Gerakan Pangan Murah Terus Dilaksanakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan, kembali melaksanakan gerakan pangan murah yang ditujukan untuk memenuhi kebuhanan pangan masyarakat yang dapat dibeli dengan harga yang relatif murah dibandingkan harga pasar. Kegiatan yang dilaksanakan di halaman kantor dinas pertanian dan ketahanan pangan pada Jum’at (6/10) ini, mendapat apresiasi langsung dari masyarakat, yang mendapatkan manfaat dari kegiatan pangan murah ini.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel Syamsir Rahman menyampaikan, Gerakan pangan murah bertujuan untuk membantu masyarakat Kalimantan Selatan, terlebih masyarakat kurang mampu, untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga yang relatif murah, dibandingkan dengan harga di pasaran.

“Gerakan pangan murah yang merupakan inisiatif langsung dari Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, diharapkan dapat membantu puluhan masyarakat untuk mendapatkan pangan murah,” ungkap Syamsir Rahman.

Gerakan pangan murah yang merupakan kolaborasi bersama Badan Pangan Nasional tersebut, menjual berbagai macam bahan kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasar. Diantaranya yakni bawang merah dan bawang putih, beras, telur, kecap, serta kebutuhan rumah tangga lainnya. Selain itu, pangan murah juga menjual berbagai aneka ragam makanan dan minuman produksi UMKM banua.

“Pada gerakan pangan murah, Dinas PKP Provinsi Kalsel menjual 9 bahan pokok yaitu beras, gula, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, daging ayam ras, telur ayam ras, sayuran segar, nugget frozen food dan lainnya,” ujar Syamsir Rahman.

Gerakan pangan murah juga merupakan inisiatif langsung dari Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, selain membantu masyarakat kurang mampu, juga dapat menurunkan angka inflasi di Kalsel.

“Kegiatan pangan murah ini sebagai salah satu upaya Pemprov dalam menurunkan angka inflasi. Apalagi angka inflasi kalsel sudah di bawah nasional,” tutup Syamsir. (MRF/RDM/RH)

Diikuti Seratus Peserta, Kejurnas Time Rally Putaran 4 Akan Promosikan Wisata Kalsel

BANJARMASIN – Ramaikan peringatan HUT ke-78 TNI tahun 2023, Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Kalsel bekerjasama dengan Korem 101/Antasari menggelar Antasari Wisata Rally 2023. Rally ini juga menjadi bagian Kejurnas Time Rally Putaran 4, yang diikuti seratus peserta. Tidak hanya dari pulau Kalimantan, tercatat peserta juga datang dari pulau Jawa, Bali, Sumatera dan Sulawesi.

Momen pelepasan peserta rally di Makorem 101/Antasari

“Kejurnas Time Rally putaran 4 ini mendapat antusias masyarakat di tanah air. Bahkan event kali ini, merupakan yang terbanyak pesertanya dibandingkan kegiatan sebelumnya,” ujar Edy Sudarmadi, ketua IMI Kalsel kepada wartawan, usai pelepasan peserta rally di Makorem 101/Antasari pada Jumat (6/10).

Kegiatan ini, menurut Edy, selain mengenalkan sejumlah tempat dan fasilitas milik TNI yang ada di Kalimantan Selatan, juga mempromosikan sejumlah lokasi wisata di Kalsel.

“Sudah dikonfirmasi, peserta akan singgah di Bukit Batu dan Kiram Park,” tambahnya.

Gubernur Kalsel berfoto bersama Forkopimda Kalsel dan ketua IMI Kalsel sebelum melepas peserta rally

Sementara itu, usai melepas peserta Kejurnas Time Rally Putaran 4 pada Jumat (6/10), Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor berharap, event nasional ini, berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat di Banua, sekaligus menjadi ajang promosi wisata.

“Sektor pariwisata adalah sumber daya terbarukan yang bisa menjadi andalan. Termasuk sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan. Selama ini, provinsi Kalsel banyak bergantung pada sumber tak terbarukan yakni batubara, sebagai sumber pendapatan daerah,” ujarnya dalam sambutan.

Paman Birin (sapaan khas Gubernur) meyakini, dunia otomotif juga bisa diandalkan untuk mendongkrak perekonomian masyarakat. Karena kegiatan dunia otomotif terkait langsung dengan usaha masyarakat.

“Ini olahraga mengasyikkan tapi juga bantu perekonomian di Banua kita. Jadi kita sangat menyambut baik kejurnas di Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, Gubernur juga memberikan hadiah uang tunai 50 juta rupiah sebagai hadiah peserta yang menjadi juara nantinya.

