BANJARMASIN – Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKFI) Expo Tahun 2024 di Kota Banjarmasin, turut meramaikan pelaksanaan Peringatan Hari Jadi Kota Banjarmasin ke 498, di kawasan Siring Menara Pandang, Rabu (18/9). Dibuka Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor.
JKFI Expo ini dalam rangka Kongres ke 6 JKPI.
Arifin mengatakan, JKFI Expo Tahun 2024 ini menampilkan berbagai kerajinan dari 34 Provinsi yang tergabung dalam Forum JKFI di Tanah Air.
“JKFI sebelumnya dilaksanakan di Kota Semarang, dan tahun ini di Kota Banjarmasin, sedang tahun depan di Jogjakarta,” ungkap Arifin.
Bahkan, lanjutnya, setelah itu akan dilaksanakan di luar negeri, yang masuk Kota Pusaka.
“Pada JKFI ini menampilkan budaya budaya yang sangat kuno,” ucapnya.
Untuk di Kota Banjarmasin memiliki kain sasirangan, makam Sultan Suriansyah, Kota Lama, serta lainnya.
“Maka dengan begitu Kota Banjarmasin dianggap berpotensi untuk mengembangkan budaya yang dimiliki,” ujar Arifin.
Karena itu, Pemerintah Kota Banjarmasin mengajak seluruh masyarakat untuk turut menjaga peninggalan budaya tersebut.
“Kami berharap dengan pelaksanaan JKFI Expo ini dapat menambah ilmu tentang Kota Pusaka untuk Kota Banjarmasin,” ucap Arifin. (ADV/SRI/RDM/RZN)
BANJARMASIN – Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, telah menggandeng 5 pelaku usaha, dalam Pameran Kalsel Expo 2024.
Kepada Abdi Persada FM, Kepala Dinas Perdagangan Kalsel Sulkan, diwakili Kasi Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri, Disdag Kalsel Suhrawardi, pada Rabu (18/9) mengatakan, dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Provinsi Kalsel ke 74, salah satu rangkaiannya digelar event tahunan yakni Kalsel Expo 2024. Dimana, untuk di stand Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, pihaknya menggandeng lima pelaku usaha dari produk ekonomi kreatif, yaitu diantaranya kain sasirangan ecoprin, produk kayu ulin, beberapa makanan ringan, dan pernak pernik hiasan mahar pengantin.
“Kami akan terus perkenalkan produk usaha di Banua,” ungkapnya
Disampaikan Suhrawardi, untuk harganya bervariasi, seperti kain sasirangan dan tas ecoprin dikisaran Rp 300 ribu hingga Rp 1 juta rupiah, sedangkan pernak pernik hiasan mahar pengantin dikisaran Rp 200 ribu sampai dengan Rp 300 ribu rupiah.
“Ayo masyarakat di seluruh Kabupaten dan Kota, kunjungi dan ramaikan gelaran tahunan ini,” tutupnya
Untuk diketahui, pameran Kalsel Expo 2024 ini, diikuti sebanyak 225 stand, mulai dari kalangan instansi SKPD Pemerintah Provinsi Kalsel, Dinas kabupaten/kota se-Indonesia, unsur Pemerintah Pusat Kementerian atau Lembaga, BUMN, BUMD, Perusahaan Swasta, dan Para Pelaku Usaha, buka mulai pukul 10.00 – 22.00 Wita. (NHF/RDM/RZN)
Banjarbaru – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Selatan turut memeriahkan Pameran Kalsel Expo 2024 di Lapangan Murjani, yang berlangsung selama lima hari mulai 18-22 September 2024
Kepala Disnakertrans Kalsel, Irfan Sayuti melalui Kepala Bidang Pembinaan Pelatihan Penempatan Produktivitas Tenaga Kerja (P4TK), Indah Fajarwati mengatakan stand Disnakertrans Kalsel mengangkat tema “Mewujudkan Tenaga Kerja dan Warga Transmigrasi Kalsel Produktif, Kompeten, Berdaya Saing dan Sejahtera” yang menghadirkan produk-produk unggulan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Binaan.
