Gandeng TP PKK Kalsel, Dislutkan Gelar Gemarikan di Karang Intan

BANJAR – Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesehatan Keluarga (TP PKK) Kalsel, melaksanakan kegiatan Safari Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), di Desa Mandiangin Barat, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Rabu (5/11).

Kadislutkan Kalsel, Rusdi Hartono.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan Rusdi Hartono mengatakan, Gemarikan ini merupakan arahan Gubernur Kalsel Muhidin, agar melibatkan kolaborasi lintas instansi. Diantaranya, Dinas Perkebunan dan Peternakan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Perdagangan, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, serta Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan.

“Syukur Alhamdulillah, hari ini kami bersama sejumlah SKPD di lingkup Pemprov Kalsel melaksanakan kegiatan Gemarikan di Kecamatan Karang Intan,” ungkap Rusdi.

Kegiatan Gemarikan, jelasnya, bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya mengonsumsi ikan, karena mengandung Omega 3 yang sangat dibutuhkan tubuh, terutama pada masa pertumbuhan anak.

Selain itu, Safari Gemarikan ini juga untuk meningkatkan Angka Konsumsi Ikan (AKI) di Kalimantan Selatan. Meski AKI Kalael sudah lebih tinggi dari rata rata nasional.

Saat ini, AKI Kalsel mencapai 65 kilogram per kapita per tahun, sedangkan rata rata nasional berada di angka 56 kilogram per kapita per tahun.

“Meski begitu, Dislutkan Kalsel terus menggelorakan dan memasyarakatkan makan ikan,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan, Fathul Jannah menyampaikan, sangat senang dengan antusiasme masyarakat yang hadir mengikuti kegiatan Gemarikan dan berbagai kegiatan sosial lainnya.

“Alhamdulillah TP PKK Kalsel bersama Dislutkan Kalsel serta Posyandu melaksanakan Gemarikan di Kecamatan Karang Intan,” ucapnya.

Dalam kegiatan ini, dilakukan pembagian makanan olahan berbahan dasar ikan kepada anak anak sekolah, produk tersebut olahan dari UMKM binaan Dislutkan Kalsel. (DISLUTKAN.KALSEL/SRI/RIW/EYN)

Longsor di Tambang Awang Bangkal, ESDM Kalsel Pastikan Akibat Faktor Cuaca

BANJARBARU – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Selatan memastikan, bahwa peristiwa longsor di area tambang batu gunung (galian C) di Desa Awang Bangkal Barat, Kabupaten Banjar, terjadi akibat faktor cuaca ekstrem, yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Dinas ESDM Kalsel melalui Kepala Bidang Pertambangan, Gayatrie Agustina menjelaskan, perusahaan tambang yang beroperasi di lokasi tersebut memiliki izin usaha pertambangan (IUP) dan telah melakukan langkah cepat, setelah mendeteksi tanda-tanda potensi longsor.

Kepala Bidang Pertambangan Dinas ESDM Kalsel, Gayatrie Agustina.

“Mereka sudah melihat adanya tanda-tanda longsor sebelum kejadian. Karena itu kegiatan langsung dihentikan, karyawan dievakuasi, dan alat berat disingkirkan. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun kerugian,” jelasnya, Kamis (6/11).

Ia menegaskan, peristiwa longsor tersebut murni disebabkan faktor cuaca, bukan kelalaian operasional.

“Ini murni karena intensitas hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir, terutama di wilayah Awang Bangkal,” ujarnya.

Terkait upaya peninjauan ke lokasi kejadian, Gayatrie menerangkan, bahwa pengawasan langsung tambang merupakan kewenangan Direktorat Jenderal Minerba Kementerian ESDM, sementara pihaknya tetap berkoordinasi dan meminta laporan resmi dari perusahaan.

“Untuk pengecekan lokasi kami belum, karena pengawasan menjadi kewenangan Dirjen Minerba. Namun kami sudah meminta laporan resmi dari pihak KTT IUP. Bila nanti diminta untuk turun ke lapangan, kami siap melaksanakan sesuai instruksi,” katanya.

Gayatrie menambahkan, pihaknya telah mengimbau agar perusahaan menghentikan sementara aktivitas penambangan di areal seluas 5 hektare tersebut hingga kondisi cuaca kembali aman.