Komandan Korem 101/Antasari Brigjen TNI Ari Ariyanto mengatakan, rally ini masih menjadi rangkaian kegiatan dalam rangka HUT TNI tahun ini.

Tahun berikutnya ujar Ari, akan ditingkatkan lagi kegiatan semacam ini dan lebih mendekatkan dengan kepentingan masyarakat.

Kejurnas akan dimulai secara resmi pada Sabtu (7/10) dengan titik start dan finish di halaman salah satu hotel berbintang di kilometer 11 kabupaten Banjar.
Adapun rute yang dilintasi mencakup empat wilayah di Kalsel, yakni kota Banjarmasin dan Banjarbaru, kabupaten Banjar dan Tanah Laut. Total jarak yang dtempuh mencapai 300 kilometer lebih.

Untuk kejurnas kali ini terbagi menjadi beberapa kelas seperti Umum Time Rally, Seeded B, Non Seeded, Kejurnas Wanita, serta Time Club/IMI Provinsi.

Kemudian Fun Rally terbagi menjadi dua kelas. Pertama untuk kelas umum, pemula, family, klub Komunikasi dan lainnya. Kemudian kelas SKPD, ASN, TNI, Polri dan BNN. (RIW/RDM/RH)

Museum Wasaka Kalsel Gelar Seminar Dengan Kalangan Millenial

BANJARMASIN – Museum Wasaka Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Seminar Kajian Museum, bertempat di halaman Museum Wasaka Jalan Kampung Kenanga Kelurahan Sungai Jingah Kecamatan Banjarmasin Utara, pada Jumat (6/10)

Suasana Seminar Kajian Museum, di halaman Museum Wasaka Kalsel Banjarmasin

Kepada Abdi Persada FM, Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah, pada Jumat (6/10) mengatakan, guna meningkatkan pengetahuan kepada generasi Millenial, pihaknya menggelar Seminar Kajian Museum membedah dua buah buku, berjudul “Lontara Pagatan, Analisa dan Tafsir Sejarah Naskah Buku Harian Bugis Pagatan, yang bertujuan dapat memberikan penjelasan historis mengenai aset khasanah pengetahuan yang sangat berharga bagi bangsa Indonesia. Naskah digambarkan kebudayaan, sejarah, dan cara hidup masyarakat Bugis di wilayah Pagatan pada masa lalu. Sedangkan buku tentang Tombak Banjar, Jejak Sejarah Senjata Tradisional di Kalimantan Selatan, menjelaskan historis mengenai senjata Tombak Kalsel. Kemudian mengadakan penelusuran dan dokumentasi benda-benda, yang selanjutnya dapat dilestarikan dan diusulkan menjadi cagar budaya baik tingkat Kota Provinsi maupun Nasional.

Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman, Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah

“Kami mewakili atas nama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, sangat berterima kasih kepada tim peneliti kerja keras selama ini dalam pelaksanaan kegiatan,” ucapnya

Disampaikan Arry, setelah digelar Seminar Kajian Museum ini, Naskah Lontara Pagatan yaitu buku harian kerajaan Bugis Pagatan, ke depannya akan ditetapkan menjadi Cagar Budaya peringkat Kabupaten Tanah Bumbu. Sedangkan Tombak Banjar jejak sejarah senjata tradisional Kalimantan Selatan, masih memerlukan kajian secara mendalam, baik di Museum Wasaka dan Museum Lambung Mangkurat.

“Semoga seminar dengan kalangan millenial mereka mengetahui dan mendapat wawasan sejarah di Kalsel,” pinta Arry

Sementara itu, salah seorang Penulis Buku, MZ Arifin Anis, mengatakan, selama penulisan Buku Lontara Pagatan dan Tombak Banjar tidak sembarangan, yaitu harus melakukan penelitian serta beberapa kali digelar diskusi, guna mengumpulkan data di lapangan. Pihaknya bersama lima penulis lain memerlukan waktu sekitar dua bulan untuk menyelesaikannya.

“Kita sangat mengapresiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Bidang Kebudayaan di Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman, telah memfasilitasi kajian ini,” ungkapnya

Hal senada juga disampaikan, salah seorang Penulis Buku, Masyur, menambahkan, untuk kajian Naskah Lontara Pagatan berfokus buku harian kerajaan Bugis Pagatan, selama penelitian pihaknya melakukan observasi dan wancara, kemudian pengumpulan arsip klasik dari berbagai sumber arsip Hindia Belanda dan terjemahnya.

