Gubernur Kalsel Buka Lomba Olahraga dan Fotography Tingkat SMA

BANJAR – Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalsel menggelar lomba olahraga dan fotography tingkat pelajar SMA, yang bertempat di Kiram Park Desa Kiram Kabupaten Banjar, Kamis (11/11), lomba olahraga dan fotography tingkat SMA yang diselenggarakan selama sehari ini memperlombakan olahraga tradisional seperti silat, enggrang, begasing, dan behadap yang diikuti ratusan pelajar dari berbagai SMA di Kalsel.

Dalam sambutannya saat membuka, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menyampaikan apresiasinya pada lomba olahraga dan fotography tingkat pelajar SMA, yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan kebudayaan Provinsi Kalsel.

“Ulun (Saya) berpesan kepada generasi muda di Banua agar jangan takut bermimpi, jangan takut memiliki cita-cita yang tinggi dan jangan malas dalam belajar, inilah kesempatan terbaik kalian untuk menunjukan potensi dan prestasi di tingkat provinsi,” ucap Sahbirin Noor.

Sahbirin Noor menambahkan, dengan adanya perlombaan ini, maka bisa untuk menggali potensi bidang olahraga tradisional, bahkan seni fotography yang dimiliki para pelajar.

“Dimasa sekarang kita dituntut untuk terus kreatif dalam melihat segala peluang. Sehingga generasi muda Banua perlu memiliki kreativitas tinggi dan bersaing dengan daerah lain,” lanjut Sahbirin Noor.

Selain perlombaan tradisional dan fotography, di tempat perlombaan juga terdapat tempat vaksinasi COVID-19, yang ditujukan kepada masyarakat sekitar serta para pelajar yang belum bervaksin.

Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel Muhammadun menyampaikan, kegiatan vaksinasi ini merupakan instruksi gubernur Kalsel Sahbirin Noor, yang dalam setiap kegiatan harus mengikut sertakan program vaksinasi untuk percepatan pemulihan.

Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel, Muhammadun 

“Vaksinasi massal ini merupakan kerjasama Disdikbud Kalsel, Dinkes Kalsel, serta Polda Kalsel, yang setiap instansi menurunkan personilnya untuk kegiatan vaksinasi,” ungkap Muhammadun.

Muhammadun melanjutkan, dengan adanya vaksinasi maka akan terdapat antivirus disetiap tubuh para pelajar yang telah bervaksin, sehingga dapat mempercepat proses pembelajara di banua ini, yang lebih dari setahun diadakan secara daring (online).

“Pelajar, guru dan para peserta didik harus divaksin. Momen – momen dimanapun bisa dilaksanakan vaksinasi untuk mengejar angka tinggi vaksinasi,” tutup Madun. (MRF/RDM/RH)

Webinar Literasi Digital Kotabaru; Ruang Digital di Era Pandemi, Kenali Aturan Mainnya

KOTABARU – Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) meluncurkan program Literasi Digital Nasional dengan tema “Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 kali ini menyasar ke daerah Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan dengan topik pembahasannya: Mengenal Aturan Main di Era Digital Keynote Speech kali ini adalah Dirjen Aplikasi Informatika Samuel Abrijani Pangerapan, B.Sc. Kamis (11/11) pagi.

Rio Brama yang memandu webinar literasi digital ini dengan para narasumber : Grandika Primadani Oil & Gas Professionap, M. Syaqif Co Founder Pemikirancu, Shelly Noor Azzahra, Co Founder Moom River Jewelry dan Key Opinion Leader Jihan Novitasari – News Presenter & Producer TV.

Melalui literasi digital nasional diharapkan kita bisa mengembangkan literasi dan kecakapan digital dalam, seperti copywriting, public speaking, dan berbagai bidang kreatif lainnya yang bersifat produktif (menghasilkan), maka hendaknya peran literasi digital ini bisa mengubah mindset konsumtif menjadi produktif ungkap Grandika Primadani.

Grandika menjelaskan generasi milenial kerap dinilai sebagai generasi yang kreatif dan berani mengambil resiko, mereka banyak memiliki ide-ide menarik dan memiliki karakter yang produktif, namun disisi lain mereka juga konsumtif. Hal ini dipengaruhi oleh budaya digital dan intensitas pengguna internet.

Pengguna internet yang dikategorikan konsumtif adalah mereka yang biasanya berperilaku konsumtif seperti ketika seseorang membeli berdasarkan keinginan saja bukan kebutuhan. Sehingga hidup konsumtif pun sepertinya sudah menjadi budaya di Indonesia.

“ Mulailah mengatur mindset konsumtif menjadi lebih produktif, dengan cara lakukanlah dan belilah barang atau hal yang bermanfaat untuk jangka panjang dan jangka pendek, maka pikirkanlah terlebih dahulu.” Tambahnya.

