Terima Aset Jalan dari Bupati Balangan, Paman Birin Siap Bangun Jalan Menuju IKN Nusantara

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, bersama Bupati Balangan, Abdul Hadi melakukan penandatanganan naskah hibah, sekaligus serah terima barang milik daerah disalah satu hotel berbintang di Banjarmasin pada Rabu (8/11). Barang milik daerah atau aset yang dihibahkan pemkab Balangan itu, berupa jalan di 3 desa, tanah untuk pembangunan kantor UPPD Samsat, bangunan SLB serta sejumlah kendaraan roda dua.

Momen penandatanganan naskah hibah antara Gubernur Kalsel (baju putih) dan Bupati Balangan (sasirangan)

Penandatanganan ini, disaksikan Ketua DPRD dan Sekretaris Daerah kabupaten Balangan, serta sejumlah kepala SKPD lingkup pemerintah provinsi. Diantaranya plt Asisten II Pemprov, Kadis PUPR, Kadis Kehutanan dan Kadis PMPTSP.

Dalam sambutannya, Gubernur yang biasa disapa Paman Birin itu mengatakan, Undang – Undang nomor 23 tahun 2014, tentang Pemerintahan Daerah, yang diperbarui dengan Undang – Undang nomor 9 tahun 2015, telah mengamanatkan daerah untuk dapat menyelenggarakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangannya, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mempercepat pemenuhan pelayanan publik.

“Melalui kebijakan otonomi daerah ini, pemerintah memberikan keleluasaan bagi daerah untuk menemukan alternatif pemecahan masalah secara inovatif dalam menghadapi berbagai tantangan,” ujar Gubernur.

Oleh karena itu menurut Paman Birin, pemerintah daerah dituntut untuk lebih memperhatikan kualitas pelayanan masyarakat, sekaligus meningkatkan kemandirian daerah dalam melaksanakan pembangunan.

Termasuk dalam hal percepatan pembangunan di Kalimantan, khususnya di Kalsel, serta untuk membangun daya saing ekonomi melalui percepatan konektivitas dan kedaulatan energi daerah, sangat diperlukan berbagai inovasi dan terobosan.

“Ini supaya Kalsel tidak hanya berperan sebagai daerah penyangga IKN, namun juga sebagai etalase Indonesia baru yang mengedepankan kearifan lokal,” tambahnya.

Kabupaten Balangan yang berbatasan dengan kabupaten Tabalong, Kotabaru dan Paser (Kaltim), memang memiliki letak sangat strategis. Oleh karena itu, peran Pemprov sangat penting dalam rangka mendukung percepatan Kalsel sebagai gerbang dan penyangga IKN.

“Dengan hibah jalan ini, tentu akan memberikan akses yang lebih luas bagi masyarakat Kalsel,” jelas Paman Birin kepada wartawan.

Selain itu menurut Paman Birin, hibah ini sangat membantu meningkatkan infrastruktur guna memperlancar mobilitas angkutan barang dan orang, hingga menyambung ke jalan nasional kabupaten Paser.

“Ini akan semakin memperkuat posisi Kalsel sebagai pintu gerbang, Kalsel Babussalam, sebagai pintu keselamatan dan kawasan penyangga IKN,” tutupnya.

Sementara itu, Bupati Balangan, Abdul Hadi berharap, Pemprov Kalsel segera meningkatkan kondisi jalan setelah penyerahan aset ini.

“Jika jalan ini rampung dibangun, maka waktu tempuh dari kecamatan Halong ke Grogot Kalimantan Timur, bisa ditempuh hanya dalam waktu satu setengah jam, bahkan di bawah satu jam,” ujarnya.

Penyerahan aset jalan kepada pemprov ini, atas pertimbangan, bahwa jalan eks tambang ini dalam kondisi kurang terawat, namun letaknya sangat strategis sebagai jalur alternatif menuju kawasan IKN.

