Perpu Cipta Kerja Dianggap Bermasalah, Serikat Pekerja Sampaikan Aspirasi ke DPRD Kalsel

BANJARMASIN – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menerima audiensi dari Federasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSPSI) Kalsel mengenai permasalahan Peraturan Pengganti Undang-Undang (Perpu) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja, Rabu (18/1).

Suasana Audiensi Komisi IV DPRD Kalsel dan FSPSI Kalsel

Selaku pimpinan pertemuan, Sekretaris Komisi IV DPRD Kalsel, Firman Yusi mengatakan kedatangan pihak FSPSI ke DPRD Kalsel untuk mendesak pernyataan sikap Dewan atas Perpu yang dimaksud, apakah untuk ikut menerima atau menolak Perpu tersebut.

“DPRD Kalsel hari ini menerima aspirasi dari kawan-kawan yang mewakili pekerja di Kalsel kami terima dengan baik. Pada prinsipnya substansi yang disampaikan sudah kami pahami. Tadi juga disepakati bersama bahwa batas kewenangan DPRD Provinsi tidak ada kewenangan untuk menerima atau menolak, sebab, keputusan DPRD juga belum ada dan Perpu ini belum diundangkan,” jelasnya.

Namun, diakui Firman Yusi, selaku wakil rakyat, pihaknya akan menyampaikan aspirasi tersebut secara persuasif maupun secara formal melalui mekanisme Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel kepada kolega-koleganya di DPR RI sebagai aspirasi dari masyarakat Kalsel terhadap lahirnya Perpu tersebut.

Sementara, Ketua FSPSI Kalsel, Sumarlan mengungkapkan alasan pihaknya menolak Perpu tersebut yaitu dalam Perpu tersebut dinilai tidak mengandung adanya kepastian kerja (Job Security), perlindungan pendapatan (Income Security) dan Jaminan Sosial (Social Security) yang tersirat maupun tersurat di dalamnya.

“Oleh karena itu, kami memohonkan tindak lanjut aspirasi kami kepada Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel untuk menolak Perpu tersebut dan lebih baik dikembalikan kepada Undang-Undang Republik Indonesia No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan,” harapnya. (NRH/RDM/RH)

DKSIP Banjar Sarankan 10 CCTV Untuk Pantau Arus Lalin Menuju Lokasi Haul Guru Sekumpul ke-18

BANJAR – Peringatan haul akbar Guru Sekumpul ke-18 di Desa Keramat, Martapura Timur, pada Kamis (26/1) malam, diperkirakan akan dihadiri oleh 10 ribu jamaah dari berbagai penjuru.

Kepadatan arus lalu lintas menjelang hingga hari H peringatan, tentu tidak luput dari perhatian. Apalagi jalan menuju lokasi dinilai terlalu sempit untuk dilewati ribuan kendaraan secara bersamaan.

Di Martapura sendiri sudah terdapat sebanyak 13 buah CCTV yang biasanya juga difungsikan untuk memberikan situasi terkini arus lalu lintas setiap peringatan haul Guru Sekumpul di komplek Ar-Raudah.

Sementara CCTV menuju lokasi haul di kediaman pribadi Gubernur Kalsel sampai saat ini masih belum ada.

Kepala Bidang e-Government Dinas Komunikasi Informatika Statistik Persandian (DKSIP) Kabupaten Banjar, Cornelius Kristiyanto mengatakan, pihaknya tengah menunggu konfirmasi dari Dinas Kominfo Provinsj Kalsel, untuk menyiapkan pemasangan CCTV area menuju lokasi peringatan haul.

Kepala Bidang e-Government DKSIP Banjar, Cornelius Kristiyanto

“Kita sudah minta 10 CCTV kemarin, jadi pemasangannya rencananya dimulai dari kawasan Martapura Lama hingga ke Desa Dalam Pagar,” ujarnya.

Penambahan CCTV di kawasan Martapura Lama hingga ke Desa Dalam Pagar sendiri diakui Kris, sebelumnya sudah dianggarkan oleh DKSIP Kabupaten Banjar. Pasalnya daerah itu setiap tahun juga melaksanakan peringatan haul Datu Kalampayan.

“Kita sudah anggarkan cuman realisasinya untuk tahun 2024. Karena haul Guru Sekumpul ini terbilang mendadak, terpaksa kita minta bantuan Dinas Kominfo Provinsi. Semoga pemasangan CCTV ini juga permanen,” jelasnya.

Selain itu, ia menuturkan, pihaknya juga masih memerlukan kabel fiber optik sepanjang 4.8 kilometer untuk memaksimalkan kekuatan jaringan komunikasi, terutama saat sedang melakukan siaran langsung.

