BANJARBARU – Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar lomba permainan tradisional balogo, Senin (21/8).
Suasana lomba balogo di halaman Museum Lambung Mangkurat Kalsel
Lomba Balogo yang merupakan permainan aset budaya bangsa ini, digelar di halamam Museum Lambung Mangkurat Kalsel, Banjarbaru, dan diikuti oleh 28 peserta dari 9 instansi lingkup Pemprov Kalsel.
Kepala Museum Lambung Mangkurat Kalsel, Taufik Akbar mengatakan, selain demi memeriahkan Hari Jadi Kalsel ke-73 dan HUT Kemerdekaan RI ke-78, lomba ini juga bertujuan untuk melestarikan budaya Banjar.
“Tiap instansi terdiri dari 3 orang. Pemenangnya nanti mendapat uang tunai, piagam dan trofi,” ujarnya.
Menurut Akbar, dalam permainan tradisional ini terdapat nilai-nilai pendidikan. Sehingga, ia berencana menambah kategori untuk pelajar pada event selanjutnya.
“Ini kan bersifat ketangkasan, jadi kita ingin libatkan pelajar juga nanti. Apalagi Gubernur Kalsel Sahbirin Noor juga menginginkan agar pengetahuan tentang budaya lebih ditingkatkan kepada generasi muda termasuk pelajar,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel Hadeli Rosadi mengatakan, silaturahmi antar ASN dapat lebih terjalin melalui permainan ini.
“Melalui lomba ini kebersamaan jadi lebih terbentuk, mereka (ASN) juga jadi lebih akrab,” tuturnya.
Hadeli berharap, kedepannya kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan lebih meriah. Sehingga aset budaya Banjar tidak mudah tergerus oleh kemajuan zaman.
“Semakin banyak peserta, artinya semakin banyak masyarakat yang cinta terhadap adat dan budaya kita,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)
BANJARMASIN – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus berupaya meningkatkan penggunaan QRIS untuk menciptakan ekosistem ekonomi dan keuangan digital di Kalsel. Pesan itu mengemuka dari kegiatan Pekan QRIS Nasional: Pesta Rakyat Banua di Taman Siring Nol Kilometer, Banjarmasin, Minggu (20/08),
Pengunjung menggunakan QRIS untuk mengikuti Pesta Rakyat Banua
Dalam sambutannya, Deputi Kepala Perwakilan BI Kalsel Bimo Epyanto mengatakan, perkembangan dunia digital adalah sebuah kepastian. Lebih lanjut, dunia digital telah mengubah pola transaksi masyarakat, baik individu maupun korporasi, serta mengubah tatanan bisnis konvensional, tidak terkecuali di sektor keuangan, perbankan maupun pemerintah.
Deputi Kepala KPw BI Kalsel saat memberikan sambutan
“Untuk itu, BI Kalsel berkolaborasi dengan BPD Kalsel menyelenggarakan Pekan QRIS Nasional: Pesta Rakyat Banua untuk mendorong perkembangan ekosistem ekonomi dan keuangan digital di Bumi Banua,” tutur Bimo.
Bimo juga mengatakan, Pesta Rakyat Banua merupakan salah satu rangkaian Festival Antasari 2023 yang telah dibuka pada 13 Agustus 2023. Sebagai langkah awal untuk mengenal dan membiasakan diri menggunakan QRIS, pengunjung diwajibkan untuk bertransaksi menggunakan QRIS dengan biaya sebesar Rp78.
“Angka 78 merupakan bentuk peringatan Hari Ulang Tahun ke-78 Republik Indonesia. Setelah bertransaksi, pengunjung dapat membeli berbagai produk UMKM menggunakan QRIS. Hal ini merupakan bentuk nyata penerapan teknologi digital sebagai langkah digitalisasi ekonomi di masyarakat,” ungkap Bimo.
Selain mendorong pembayaran digital, upaya pelestarian budaya Kalsel juga tidak luput dari perhatian dalam bentuk lomba permainan rakyat. Mulai dari balogo, bakiak, dan lari balok. Hal itu dilakukan dalam rangka memberikan pengalaman nyata bagaimana bertransaksi dengan QRIS yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal.
