Gali Masukan Rancangan Tatib, Pansus IV DPRD Kalsel Bertandang ke Jatim

SURABAYA – Tata Tertib atau lebih akrab disebut Tatib adalah norma yang wajib dipatuhi setiap Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) selama menjalankan tugasnya guna memaksimalkan kinerja mereka.

Suasana Kunjungan Kerja Pansus IV DPRD Kalsel ke DPRD Jawa Timur

Hal ini yang mendasari Panitia Khusus (Pansus) IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan bertandang ke DPRD Provinsi Jawa Timur dalam rangka sharing terkait Perubahan Tatib di DPRD Kalsel Nomor 1 Tahun 2019 guna mengoptimalkan penyelesaian tugas Pansus, pada Jumat (3/3)

Diterima oleh Perancang Peraturan Perundang-undangan DPRD Jatim, Mahrus Hasyim, rombongan yang dipimpin oleh Ketua Pansus IV DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi ini mengawali paparannya dengan menyampaikan tujuan kunjungan ini.

“Rombongan Pansus berkunjung ke DPRD Provinsi Jawa Timur untuk memperkaya ilmu dan refrensi terkait substansi rancanga peraturan DPRD Kalsel tentang perubahan atas peraturan DPRD Tentang Tata Tertib yang sedang kami bahas,” ungkapnya.

Menuju topik, menurut Politisi Golkar itu bahwa ada beberapa faktor yang membuat tatib DPRD Kalsel ini direvisi. Salah satunya yaitu Perubahan Tatib ini merupakan konsekuensi dan perkembangan dinamika hukum dan kondisi faktual di Kalsel.

“Materi yang menjadi sorotan kami yaitu ketentuan sosialisasi propemperda, raperda, perda sosialisasi pancasila dan wawasan kebangsaan”, jelasnya.

Sementara, Perancang Peraturan Perundang-undangan di DPRD Jatim, Mahrus Hasyim menanggapi bahwa sejak dibentuknya Tatib di DPRD Jawa Timur tahun 2019 lalu, sampai saat ini belum mengalami perubahan.

Sedangkan terkait Sosialisasi Propemperda, Raperda, Perda Sosialisasi Pancasila Dan Wawasan Kebangsaan, di Jatim ada pengaturan, hanya saja tidak melalui Tatib tetapi tetap dimasukan di Perda Hak Keuangan Pimpinan dan Anggota DPRD.

“Tentang kunjungan dapil, ditempat kami kunjungan dapil tidak mengumpulkan orang karena tindak lanjut Perda Hak Keuangan itu dari dinas terkait menyampaikan mengumpulkan masa cukup di satu kegiatan sosialisasi saja. Jadi yang awalnya Sosialisasi Kebangsaan, menjadi Sosialisasi Loka Karya seminar, tidak menyebut wawasan Kebangsaan,” terangnya. (DPRDKALSEL-NRH/RDM/RH)

Pecahkan Rekor MURI, Jambore Akbar PSKS Bergerak Jadi Peserta Terbanyak se Indonesia

BANJAR – Jambore Akbar Relawan Sosial Potensi Sumber dan Kesejahteraan Sosial (PSKS) Bergerak, di Kalimantan Selatan (Kalsel), berhasil tercatat dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan peserta jambore relawan sosial terbanyak di Indonesia.

Penekanan sirine tanda dimulainya Jambore Akbar PSKS Bergerak di Alam Roh 20 Kiram

Penghargaan rekor MURI diserahkan Direktur Operasional Jusuf Ngadri kepada Gubernur Kalsel Sahbirin Noor pada Pembukaan jambore akbar di Alam Roh 20 Kiram, Kabupaten Banjar, Jumat (3/3).

Sahbirin mengatakan, jambore akbar ini menjadi sejarah indah bagi relawan sosial di Kalsel dan Indonesia, karena tercatat dalam rekor MURI sebagai jambore akbar dengan peserta relawan sosial terbanyak di Indonesia.

“Catatan indah ini kiranya juga bergelora dalam jiwa para relawan sosial, yang kemudian menghadirkan aksi-aksi nyata dalam penanganan masalah sosial diberbagai dimensi kehidupan,” ujar Gubernur.

Penghargaan tersebut, menurut Gubernur akrab disapa Paman Birin ini, juga merupakan momentum untuk menggerakkan relawan sosial di daerah agar lebih maksimal lagi dalam melakukan kerja penanganan sosial yang profesional.

“Sehingga penanganan permasalahan sosial di Kalsel bisa kita lakukan lebih cepat dan lebih efektif,” ungkapnya.

Permasalahan sosial di Kalsel, diakuinya, masih banyak ditemukan. Mulai kemiskinan, pengangguran, anak dan lansia terlantar, hingga penyalahgunaan narkoba. Penyebabnya beragam. Bisa disebabkan faktor alam maupun non alam.

“Saya sungguh meyakini dan sangat optimis keberadaan relawan sosial akan menjadi pasukan terdepan dan terbesar dalam mengatasi permasalahan sosial itu,” tuturnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinsos Kalsel Muhammadun mengatakan, jambore sempat tertunda karena pandemi COVID-19 di tahun 2019.

“Jambore ini terlaksana karena keinginan Gubernur kita yang ingin bertemu langsung dengan para relawan. Acara ini sempat tertunda karena pandemi covid di tahun 2019,” ungkapnya.

Berbagai macam kegiatan akan dilaksanakan dalam Jambore Akbar ini, diantaranya penanaman 1.500 bibit pohon, aksi donor darah sukarela hingga lomba permainan tradisional.

“Peserta jambore juga akan mengikuti berbagai lomba olahraga tradisional, seperti balogo, engrang dan bakiak, donor darah serta melakukan penanaman pohon,” bebernya.

Pada momen tersebut Paman Birin juga dikukuhkan sebagai Pembina Utama Relawan Sosial PSKS Kalsel.

Jambore diikuti oleh 3.000 perserta meliputi taruna siaga bencana (Tagana), relawan KSB, pelopor perdamaian, pekerja sosial masyarakat (PSM), penyuluh sosial. Kemudian, sumber daya manusia (SDM) program keluarga harapan (PKH), pendamping sosial fakir miskin, karang taruna, pendamping rehabilitasi sosial, tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK) dan LKS.

Turut hadir Ketua TP PKK Kalsel Raudatul Jannah, Ketua DPRD Kalsel Supian HK, PBB Perwakilan Indonesia Diandra Pratami serta tamu undangan lainya. (SYA/RDM/RH)

Exit mobile version