“Jadi nanti semua kondisi terkini dapat langsung ditarik oleh kawan-kawan media, sehingga segala pemberitaan menjadi lebih cepat,” tuturnya. (SYA/RDM/RH)

Bank Kalsel Berikan Beasiswa Total 812 Juta, Untuk Mahasiswa Uniska

BANJARMASIN – Bank Kalsel menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan, dengan banyaknya bantuan dan program yang diberikan untuk dunia pendidikan, selama tahun 2022. Terbaru, di awal tahun 2023 ini, Bank Kalsel memberikan beasiswa melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ), kepada ratusan mahasiswa Universitas Islam Kalimantan (Uniska) M Arsyad Al Banjari. Total beasiswa yang diberikan mencapai Rp812 juta, yang diberikan dalam dua tahapan. Tahap pertama Rp276 juta dan tahap kedua Rp536 juta.

Direktur Utama Bank Kalsel Hanawijaya menjelaskan, beasiswa ini sebagai kontribusi nyata Bank Kalsel pada dunia pendidikan.

“Uniska ini merupakan nasabah loyal kami dan sudah seharusnya kami ikut memajukan Uniska,” jelas Hanawijaya usai penyerahan simbolis beasiswa, pada Rabu (18/1).

Selain memberikan beasiswa, kedepannya Bank Kalsel juga akan berkolaborasi dengan Uniska, untuk program-program lainnya, termasuk program satu keluarga satu sarjana.

“Mudah-mudahan program satu keluarga satu sarjana dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrim bisa segera dimulai,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor Uniska, Abdul Malik mengucapkan, terima kasih kepada Bank Kalsel yang peduli terhadap Uniska.

“Kami berterima kasih karena hampir sebagian besar mahasiswa Uniska adalah dari keluarga kurang mampu, sehingga beasiswa menjadi hal yang sangat diharapkan,” ujarnya.

Beasiswa Bank Kalsel ini, akan diberikan kepada mahasiswa yang memenuhi kriteria, terutama dengan latar belakang keluarga kurang mampu, namun berprestasi.

“Totalnya nanti ada 360 mahasiswa yang mendapatkan beasiswa dari Bank Kalsel ini, mudahan ke depan akan lebih banyak lagi mahasiswa kami yang mendapat bantuan beasiswa dari Bank Kalsel,” pungkasnya. (ADV-RIW/RDM/RH)

Sepekan Jelang Haul Akbar Guru Sekumpul ke-18, 40 Tandon Air Mulai Disiapkan

BANJAR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) bekerjasama dengan BPBD Kabupaten Banjar, mulai menyiapkan tandon air untuk keperluan wudhu dan cuci tangan jamaah haul Guru Sekumpul ke-18.

Kasubid Kedaruratan BPBD Kalsel, Muhammad Noor Jamaluddin mengatakan, sedikitnya ada 40 tandon air berkapasitas 1.200 liter yang disiapkan oleh pihaknya bersama BPBD Banjar, untuk keperluan jamaah mengambil air wudhu dan cuci tangan.

Kasubid Kedaruratan BPBD Kalsel, Muhammad Noor Jamaluddin

“Kita siapkan 10 titik di sekitar lokasi peringatan haul. Tandonnya memang sudah ada dari dulu,” ujarnya saat meninjau instalasi, di Jalan Kertak Baru Ulu, Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Rabu (18/1).

Suplai airnya sendiri disebutkannya, akan dilakukan langsung oleh Balai Pengelola Air Minum (BPAM) Banjarbakula dan PTAM Intan Banjar.

“Kalau diperkirakan  40 tandon dengan kapasitas 1200 liter itu berarti ada sekitar 48 ribu liter air yang disediakan untuk wudhu dan cuci tangan,” bebernya.

Tak hanya itu, Jamaluddin juga mengaku akan menyiapkan tandon air untuk dapur umum.

“Kita masih menunggu jumlah permintaannya dulu ada berapa. Kalau sudah pasti nanti akan kami kirim,” tutupnya.

Untuk diketahui, sampai sekarang persiapan peringatan haul diinisiai oleh anak murid Guru Sekumpul ini terus dilakukan. Termasuk jumlah dapur umum yang ditambah menjadi sebanyak 37 dari sebelumnya 35 titik. (SYA/RDM/RH)

DPD MAPPI Kalselteng Gelar Musda III

BANJARMASIN – Dewan Pengurus Daerah Masyarakat Profesi Penilai Indonesia Kalimantan Selatan dan Tengah (DPD MAPPI Kalselteng), menggelar Musyawarah Daerah Ketiga, di salah satu hotel Banjarmasin, pada Rabu (18/1)

Kepada sejumlah wartawan, disela acara, Ketua DPN MAPPI Kalselteng Guntur Pramudiyanto, menjelaskan, dengan mengangkat tema “Wujudkan Undang Undang Penilai, Landasan Kuat, Profesi Penilai Hebat” Musda ini merupakan amanah yang harus dilaksanakan sesuai dengan anggaran dasar MAPPI.

Ketua DPN MAPPI Kalselteng Guntur Pramudiyanto, didampingi Ketua DPD MAPPI Kalselteng Hani Muntoha

“Kegiatan digelar selama dua hari pada 18 dan 19 Januari 2023,” katanya

Disampaikan Guntur, dalam Musda III ini, berbagai kegiatan digelar melalui rangkaian pendidikan, untuk menambah wawasan dan kompetensi bagi profesi penilai. Dilanjutkan pemilihan Ketua DPD MAPPI Kalselteng periode 2023-2027, ia berharap dengan terpilih Ketua dan kepengurusan nanti, harus mampu memberikan pelayanan terbaik, bagi semua lapisan masyarakat.

