Bentuk Kecintaan Terhadap Alam, BPSDMD Kalsel dan LAN RI Laksanakan Penanaman di Gunung Kupang Banjarbaru

BANJARBARU – Badan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Kalimantan Selatan dan Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI melakukan penanaman pohon di lahan seluas 19,7 hektar yang dihibahkan oleh Pemprov Kalsel, di Gunung Kupang, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, Senin (15/11).

Kepala LAN RI, Adi Suryanto saat memberikan sambutan pada acara hibah lahan dari Pemprov Kalsel, di Cempaka, Banjarbaru.

Tak hanya diikuti oleh jajaran BPSDMD Kalsel dan LAN RI, kegiatan ini juga dihadiri anggota Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda yang sekaligus menyaksikan rencana pembangunan tanah yang diketahui sekarang sudah menjadi hak kepemilikan LAN RI di Banjarbaru.

Kepala LAN RI, Adi Suryanto mengungkapkan, sangat mengapresiasi dengan kegiatan tersebut. Bahkan, menanam satu pohon sudah menyumbangkan satu oksigen untuk paru-paru dunia.

“Setidaknya membuat bermanfaat dan tidak bagi orang lain tidak salah. Ini merupakan gerakan yang sangat positif sekali dan mendukung dengan adanya program gerakan menanam pohon,” ungkapnya.

Bahkan, dirinya mengajak masyarakat Indonesia khususnya di Kalsel untuk mempertahankan kelestarian alam dengan cara melakukan reboisasi atau penanaman kembali.

“Ayo, sama-sama kita melakukan hal kebaikan. Karena ini merupakan langkah nyata sebagai bentuk kontribusi kita terhadap alam,” imbuhnya.

Kepala BPSDMD Provinsi Kalsel, Muhammad Nispuani menghimbau, agar gerakan menanam pohon ini terus digalakkan. Bahkan, program tersebut merupakan langkah atau pencegahan dari berbagai macam bencana termasuk resiko banjir.

“Pohon yang kami tanam disini bersama Kepala LAN RI seluruhnya yang bisa menyerap air, seperti durian, kepala gading, durian dan lain-lain masih banyak lagi. Tentu, kita berharap ini menjadi manfaat baik bukan hanya bisa dinikmati tetapi juga dapat membantu mencegah banjir,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan Kabid Pengembangan Kompetensi Manajerial dan Fungsional BPSDMD Provinsi Kalsel, Ahmad Bagiawan. Menurutnya, tidak hanya gerakan dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kalsel yang diambil sebagai contoh. Namun, peran masyarakat saat ini juga dibutuhkan.

“Kerjasama ini diharapkan bisa terus tumbuh sehingga dapat bermanfaat bagi kelangsungan hidup selanjutnya, tentu anak dan cucu kita,” ujarnya.

Sementara itu, lahan yang dihibahkan Pemprov Kalsel untuk Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI dengan luas 19,7 hektar, di Kecamatan Cempaka, Banjarbaru dan disaksikan oleh Komisi II DPR RI itu akan dibangun kantor sekretariat, GOR, masjid, gedung pembelajaran, auditorium. (BPSDMD-RHS/RDM/RH)

DPRD Sambut Positif Aksi Unjuk Rasa KAKI Kalsel

BANJARMASIN – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar aksi unjuk rasa di halaman gedung DPRD Kalsel, Senin (15/11).

Suasana Aksi Unjuk Rasa KAKI Kalsel ke DPRD Kalsel

Mereka mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalsel untuk mengajukan gugatan atau uji materi terhadap Undang-Undang Minerba Nomor 3 Tahun 2020. Pasalnya, Undang-Undang yang dijanjikan akan menjadikan tata kelola pertambangan menjadi lebih baik dinilai tidak terealisasi.

“Kami ingin melalui DPRD Kalsel melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi,” kata Ketua KAKI Kalsel, Ahmad Husaini.

Selain itu, dengan undang-undang baru tentang tata kelola pertambangan ini, menurutnya, hak otonomi daerah dikebiri dan pengelolaan hasil bumi menjadi sistem sentralistik.

“Berdasarkan data yang kami dapat, ada 400 izin tambang di Kalsel. Sedangkan Kalsel hanya mendapatkan Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Bagi Hasil (DBH) yang jumlahnya kecil,” ungkapnya.

