Sukses Gelar Festival Gerbang Nusantara, Ini Harapan Gubernur Muhidin

JAKARTA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, sukses menggelar Festival Gerbang Nusantara 2025, di DKI Jakarta, pada 28–29 November 2025. 

Pertunjukan seni khas Banjar, Tari Kuda Gipang dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan

Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman, menyampaikan, Festival Gerbang Nusantara ini, merupakan agenda budaya tahunan yang menjadi wadah interaksi, apresiasi, dan pelestarian seni budaya daerah.

Festival tahun 2025 mengangkat tema “Berkolaborasi dan Bertransformasi dalam Harmoni Budaya”,, artinya menegaskan komitmen Pemprov Kalsel untuk mendorong inovasi sekaligus menjaga nilai-nilai budaya sebagai identitas bangsa.

“Beragam agenda dilaksanakan untuk semakin memperkuat jejaring budaya, serta menghidupkan kembali ruang-ruang publik sebagai pusat interaksi kultural masyarakat,” ungkapnya.

Hasnuryadi menyampaikan, adapun rangkaian acara lebih beragam dibanding tahun – tahun sebelumnya. Diantaranya penampilan kesenian khas Madihin, Fashion Show Wastra Kalimantan dan Sajian Rasa Suguhan Budaya. Kemudian dilanjutkan, parade tari daerah di Taman Mini Indonesia Indah, ditampilkannya film tentang sejarah perjuangan revolusi fisik Kalimantan Selatan melalui audio visual, pergelaran seni budaya hingga tarian tradisional.

“Kami ingin menghadirkan ruang bersama untuk seniman, budayawan, pelaku kreatif. Kolaborasi dan transformasi bukan hanya simbol perayaan, tetapi juga komitmen membawa budaya sebagai kekuatan daerah,” jelasnya

Sementara itu, Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha menyampaikan, Festival Gerbang Nusantara ini menjadi ajang untuk menampilkan potensi seni dan budaya khas masing – masing, dengan keterlibatan komunitas kreatif dan para generasi muda, semakin memperkaya keberagaman aktivitas, yang dinilai memiliki potensi besar memperkenalkan Kalsel ke kancah Internasional.

Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha

“Gelaran ini dapat memberi dampak yang lebih luas, tidak hanya dari sisi pelestarian budaya, tetapi juga peningkatan ekonomi kreatif, penguatan identitas daerah, dan pengembangan pariwisata berbasis budaya,” tutupnya. (BidKebudayaanDisparKalsel-NHF/RIW/RH)

Bank Kalsel Raih Penghargaan Mitra Rupiah Tepian Nusantara Terbaik, PTBI Tahun 2025

BANJARMASIN – Bank Kalsel kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025, yang mengusung tema “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan” yang diselenggarakan serentak di seluruh Indonesia, melalui siaran langsung, dengan acara utama terpusat di Kantor Pusat Bank Indonesia Jakarta.

Pada acara yang dihadiri Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bersama jajaran kementerian, lembaga negara, industri keuangan, perbankan, dan pelaku ekonomi nasional tersebut, Bank Kalsel dianugerahi penghargaan “Mitra Rupiah Tepian Nusantara Terbaik”, yang diraih Kas Titipan Bank Kalsel Batulicin.

Penghargaan ini diberikan Bank Indonesia kepada mitra perbankan yang dinilai memiliki kontribusi signifikan dalam menjaga ketersediaan uang rupiah layak edar, khususnya di wilayah 3T (terluar, terdepan, tertinggal), serta mendukung kelancaran distribusi uang rupiah ke masyarakat.

Kas Titipan Batulicin dinilai sebagai unit layanan yang sangat aktif, sigap, dan konsisten dalam menjalankan perannya.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, menyampaikan apresiasi atas penghargaan ini, sebagai wujud pengakuan terhadap kerja keras seluruh insan Bank Kalsel, khususnya tim di Kas Titipan Batulicin.

“Penghargaan ini merupakan bukti komitmen Bank Kalsel dalam memastikan ketersediaan uang rupiah layak edar bagi masyarakat. Kami berterima kasih kepada Bank Indonesia atas kepercayaan dan apresiasi ini. Prestasi ini akan menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat layanan kas titipan dan meningkatkan kualitas layanan Bank Kalsel di seluruh wilayah Kalimantan Selatan,” ujar Fachrudin.

Sebagai Bank Pembangunan Daerah yang memiliki jangkauan luas di Kalimantan Selatan, Bank Kalsel terus berperan aktif dalam mendukung kebijakan Bank Indonesia terkait pengedaran uang rupiah, penguatan layanan kas, dan edukasi ciri keaslian uang.

