Wujud Kepedulian, Komisi IV DPRD Kalsel Dukung Peningkatan Fasilitas Puskesmas Tambang Ulang

TANAH LAUT – Untuk memastikan pelayanan kesehatan dasar berjalan sesuai standar, termasuk ketersediaan tenaga medis, obat, peralatan, dan sarana pendukung, Komisi IV DPRD Kalsel memantau infrastruktur Puskesmas Tambang Ulang, melalui kunjungan kerja baru-baru tadi.

Foto bersama : sumber Humas DPRD Kalsel

Ketua Komisi IV DPRD Kalsel Jihan Hanifha, menyampaikan apresiasinya terhadap kondisi infrastruktur Puskesmas Tambang Ulang, yang dinilai sudah baik. Namun, Ia menyoroti adanya sejumlah kebutuhan tambahan dari pihak puskesmas, terutama alat kesehatan yang belum tersedia.

Ketua Komisi IV DPRD Kalsel Jihan Hanifha

“Dari segi infrastruktur sudah bagus, tetapi ada beberapa permintaan dari rekan-rekan di sini terkait alat-alatnya. Salah satunya inkubator yang memang belum ada di puskesmas ini. Mudah – mudahan bisa kita sampaikan ke Dinas Kesehatan Provinsi untuk dibantu pengadaannya,” jelas Jihan

Jihan menambahkan, beberapa kebutuhan yang diajukan pihak puskesmas sebenarnya berada di bawah kewenangan kabupaten, seperti penambahan ruangan. Pihaknya akan mengarahkan ke pemerintah kabupaten. Ia berharap mutu dan kualitas pelayanan Puskesmas Tambang Ulang dapat terus meningkat.

“Kami ingin bisa lebih baik lagi dalam mutu dan pelayanannya, karena banyak juga pasien BPJS maupun non-BPJS yang datang untuk berobat di sini,” tambahnya.

Sementara itu, Kasubbag Tata Usaha Puskesmas Tambang Ulang, Insanul Kamilah, menyampaikan rasa bangga atas kunjungan DPRD Provinsi. Sehingga, akan terus berupaya optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Ada beberapa sarana dan prasarana yang masih menjadi kendala dalam pelayanan, di antaranya Safety Cabinet, Mikroskop Olympus, Oksigen tempel dinding, Inkubator, Alat Partus Set, Oximeter anak, Termometer digital dewasa dan anak, Stetoskop anak dan dewasa, Senter terapi, Optalmoskop, Stadiometer, alat Bedah Minor, serta Contra Angle low dan high speed,” tutupnya. (ADV-NHF/RIW/RH)

Tingkatkan Konektivitas, Bandara Internasional Syamsudin Noor Buka Rute Langsung Banjarmasin – Samarinda

BANJARBARU – Manajemen Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Bandara Internasional Syamsudin Noor, gelar penerbangan perdana Samarinda – Banjarmasin Jumat (3/10).

GM Angkasa Pura mengalungkan kain Sasirangan kepada penumpang pertama rute Samarinda – Banjarmasin

Bertempat di Terminal Kedatangan Domestik, rangkaian prosesi untuk menyambut rute penerbangan baru dilakukan. Dimulainya prosesi inaugural flight ditandai dengan water salute untuk penerbangan pesawat Wings Air dengan nomor penerbangan IW1480 tujuan Samarinda (AAP) – Banjarmasin (BDJ) pada pukul 13.45 WITA.

Penerbangan menggunakan jenis pesawat ATR72 ini membawa 38 penumpang yang disambut dengan pengalungan kain sasirangan General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor.

“Hadirnya rute baru Samarinda (AAP) – Banjarmasin (BDJ) merupakan salah satu upaya sinergi kami dengan maskapai untuk meningkatkan konektivitas udara intra Kalimantan. Melalui rute ini diharapkan menjadi jembatan penghubung dari peningkatan perekonomian antar daerah di Kalimantan”, terang Stephanus Millyas Wardana, General Manager Bandara Internasiona Syamsudin Noor.