“Jadi di stand kita, pengunjung bisa dilihat hasil-hasil dari binaan Disnakertrans Kalsel seperti kawasan transmigrasi yang menghadirkan souvenir buah jeruk, ada juga hasil kerajinan olahan seperti rengginang mini, kerupuk ikan patin. Sementara dari binaan bidang P4TK akan membagikan kue Unyil hasil olahan dari pemagangan difabel. Produk-produk ini nanti bisa dinikmati masyarakat yang berkunjung ke stand kami. Tentu saja dengan syarat tertentu,” jelasnya.
Stand Disnaketrans Kalsel di Pameran Kalsel Expo 2024
Selain itu, lanjut Indah, masyarakat juga dapat memperoleh informasi terkait Bidang Pengawasan, Bidang Hubungan Industrial dan Balai Latihan Kerja (BLK) serta Laboratorium Keselamatan Kerja (Lab K3).
“Ada banyak alat peraga dari BLK yang bisa dilihat, salah satunya baju-baju hasil pelatihan tata busana, alat peraga dari pelatihan kelistrikan,” terangnya
Oleh karena itu, Indah mengajak masyarakat untuk berkunjung ke stand Disnakertrans Kalsel yang berada di sebelah kanan pintu utama Kalsel Expo 2024.
Kabid P4TK Disnakertrans Kalsel, Indah Fajarwati
“Kami menyediakan berbagau materi, bahan, games dan kuis yang edukatif bagi pengunjung stand,” tutupnya. (NRH/RDM/RZN)
BANJARMASIN – Wakil Rakyat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) memberikan apresiasi terhadap capaian prestasi atlet Kalsel yang berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh Sumatera Utara Tahun 2024.
Hal itu sebagaimana yang disampaikan Anggota DPRD Kalsel Masa Jabatan 2024-2029, Mustohir Arifin kepada wartawan, usai rapat paripurna DPRD Kalsel, Selasa (17/9). Pria akrab disapa Imus ini menilai capaian prestasi yang diraih Kalsel jauh lebih bagus dibanding tahun sebelumnya di PON Papua.
“Alhamdulillah, sampai sekarang medali emas yang diraih Kalsel kiranya sudah belasan. Semoga sebelum penutupan tanggal 19 September itu bisa bertambah terus,” harapnya.
Karena itu, Imus mengharapkan agar bonus dari Pemerintah Provinsi Kalsel bagi atlet yang berprestasi di PON ini bisa ditambah sebagai bentuk perhatian sekaligus meningkatkan motivasi bagi atlet meraih prestasi. Mengingat harapan adanya peningkatan bonus dari provinsi untuk atlet itu seiring peningkatan prestasi pada PON Aceh-Sumatera Utara, salah satunya dari cabang olahraga (cabor) biliar dan binaraga yang meraih medali, termasuk dari cabor lainnya.
“Cabor biliar Kalsel meraih 3 medali emas di nomor 15 Reds Single serta di nomor 8 Ball Double dan 9 Ball Double, sedangkan cabor binaraga juga berhasil meraih 3 medali perak, yakni dari kelas 65 kg, di kelas 80 kg dan di nomor men fitness up to 170,” sebutnya.
Dengan posisinya sekarang yang baru saja dilantik sebagai anggota DPRD Provinsi Kalsel, Mustohir akan berupaya memperjuangkan kepentingan para atlet Banua, salah satunya bonus atlet dari provinsi itu bisa ditambah.
anggota DPRD Kalsel, Mustohir Arifin
“Mudah-mudahan peningkatan bonus atlet ini nantinya bisa diperjuangkan di Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel yang membidangi keolahragaan,” tuturnya.
Sebagai wakil rakyat, Mustohir juga menyatakan komitmennya untuk membantu agar prestasi Kalsel di bidang olahraga dan rangking Kalsel setiap PON bisa lebih meningkat, termasuk kesejahteraan atlet bisa ditingkatkan.
