Harga Beras Khusus Mahal, Ini Kata Disdag Kalsel

BANJARMASIN – Masih mahalnya harga beras khusus, disikapi Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan.

Kepada Abdi Persada FM, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Birhasani, pada Selasa (7/2) menjelaskan, harga beras lokal khusus (beras banjar) seperti siam, unus, mutiara, mengalami kenaikan, diakibatkan kurangnya pasokan beras jenis tersebut dari petani lokal. Hal ini disebabkan stok beras jenis di petani sangat menipis, sehingga menurun di tingkat produksi jenis beras tersebut.

Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Birhasani

“Sebagian akibat persawahan diserang hama, menjadi faktor lainnya berkurang produksi, sehingga suplai ke pasar menurun drastis, sedangkan permintaan tetap tinggi, kemudian terjadinya kenaikan harganya dipasaran,” ucapnya

Disampaikan Birhasani, dengan naiknya harga beras lokal Banjar seperti Unus, Mutiara, Siam dan sejenisnya adalah termasuk kategori beras khusus, yang merupakan khas Kalsel, karena beras ini berbeda dengan jenis beras yang tergolong kategori beras premium maupun medium.

“Memang ada beras lokal Kalsel yang setara dengan jenis Premium dan Medium, yaitu beras Banjar jenis Siganal, Beras unggul Sihireng, dan beras Bulog tergolong kategori beras Premium dan Medium, untuk
harga lebih murah dibanding beras khusus, bahkan stok di tingkat petani juga masih banyak,” katanya

Lebih lanjut Birhasani menambahkan, berdasarkan data dari BPS menunjukkan bahwa beras yang paling banyak diminati dan dikonsumsi oleh masyarakat Banjar adalah jenis Beras Khusus, yaitu Unus, Mutiara, Siam dan sejenisnya, karena beras khusus (beras banjar) tidak bisa dibandingkan sama dengan kualitas beras premium.

“Beras khusus jenis Unus, Siam, Mutiara harganya sekarang Rp21.000 sampai dengan Rp21.500 per kg. Namun kalau jenis sekelas premium, seperti beras Sihirang, beras Siganal Rp11.000 sampai Rp12.000 saja,” tutup Birhasani. (NHF/RDM/RH)

HGN Jadi Momentum Pemenuhan Gizi Balita dan Ibu Hamil Kalsel

BANJAR – Puncak peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke-63 di Kalimantan Selatan (Kalsel) dijadikan sebagai ajang untuk mengajak masyarakat mengkonsumsi ikan dan telur sebagai pemenuh gizi ibu hamil dan balita anak agar tidak kekurangan gizi hingga stunting.

Hal ini selaras dengan tema HGN tahun ini yakni “Protein hewani cegah stunting”.

Terlihat saat peringatan HGN di Posyandu Bunda Kenanga, Desa Pulau Nyiur, Kabupaten Banjar, Kamis (9/2), Pemprov Kalsel didampingi Ketua TP PKK Kalsel serta Kepala BKKBN Kalsel menyerahkan berbagai macam bantuan kepada puluhan balita dan ibu hamil.

Ketua TP PKK Kalsel Raudhatul Jannah mengatakan, momentum hari gizi ini sebagai wadah semua lintas sektor untuk mengampanyekan pola hidup sehat, khususnya terkait makanan bergizi.

“Pencegahan stunting itu bisa dengan mengonsumsi makanan bergizi, di antaranya adalah ikan dan telur. Apalagi  telur ayam yang mudah didapat dan harganya murah, minimal satu kali saja sehari,” ucapnya.

Penanganan stunting menurutnya tak bisa hanya dilakukan satu pihak. Melainkan harus ada dukungan dari berbagai elemen termasuk masyarakat itu sendiri.

“Selama masih ada yang tidak peduli, maka mustahil stunting bisa dieliminasi apalagi diturunkan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Diauddin mengatakan peringatan Hari Gizi Nasional ke-63 ini dapat menjadi momentum untuk menarik kepedulian serta meningkatkan komitmen bersama dalam membangun gizi dan bangsa yang sehat.

“Kita masih punya banyak tugas yang berat yaitu menurunkan target 14 persen stunting pada tahun 2024,” ungkapnya.

Meski saat ini prevelensi stunting Kalsel berdasarkan data SSGI sudah 24,6 persen ditahun 2022. Namun angka tersebut menurut Diauddin masih berada diatas angka nasional.

“Ini yang perlu kerja bersama untuk menurunkan hingga 14 persen,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Diauddin mengajak semua masyarakat untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi dan memenuhi gizi anak dengan menerapkan program “Isi Piringku”, yakni program pengganti konsep 4 Sehat 5 Sempurna, disertai penguatan pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita serta penguatan pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri.

“Untuk tablet penambah darah ini akan diperluas lagi hingga ke sekolah agama seperti pesantren, karena sebelumnya kurang terjamah sampai di sana,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

RSUD Ulin Ditetapkan Kemenkes RI Untuk Prioritas KJSUK

BANJARMASIN – Tahun 2023 ini RSUD Ulin Banjarmasin telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan RI, untuk menjadi prioritas rujukan penanganan penyakit kanker, jantung, stroke, urunetpro, serta kematian ibu dan anak (KIA).

Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Izzak Zulkarnain Akbar mengatakan, karena telah ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan. Maka, saat ini RSUD Ulin Banjarmasin melakukan pembenahan terhadap hal tersebut.

Seperti, pemenuhan sarana dan prasarana penunjang untuk penanganan kanker, jantung, stroke, urunetpro, serta KIA.

