Perda Pajak Daerah Terus Didorong, Yani Helmi Terapkan Sosialisasi Secara Berkelanjutan

TANAH BUMBU – Keberadaan Perda Nomor 05 Tahun 2011 milik Pemerintah Provinsi Kalsel diyakini dapat mendorong secara optimal penerimaan kas daerah agar mampu berkembang dengan baik.

Selain termaktub dalam peraturan resmi itu, pandangan ini juga dikemukakan langsung oleh anggota DPRD Provinsi Kalsel, Muhammad Yani Helmi, usai menggelar sosialisasi Perda terkait Pajak Daerah Pemprov Kalsel di Desa Sarigadung, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Senin (4/4) siang.

“Bagaimana masyarakat diatur sedemikian rupa melalui peraturan daerah sehingga ada tata cara membayar pajak yang mana sudah menjadi sebuah kewajiban,” ujarnya.

Selain menjelaskan langkah dan upaya dalam penerimaan di sektor Pajak Kendaraan Bermotor hingga Bea Balik Nama (BBN-KB). Perda itu juga mengatur pendapatan di sektor Pajak Air Permukaan (PAP).

“Ketika bicara Perda, itu tidak hanya pajak daerah, ada juga penerimaan lainnya bekaitan dengan pendapatan kas yang tentu selalu bersama-sama kami kejar. Sehingga, masyarakat dapat memahami dan mengerti apa yang menjadi sebuah kewajibannya,” paparnya Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar di DPRD Provinsi Kalsel, Muhammad Yani Helmi.

Politisi Partai Golkar di Komisi II menambahkan, keberadaan Perda itu turut mewujudkan transparansi dalam memudahkan masyarakat yang berhak mendapatkan pelayanan.

“Karena di Komisi II karena Bakeuda Provinsi Kalsel merupakan mitra, saya berkomitmen terus mengawal serta mendorong mereka untuk berkeliling dalam mengedukasi masyarakat terkait Perda tersebut,” ungkapnya.

Agar mampu mendongkrak penerimaan secara berkelanjutan, Yani Helmi mengatakan, salah satunya adalah sosialisasi secara terus menerus ke masyarakat dengan terjun melakukan pendekatan langsung kepada konstituennya.

Peserta yang mengikuti kegiatan Sosper Perda Pajak Daerah oleh anggota Komisi II DPRD Kalsel, M. Yani Helmi

“Ini terus kita digaungkan ke kabupaten/kota termasuk di Tanbu. Selama kegiatan sosialisasi Perda tentu hal tersebut berkaitan jelas dengan pendapatan bagi kas daerah,” papar anggota Komisi II di DPRD Provinsi Kalsel.

Sementara itu, Kasi Pelayanan PKB dan BBN-KB UPPD Samsat Batulicin, Haryadi, mengatakan, agar penerimaan yang tertuang dalam Perda Pajak Daerah Pemprov Kalsel mampu direalisasikan secara optimal langkah kongkritnya tentu memaksimalkan layanan unggulan.

“Salah satu inovasi yang dikembangkan saat ini adalah Samsat Keliling (Samkel) dan diarahkan beberapa daerah istilahnya jemput bola dengan mengoptimalkan dua unit,” bebernya.

Dikonfirmasi dilokasi yang sama, Kasi Pendapatan Lainnya (PL) UPPD Samsat Batulicin, Indra Abdillah, menyampaikan, salah satu fasilitas penunjang untuk mendukung kemudahan pelayanan khususnya penerimaan Pajak Air Permukaan (PAP), perusahaan yang tercatat sebagai wajib pajak hanya tinggal mengoptimalkan penggunaan aplikasi bernama SIPAPAN.

“Saat ini kami masih perlu melakukan sosialisasi kepada tiap-tiap perusahaan di Tanah Bumbu sehingga mereka dapat mengisi data dengan akurat dan benar sesuai apa yang ada di lapangan,” ungkapnya. (RHS/RDM/APR)

PEMKO BANJARMASIN GELAR PASAR MURAH RAMADHAN DI KANTOR KECAMATAN BANJARMASIN BARAT

BANJARMASIN – Naiknya harga bahan pokok sembako di pasaran saat ini, membuat Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Perdagangan selama Bulan Ramadhan melaksanakan Pasar Murah. Seperti, pelaksanaan Pasar Murah Ramadhan di halaman Kecamatan Banjarmasin Barat.