Cara berfikir produktif dalam literasi digital, yaitu : personal branding, digital mastering, business networking dan product marketing.

Grandika juga membagikan lima pedoman berinternet yang mampu meningkatkan perilaku kreatif dan produktif di dunia digital, seperti : content creator, copy writer, public speaker, pelajar dan mahasiswa yang bisa mencari informasi dan berpartisipasi dalam kegiatan yang bermanfaat, dan masyarakat yang bisa menciptakan ekosistem digital yang produktif. (RILIS)

Pimpin Rakor Percepatan Vaksinasi COVID-19, Ini Instruksi Paman Birin

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan Dr (HC) Sahbirin Noor menekankan,  ketersediaan vaksin di tingkat provinsi harus selalu ada. Ini sangat penting untuk meningkatkan capaian vaksinasi masyarakat.

Gubernur Kalsel saat memimpin rakor percepatan vaksinasi COVID-19

Penegasan itu disampaikan Gubernur Sahbirin Noor saat memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Vaksinasi COVID-19 di Gedung Idham Chalid,  Setda Kalsel, Banjarbaru, pada Rabu (10/11).

Berkaitan hal itu, lanjutnya,  pemantapan koordinasi menjadi kunci utama. Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota hingga di tingkat kecamatan, kelurahan dan desa harus aktif berkoordinasi.

“Kita bersyukur pelaksananaan vaksinasi di Kalsel sangat terbantu dengan kerja bersama antarkomponen Baik TNI/POLRI, tenaga kesehatan, swasta, para ulama, unsur pers, swasta organisasi kemasyarakatan dan lainnya,” ucap Paman Birin sapaan akrabnya.

Jika ada kabupaten kota yang persediaan vaksinnya menipis atau habis, pihak provinsi bisa segera mendistribusikannya. Dan kalau di tingkat provinsi berkurang segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk meminta penambahan.

Vaksinasi  menurutnya, merupakan ikhtiar yang terus dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 dengan target tercapainya Herd Immunity di Kalsel.

“Segera kita perhatikan kabupaten kota yang stok vaksinnya hampir habis,”  ingatnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, 425 ribu dosis vaksin di Kalsel telah didistribusikan di 13 kabupaten kota, sedangkan sisa stok sebanyak 9.200 dosis tengah disiapkan untuk kegiatan vaksinasi yang sudah terjadwal.

Melihat data itu,  lanjut Paman Birin, sudah saatnya Pemerintah Provinsi Kalsel meminta stok vaksin kembali pada pemerintah pusat.

“Kita beberapa kali berjuang menurunkan PPKM Level IV di wilayah Kalsel. Alhamdulillah, level di beberapa wilayah terus menurun, bahkan ada yang mencapai level I,” ujarnya.

Kendati begitu, Paman Birin mengingatkan, perjuangan harus terus berlanjut. Capaian vaksinasi merupakan salah satu indikator yang diperhatikan KPC-PEN dalam menentukan level PPKM suatu daerah.

Dalam kesempatan tersebutm Kadinkes Kalsel Muhammad Muslim memaparkan, berdasarkan data KPC-PEN, capaian vaksinasi di Kalsel terhitung 9 November 2021 yakni dosis pertama sebesar 41.85 persen dan dosis kedua sebesar 25.68 persen.

Ia mengatakan, angka tersebut secara real-nya bisa saja berbeda, mengingat masih banyak data yang belum terinput.

Kepala Dinas Kesehatan Kalsel saat memaparkan data vaksin di Kalsel

“Capaian vaksinasi kabupaten kota sejak minggu pertama bulan November menunjukkan angka rata-rata  meningkat,” jelas Muslim.

Saat ini, ujar Muslim, Banjarbaru mencatatkan capaian vaksinasi terbesar di Kalsel, yaitu sekitar 63 persen. Sedangkan peringkat kedua terbanyak adalah Banjarmasin, yakni sekitar 61 persen. 

Sementara itu, Walikota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin secara virtual menyampaikan, pihaknya berterima kasih dengan adanya Vaksinasi Bergerak.

Program vaksinasi yang dipimpin Paman Birin tersebut, diakuinya sangat meningkatkan laju capaian vaksinasi, tak terkecuali di Banjarbaru.

“Kami sudah mempersiapkan tiga bus bersama tim vaksinator untuk mendukung Vaksinasi Bergerak menuju tiap RT dan RW. Dalam satu hari, tiga sampai lima RT bisa terkejar,” paparnya.

Hadir dalam kegiatan rakor antara lain Ketua DPRD Kalsel H Supian HK, Sekdaprov Kalsel Roy Rizali Anwar, unsur TNI/POLRI, Kepala SKPD Pemprov Kalsel.

Kegiatan ini berlangsung secara hybrid, juga dihadiri lurah dan Kepala Desa se-Kalsel serta diikuti bupati walikota se-Kalsel secara virtual. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Exit mobile version