Ikut Kompetisi Sepakbola Antar Wartawan Piala Walikota Solo 2022, Paman Birin, Anies dan Gibran Bakal Tanding Bersama Ganjar

JAKARTA – Turnamen Sepakbola Antar Wartawan  Se-Indonesia bakal digelar untuk memperebutkan Piala Walikota Solo 2022.  Kegiatan akan digelar pada 12 hingga 20 Februari 2022 di kota Solo, dan dipastikan diikuti oleh delapan tim wartawan daerah.

Kedelapan tim tersebut merupakan tim wartawan tuan rumah Solo, SIWO PWI Jakarta, SIWO PWI Yogyakarta, SIWO PWI Jateng, SIWO PWI Jatim, SIWO PWI Kalsel, SIWO PWI Riau dan SIWO PWI Jawa Barat.

Namun yang bakal menjadi titik perhatian pada acara pembukaan, bakal diramaikan eksibisi tanding sepakbola antar para tokoh nasional.

Turnamen ini nantinya akan diselingi pertandingan eksibisi antara tim Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo melawan Tim Walikota Solo, Gibran Rakabuming yang menurut rencana akan digelar di Stadion Sriwedari pada 12 Februari pukul 16.00 WIB.

Laga eksibisi tersebut juga bakal diperkuat sejumlah tokoh nasional dan sepakbola, seperti Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, Presiden Madura United FC, Achsanul Qosasi, Rully Nere, Hery Kiswanto, Ferril Raymond Hattu, Agung Setiabudi, Achmad Muhariyah dan eks timnas lainnya.

Selain laga eksibisi, juga akan digelar seminar nasional Sport Tourism dengan pembicara Kemenparekraf, Sandiaga Uno, Menpora Zainudin Amali, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan Walikota Surakarta, Gibran Rakabuming, yang diadakan pagi hari, 12 Februari 2022.

Ketua Panpel Pusat Turnamen Sepakbola Antarwartawan Se-Indonesia, Erwiyantoro mengatakan, turnamen yang mengambil tema Sepakbola Untuk Persahabatan tersebut diperkirakan akan menyedot perhatian masyarakat tanah air.

“Turnamen bukan hanya ajang silahturahmi para wartawan namun juga dijadikan ajang pertemuan tokoh nasional serta legenda pesepakbola tanah air,” ungkap Erwiyantoro.

Menyinggung kepersertaan sejumlah tokoh pada laga eksibisi nanti, diakui Erwiyantoro, pihaknya telah mengirim surat permohonan mengikuti laga eksibisi tersebut.

“Kami sudah melayangkan surat permohonan menjadi peserta laga eksibisi tersebut kepada yang bersangkutan, sebut saja Erick Thohir, Raffi Achmad dan lainnya. Kami berharap permintaan kami ini mendapat tanggapan positif yang bersangkutan. Yang sudah memastikan main ya itu tadi, Ganjar Pranowo dan Mas Walikota, Gibran,” jelas Erwiyantoro.

Secara terpisah Ketua PWI Kalsel Zainal Helmie saat dikonfirmasi, mengaku bangga dengan Paman Birin masuk daftar kepala daerah untuk ikut dalam pertandingan persahabatan dengan para tokoh nasional.

“Kita bangga tentunya sebagai warga Banua, karena Paman Birin diajak silaturahmi dengan para tokoh nasional lainnya di turnamen antar wartawan Piala Walikota Solo. Ini bukti bahwa Paman Birin diakui kepeduliannya di bidang olahraga sehingga diundang dalam tanding eksibisi dengan tokoh nasional,” kata Helmie pada Rabu (19/1).

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor mengucapkan terima kasih dan salam hormat dengan panitia yang memilih dirinya masuk dalam daftar pemain di laga persahabatan Piala Wali Kota Solo 2022.