“Kita juga berharap bisa bersinergi dengan Dispora Kalsel dan KONI Kalsel,” tutupnya. (NRH/RDM/RZN)
BANJARMASIN – Pada acara Pelantikan Pengurus Wilayah Jami’Iyah Thoriqoh Mu’Tabaroh Indonesia (Jatmi) Kalimantan Selatan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan meminta agar organisasi keagamaan ini dapat membantu dalam pembangunan di Banua yang damai ini.
Permintaan ini disampaikan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Adi Santoso.
“Pemprov Kalsel menyampaikan apresiasi yang setinggi tingginya, kepada Jatmi Kalsel yang senantiasa berperan aktif dalam menjaga harmonis sosial dan spiritual masyarakat di Banua tercinta ini,” ucap Gubernur yang akrab disapa Paman Bikin.
Pelantikan Pengurus Wilayah Jatmi Kalsel yang dilaksanakan saat ini, tentunya menjadi momentum penting bagi semua, untuk memperkuat Ukhuwah Islamiyah, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam membangun Banua yang damai, aman, dan sejahtera.
“Jam’iyysh Thoriqoh Mu’tabaroh Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga dan merawat dimensi spiritual umat Islam di Banua,” ucapnya.
Tasawuf dan Thoriqoh bukan hanya sekedar ritual, tetapi juga cara hidup yang mengajarkan keseimbangan antara dunia dan akhirat, antara jasmani, dan rohani.
Terlebih di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks seperti sekarang ini, peran thoriqoh dalam menenangkan hati dan memberikan panduan spiritual sangatlah relevan.
“Saya yakin dibawah kepemimpinan pengurus baru dilantik, Jatmi Kalsel akan terus berperan dalam membimbing umat menuju kehidupan yang lebih tenang, damai, dan penuh keberkahan,” ujar Paman Birin.
Pada kegiatan ini juga dilaksanakan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Tema pada kegiatan ini, Merajut Keberkahan, Menebar Kebaikan di Banua. (SRI/RDM/RZN)
Banjarmasin – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Provinsi Kalsel, menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) VIII tahun 2024, di gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, pada Rabu (18/9). Hadir pada Musprov ini, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Kalsel, Agus Dian Nor.
Pada Musprov ke-8 ini, juga digelar Seminar Nasional bertema “Sinergi IKN dengan Daerah Mitra Dampak Positif Kalsel sebagai Penyangga IKN. Seminar ini mendatangkan 3 narasumber, yakni Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN Nusantara, Agung Wicaksono, Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Apindo, Shinta Widjaja Kamdani, serta Rektor ULM, Achmad Alim Bahri.
Turut hadir pada kegiatan ini,nKetua DPP Apindo Kalsel Supriadi, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalsel Kartoyo, Ketua Umum KADIN Provinsi Kalsel, Shinta Laksmi Dewi, serta sejumlah kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel. Diantaranya Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Kalsel Heriansyah, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalsel, Gusti Yanuar Noor Rifai, dan mitra terkait lainnya.
Gubernur dalam sambutannya menyebutkan, Apindo memiliki fungsi strategis sebagai wadah yang menaungi para pengusaha di Indonesia, serta menjembatani komunikasi dan kerjasama dengan pemerintah.
“Apindo bergerak secara kolaboratif dengan pemerintah, dalam hal mendorong pertumbuhan ekonomi dan mewujudkan kepentingan nasional,” ujar Paman Birin.
Di tingkat Provinsi Kalsel, tambah Gubernur, sepak terjang Apindo tidak kalah penting. Isu-isu strategis di Banua juga membutuhkan keterlibatan mitra strategis dari unsur pengusaha, seperti percepatan penanganan stunting, upaya mendorong kemajuan UMKM, hingga pembangunan di bidang lingkungan.
“Untuk itu, kami sangat mendukung gelaran Musprov DPP Apindo Kalsel dan berharap para pengurus terpilih dapat menguatkan solidaritas dan kekompakan di tubuh internal, serta mencanangkan langkah-langkah untuk mendorong kemajuan Banua di banyak sektor,” tambahnya.