Pasar Murah Ramadhan ini dibuka langsung Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, Selasa (5/4).

“Dilaksanakannya Pasar Murah Ramadhan oleh Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Perdagangan Kota Banjarmasin, merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap Bulan Ramadhan,” ungkapnya.

Menurut Ibnu, tujuan dilaksanakannya Pasar Murah Ramadhan ini, tentu untuk membantu masyarakat di Kecamatan Banjarmasin Barat, untuk mendapatkan harga lebih murah dibandingkan dengan harga di pasaran.

Warga antri membeli minyak goreng

Harga minyak goreng dijual berkisar Rp21.000 yang biasa di pasaran dijual seharga Rp24.000 perliter, gula dijual Rp12.800 sampai Rp13.000 per kilo dipasaran dijual Rp13.500 – Rp14.000 perkilo.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Banjarmasin Ichroom Mutezar mengatakan, alasan dilaksanakan Pasar Murah Ramadhan selama Bulan Ramadhan, dikarenakan harga bahan pokok mengalami kenaikan di pasaran.

Dengan dilaksanakannya Pasar Murah Ramadhan semakin mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Untuk mendapatkan harga distributor.

“Selama Bulan Ramadhan ini, Dinas Perdagangan Kota Banjarmasin akan menggelar Pasar Murah Ramadhan sebanyak 16 titik, 4 titik dengan sistem Bazar, sedangkan sisanya Pasar Murah Ramadhan biasa,” ucap Tezar. (SRI/RDM/APR)

DPRD BANJARMASIN GELAR RDP TERKAIT LKPj WALIKOTA TAHUN 2021

BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banjarmasin, menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan SKPD dilingkup Pemerintah kota.

Kepada sejumlah wartawan, Wakil Ketua DPRD kota Banjarmasin, Muhammad Yamin menjelaskan, pembahasan rapat ini, menyikapi pengajuan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota Banjarmasin tahun 2021, yang diajukan pada Kamis (24/3) lalu.
Rapat LKPj ini di bahas masing-masing empat komisi sesuai dengan mitra kerjanya, digelar mulai Senin (4/4) sore kemarin, dijadwalkan hingga pekan depan.

“Sebelumnya Senin (4/4) pagi, kami gelar rapat paripurna pembentukan susunan alat kelengkapan dewan, dilanjutkan penyampaian raperda inisiatif tentang penyelenggaraan toleransi kehidupan bermasyarakat,” ucapnya, Selasa (5/4).

Wakil Ketua DPRD kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, saat memberikan komentarnya

Yamin menjelaskan, selama pelaksanaan rapat LKPj ini, berjalan lancar dan tertib, meski pada bulan suci Ramadhan, tidak mengganggu dalam beraktifitas, terbukti kehadiran anggota dewan dan Kepala Dinas bersama Kabid dan Kasinya tepat waktu.

“Kita ingin terjalin sinergitas dari kalangan legislatif, yang baru saja berubah posisinya di alat kelengkapan dewan, dengan pihak eksekutif,” katanya

Lebih lanjut politisi Gerindra DPRD Banjarmasin ini menambahkan, hasil rapat
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota Banjarmasin tahun 2021, akan disampaikan ke unsur pimpinan untuk diberikan rekomendasi, melalui nantinya disampaikan dalam rapat paripurna, dan ini tentu mewujudkan pembangunan di kota seribu sungai lebih terarah.

Suasana Rapat Pembahasan LKPj di Komisi II DPRD Banjarmasin

“Mari bersama-sama membangun kota ini, untuk menjadikan maju terdepan dari kota besar lainnya,” tutup Yamin.

Untuk diketahui, dari hasil rapat paripurna
pembentukan susunan alat kelengkapan dewan, Komisi I dipimpin Faisal Heriyadi, Komisi II Awan Subarkah, Komisi III Hilyah Aulia, Komisi IV Saut Nathan Samosir. Sedangkan jabatan Badan Kehormatan (BK) Muhammad Isnaini dan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) Darma Sri Handayani. (NHF/RDM/APR)

Jual Minyak Goreng Murah, Pasmur Gatriwara Kalsel Diserbu Warga

Banjarmasin – Baru hitungan detik dibuka oleh Ketua Gabungan Istri Wakil Rakyat (Gatriwara) Kalsel, Faridah Supian HK didampingi Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, Pasar Murah Ramadhan 1443 Hijriah yang digelar di halaman belakang kantor “Rumah Banjar” diserbu warga, Selasa (5/4).