“Menyangkut aspek keamanan, BI Kalsel bersama industri keuangan selalu berupaya menjaga keamanan data masyarakat saat bertransaksi. Dalam konteks itu, BPD Kalsel memberikan edukasi perlindungan konsumen bagi masyarakat,” kata Bimo.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BPD Kalsel Fachrudin mengapresiasi dan mendukung apa yang dilakukan BI Kalsel. Fahrudin mengatakan pihaknya terus berupaya meningkatkan transaksi digital dengan memberikan inovasi dan layanan digital bagi nasabah.
“Pada kesempatan ini, kami juga menghadirkan sekitar 20 UMKM binaan BPD Kalsel yang telah tergabung dalam QRIS. UMKM itu terlibat dalam program flash sale dan shopping race, dengan tujuan meningkatkan transaksi QRIS sekaligus mendukung upaya pengembangan UMKM di Kalsel,” kata Fahrudin.
Fachrudin juga menegaskan, BPD Kalsel berkomitmen mendorong berbagai kemudahan transaksi nontunai dengan menyediakan layanan melalui Mobile Banking Aksel Bank Kalsel, hingga bekerja sama dengan berbagai merchant agar layanan QRIS BPD Kalsel semakin mudah didapatkan masyarakat.
Pesta Rakyat Banua terpantau dihadiri oleh ribuan pengunjung. Sebagai penutup, disediakan pula hiburan rakyat yang disuguhkan oleh artis lokal Tommy Kaganangan dan Selfi Nafilah. (BIKalsel-RIW/RDM/RH)
KOTABARU – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, terus menyampaikan pesan positif dalam menjunjung tinggi toleransi persatuan dan kesatuan melalui kegiatan Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila. Kali ini Desa Sebanti, Pulau Laut Barat, Kotabaru yang menjadi lokasi kegiatan.
“Membangun negara ini pasti harus ada semangat yang kita gelorakan. Apa itu, yakni semangat kebersamaan gotong royong. Tapi ingat bila tidak ada persatuan tidak ada namanya pembangun terhadap negara,” ujarnya usai kegiatan, baru-baru tadi.
Legislator Dapil VI Kabupaten Kotabaru dan Tanah Bumbu di DPRD Kalsel itu juga memberikan gambaran betapa indahnya perdamaian meski sering terjadi perbedaan. Namun, melalui sosialisasi ini dapat secara maksimal menangkal perselisihan yang dapat mendorong terjadinya konflik.
“Kita berharap pula di daerah ini tidak ada konflik dan riak-riak kecil bisa diselesaikan mulai dari tokoh masyarakat dan pihak aparat (red; TNI/Polri). Hal yang membahagiakan itu tentu bisa diselesaikan secara bersama-sama,” paparnya.
Jelang pemilu, dia terus mengingatkan, agar seluruh masyarakat khususnya di Desa Sebanti untuk tak mudah tersulut emosi apabila memiliki perbedaan pilihan.
“Siapa saja pemimpinnya boleh. Asal jangan sampai terkontak-kotak dengan adanya kepentingan politik. Nah, ini yang kita harus jaga baik-baik karena persatuan dan kesatuan menjadi prioritas,” tutur legislator yang biasa disapa Paman Yani tersebut.
Sementara itu, Kassubid Fasilitasi Kelembagaan Pemerintahan Perwakilan dan Partai Politik Badan Kesbangpol Kalsel, Harry Widhiyatmoko, menyampaikan, tugas dalam menjaga persatuan dan kesatuan tak hanya dari pemerintah daerah (pemda) saja, melainkan, seluruh unsur masyarakat harus ikut berpartisipasi.
“Harapannya sosialisasi tersebut dapat menciptakan masyarakat yang berkualitas, cinta tanah air dan rasa partiotisme. Kemudian, dapat membentengi diri agar paham-paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila mampu ditangkal maksimal,” ucapnya.