Husaini mengharapkan Kalsel jangan hanya tertimpa bencana alamnya saja sebagai dampak dari pertambangan. Karenanya, KAKI Kalsel akan terus mengawal tuntutan tersebut hingga ke pemerintah pusat dengan melakukan unjuk rasa ke Kementerian ESDM dan Kemendagri.

Sementara, Ketua DPRD Kalsel, Supian HK menyambut baik aksi unjuk rasa yang digelar oleh rombongan KAKI Kalsel tersebut. Pasalnya, ia menganggap penyampaian aspirasi merupakan hal yang wajar selama digelar secara sehat sebagai wujud pengawalan kebijakan pemerintah dari rakyat.

“Saya sudah melihat tuntutan-tuntutan yang diutarakan oleh teman-teman KAKI Kalsel. Apa yang disampaikan dinda Husaini tadi sangat positif. Karena sebagai pemerintah provinsi kita kehilangan otonominya dalam sektor pertambangan,” katanya.

Tentu juga, menurut Supian, momentum ini sangat baik untuk KAKI Kalsel menggugat dan mengevaluasi kebijakan pemerintah pusat terkait pengambil alihan kewenangan tersebut.

“Pada intinya saya mewakili seluruh rakyat di Provinsi Kalsel mengacungi jempol atas statement positif semacam ini, tentu jumlah kami sangat terbatas, karenanya perlu masukan-masukan dari para masyarakat atau para LSM,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Tingginya Harga Minyak Goreng, Disperindag Banjarmasin Langsung Koordinasi dengan Bulog

BANJARMASIN – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Banjarmasin, menjalin koordinasi dengan Bulog, terkait tingginya harga minyak goreng di pasaran.

Menurut Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar, kepada wartawan di ruang kerjanya pada Senin (15/11), saat ini memang terjadi kenaikan harga minyak goreng secara signifikan, disebabkan naiknya harga bahan baku minyak mentah sawit atau CPO di pasar internasional.

“Kenaikan CPO ini mempengaruhi harga minyak goreng dalam negeri,” ucapnya

Ichrom menjelaskan, di pasaran harga minyak goreng bervariasi sesuai jenis dan merk, yaitu sebelumnya minyak goreng curah seharga Rp14.500per liter kini menjadi Rp17.000 perliter, begitupun dengam minyak goreng kemasan dulunya Rp15.000 perliter, kini dikisaran Rp18.000 – Rp19.000 perliter.

“Kami biasanya melakukan pemantauan di 13 pasar rakyat yang menjual sembako setiap hari Senin, dan sementara ini tidak ada ditemukan kecurangan, untuk harga minyak goreng,” jelasnya

Lebih lanjut Tezar (sapaan akrabnya) menambahkan, pihaknya sudah menyampaikan surat ke Bulog, terkait jalinan koordinasi untuk membantu dalam waktu dekat ini, agar digelar operasi pasar, yang diprioritaskan bagi tujuh kelurahan.

“Ke 7 Kelurahan itu diantaranya Pasar Lama, Sungai Lulut, Teluk Dalam, Pelambuan, Kelayan Dalam, Kuripan dan Kuin Cerucuk,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Jaga Kerukunan dan Keharmonisan Masyarakat, Pemprov Kalsel Apresiasi FPK Kalsel

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) memberikan apresiasi kepada Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Kalsel yang ikut berperan dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan kehidupan masyarakat di Banua.

Suasana Seminar yang diselenggarakan FPK Kalsel

Hal itu disampaikan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Setda Kalsel, Fathurrahman pada acara pembukaan Seminar bertema “Peran FPK Dalam Memperkokoh Harmoni Nasional di Era Pandemi COVID-19” di salah satu hotel di Banjarmasin, Senin (15/11).

“Dinamika terkini yang perlu kita waspada adalah kewaspadaan terhadap pihak tertentu yang memanfaatkan situasi pandemi untuk memecah belah persatuan bangsa kita,” katanya.

Cukup banyak kebijakan dalam penanganan pendemi yang menimbulkan pro dan kontra, lanjut Gubernur, terkadang kebijakan penangangan pandemi digiring ke arah politik dan kekuasaan. Termasuk beredarnya berita-berita bohong atau hoax di tengah masyarakat yang ujung-ujungnya mereka ingin dibenturkan satu sama lain. Namun masyarakat tidak terpancing dengan “penggorengan” isu-isu pandemi sebagai sebuah rekayasa.

