BANJARMASIN – Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin terus melakukan upaya peningkatan kualitas produk kerajinan. Salah satunya, olahan kayu. Maka, digelar, Pelatihan Kerajinan Olahan Kayu di kota tersebut. Dibuka Asisten 1 Setda Kota Banjarmasin Machli Riyadi.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin Ichroom Muftezar menjelaskan, pelatihan kerajinan kayu tersebut, dilaksanakan selama tiga hari kedepan, mulai 12 – 14 Oktober 2023.
Kadisperdagin Banjarmasin Ichroom Muftezar
“Narasumber didatangkan langsung dari Jogjakarta Aruma serta pengrajin kayu Kota Banjarmasin Junaidi,” ucap Tezar.
Peserta Pelatihan Kerajinan Kayu ini diikuti sebanyak 30 orang dari sentra olahraga kayu di Alalak Tengah, serta Pelambuan.
“Peserta pelatihan dari setra kayu Alalak Tengah dan Pelambuan,” ujarnya.
Sehingga, tambah Tezar, pengrajin olahan kayu di Kota Banjarmasin semakin meningkat keterampilannya.
“Kami berharap, hotel di Kota Banjarmasin untuk dapat menggunakan produk kerajinan olahan kayu tersebut,” tutur Tezar.
Karena pihaknya melihat aksesoris yang digunakan oleh hotel kebanyakan dari kerajinan kayu.
“Kamiberusaha terus untuk meningkatkan kualitas dari kerajinan kayu di Kota Banjarmasin,” ucap Tezar.
Menurut Tezar, saat ini untuk keterampilan dari pengrajin kayu di Kota Banjarmasin, terus mengalami peningkatan.
“Sehingga diharapkan kualitas produk kerajinan olahan kayu di Kota Banjarmasin terus berkualitas,” ujarnya. (SRI/RDM/RH)
BANJARBARU – Gelanggang Olahraga (GOR) yang berdiri di atas lahan seluas 6.015,30 M2 di kawasan Kompleks Perkantoran Setdaprov Kalsel itu progresnya sudah 66,3 persen. Artinya, gedung olahraga serbaguna yang kapasitasnya juga mampu menampung tiga ribu orang lebih itu tinggal sedikit lagi rampung.
Pemasangan rangka atap baja GOR yang ada di kawasan Kompleks Perkantoran Gubernur Kalsel
Kepala Dinas PUPR Kalsel, Ahmad Solhan, melalui Kabid Cipta Karya, Ryan Tirta Nugraha, menyampaikan, tahapannya sudah melakukan pemasangan rangka baja atap.
“Total luas terbangun keseluruhan mencapai 6.015,30 M2 dengan daya tampung 3.133 kursi. Termasuk fasilitas didalamnya ruang VVIP sekitar 20 kursi, tribun VIP kapasitas 266 kursi dan tribun untuk penonton sebanyak 2.847 kursi,” ungkapnya, belum lama tadi.
Anggaran yang ditaksi menelan Rp64 miliar tersebut, pelaksanaannya terus dikejar agar mampu terealisasi tepat waktu.
“Semoga dengan cuaca kali ini mendukung progres penyelesain GOR ini,” tuturnya.
Peninjauan yang juga dilakukan bersama tenaga ahli Gubernur Kalsel itu, Ryan mengungkapkan, dari rancangan arsitektur bangunan masih dalam tahap sedang dikerjakan.
“Kami optimis bisa mengejar target pembangunan yang akan dihadapi adalah POMNAS di Kalsel,” ungkapnya.
Pembangunan GOR diera Paman Birin dengan tipe B itu diketahui nantinya akan digunakan untuk penyelenggaraan Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS). (RHS/RDM/RH)
BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar kegiatan media event dengan tema “kawal ruang digital” dalam rangka menciptakan ruang digital yang sehat untuk pemilu dan pilkada pada 2024 mendatang. Media event ini juga diharapkan mampu menekan potensi hoaks, polarisasi, konten negatif maupun kampanye hitam. Pada media event ini juga dilakukan penandatanganan petisi online.
