DPRD Banjarmasin Minta Semua SKPD Samakan Persepsi Kriteria Warga Miskin

BANJARMASIN – Panitia Khusus (pansus) Raperda Penanggulangan Kemiskinan DPRD Kota Banjarmasin, meminta seluruh SKPD dilingkup Pemko menyamakan persepsi kriteria warga miskin.

Kepada sejumlah wartawan, Ketua Pansus Raperda Penanggulangan kemiskinan DPRD Kota Banjarmasin, Sukrowardhi, pada Jumat (26/8) menjelaskan, dari hasil pembahasan rapat sementara dengan beberapa SKPD lingkup Pemerintah Kota, untuk kriteria warga tidak mampu masih belum sinkron, SKPD memiliki kriteria masing-masing.

“Kita ingin disamakan dulu persepsi kriteria warga miskin, agar bantuan yang diberikan tidak tumpang tindih,” pintanya.

Disampaikan Sukhrowardi, dengan adanya perbedaan kriteria dari masing-masing SKPD seperti Dinas Sosial, Barenlitbangda, Pendidikan dan Kesehatan, menyebabkan data miskin di kota ini sangat banyak, ada sekitar dua ribu orang tersebar di lima Kecamatan di kota ini.

“Data yang belum terklasifikasi ini, tidak bisa dijadikan acuan untuk ditangani raperda penanggulangan miskin,” jelasnya

Lebih lanjut Sukro menambahkan, dalam pasal yang dibahas untuk Raperda Penanggulangan Kemiskinan, warga tidak mampu bukan hanya diberikan bantuan seperti sembako atau subsidi saja, namun sebaiknya diberdayakan, sesuai dengan kemampuan, agar bisa produktif dan tidak tergantung terus menerus melalui bantuan Pemerintah.

“Bagi warga miskin tidak ada pekerjaan, maka bantulah dengan memberikan pelatihan kerja sehingga memiliki usaha sendiri,” tutup Sukro. (NHF/RDM/RH)

Kesadaran Wajib Pajak Tinggi, Penerimaan PKB dan BBN-KB di Banjar Meningkat

BANJAR – Penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) di Kabupaten Banjar mulai mengalami pergerakan positif di Semester II pada Triwulan ketiga. Hal ini juga dipicu pertumbuhan tingkat kesadaran masyarakat terhadap pembayaran pajak kendaraan bermotor mulai meningkat serta diimbangi membaiknya perekonomian daerah.

Kepala UPPD Samsat Martapura, Zulkipli, saat berada di ruang kerjanya, mengakui, bahwa dua sektor tersebut mampu membawa dampak yang baik terhadap tren pendapatan.

Kepala UPPD Samsat Martapura, Zulkifli saat memaparkan tingkat penerimaan WP dan penerimannya

“Alhamdulillah, tingkat terhadap pembayaran pajak di Kabupaten Banjar mulai meningkat. Bahkan, mulai ke arah yang membaik,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, Kamis (25/8) siang.

Tercatat dari data penerimaan PKB di Kabupaten Banjar mampu memperoleh kas daerah sebesar Rp51,8 miliar lebih atau sekitar 55,4 persen. Sedangkan, BBN-KB telah menyentuh realisasi Rp39,2 miliar lebih.

“Atau sekitar 61,7 persen (BBN-KB) dengan target tahun 2022 sebesar Rp63,6 miliar. Kalau target PKB mencapai Rp93,5 miliar,” ucapnya.

Terlebih, menurutnya, capaian ini sangat jauh berbeda dibandingkan tahun 2021 lalu. Yang malah turun dibawah angka 50 persen.

“Kondisi ini memang dipicu adanya dampak dari pengaruh pandemi COVID-19,” ungkapnya.

Dengan meningkatnya penerimaan, Zulkipli berharap, perekonomian Kabupaten Banjar dapat mampu tercapai dengan baik, seiring mulai bertumbuhnya kesadaran masyarakat dalam memberikan kontribusi terhadap kemajuan daerah yang didukung dengan pembangunan.

“Semakin tingginya masyarakat yang membayar pajaknya untuk daerah otomatis pembangunan juga akan bagus,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

Tingkatkan Pelayanan, RSUD Moch Ansari Saleh Hadirkan Stroke Center

BANJARMASIN – Sesuai visi dan misinya, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Moch Ansari Saleh Banjarmasin terus mengupayakan pengembangan pelayanan unggulan dibidang penyakit saraf, yaitu membuka Stroke Center berkapasitas 10 tempat tidur yang berada di gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) lantai dua.

Direktur RSUD Moch Ansari Saleh Banjarmasin, Among Wibowo mengatakan, layanan baru tersebut memberikan manfaat dan membuka harapan baru untuk pelayanan pasien stroke yang membutuhkan penanganan dan pemantauan khusus.

“Layanan Stroke Center tersebut terintegrasi dengan berbagai bidang keahlian yang mendapat penanganan dokter spesialis saraf, bedah saraf, penyakit dalam, jantung, anestesi dan rehabilitasi medis,” kata Among, belum lama tadi.