Melalui Kas Titipan Batulicin, Bank Kalsel mampu menjangkau masyarakat di wilayah yang jauh dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia, sehingga distribusi rupiah dapat berjalan lancar dan merata.

Fachrudin menambahkan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari soliditas tim serta sinergi yang baik antara Bank Kalsel dan Bank Indonesia.

“Kami bersyukur atas penghargaan ini. Kas Titipan Batulicin telah bekerja maksimal dalam menjaga ketersediaan uang layak edar, memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan aman. Kami akan terus memperbaiki layanan demi mendukung kelancaran sistem pembayaran dan kenyamanan transaksi masyarakat,” jelasnya.

Penghargaan “Mitra Rupiah Tepian Nusantara Terbaik” ini semakin menegaskan posisi Bank Kalsel, sebagai mitra strategis Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas sistem pembayaran dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Dengan semangat Setia Melayani, Melaju Bersama, Bank Kalsel berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan Bank Indonesia serta menghadirkan layanan keuangan yang inklusif, aman, dan terpercaya bagi seluruh masyarakat Kalimantan Selatan. (ADV-RIW/RH)

Sambangi Panti Mulia Satria Banjarbaru, RSGM Gusti Hasan Aman Gelar Aksi Sikat Gigi Bersama

BANJARBARU — Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Gusti Hasan Aman, kembali menunjukkan komitmennya meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut anak-anak, melalui bakti sosial penyuluhan dan praktik sikat gigi bersama. Kegiatan dilaksanakan di Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Anak dan Remaja Mulia Satria, Banjarbaru, Sabtu (29/11).

Plt Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, Mashuda, diwakili Kabid Pelayanan Efrin Riyadi, mengatakan, kegiatan yang menjadi penutup rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang ke-61 ini, menyasar 50 anak penghuni panti.

Kabid Pelayanan RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, Efrin Riyadi, dan Kepala UPTD Panti Mulia Satria, Sacik Kartikowati. (Ki-Ka)

Rangkaian acara meliputi edukasi kesehatan gigi dan mulut serta praktik sikat gigi bersama, untuk menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak dini.

“Alhamdulillah, RSGM Gusti Hasan Aman pada hari ini melaksanakan bakti sosial kesehatan gigi dan mulut di Panti Mulia Satria Banjarbaru, dengan sasaran 50 anak-anak,” katanya

Efrin Riyadi menjelaskan, bakti sosial ini tidak hanya bersifat seremonial, melainkan dirancang agar anak-anak benar-benar memahami praktik menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Foto bersama : sumber humas RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel

Selain penyuluhan, tim RSGM memandu anak-anak melakukan praktik menyikat gigi yang benar, serta memberikan bingkisan kebutuhan kebersihan mulut.

“Upaya ini diharapkan mendorong kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan di kalangan anak-anak, mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka dengan kondisi kesehatan mulut yang lebih baik,” harapnya

Sementara itu, Kepala UPTD Panti Mulia Satria, Sacik Kartikowati, menyampaikan apresiasi atas perhatian tim RSGM. Ia mengungkapkan antusiasme tinggi dari anak-anak selama kegiatan berlangsung.

Dimana pihaknya sangat berbahagia dengan kedatangan tim RSGM. Antusiasme anak-anak juga sangat tinggi, dan tertarik mendengarkan penyuluhan tentang kesehatan gigi dan mulut.

“Dengan kebiasaan baik yang dikenalkan dapat diterapkan sehari-hari oleh penghuni panti sehingga tumbuh menjadi generasi sehat,” tutupnya.

Kegiatan bakti sosial RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, di Panti Mulia Satria Banjarbaru, merupakan salah satu wujud tanggung jawab sosial institusi kesehatan terhadap masyarakat rentan.

Selain penyuluhan dan praktik sikat gigi bersama, Aksi sosial kali ini juga diisi berbagi kepada anak-anak seperti memberikan sajadah dan tumbler, serta sembako untuk operasional kebutuhan Panti perlindungan dan rehabilitasi sosial remaja dan anak Mulia Satria Banjarbaru. (RSGM.KALSEL-NHF/RIW/RH)

PTBI Kalimantan Selatan 2025, Sinergi Untuk Pertumbuhan Ekonomi Berdaya Tahan

BANJARMASIN – Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Kalimantan Selatan 2025, merupakan forum strategis untuk memperkuat sinergi kebijakan pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berdaya tahan.