Di lokasi yang sama, Kapolsek Pulau Laut Barat, Iptu Muhammad Amir Arsyad, mengungkapkan, selaku aparat kepolisian tentu turut serta dalam menjaga keamanan negara. Termasuk jelang tahun politik 2024, imbas dari pemilu harus benar-benar ditangkal maksimal.
“Tahun politik ini memang sangat bagus adanya penyampaian materi penanaman ideologi Pancasila. Jangan sampai juga ada berkotak-kotak artinya berbeda-beda pilihan tetapi persatuan dan kesatuan harus tetap dijaga dengan baik,” harapnya.
General Manager (GM) PT MSAM Kotabaru, Adam Nulpanus, yang turut hadir juga berpendapat, sosialisasi yang diberikan kepada masyarakat dan karyawannya tentu sangat bermanfaat. Apalagi, jelang pemilu 2024 penangkalnya adalah penguatan dalam menjaga persatuan hingga toleransi.
“Baru kali ini ada anggota legislatif dari Paman Yani yang mau hadir turun langsung mensosialisasikan ini. Tentu, tahun politik saat ini sangat sensitif sekali dengan adanya kegiatan tersebut sangat bermanfaat baik dan kami sangat terbantu,” ungkapnya.
Selain dihadiri Bati Tuut Koramil 11 Pulau Laut Barat/Korem 1004 Kotabaru, Sertu Susul Priyanto, turut hadir sejumlah kepala desa di Pulau Laut Barat Kotabaru. (RHS/RDM/RH)
BANJARMASIN – Sebagai bagian dari program Pekan QRIS Nasional, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) berkolaborasi dengan Bank Kalsel, mempersembahkan Pesta Rakyat Banua yang masuk dalam rangkaian Festival Antasari.
Event ini digelar pada Minggu (20/8) di Siring 0 Kilometer Banjarmasin mulai pukul 08.00 WITA sampai selesai. Dalam event tersebut sejumlah kegiatan dilaksanakan, mulai dari Bazar aneka kuliner dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) binaan Bank Kalsel, Dance Fitness Competition, zona permainan rakyat dan anak, hingga pesta rakyat turut digelar dengan menghadirkan Selfi Nafilah dan Tommy Kaganangan.
Pesta Rakyat Banua kerjasama Bank Kalsel dan BI Kalsel
Selain itu juga, hanya dengan membayar biaya masuk sebesar Rp78 melalui QRIS, masyarakat bisa berkesempatan mendapatkan grand prize berbagai hadiah menarik, serta punya peluang untuk mengikuti Program Flash Sale dan Shopping Race yang digelar Bank Kalsel.
Kepala Divisi Dana dan Digital Banking Bank Kalsel, Suriadi menjelaskan, untuk Program Flash Sale, masyarakat yang sudah membayar biaya masuk sebesar Rp78 melalui QRIS, punya kesempatan untuk membeli berbagai makanan dan minuman di event tersebut senilai maksimal Rp25.000 per item.
“Di Program Flash Sale kita sediakan untuk 50 orang pertama. Ada kurang lebih 20 stand UMKM yang dipersiapkan untuk melayani program tersebut,” ungkapnya.
Lalu untuk Program Shopping Race, dalam program ini pihaknya akan mencari sebanyak 5 pasangan yang merupakan nasabah Bank Kalsel pengguna Mobile Banking Aksel by Bank Kalsel yang beruntung, untuk bisa mengikuti program tersebut. Mereka yang dipilih akan diberi uang sebesar Rp250.000 untuk dipakai belanja dalam waktu singkat di event Pesta Rakyat Banua.
“Ada hadiah menarik jika ada pasangan yang berhasil menyelesaikan program Shopping Race ini. Pemenang akan ditentukan dari sisa uang dan banyaknya barang yang mampu mereka belanjakan,” tambahnya.
Bagi mereka yang ingin mengikuti event Dance Fitness Competition, maka untuk mendaftar cukup dengan datang ke lokasi acara dan scan QRIS sebesar Rp78 melalui Mobile Banking Aksel Bank Kalsel dan M-Banking Bank lain.
