Webinar Literasi Digital Banjarbaru; Literasi Digital itu Mudah! Kenali Aturan Mainnya

BANJARBARU – Dunia maya atau Cyber Space saat ini sangat mudah terkoneksi dengan media elektronik melalui teknologi digital seperti adanya komputer dan internet sehingga bisa berkomunikasi langsung secara cepat tanpa bertatap muka.

Demikian dikatakan Andy salah satu narasumber webinar literasi digital untuk wilayah Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (08/11/2021)pagi.

Webinar ini mengusung tema “Literasi Digital itu Mudah! Kenali Aturan Mainnya” dimoderatori Septi D Ajeng menghadirkan Keynote Speech Wakil Walikota Banjarbaru Wartono, Key Opinion Leader Aktris Marsha Risdasari dan beberapa narasumber seperti Restu Triandy seorang Musisi, Vokalis Band/rif, Eko Suhartono seorang Kepala SMK Telkom Banjarbaru serta Valerian Ezra Vyanza yang juga seorang Guru SMK Telkom Banjarbaru.

Menurut Musisi Band Rif tersebut Rekam Jejak Digital adalah semua aktivitas kita yang ada di media sosial (medsos) berupa unggahan atau data secara nyata seperti konten konten, komentar bahkan transaksi digital bisa terekam menggunakan perangkat digital.

“Semua kegiatan kita yang menggunakan perangkat digital, tanpa kita sadari semuanya akan terekam dan tersimpan di internet”, ungkapnya.

Lebih jauh Andy mengimbau agar masyarakat menggunakan internet sebagai sarana untuk mencari, berbagi, bertukar informasi atau hiburan bahkan mengembangkan pengetahuan baik di dunia pendidikan dan pekerjaan serta unggah hal hal yang berbau positif, bermutu juga menarik.

“Apapun yang diunggah dan diinformasikan dalam berinternet harus selalu menggunakan etika, bahasa yang santun agar tidak terjadi hal hal yang tidak kita inginkan”, tutupnya.

Adapun topik yang dibahas adalah tentang “Dunia Maya dan Rekam Jejak Digital” yang termasuk dalam kerangka literasi digital yaitu Keamanan Digital.(*)

Webinar Literasi Digital Kotabaru; Lawan Balik Perundungan Digital di Era 4.0

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI bekerjasama dengan Siberkreasi menggelar webinar literasi digital dengan topik pembahasan Lawan Balik Perundungan Digital di Era 4.0 untuk Kabupaten Kotabaru,sebagai Moderator Ronald Andretti,Senin (8/11) pagi.

Webinar ini menghadirkan Narasumber berkompeten antara lain M.Aliansyah-Programmer,Iflahah Zuhriyaten,S.Ag,M.Pd-Dosen UHAMKA Jakarta dan Siti Safwati Putri Mawardi-Co Founder Jalanan Kita.

Salah satu Narasumber Iflahah Zuhriyaten menyampaikan materinya dengan tema Peran Orang Tua dalam memberikan ajaran tentang keamanan internet untuk anak.Ia mengatakan yang dimaksud orang tua adalah pendidik yang pertama karena orang tualah yang pertama kali melakukan kegiatan pendidikan untuk memberikan pengaruh positif atau negatif,bahkan semenjak dalam kandungan.

“Orang tua juga sebagai pendidik yang utama karena anak menjalin hubungan yang sangat kuat dalam waktu yang panjang dan dalam ikatan emosional yang kuat dengan orang tuanya”katanya.

Iflahah menjelaskan saat ini orang tua banyak terjangkit penyakit orang tua seperti memanjakan anak dalam arti memberikan apa yang tidak dibutuhkan anak dan melakukan berbagai hal buat anak yang sebenarnya bisa dilakukan sendiri sehingga membuat anak malas seperti mengambil makan sendiri.

“Tidak konsisten juga merupakan penyakit orang tua maksudnya adalah mengikuti semua kemauan anak,aturan sangat longgar dan tidak ada punishment ketika anak melakukan kesalahan”ujarnya.

Iflahah mengungkapkan akibat pandemi Covid-19 waktu yang dihabiskan anak-anak di dunia maya sangat mungkin meningkat drastis.Untuk itu keamanan anak di dunia maya penting untuk dilindungi oleh orang tua.

“Adapun dalam menjaga anak di internet antara lain dengan cara batasi waktu berinternet, manfaatkan fitur perlindungan teknologi,beritahu anak internet yang aman,jaga data pribadi anak,berikan anak ruang untuk berkreasi dan dampingi anak berinternet”ungkapnya.

Ia menambahkan ada lima tips agar anak tidak kecanduan internet yaitu buat aturan batasan waktu,berdiskusi dengan anak,membuat pengalihan artinya mengerjakan hobi lain dari anak selain internet,bawa anak bermain di luar rumah dan mengajak anak membuat kegiatan positif.(*)

Webinar Literasi Digital Hulu Sungai Tengah; Masuki Dunia Digital Kenali Aturan Mainnya.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) meluncurkan program Literasi Digital Nasional dengan tema “Masuki Ruang Digital, Kenali Aturan Mainnya”untuk wilayah Hulu Sungai Tengah Kalsel, Senin ( 8/11/21) pagi.