Kepala Diskominfo Provinsi Kalsel Muhammad Muslim menyampaikan, media massa memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk opini dan pandangan masyarakat. Oleh karena itu, fungsi media harus dioptimalkan dengan baik, sehingga mampu menjadi sarana penyebarluasan informasi positif, mendorong terbentuknya pemikiran dan sikap positif masyarakat, serta menciptakan atmosfer politik yang kondusif.
Kepala Diskominfo Kalsel Muhammad Muslim
“Ini merupakan perwujudan komitmen kita bersama untuk menghadirkan perubahan positif dalam perkembangan dunia digital,” ungkap Muslim.
Peran ruang digital kini semakin penting dalam kehidupan manusia seharihari. tidak hanya sebagai sarana hiburan dantempat berkomunikasi namun juga menjadi sarana masyarakat untuk mendapatkan informasi. bahkan di ruang digital juga menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengakses segala informasi terkait penyelenggaraan pemilu dan pilkada 2024.
“Dengan digelarnya media event, merupakan perwujudan komitmen kita bersama untuk menghadirkan perubahan positif dalam perkembangan dunia,” lanjut Muslim.
Ditambahkannya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dengan sungguh-sungguh berkomitmen untuk menghadirkan ruang digital yang sehat karena tantangan besar yang dihadapi, seperti penyebaran hoaks, polarisasi, konten negatif, dan kampanye hitam.
“Pemprov Kalsel telah dan akan terus berupaya untuk menciptakan ruang digital yang sehat, aman, dan beretika” lanjut Muslim.
Diskominfo Kalsel juga berkomitmen untuk mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik itu masyarakat, Media, LSM, dan pihak-pihak terkait untuk bersinergi dan berkolaborasi. Kita dapat bersama-sama menjaga integritas dan kualitas informasi yang beredar di ruang digital. untuk bersama-sama berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat tentang berita palsu (hoaks), menggalakkan literasi digital, serta berperan aktif dalam memerangi konten-konten yang merusak dan merugikan.
“Kita dapat memastikan bahwa pemilu dan pilkada 2024 nanti, dapat berjalan dengan kondusif dan baik,” tutup Muslim. (MRF/RDM/RH)
BANJARMASIN – Nasabah Bank Kalsel kembali memenangkan hadiah dari Undian Simpeda Nasional pada Periode Ke-1 Tahun 2023 yang di gelar di Makassar Sulawesi Selatan, pada 31 Agustus 2023 lalu.
Nasabah yang berhasil menjadi salah satu pemenang untuk kategori hadiah uang tunai sebesar Rp50 juta rupiah adalah Warga Tambak Sirang Laut Kecamatan Gambut. Penyerahan hadiah secara simbolis dilakukaj Kepala Divisi Dana dan Digital Banking Bank Kalsel, Suriadi kepada Erlin Kencanawati, yang disaksikan Kepala Bank Kalsel Cabang Utama, Firmansyah dan Kepala Cabang Pembantu Gambut, Syafwan, pada Rabu (11/10).
Setelah Penyerahan hadiah, Erlin Kencanawati mengatakan tidak pernah menyangka mendapatkan rezeki seperti ini, setelah mendapatkan informasi dari Bank Kalsel bahwa telah mendapatkan undian Tabungan Simpeda dengan hadiah puluhan juta rupiah.
“Alhamdulillah, saya ucapkan terima kasih kepada Bank Kalsel atas rezeki yang tidak terduga. Padahal kurang lebih 1 tahun terakhir, baru menggunakan Tabungan Simpeda Bank Kalsel yang mana tabungan tersebut biasanya sebagai rekening penerima uang pensiun suami yang sudah meninggal dunia. Rezeki ini nantinya akan saya pergunakan untuk kebutuhan sehari-hari maupun untuk hal-hal yang bermanfaat lainnya,” ujar Erlin.
