Rapur Sidang Istimewa DPRD Banjarmasin Tahun Ini Kembali di Gedung Dewan

BANJARMASIN – Pelaksanaan Rapat Paripurna Sidang Istimewa DPRD Banjarmasin, Tahun 2023 ini akan kembali digelar di Gedung Wakil Rakyat. Hal itu disampaikan, Sekretaris Dewan Kota Banjarmasin, Iwan Ristianto, kepada wartawan pada Selasa (22/8).

Iwan mengatakan, tahun ini berbeda dengan tahun 2022 lalu yang mengambil tempat di hotel berbintang, dalam pelaksanaan Rapat Paripurna Sidang Istimewa. Namun akan kembali digelar di Gedung Dewan bertempat di ruang Rapat Paripurna, karena setelah acara akan dilakukan penyerahan secara simbolis Gedung Dewan Baru yang sudah selesai.

“Hasil rapat dengan Panitia Harjad Kota, insya Allah Rapat Paripurna Sidang Istimewa akan digelar pada tanggal 21 September 2023 mendatang,” ucapnya

Disampaikan Iwan, setelah resmi diserahkan ke pihak DPRD Banjarmasin oleh Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Banjarmasin, maka untuk pengadaan persiapan sarana dan prasarana pendukung lain seperti meubeler akan dilakukan oleh Sekretariat Dewan Banjarmasin.

“Anggaran untuk meubeler dan sarana lainnya sebesar Rp 1,5 Miliar dari dana APBD Perubahan 2023,” jelasnya

Lebih lanjut Iwan menambahkan, dengan nantinya setelah dilakukan peresmian penyerahan secara simbolis Gedung Dewan Baru, akan dilakukan pemindahan secara bertahap untuk ditempati, diantaranya ruang unsur pimpinan dan komisi.

“Setelah pindah dan adanya meubeler, tentu akan dipergunakan untuk rapat dan kegiatan lainnya,” tutup Iwan.

Untuk diketahui, Groundbreaking atau tanda dimulainya pekerjaan gedung baru DPRD Banjarmasin, dilakukan pada Agustus 2022 lalu. Penambahan Gedung baru DPRD Kota Banjarmasin didesain dengan mengusung konsep rumah adat Banjar Bubungan Tinggi berlantai tiga, yaitu lantai satu dibangun basement atau tempat parkir, lantai dua ruang komisi dan anggota. Sedangkan lantai tiga untuk ruang rapat dan pimpinan. Selain itu didukung fasilitas lain seperti mushola dan ruang press room untuk wartawan. (NHF/RDM/RH)

Tingkatkan Minat Baca, Tim MPK Dispersip Kalsel Roadshow ke Kotabaru

KOTABARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) terus berupaya meningkatkan minat baca dan budaya literasi di seluruh penjuru Banua.

Suasana Kunjungan Tim MPK Dispersip Kalsel ke SMPN 1 Pulau Laut Timur

Kali ini Tim Mobil Perpustakaan Keliling (MPK) milik Dispersip Kalsel menyasar beberapa sekolah yang ada di Kabupaten Kotabaru. Kedatangan mereka mendapatkan sambutan yang antusias dari pihak sekolah, khususnya para peserta didik.

Hal itu sebagaimana yang disampaikan Kepala SMP Negeri 1 Pulau Laut Tengah, Eri Hariyanto. Ia mengaku suatu kebanggaan dapat dikunjungi tim MPK Dispersip Kalsel dan berharap kegiatan ini bisa dilaksanakan secara rutin ke depannya agar semangat membaca dan belajar peserta didik bisa lebih ditingkatkan.

“Karena ini adalah hal-hal baru yang perlu kita perkenalkan dan budayakan. Apalagi melihat antusias anak-anak melihat mobil Pusling yang membawa berbagai macam buku. Ini merupakan suatu anugerah,” katanya, dalam rilisnya yng diterima Abdi Persada FM, Selasa (22/8).

Hal senada juga disampaikan, Kepala SMPN 1 Pulau Laut Tengah, Nuriadi. Menurutnya, anak-anak sangat antusias dengan kedatangan tim mobil Pusling karena perbendaharaan buku-buku di perpustakaan sekolah masih terbatas.

“Untuk itu, kami berharap ada bantuan dari Pemerintah Daerah, baik provinsi maupun kabupaten untuk menambah koleksi buku-buku yang ada di perpustakaan sekolah,” harapnya.