Salah satu narasumber Romi Alfiannor dalam materi “Bijak Berkomentar di Ruang Digital” yang merupakan sub dari “Budaya Digital” menjelaskan definisi dari Literasi Digital yaitu kemampuan menulis dan membaca serta individu dalam mengolah informasi untuk kecakapan hidup, jadi kalau kita satukan makna Literasi Digital adalah kecakapan menulis dan membaca dengan memanfaatkan dunia digital secara beretika dan bertanggung jawab.

“Tujuan Literasi Digital secara umum adalah berpikir cerdas,kritis inovatif, berpikir kritis di sini maksudnya adalah berpikir skeptis terlebih dahulu jika melihat sebuah konten, sehingga kita dapat memahami data yang masuk menjadi lebih berguna dan memanfaatkan internet dengan bijak” ungkap Romi.

“Kemajuan teknologi yang sangat cepat memang tak dapat kita indahkan sekarang ini, kita ketahui pula anak – anak sekarang memang lebih lihai dalam menggunakan sosmed, tapi selain kemampuan teknis kita juga dituntut mengetahui budaya penerapannya maka penting bagi kita bijak dalam berinteraksi dalam dunia digital” pesan Romi.

“Kita juga mengetahui jika menurut sebuah survei dari Microsoft mengatakan jika Netizen Indonesia adalah Netizen paling tidak sopan se Asia Tenggara, tentu ini sangat miris karena peran anak muda di sini sangat banyak karena pengguna internet terbanyak dari kalangan anak muda, hal tersebut mengacu pada cyber bulliying, Hoax dan ujaran kebencian”jelas

“Jadi diharapkan kepada pengguna internet sedari sekarang untuk sadar dan bijak bersosial media, jangan merasa jika karena tak mendapatkan proses apa apa dengan berkomentar tidak sopan di sosmed lantas kita mengabaikannya, kita perhatikan bagaimana jika kita berada di posisi korban yang dijelekan atau di bully serta dicemarkan nama baiknya, jadilah netizen yang selalu menghormati pendapat orang lain, dan tak menyakiti atau merugikan orang atau pihak lain”tambahnya.

Webinar Literasi Digital bersama Kominfo RI dengan menghadirkan
KEYNOTE SPEECH H. Aulia Oktafiandi,Bupati HST,Moderator Rio Brama ,Key Opinion Leader Bella Citra- Announcer & Content Creator, NARASUMBER:

  1. Romi Alfianor Humas DPRD Prov. Kalsel.
    2.H. A. Ali Imran Sadiq,Widyaiswara pada Kementrian Agama
  2. Laila Qadariah,Ketua Prodi Ilmu Komunikasi FISIP UNISKA.(*)

Berlangsung 4 Hari, Capaian Vaksinasi Bergerak Jilid 2 Tembus  119.524 Penerima

Banjarmasin – Vaksinasi Bergerak jilid 2 yang digelorakan Gubernur Kalimantan Selatan Dr (HC) H Sahbirin Noor bersama Forkopimda hingga seluruh  Kabupaten Kota di Kalsel,  dimulai 3 – 6 November 2021, berhasil meningkatkan minat masyarakat untuk ikut divaksin. Jumlah penerima vaksin meningkat jika dibandingkan Vaksinasi Bergerak sebelumnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, pada Sabtu (6/11) sore, jumlah penerima vaksin  sebanyak 119.524. Angka ini meningkat jika dibandingkan Vaksinasi Bergerak jilid pertama yang sebesar 111.628 suntikan.

Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor, saat dikonfirmasi terkait realisasi kegiatan Vaksinasi Bergerak pada Senin (08/11) mengucapkan syukur atas meningkatnya minat masyarakat untuk divaksin.

“Alhamdulillah, kita akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk melindungi rakyat dari virus COVID-19,” ucap Paman Birin saat ditemui di SMA Negeri 4 Banjarmasin.

Paman Birin  juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat seperti Pemkab, Pemkot, TNI, Polri, Swasta, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan yang lainya.

Vaksinasi Bergerak merupakan usaha atau ikhtiar bersama untuk mewujudkan kekebalan rakyat banua dari COVID-19.

Menurut Paman Birin, melawan COVID-19 tidak semudah membalikan telapak tangan, perlu segenap usaha untuk memutus penyebarannya.

Disampaikan Paman Birin, percepatan vaksinasi harus dilakukan secara berkelanjutan. Terlebih vaksinasi harus diberikan kepada 70 persen penerima dari jumlah masyarakat Kalimantan Selatan.