Pelaksanaan PTBI Kalsel juga menjadi tindak lanjut atas arahan Presiden Republik Indonesia dan Gubernur Bank Indonesia pada PTBI Nasional 2025 di Jakarta. Sebagai kelanjutannya di daerah, PTBI Kalimantan Selatan menjadi sarana echoing agenda dan arah kebijakan PTBI Nasional, sekaligus memperkuat kolaborasi di tingkat regional untuk memastikan implementasi kebijakan berjalan selaras dari pusat hingga daerah.

Dalam arahannya pada PTBI Nasional 2025, Jumat (28/11) malam, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menegaskan, bahwa Indonesia telah menunjukkan ketahanan ekonomi yang tinggi di tengah ketidakpastian global, dan capaian ini merupakan hasil kolaborasi kuat seluruh elemen bangsa.

Presiden mendorong agar pertumbuhan dan stabilitas harus terus berjalan beriringan, sembari memperkuat kepercayaan diri nasional.

“Kemandirian ekonomi sangat penting, saling membantu, dan menghadirkan solusi cepat kepada rakyat melalui kebijakan yang dirumuskan dengan ketenangan, dilaksanakan dengan keyakinan, dan dijiwai tekad untuk berdiri di atas kaki sendiri,” ujar Presiden dalam arahannya.

Optimisme senada disampaikan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, yang menyatakan bahwa perekonomian Indonesia diprakirakan tumbuh lebih tinggi dan tetap berdaya tahan pada 2025–2027, didukung konsumsi dan investasi yang solid, serta ekspor yang tetap baik, meski ekonomi global melambat.

“Inflasi nasional diperkirakan tetap rendah dalam sasaran 2,5 ± 1%, didukung konsistensi kebijakan moneter, sinergi pengendalian inflasi pusat–daerah, dan penguatan ketahanan pangan nasional,” paparnya.

Di tengah prospek yang baik, Bank Indonesia menekankan pentingnya penguatan sinergi kebijakan dalam lima area strategis, termasuk stabilitas makro dan sistem keuangan, pembiayaan perekonomian, akselerasi digitalisasi, serta kerja sama ekonomi internasional sebagai respons terhadap meningkatnya tantangan global.

Sejalan dengan optimisme pada tingkat nasional, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, A. Donanto H.W., menyampaikan bahwa perekonomian Kalimantan Selatan tetap tumbuh kuat, sebesar 5,19% (yoy) pada triwulan III 2025, dengan inflasi yang terkendali, ditopang peningkatan produksi pertanian, akselerasi investasi di Kawasan Industri dan Kawasan Ekonomi Khusus, serta berkembangnya ekonomi digital.

“Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi Kalsel tetap solid pada 2025 di kisaran 4,8–5,6% dan meningkat pada 2026, dengan dukungan hilirisasi SDA, penguatan UMKM, potensi pariwisata Geopark Meratus, serta perluasan digitalisasi ekonomi dan keuangan,” paparnya saat PTBI Kalimantan Selatan di Banjarmasin, pass Jumat (28/11) malam.

Untuk menjaga momentum tersebut, Donanto menambahkan, BI Kalsel mendorong tiga fokus strategi daerah. Yakni akselerasi sumber pertumbuhan ekonomi baru, peningkatan efisiensi transaksi melalui digitalisasi, serta penguatan stabilitas harga dan ketahanan pangan.

Pelaksanaan PTBI Kalsel juga menjadi ruang apresiasi atas sinergi yang kuat antara Pemerintah Daerah, Bank Indonesia, perbankan, pelaku usaha, akademisi, media, dan masyarakat Banua.

Mewakili Wakil Gubernur Kalsel, melalui Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Kalsel, Subhan Nor Yaumil menyampaikan, bahwa sejumlah capaian daerah sepanjang tahun 2025 merupakan buah kerja bersama yang konsisten dan berkelanjutan.

Kalimantan Selatan berhasil mencatat prestasi nasional dan regional, antara lain, Peringkat 1 nasional Indeks Ketahanan Pangan (IKP) 2025 dengan skor 81,98%,
Kota Banjarmasin meraih predikat TPID Terbaik se-Kalimantan dalam TPID Award 2025, Kabupaten Tanah Laut meraih predikat TP2DD Terbaik se-Kalimantan dalam TP2DD Award 2025, dan Kas Titipan Batu Licin, BPD Kalsel sebagai Mitra Rupiah Tepian Nusantara Terbaik.