Staf Ahli saat membacakan sambutan Gubernur Kalsel pada Musprov ke-8 Apindo Kalsel
Posisi Kalsel gerbang IKN, akan berdampak besar bagi percepatan pembangunan infrastruktur dan perekonomian di Kalsel. Di sisi lain, Kalsel dengan keunggulannya di sektor pertanian, berpotensi menjadi penyangga IKN di bidang pangan.
“Pada akhirnya, kawasan sekitar IKN akan disuguhi banyak peluang dan kesempatan yang mestinya dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” harap Paman Birin.
Lebih lanjut, Paman Birin ingin keterlibatan yang lebih proaktif dan konkrit dari Apindo Kalsel, yang sejalan dan kolaboratif dengan Pemprov Kalsel dalam rangka mendukung Banua ini sebagai penyangga IKN.
“Manfaat dari pembangunan IKN mesti dirasakan semua golongan, bukan hanya kalangan pengusaha besar, tetapi UMKM serta seluruh masyarakat, sehingga terwujud perekonomian yang inklusif dan berkelanjutan,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua DPN Apindo, Shinta Widjaja Kamdani menyebut, kegiatan ini penting karena selain mengevakuasi program kerja sebelumnya, akan dipilih ketua yang baru, dan disusun kepengurusan berikutnya untuk program kerja kedepannya.
“Tidak mudah untuk mendapatkan pemimpin yang tepat, tidak mudah untuk mendapatkan pemimpin yang mau berkorban untuk organisasi, tapi harapan kami, apa yang bisa dilakukan untuk negara,” ujarnya.
Diingatkan juga, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan jajaran Apindo antara lain, menciptakan iklim usaha yang kompetitif, kondusif dan berkelanjutan, sehingga nyaman bagi pelaku UMKM untuk berkembang.
Suasana pembukaan Musprov ke-8 Apindo Kalsel
Sebelumnya, Ketua DPP Apindo Kalsel, Supriadi dalam sambutannya, antara lain menyampaikan harapan, keberadaan IKN akan berdampak positif bagi masyarakat Kalsel. Salah satunya dengan berkurangnya kesenjangan pemerataan pembangunan yang selama ini dianggap masih terfokus di pulau Jawa.
Kemudian, transportasi antar provinsi lebih mudah dan murah, terutama transportasi udara.
Apindo selama ini juga ujarnya sudah berusaha membantu pemerintah daerah dalam hal menarik investor dari luar daerah dan luar negeri seperti China dan Singapura.
Pembukaan acara disertai penyerahan penghargaan kepada Rektor ULM, Ketua Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), dan Ketua DPN Apindo. (RIW/RDM/RZN)
Banjarmasin – Gema Maulid 40 Malam hari ke-14, di gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin pada Selasa (17/9) masih dihadiri dengan antusias jemaah dari berbagai kawasan sekitar kota Banjarmasin hingga kabupaten Banjar. Diantaranya dari Sungai Jingah Banjarmasin dan desa Telok Selong kabupaten Banjar. Jemaah juga berasal dari ASN lingkup Pemprov Kalsel. Yakni dari Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Perkebunan dan Peternakan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Bappeda, BPKAD, dan Biro Administrasi dan Pembangunan.
Gema Maulid inisiasi Gubernur, Sahbirin Noor atau Paman Birin pada malam ke-14 ini, mendatangkan Grup Maulid Habsyi Al Fata dari Komplek Pandu Banjarmasin. Sedangkan ayat – ayat suci Al-Qur’an dibacakan Qoriah, Nuudjaina. Sementara tausiyah diberikan Ustadz Fikri Haikal, putra dari Tuan Guru (alm) Zainuddin MZ.
Pada malam ke-14 ini, dalam sambutannya, Gubernur yang diwakili Pj Bupati Hulu Sungai Selatan, sekaligus Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalsel, Endri, kembali mengingatkan kaum Muslimin untuk selalu mengingat dan mencintai Rasulullah SAW.