“Pemenang lomba ini akan diambil sebanyak 5 orang dan akan mendapatkan hadiah menarik dari Bank Kalsel. Turut disediakan juga hadiah menarik untuk supporter terdahsyat dan doorprize menarik bagi penonton yang beruntung, serta pada malam harinya akan diundi grandprize berupa 1 (satu) unit sepeda motor,” timpalnya.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Kalsel Fachrudin menambahkan, kolaborasi Bank Kalsel bersama Kantor Perwakilan BI Provinsi Kalsel dalam event Pesta Rakyat Banua kali ini, sebagai sebuah langkah konkrit bagi pihaknya untuk turut serta mempopulerkan transaksi non tunai kepada masyarakat Banua.
Pihaknya sendiri terus berkomitmen mendorong berbagai kemudahan transaksinon tunai melalui Bank Kalsel. Baik itu dengan menyediakan layanannya melalui Mobile Banking Aksel Bank Kalsel, hingga bekerjasama dengan berbagai merchant agar layanan QRIS Bank Kalsel semakin mudah didapatkan masyarakat Banua.
“Hingga hari ini sudah ada 3.273 merchant yang kita gandeng agar bisa melayani QRIS Bank Kalsel. Ini tentunya merupakan sebuah pencapaian dan keseriusan kami untuk mendukung semakin masifnya transaksi non tunai masyarakat Banua kedepannya,” tukasnya. (ADV-RIW/RDM/RH)
BANJARMASIN – Puluhan pengrajin UMKM di Kota Banjarmasin meramaikan, Festival Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Tahun 2023, di Kawasan RTH Kamboja, Jumat (18/8). Dibuka oleh Walikota Banjarmasin Ibnu Sina,
“Pemerintah Kota Banjarmasin memberikan apresiasi terhadap, pelaksanaan Festival UMKM yang dilaksanakan oleh Dinas Koperasi, UMKM, serta Ketenagakerjaan Kota Banjarmasin,” ungkap Ibnu.
Walikota Banjarmasin Ibnu Sina
Festival UMKM ini, lanjutnya, digelar, dalam rangka peringatan Hari UMKM di Kota Banjarmasin.
“Peringatan Hari UMKM diperingati setiap tanggal 12 Agustus, dan di Kota Banjarmasin diperingati pada saat ini,” ujar Ibnu.
Untuk Festival UMKM ini diikuti oleh Wira Usaha Baru binaan dari Pemerintah Kota Banjarmasin.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin Isa Anshari menjelaskan, pihaknya menggelar Festival UMKM Tahun 2023 ini, banyak diikuti oleh pelaku UMKM binaan Pemerintah Kota Banjarmasin.
“UMKM yang ikut pada Festival ini, merupakan binaan yang masuk dalam Kawal Inkubator,” ungkap Isa.
Untuk saat ini, lanjutnya, UMKM Kawal Inkubator binaan Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin sebanyak 20 pelaku UMKM.
“Dari 50 yang dibina hanya 20 pelaku UMKM yang dapat bertahan hingga saat ini,” ucapnya.
Isa berharap, pelaku UMKM Kawal Inkubator di Kota Banjarmasin ini dapat terus mengalami peningkatan. (SRI/RDM/RH)
BANJARMASIN – Meski angka inflasi di Kalimantan Selatan dinyatakan turun oleh Pemerintah Pusat dibawah 4 persen, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus melakukan pemantauan harga bahan pokok di pasaran.
Hal itu disampaikan, Plt Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Fajar Desira, kepada wartawan ditemui di ruang kerjanya baru-baru tadi.
Fajar menjelaskan, selama beberapa bulan di tahun 2023 ini, telah rutin menggelar Pasar Murah, khususnya di tiga wilayah yang masih terjadi kenaikan angka inflasi, yaitu Kota Banjarmasin, Kabupaten Tabalong dan Kabupaten Kotabaru. Namun, Pemerintah Pusat menyampaikan data untuk di Kalsel terjadi penurunan dibawah 4 persen. Sehingga, rencananya pasar murah tetap akan digelar secara reguler, menjelang Hari Besar Keagamaan pada Desember 2023 mendatang.