Kepala daerah yang dikenal dekat dengan rakyat ini juga mengingatkan masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan meski angka kasus COVID-19 mulai menurun.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, Muhammad Muslim mengatakan,
kegiatan Vaksinasi Bergerak  merupakan salah satu upaya Pemprov Kalsel  bersama segenap komponen dalam percepatan membentuk kekebalan tubuh dari COVID-19. Di samping  edukasi upaya melakukan perubahan perilaku pada masa new normal.

“Alhamdulillah data menunjukkan transmisi yang melandai selama beberapa minggu terakhir ini,” kata Muslim. (Biroadpim-RIW/RDM/APR)

Bank Kalsel Go Live Core Banking System’ Temenos T24

Banjarmasin – Teknologi informasi saat ini memegang peranan penting dalam upaya menjaga resiliensi perbankan agar senantiasa mampu beradaptasi dengan kemajuan zaman. Setiap perbankan dituntut untuk berbenah dan bertransformasi, meningkatkan
kompleksitas usaha dalam rangka menghadapi persaingan yang semakin kompetitif. Karakter masyarakat yang semakin kritis, cerdas dan tanggap dalam menanggapi kualitas perbankan ataupun terhadap produk dan layanan yang ditawarkan, harus disikapi perbankan secara bijak. Sehingga
strategi-strategi yang dicanangkan dapat memberikan capaian optimal.

Bank Kalsel sebagai bank milik masyarakat Kalimantan Selatan yang mengusung tagline “Setia Melayani, Melaju Bersama”, senantiasa menegaskan komitmen untuk selalu memberikan layanan terbaik kepada nasabah seiring dengan visi menjadi bank yang kuat, kompetitif dan berkontribusi untuk mendorong pembangunan ekonomi nasional. Atas hal tersebut, sebagai bentuk modernisasi menuju Digital Banking, Bank Kalsel mereformasi Core Banking System (CBS) menjadi Temenos T24.

CBS T24 menjadikan Bank Kalsel mampu memperluas lingkup layanan digital dengan menjanjikan aspek cepat, mudah, aman dan nyaman dalam bertransaksi, yang selanjutnya mensejajarkan diri dengan bank pesaing lainnya.

“Transformasi digital ini dilakukan tentunya untuk semakin meningkatkan dan memberikan layanan terbaik kepada nasabah. CBS T24 menyediakan fitur aplikasi layanan pembukaan rekening secara online. Dalam kemudahan transaksi dan pelaporan keuangan, tersedia juga aplikasi
berbasis web untuk virtual account. Keamanan pun semakin ditingkatkan dengan tersedianya standar security akses dan encryption terbaik dan tersertifikasi. Layanan lainnya yang
dikembangkan adalah Laku Pandai, E-money, Loan/Financing Origination System, Management Information System, dan masih banyak lainnya” beber I G.K. Prasetya selaku Plt. Direktur Utama Bank Kalsel.

Tentunya fitur-fitur yang telah diuraikan tersebut, hanya segelintir saja dari sekian banyak fitur-fitur yang nantinya akan memberikan layanan terbaik kepada nasabah. Transformasi CBS ini sendiri sedianya mulai dijalankan sejak kick-off implementation pada 23 November 2020.
Rencananya, CBS T24 akan Go Live pada 15 November 2021, dimana selanjutnya nasabah dapat menikmati fitur-fitur yang dihadirkan oleh Bank Kalsel dalam memenuhi segala kebutuhannya.

“Senantiasa berinovasi dan memberikan solusi terbaik untuk kecepatan, kemudahan, keamanan
dan kenyamanan nasabah dalam bertransaksi, melatarbelakangi kami untuk mengembangkan
produk dan layanan serta bertransformasi menjadi Digital Banking. Harapan kami, upaya ini tidak
hanya sekedar memenuhi kebutuhan nasabah, namun juga memenuhi Exceeding Customers
Needs,” terang Prasetya.

Menandai Go Live CBS T24, per 14 November 2021 pukul 02.00 – 15.00 WITA, akan
dilakukan downtime layanan dalam rangka maintenance upgrade fitur-fitur terbaru CBS.
Downtime sendiri merupakan periode ketika sistem tidak tersedia atau offline, sehingga pada periode ini segala bentuk layanan Bank Kalsel tidak dapat digunakan, seperti jaringan ATM, mobile
banking, tarik tunai, transfer, maupun layanan lainnya.

“Saya atas nama manajemen Bank Kalsel, mengucapkan mohon maaf atas ketidaknyamanan
seluruh nasabah saat berlangsungnya kondisi downtime layanan. Kondisi ini tentunya tidak kita harapkan bersama, namun hal ini perlu untuk dilakukan dalam rangka peningkatan layanan terbaik kepada nasabah di masa akan datang. Selanjutnya, kami ucapkan terima kasih atas pengertiannya.
Semoga proses ini berlangsung dengan lancar sehingga para nasabah dapat kembali memperoleh layanan terbaik Bank Kalsel secara optimal,” pungkas Prasetya. (Adv-RIW/RDM/APR)

Exit mobile version