Setelah jalan ini terkoneksi, Hadi yakin akan berdampak positif pada perekonomian masyarakat sekitarnya. Terutama kecamatan Halong. (RIW/RDM/RH)

“Ngupi Bekisahan” Polda Kalsel, Jadi Sarana Informasi Ciptakan Pemilu Damai dan Politik Sejuk

BANJARMASIN – Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) menggelar pertemuan penting bersama Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah), Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kalsel, pada Rabu (8/11) di salah satu Cafe Jalan Ahmad Yani Banjarmasin.

Suasana pertemuan Ngupi Bakisahan, di salah satu Cafe Banjarmasin

Kepada sejumlah wartawan, Kapolda Kalsel Irjen Pol Andi Rian Djajadi menyampaikan, pertemuan ini sebagai sarana menyampaikan informasi serta upaya dan langkah-langkah bersama untuk menciptakan Pemilu yang damai, menciptakan iklim berpolitik yang sejuk. Sehingga terselenggara Pemilu adil, jujur dan demokratis. Dan yang terlebih penting, kondusifitas Kamtibmas di Banua bersama dapat terjaga.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk membuka komunikasi dengan para penyelenggara, peserta dan pengawas Pemilu 2024, agar kondisi situasi Kamtibmas tetap terjaga dengan kondusif diwilayah Kalimantan Selatan,” terang Kapolda.

Foto bersama

Disampaikan Andi, kegiatan yang diinisiasi Polda Kalsel ini sebagai sarana untuk berbagi, bertukar informasi serta menyampaikan hal-hal positif dalam rangka menciptakan dan menjaga kondusifitas Banua tercinta menjelang Pemilu tahun 2024. Ia berharap, dengan adanya pertemuan ini tidak ada lagi sumbatan-sumbatan komunikasi, sekecil apapun persoalan berkaitan dengan Pemilu dapat dikomunikasikan dengan baik.

“Setiap persoalan dapat dicari solusi, agar tidak berlanjut ke Pengadilan,” harapnya

Lebih lanjut Andi menginginkan, kegiatan Ngupi Bekisahan ini tidak hanya dilaksanakan ditingkat Polda saja. Namun juga dilaksanakan ditingkat Polres/Ta jajaran, agar terjalin komunikasi yang intens antar Forkopimda Kabupaten/Kota dengan penyelenggara, peserta dan pengawas Pemilu 2024.

“Berdasarkan dari pemetaan Polri Kalimantan Selatan, termasuk daerah yang aman tidak rawan politis/konflik. Namun hanya kerawanan secara geografis seperti daerah Kabupaten Kotabaru yang perlu dijangkau menggunakan transportasi laut, kemudian juga beberapa daerah di pegunungan Meratus yang hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki,” tutupnya

Untuk diketahui, pertemuan dengan Tajuk “Ngupi Bekisahan” ini dihadiri oleh Kapolda Kalsel, Irwasda Polda Kalsel, Pejabat Utama Polda Kalsel, Kapolres/Ta Jajaran, dan sejumlah tokoh Kalimantan Selatan, termasuk Ketua DPRD Kalsel, Ketua Div Perencanaan Data Dan Informasi KPU Provinsi Kalsel, Kordiv Hukum Bawaslu Provinsi Kalsel, Ketua Partai Politik se Kalsel. (NHF/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Inginkan Kiram Arts Festival Menjadi Ajang Pentas Seni

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menginginkan Kiram Arts Festival, menjadi ajang pentas seni, baik Nasional hingga Mancanegara.

Kepada sejumlah wartawan, Kepala Seksi Kesenian Disdikbud Kalsel, Sunjaya Adhiarso pada Selasa (7/11) malam, usai Gala Dinner mengatakan, Festival ini pertama kalinya dilaksanakan, dengan persiapan cukup singkat, pihaknya berusaha kegiatan ini dapat berjalan dengan sukses. Ia mengapresiasi, para Budayawan dan Seniman turut berpartisipasi untuk memeriahkan Kiram Arts Festival yang difokuskan di Kiram Kabupaten Banjar.