“Dengan Seminar Kajian Museum ini dapat terlindungi hingga dilestarikan,” tutupnya

Untuk diketahui, Museum Wasaka Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Bidang Kebudayaan Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman, menggelar Seminar Kajian Museum, membedah dua buku tentang Lontara Pagatan dan Tombak Banjar, yang disampaikan para penulis, MZ Arifin Anis, Mansyur, Herry Porda, dan Mursalin. Dhadiri Lembaga Adat Ade Ogie Pagatan, Andi Satria Jaya, Keturunan Raja Pagatan, Perwakilan Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Banjarmasin, Komunitas Wasaka, Asosiasi Antropologi Indonesia Kalsel, Dewan Kesenian Banjarmasin, diikuti peserta dari Kalangan Perguruan Tinggi Negeri, Jurusan Sejarah. (NHF/RDM/RH)

Jadi Ibukota Kalsel, Banjarbaru Dilirik Investor Perhotelan

BANJARBARU – Status Kota Banjarbaru yang sudah ditetapkan menjadi Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan semakin menarik minat investor menanamkan modalnya di bidang perhotelan hingga apartemen maupun sektor lainnya.

Wali Kota Banjarbaru Muhammad Aditya Mufti Ariffin di Banjarbaru, di sela perubahan nama Hotel Grand Dafam menjadi Hotel Grand Qin di pusat perbelanjaan Q Mal Banjarbaru, Kamis (5/10) mengatakan, pihaknya sudah menerima beberapa investor yang berminat membangun perhotelan dan apartemen di Kota berjuluk Idaman ini.

“Ada beberapa investor yang siap membangun hotel dan apartemen,” ujarnya

Menurut Aditya, pihaknya membuka pintu kepada semua investor untuk menanamkan modalnya sepanjang memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku sehingga operasional ke depan tidak muncul masalah.

Aditya juga menekankan, langkah yang dilakukan untuk menyambut investor adalah dengan memberikan kemudahan perizinan yang diberikan, sehingga bisa cepat dan tidak dibebani persyaratan yang susah dilengkapi.

“Kami siap memberikan kemudahan perizinan, sepanjang memenuhi syarat dan tidak melanggar aturan maka perizinan diberikan, termasuk keringanan biaya jika memang ada aturan dan ketentuannya,” ucap wali kota.

Dikatakannya, status Ibu Kota Provinsi membuat Banjarbaru makin dilirik investor, terbukti dari investasi tahun lalu yang ditargetkan sebesar Rp150 miliar dan terealisasi hingga Rp750 miliar atau 500 persen.

“Artinya, investor sudah mulai menjadikan Banjarbaru sebagai wilayah yang tepat berinvestasi dan harus disikapi dengan pelayanan terbaik sehingga diharapkan makin banyak yang berinvestasi,” harapnya.

Sementara itu, pemilik Grand Qin Hotel Banjarbaru Norhin mengatakan, pihaknya memutuskan memiliki brand sendiri setelah 11 tahun menggunakan brand Dafam, sehingga bisa lebih mengembangkan bisnis hotelnya.

“Kami mengambil keputusan untuk memiliki brand sendiri dibawah manajemen PT Q Grup sehingga bisa lebih mengembangkan bisnis,” ujarnya.

Dikatakannya, nama baru ini melambangkan keyakinan, dan diharapkan semakin berkembang pesat sehingga bisa ikut ambil bagian membangun Kota Banjarbaru dan Kalsel umumnya. (RDM/RH)

Pemprov Kalsel Lakukan Penilaian Peningkatan Kualitas Keluarga di Kelurahan Sungai Bilu

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melakukan, penilaian peningkatan kualitas keluarga di Wilayah Kelurahan Sungai Bilu, Kota Banjarmasin, Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan, Jumat (6/10).

Penilaian dipimpin Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kalimantan Selatan Adi Santoso.

Kepala DP3A Kalsel Adi Santoso

“Saat ini kami melakukan verifikasi lapangan terkait program peningkatan kualitas keluarga di Kelurahan Sungai Bilu, Kota Banjarmasin,” ungkap Adi.

Oleh karena itu, lanjutnya, pada penilaian ini pihaknya bersama seluruh tim TPK2D Provinsi Kalimantan Selatan telah berhadir untuk memberikan penilaian, langsung kepada masyarakat setempat.

“Penilaian yang dilakukan, mengacu pada 29 indikator yang merupakan potret dari kondisi yang dialami oleh keluarga di Kelurahan Sungai Bilu, Kota Banjarmasin ini,” jelasnya lagi.