Mereka rela antri dan berdesakan berebut minyak goreng murah yang disediakan di satu stand khusus dan dijual hanya dengan harga Rp21.000 – Rp22.000 perliternya. Tak hanya itu, warga pun semakin membludak setelah Ketua DPRD Kalsel membeli beberapa dus minyak goreng dan dibagikan secara cuma-cuma kepada warga.

Ketua Pelaksana Pasar Murah Gatriwara Kalsel, Sanita M Syaripuddin, mengungkapkan ada sekitar 40 kios yang berpartisipasi dengan menjual berbagai produk, mulai dari produk makanan segar, sembako, hingga makanan beku dan peralatan makan. Termasuk minyak goreng berbagai merek dan gula pasir yang saat ini dibutuhkan warga.
Menurutnya pasar murah digelar untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat mendapatkan sembako dengan harga yang lebih murah dibandingkan di pasaran. Apalagi di bulan Ramadhan seperti saat ini, dimana kebutuhan pokok meningkat.

“Kita berharap kegiatan ini setidaknya dapat membantu masyarakat kita yang kesulitan karena harga minyak goreng kemasan meningkat dua kali lipat,” ungkapnya didampingi Ketua Gatriwara Kalsel, Faridah Supian HK dan Bendahara Gatriwara Kalsel, Yuana Dewi M Yani Helmi.

Sementara itu, Ketua DPRD Kalsel, Supian HK memberikan apresiasi kepada Gatriwara Kalsel yang telah menggelar kegiatan tersebut. Ia juga meminta agar pasar murah ini kembali digelar di akhir Ramadhan, termasuk juga melibatkan para Wakil Rakyat lainnya di “Rumah Banjar” dan para pengusaha untuk berkolaborasi membantu warga memenuhi kebutuhannya menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Mudah-mudahan jelang lebaran nanti juga ada kegiatan serupa dari Gatriwara, mengingat kebutuhan juga akan meningkat,” tuturnya.

Pasar Murah Gatriwara juga diikuti oleh instansi lain, seperti Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel serta Bulog. (NRH/RDM/APR)

SKPD Kalsel Diminta Fokus Tingkatkan Akuntabilitas Kinerja

BANJARBARU – Hasil evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP) Kalsel tahun 2021 mencapai 78,91. Meningkat sebesar 0,42 persen dibanding tahun 2020, yaitu sebesar 78,49.

Hal ini disampaikan Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Setdaprov Kalsel, Sulkan, usai menghadiri penyerahan hasil evaluasi akuntabilitas kinerja dan pelaksanaan reformasi birokrasi oleh Kementrian PAN-RB secara virtual di Command Center Setdaprov Kalsel, pada Selasa (5/4).

Meski dapat dikatakan hasil tersebut belum meningkat secara signifikan, namun SAKIP Kalsel masih berada pada kategori BB (Sangat Baik).

“Pada dasarnya akuntabilitas kinerja kita semuanya meningkat, tidak ada yang turun dibanding tahun 2020, namun peningkatannya masih sedikit. Nah kita mau tahun 2022 ini terjadi lompatan yang signifikan. Sehingga berubah dari BB menjadi A,” ucapnya.

Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Setdaprov Kalsel, Sulkan

Sulkan membeberkan, ada 5 indikator yang menentukan hasil evaluasi SAKIP ini. Diantaranya akuntabilitas perencanaan, akuntabilitas pengukuran, akuntabilitas pelaporan, dan akuntabilitas evaluasi internal, serta akuntabilitas capaian kinerja.

“75 persen SKPD kita harus mendapat nilai A agar hasil evaluasi SAKIP Kalsel juga berubah jadi A,” terangnya.

Sehingga dilanjutkannya, perlu komitmen seluruh pimpinan SKPD untuk memperbaiki semua kriteria yang direkomendasikan oleh Kementrian PAN-RB dalam laporan hasil evaluasi ini.

“Untuk itu, segera nanti mungkin dirapatkan dibawah pimpinan pak Sekda untuk lebih fokus lagi untuk memperbaiki target kinerja kedepan,” ungkapnya.