Mulai Jumat (3/10), penerbangan rute Samarinda – Banjarmasin dijadwalkan akan terbang setiap hari melalui Bandara Internasional Syamsudin Noor. Adapun untuk rute keberangkatan Banjarmasin – Samarinda dilakukan pukul 06.50 WITA dan rute sebaliknya pukul 11.15 WITA.

“Kami optimis dengan terhubungnya dua ibukota daerah, yaitu Samarinda dan Banjarbaru, akan memfasilitasi kemudahan pertukaran informasi maupun perjalanan bisnis untuk kemajuan kedua daerah. Harapan kami rute ini dapat senantiasa diberikan kelancaran dan keselamatan”, tutup Millyas. (AP-RIW/RH)

Kalsel, Tuan Rumah Konferensi Kerja PERNEFRI 2025

BANJARMASIN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin, menjadi tuan rumah Konferensi Kerja Pertemuan Ilmiah Tahunan Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) Tahun 2025, di Aula Gedung Mawar RSUD Ulin Banjarmasin, Kamis (2/10). Konferensi dibuka Plt Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Ulin Banjarmasin Agung Ary Wibowo.

Plt Wadir Medik dan Keperawatan RSUD Ulin Banjarmasin Agung Ary Wibowo

Agung menyampaikan, RSUD Ulin memberikan apresiasi, atas dilaksanakannya Konferensi Kerja Pertemuan Ilmiah Neurologi ini. Karena pasien gagal ginjal yang menjalani cuci darah di Banjarmasin, cukup tinggi.

“RSUD Ulin Banjarmasin mendukung serta mendorong terhadap kegiatan PERNEFRI ini,” ungkapnya.

Sehingga, lanjut Agung, dengan adanya pertemuan ilmiah ini, dapat memberikan kontribusi untuk penanganan cuci darah yang dilakukan secara mandiri, atau yang lebih dikenal dengan istilah CAPD.

“Dengan penggunaan CAPD tersebut, maka beban RSUD Ulin Banjarmasin berkurang,” ucapnya.

Karena, tambah Agung, pasien cuci darah akibat gagal ginjal di RSUD Ulin Banjarmasin mencapai 400 pasien setiap bulannya.

“Tentu jumlah tersebut merupakan beban bagi RSUD Ulin Banjarmasin,” ujarnya.

Maka, RSUD Ulin Banjarmasin mendorong penggunaan metode CAPD tersebut.

“Sebenarnya RSUD Ulin Banjarmasin, sudah lama melaksanakan metode CAPD pada pasien cuci darah gagal ginjal,” ungkapnya lagi.

Namun, kurang diminati oleh pasien, karena itu, RSUD Ulin memberikan dukungan untuk penggunaan metode CAPD.

“CAPD ini cukup sederhana penggunaan serta mudah dilakukan oleh pasien, hanya diperlukan kebersihan dalam pelaksanaannya, agar tidak terkontaminasi, hingga menyebabkan infeksi,” jelasnya.

Sebelum menggunakan metode CAPD ini, lanjut Agung, pasien serta keluarganya diberikan pelatihan terlebih dahulu, bagaimana melaksanakan CAPD tersebut.

“Dengan menggunakan CAPD ini, maka pasien bisa bepergian kemana saja, tanpa terganggu dengan jadwal cuci darah, serta untuk pasien yang bertempat tinggal di daerah yang jauh dari layanan cuci darah,” jelas Agung.

Sementara itu Perwakilan Instruktur Pelatihan Pertemuan Ilmiah Tahunan Perhimpunan Nefrologi Indonesia 2025 Rudi Supriyadi mengatakan, jumlah kasus hipertensi pemicu kerusakan ginjal di Provinsi Kalimantan Selatan cukup tinggi.