“Hingga saat ini, isu-isu tentang vaksin yang tidak aman dan tidak halal, tidak terbukti! Kenyataannya vaksin terbukti efektif untuk menangkal penyebaran COVID-19 sehingga kasusnya terus melandai,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua FPK Kalsel, Hasim Kadir mengatakan tujuan dilaksanakan kegiatan seminar ini, antara lain untuk memantapkan pemahaman tentang empat wawasan kebangsaan kepada para peserta yang terdiri dari para pengurus, tokoh masyarakat, tokoh agama dan mahasiswa.

“Sehingga kerukunan dan keharmonisan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara bisa tetap terjaga,” tambahnya.

Hadir sebagai Nara Sumber dalam kegiatan ini yaitu Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik Kalsel Heriansyah, Rektor UIN Antasari Prof Mujiburrahman dan Perwakilan Korem 101 Antasari. (NRH/RDM/RH)

Hadiri HUT ke-76 PGRI, Paman Birin Kenang Jasa Guru Semasa SMP

BANJARMASIN – Momen peringatan HUT ke-76 PGRI dan Hari Guru Nasional Tahun 2021 tingkat Provinsi  Kalsel, yang digelar disalah satu hotel berbintang di Banjarmasin, Senin (15/11), membuat Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor secara spontan menyanyikan lagu Hymne Guru. Sontak para guru dan tamu undangan yang berhadir, menyanyikan bersama lagu untuk para guru tersebut.

Gubernur Kalsel (tengah) saat memotong kue HUT ke-76 PGRI

Bagi Gubernur yang akrab disapa Paman Birin, lagu Hymne Guru ini sangat luar biasa, memiliki makna yang mendalam bagi dirinya. Karena guru memiliki jasa yang luar biasa bagi dunia pendidikan dan pembentukan pribadi siswa.

“Bagi saya, guru sangat luar biasa. Jasa-jasanya tidak akan pernah dilupakan. Saya dan kita semua yang berada di sini, tidak lepas dari peran dan jasa dari seorang guru,” ucapnya tulus.

Di momen ini pula, Paman Birin teringat waktu menjadi siswa SMP. Ia bercerita perjuangan untuk sekolah meski dengan keterbatasan ekonomi keluarganya.

Paman Birin bercerita, setiap hari hanya diberi uang jajan Rp50. Sementara untuk pergi ke sekolah saat itu, harus menggunakan transportasi getek dengan membayar Rp25 untuk satu kali naik. Sehingga uang sakunya habis untuk biaya pulang dan pergi sekolah.

Namun berkat kegigihan dan tekadnya untuk mengenyam pendidikan, Paman Birin tetap bersekolah. Ia tidak segan dan malu untuk membantu para gurunya mengerjakan sesuatu.

“Alhamdulillah, berkat saya rajin membantu guru, terkadang saya dapat uang jajan dari guru, bahkan SPP saya dibayarkan oleh guru,” kenangnya.

Paman Birin berharap, momen peringatan HUT ke-76 PGRI dan Hari Guru Nasional Tahun 2021 tingkat Provinsi Kalsel, dapat menjadi semangat bagi para guru untuk terus mengabdi dan mendidik generasi banua.

Gubernur Kalsel saat memberikan sambutan pada peringatan HUT ke-76 PGRI dan Hari Guru Nasional

Paman Birin juga terus mendorong kesejahteraan bagi para guru, khususnya bagi guru honorer maupun PTT.

Salah satunya bekeja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan jaminan bagi para guru honorer dan PTT yang tergabung dalam PGRI Provinsi Kalsel dan dalam naungan Dinas Pendidikan Provinsi  Kalsel.

Sementara itu, Ketua PGRI Prov Kalsel, HM Hatta HS menyampaikan terima kasih atas kepedulian Paman Birin terhadap para guru.

Ia bersama anggota akan terus berupaya untuk mengingkatkan kesejahteraan dan profesionalitas para guru di Kalsel. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Paman Birin Terpilih Menjadi Ketua KORMI Kalsel

Pertama di Indonesia, Gubernur Menjabat Sebagai Ketua KORMI

BANJARMASIN – Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan Sahbirin Noor terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Provinsi Kalimantan Selatan.