“Prestasi tersebut, menjadi bukti bahwa sinergi, konsistensi, dan keberlanjutan program mampu menghasilkan kemajuan nyata,” tegas Subhan.

Kalimantan Selatan disebut memiliki modal besar untuk memainkan peran strategis dalam transformasi ekonomi nasional melalui hilirisasi batu bara dan kelapa sawit, penguatan UMKM dan perdagangan, realisasi investasi bernilai tambah tinggi, dan percepatan pariwisata Geopark Meratus sebagai destinasi global.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus menguatkan kolaborasi demi ketahanan dan kebangkitan ekonomi Bumi Banua, selaras dengan tema PTBI 2025.
Dengan sinergi pusat dan daerah yang semakin erat, PTBI Kalimantan Selatan 2025 meneguhkan komitmen bahwa pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, berdaya tahan, inklusif, dan berkelanjutan hanya dapat diwujudkan melalui kerja kolektif yang konsisten, inovatif, dan terarah. (BIKalsel-RIW/RH)

INDONESIAPERSADA.ID AWARD

Oleh: Ganjar Pranowo

(Catatan ini disiapkan Ganjar Pranowo sebagai Ketua Umum Persatuan Radio TV Publik Daerah Seluruh Indonesia – INDONESIAPERSADA.ID – untuk disampaikan dalam Malam Anugerah 5TH INDONESIAPERSADA.ID AWARD 2025, di Purworejo Jawa Tengah 26/11/2025)

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera. Om swastiastu. Namo Buddhaya. Salam Kebajikan.

Yang saya hormati para kepala daerah se-Indonesia, para pimpinan LPPL, para insan media, dan seluruh tamu undangan yang saya cintai.

Hari ini kita berdiri di hadapan kenyataan penting: LPPL adalah suara lokal yang terus berjuang meski sering tidak dilihat, tidak diprioritaskan, bahkan tidak dianggap penting. Radio dan TV lokal kita berjalan dengan kondisi—maaf saya katakan—serba kekurangan. Sementara dunia penyiaran komersial dan digital melaju seperti kereta cepat, LPPL kita kadang masih seperti berjalan kaki di pinggir rel.

Tetapi, sebelum kita bicara tentang masa depan, mari kita lihat dunia luar.

Ada radio komunitas Jepang yang bertahan puluhan tahun karena menjadi pusat informasi bencana—bahkan setelah gempa Tohoku 2011, lebih dari 30 radio komunitas kecil menjadi penyelamat informasi warga.

Ada BBC Local Radio di Inggris yang meski menghadapi tekanan digital, tetap didukung penuh negara karena dianggap penjaga integrasi komunitas.

Sebaliknya, ada contoh yang menyedihkan. Australia menutup 17 stasiun ABC lokal dalam satu dekade terakhir karena minim dukungan anggaran. Akibatnya, survei 2023 menunjukkan area yang kehilangan stasiun lokal mengalami penurunan partisipasi warga dalam urusan publik hingga 23%.

Di Indonesia sendiri, kita melihat banyak radio daerah yang dulu berjaya kini mati pelan-pelan. Radio yang pernah menjadi legenda daerah—yang menghidupkan musik lokal, drama radio, berita kampung—sekarang tinggal kenangan.

Data dari KPI dan PRSSNI menunjukkan: Lebih dari 260 radio lokal berhenti siaran atau berganti fungsi sejak 2018. Dari 11.000 lebih desa, hanya sebagian kecil yang masih memiliki akses konten lokal langsung dari radio atau TV publik.

Ini bukan sekadar hilangnya frekuensi. Ini hilangnya identitas daerah. Hilangnya cerita warga. Hilangnya ruang dialog publik yang bebas dari kepentingan pasar.

Lalu apa yang harus dilakukan LPPL agar tetap diikuti masyarakat?

Pertama, jadilah relevan dan dekat. Konten yang dicari masyarakat adalah konten yang menyentuh hidup mereka: banjir hari ini, harga gabah, UMKM baru, peluang kerja, hingga kisah budaya lokal. Jangan menjadi radio yang memutar lagu-lagu generik tanpa makna lokal.

Kedua, LPPL harus masuk ke dunia digital, bukan sekadar numpang lewat. Video pendek. Live streaming kegiatan warga. Podcast tokoh desa. Konser mini di studio. Jurnalisme warga lewat WhatsApp dan media sosial. Manfaatkan fakta bahwa hari ini, anak muda menghabiskan rata-rata 3–4 jam di platform video. Jika LPPL tidak hadir di sana, ia hilang dari peta perhatian publik.