“Kasus gagal ginjal di Indonesia tertinggi berada di Jawa Barat, kemudian di Kalsel,” ungkapnya.

Tingginya angka gagal ginjal di daerah ini, tentunya menjadi tantangan tersendiri, untuk bersama sama mengatasi permasalahan tersebut.

“Salah satu penyebabnya, adalah makanan yang mengandung pengawet menjadi faktor pemicu hipertensi,” ucapnya.

Apabila, lanjut Rudi, pasien hipertensi terlanjur mengalami gagal ginjal, maka pemberian pelayanan pengobatan haruslah yang terbaik.

“Pada kasus gagal ginjal ini, kami terus mengembangkan untuk penggunaan sistem cuci darah gagal ginjal mandiri atau metode CAPD, Karena metode ini sangat sederhana serta mudah dilakukan pasien,” jelas Rudi.

Karena itu, pihaknya mendorong pengembangan Metode CAPD ini, di daerah daerah yang ada di Indonesia, termasuk di Kalsel, serta dapat digunakan di daerah terpencil.

“Kami berharap dengan adanya pertemuan ilmiah ini, cakupan penggunaan metode CAPD, semakin tinggi, kedepannya,” ujar Rudi.

Sedangkan, Ketua Panitia PIT PERNEFRI 2025 Mohammad Rudiansyah mengatakan, pada Konferensi Kerja PERNEFRI 2025 di Provinsi Kalimantan Selatan, diisi dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat untuk kemajuan Neftologi di Indonesia termasuk Kalsel. Diantaranya, kegiatan didahului dengan workshop, serta simposium yang dilaksanakan selama dua hari.

“Kegiatan yang dilaksanakan ini untuk mengupas permasalahan ginjal serta hipertensi,” ungkap Rudi.

Untuk diketahui, metode CAPD ini merupakan, Dialisis Peritoneal Rawat Jalan berkelanjutan, yaitu metode terapi pengganti fungsi ginjal untuk pasien gagal ginjal yang tidak menggunakan mesin, melainkan memanfaatkan selaput peritoneum di dalam rongga perut sebagai filter alami.

Pasien melakukan sendiri proses penggantian cairan dialisis secara manual beberapa kali sehari, sehingga memberikan fleksibilitas dan memungkinkan aktivitas sehari-hari tanpa harus pergi ke rumah sakit secara rutin. (SRI/RIW/RH)

Perkuat Layanan Perizinan, DPMPTSP Kalsel Gelar Forum Konsultasi Publik

BANJARMASIN – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Forum Konsultasi Publik, Kamis (2/10), sebagai upaya memperkuat kualitas layanan perizinan sekaligus menyusun Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Mengusung tema “Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik serta Penyusunan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Perizinan”, forum ini menjadi ruang dialog antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha untuk memastikan setiap layanan perizinan berjalan lebih cepat, transparan, dan akuntabel.

Kepala DPMPTSP Kalsel, Endri menegaskan, bahwa penerapan SPM merupakan tonggak penting bagi kepastian pelayanan publik.

Kepala DPMPTSP Kalsel (tengah) saat menyampaikan sambutan

‘Dengan adanya standar ini, diharapkan tidak hanya memperkuat kepercayaan masyarakat, tetapi juga meningkatkan daya saing investasi di Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Endri menambahkan, perbaikan kualitas pelayanan publik tidak hanya dilakukan pemerintah. Kolaborasi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat, menurutnya, menjadi kunci agar standar pelayanan benar-benar efektif.

“Masukan dari forum ini akan menjadi bahan evaluasi berharga dalam penyusunan kebijakan maupun langkah perbaikan ke depan,” imbuhnya.

Ia juga menegaskan kembali komitmen DPMPTSP Kalsel untuk menghadirkan layanan perizinan yang konsisten, jelas, dan berorientasi pada kepuasan publik.