“Ini merupakan sebuah kehormatan dan  bagi kami masyarakat Kalimantan Selatan. Insya Allah saya akan hadir dan ikut dalam pertandingan sepakbola persahabatan bersama tokoh nasional itu,” ucap Paman Birin. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Diskominfo Kalsel Sosialisasikan Pergub Satu Data

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus berupaya untuk mendukung terbangunnya sistem statistik Nasional, dimana ketersediaan data yang berkualitas, mudah di akses dan digunakan dapat terwujud.

Ditunjuk sebagai pengelola data seluruh SKPD di provinsi ini, Diskominfo prov Kalsel menggelar sosialisasi Pergub Kalsel Nomor 078 Tahun 2021 tentang Satu Data di Aula Iberani Sulaiman Setda Prov Kalsel, Rabu (19/1) pagi.

Dalam sambutannya yang dibacakan Asisten III Administrasi Umum Setda Prov Kalsel, Adi Santoso, Sekda Prov Kalsel, Roy Rizali Anwar, menyampaikan Pergub ini merupakan wujud komitmen untuk mendorong keterbukaan dan transparansi data demi pembangunan yang berkualitas.

(ki-ka), Asisten III Administrasi Umum Setda Prov Kalsel, Adi Santoso, didampingi Kabid Informasi Publik dan Statistik Diskominfo Kalsel, Syarifah Norhani

“Hadirnya Pergub ini harus diiringi dengan upaya teknis bagaimana nantinya di lapangan. Untuk itu, setelah tersosialisasinya Pergub ini, saya harapkan pemangku kepentingan yang hadir disini dapat menindaklanjuti langkah selanjutnya, serta memahami kontribusi dan tugasnya dalam penyelenggaraan Kalsel Satu Data,” harapnya.

Kendala perencanaan pembangunan terutama di daerah sering tidak tepat sasaran, dikarenakan belum sepenuhnya berlandaskan padata data dan informasi yang tepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Belum adanya tata kelola data dan informasi daerah, membuat data-data mikro yang seharusnya dimiliki masing-masing SKPD belum belum lengkap dan update. Dan tentu ini menjadi hambatan ketika Intervensi pembangunan diperlukan,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Bidang Informasi Publik dan Statistik Diskominfo Prov Kalsel, Syarifah Norhani, menyebutkan, masih setengah dari total SKPD di Provinsi ini yang telah menyetorkan data kepada pihaknya.

“Dangan adanya payung hukum ini, kita akan berikan lagi pemahaman betapa pentingnya saat ini data diperlukan. Karena Diskominfo di tunjuk sebagai pengelola data, maka seluruh SKPD wajib menyetorkan datanya,” jelasnya.

Penyetoran data yang akurat, menurutnya akan memudahkan penyaluran bantuan agar dapat tersalurkan dengan baik.

“Dengan ada data yang akurat, pengambilan keputusan dan perencanaan pembangunan juga akan tersusun dengan baik,” pungkasnya.

Melalui sosialisasi pergub ini, diharapkan arah konsep Kalsel Satu Data dapat mengakomodir segala kebutuhan data pembangunan Kalsel dan menemukan solusi terkait hambatan ketersediaan data-data pembangunan daerah. (SYA/RDM/RH)

Tangkal Radikalisme, Yani Helmi Sosialisasikan Ideologi Pancasila dan Wasbang di Kotabaru

KOTABARU – Paham radikalisme kini mulai menyusupi di semua lini masyarakat terlebih generasi muda. Untuk menghilangkan ancaman itu, perlu didukung dengan materi khusus pembinaan sebagai anti pemicu tumbuhnya arogansi tersebut. 

Selain dihadiri masyarakat Stagen, Kotabaru, kegiatan ini juga banyak diikuti peserta didik dari tingkat SMA

Agar mampu terwujud, anggota DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, menyelenggarakan  Sosialisasi Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Desa Stagen, Pulau Laut Utara, Kotabaru, Selasa (18/1) siang.

Anggota DPRD Kalsel, M. Yani Helmi saat diwawancarai oleh sejumlah wartawan, di Desa Stagen, Pulau Laut Utara, Kotabaru

“Tentu saja ini sangat bermanfaat bagi masyarakat terutama generasi millenial yang juga ikut dalam kegiatan sosialisasi tersebut. Bagaimana kita cinta terhadap negara, keanekaragaman dan bahkan sukunya semuanya lengkap disini,” ujar anggota dewan yang akrab disapa Paman Yani itu.