Suasana Kunjungan Tim MPK Dispersip Kalsel ke SDN Teluk Gosong

Selain membawa berbagai macam buku, Tim MPK juga kembali melakuan pembagian bendera merah putih di sekolah-sekolah yang didatangi di Kabupaten Kotabaru dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 78 Tahun 2023 dan membangkitkan rasa cinta tanah air para peserta didik. (DISPERSIP.KALSEL-NRH/RDM/RH)

Pelajar dan ASN Adu Ketangkasan Permainan Badaku di Museum Lambung Mangkurat Kalsel

BANJARBARU – Sebanyak 30 orang peserta memeriahkan lomba permainan tradisional congklak atau badaku, di Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Selasa (22/8).

Badaku sendiri merupakan salah satu jenis permainan tradisional yang populer pada zaman dulu. Setiap pemain harus memindahkan biji-bijian atau batu kecil dari satu lubang ke lubang lainnya memutar secara berurutan.

Kepala Museum Lambung Mangkurat Kalsel Taufik Akbar mengatakan, lomba yang digelar untuk melestarikan budaya Banjar ini dibuka untuk umum. Sebagian besar peserta merupakan ASN dan pelajar.

Kepala Museum Lambung Mangkurat Kalsel Taufik Akbar

“Bahkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel juga ikut serta, karena memang beliau mengaku sangat menyukai permainan ini,” ungkapnya.

Lomba badaku ini merupakan kali pertama yang digelar oleh Museum Lambung Mangkurat Kalsel. Melihat tingginya antusias peserta, Akbar berencana kembali menggelar lomba dengan jumlah peserta yang lebih banyak lagi.

“Badaku memiliki nilai pendidikan, karena pemain dituntut agar mengkalkulasi setiap biji yang diambil. Makanya mungkin kedepannya kita akan buat kategori khusus pelajar,” bebernya.

Akbar berharap melalui permainan tradisional ini, masyarakat bisa bernostalgia dengan masa kecil mereka. Selain itu, menurutnya, permainan tradisional adalah aset bangsa yang harus terus dijaga dan dilestarikan.

“Sesuai arahan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang meminta supaya budaya Kalsel terus ditingkatkan. Ini juga cara kita agar masyarakat semakin cinta dengan museum,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Komisi II DPRD Kalsel Cermati Inovasi Jatim di Sektor Kelautan dan Perikanan

SURABAYA – Upaya mengembangkan objek-objek baru untuk meningkatkan rasio Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus dilakukan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalsel.

Suasana Kunjungan Komisi II DPRD Kalsel ke Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur

Bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalsel, Komisi II DPRD Kalsel mengunjungi DKP Provinsi Jawa Timur (Jatim), pada Senin (21/8).

Bukan tanpa alasan, Jatim menjadi tujuan studi komparasi karena kekuatan potensi sumber daya lautnya yang menjadi salah satu pendongkrak ekonomi provinsi tersebut.

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, Imam Suprastowo mengatakan, banyak hal yang dapat dipelajari terkait pengelolaan PAD yang dilakukan oleh DKP Jatim untuk mencapai tujuan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Disini sudah cukup tinggi ya untuk Pendapatan Asli Daerah yang berasal dari produk kelautan dan perikanan. Kita mengacu ke Jatim, kita akan belajar supaya Pendapatan Asli Daerah yang asal dari DKP itu bisa meningkat,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Kepala DKP Provinsi Kalsel, Rusdi Hartono. Menurutnya, pihaknya akan terus berupaya agar hasil pertemuan ini bisa segera diterapkan di “Bumi Lambung Mangkurat sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya para nelayan dan pembudidaya perikanan.

“PAD disini lumayan tinggi, sekitar 17 miliar, sedangkan kita masih di 2 miliar. Kita akan ambil tadi inovasi-inovasi terkait pengelolaan PAD oleh DKP Jatim, khususnya untuk budidaya tadi, insya allah nanti akan kita terapkan di Kalsel,” jelasnya.

Sementara, Kepala Sub Bagian Keuangan DKP Jatim, Eko Adi Purwanto, menyebutkan besarnya PAD dari DKP Jatim juga didukung dengan anggaran yang besar pula, saat ini sudah mencapai lebih dari Rp200 miliar. Selain itu, peningkatan PAD juga diperoleh dari inovasi-inovasi dalam bidang kelautan dan perikanan yang terus menerus dilakukan.

Eko menjelaskan satu diantara inovasi DKP Jatim dalam meningkatkan PAD baru-baru ini yakni pengembangan suplemen pakan berupa probiotik untuk Udang Vaname (UV) atau udang kaki putih. UV sendiri di Jatim merupakan primadona dengan permintaan global yang masih sangat tinggi hingga saat ini.