“Turunnya angka inflasi dibawah 4 persen, otomatis tidak lagi digelar setiap bulannya operasi pasar,” ungkapnya
Disampaikan Fajar, saat ini pihaknya akan terus melakukan pemantauan di pasaran, terutama sembilan bahan pokok diantaranya gula pasir, beras, telur ayam, minyak goreng, dan tepung, agar ketersediaannya tetap terkendali. Namun kalau terjadi gejolak harga dipasaran, maka dana tidak terduga akan dipersiapkan untuk kembali digelar operasi pasar.
“OP khusus daerah yang menjadi sasaran kenaikan inflasi. Namun, selama masih turun dibawah 4 persen tidak kita gelar,” jelasnya
Lebih lanjut Fajar menambahkan, untuk harga bahan pokok juga cenderung masih aman tidak ada mengalami kenaikan yang signifikan. Ia berharap, Kabupaten dan Kota lainnya dapat memantau, baik harga dan ketersediaan bahan pokok di wilayah masing-masing.
“Kami imbau warga membeli keperluan bahan pokok seperlunya, jangan melakukan aksi borong,” tutup Fajar. (NHF/RDM/RH)
BANJARBARU – Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, melakukan penanaman pohon di lingkungan Bandara Internasional Syamsudin Noor di Banjarbaru, Jumat (18/8).
Paman Birin saat melakukan penanaman bersama jajaran Forkopimda didampingi Kadishut Kalsel Fatimatuzzahra
Kegiatan ini masih merupakan rangkaian memeriahkan Hari Jadi (Harjad) Provinsi Kalsel ke 73. Tak hanya diikuti jajaran kepala SKPD, namun, turut dihadiri unsur pimpinan daerah yakni Lanud Syamsudin Noor, GM PT Angkasa Pura I, Korem 101/Antasari, Polda Kalsel, Ketua DPRD Kalsel serta staf ahli dan khusus Gubernur.
Foto bersama : Gubernur Kalsel bersama Danlanud Syamsudin Noor dalam menggelorakan gerakan revolusi hijau
Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, mengatakan, kesadaran untuk terus memiliki ikatan menjaga alam harus ditanamkan dalam diri. Apalagi, banyak manfaat yang didapatkan.
“Revolusi hijau terus kita gelorakan. Menanam dan terus menanam. Itu yang harus kita wujudkan sebagai anak banua,” ujarnya kepada awak media, usai melaksanakan penanaman pohon bersama jajaran Forkopimda.
Ia turut mengingatkan, pohon yang ditanam tak hanya bisa dinikmati secara pribadi. Melainkan, kedepan dapat dirasakan anak cucu.
“Hari ini kita mewarisi dan menikmati berbagai jenis tanaman. Kita ketahui, orang tua dizaman dulu rajin menanam pohon. Maka dari itu, sebagai generasi penerus harus dilanjutkan demi anak cucu kita ke depan,” harap orang nomor di Kalimantan Selatan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel, Fatimahtuzzahra, mengungkapkan, tercatat ada sekitar 10,4 hektare lahan di kawasan Bandara Syamsudin Noor dapat dimanfaatkan untuk diselenggarakannya penghijauan.
“Lahan yang ada dipinggir jalan sekitaran menuju bandara kita manfaatkan untuk penghijauan,” ungkapnya.
Ia menyebut, keberhasilan ditanamnya jutaan pohon yang tersebar di Kalsel itu tentu tak lepas dari dukungan kepala daerah dalam hal ini Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor.
“Inilah wujud nyata Gubernur Paman Birin dalam mendorong program revolusi hijau. Mari kita bersama-sama untuk menjaga alam dengan menanam pohon,” tukasnya. (RHS/RDM/RH)
BANJARMASIN – Sebagai wujud syukur dalam memperingati Hari Jadi ke-73 Provinsi Kalimantan Selatan dan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-78, Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor atau Paman Birin, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalsel dan jemaah Masjid Sabilal Muhtadin, melaksanakan sholat hajat dan Batamat Al-Qur’an pada Kamis (17/8) malam.