Kepala Seksi Kesenian Disdikbud Kalsel, Sunjaya Adhiarso

“Kiram Arts Festival ini menjadi pentas kesenian dunia, karena diramaikan seniman Nasional dan Mancanegara,” ucapnya

Penyerahan cinderamata Topeng Seni Rupa, oleh Seniman Nasional, Sutanto Mendut (batik), kepada Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Kalsel, Sulkan (sasirangan)

Disampaikan Sunjaya, Kiram Arts Festival ini diikuti sekitar 20 Negara, diantaranya India, Hongkong, Jerman dan Belanda. Sedangkan Seniman Nasional seperti Yogyakarta, Jakarta, Jawa Tengah dan Bali. Perhelatan digelar mulai tanggal 8 – 12 November, yang akan dibuka langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, pada Rabu (8/11) di Kiram Kabupaten Banjar.

“Untuk Kalsel sendiri diikuti diantaranya dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Tabalong dan Banjarmasin,” jelasnya

Sementara itu, Direktur Festival, Yadi Muryadi menambahkan, Kiram Arts Festival ini merupakan suatu kebanggaan baik sebagai warga dan seniman di Kalsel, karena sebagai event kesenian terbesar di Indonesia. Ia berharap, pentas kolaborasi antara seniman lokal, berbagai Provinsi dan Mancanegara, dapat semakin memberikan perkembangan kemajuan kesenian di Kalsel.

“Kami minta egiatan ini didukung masyarakat Kalsel, silahkan menonton, secara gratis, guna meriahkan Kiram Arts Festival,” tutupnya.

Untuk diketahui, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Dinas Pendidikan Kebudayaan Provinsi Kalsel, menggelar Gala Dinner yang merupakan rangkaian awal penyelenggarakan Kiram Arts Festival, bertempat di Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin.

Gala Dinner dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Kalsel, Sulkan, didampingi Direktur Festival, Yadi Muryadi, Kepala Seksi Kesenian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Sunjaya Adhiarso, dan jajaran Disdikbud Kalsel, serta dihadiri Seniman Nasional dan Internasional. (NHF/RDM/RH)

Paman Yani Siap Perjuangkan Kebutuhan PJU di Tanah Bumbu

TANAH BUMBU – Minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU) menjadi salah satu permasalahan yang dialami masyarakat di Kabupaten Tanah Bumbu.

Hal itu diketahui saat hari keenam pelaksaan reses Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi, ke Desa Kupang Berkah Jaya, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Selasa (7/11).

Suasana pelaksanaan reses Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi di Desa Kupang Berkah Jaya

Wakil rakyat akrab disapa Paman Yani ini mengatakan, akan memperjuangkan PJU yang menjadi permasalahan warga setempat sejak beberapa tahun terakhir.

“Saya akan sampaikan permasalahan ini ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Jika bukan ranah mereka, maka akan saya minta DPRD Tanah Bumbu dari fraksi partai saya untuk menyuarakan ke Pemkab,” ujar Paman Yani.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi (peci) berfoto bersama warga Desa Kupang Berkah Jaya

Menurut legislator Daerah Pemilihan (Dapil) VI Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru itu, PJU sangat diperlukan untuk memastikan keselamatan warga dalam berkendara, terutama malam hari.

“Yang jelas kita tidak ingin ada tindak kriminal di jalan karena minimnya PJU. Tetapi apapun alasannya, PJU harus dibangun khususnya di Tanah Bumbu yang memang sangat minim,” tegas Paman Yani.

Menanggapi respon positif itu, salah satu tokoh masyarakat Desa Kupang Berkah Jaya, Suyoto, mengaku sangat berterimakasih atas upaya Paman Yani dalam membantu menyuarakan aspirasi mereka.

“Kami sudah tidak heran dengan Paman Yani. Beliau memang sangat melekat kepada masyarakat,” bebernya.

Untuk diketahui, Paman Yani sendiri telah memulai pelaksanaan reses sejak 2 November 2023.

Dalam setiap kesempatan, Paman Yani terus mengimbau masyarakat untuk memberikan hak suara pada Pemilu dan Pilkada tahun 2024 nanti.

Tidak lupa, Paman Yani juga mengingatkan masyarakat agar tidak terpecah belah akibat berbeda pilihan dan pengaruh radikalisme dari oknum yang tidak bertanggung jawab. (SYA/RDM/RH)

Exit mobile version