“Pemilihan dilaksanakan Kamis 19 Januari 2023,” ucapnya

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Husnul Khatimah, usai membuka Musda ini mengatakan, pihaknya ingin teruslah dilakukan sosialisasi kepada masyarakat, agar memanfaatkan keberadaan profesi penilai, karena saat ini masih ada pangsa pasar yang tidak melalui analisis sesuai standar, padahal dapat merugikan dalam pemasaran.

Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kalsel, Husnul Khatimah

“Hasil DPD Musda III dapat kesepakatan dan program oleh MAPPI Kalselteng, agar bisa meningkatkan eksistensi, dan juga dimanfaatkan pelaku pasar,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Bulan Depan, Minyak Goreng Curah Murah Diprediksi Langka

BANJARMASIN – Diprediksi akan terjadi kelangkaan minyak goreng curah murah di pasaran, pada Februari dan Maret 2023 di Kota Banjarmasin.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin Rakhman Noorahim mengatakan, prediksi kelangkaan minyak goreng curah murah tersebut, disampaikan pada Rapat Koordinasi dengan Kementerian Perdagangan, beberapa waktu lalu. Hal ini harus diketahui, agar Pemerintah Daerah dapat mengatasi hal tersebut.

Kabid Perdagangan Disdagin Banjarmasin Rakhman Noorahim

“Pada Rakor bersama pihak Kementerian Perdagangan tersebut, disampaikan akan terjadi kelangkaan minyak goreng curah murah (minyakkita),” ungkap Rakhman, kepada Abdi Persada FM, Selasa (17/1).

Kelangkaan tersebut, lanjutnya, tidak hanya terjadi di Kota Banjarmasin. Namun, diseluruh wilayah di Tanah Air.

“Jadi tidak ada kenaikan harga, minyak goreng curah tetap dijual dikisaran Rp14 ribu per liter,” ucapnya.

Sedangkan, tambah Rakhman, penyebab kelangkaan tersebut, karena minyak goreng curah murah tidak lagi di produksi, karena tidak ada kejelasan aturan.

Dalam kesempatan tersebut, Rakhman mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik, dalam menghadapi kelangkaan minyak goreng curah murah tersebut.

Karena, tambahnya, untuk ketersediaan minyak goreng kemasan premium masih tersedia di pasaran.

“Untuk warga Kota Banjarmasin diminta tidak panik, terhadap ketersediaan minyak goreng curah yang saat ini beransur ansur berkurang di pasaran,” ucap Rakhman. (SRI/RDM/RH)

Sukseskan Program GEMARIKAN, PAUD CTB Banjarbaru Kunjungi UPT Produksi Perikanan Budidaya Air Tawar Mentaos

BANJARBARU – Turut serta mensukseskan program pemerintah dalam Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), PAUD Citra Tunas Bangsa (CTB) kota Banjarbaru mengajak peserta didiknya ke UPT Produksi Perikanan Budidaya Air Tawar di Kelurahan Mentaos, Rabu (18/1).

Kunjungan yang juga diikuti para orang tua dan seluruh dewan guru ini, dipimpin langsung oleh Kepala Paud CTB, Lilis Tiani Noor.

Kepala PAUD CTB Banjarbaru, Lilis Tiani Noor

Disela kegiatan, kepada Abdi Persada FM, Lilis menyampaikan kunjungan ini selain merupakan puncak tema bulan Januari 2023, pihaknya juga ingin memperkenalkan kepada peserta didik mengenai jenis-jenis ikan dan cara perkembangbiakannya.

“Kami sengaja membawa anak-anak ke sini, agar mereka bisa tahu jenis-jenis ikan, bagaimana perkembangbiakannya, dan yang terpenting, anak-anak nantinya setelah tahu kandungan didalam ikan-ikan ini, jadi suka makan ikan,” jelas Lilis.

Ia juga menambahkan, PAUD CTB kota Banjarbaru yang merupakan salah satu sekolah penggerak di kota ini, juga ingin ikut serta pada program pemerintah dalam mengurangi kasus stunting yang ada di kota Banjarbaru.

“Dengan mengajak anak suka untuk makan ikan, kita juga ingin menciptakan generasi sehat, kuat dan cerdas,” harapnya.

Dalam kegiatan ini, puluhan peserta didik PAUD CTB kota Banjarbaru ini juga berkesempatan menangkap ikan-ikan yang berukuran kecil di UPT Produksi Perikanan Budidaya Air Tawar, Mentaos yang berada di bawah naungan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjarbaru tersebut.

Banyak ragam ikan yang diperlihatkan di UPT milik pemerintah kota Banjarbaru ini, seperti Nila, Patin, Lele, Mas, Koi dan juga Papuyu. (RDM/RH)

Exit mobile version