Gubernur Kalsel bersama jemaah masjid raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin batamat Al Qur’an
Usai sholat Magrib dan sholat hajat bersama, Paman Birin memulai batamat Al-Qur’an dengan membaca surah Ad-Dhuha dan dilanjutkan dengan jemaah lain hingga surah An-Nas.
Disampaikan Ketua Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin (BPMRSM), Darul Qutni, bahwa kegiatan batamat Al-Qur’an yang rutin dilaksanakan setiap tahun, Gubernur Kalsel H. Sahbirin Noor selalu hadir.
“Setiap kegiatan batamat Al-Quran Bapak Gubernur selalu bersama kita. Alhamdulillah juga pada malam hari ini, kita doakan mudah-mudahan beliau dalam keadaan sehat walafiat, panjang umur, melaksanakan tugas sebaik-baiknya,” katanya.
Darul Qutni juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada jemaah yang berhadir pada kesempatan tersebut, dan telah mengikuti berbagai kegiatan.
“Partisipasi kaum muslimin dan muslimat pada malam ini kami hargai. Pada malam ini kita bersama gubernur sholat hajat dan mendoakan agar Banua kita semakin baik dan semakin baik lagi,” ucapnya.
Darul Qutni menambahkan, sebagai pintu gerbang Ibukota Nusantara (IKN) yang ditafsirkan secara harfiah oleh Paman Birin dengan Kalsel Babussalam, memiliki makna pintu keselamatan.
“Jadi nama Babussalam ini mengingatkan kita selalu kepada Paman Birin, karena sidin yang memulai kegiatan ini. terimakasih Paman Birin,” katanya.
Sementara itu, dalam sambutannya Paman Birin menyampaikan, sholat hajat dan batamat Al-Qur’an sebagai bentuk rasa syukur atas karunia dan rahmat yang diberikan Allah SWT kepada bangsa dan Banua, Kalimantan Selatan.
Gubernur Kalsel saat memberikan sambutan
“Bangsa kita telah merdeka 78 tahun dan Banua kita telah berusia 73 tahun, banyak persoalan yang terjadi. Namun karena kita sabar dan bersyukur, kita mendapat nikmat yang luar biasa dari sang Maha Pencipta,” ucapnya.
Paman Birin menuturkan bahwa dirinya teringat akan empat sahabatnya yakni si Sukri (Syukur), si Sabri (Sabar), si Rahmat (Rahmat) dan si Atun (Niat) karena dengan berpegang pada mereka dirinya mampu melalui segala persoalan.
“Mudah-mudahan kita sebagai kaum muslimin selalu bersabar dalam menghadapi segala persoalan dan mampu melaluinya,” pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut, diakhir tausyiah yang disampaikan oleh Ustadz Ilham Humaidi juga dilaksanakan pembacaan doa dan tahlil untuk menghadiahi para pahlawan yang sudah gugur memperjuangkan bangsa dan Banua. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)
BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalsel memberikan dorongan kepada Dispersip kabupaten/kota untuk terus meningkatkan kunjungan masyarakat ke perpustakaan.
Kabid Perpustakaan Daspurda Banjarbaru, Diah Yuliasih (kiri) bersama tim IT berkunjung ke gedung teater Perpustakaan Palnam
Kepala Dispersip Provinsi Kalsel, Nurliani Dardie mengatakan salah satu upaya yang disarankan pihaknya yakni dengan melaksanakan nonton bareng (nonbar) film-film sejarah kepada Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Darpusda) Kota Banjarbaru agar studio mini yang dibangun saat kepemimpinannya dulu bisa dimanfaatkan dengan baik.
“Kami sarankan agar Daspurda Kota Banjarbaru mengikuti langkah kami untuk melaksanakan nobar, dengan memanfaatkan studio mini yang dibangun saat kepemimpinan saya dulu,” jelasnya, Kamis (17/8).
