oleh perwakilan parpol yang menduduki kursi DPRD Kalsel Pemilu 2019

Penggelontoran dana tersebut merupakan amanah undang-undang perihal kelancaran pelaksanaan kegiatan parpol. Tentu kegiatan parpol yang dimaksud harus memiliki kontribusi terhadap pembangunan daerah dalam mewujudkan visi Kalsel, maju, makmur sejahtera dan berkelanjutan sebagai pintu gerbang Ibu Kota Negara.

“Parpol juga sepatutnya memanfaatkan kesiapan untuk mengelola dana bantuan secara transparan dan akuntabel. Kemudian melaporkan penggunaannya kepada pemerintah secara tepat waktu dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Roy.

Sementara itu, didampingi Kepala Bakesbangpol Kalsel Heriansyah,  Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Bakesbangpol Kalsel Muhammad Hasanuddin mengatakan, sosialisasi ini adalah wujud fasilitasi dari Pemprov Kalsel, untuk mewujudkan bantuan keuangan pada parpol yang tertib administrasi, taat aturan dan berdaya guna.

“Dalam hal ini bantuan yang diberikan itu agar pelaporannya nanti lebih akurat, akuntabel dan transparan. Kemudian dengan adanya bantuan ini diharapkan bahwa partai politik akan meningkatkan pendidikan politiknya terhadap masyarakat, juga terhadap anggotanya,” terang Hasanuddin.

Diketahui Banpol Kalsel tahun 2024 akan dinaikkan menjadi Rp7.500, dari sebelumnya hanya Rp5.000 per-suara.

Meski naik sebanyak 50 persen, Hasanuddin menilai, jumlah tersebut masih belum terlalu tinggi jika dibandingkan dengan provinsi lain.

“Jumlahnya tidak terlalu sedikit tetapi juga tidak terlalu banyak,” tutup Hasanuddin. (SYA/RIW/APR)

Exit mobile version