“Kepuasan masyarakat dan pelaku usaha menjadi prioritas utama melalui penerapan standar pelayanan yang tegas, serta komunikasi terbuka dengan seluruh pemangku kepentingan,” tutupnya. (SYA/RIW/RH)

Diskominfo Kalsel Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H

BANJARBARU – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah, di Aula Diskominfo Kalsel, Banjarbaru, Kamis (2/10).

Kegiatan yang diikuti seluruh pegawai Diskominfo Kalsel ini turut dihadiri Kepala Diskominfo Kalsel, Muhamad Muslim, serta menghadirkan Tenaga Ahli Gubernur Bidang Keagamaan, Muslimin, sebagai penceramah.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kali ini mengangkat tema Meneladani Sifat Rasulullah Dalam Pelaksanaan Tugas Sebagai Aparatur.

Kepala Diskominfo Kalsel, Muhamad Muslim, mengatakan kegiatan ini penuh makna karena sejalan dengan arahan Gubernur Kalsel yang menginginkan agar kegiatan di lingkup Pemprov Kalsel tidak hanya dibekali ilmu pengetahuan duniawi, tetapi juga sentuhan rohani.

“Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk selalu melaksanakan kegiatan rohani setiap hari besar Islam,” ujarnya.

Muslim menambahkan, kegiatan keagamaan ini juga menjadi sarana pembinaan mental dan spiritual bagi para pegawai agar semakin berintegritas dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam bidang komunikasi dan informatika.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para pegawai semakin berintegritas dan profesional dalam menjalankan tugas, dengan meneladani akhlak Rasulullah SAW,” harapnya.

Ia menekankan, keteladanan Rasulullah SAW bisa menjadi contoh dalam pekerjaan, kehidupan sehari-hari, hingga hubungan sosial masyarakat.

“Mudahan-mudahan dengan kegiatan ini, kita semua dapat ilmu yang bermanfaat dan bisa menerapkannya dalam tugas di kantor,” ucapnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Gubernur Bidang Keagamaan, Muslimin, menyampaikan bahwa Rasulullah SAW adalah panutan umat manusia, sehingga sifat-sifat beliau dapat diterapkan dalam berbagai aktivitas.

“Nabi Muhammad SAW adalah panutan kita, maka segala sifat beliau harus kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Muslimin juga memberikan apresiasi kepada Diskominfo Kalsel yang telah menyelenggarakan kegiatan ini sebagai wujud kepedulian terhadap pembinaan rohani pegawai.

“Saya sangat mengapresiasi Diskominfo Kalsel, karena melalui kegiatan seperti ini para pegawai tidak hanya fokus pada urusan duniawi, tetapi juga mendapatkan bekal rohani yang sangat penting,” tutupnya. (BDR/RIW/RH)

Generasi Muda Belajar Demokrasi, DPRD Kalsel Jadi Ruang Edukasi Politik Mahasiswa

BANJARMASIN – Gedung DPRD Kalimantan Selatan kembali menjadi ruang belajar demokrasi bagi generasi muda, Kamis (2/10).

Sekitar 150 mahasiswa yang tergabung dalam Legislator Senat Mahasiswa UIN Antasari dan Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBI) UIN Antasari mengikuti simulasi sidang dan dialog di Ruang Rapat Paripurna H. Mansyah Addrian.

Kepala Bagian Persidangan dan Perundang-Undangan Sekretariat DPRD Kalsel, M. Andri Yuzhar, yang menerima langsung rombongan mahasiswa, menyampaikan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam memahami proses legislasi. Keterlibatan generasi muda dalam memahami proses politik di lembaga legislatif sangat penting

Kepala Bagian Persidangan dan Perundang-Undangan Sekretariat DPRD Kalsel, menerima cindramata UIN Antasari

“Forum seperti ini tidak hanya sebatas memperkenalkan tata cara persidangan, tetapi juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk melatih pola pikir kritis, menumbuhkan rasa tanggung jawab, dan memahami mekanisme demokrasi dijalankan secara nyata,” jelasnya.

