Pendidikan dan UKW Jadi Program Prioritas Ketua PWI Hendry Ch

JAKARTA – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat kepemimpinan Hendry Ch Bangun menyelenggarakan rapat perdana, yang berlangsung di Sekretariat PWI Pusat, Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (4/10).

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua terpilih Periode 2023 – 2028 Hendry Ch Bangun, dihadiri oleh Sayid Iskandarsyah, Raja Parlindungan Pane, Irmanto, Marah Sakti Siregar, Nasir, Firdaus Komar, Syarif Hidayatullah.

Dalam rapat perdana tersebut, membahas mengenai kepengurusan yang masih disusun, serta rencana untuk program kerja kedepannya, yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat setelah terbentuk seluruh kepengurusan.

Begitu pula masalah pendidikan, juga menjadi konsen dari Ketua PWI Pusat serta menunda kegiatan uji kompetensi Wartawan.

“Kami menunda kegiatan uji kompetensi wartawan (UKW) selama sebulan dalam rangka memperbaiki direktorat UKW, agar sesuai dan searah dengan tujuannya” ujar Hendry.

Bidang pendidikan dan UKW menjadi program prioritas dari kepengurusan Hendry Ch Bangun, sebagaimana disampaikan saat pemaparan visi misi di Kongres PWI di Bandung 25-26 September lalu.

Selanjutnya setelah diumumkan kepengurusan, kegiatan pertama yang akan dilaksanakan audensi kepada instansi terkait dan para stake holder. (PWI/RDM/RH)

Meski Kabut Asap Pekat, Aktivitas Kapal Nelayan di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Normal

BANJARMASIN – Kapal Nelayan yang masuk dan pergi di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin masih berjalan normal seperti biasanya, meski terjadi kabut asap pekat saat ini.

Kasi Kesyahbandaran UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Royani menjelaskan, karena pada bulan ini telah masuk musim ikan di lautan. Sehingga, hasil tangkapan ikan nelayan terus masuk ke Pelabuhan Perikanan Banjarmasin.

Kasi Kesyahbandaran UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Royani

“Kabut asap saat ini belum mempengaruhi aktivitas nelayan di pelabuhan perikanan,” ungkap Royani, kepada Abdi Persada FM, Rabu (4/10).

Ditambahkannya, musim ikan terjadi sejak bulan September hingga Oktober. Ini menyebabkan tangkapan ikan menjadi banyak.

“Sebelumnya musim ikan di laut kapal nelayan yang masuk ke Pelabuhan Perikanan Banjarmasin sempat mengalami penurunan,” ucapnya.

Namun, menurutnya sejak musim ikan di lautan, kapal nelayan kembali normal.

“Kapal nelayan yang datang dan pergi di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin tetap berjalan seperti biasanya,” jelasnya lagi.

Selain itu, Pelabuhan Perikanan Banjarmasin belum menerima, adanya keluhan nelayan terhadap kabut asap yang terjadi saat ini.

“Sampai saat ini kami tidak menerima ataupun mendengar aduan dari pihak nelayan terhadap kejadian kabut asap ini,” ujarnya.

Bahkan, lanjut Royani, kesyahbandaran belum mengeluarkan peringatan berlayar untuk nelayan. (SRI/RDM/RH)

Museum Wasaka Kalsel Gelar Program Publik Tahun 2023

BANJARMASIN – Museum Waja Sampai Kaputing (Wasaka) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Program Publik di Museum Tahun 2023.

Suasana kegiatan Belajar Bersama di Museum

Kepada Abdi Persada FM, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel, Raudati Hildayati, melalui Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman Arry Risfansyah, pada Rabu (4/10) mengatakan, dalam rangka memperingati Hari Museum Nasional pada 12 Oktober 2023, pihaknya menggelar Program Publik di Museum Tahun 2023, pertama kegiatan Belajar Bersama di Museum, Sosialisasi Lomba Edukatif Kultural Museum Mading 3D, dan Seminar Hasil Kajian Tombak.

Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman, Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah

“Kegiatan kita gelar selama tiga hari, mulai tanggal 4 – 6 Oktober 2023,” ucapnya

Disampaikan Arry, untuk hari pertama Belajar Bersama di Museum ini, diikuti sebanyak 152 peserta didik dari SMA/SMK di Banjarmasin, serta 1 Guru pendamping, menghadirkan dua Narasumber, Slamet Riyadi Triyanto dan Wajidi, menyampaikan tentang Museum sebagai Media Penunjang Pembelajaran, dan Saksi Patriotisme di Museum Waja Sampai Kaputing.