Ketiga, bangun kembali kepercayaan publik. LPPL harus menjadi media yang jujur, berimbang, dan tidak melulu bicara seremonial pemerintah daerah. Masyarakat ingin media yang menyuarakan kebutuhan mereka, bukan hanya membacakan sambutan pejabat.

Bagaimana peran Pemda: mendukung atau mematikan?

Saya ingin sangat tegas: LPPL tidak boleh dimatikan. Yang harus dimatikan adalah cara mengelolanya yang kuno. Pemda harus hadir dalam tiga hal:

Pertama, Perlindungan Kebijakan. Banyak LPPL tidak punya kepastian kelembagaan. Kadang ditempatkan sebagai “unit buangan” dalam struktur dinas. Padahal di Inggris, Jepang, bahkan Korea Selatan, media lokal dipagari oleh aturan yang menjamin otonomi editorial dan keberlanjutan.

Kedua, Dukungan Anggaran dan Teknologi. LPPL tidak akan pernah menang kalau peralatannya kalah 20 tahun dari media komersial. Minimal, Pemda harus menyiapkan proyek transformasi digital: studio mini modern,

peralatan produksi mobile, server streaming, platform digital resmi. Di negara-negara maju, investasi digital media lokal dianggap setara pentingnya dengan investasi sekolah dan puskesmas – karena media publik menjaga literasi warga.

Transformasi SDM

Tidak bisa lagi pola pikir lama: menunggu jam siaran. SDM LPPL harus menguasai: editing cepat, jurnalisme digital, visual storytelling, manajemen platform, hingga kolaborasi komunitas. Di Jepang, setiap penyiar komunitas diberi pelatihan tahunan wajib. Di kita? Banyak LPPL bahkan tak punya anggaran training.

Penyesuaian yang harus dilakukan LPPL untuk bertahan di era digital

Pertama, Reformasi kelembagaan. LPPL bukan kantor birokrasi, tetapi rumah kreativitas publik. Kedua, Pola kerja baru. Dari jadwal siaran harian menjadi produksi konten sepanjang waktu. Ketiga, Modernisasi teknologi. Dari mixer analog menjadi produksi digital penuh. Keempat, Dukungan regulasi internal. Standar editorial, SOP konten digital, hak cipta, fact-checking. Kelima, Ekosistem kemitraan. Kolaborasi dengan universitas, komunitas kreatif, UMKM, hingga influencer lokal.

Jika LPPL hanya mengandalkan APBD, dia akan terus hidup segan mati tak mau. Tapi jika dia membuka diri pada kolaborasi, dia akan lahir kembali sebagai pusat kreativitas daerah.

Penutup

Hadirin yang saya banggakan.

LPPL adalah penjaga jati diri daerah. Jika suara lokal padam, maka yang hilang bukan sekadar radio atau televisi, tetapi akar budaya kita. Kita punya pilihan: Membiarkan LPPL berjalan terseok-seok… atau membangunnya kembali menjadi kebanggaan daerah.

Hari ini, saya ingin mengajak semua Kepala Daerah: Mari kita nyalakan kembali obor penyiaran publik lokal. Beri mereka dukungan, modernisasi, dan ruang untuk tumbuh. Karena ketika LPPL maju, suara rakyatlah yang maju.

Terima kasih. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Gelar Mukernas VI, Ini Tiga Harapan Indonesia Persada.id

JAWA TENGAH – Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) VI Indonesia Persada.id yang diselenggarakan di Purworejo, Jawa Tengah, pada Kamis (27/11),  menghasilkan sejumlah keputusan strategis yang akan menjadi arah pengembangan Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) di seluruh Indonesia.

Rangkaian pembahasan komisi menegaskan pentingnya penguatan sumber daya manusia, peningkatan kualitas siaran, serta penataan administrasi organisasi demi keberlanjutan LPPL di era digital.

Direktur Eksekutif Indonesia Persada.id, Putut Yulianto, saat menyampaikan paparannya. (Kanan)

Mukernas yang dipimpin Direktur Eksekutif Indonesia Persada.id, Putut Yulianto ini menetapkan, bahwa peningkatan kompetensi SDM LPPL merupakan hal penting. Ke depan, penyelenggaraan webinar, workshop, serta program pelatihan lainnya akan diperbanyak, agar kualitas penyiar, teknisi, dan manajemen LPPL terus meningkat dan mampu bersaing di industri penyiaran modern.