Sementara itu, Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor mengatakan, jika Pemko Banjarmasin mendapatkan arahan dari Pemerintah Provinsi Kalsel, dalam hal peningkatan kesejahteraan keluarga di Kampung Sungai Bilu ini.

Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor

“Penilaian di kawasan Kampung Bilu oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, dalam hal peningkatan kualitas keluarga,” ucap Arifin.

Tentunya, Pemerintah Kota Banjarmasin telah mempersiapkan sesuai dengan arahan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

“Pemerintah Kota Banjarmasin memiliki tekad untuk meningkatkan kesejahteraan disetiap rumah tangga di kota ini,” ujar Arifin.

Karena itu, Pemerintah Kota Banjarmasin meminta bimbingan kepada pemerintah pusat serta pemerintah provinsi untuk peningkatan kualitas keluarga di Kota Banjarmasin. (SRI/RDM/RH)

Berjasa di Dunia PAUD, Paman Birin Diberi Penghargaan

BANJARBARU – Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, menerima piagam penghargaan dari Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) yang selama ini dianggap telah berjasa atas keberlangsungann dunia Pendidikan Anak Usai Dini (PAUD).

Suasana kegiatan pembukaan Jambore II dan Muswil V HIMPAUDI Kalsel di aula BPMP Provinsi yang dihadiri 200 orang dari perwakilan pemda di kabupaten/kota

Penghargaan yang diberikan kepada orang nomor satu di Kalsel tersebut merupakan rangkaian acara HUT ke 18, Jambore II dan Musyawarah Wilayah (Muswil) V Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) Provinsi Kalimantan Selatan yang dilaksanakan selama tiga hari, yakni dimulai pada 6 – 8 Oktober 2023.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, langsung disambut lagu Mars Bergerak dan diikuti jajaran Kemendikbudristek, pemda kabupaten/kota se Kalsel

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, menyambut baik atas terselenggaranya acara ini. Apalagi, implementasi agar anak usia dini mampu memiliki kreativitas perlu didorong penuh melalui pembentukan karakter.

“Pendidikan usia dini tak hanya soal menulis. Justru yang penting itu adalah membangun kreativitas dan aksi sosial,” ujarnya dalam memberikan sambutan sekaligus meresmikan acara Jambore II dan Musyawarah Wilayah (Muswil) V HIMPAUDI Kalsel, di aula BPMP Provinsi, Jumat (6/10) siang.

Dihadapan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudiristek) RI, Sahbirin Noor, mengungkapkan, pengembangan potensi anak juga harus digali dan dipahami agar dalam penyelenggaraannya dapat terealisasi sesuai harapan.

“Seorang pendidik PAUD dituntut harus mampu merancang kegiatan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan,” ungkapnya.

Oleh karenanya, kata dia, segala macam contoh perilaku tentu mudah dilakukan anak. Artinya, perlu keseriusan pendidik agar penggambaran positif tentang berbagai hal yang baik bisa dilaksanakan sesuai mekanisme dari rancangan kurikulum pembelajaran saat ini.

“Karena anak belajar apa yang kita lihat dan tentunya juga yang dirasakan,” tutupnya.

Pada gelaran kali ini, turut hadir Plt Direktur Pendidikan Anak Usia Dini Ditjen PAUD dan Dikdasmen Kemendikbud RI, Komalasari, Ketua Umum PP HIMPAUDI, Betty Nuraini dan Kepala BPMP Kalsel, Yuli Haryanto. Serta diikuti seluruh bunda PAUD bersama dinas pendidikan kabupaten/kota se Kalsel. (RHS/RDM/RH)

Tunjukkan Kinerja Tangguh, UUS Bank Kalsel Raih Penghargaan Infobank

JAKARTA – Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Kalsel memperoleh penghargaansebagai “Excellence Financial Performance Islamic Banking Unit Of Commercial Banking In 2022” kategori kelas aset Rp2,5 trilyun dan di bawah Rp5 trilyun pada ajang “Infobank – The Asian Post: The Best Financial Performance Sharia Guarantor Company 2023” yang diselenggarakan di Jakarta. Penghargaan diterima langsung Kepala Kantor Fungsional Syariah Bank Kalsel Jakarta, Adit Setio Nugroho yang mewakili manajemen Bank Kalsel, akhir September lalu.