“Kami mengimbau agar kegiatan tambang dihentikan sementara sampai situasi benar-benar kondusif. Kalau pun tetap beroperasi, aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) harus diperhatikan secara ketat agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.

Sebelumnya, pada Selasa (4/11), beredar luas di media sosial, video detik-detik longsor di tambang galian C Desa Awang Bangkal Barat. Dalam video tersebut, tampak batu dan tanah dari bahu gunung runtuh hingga menimbulkan asap debu putih tebal yang menyelimuti area sekitar dan sempat menghambat jarak pandang warga. (SYA/RIW/EYN)

Komisi II DPRD Kalsel, Pastikan Dana Pemprov Aman dan Transparan di Bank Kalsel

JAWA TIMUR — Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) bersama pihak Bank Kalsel, membahas dinamika terkini terkait isu dana Pemerintah Provinsi Kalsel yang disebut mengendap di Bank Kalsel.

Kepastian itu disampaikan di sela kunjungan kerja Komisi II ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Timur di Surabaya, dipimpin langsung Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, Rabu (5/11).

Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, didampingi Wakil Ketua dan anggota.

Yani Helmi menegaskan, bahwa Komisi II DPRD Kalsel tidak tinggal diam dan akan menindaklanjuti persoalan ini dengan langkah konkret serta transparan.

“Kami Komisi II DPRD Kalsel berencana memanggil kembali pihak BPKAD untuk menjelaskan secara komprehensif masalah ini agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan utuh,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pembahasan mendalam akan dilakukan agar tidak muncul kesalahpahaman publik terhadap pengelolaan keuangan daerah.

“Mudah-mudahan dalam kesempatan berikutnya kita bisa bertemu dan berdiskusi lebih mendalam mengenai hal ini, sehingga semuanya menjadi terang,” tambahnya.

Lebih lanjut, Yani Helmi menerangkan, bahwa dana yang disebut mengendap tersebut bukan merupakan permasalahan hukum, melainkan kesalahan teknis dalam penginputan golongan nasabah.

“Tidak ada pelanggaran regulasi atau aturan hukum yang mengakibatkan Bank Kalsel terkena sanksi oleh OJK atau Bank Indonesia. Persoalan ini pun sudah diklarifikasi ke Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri, dan hasilnya dinyatakan clear,” tegasnya.

Yani Helmi menambahkan, total dana yang terdeposito atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan saat ini mencapai sekitar Rp4,7 triliun. Dana tersebut sepenuhnya masih tersimpan dengan aman di Bank Kalsel dan siap digunakan untuk mendukung pembiayaan program strategis daerah.

“Kalaupun nanti ada sisa atau SILPA, secara otomatis akan dialokasikan kembali pada tahun anggaran 2026 sesuai ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.

Menutup pertemuan tersebut, Yani Helmi menegaskan komitmen Komisi II DPRD Kalsel, dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap keuangan daerah.

“Kami tidak berdiam diri. Di mana pun dan kapan pun, kami akan terus melaksanakan tugas untuk memastikan tata kelola keuangan daerah berjalan transparan, akuntabel, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat,” pungkasnya. (ADV-NHF/RIW/EYN)

Dorong Kreativitas Generasi Muda, Disdikbud Kalsel Gelar Lomba Dongeng Karya Cipta Baru

BANJARMASIN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan,

melalui Bidang Kebudayaan, Seksi Kesenian, menggelar lomba dongeng karya cipta baru, bertempat disalah satu hotel Berbintang Banjarmasin, Kamis (6/11).

Sekretaris Disdikbud Kalsel (ditengah).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Selatan, Galuh Tantri Narindra, diwakili Sekretaris Disdikbud Kalsel, Hadeli Rosyaidi mengatakan, lomba ini sebagai upaya menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya Banua. Selain juga, untuk mendorong kreativitas dalam menciptakan karya dongeng baru yang sarat dengan nilai kearifan lokal.