“Siaran berjejaring yang selama ini berjalan, akan terus dioptimalkan. Yakni melalui siaran berjejaring mix multi platform, konten LPPL dapat menjangkau lebih luas. Model siaran kolaboratif ini diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan bersama,” jelas Putut.

Dalam sidang Komisi V terkait sumber pendanaan organisasi, diputuskan bahwa setiap anggota aktif berkewajiban membayar iuran tahunan. Untuk mempermudah penyelesaian problem iuran, akan diterbitkan surat resmi sebagai dasar telaah staf dan pimpinan masing-masing LPPL.

“Organisasi juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri terkait integrasi dalam SIPD, guna memastikan alokasi anggaran yang lebih jelas dan sesuai regulasi,” tambahnya.

Saat sharing season, mukernas juga mendapat keluhan mengenai tuntutan royalti. Terkait isu tuntutan royalti lagu yang muncul di sejumlah LPPL. Persada.id segera melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, untuk mencari solusi terbaik dan memastikan LPPL tetap dapat beroperasi tanpa hambatan hukum.

Mukernas juga menargetkan, pada Mukernas 2026, jumlah keanggotaan LPPL akan meningkat. Upaya perbaikan mutu layanan dan penguatan kelembagaan diharapkan dapat menarik lebih banyak LPPL untuk bergabung dan aktif dalam organisasi.

“Banyak LPPL masih menghadapi kendala pada aspek perizinan digital dan penyiaran. Oleh karena itu, Komdigi diharapkan dapat memberikan pendampingan dan memfasilitasi penyelesaian perizinan agar seluruh LPPL dapat beroperasi sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tutupnya.

Keputusan yang dihasilkan diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme, memperluas jaringan siaran, serta menjamin keberlanjutan LPPL dalam menghadapi tantangan era digital. (EYN/RIW/EYN)

Bangga! LPPL Abdi Persada FM Kembali Raih Penghargaan Radio Host Terbaik Indonesia Persada.id Award

JAWA TENGAH — Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Abdi Persada FM, mencatatkan prestasi membanggakan, dalam ajang Indonesia Persada.id Award 2025 yang diikuti seluruh LPPL di Indonesia. Kali ini Abdi Persada meraih penghargaan Kategori Radio Host Terbaik.

Acara penganugerahan tahun ini digelar di Purworejo, Jawa Tengah, pada Rabu (26/11) malam,  sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun ke-56 LPPL Irama FM, yang dipadukan dengan pertemuan nasional LPPL se Indonesia.

Pemotongan tumpeng oleh Bupati Purworejo, Jawa Tengah.

Acara dibuka langsung Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, di dampingi Direktur LPPL Irama FM, Aji Wahyudi, Ketua Harian Indonesia Persada.id, Syaifudin Ahmad, dan Ketua Umum Indonesia Persada.id, Ganjar Pranowo.

Bupati Purworejo, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi, atas terselenggaranya acara ini dan rasa bangga menjadi tuan rumah.

“Terima Kasih atas kehadiran para pelaku penyiar daerah dari berbagai provinsi, kehadiran bapak ibu semua menjadi kebanggaan kami,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur LPPL Irama FM Purworejo, Aji Wahyudi,  selaku penyelenggara dan tuan rumah, dalam sambutannya berharap, penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh insan Radio TV daerah untuk terus berkarya, berinovasi, dan menghasilkan acara yang berkualitas, serta dapat dinikmati masyarakat Indonesia bahkan dunia.

Ketua Harian Indonesia Persada.id, Syaifudin Ahmad mengatakan, hasil dari sowan ke Ketua Umum Indonesia Persada.id, diketahui bahwa kegiatan ini digelar, demi menjaga marwah nilai dan kesakralan. Oleh karena itu,  penghargaan, untuk tahun ini setiap kategori hanya menetapkan 1 pemenang.

“Kebijakan ini diambil agar penghargaan memiliki bobot lebih tinggi, lebih prestisius, dan benar-benar menjadi simbol pencapaian tertinggi bagi LPPL yang memenangi kategori tersebut” ujarnya.

Ditamba Ketua Umum Indonesia Persada.id, Ganjar Pranowo, dalam sambutannya  menyampaikan l berdasarkan pertemuan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) di Bali 2023, lalu telah disepakati visi dan misi, yaitu mewujudkan organisasi dengan sumber daya manusia, yang mampu mewujudkan Lembaga penyiaran Radio atau Televisi Lokal, sebagai media penyebarluasan informasi terpercaya.

“Maka kita berharap betul, lembaga ini mendorong pemerintah daerah untuk bisa memberikan informasi sebanyak-banyaknya pada masyarakat,” katanya.