Dalam penyerahan tersebut juga diketahui, atas pembinaan Pemprov Kalsel, Kabupaten HSS berhasil meraih predikat A pada SAKIP tahun 2021.

“Ini merupakan cambuk bagi kita semua, utamanya para SKPD untuk lebih fokus lagi meningkatkan akuntabilitas ini dalam segala aspek,” tutupnya.(SYA/RDM/APR)

Polda Kalsel Bongkar Aksi Penyalahgunaan BBM Bersubsidi, Delapan Tersangka Ditangkap

Banjarmasin – Sistem monitoring dan pengawasan ketat distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi kembali membuahkan hasil, dengan terbongkarnya aksi penyalahgunaan BBM atas Solar Subsidi di wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel).

Pengungkapan kasus penyimpangan BBM Bersubsidi ini terwujud atas kerjasama yang baik antara Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalsel dan Polres Jajaran yang berhasil menangkap 8 (delapan) pelaku. Dari penangkapan itu, polisi juga mengamankan 3.075 liter Solar dengan total kerugian mencampai Rp. 14.182.500,- (Empat belas juta seratus delapan puluh dua ribu lima ratus rupiah).

Kedelapan pelaku tersebut berinisial AS, DA, BU, SA, RS, HY, SU, dan AR. Mereka ditangkap di lokasi dan wilayah berbeda.

Hal itu disampaikan Kapolda Kalsel Irjen Pol Rikwanto melalui Kabid Humas Kombes Pol Mochamad Rifa’i di Banjarmasin, pada Selasa (5/4).

Ia menuturkan, selain Ditreskrimsus Polda Kalsel, Polres yang turut serta mengamankan para tersangka diantaranya Polres Hulu Sungai Selatan, Polres Hulu Sungai Tengah, dan Polres Balangan.

Dikatakan oleh Kabid Humas, modus yang dipakai para pelaku adalah melakukan pengisian secara berulang – ulang untuk di jual kembali melebihi harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh Pemerintah.

“Pada saat melakukan pengisian, para pelaku menggunakan jerigen dan drum kosong, bahkan mobil yang telah di modifikasi tangkinya pun digunakan para pelaku agar bisa menampung banyak BBM jenis solar,” ujarnya.

Selain mengamankan 3.075 liter solar dan 8 tersangka, polisi juga menyita barang bukti lainnya seperti Mobil dan truk lengkap dengan STNK, struk pembelian, jerigen, drum, tangki modifikasi, pompa air, dan uang tunai. (BIDHUMASPOLDAKALSEL-RIW/RDM/APR)

Tebar Kebaikan di Bulan Ramadhan, Bank Kalsel Bagikan Ratusan Takjil

Banjarmasin – Momentum bulan suci Ramadhan 1443 Hijriah
dimanfaatkan oleh jajaran Bank Kalsel untuk menebar kebaikan dengan membagikan
kotak makanan berbuka puasa secara gratis kepada masyarakat, di Perempatan
Jalan Lambung Mangkurat, Banjarmasin. Direktur Utama Bank Kalsel, Hanawijaya menuturkan, momentum bulan Ramadhan
merupakan bulan yang sangat baik untuk mengerjakan amal kebaikan, salah satunya
berbagi takjil kepada masyarakat yang melakukan perjalanan menuju rumahnya.

“Kegiatan ini kita lakukan sebagai wujud kepedulian kami kepada masyarakat yang
menjalankan ibadah puasa, namun tidak sempat berbuka karena masih dalam
perjalanan. Kami harap kegiatan ini bisa bernilai pahala dan berkah,” terangnya saat
ditemui sesaat setelah membagikan takjil, Senin (4/4).

Tercatat sebanyak 300 takjil dibagikan di tahap awal bulan Ramadhan 1443 Hijriah ini. Pembagian makanan gratis untuk berbuka tersebut, dilaksanakan dari Senin
hingga Jumat di beberapa tempat selama Bulan Suci Ramadhan.

“Jadi kegiatan berbagi di bulan Ramadhan ini memang rutin digelar setiap tahunnya, dan ini murni inisiatif insan Bank Kalsel untuk berbagi kepada sesama. Terus semangat menjalankan ibadah puasa, tetap jaga kesehatan dan menerapkan
protokol kesehatan,” pungkasnya. (ADV-RIW/RDM/APR)

Exit mobile version