Terpilihnya Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini, pada pelaksanaan Musproblub di Mahligai Pancasila, Minggu (14/11).

Musyawarah luar biasa KORMI Kalsel untuk memilih ketua

Kepala Bidang Pemberdayaan Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan M Nasir selaku penerima mandat pelaksana mengatakan, digelarnya Musproblub KORMI Kalimantan Selatan, untuk memilih Ketua KORMI Kalimantan Selatan.

“Digelarnya Musproblub ini untuk memilih Ketus KORMI yang baru,” ucapnya.

Menurut Nasir, setelah melalui sidang pemilihan Ketua KORMI maka terpilih secara aklamasi Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan Sahbirin Noor sebagai Ketua KORMI Provinsi Kalimantan Selatan.

“Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan Sahbirin Noor terpilih berdasarkan musyawarah seluruh peserta, yang menunjuk gubernur secara aklamasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabid SMA Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan Madun, selaku Penerima mandat Gubernur Sahbirin Noor, untuk mewakili pada Pemilihan Ketua KORMI Provinsi Kalimantan Selatan mengatakan, Gubernur bersedia menjadi Ketua KORMI Provinsi Kalimantan Selatan, dan siap memajukan KORMI Kalimantan Selatan kedepannya.

“Gubernur bersedia menjadi Ketua KORMI Provinsi Kalimantan Selatan,” ucapnya.

Sedangkan, lanjut Madun. untuk pelaksanaan pelantikan akan dilaksanakan pada pekan depan, yang rencananya akan dilakukan di Kiram.

“Kami meminta waktu untuk pelantikan,” ucapnya.

Sedangkan, Ketua KORMI Nasional Hayono Isman mengatakan, terpilihnya Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan Sahbirin Noor sebagai Ketua KORMI ini, merupakan sejarah pertama untuk KORMI di tanah air. Gubernur menjabat sebagai Ketua KORMI.

“Terpilihnya Gubernur Kalsel Sahbirin Noor ini merupakan sejarah pertama di KORMI, gubernur menjabat sebagai ketua,” ujarnya.

Haryono berharap, dengan kepemimpinan Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan ini, KORMI Provinsi Kalimantan Selatan akan semakin maju.

“Kami berharap masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan akan semakin gemar untuk berolahraga,” ucap Haryono. (SRI/RDM/RH)

Webinar Literasi Digital Hulu Sungai Tengah; Satu Nusa Satu Bangsa Satu Literasi

HULU SUNGAI TENGAH – KemenKominfo RI menggelar Webinar Literasi Digital untuk wilayah Hulu Sungai Tengah (HST) Provinsi Kalimantan Selatan, melalui zoom meeting, Senin (15/11) pagi.

Webinar berdurasi 120 menit tersebut dimoderatori Rio Brama, menghadirkan Keynote Speech Bupati HST H.Aulia Oktafiandi, Key Opinion Leader Farras Ardiana seorang Announcer Radio, TV, MC dan beberapa narasumber seperti Mardiana seorang Dosen, Iskandar Tsani Dosen IAIN serta M. Nazar Budiman Direktur Operasional SIT.

Iskandar, salah satu narasumber memaparkan Kecakapan Digital bertopik “Keterampilan Digital di Era Pandemi”.

Menurutnya, kreatifitas dan kemampuan dalam penggunaan teknologi digital saat ini sangat diperlukan, agar suatu masalah yang berkaitan dengan teknologi digital bisa terpecahkan dengan mudah seiring beradatasi pada perkembangan zaman.

“Ini hal hal yang harus dimiliki oleh generasi millenial terutama di era pandemi saat ini”, ucapnya.

Beberapa kecakapan digital yang perlu dimiliki dimasa pandemi COVID-19 diantaranya seperti kecakapan dalam menggunakan aplikasi yang mendukung pembelajaran, aplikasi digital marketing dan aplikasi menggunakan konten konten kreatif.

Dirinya menambahkan lima kompetensi digital yang dapat diupayakan salah satunya adalah komunikasi dan kolaborasi meliputi keterampilan berinteraksi, berbagi, terlibat dan bekerja sama melalui teknologi digital. (RILIS)

Exit mobile version