Menurut Among, apabila pasien datang ke rumah sakit dengan gejala stroke, maka mendapatkan penanganan di IGD dan selanjutnya bila kondisinya perlu pengawasan khusus dilakukan perawatan di ruang Stroke Center.

“Penyakit stroke menjadi salah satu perhatian pemerintah karena termasuk tiga besar penyakit penyebab kematian terbanyak dan kecacatan terbanyak,” jelasnya.

Among berharap, dengan dibukanya layanan Stroke Center di RSUD Moch Ansari Saleh dapat memberikan pelayanan yang lebih baik lagi dan tidak perlu dirujuk ke rumah sakit lainnya.

“Mudah-mudahan bisa menekan angka kematian dan kecacatan serta pasien bisa dilayani di RSUD Moch Ansari Saleh secara komprehensif,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Sukseskan MTQ Nasional ke 29, Setwan Kalsel Siap Fasilitasi Kafilah Asal Bali

BANJARMASIN – Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalsel telah memantapkan kesiapan dalam memfasilitasi peserta kafilah asal Bali pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Nasional ke-29.

Hal ini sesuai arahan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor bahwa dalam pelaksanaan MTQ tersebut masing-masing SKPD lingkup Pemprov bertugas mendampingi kafilah dari berbagai provinsi.

Plt Sekretaris DPRD Provinsi Kalsel, Muhammad Jaini mengatakan, pihaknya sudah melakukan rapat internal untuk menyukseskan kesiapan pelaksanaan MTQ, khususnya bagi kafilah Bali untuk akomodasi dan transportasi mereka.

“Kami akan memfasilitasi peserta kafilah dari Bali sebanyak 50 orang dan 10 orang official dengan menyediakan penginapan di salah satu hotel di Banjarbaru dan armada transportasi. Kalau ada tambahan armada lain, kami masih koordinasikan, saat ini kami masih menunggu petunjuk teknis dari panitia Pemprov,” kata Jaini kepada wartawan, di ruang kerjanya, Jum’at (26/8).

Rencananya peserta kafilah dari Bali juga akan diajak mengunjungi wisata, khususnya di Banjarbaru kalau kondisi memungkinkan atau para peserta ada waktu luang disela kegiatan MTQ.

Jaini menambahkan sebagai tuan rumah MTQ Tingkat Nasional, sudah seharusnya memberikan pelayanan yang terbaik, bukan hanya menyukseskan pelaksanaan tetapi bisa memberikan kesan terbaik.

“Sehingga dari pelaksanaan MTQ tersebut bisa memberikan dampak yang baik pula bagi seluruh masyarakat, khususnya di Kalsel,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Harapkan Paman Birin Achery Cup Dapat Lahirkan Atlet Panahan Berprestasi

BANJARMASIN – Pada penyelenggaraan Festival Olahraga Tradisional Paman Birin Achery Cup Tahun 2022, diharapkan dapat melahirkan atlet panahan berprestasi yang dapat membanggakan Provinsi Kalsel.

Harapan tersebut disampaikan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor dalam sambutannya, pada kegiatan di Festival Olahraga Tradisional Paman Birin Achery Cup Tahun 2022 di Lapangan Panahan Banjarbaru, Kamis (25/8).

Foto bersama Gubernur Kalsel dan panitia

Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini mengatakan, saat ini cabang olahraga panahan semakin mempopulerkan di kalimantan selatan, sehingga dapat lebih dikenal dan diminati oleh masyarakat dan dapat meningkatkan prestasi olahraga panahan di Provinsi Kalimantan Selatan.

“Olahraga panahan memang tidak sepupuler olahraga-olahraga lainnya. namun sekarang, olahraga ini mulai banyak diminati masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Gubernur, sekarang banyak klub atau perkumpulan masyarakat yang menggelar latihan olahraga memanah, termasuk dari jajaran Dinas ESDM Kalsel, bahkan mampu menggelar sebuah turnamen.

“Kami berharap sekarang dan ke depan, olahraga memanah dapat terus menunjukkan progres peningkatan, baik dari segi pembinaan maupun raihan prestasi,” tutur Paman Birin.

Oleh karena itu, kepada para atlet panahan agar dapat meraih prestasi terbaik mereka, untuk Provinsi Kalimantan Selatan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kalsel Hermansyah mengapresiasi diselenggarakannya turnamen panahan paman birin cup ini.

“Peserta cukup antusias tidak hanya dari Kalsel saja terapi ada dari Kalteng dan Kaltim,” ungkapnya.

Sedangkan, Panitia Pelaksana Nor Bambang mengatakan, kegiatan festival panahan ini digelar mulai tanggal 25-28 Agustus 2022 dengan jumlah peserta 35 klub panahan berasal dari Kalsel, Kaltim dan Kalteng dengan total 304 atlet. Dengan kategori yang dipertandingan pada event ini yaitu Standarbow U10, Standarbow U12, Standarbow U15, Standarbow Nasional, Recurve Nasional, Fullset Umum 20m, Compound Nasional, Barebow Nasional 50m, Barebow Umum 20m, dengan Total peserta 304 Atlit. (SRI/RDM/RH)

Exit mobile version