Sementara itu, Kepala Divisi Dana dan Digital Banking Bank Kalsel, Suriadi menambahkan Pelaksanaan Undian Nasional Tabungan Simpeda Bank Pembangunan Daerah (BPD) seluruh Indonesia, rutin dilaksanakan dua kali dalam setiap tahunnya. Dimana salah satunya pemenangnya, adalah nasabah Bank Kalsel, Erlin Kencanawati yang berhasil mendapatkan hadiah undian dari 36 pemenang lainnya.
“Tahun ini total hadiah yang disiapkan mencapai Rp6 miliar yang undiannya dibagi dalam 2 tahap, untuk tahap 1 selain Ibu Erlin Kencanawati masih ada 35 pemenang lainnya merupakan nasabah Bank Kalsel yang mendapatkan hadiah Undian Nasional Tabungan Simpeda. Namu nilai hadiah dibagi dalam beberapa kategori, termasuk Ibu Erlin Kencanawati yang mendapatkan hadiah sejumlah Rp50 juta rupiah,” ungkap Suriadi.
Sebagai informasi, bagi nasabah Tabungan Simpeda Bank Kalsel yang belum beruntung jangan berkecil hati, karena masih mempunyai kesempatan untuk mendapatkan hadiah besar untuk pemenang utama yakni sebesar Rp500 juta pada tahap ke-2 yang akan diselenggarakan di kota Medan nantinya.
Jadi, tunggu apalagi!! Segera buka rekening Tabungan Simpeda di Kantor Cabang Bank Kalsel terdekat. (ADV-RIW/RDM/RH)
BANJARMASIN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan melalui Bidang Kebudayaan Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman, sukses menggelar Lomba Edukatif Kultural Museum Mading 3D, kategori pelajar selama tiga hari, pada 9 – 11 Oktober bertempat di halaman Museum Wasaka Jalan Kampung Kenanga Kelurahan Sungai Jingah Kecamatan Banjarmasin Utara.
Kepada wartawan, Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah, setelah lomba pada Rabu (11/10) petang berharap, para peserta didik yang mengikuti lomba, setelahnya ini dapat menurunkan ilmunya kepada adik tingkat sekolah, baik dari sisi sejarah hingga cara pembuatan mading tiga dimensi.
Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah
Mengingat sebelum lomba juga telah digelar Sosialisasi Mading 3D, guna menumbuhkan semangat, apresiasi dan minat dalam upaya mengenal kembali, sejarah perjuangan para pejuang di Kalimantan Selatan.
“Kami apresiasi para peserta yang mengikuti lomba ini, telah berinovasi dengan menambahkan teknologi maupun kreasi untuk mempercantik dalam memberi kesan baru penyajian mading 3D,” ucapnya
Arry meminta, setiap peserta yang mengikuti lomba Edukatif Kultural Museum Mading 3D ini dapat men-tag akun IG Museum Wasaka, sebagai promosi untuk semakin mengenalkan Museum Perjuangan di Kalimantan Selatan, terutama bagi generasi muda di Banua, agar kunjungan semakin meningkat.
“Dengan dipromosikan di medsos, tentu meningkatkan kunjungan wisatawan baik Nusantara dan Domestik,” jelas Arry
Sementara itu, salah seorang Juri, Budi Kurniawan, menilai setiap tahun digelar lomba ini untuk mengasah kemampuan peserta didik, dan selama empat tahun perlombaan ternyata ada banyak perubahan mulai dari pengetahuan sejarah, saat presentasi hingga pesan yang disampaikan menyesuaikan tema tentang Revolusi Fisik Kalimantan Selatan.
