Dispar Kalsel Gelar Pemilihan Putra Putri Pariwisata

BANJARMASIN – Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin, kepada wartawan, di ruang kerjanya, pada Rabu (15/3) menjelaskan, saat ini pihaknya telah melaksanakan tahapan pemilihan Putra – Putri Pariwisata Kalimantan Selatan. Selama dua hari sudah digelar karantina terbuka pada tanggal 13 – 14 Maret.

Ada sebanyak 40 orang peserta mewakili Kabupaten dan Kota, dan pada Kamis hingga Sabtu akan dilanjutkan karantina tertutup, mereka akan diberikan berbagai materi diantaranya tentang Geopark Meratus.

“Pemilihan Putra – Putri Pariwisata Kalsel, akan kami gelar pada Sabtu Malam tanggal 18 Maret 2023 ini, di salah satu Hotel Banjarmasin,” katanya

Syarifuddin mengatakan, dengan adanya pemilihan Putra – Putri Pariwisata Kalimantan Selatan, dimaksudkan sebagai upaya untuk semakin meningkatkan promosi wisata di Banua. Terutama kemajuan destinasi wisata di tiga belas kabupaten dan kota, dan salah satunya tentang Geopark Meratus.

“Kita ingin Putra Putri Pariwisata Kalsel, dapat memahami dan menjelaskan keindahan Geopark Meratus,” pintanya.

Lebih lanjut Syarifuddin menambahkan, setelah nanti terpilih pasangan Putra Putri Pariwisata Kalsel tahun 2023, para pemenang akan dipersiapkan mengikuti ajang lomba ke tingkat nasional. Sehingga, dengan waktu yang panjang dapat mempersiapkan secara maksimal dalam kompetisi tersebut.

“Kami sangat bangga Putri Pariwisata Kalsel, telah menorehkan Prestasi pada pemilihan Putri Pariwisata Indonesia tahun 2022 lalu, yaitu berhasil meraih gelar Putri Pariwisata Intelegensia,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Paman Birin Kukuhkan dan Lantik 808 Pejabat Pemprov Kalsel

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor mengukuhkan dan melantik Pejabat Tinggi Pratama, Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas di Lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Di Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel pada Rabu (15/3).

Sebanyak 40 Pejabat Tinggi Pratama (Eselon II), 206 Pejabat Administrator (Eselon III) serta 562 Pejabat Pengawas (Eselon IV), dengan total 808 yang hadir saat itu.

Dalam sambutannya, Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini menyampaikan bahwa melalui kegiatan pengukuhan dan pelantikan kali ini, diharapkan ada perbaikan di dalam organisasi, menuju kemajuan. Setiap pelaksanaan pelantikan diharapkan dapat memberikan kemajuan, demi kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan.

“Lain kepala lain pemikiran, untuk menyatukan pemikiran yg berbeda, diperlukan sinergi dan kolaborasi, dengan satu tujuan, yaitu kemajuan bersama,” ungkap Paman Birin.

Paman Birin menambahkan, dirinya juga mengingatkan pentingnya sinergi dan kolaborasi untuk menyatukan pemikiran-pemikiran yang berbeda. Baik antar individu maupun antar SKPD.

“Pemerintah daerah baik itu pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten kota di Kalsel, seyogyanya memiliki tujuan yang sama, yaitu rakyat sejahtera,” lanjutnya.

Dirinya juga mengingatkan agar para pejabat yang dikukuhkan dan dilantik memiliki hidup yang seimbang dunia dan akhirat. Karena menurutnya, jabatan hanyalah titipan, dan merupakan amanah yang dipercayakan, yang harus dijaga.

“Jabatan hanya sekedar titipan. Jabatan adalah amanah yang dipercayakan. Agar selalu ingat bahwa surga adalah tujuan abadi. Kita sama-sama menjalankan amanah sebaik-baiknya dengan selalu berharap agar mendapatkan ridho Allah SWT,” ucapnya. (MRF/RDM/RH)

DPRD Banjarmasin Berharap, Ada Pojok Baca Tersedia di Lingkungan Kerja

BANJARMASIN – Panitia Khusus tentang Rancangan Peraturan Daerah Peningkatan Budaya Literasi DPRD Banjarmasin menyarankan, untuk meningkatkan dan menumbuhkan budaya membaca bagi masyarakat, seluruh jajaran dan instansi di lingkup Pemerintah Kota Banjarmasin, sebaiknya menyediakan pojok baca di lingkungan kerja.

Suasana Rapat Pansus Raperda Peningkatan Budaya Literasi DPRD Banjarmasin

Kepada sejumlah wartawan, Ketua Pansus Raperda Peningkatan Budaya Literasi DPRD Banjarmasin, Faisal Heriyadi, pada Selasa (14/3) usai rapat pembahasan yang sudah memasuki pasal ke 41, mengatakan, ada beberapa usulan yang telah disarankan diantaranya rencana ada Pojok Baca di masing-masing SKPD Banjarmasin, kemudian kampung literasi di setiap Kecamatan bahkan Kelurahan.