Andri menegaskan, pengalaman mengikuti simulasi sidang bukan sekadar pembelajaran teknis, melainkan juga sarana membentuk karakter kritis, rasa tanggung jawab, serta kesiapan untuk berperan di masyarakat. Hal ini tentu menjadi bekal berharga bagi mahasiswa untuk menyiapkan diri sebagai calon pemimpin di masa depan.

“Sekretariat DPRD Kalsel akan selalu terbuka dalam memberikan ruang edukasi politik, sehingga generasi muda memiliki pengalaman praktis yang dapat mereka bawa dan kembangkan,” ucapnya.

Foto bersama

Lebih lanjut, apresiasi datang dari Reza, perwakilan Senat Mahasiswa FEBI UIN Antasari. Ia menyebut kesempatan ini menjadi pengalaman berharga yang mampu membantah anggapan bahwa mahasiswa FEBI tidak peduli politik.

“Kami ingin menepis anggapan bahwa mahasiswa FEBI tidak peduli politik. Justru hari ini terlihat jelas bahwa rekan-rekan kami begitu bersemangat untuk belajar dan terlibat dalam isu-isu kebangsaan,” tambahnya.

Ia berharap kegiatan semacam ini dapat rutin dilakukan, sehingga mahasiswa dapat terus memperkaya wawasan politik sekaligus menguatkan peran mereka dalam menjaga nilai demokrasi di Banua.
(ADV-NHF/RIW/RH)

Status Siaga Darurat Karhutla Dicabut, BPBD Kalsel Bersiap Hadapi Musim Penghujan

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan resmi mencabut status siaga darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla), setelah hampir dua bulan penuh seluruh jajaran bekerja keras melakukan pengendalian titik api di berbagai wilayah.

Berakhirnya status darurat ini menjadi tanda bahwa kondisi cuaca mulai membaik, curah hujan perlahan turun, serta potensi kebakaran dapat ditekan secara signifikan.

Namun, tantangan baru kini menanti, sebab Kalimantan Selatan akan segera memasuki musim penghujan yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, hingga angin kencang.

Untuk itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel menegaskan kesiapan mereka dalam menghadapi perubahan musim ini dengan langkah – langkah pencegahan yang lebih terarah.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Bambang Dedi Mulyadi, menjelaskan bahwa status siaga darurat karhutla yang diberlakukan sejak 4 Agustus hingga 30 September 2025 telah resmi dicabut.

“Kondisi cuaca di Kalsel sudah mulai membaik dan titik api yang sebelumnya muncul sudah bisa dikendalikan dengan baik. Apalagi curah hujan sudah turun sejak akhir September, sehingga potensi kebakaran bisa ditekan,” ucap Bambang, saat ditemui dikantornya pada Rabu (1/10) sore.

Lebih lanjut, Bambang menambahkan, meskipun status darurat telah dicabut, kewaspadaan masyarakat tetap dibutuhkan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, meski saat ini sudah memasuki musim hujan,” panjut Bambang.

Di sisi lain, BPBD juga mulai mengalihkan fokus ke antisipasi bencana di musim penghujan. Menurut Bambang, pihaknya telah menyiapkan personel siaga, memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, serta menyiagakan posko darurat dan logistik kebutuhan dasar.

“Potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin kencang menjadi perhatian utama kami. Untuk itu, berbagai langkah pencegahan sudah mulai dipersiapkan,” tutup Bambang.

Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan Kalimantan Selatan mampu melalui pergantian musim dengan dampak bencana yang bisa diminimalisir. (MRF/RIW/RH)

Luncurkan Aksi Perubahan ForPEDig, RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel Permudah Pendaftaran Penelitian Secara Digital

BANJARMASIN – Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Gusti Hasan Aman Provinsi Kalimantan Selatan, Seksi Penelitian dan Pengembangan, melakukan aksi perubahan mengusung judul “Optimalisasi Pendaftaran Penelitian melalui Penggunaan Platform Google Drive (ForPEDig)”, yang menjadi bagian dari agenda Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan V Tahun 2025, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalimantan Selatan.