“Lomba ini menjadi ajang pelestarian seni tutur dan menghadirkan ruang diskusi tentang pentingnya regenerasi seni tradisi lisan di Kalimantan Selatan,” ucapnya

Hadeli berharap, dari kegiatan ini muncul talenta-talenta baru di bidang seni penceritaan, serta terbangun jejaring kolaborasi antara pelaku budaya, lembaga pendidikan, dan pemerintah dalam upaya memajukan kebudayaan daerah. Apalagi lomba ini, diikuti peserta dari tiga kategori, yakni PAUD, SD kelas 1 sampai 3, dan SD kelas 4 hingga 6.

“Kami apresiasi minat peserta yang mengikuti tersebar di kabupaten dan kota,” jelasnya

Sementara itu, Kepala Seksi Kesenian, Sunjaya Adhiarsho menambahkan,

lomba dongeng karya cipta baru ini, pertama kali digelar dan menjalin kerjasama dengan Balai Penjamin Mutu Pendidikan Kalsel.

Ia berharap lomba ini dapat melahirkan talenta – talenta baru di bidang seni penceritaan dan meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap budaya Banua

Foto bersama

“Setiap peserta mengirimkan karya dalam bentuk video, dan juara 1 pada masing – masing kategori akan mewakili Kalimantan Selatan ke tingkat nasional,” tutupnya

Dewan juri pada lomba ini terdiri dari Aulia Novitasari dari Asosiasi Tradisi Lisan Kalimantan Selatan, Enik Mintarsih dari Kampung Dongeng Intan Kalsel, dan Ari Budi pemerhati seni cerita daerah. (NHF/RIW/EYN)

Semarakkan HKN ke-61, BKOM Kalsel Menggelar Festival Aerobic 2025

BANJARBARU – Dalam rangka memeriahkan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61, Balai Kesehatan Olahraga Masyarakat (BKOM) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Festival Aerobic 2025 bertema Bekerja Bersama Merangkul Semua, Wujudkan Generasi SEGAR (Sehat dan Bugar), di GOR Rudy Resnawan, Banjarbaru, Kamis (6/11).

Kegiatan dibuka secara resmi Wakil Gubernur Kalimantan Selatan melalui Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, Diauddin.

Diauddin menyampaikan apresiasi terhadap terselenggaranya Festival BKOM Aerobic, yang dinilai sejalan dengan tema Hari Kesehatan Nasional ke-61 tahun 2025, yaitu Generasi Sehat, Masa Depan Hebat. Terlebih kegiatan ini tidak hanya untuk masyarakat umum, tapi juga melibatkan anak-anak sekolah.

“Mudah-mudahan dengan mereka gemar berolahraga, generasinya akan sehat dan masa depan bangsa akan semakin hebat,” ujarnya.

Diauddin juga meminta festival olahraga seperti aerobik dapat digelar lebih intens, mengingat olahraga ini menjadi bagian penting dalam membentuk pola hidup sehat masyarakat menuju Indonesia Emas 2045.

“Kegiatannya tidak harus besar seperti sekarang, tapi yang penting berkelanjutan agar para pecinta olahraga, khususnya aerobik, punya ruang untuk berekspresi,” tambahnya.

Kepala BKOM Kalsel, Susi Hermina, menjelaskan, bahwa pemilihan aerobik sebagai olahraga utama festival ini didasarkan pada semangat inklusivitas.

“Aerobik ini digemari semua kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa. Karena itu kami jadikan sebagai lomba utama untuk menyemarakkan HKN ke-61,” jelasnya.

Ia juga menanggapi arahan Kepala Dinas Kesehatan agar kegiatan semacam ini dilaksanakan lebih sering.

“Insya Allah tahun depan kami akan berusaha melaksanakan minimal dua kali, bahkan mungkin empat kali seperti harapan beliau. Tapi tentu kami akan evaluasi dulu dari hasil kegiatan tahun ini,” ujarnya.

Menurutnya, Festival BKOM Aerobic juga menjadi bentuk apresiasi bagi para member aktif BKOM yang rutin mengikuti kegiatan olahraga seperti aerobik, zumba, dan poundfit setiap hari.

Susi juga mengungkapkan, tahun ini merupakan kali pertama pihaknya membuka kategori lomba bagi anak-anak sekolah dasar (SD) sebagai upaya mengenalkan olahraga sejak usia dini.

“Kami ingin anak-anak mencintai olahraga sejak kecil. Jangan sampai mereka lebih akrab dengan gadget daripada bergerak secara fisik,” pungkasnya.