Selain itu, RSUD Ulin Banjarmasin juga meningkatkan dari segi pelayanan.

Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Izzak Zulkarnain Akbar

“Saat ini untuk pendaftaran pasien di RSUD Ulin Banjarmasin, sudah bisa melalui online. Sehingga, masyarakat tidak perlu mengantre lagi, untuk mendaftar,” ungkap Izzak kepada Abdi Persada FM, Kamis (9/2).

Hal lainnya juga dilakukan, seperti peningkatan SDM di RSUD Ulin Banjarmasin. Saat ini ada beberapa dokter yang sedang menempuh pendidikan dokter spesialis.

Peningkatan sarana fasilitas parkir, lanjut Izzak, juga akan dilakukan oleh RSUD Ulin Banjarmasin. Mengingat, selama ini parkir masih menjadi salah satu keluhan dari masyarakat.

“Maka dengan begitu, RSUD Ulin Banjarmasin siap melaksanakan dan mensukseskan program dari Kementerian Kesehatan RI tersebut,” ucap Izzak. (SRI/RDM/RH)

Beras Bulog di Bazar Murah Pemko Banjarmasin Diserbu Warga

BANJARMASIN – Dalam rangka menekan angka inflasi di Kota Banjarmasin, karena kota ini masih menjadi salah satu daerah yang tinggi inflasi di Kalimantan Selatan.

Karena itu, pemerintah setempat menggelar Bazar Pasar Murah, yang berlokasi di Halaman Kantor Kecamatan Banjarmasin Barat. Dibuka Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor, Kamis (9/2).

Arifin mengatakan, digelarnya Bazar Murah ini, dalam rangka menekan laju inflasi di Kota Banjarmasin, sehingga, dengan adanya Bazar Murah ini, dapat meningkatkan daya beli masyarakat.

“Bazar Pasar Murah yang digelar dalam rangka menekan laju inflasi,” ungkap Arifin.

Menurut Arifin, pada Bazar Pasar Murah ini, dijual dengan harga Distributor sehingga, kebutuhan pokok dijual dengan harga lebih murah dari harga di pasaran.

“Pemko Banjarmasin berharap, Bazar Pasar Murah ini dapat membantu masyarakat,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, pantauan Abdi Persada FM, beras yang disediakan Bulog, diserbu oleh warga setempat.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin Ichrom Mustezar mengatakan, karena saat ini harga beras sedang mengalami kenaikan di pasaran, maka masyarakat antusias dalam membeli beras premium dan medium yang disediakan oleh Bulog. Pada Bazar Pasar Murah di Kecamatan Banjarmasin Barat.

Kadisperdagin Banjarmasin Ichrom Mustezar

“Alhamdulillah masyarakat terbantu dengan adanya beras dari Bulog ini,” ungkap Tezar.

Menurut Tezar, harga beras premium Bulog dijual dengan harga 60 ribu per 5 kg. Sedangkan, harga beras medium dijual dengan harga 45 ribu per 5 kg.

Sementara itu, Salah seorang pembeli beras di Bazar Pasar Murah Kecamatan Banjarmasin Barat Mumun mengatakan, pihaknya terbantu dengan adanya penjualan beras Bulog ini. Ditengah naiknya harga beras lokal di Kota Banjarmasin.

Untuk diketahui, saat ini dinpasaran untuk beras lokal dijual dengan harga beranekaragam, sesuai dengan pilihan jenis beras, dijual dari harga sekitar 13 sampai 25 ribu per liter. Untuk jenis beras lokal yang disukai warga Banjarmasin, seperti Unus, Mayang, Karang Dukuh, Mutiara, Arjuna, dijual dengan harga dikisaran 18 ribu sampai 20 ribu perliter. (SRI/RDM/RH)

BKD Kalsel Fasilitasi PNS Yang Ingin Kembangkan Kompetensi

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggerakkan program tugas belajar dengan biaya anggaran pendapatan belanja Daerah (APBD) melalui program pengembangan kompetensi jalur pelatihan.

Hal ini disampaikan Kepala Sub Bidang Pengembangan Karir dan Promosi Jabatan, BKD Provinsi Kalsel, Frendy Arifin, pada Kamis (9/2).

Kepala Sub Bidang Pengembangan Karir Dan Promosi Jabatan, BKD Provinsi Kalsel, Frendy Arifin.

Frendy menyampaikan bagi para Pegawai Negeri Sipil (PNS) Lingkup Pemerintah Provinsi Kalsel yang ingin mengembangkan kompetensi mereka, baik berupa bimbingan teknis (bimtek), workshop, maupun kompetensi lainnya dapat mengusulkan kepada BKD Provinsi Kalsel untuk dapat di fasilitasi. Dengan catatan para PNS yang bersangkutan telah menyampaikan usulan.

“Nanti kita bantu fasilitasi untuk keberangkatan, biaya kontribusi dengan segala macam dengan anggaran dari BKD Provinsi Kalsel,” ungkap Frendy.

Frendy menambahkan, para PNS tidak perlu khawatir bagi yang ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih lanjut, dikarenakan terdapat program tugas belajar (Tubel) yang tersedia dengan biaya beasiswa anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) sehingga bisa mengikuti dengan melalui program tugas belajar.

“Dalam artian tubel ini bisa diikuti para PNS yang sudah memiliki jabatan, sehingga para PNS yang melanjutkan kuliah ada izin belajar sehingga jabatannya tidak diberhentikan,” lanjut Frendy. (MRF/RDM/RH)

Exit mobile version