Sosialisasi dgn FKG

Ditemui di ruang kerjanya, Selasa (30/9) Kepala Seksi Penelitian dan Pengembangan RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, Rusmiani menjelaskan, penggunaan teknologi digital saat ini merupakan kebutuhan mendesak. Khususnya dalam peningkatan mutu pelayanan publik di bidang kesehatan.

Optimalisasi pendaftaran penelitian melalui platform digital seperti Google Drive dinilai dapat memangkas birokrasi, mempercepat proses administrasi, sekaligus menjaga keteraturan arsip penelitian di lingkungan RSGM Gusti Hasan Aman.

“Upaya ini bukan hanya sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam memperkuat transformasi digital, tetapi juga mendukung pengembangan penelitian di bidang kesehatan gigi dan mulut.,” ucapnya

Rusmiani mengatakan, Inovasi ini dapat berjalan efektif, konsisten, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan dunia akademik. Dengan sistem berbasis digital, proses pendaftaran penelitian yang sebelumnya manual, dapat dilakukan secara lebih transparan, terukur, dan mudah diakses pihak terkait.

“Dukungan dari pimpinan daerah, khususnya Gubernur Kalsel, Sekdaprov dan Direktur RSGM, menjadi motivasi kuat dalam menyukseskan implementasi ForPEDig,” ungkapnya

Sekdaprov Kalsel memberikan tanda tangan dukungan

Lebih jauh Rusmiani menambahkan, aksi perubahan ini juga selaras dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, dalam memajukan kualitas layanan kesehatan berbasis riset. Dengan adanya sistem pendaftaran digital, penelitian di bidang kedokteran gigi akan lebih terdokumentasi dengan baik, sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai pihak, baik dari akademisi, tenaga medis, maupun lembaga riset lainnya.

“Transformasi digital di sektor kesehatan merupakan langkah penting menuju pelayanan yang cepat, akuntabel, dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” tutupnya. (NHF/RIW/RH)

Tekan Angka Putus Sekolah, 10.030 Siswa Kurang Mampu di Kalsel Terima Bantuan Pendidikan

BANJARMASIN – Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan, Fathul Jannah Muhidin, menyerahkan secara simbolis Bantuan bagi Siswa Kurang Mampu (BSKM) jenjang SMA dan SMK negeri maupun swasta tahun 2025, di Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, Rabu (1/10).

Program ini merupakan wujud sinergi antara TP PKK Kalsel dan Pemerintah Provinsi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel, khususnya dalam upaya pemerataan akses pendidikan.

Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Provinsi Kalsel, Fathul Jannah mengatakan, program ini menjadi langkah nyata untuk memastikan seluruh anak di Banua memiliki kesempatan yang sama, dalam memperoleh pendidikan, meski berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.

“Melalui program BSKM, kita ingin meringankan beban keluarga sekaligus memastikan anak-anak di Kalimantan Selatan tidak putus sekolah hanya karena keterbatasan biaya,” ujarnya.

Ia menegaskan, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan masa depan anak, keluarga, hingga bangsa. Karena itu, Ia mengajak seluruh pihak termasuk keluarga, masyarakat, dunia usaha, dan lembaga sosial untuk berkolaborasi menciptakan lingkungan belajar yang aman dan memotivasi.

“Jadikan keterbatasan sebagai motivasi untuk berusaha lebih giat, belajar lebih tekun, dan berprestasi. Insya Allah dengan kerja keras dan doa, cita-cita dapat tercapai,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Provinsi Kalsel, Galuh Tantri Narindra menyebutkan, bahwa BSKM menjadi salah satu strategi pemerintah dalam menekan angka putus sekolah akibat faktor ekonomi.