“Mereka ini semakin mampu menunjukkan kreativitasnya,” kata Budi
Foto Juara I Lomba Edukatif Kultural Museum Mading 3D
Hal senada disampaikan, salah seorang peraih Juara I dari SMA Kristen Kanaan, Valentina Halim, dijelaskannya, dalam lomba ini mengangkat cerita tentang Semangat dibalik 17 Mei, mulai dari adanya berdirinya tugu Jalan Ahmad Yani di kilometer 17, maka direfleksikan melalui Mading 3D.
“Kita akan beri pembelajaran ini kepada adik kelas nanti,” tutupnya
Untuk diketahui, Lomba Edukatif Kultural Museum Mading Tiga Dimensi, ada tiga juri yang memberikan penilaian, yaitu Wajidi, Budi Kurniawan dan M Syahriel M Noor, dan telah ditetapkan para pemenangnya, yakni Juara I SMA Kristen Kanaan, disusul Juara II SMAN 7 dan Juara III SMAN 1. Sedangkan Harapan I SMAN 8, Harapan II SMAN 6 dan Harapan III SMAN 4 Banjarmasin. Para pemenang mendapatkan uang pembinaan serta sertifikat, Juara I mendapatkan Rp 7 juta, Juara II Rp6 juta, Juara III mendapatkan Rp5 juta, Juara Harapan I Rp4 juta, Juara Harapan II Rp3 juta dan Juara Harapan III Rp2 juta. (NHF/RDM/RH)
BANJARMASIN – Akhirnya, setelah melalui tahapan pembahasan yang cukup panjang, dua raperda usulan DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, akhirnya disahkan menjadi Perda. Pengesahan perda dilakukan pada rapat paripurna, Rabu (11/10) dengan agenda pengambilan keputusan serta pendapat akhir Gubernur Kalsel atas pengambilan keputusan atas dua raperda.
Adapun dua raperda yang disahkan menjadi perda tersebut, adalah perda Fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika, Prekursor Narkotika dan Psikotropika (P4GN), serta perda Pajak dan Retribusi Daerah.
Suasana rapat paripurna dengan agenda pengambilan keputusan atas dua Raperda
Rapat Paripurna dipimpin langsung Ketua DPRD Kalsel, Supian HK dan dihadiri 37 anggota DPRD Kalsel.
Dalam pendapat akhir Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi, Roy Rizali Anwar, Paman Birin menyampaikan penghargaan setinggi – tingginya atas kinerja panitia khusus (Pansus) DPRD Provinsi Kalsel, yang berhasil menyelesaikan pembahasan dua raperda tersebut.
Sekdaprov Kalsel saat membedakan pendapat akhir Gubernur atas dua Raperda
“Dengan disahkannya perda P4GN, Kalsel akhirnya memiliki landasan hukum dan komitmen yang kuat dalam pelaksanaan pencegahan dan pemberantasan narkotika. Hal ini juga memperkuat koordinasi dan sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait,” ujarnya.
Sementara itu, menanggapi perda Pajak dan Retribusi Daerah, Paman Birin berharap dapat mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berasal dari pajak daerah dan retribusi daerah.
Dalam perda yang baru disahkan tersebut, terdapat beberapa ketentuan baru. Salah satunya peningkatan sinergi antara provinsi dan kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan, dalam pemungutan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), yang akan dilaksanakan pada tahun 2025.
Selain itu, terdapat opsi Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan sebagai sumber penerimaan baru bagi pemerintah provinsi.
Sementara itu, Ketua Pansus Raperda Pajak dan Retribusi Daerah DPRD Provinsi Kalsel, Muhammad Yani Helmi berharap, pemerintah kabupaten kota dapat memanfaatkan hasil PKB dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Mengingat porsi untuk kabupaten sekarang menjadi 70 persen sedangkan provinsi hanya 30 persen.
“Kabupaten kota kita harapkan benar benar bijak dalam memanfaatkan pajak ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, perda ini sudah mengakomodir kepentingan masyarakat,” tutupnya. (RIW/RDM/RH)