“Probiotik ini mikroba hidup yang bermanfaat bagi udang vaname, ia bisa untuk memperbaiki perairan, bisa untuk meningkatkan nafsu makan, dalam artian kesehatan udangnya terjaga, pertumbuhannya jadi lebih bagus, produksinya jadi lebih baik,” terangnya. (DPRDKALSEL-NRH/RDM/RH)

32 Tim Ramaikan Festival Futsal Piala Paman Birin Se Kalsel

BANJARMASIN – Festival Futsal Piala Paman Birin Se Kalimantan Selatan digelar di Kota Banjarmasin, tepatnya di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Hasanuddin HM, Selasa (22/8). Dibuka oleh Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor

“Digelar kegiatan ini, dalam Rangka Hari Jadi ke 73 Provinsi Kalimantan Selatan dan HUT RI Ke 78,” ungkap Gubernur yang akrab disapa Paman Birin tersebut, kepada sejumlah wartawan.

Dengan semangat Kemerdekaan tersebut, maka para peserta futsal dapat bermain dengan penuh sportivitas.

“Pemerintah Provinsi Kalsel selalu mengajak masyarakat khususnya generasi muda untuk dapat berolahraga,” ucap Paman Birin.

Diharapkannya, festival ini dapat melahirkan atlet atlet futsal, yang dapat membawa nama harum Banua kedepannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah menjelaskan, saat ini di daerah sudah memiliki tim tim futsal. Sehingga, pada Festival Futsal Piala Paman Birin Tahun 2023, diikuti oleh seluruh kabupaten dan kota di Banua ini.

“Kami memberikan apresiasi terhadap perkembangan olahraga futsal didaerah, yang berkembang dan memiliki kemampuan yang merata,” ujar Hermansyah.

Selain itu, lanjut Hermansyah, digelarnya kegiatan ini, untuk memajukan olahraga futsal di Banua.

Pada Festival Futsal Piala Paman Birin Tahun 2023 ini, Pemerintah Provinsi menyediakan total hadiah sebesar Rp 100 juta. Sebagai uang pembinaan untuk para pemenang. (SRI/RDM/RH)

Paman Birin : Habib Umar Titip Salam Untuk Masyarakat Kalsel

JAKARTA – Ulama besar Al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz dari Yaman, menerima dengan ramah silaturahmi yang dilakukan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor atau Paman Birin, pada Senin (21/8) malam.

Suasana saat Paman Birin bertemu dengan Habib Umar

Bertempat di kediaman Habib Muchsin Al Hamid di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Paman Birin beserta para ulama Banua diterima secara khusus oleh Habib Umar.

Tampak bersama Paman Birin dalam silaturahmi itu para ulama Banua diantaranya Guru Wildan Salman, KH. Hasanuddin Badruddin, M. Syarif Bustomi dan KH. Nouval Rosyad serta Guru Supian Al Banjari.

Selain itu juga ada Stafsus Gubernur Kalsel Ahmad Maulana, Muhamad Syahrizal Aufa serta sejumlah pimpinan SKPD Pemprov Kalsel. Diantaranya Kadispora Hermansyah, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Syamsir Rahman, Kadis Pariwisata Muhammad Syarifuddin, Kadis PUPR Ahmad Solhan, Kepala Bapenda Subhan Nor Yaumil, dan Kepala Biro Adpim, Berkatullah.

Saat bersilaturahmi itu, Paman Birin pun diberikan waktu yang cukup untuk bertemu dan berdialog langsung dengan Habib Umar.

Saat bertemu Habib Umar, Paman Birin menunduk badannya dan mencium tangan ulama besar dari Yaman ini.

Pada pertemuan itu, Paman Birin dan Habib Umar sempat berdialog yang dipandu Guru Wildan Salman.

Pada kesempatan itu pula, Habib Umar mendoakan Paman Birin dan semua warga Banua.

“Alhamdulilah. Kami bersama ulama dan sejumlah pimpinan SKPD diberikan kesempatan bertemu dan bersilaturahmi dengan Habib Umar. Beliau mendoakan untuk kita semua dan semoga menjadi keberkahan bagi semua warga Banua,” kata Paman Birin.

Paman Birin juga menyampaikan pesan Habib Umar yang menitipkan salam bagi semua warga Banua, Kalimantan Selatan.

“Habib Umar titip salam gasan semua warga Banua, Kalimantan Selatan. Semoga selalu mendapatkan keberkahan Allah SWT,” ungkap Paman Birin.

Istimewanya, Habib Umar pun menyampaikan rencana jika tahun depan ke Indonesia, akan menjadwalkan untuk datang ke Kalimantan Selatan.

“Insya Allah, Habib Umar akan menjadwalkan ke Kalsel jika ada waktu ke Indonesia tahun depan. Semoga hajat kita dikabulkan Allah SWT,” ungkap Paman Birin.

Tampak dalam pertemuan itu Habib Muchsin Al Hamid, Habib Jidan bin Novel Jidan, pimpinan Yayasan Al Fachriyah Tangerang, serta sejumlah ulama lainnya. (Biroadpim-RIW/RDM/RH)

Exit mobile version