“Adanya tempat disediakan tentu memudahkan warga dalam meningkatkan budaya literasi,” katanya

Disampaikan Faisal, dalam pembahasan Raperda Peningkatan Budaya Literasi ini, dua SKPD sangat berperan penting yaitu Dinas Pendidikan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Banjarmasin. Ia berharap dapat semakin meningkatkan sumber daya manusia (SDM) menuju tercipta generasi emas di Indonesia.

“Pihaknya akan terus menggelar kelanjutan pembahasan, diupayakan bulan April akan finalisasi,” ungkapnya

Lebih lanjut Faisal menambahkan, selama ini Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sangat bagus dalam peningkatan budaya literasi, melalui pengembangan perpustakan daerah. Selain itu di Kota Depok DKI Jakarta juga memiliki perpustakaan digital, yakni warga cukup memasukan NIK dan user name, sudah bisa membaca buku di rumahnya.

“Kami ingin Pemko meniru mengembangkan budaya literasi terutama bagi generasi penerus,” tutup Faisal.

Untuk diketahui, DPRD menggelar Rapat Panitia Khusus tentang Raperda Peningkatan Budaya Literasi DPRD Banjarmasin, dipimpin Ketua Pansus Faisal Heriyadi, didampingi Wakilnya Rinda Herliani, dengan anggota Abdurrasyid Ridha, Istiqomah, dan Wakhid Husaini. Dihadiri Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Banjarmasin Ihsan Al Haq, Perwakilan Dinas Pendidikan dan Bagian Hukum Banjarmasin, bertempat di ruang Komisi I DPRD Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

RSUD Ansari Saleh Siap Tangani Pasien Gagal Ginjal

BANJARMASIN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr H Moch Ansari Saleh Banjarmasin terus berupaya melakukan upaya persiapan penanganan bagi pasien dengan gangguan gagal ginjal.

Direktur RSUD dr H Moch Ansari Saleh Banjarmasin, Among Wibowo mengatakan selama ini penanganan pasien dengan gangguan gagal ginjal dapat ditangani dengan baik.

“Alhamdulillah, selama ini penanganan pasien gagal ginjal ditangani dengan baik oleh tenaga kesehatan di RSUD Moch Ansari Saleh, yaitu dokter penyakit dalam dan dokter penyakit anak, serta berkolaborasi dengan dokter-dokter terkait seperti dokter spesialis urulogi dan tindakan-tindakan lainnya,” katanya kepada wartawan, Senin (13/3).

Namun, lanjut Among, untuk sementara, penanganan khusus seperti hemodialisa atau cuci darah dilaksanakan dengan rujukan ke RSUD Ulin Banjarmasin. Lantaran, saat ini di RSUD Ansari Saleh masih dalam proses penyiapan kegiatan tersebut.

Among menjelaskan penyebab penyakit gagal ginjal akut itu ada tiga faktor, diantaranya faktor prerenal, renal dan post renal.

“Faktor prerenal itu faktor yang menyebabkan perburukan fungsi ginjal sebelum organ ginjal, contohnya penyakit jantung, luka bakar, dan reaksi alergi hebat”, jelasnya.

Sedangkan faktor renal itu, lanjut Among, gagal ginjal terjadi akibat kerusakan pada ginjal, contohnya kondisi infeksi berat (sepsis), scleroderma, dan keganasan myeloma multiple.

“Untuk faktor post renal itu suatu keadaan dimana ginjal dapat membentuk urin dengan cukup baik, tapi alirannya dalam saluran kemih terhambat, contohnya seperti batu ginjal,” tuturnya.

Lebih lanjut, Among menerangkan, menurut Kementerian Kesehatan, gejala awal gagal ginjal akut yang perlu diwaspadai adalah gangguan pencernaan seperti diare, mual dan muntah, serta batuk dan pilek. Gejala bisa datang tiba-tiba, selama berjam-jam atau berhari-hari dari 3-5 hari.

“Gejala gagal ginjal pada anak dan dewasa yang dialami seperti nyeri punggung bawah, cepat lelah, perubahan suhu tubuh yang tidak stabil, sesak napas, kulit pucat, kasar dan gatal, pembengkakan pada tangan, kaki dan wajah, tekanan darah tinggi, gula darah tinggi dan lainnya, ” katanya.

Ditambahkan Among, untuk meminimalkan kerusakan pada ginjal harus dilakukan diagnosis gagal ginjal akut sejak dini, seperti pemeriksaan laboratorium darah dan urin, tes pencitraan dan biopsi ginjal.