Sebagai bagian dari perwakilan rakyat daerah ditingkat Kalsel, hal ini pun menjadi kewajibannya untuk mengingatkan agar tidak terjerumus di jalan yang salah. Bahkan bertolak belakang dengan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 serta asas Pancasila.

“Tidak lupa tadi juga masyarakat dan siswa yang ikut juga dibekali sosialisasi tentang bahaya adanya radikalisme. Perlu kita ulang kembali, pemahaman kecintaan terhadap NKRI perlu ditanam bahkan digelorakan lagi. Tujuannya, agar generasi muda khususnya di Kotabaru ini tidak mudah terprovokasi yang dengan mudah memecah belah,” ucap anggota DPRD Kalsel Dapil VI Kabupaten Kotabaru dan Tanah Bumbu dari Komisi II membidangi Ekonomi dan Keuangan itu.

Selain menekan radikalisme yang menjadi ancaman, Paman Yani menginginkan setiap genarasi muda sebagai kaum milenial ini tentu harus memiliki sikap cinta tanah air bahkan hal tersebut telah dituangkan di dalam empat pilar berbangsa dan bernegara.

“Paham radikalisme harus benar-benar diwaspadai. Maka dari itu, kami beri pemahaman secara baik melalui sosialisasi yang diselenggarakan. Tentu saja, diharapkan generasi milenial yang tangguh dalam mengisi kemerdekaan dengan banyak memberikan manfaat untuk banua Kalsel khususnya bagi negera kita Indonesia,” ucapnya.

Wakil Ketua Fraksi dari Partai Golkar di DPRD Kalsel itu juga menyoroti perkembangan media sosial di zaman ini yang diakui sangat mudah menyebarluaskan informasi hoax.

“Sekarang sudah banyak informasi media sosial dan itu kita dituntut harus bijak dalam penggunaanya bahkan harus dipilah dulu tidak semuanya benar perlu di telaah. Akan tetapi, bagaimana cara memfilternya dengan baik dan cerdas agar tidak terpengaruh,” tegasnya.

Sementara itu, Plt Kabid Politik Bakesbangpol Kalsel, Indra Nurul Huda, mengakui, bahwa materi tentang pemahaman ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan sangat penting disosialiasikan. Terlebih generasi muda diharapkan mampu menelaah secara lebih mensalam agar tidak mudah terprovokasi terhadap radikalisme saat ini.

“Penting sekali adanya wawasan kebangsaan ini untuk membuka pemikiran apalagi khususnya bagi generasi muda yang ikut kegiatan tadi, kita akui penting sekali karena ini merupakan pendidikan yang sebelumnya ada di satuan pendidikan (sekolah) dengan tujuan selain memperkaya ilmu pengetahuan kewarganegaraan juga mampu memperkuat ideologi serta memperkokoh satu kesatuan berbangsa dan bernegara,” paparnya.

Ditempat yang sama, Kapolsek Pulau Laut Utara, Iptu Danu Pratikno, menyampaikan, indikasi terhadap paham radikaliame sudah mulai masuk di Kotabaru. Untuk mengantisipasinya, disarankan generasi muda dapat lebih cerdas dalam memilah informasi supaya tidak terjerumus hal negatif yang tentu dapat menyebabkan perpecahan.

“Dengan adanya Sosialisasi ini kami pun mengharapkan radikalisme mampu ditekan dan diantisipasi sehingga membuat kita lebih waspada. Selain itu, informasi apapun yang memicu pergerakan yang bersifat radikal dan mencurigakan bisa difilter atau disaring terlebih dahulu,” harapnya.

Untuk diketakui, kegiatan ini selain dihadiri masyarakat umum juga diikuti sejumlah siswa/siswi tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) yang tak jauh dari kegiatan penyelenggaraan Sosialisasi Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan itu. (RHS/RDM/RH)

Exit mobile version