BANJARBARU – Tim futsal SMA Negeri 2 Kotabaru berhasil menyabet gelar juara pada laga pertandingan yang dihelat di lapangan Pernando 2, Banjarbaru, Sabtu (18/2) sore, setelah menumbangkan SMA Negeri 2 Banjarbaru dengan skor 4-2.
Turnamen sepak bola jarak pendek 25 – 42 meter yang diselenggarakan STIE Pancasetia tersebut dikhususkan bagi pelajar SMA/SMK dan MA se Kalimantan Selatan dan memperebutkan piala bergilir.
Kepala SMA Negeri 2 Kotabaru, Abdul Gapur, saat dikonfirmasi, menuturkan, sangat bangga dengan hasil yang telah dicapai. Apalagi, kemenangan ini merupakan wujud semangat nyata oleh peserta didiknya.
“Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan mitra kami Winmart. Serta arahan langsung pelatih didampingi alumni SMA Negeri 2 Kotabaru yaitu M Fauzan, M Dodi Anwari, Renaldi dan warga sekolah,” ucapnya.
Lanjut dia, torehan prestasi yang diraih tim futsal SMA Negeri 2 Kotabaru tak hanya sekali ini saja. Melainkan sudah beberapa kali menyabet gelar juara di daerah.
“Tingkat kabupaten sering juara 1 yakni di Kotabaru dan Tanah Bumbu. Ini juga sesuai dengan misi sekolah, berprestasi dibidang akademik dan no akademik,” ucapnya.
Dirinya membeberkan, sebagai bentuk apresiasi tentu bakal ada penghargaan yang diberikan pihaknya kepada tim futsal tersebut.
“Yang jelas, harapannya peserta didik tidak melihat dari jumlah nominalnya. Melainkan, perhatian serta dukungan lebih dari sekolah akan terus mengalir ,” bebernya.
Pada laga sebelumnya, SMA Negeri 2 Kotabaru juga berhasil menggagalkan SMK Negeri 1 Banjarmasin melaju ke pertandingan selajutnya di final. Bahkan, menorehkan skor 9 – 3.
Atas kemenangan itu, SMA Negeri 2 Kotabaru akhirnya melaju ke pertandingan berikutnya. Dibabak final pun, mereka semakin percaya diri dan tampil memukau. Hingga berhasil menjatuhkan lawannya di laga terakhir.
“Saya langsung menyaksikan keberhasilan yang didapatkan tim futsal kami. Sungguh, ini merupakan capaian luar biasa,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)
Hari: 18 Februari 2023
Satu Abad NU, Paman Birin : Jangan Lupakan Sejarah
BANJAR – Ribuan santri dan warga Nahdlatul Ulama (NU) di Kalimantan Selatan (Kalsel), turut hadir pada puncak peringatan Hari Lahir ke 100 tahun (Satu Abad) NU di Kiram, Kabupaten Banjar, Sabtu (18/2).
Peringatan diawali dengan kirab santri bersama Gubernur Kalsel Sahbirin Noor serta warga NU yang dimulai di halaman Ponpes Tahfidz dan Ilmu Al-Quran Darussalam Martapura.
Kirab dengan kendaraan roda dua melewati Tugu Intan Banjarbaru, ke arah Jalan RO Ulin – Jalan Trikora – Jalan Mistar Cokrokusumo – Jalan Gunung Kupang, hingga finish di Kiram Park yang menjadi lokasi utama peringatan.
Dalam sambutannya Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor mengatakan, perjalanan panjang NU hingga mencapai usia yang ke 1 abad ini patut dihargai, karena menurutnya, berdirinya NU erat kaitannya dengan berdirinya NKRI.
“Jas Merah, Jangan Lupakan Sejarah. Kemerdekaan Indonesia juga tidak lepas dari peran serta pengorbanan para Ustadz, Kiai, Alim ulama,” ujarnya lantang.
Gubernur akrab disapa Paman Birin ini berharap, 1 abad hari lahir NU dapat lebih membuka pikiran warga NU dalam menghadapi zaman.
“Seperti kita tahu, narkoba banyak menyerang warga kita. Barang haram itu datang dari luar sana. Ini termasuk tugas Aswaja (Ahlusunnah Waljamaah) untuk membentengi,” imbuhnya.
Sementara itu, Pengurus Pengkaderan Aswaja Center Pesantren Tebuireng, Syukron Makmun dalam tausyiahnya mengaku tidak menyangka dengan sejarah berdirinya NU di Kalsel yang hanya selisih 2 tahun setelah didirkan pertama kalinya di Jombang, Jawa Timur pada tahun 1926 lalu.
“Sebab itu, kalau di daerah lain tema peringatannya yakni membangun melestarikan budaya, kalau disini (Kalsel) yakni menyambung sanat jejak juang Muasis NU,” paparnya.
Organisasi keagamaan yang memiliki cabang di seluruh Indonesia bahkan hingga di dunia ini, pun diakuinya, selalu melaksanakan tradisi yang tidak henti-hentinya.
“Mulai dari yasinan, tahlilan, haul dan lain sebagainya,” bebernya.
Tak heran, jumlah warga NU hingga saat ini bahkan sampai tidak bisa di data dengan detail karena begitu banyak pengikutnya.
Syukron berharap, organisasi ini dapat lebih meningkatkan pendidikan yang dinaungi agar paham arti mendalam dari NU itu sendiri.
“Ajarkan tentang Ahlussunah Wal Jamaah, baik sejarah, akidah maupun fiqihnya. Ajarkan tentang argumentasi amaliyah warga NU,” pintanya.
Untuk diketahui, puncak peringatan juga dirangkai dengan penyerahan penghargaan kepada keturunan ulama besar di Kalsel. Selain itu, Paman Birin juga mengadiahkan dua buah mobil operasional masing-masing kepada Ponpes Tahfidz dan Ilmu Al-Quran Darussalam serta Ponpes Darussalam Martapura, serta pemberian jaket Banser kepada Paman Birin oleh Kakanwil Kemenag Kalsel Muhammad Tambrin. (SYA/RDM/RH)