“Bantuan ini mencakup seragam dan perlengkapan sekolah bagi siswa kurang mampu, baik SMA maupun SMK, negeri maupun swasta. Harapannya dapat mengurangi beban orang tua sekaligus meningkatkan semangat anak-anak dalam menempuh pendidikan,” jelasnya.

Galuh menambahkan, Pemprov Kalsel akan terus mengembangkan program serupa sesuai kebutuhan siswa ke depan agar tidak ada lagi anak di Banua yang terhambat menempuh pendidikan karena persoalan biaya.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berkomitmen untuk terus memperluas program bantuan pendidikan ini agar setiap anak dapat meraih masa depan yang lebih baik tanpa terbebani kendala ekonomi,” pungkasnya.

Tahun ini, bantuan disalurkan kepada 10.030 siswa dari 306 sekolah SMA/SMK di 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan. Total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp11,32 miliar. Dana tersebut digunakan untuk pengadaan perlengkapan pendidikan seperti buku, alat tulis, seragam, serta kebutuhan lain yang menunjang kegiatan belajar. (BDR/RIW/RH)

Gelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Pemprov Kalsel Aplikasikan Nilai Luhur Pancasila

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila, yang berlangsung di halaman kantor Gubernur Kalsel di Banjarbaru, Rabu (1/10). Upacara ini dipimpin Gubernur Kalsel Muhidin, yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin.

Sekdaprov Kalsel, M Syarifuddin

Kepada Awak Media, Syarifuddin menegaskan, bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila merupakan momentum penting untuk memperkuat kembali semangat persatuan dan kesatuan bangsa. Ia menekankan bahwa nilai–nilai Pancasila harus terus dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari–hari, tidak hanya dalam tataran formal pemerintahan, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat.

“Melalui peringatan ini, kita berharap seluruh elemen masyarakat dapat semakin memahami arti penting Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa. Pancasila juga harus terus dijadikan landasan dalam pembangunan daerah agar tercipta masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera,” ucap Syarifuddin.

Hari Kesaktian Pancasila menjadi pengingat bahwa sejarah perjuangan bangsa tidak terlepas dari berbagai ujian dan ancaman terhadap keutuhan NKRI. Namun berkat kekuatan Pancasila, bangsa Indonesia mampu tetap berdiri tegak hingga kini.

“Kita semua berkewajiban menjaga dan mengamalkan Pancasila dalam setiap aspek kehidupan. Inilah wujud nyata penghormatan terhadap jasa para pahlawan bangsa,” tutup Syarifuddin.

Sementara itu, dari sisi pendidikan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel, Galuh Tantri Narindra menilai, bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila juga menjadi momentum penting dalam penguatan pendidikan karakter generasi muda di Banua.

Menurutnya, dunia pendidikan memiliki peran strategis dalam menanamkan rasa cinta tanah air, persatuan, dan semangat gotong royong sejak dini.

“Melalui momen Hari Kesaktian Pancasila, para pelajar di Kalsel diharapkan semakin memahami nilai–nilai luhur Pancasila sekaligus mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari–hari. Dengan begitu, mereka tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, berjiwa nasionalis, dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat,” ucap Tantri.

Ia menambahkan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel terus mendorong sekolah – sekolah untuk mengintegrasikan nilai Pancasila dalam kurikulum maupun kegiatan ekstrakurikuler. Langkah ini dilakukan agar nilai – nilai kebangsaan tidak hanya dipahami secara teori, tetapi benar–benar melekat dalam perilaku dan sikap generasi muda.

“Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kalsel ini pun diharapkan menjadi refleksi bersama bagi seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga persatuan, sekaligus memastikan bahwa nilai Pancasila terus hidup dan diwariskan kepada generasi penerus bangsa,” tutup Tantri. (MRF/RIW/RH)

Exit mobile version