Festival BKOM Aerobic 2025 mempertandingkan enam kategori, yaitu SD, pemula, instruktur, SKPD, poundfit, dan aerobik umum, dengan total peserta sekitar 400 orang dari Kota Banjarmasin, Banjarbaru dan Kabupaten Banjar.  (SYA/RIW/EYN)

Kunjungi Venue POPNAS 2025, Kadispora Beri Semangat Atlet Pelajar Kalsel

JAKARTA – Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel, Pebriadin Hapiz, mengunjungi atlet pelajar Banua, yang sedang berjuang menorehkan prestasi, di ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) serta Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (PEPARPENAS) Tahun 2025 di Jakarta. Diantaranya saat pertandingan Renang Paralimpik, Angkat Besi, serta Panjat Tebing, Rabu (5/11) dan Kamis (6/11).

“Kunjungan yang dilakukan ini, untuk memberikan motivasi kepada atlet pelajar Kalsel, yang bertanding di POPNAS dan PEPARPENAS tahun ini,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan.

Dimana, lanjut Pebriadin, kehadirannya diharapkan dapat meningkatkan semangat juang para atlet pelajar Kalsel di POPNAS dan PEPARPENAS.

“Kehadiran kami di sini untuk memberikan semangat juang kepada para atlet pelajar, baik yang bertanding di POPNAS maupun PEPARPENAS. Kami ingin para atlet ini merasakan bahwa pemerintah hadir untuk mendukung,” ucapnya.

Setelah kunjungan ini, Pebriandi berharap, cabang olahraga yang mengikuti POPNAS dan PEPARPENAS dapat meningkatkan raihan prestasi agar dapat lebih baik lagi kedepannya.

“Kami menilai keikutsertaan atlet dalam ajang nasional ini bukan hanya soal hasil, tetapi juga sebagai dari proses pembinaan prestasi Olahraga di Kalimantan Selatan,” ucapnya.

Karena itu, POPNAS dan PEPARPENAS menjadi ajang untuk menguji hasil latihan dan sistem pembinaan yang telah berjalan selama ini.

“Selama ini para atlet pelajar ini sudah diberikan waktu latihan, maka sekarang mereka kami beri kesempatan  bertanding, sehingga hasil ini untuk melihat bagaimana pembinaan prestasi kita berjalan,” tutur Pebriadin.

Pada kesempatan tersebut, Kadispora juga memberikan dukungan bagi atlet disabilitas, yang bertanding di PEPARPENAS.

“Kalsel ingin mempertahankan tradisi prestasi khususnya pada nomor nomor yang sebelumnya mendominasi,” ucapnya.

Sedangkan, pada kategori disabilitas, tambahnya, Kalsel diharapkan dapat mempertahankan dominasi juara.

“Bagi atlet yang sudah berhasil meraih medali emas, agar tidak cepat puas dan terus menjaga konsistensi raihan prestasi,” ucapnya.

Dan, tambah Pebriadin, Dispora Kalsel terus melakukan perbaikan pembinaan, karena itu para atlet diminta untuk terus berlatih dan mengembangkan diri.  (SRI/RIW/EYN)

Perkuat Peran Kehumasan SKPD, Diskominfo Kalsel Gelar FGD KomuniAksi GPR Core 2025

BANJARBARU – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Focus Group Discussion (FGD) KomuniAksi Goverment Public Relations (GPR) Core Tahun 2025, di Kebun Raya Banua Banjarbaru, pada Kamis (6/11).

Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan dan memperkuat peran kehumasan SKPD di lingkup Pemprov Kalsel ini, dibuka Kepala Dinas Kominfo Provinsi Kalsel, Muhamad Muslim.

Kepala Diskominfo Kalsel, M. Muslim, saat membuka kegiatan FGD KomuniAksi GPR Core 2025.

Kepala Diskominfo Kalsel, Muhamad Muslim mengatakan, kegiatan ini merupakan wadah untuk silaturahmi dan menyamakan persepsi kehumasan SKPD dalam mengawal isu-isu yang berkembang di masing-masing SKPD.

“Tentu saja ini untuk membangun citra dan kinerja Pemerintah Provinsi yang baik dengan KomuniAksi kawan-kawan humas lewat desiminasi informasi yang baik pula,” kata Muslim.