“Sehingga penanganannya tergantung dari penyebab gangguan ginjal dan pengobatan gagal ginjal akut umumnya memerlukan perawatan rumah sakit atau rawat inap,” terangnya.

Among pun mengimbau, dalam pencegahan gagal ginjal akut agar segera mungkin berkonsultasi ke dokter di rumah sakit atau ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. (NRH/RDM/RH)

Paman Birin Resmikan Musholla Induk Ponpes Sirajul Huda Abdurrahman

TANAH LAUT – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor atau Paman Birin, meresmikan musholla induk Pondok Pesantren Sirajul Huda Abdurrahman, di Kabupaten Tanah Laut, Rabu (15/3) siang.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita oleh Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, didampingi Ketua DPRD Kalsel Supian HK, KH Wildan Salman, mantan Wakil Gubernur Kalsel Rudy Resnawan, Bupati Tanah Laut Sukamta, dan Pimpinan Ponpes Pondok Pesantren Sirajul Huda Abdurrahman Husein.

Gubernur Kalsel menggunting pita menandai diresmikannya musholla

Paman Birin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang ikut terlibat membantu kelancaran pembangunan musholla ini, sehingga musholla ini dapat digunakan oleh masyarakat maupun para santri.

Gubernur Kalsel (kiri) tampak akrab dengan Wakil Gubernur periode sebelumnya, Rudy Resnawan (kanan)

Menurut Paman Birin, selain untuk pendidikan, pesantren dalam sejarahnya juga berperan untuk menggalang kekuatan dalam rangka merebut kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah.

“Pondok pesantren turut berkontribusi terhadap Kemerdekaan Republik Indonesia,” katanya.

Dikatakan Paman Birin, keberadaan mushola sebagai tempat ibadah umat Islam, memiliki peran strategis dalam menumbuh kembangkan peradaban umat.

“Kita tidak ingin menjadi bangsa yang tertinggal, kita membangun secara fisik, bukannya hanya untuk kepentingan dunia tapi juga akhirat,” katanya.

Paman Birin berpesan kepada pengurus pesantren, agar musholla ini dikelola dengan manajemen yang baik, sehingga musholla ini kedepannya menjadi indah, terawat, serta dapat mengundang orang ramai untuk berkunjung dan melakukan aktivitas keagamaan di sini.

Sementara itu, Bupati Tanah Laut, Sukamta mengucapkan syukur, karena Ponpes Sirajul Huda telah menyelesaikan pembangunan musholla sejak dibangun 2 tahun lalu.

Menurutnya, perkembangan ponpes di Tanah Laut menunjukkan hasil yang menggembirakan. Jumlah ponpes meningkat dari 25 menjadi 38.

“Dulu ketika dilantik menjadi bupati, jumlah ponpes sekitar 25, Alhamdulillah sekarang menjadi 38,” katanya.

Dirinya berharap peningkatan jumlah ponpes tersebut dapat membawa keberkahan dan terhindarnya Tanah Laut dari bencana. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Gubernur Kalsel Ajak Masyarakat Lestarikan Olahraga Tradisional

BANJARMASIN – Dalam rangka melestarikan olahraga tradisional di Provinsi Kalimantan Selatan, maka digelar Pekan Olahraga Tradisional Daerah (Portada) Tingkat Provinsi, di Kota Banjarmasin.

Dibuka oleh Plt Asisten Administrasi Umum Setdaprov Kalsel Subhan Noor Yaumil mewakili Gubernur Sahbirin Noor, di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Hassanudin HM, Rabu (15/3).

Plt Asisten Administrasi Umum Setdaprov Kalsel Subhan Noor Yaumil membacakan sambutan Gubernur

Dalam sambutannya Gubernur mengajak seluruh masyarakat untuk dapat bernostalgia, dengan permainan tradisional pada Portada ini.

“Digelarnya Portada di Kalimantan Selatan sebagai bentuk perhatian dari Pemerintah Provinsi,” jelasnya.

Serta, lanjutnya, sebagai upaya pelestarian terhadap olahraga tradisional di banua.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah mengatakan, pihaknya tentu memberikan apresiasi kepada seluruh penggiat olahraga tradisional yang mengikuti Portada di Kota Banjarmasin.

“Peserta Portada sebanyak 900 lebih,” ungkapnya.

Menurut Hermansyah, jumlah tersebut tidaklah sedikit, tetapi sudah luar biasa.

“Animo masyarakat yang mengikuti Portada ini, tentunya sangat membanggakan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan,” ucap Hermansyah.

Portada ini dilombakan dalam lima induk olahraga (Indorga) yakni, Sumpitan, Enggrang, Balogo, Terompah Panjang serta Hadang. Digelar Rabu 15 sampai 18 Maret 2023. (SRI/RDM/RH)

Exit mobile version