“Kami berharap, kalangan peserta didik, dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang Museum Wasaka serta Sejarah Revolusi Fisik di Kalimantan Selatan,” pintanya

Lebih lanjut Arry menambahkan, untuk hari kedua, akan digelar Sosialisasi Lomba Edukatif Kultural Museum Mading 3D, ada tiga Narasumber yaitu Wajidi, Budi Kurniawan dan M Syahriel M Noor, masing-masing menyampaikan tentang
Sejarah Revolusi Fisik di Kalsel 1945-1949, Jurnalistik dan Sejarah di Zaman yang berubah, serta Majalah Dinding 3D

“Hari ketiga akan digelar Seminar Hasil Kajian Tombak, yang akan disampaikan beberapa Narasumber,” tutup Arry

Untuk diketahui, Program Publik di Museum Tahun 2023, diawali kegiatan Belajar Bersama di Museum, dibuka secara resmi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, yang diwakili Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel, Raudati Hildayati, didampingi Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman, Kasi Kesenian dan Jajaran Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel, bertempat di halaman Museum Wasaka Jalan Kampung Kenanga Kelurahan Sungai Jingah Kecamatan Banjarmasin Utara. (NHF/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Apresiasi Gelaran Silaturahmi Akbar Awaliyyin se Kalimantan

BANJARBARU – Ribuan Awaliyyin se Kalimantan berkumpul di Ibu Kota Provinsi (IKP) Kalsel, di Banjarbaru. Kedatangan mereka, selain untuk mempererat silaturahmi juga mengetahui secara langsung kerabat Alawaliyyin di seluruh wilayah yang tersebar di pulau Kalimantan.

Gubenur Kalsel Sahbirin Noor, melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Setdaprov, Sulkan, mengungkapkan, turut mengapresiasi terselenggaranya penyelenggaraan tersebut.

Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Setdaprov Kalsel Sulkan saat membacakan sambutan Gubernur dalam kegiatan Silaturahmi Akbar 1.000 Alawiyyin Kalimantan

“Kita dapat bersama-sama mengatasi berbagai macam permasalahan yang ada ditengah masyarakat tentu dengan adanya acara silaturahmi ini sangat bermanfaat khususnya yang hadir pada hari ini,” ungkapnya dalam sambutan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, pada kegiatan Silaturahmi Akbar 1.000 Awaliyyin Kalimantan, di salah satu hotel yang ada di Banjarbaru, Rabu (4/10) siang.

Apalagi, menurut dia, dengan berhasil digelarnya kegiatan itu tentu tujuan untuk mengikat tali persaudaraan dapat terwujud.

“Acara silaturahmi akbar 1.000 Awaliyyin Kalimantan ini merupakan bukti nyata komitmen untuk memperkuat tali silaturahmi dan kerukunan antar sesama khususnya Rabithah Awaliyah,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, melalui penyelenggaraan silaturahmi akbar yang datang dari berbagai daerah di Kalimantan ini mampu mewujudkan bentuk satu kesatuan untuk mewujudkan kekokohan tali silaturahmi.

“Ribuan yang berkumpul ini menjadi contoh nyata bagaimana silaturahmi yang kuat dan mengumpulkan satu tujuan kita yakni meningkatkan kualitas berbangsa, sosial dan terpenting adalah dapat meningkatkan keimanam dan ketaqwaan kepada Allah SWT,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Silaturahmi Akbar Seribu Awaliyyin se Kalimantan, Habib Zaid Shahab, menyampaikan, meski pelaksanaannya baru kali pertama digelar. Namun, jumlah Awaliyyin yang hadir mampu memenuhi ruangan pertemuan akbar tersebut.

“Jumlahnya mencapai 1.500 orang dan berkumpul dalam satu ruangan ini. Meski sempat hal mustahil bisa mengumpulkan ribuan tetapi ini bisa terwujud tentu kami sangat bersyukur atas izin Allah SWT,” singkatnya.

Sekedar diketahui, kegiatan ini tak hanya dihadiri ribuan Awaliyyin dari berbagai daerah di Kalimantan. Melainkan sejumlah perwakilan pejabat dilingkup Pemkab Banjar, Pemkot Banjarbaru, Polres Banjar turut ikut diundang dalam pelaksanaan tersebut. Tak lupa pula, sejumlah habaib dan ulama yang masuk dalam keluarga besar Rabithah Alawiyah juga menyempatkan untuk hadir. (RHS/RDM/RH)

Exit mobile version