Muslim juga mendorong agar kehumasan SKPD aktif mengawal isu yang berkembang di tengah masyarakat baik lewat pemberitaan resmi maupun sosial media.

“Informasi-informasi tersebut bisa menjadi acuan kita dalam menyiapkan data informasi yang lebih valid untuk disampaikan kepada masyarakat,” jelasnya.

Ia berharap, silaturahmi yang terjalin hari ini dapat menghilangkan sekat-sekat arus komunikasi informasi antar kehumasan SKPD.

“Dengan begitu informasi yang disampaikan ke masyarakat dan juga pimpinan memiliki kadar validitas, kualitas, kredibilitas, dan integritas yang baik,” tutupnya. (BDR/RIW/EYN)

Dekranasda Kalsel,  Perkuat Komitmen Majukan Sektor Kerajinan

BANJARBARU – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalimantan Selatan, terus memperkuat komitmennya dalam memajukan sektor kerajinan daerah, yang dinilai memiliki potensi luar biasa untuk menopang pertumbuhan ekonomi kreatif di Banua.

Ketua Harian Dekranasda Kalsel, Abdul Rahim.

Ketua Harian Dekranasda Provinsi Kalimantan Selatan, Abdul Rahim, mengatakan, bahwa pihaknya berupaya secara berkelanjutan untuk mendorong para pengrajin lokal, agar mampu meningkatkan kualitas, inovasi, serta daya saing produk mereka di pasar nasional maupun internasional.

Menurut Rahim, sektor kerajinan memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi masyarakat, terutama bagi pelaku usaha kecil dan menengah yang tersebar di berbagai wilayah di Kalimantan Selatan.

“Dekranasda Kalsel terus berkomitmen memperkuat kapasitas pengrajin melalui pembinaan, pelatihan, dan fasilitasi promosi. Kami ingin produk-produk lokal mampu bersaing tidak hanya karena keindahan desainnya, tetapi juga karena kualitas dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya,” ujar Rahim, baru – baru tadi.

Lebih lanjut, Rahim menjelaskan, bahwa Provinsi Kalimantan Selatan memiliki potensi luar biasa di sektor kerajinan, dengan berbagai produk khas yang telah lama dikenal.  Seperti anyaman purun, Kain Sasirangan, serta kerajinan berbahan Kayu Ulin dan Rotan. Produk-produk tersebut tidak hanya mencerminkan kekayaan budaya Banua, tetapi juga berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi komoditas ekspor unggulan.

Selain memperkuat pembinaan, Dekranasda Kalsel juga terus menjalin kolaborasi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan lembaga pendidikan untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan nilai tambah produk kerajinan.

Melalui berbagai program pengembangan kapasitas, pelatihan desain, dan digitalisasi pemasaran, para pengrajin diharapkan dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan sentuhan kearifan lokal.

“Kerajinan daerah bukan hanya tentang produk, tetapi juga tentang cerita dan identitas. Kami ingin agar setiap hasil karya tangan masyarakat Kalsel menjadi representasi dari budaya Banua yang kaya dan membanggakan,” lanjut Rahim.

Rahim menambahkan, dengan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, Dekranasda Kalsel optimistis bahwa sektor kerajinan di Kalimantan Selatan akan terus tumbuh menjadi salah satu pilar utama ekonomi kreatif, membuka lapangan kerja baru, dan memperkuat citra daerah di kancah nasional maupun internasional. (MRF/RIW/EYN)

Legislatif Kalsel, Apresiasi Apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025

BANJARBARU – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Selatan, mengapresiasi Apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana Tahun 2025 yang digelar Polda Kalimantan Selatan. Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Polri Kilometer 21 Banjarbaru pada Rabu, (5/11).

Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, menyampaikan apresiasinya usai mengikuti apel kesiapsiagaan. Menurutnya, langkah cepat dan terencana Polda Kalsel dalam menggelar apel ini, menunjukkan sinergi antarlembaga yang kuat dalam memastikan keselamatan masyarakat Banua.