Nurliani menuturkan agar Daspurda Kota Banjarbaru bisa berkoordinasi dengan pihaknya atau Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel untuk meminta file filmnya.
“Alhamdulillah hari ini Kabid Perpustakaan Daspurda Kota Banjarbaru datang ke Perpustakaan Palnam untuk meminta file film Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari untuk ditayangkan di studio mini milik mereka,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Daspurda Kota Banjarbaru, Slamet Riyadi yang diwakili Kepala Bidang Perpustakaan, Diah Yuliasih bersama tim IT langsung bergerak cepat berkunjung ke Perpustakaan Palnam Banjarmasin untuk berkoordinasi dan meminta salinan file film Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.
Diah mengaku senang atas dorongan yang diberikan oleh Kepala Dispersip Kalsel dan antusias untuk melakukan pemutaran film tersebut di studio mini Daspurda Kota Banjarbaru.
“Kami sangat senang mendapatkan dorongan dari Bunda Nunung (sapaan akrab Kadispersip Kalsel). Selama ini studio mini milik kami digunakan untuk menerima kunjungan dari sekolah-sekolah setempat, kami juga pengen seperti Dispersip Kalsel bisa memutar film tersebut dan mengenalkan sejarah Kalsel kepada masyarakat Kota Banjarbaru,” tuturnya.
Saking antusiasnya, Diah menerangkan bahwa pihaknya siap melakukan pemutaran film tersebut pada Senin depan dengan mengundang sejumlah sekolah yang ada di Kota Banjarbaru.
Untuk kapasitas sendiri, Diah menuturkan jika studio mini Daspurda Kota Banjarbaru hanya mampu menampung sebanyak 40 orang saja, sehingga untuk pemutaran nanti akan dilakukan secara persesi.
Tidak hanya film Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, Diah menjelaskan bahwa kedepan pihaknya berencana melakukan pemutaran film sejarah secara rutin.
“Kami ingin secepatnya bisa melakukan pemutaran film ini. Tidak hanya kali ini saja, kedepan kami juga akan berkoordinasi dengan Dispersip Provinsi Kalsel dan Perpustakaan Nasional RI untuk peminjamam atau izin pemutaran film-film yang lain,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)
BANJARMASIN – Dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel menggelar berbagai macam lomba.
Suasana Lomba Tepung Estafet
Kegiatan ini disambut antusias oleh seluruh jajaran Dispersip Provinsi Kalsel mulai dari Perpustakaan Palnam, Perpustakaan Tendean, dan Depo Arsip.
Peserta Lomba Fashion Show Tema “Mata Pencaharian”
Dengan penuh semangat mereka mengikuti seluruh rangkaian perlombaan 17-an tersebut. Sedangkan keseluruhan hadiah yang disiapkan, nilainya mencapai puluhan juta rupiah.
Kepala Dispersip Provinsi Kalsel, Nurliani Dardie mengatakan, selain untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI, lomba ini dilaksanakan untuk mempererat tali silaturahmi antar pegawai Dispersip Provinsi Kalsel.
“Lomba ini kami adakan dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI, ada beberapa lomba yang kami laksanakan diantaranya, lomba makan kerupuk, lomba estafet sarung, lomba estafet tepung, lomba menyanyi, lomba tarik tambang, lomba fashion show, lomba balap karung, dan lomba e-sport,” jelasnya, di sela kegiatan lomba, pada Kamis (17/8).
Tidak hanya mempererat tali silaturahmi, Nurliani mengungkapkan melalui lomba ini pihaknya ingin memupuk kembali rasa nasionalisme dan cinta tanah air kepada seluruh jajaran Dispersip Kalsel.
“Pada hari ini kami semua berkumpul, melalui kegiatan ini kami ingin memupuk rasa cinta tanah air dan menjalin keakraban sesama pegawai, sebab pada hari-hari biasa kami jarang bertemu karena kesibukan masing-masing,” terangnya. (NRH/RDM/RH)