Pemberian penghargaan “The Best Financial Performance Sharia Guarantor Company 2023” didasarkan pada hasil kajian bertajuk “Rating 154 Institusi Keuangan Syariah Versi Infobank 2023”. Rating diolah berdasarkan kinerja keuangan institusi syariah tahun 2021 – 2022 dan dikelompokan dalam enam cluster. Yakni Bank Umum Syariah (BUS), Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Umum, BPR Syariah, Asuransi Jiwa Syariah.

Penghargaan yang diterima Bank Kalsel

Apresiasi ini didapatkan, karena UUS Bank Kalsel mampu menunjukan kinerja yang tangguh sepanjang tahun 2021-2022 dalam memacu penyaluran pembiayaan sekaligus melakukan efisiensi. Hampir disemua kegiatan bisnisnya, UUS Bank Kalsel berhasil mencetak kinerja yang apik dan secara konsisten mampu menjaga pertumbuhannya.

Pada kesempatan yang berbeda, Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin mengakui, apresiasi ini akan menjadi suntikan semangat bagi Bank Kalsel untuk terus berperan aktif dalam memberikan maslahat kepada masyarakat, mendukung pertumbuhan ekonomi daerah serta nasional, serta terus berinovasi sehingga dapat berkontribusi lebih besar untuk kemajuan ekonomi syariah di Indonesia.

“Alhamdulillah, kinerja positif UUS Bank Kalsel kembali mendapatkan apresiasi. Penghargaan ini tidak lepas atas dukungan segenap nasabah, regulator, stakeholdersdan shareholders,” ungkapnya.

Sepanjang tahun 2022 UUS Bank Kalsel menggenjot pembiayaan dengan pertumbuhan yang signifikan mencapai Rp1,84 trilyun, tumbuh sebesar 36 persen (yoy) dibanding 2021 yang sebesar Rp1,36 trilyun.

Pembiayaan yang tumbuh di tahun 2021 lalu mendorong perolehan laba perusahaan. Di posisi Desember 2022, UUS Bank Kalsel sukses meraup laba mencapai Rp65,5 milyar, meroket 160 persen dibandingkan Desember 2021 sebesar Rp25,1 milyar.

Pertumbuhan laba yang positif ini diikuti dengan naiknya himpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) di mana Tabungan Rp547,4 milyar, Giro Rp188,7 milyar, deposito mudharabah Rp896 milyar. Selain itu, aset Bank Kalsel Syariah dari yang sebelumnya Rp2,5 trilyun pada 2021 menjadi Rp2,78 trilyun di Desember 2022.

Adapun, Bank Kalsel Syariah tampak tetap konsisten menjaga kualitas kreditnya. Perusahaan mampu menekan laju kredit bermasalah di mana rasio Net-Non Performing Financing (Net-NPF) masih berada di level aman sebesar 0,65 persen. (ADV-RIW/RDM/RH)

Gubernur Jatim Apresiasi Penanganan Karhutla di Kalsel

BANJARBARU – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi secara khusus terhadap pola penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Selatan.

Sebagai wujud apresiasi penghargaan sekaligus bentuk kepedulian Khofifah mengutus Tim BPBD dan dan Tagana Jatim terbang ke Kalsel. Gubernur membantu Masker Merek N 95 dan masker kesehatan lainnya total bantuan sebanyak 26 ribu lembar.

“Kami ditugaskan Ibu Gubernur Khofifah untuk terbang ke Kalimantan Selatan. Gubernur terkesan dengan kerja keras Gubernur Kalsel bersama stakeholder dan masyarakat dalam kolaborasi menangani kabut asap akibat karhutla,” terang Dino Andalanto, Pusdalops BPBD Jatim, Kamis (5/10) malam.

Dino mengatakan, pola kolaborasi melibatkan berbagai komponen masyarakat seperti TNI POLRI Masyarakat peduli bencana merupakan strategi efektif dalam mengatasi kebencanaan daerah.

“Ibu Gubernur titip salam dengan Pa Gubernur Sahbirin Noor atau Paman Birin. Beliau mendoakan semoga kabut asap di Kalsel segera berakhir,” ucap Dino.

Sementara itu Gubernur Kalsel Paman Birin melalui Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel R Suria Fadliansyah mengucapkan terima kasih atas bantuan dan perhatian Gubernur Jatim.

“Sesuai arahan Pa Gubernur Paman Birin kami diminta untuk terus berusaha dan bekerja keras dalam menangani setiap bencana termasuk karhutla,” ucap Suria.

Suria mengatakan, salah satu arahan gubernur adalah agar terus memperkuat kolaborasi dan gotomg royomg dalam mengatasi kebencanaan di daerah. (RILIS/RDM/RH)

Exit mobile version