Sekwan Kalsel Ikuti Lomba Pertanaman Cabai Antar SKPD Pemprov Kalsel

BANJARMASIN – Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengikuti lomba pertanaman cabai antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel.

Tanaman Cabai di Polybag di Halaman Sekretariat DPRD Kalsel

Sekretaris DPRD Kalsel, Muhammad Jaini menyampaikan, hal ini sesuai dengan surat edaran Gubernur Kalsel yang diterima Sekwan, agar mengikuti kegiatan tersebut sebagai partisipasi dalam pengendalian inflasi yang saat ini sedang terjadi di Indonesia, termasuk Kalsel.

Sekretaris DPRD Kalsel, Muhammad Jaini

“Dalam perlombaan ini, kami merawat sebanyak 50 polybag cabai. Karena tanaman ini diikutkan lomba, maka selalu dipantau oleh Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalsel,” katanya, di ruang kerjanya, Kamis (29/12).

Jaini mengungkapkan, untuk penilaian sendiri dibagi menjadi dua tahap, yakni tahap pertama pada 19 hingga 23 Desember 2022 dan tahap kedua 20 Februari hingga 10 Maret 2023.

“Ada sekitar 38 SKPD lingkup Pemprov Kalsel, termasuk Sekretariat Dewan yang mengikuti lomba ini,” jelasnya.

Ditambahkan Jaini, pihaknya juga akan mensosialisasikan kepada para pegawai di lingkup Sekwan Kalsel agar menanam cabai di pekarangan rumah mereka masing-masing sebagai salah satu cara penanggulangan inflasi di Kalsel. (NRH/RIW/RH)

Kalsel Terbanyak Daftarkan Desa Proklim di Indonesia

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalsel memberikan penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim), Sasangga Banua, dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat se Kalsel di halaman kantor DLH Kalsel, di Banjarbaru, Kamis (29/12).

Proklim merupakan program prioritas nasional, untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya, dalam melakukan penguatan dan adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan penurunan emisi gas rumah kaca.

Gubernur Kalsel melalui Plt Asisten Bidang Administrasi Umum Setdaprov Kalsel, Subhan Nor Yaumil berharap, program ini dapat meningkatkan kesejahteraan di tingkat loka sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing.

(ki-ka) Kepala DLH Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana saat mendampingi penyerahan penghargaan oleh Asisten III Setdaprov Kalsel, Subhan Nor Yaumil

“Seperti kegiatan lainnya semisal Adiwiyata dan Adipura, Proklim merupakan aksi dalam peningkatan kualitas lingkungan hidup dimana masyarakat berperan sebagai ujung tombak,” ungkapnya.

Sasaran program, papar Gubernur, yakni meningkatkan kesejahetraan masyarakat dengan menggali potensi yang ada didaerahnya melalui aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

“Semoga penghargaan yang diterima meningkatkan kesadaran kita untuk lebih peka lagi terhadap lingkungan dan bisa menerapkan perilaku ramah lingkungan di kehidupan kita,” harapnya.

Kalsel sendiri diakui Kepala DLH Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana, berhasil memperoleh raihan tertinggi pada Proklim. Setidaknya ada 100 lebih desa yang terdaftar pada sistem register nasional Pengendalian Perubahan Iklim (PPI).

Kepala DLH Kalsel Hanifah Dwi Nirwana, saat memberi keterangan kepada awak media

“Kita berhasil mendaftarkan 147 desa Proklim,” bebernya.

Diantara ratusan desa tersebut, Hanifah mengaku, 2 diantaranya berhasil dinobatkan sebagai Kampung Iklim Lestari, yakni Desa yang dapat mereplikasi Proklim ke 10 desa lainnya.

“Ini ada dua desa yakni desa Jaro dan desa Kambitin Raya keduanya dari Kabupaten Tabalong,” ungkapnya.

Penghargaan Sasangga Banua diberikan kepada penggiat dan pelaku yang berusaha melestarikan lingkungan hidup di Banua dengan kategori perorangan yang diterima Qosim dari Barabai, sementara kategori kelompok diterima bank sampah limbah dan kategori pemerintah diterima Pemerintah Kabupaten HSS.

Adapun 7 Proklim tropi utama terbagi di Kabupaten Banjar, Tabalong, Balangan, Tapin, Tanah Laut dan Kota Baru. Lima (5) kabupaten/kota juga mendapat penghargaan sebagai Pembina Proklim yakni Kota Banjarmasin, Kabupaten Balangan, Hulu Sungai Selatan, Tanah Laut dan Barito Kuala.

“Proklim sebenarnya program dari Kementrian LHK, kita berikan mereka penghargaan untuk memberikan semangat untuk terus melakukan aksi-aksi mitigasi dan pengendalian perubahan iklim,” terangnya.

Dengan adanya aksi Proklim ini, menurutnya, masyarakat dapat mengantisipasi bencana yang diakibatkan perubahan iklim, terbangunnya kesadaran lingkungan, dapat mengelola sampah dengan baik dan dari sisi ekologi dapat mengatasi persoalan pencemaran tanah, udara dan air.

“Dengan program ini banyak yang mereka dapatkan, mulai dari sisi ekonomi, ekologi hingga sosial,” tutupnya. (SYA/RIW/RH)

Tahun 2023 : Dispar Kalsel Siapkan Event Internasional

BANJARMASIN – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, mempersiapkan berbagai event bertaraf Internasional, tahun 2023.

Kepada Abdi Persada FM, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, baru – baru tadi mengatakan, setelah sukses menggelar event bersifat nasional di Kalimantan Selatan, selama tahun tahun 2022 tadi, seperti Tour de Loksado di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dan pasar terapung di Kabupaten Banjar, maka tahun 2023 mendatang dipersiapkan event internasional.

“Event nanti diikuti beberapa negara, untuk memperkenalkan destinasi wisata di Banua,” katanya

Disampaikan Syarifuddin, rencananya event internasional yang akan digelar, diantaranya kompetisi Triathlon, yang menggabungkan 3 cabang olahraga sekaligus. Yakni renang, lari, dan bersepeda. Lomba ini digelar di Kabupaten Tanah Bumbu. Ia berharap banyak atlet mancanegara yang mengikutinya.

“Melalui event itu kami akan mengenalkan destinasi wisata, salah satunya Goa Liang Bangkai yang menjadi salah satu Geosite dari Geopark Meratus,” ucapnya

Lebih lanjut Syarifuddin menambahkan, untuk Tour de Loksado, yang sebelumnya hanya bersifat nasional, juga direncanakan menjadi event Internasional, seiring dengan akan berakhirnya pandemi COVID-19, tentu akan banyak atlet yang ikut nanti.

“Kita targetkan tahun 2023 mendatang, kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 20 ribu lebih dan Nusantara 5 ribu lebih, seperti tahun 2019 lalu,” tutup Syarifuddin. (NHF/RIW/RH)

Exit mobile version