Selain LPPL Abdi Persada FM yang memenangkan kategori Radio Host Terbaik Indonesia Persada.id Award 2025, sejumlah LPPL lainnya juga meraih prestasi yang sama, pada kategori berbeda.

Untuk kategori Persada.id Talk Terbaik diraih Sasaraina FM, dan kategori Reporter Terbaik diraih LPPL Gema Randik Musi Banyuasin. Sedangkan kategori Kearifan Lokal Terbaik diraih LPPL Irama Purworejo, kategori Program Interaktif Terbaik diraih LPPL Suara Lumajang, dan kategori LPPL Paling Inovatif diraih LPPL Tuntung Pandang. (EYN/RIW/EYN)

Gebyar Pajak Samsat Martapura, Apresiasi Bagi Wajib Pajak Teladan

BANJAR – Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Samsat Martapura, bersama Badan Pengelola Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kabupaten Banjar, menggelar Gebyar Pajak bertajuk Penganugerahan Wajib Pajak dan Gebyar Panutan Pajak Kendaraan Bermotor Tahun 2025, di Martapura, Kamis (27/11).

Pencabutan undian kepada Wajib Pajak yang taat membayar pajak selama tiga tahun terakhir

Pada kesempatan tersebut, salah seorang tokoh agama, Tuan Guru Sa’duddin Salman, menerima penghargaan berupa satu unit sepeda motor, atas keteladanannya dalam memenuhi kewajiban pajak.

Dalam sambutannya, Imam Mushola Arraudhah Sekumpul itu, menekankan pentingnya membangun kesadaran membayar pajak sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam memajukan daerah.

“Jalan raya bisa mulus, pembangunan bisa bagus, semua itu dari pajak,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa Martapura merupakan daerah yang kerap didatangi tamu dari luar daerah hingga luar negeri, terutama saat momentum keagamaan besar seperti 5 Rajab atau Haul Sekumpul.

“Ketika banyak orang datang ke sini, tentu kita ingin daerah kita tak dicela, bahkan kalau bisa justru mendapat pujian. Hal itu bisa terwujud dengan membayar pajak. Jangan malah mengeluh jalan rusak tetapi diri sendiri belum membayar pajak,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala UPPD Samsat Martapura, Bayu Pengayom Aji mengatakan, penghargaan diberikan untuk memotivasi masyarakat agar semakin patuh membayar pajak kendaraan bermotor yang menjadi penopang utama pembangunan daerah.

“Kami berharap tingkat kepatuhan wajib pajak di Kabupaten Banjar terus meningkat sehingga pelayanan publik dan pembangunan dapat berjalan optimal,” ujarnya.

Bayu juga kembali mengingatkan masyarakat, agar memanfaatkan program penghapusan denda pajak kendaraan bermotor yang akan berakhir sekitar satu bulan lagi.

Program ini tidak hanya membebaskan denda, namun juga menghapus tunggakan pajak tahun-tahun sebelumnya sehingga beban pembayaran menjadi lebih ringan bagi wajib pajak.

Selain penyerahan penghargaan, acara juga dirangkai dengan pengundian hadiah bagi wajib pajak yang taat, dengan hadiah utama 5 unit sepeda motor, serta 4 unit sepeda listrik, 4 kulkas, 4 televisi, dan berbagai hadiah menarik lainnya.

Seluruh daftar pemenang akan diinformasikan di media sosial resmi UPPD Samsat Martapura.

“Insya Allah tahun depan akan kami selenggarakan lagi dengan hadiah yang lebih banyak,” pungkasnya. (SYA/RIW/RH)

BRIDA Kalsel Perkuat Pelibatan Masyarakat, dalam Upaya Penanggulangan HIV/AIDS

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya, untuk memperluas pelibatan masyarakat dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS di daerah ini.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menekan angka penularan sekaligus mengurangi stigma yang masih sering dialami penyintas.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kalimantan Selatan, Taufik Hidayat, usai membuka Seminar Kajian Implementasi Kebijakan Pengendalian HIV/AIDS, Rabu (26/11).

Taufik menjelaskan, dirinya menekankan bahwa upaya menanggulangi HIV/AIDS tidak dapat diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah atau tenaga kesehatan.

Seminar Kajian Implementasi Kebijakan Pengendalian HIV/AIDS

Menurutnya, pendekatan berbasis komunitas merupakan strategi yang paling efektif untuk menjangkau kelompok masyarakat secara lebih luas.