“Apel ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk nyata sinergi antarlembaga untuk memastikan keselamatan masyarakat Banua. Kesiapsiagaan seperti ini menjadi kunci dalam memperkecil dampak bencana dan mempercepat proses penanganan di lapangan,” ujar Supian HK.

Supian HK menilai, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kesigapan dalam menghadapi potensi bencana di musim hujan, dan cuaca ekstrem akhir tahun.

Dengan adanya apel kesiapsiagaan ini, diharapkan seluruh unsur terkait dapat meningkatkan sinergi dan kesigapan dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Kalsel.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mitigasi bencana dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.

“DPRD Kalsel berharap dapat terus dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan kesigapan dalam menghadapi potensi bencana. Dengan demikian, masyarakat Banua lebih siap dan tangguh dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana yang mungkin terjadi,” tutupnya.

Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana Tahun 2025 ini dipimpin langsung Gubernur Kalsel, Muhidin, dan dihadiri oleh seluruh unsur, termasuk TNI, BPBD, Basarnas, dan lembaga kemanusiaan. (ADV-NHF/RIW/EYN)

Belajar Bersama, Museum Wasaka Tanamkan Nilai Sejarah pada Generasi Muda

BANJARMASIN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Bidang Kebudayaan, Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman kembali menggelar kegiatan Belajar Bersama di Museum Waja Sampai Kaputing, Jalan Kampung Kenanga, Sungai Jingah Banjarmasin, Senin (5/11). 

Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada 5-6 November 2025, diikuti 16 sekolah. Diantaranya SMAN, SMKN, MAN, SMA, SMK dan MAS, dari Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Barito Kuala, dan Tanah Laut. Masing – masing sekolah mengirimkan sembilan orang peserta didik, dan satu guru pendamping.

Kepala Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman, Arry Risfansyah, saat memberikan sambutan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Galuh Tantri Narindra, diwakili Kepala Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman, Arry Risfansyah, dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman generasi muda tentang sejarah berdirinya Museum Wasaka.

Para peserta didik dapat memahami nilai-nilai sejarah yang terkandung di Museum Wasaka sebagai salah satu upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran generasi muda tentang pentingnya sejarah Revolusi Fisik di Kalsel

“Pembekalan menghadirkan narasumber Purna Edukator Museum, Slamet Hadi Triyanto, yang menyampaikan materi tentang pengenalan Museum Wasaka. Sedangkan Sejarawan, Wajidi, memaparkan tentang revolusi fisik di Kalimantan Selatan,” katanya

Suasana Belajar Bersama di Museum Wasaka

Disampaikan Arry, para peserta didik yang mengikuti kegiatan Belajar Bersama di Museum, nantinya akan mengikuti Lomba Edukatif Kultural Museum Mading Tiga Dimensi (3D) selama tiga hari, dari 10 hingga 12 November 2025, yang merupakan kegiatan tahunan. Dimana hasil pembelajaran ini, diimplementasikan melalui gelaran lomba tersebut.

“Semoga kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat nasionalisme, dan cinta tanah air,” pinta Arry.

Sementara itu, Slamet Hadi Triyanto menyampaikan, para peserta harus lebih mengenal sejarah perjuangan Kalimantan Selatan, melalui Museum Waja Sampai Kaputing. Dengan mengetahui dan memahami nilai-nilai perjuangan yang tersimpan dan tertata rapi di setiap koleksi museum.

“Kita tanamkan sejak dini semangat juang para pahlawan daerah pada generasi muda,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Wajidi, ia menekankan pentingnya memahami semangat perjuangan para pahlawan Banua, sebagai landasan membangun karakter generasi muda, agar semakin mencintai sejarah dan menjadikan museum bukan sekadar tempat benda bersejarah, tetapi juga ruang belajar sebagai sumber yang menyenangkan.

“Para peserta didik dapat menambah wawasan tentang sejarah di Kalsel. Apalagi tanggal 10 November mendatang, akan memperingati Hari Pahlawan dan hari ulang tahun ke-34 Museum Wasaka,” tutupnya.

Selain mengikuti sesi diskusi, para peserta juga diajak berkeliling melihat koleksi bersejarah yang tersimpan di Museum Wasaka, serta menonton film dokumenter perjuangan rakyat Banua melalui fasilitas ruang audio visual museum. (NHF/RIW/EYN)

Exit mobile version