Webinar Literasi Digital Kabupaten Tabalong; Didik Anak dengan Literasi Digital di Era Pandemi

TABALONG – Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar dengan tema “Didik Anak dengan Literasi Digital di Era Pandemi” di Kabupaten Tabalong, Sabtu (15/10) pukul 10.00 WITA. 

Acara dibuka oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan B Sc dan Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dalam diskusi ini dipandu oleh moderator Ronald Andretti yang menghadirkan narasumber pertama yakni, Dr H M Dimyati Huda yang membahas tentang “Budaya Digital”

“Apa yang kita posting ke media sosial harus bisa kita pertanggungjawabkan, kalau nantinya kita tidak bisa mempertanggung jawabkan apa yang kita sebarkan maka nanti akan berakhir dengan hukum, kita harus cerdas, bijak, dan sopan dalam bermedia sosial,” tuturnya.

“Konten yang kita sebarkan sebelumnya kita harus berpikir, apakah konten yang kita sebar itu bermanfaat bagi orang lain, hal ini sangat penting untuk diperhatikan,” tegasnya.

Narasumber kedua, Awiek Hadi Widodo yang membahas materi tentang “Kecakapan Digital”

Ia memaparkan, beberapa kemampuan dalam berkomunikasi, yaitu;

1.Mengenali kebutuhan informasi

2.Mengatur informasi secara logis dan lengkap

3.Menyampaikan ide secara koheren

4.Menggunakan bahasa berstandar tinggi

5.Bersikap santun dan etis

6.Mengelola waktu dan sumber daya secara efisien

7.Berpikir kritis

Narasumber ketiga yaitu Farras Ardiana yang sekaligus Key Opinion Leader dalam acara ini menjelaskan materi tentang “Keamanan Digital”

Ia memaparkan, kerugian menggunakan fitur paylater yaitu berpotensi pemborosan, menambah utang, dan denda yang berlaku.

Adapun cara mencegah ancaman keamanan identitas, yaitu jangan posting identitas pribadi, jangan pernah bagikan omkode otp, dan rajin mengganti password.

Terakhir, narasumber Genta Pramadhana yang meyampaikan materi tentang “Etika Digital”.

“Didik anak kita sejak dini untuk menjadi pengusaha, jangan sampai anak kita merasakan sulit sama seperti kita dulu. Ajarkan anak mulai dari cara mengelola uang, latih jiwa kepemimpinannya, latih kemandiriannya agar anak bisa melihat peluang,” pungkasnya. (RILIS)

Tour De Loksado Dipastikan Dapat Tingkatkan Sektor Pariwisata Banua Kalsel

BANJAR – Salah satu event yang diagendakan Dinas Pariwisata Provinsi Kalsel yakni Tour De Loksado resmi dibuka pada Sabtu (16/10) di Kiram Park Kabupaten Banjar.

Pembukaan event balap sepeda ini dilakukan langsung oleh Gubernur kalsel Sahbirin Noor dengan mengibaskan bendera tanda dimulainya event balap sepeda tahunan milik Pemprov Kalsel tersebut.

Dari 250 Peserta yang mendaftar, 217 Peserta berhadir di Kiram Park untuk mengikuti Tour De Loksado. Event lomba balap sepeda ini akan menempuh jarak mulai dari Kota Banjarbaru, hingga Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

Kepada sejumlah wartawan, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengucapka selamat kepada para peserta yang mengikuti kegiatan Tour De Loksado. Ia bangga melihat antusias para peserta yang datang dari berbagai daerah, bahkan terdapat peserta yang berasal dari luar Kalsel, seperti Kalteng, Kaltim, hingga DKI Jakarta.

“Ini merupakan event kedua yang diadakan provinsi Kalsel, mengingat ditahun 2020 dulu, event ini ditiadakan akibat meningkatnya kasus pandemi COVID-19,” ungkap Sahbirin Noor.

Swab antigen bagi para peserta lomba tour de loksado

Gubernur yang akrab disapa paman Birin ini menambahkan, dengan masih adanya Pandemi COVID-19 maka semua event wajib menerapkan protokol kesehatan yang ketat, bahkan untuk lomba sepeda ini.

Selain itu disampaikan paman Birin, dengan adanya event tour de loksado, maka akan dapat menciptakan perpaduan antara olahraga dan promosi pariwisata. Salah satu keunggulan dan potensi pariwisata di kalsel adalah bentang alam yg menyimpan keindahan luar bisa, dan bahkan diakui secara nasional, melalui penetapan pegunungan meratus menjadi geoprak nasional.

“Dengan adanya kegiatan lomba sepeda tour de loksado, maka akan memperkenalkan sektor pariwisata yang dilalui para peserta, mulai dari Kota Banjarbaru, kabupaten Banjar, kabupaten Tapin, hingga kabupaten Hulu Sungai Selatan,” tutupnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalsel Muhammad Syarifuddin. Kepada Abdi Persada FM ia menyampaikan, Tour De Loksado juga bertujuan untuk memperkenalkan pariwisata alam milik Pemprov Kalsel.

“Jadi kita mulai Start perlombaan dari Kiram Park, kemudian ada beberapa tempat pemberhentian dan Finish nya nanti langsung di lokasi Pariwisata Kecamatan Loksado,” ungkap syarifuddin.

Syarifuddin menambahkan, sebelum memulai lomba, para peserta diwajibkan melakukan Swab Antigen yang disediakan pihaknya, sehingga pada event Tour De Loksado diharapkan tidak terjadi peningkatan pandemi COVID-19.

“Selain swab antigen, para peserta juga wajib mematuhi protokol kesehatan demi keselamatan bersama,” tutup Syarifuddin. (MRF/RDM/RH)

Exit mobile version