“Partisipasi masyarakat sangat penting harus dilakukan bersama – sama, karena tantangan di lapangan tidak hanya soal medis, tetapi juga pemahaman, penerimaan, dan dukungan sosial,” ucap Taufik.

Taufik menjelaskan, bahwa masih banyak masyarakat yang memiliki persepsi keliru terkait HIV/AIDS, mulai dari cara penularan hingga cara pencegahannya.

Akibatnya, penyintas kerap menghadapi stigma dan diskriminasi, yang pada akhirnya menghambat upaya deteksi dini maupun pengobatan.

Dengan memperkuat edukasi melalui komunitas, pemerintah berharap pemahaman masyarakat meningkat dan lingkungan sosial menjadi lebih ramah terhadap kelompok berisiko maupun Orang Dengan HIV/AIDS.

“Jika masyarakat tahu bagaimana HIV/AIDS menular dan bagaimana mencegahnya, maka mereka tidak hanya melindungi diri sendiri tetapi juga berkontribusi menjaga kelompok rentan di sekitar mereka.” lanjut Taufik.

Pemerintah Provinsi melalui BRIDA Kalsel, tengah menghimpun data, kajian ilmiah, dan masukan dari berbagai pihak guna memperkuat strategi pengendalian HIV/AIDS secara menyeluruh. Upaya ini mencakup evaluasi kebijakan, pemetaan kebutuhan layanan, hingga penyelarasan program lintas sektor.

“Masukan dari akademisi, komunitas, tenaga kesehatan, dan lembaga sosial sangat kami butuhkan untuk merumuskan pendekatan yang tepat,” tutup Taufik. (MRF/RIW/RH)

Perumda PBB Siapkan Sanksi Tegas Untuk “Pedagang Nakal” Saat Momen 5 Rajab

BANJAR – Menjelang pelaksanaan momen religius 5 Rajab di Sekumpul, Perumda Pasar Bauntung Batuah (PBB), mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh pedagang yang beraktivitas di pasar – pasar sekitar Kota Martapura.

Larangan tersebut khususnya ditujukan agar tidak terjadi praktik menaikkan harga secara sepihak selama peningkatan kunjungan jemaah.

Direktur Utama Perumda PBB, Rusdiansyah menegaskan, pihaknya sudah menyampaikan surat edaran resmi kepada pedagang pada Rabu (26/11).

Direktur Utama Perumda PBB Martapura, Rusdiansyah

“Surat resmi kami edarkan ke semua pedagang di pasar yang dikelola Perumda PBB. Kami ingin memastikan tidak ada kecurangan harga,” ucapnya.

Rusdiansyah menekankan, praktik mengambil keuntungan berlebihan pada momen keagamaan tidak akan ditoleransi. Jika ada aduan dari masyarakat atau jemaah, tindakan tegas berupa pencabutan izin berjualan langsung diberlakukan.

“Kalau ada keluhan, kami tak segan mencabut izin. Ini untuk menjaga kehormatan daerah dan kekhusyukan ibadah jemaah,” tegasnya.

Selain Pasar Martapura, arus jemaah diperkirakan turut memengaruhi aktivitas ekonomi di Pasar Astambul dan Pasar Kertak Hanyar.

Karena itu, Rusdiansyah mengingatkan pedagang agar tetap menjaga etika, harga jual, serta kebersihan lingkungan.

“Jangan jadikan momen ibadah sebagai ajang mencari keuntungan berlebih. Kami juga imbau agar semua pihak menjaga kebersihan. Datang bersih, pulang bersih,” katanya.

Pada bagian fasilitas, Rusdiansyah menjelaskan, bahwa bangunan pertokoan di area Pusat Perbelanjaan Sekumpul (PPS) tidak lagi digunakan sebagai tempat menginap, karena kondisinya yang tidak memadai.

Sebagai gantinya, eks RS Aveciena Medika menjadi lokasi yang disiapkan untuk akomodasi sementara, mulai H-2 hingga H+1 pelaksanaan 5 Rajab. Jemaah dapat memanfaatkannya secara langsung selama kapasitas masih tersedia.

“Kami juga menyediakan area parkir gratis, layanan kesehatan, fasilitas toilet dan kamar mandi,” jelasnya.

Seluruh fasilitas tersebut dihadirkan guna mendukung kenyamanan jemaah yang setiap tahun datang dari berbagai daerah bahkan mancanegara.

“Kami ingin memastikan pelayanan terbaik agar jemaah dapat beribadah dengan aman dan nyaman,” pungkasnya.
(SYA/RIW/RH)

Exit mobile version