Jemaah perempuan sedang mendengarkan tausiyah pada Gema Maulid 40 Malam hari ke-14
“Gema Maulid 40 Malam yang diinisiasi Paman Birin ini, menjadi salah satu bukti kecintaan kita kepada Rasulullah dan ajarannya,” tegasnya.
Tidak tanggung – tanggung, tahun ini adalah tahun ketiga Paman Birin menginisiasi peringatan bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Tahun pertama pada 2022, peringatan Maulid berlangsung selama sepekan di gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin. Tahun kedua, 2023, berlangsung selama dua pekan. Dan tahun ketiga pada 2024 ini, peringatan Maulid berlangsung lebih lama, hingga 40 malam.
“Saya mewakili Paman Birin dan Acil Odah selaku tuan rumah, mengucapkan terima kasih kepada seluruh jemaah yang selalu setia hadir setiap malam. Beliau juga meminta maaf apabila ada kekurangan dalam pelayanan,” tutupnya. (RIW/RDM/RZN)
KOTABARU – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui UPTD Balai Perikanan Budidaya Air Payau dan Laut (PBAPL), berupaya mensejahterakan perekonomian pembudidaya ikan air payau di Kotabaru melalui inovasi “Program Pendampingan Teknis Budidaya”.
Sedikitnya ada 1000 benih ikan jenis Kakap Putih yang dibagikan kepada pembudidaya di Desa Gosong Panjang, Kotabaru. Dipilihnya ikan jenis tersebut, menurut Kepala Balai PBAPL Kalsel, Akhmad Baihaki, karena pemeliharaannya yang cukup sederhana serta memiliki nilai jual tinggi di pasaran.
Selain itu, Baihaki mengungkapkan, selain menggunakan pelet, pangan ikan tersebut juga cukup melalui ikan-ikan kecil (runcah) hasil tangkapan nelayan yang tidak memiliki nilai ekonomis dari hasil bagan ataupun petarik/lampara udang.
“Masa panen biasanya membutuhkan waktu dari 5 hingga 7 bulan. Terbilang cepat untuk perputaran keuangan pembudidaya,” jelas Baihaki, Selasa (17/9).
Proses instalasi pemasangan tambak budidaya ikan Kakap Putih
Baihaki menuturkan, saat ini terdata ada sebanyak 20 pembudidaya ikan air payau di wilayah Kotabaru dan Tanah Bumbu yang sudah membeli benih dan melakukan pemesanan untuk budidaya di tambak.
Seluruhnya ditargetkan bisa membudidayakan ikan Kakap Putih, sehingga meningkatkan minat masyarakat untuk turut serta menjadi pembudidaya ikan air payau.
Saat ini Baihaki mengaku, masih melakukan produksi demi menjamin ketersediaan bibit untuk pembudidaya, sembari melakukan pendampingan intensif hingga 45 hari kedepan.
“Kalau sudah berhasil kita jadikan sebagai contoh untuk pembudidaya lain, karena memang ikan ini sangat bernilai ekonomi tinggi dan bisa menjadi alternatif komoditas ikan yang mereka biasa pelihara seperti udang dan Bandeng,” ungkapnya.(SYA/RDM/APR)
BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) memberikan informasi terbaru terkait kualifikasi pendidikan untuk Formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun 2024.
Kepala BKD Kalsel, Dinansyah melalui Kassubid Pengadaan dan Pemberhentian, Muhammad Randi, menjelaskan pengumuman ini bukanlah bagian dari pembukaan pendaftaran, melainkan panduan bagi calon peserta untuk mempersiapkan berkas dan mengetahui formasi yang akan dibuka pada penerimaan PPPK Tahun Anggaran 2024/2025.
Kasubbid Pengadaan dan Pemberhentian, BKD Kalsel, Muhammad Randi
“Pemprov Kalsel mendapatkan jatah formasi sebanyak 1.493 untuk PPPK tahun ini. Rinciannya meliputi 1.000 formasi bagi PPPK Guru, 175 formasi untuk PPPK Tenaga Kesehatan, dan 318 formasi untuk PPPK Tenaga Teknis,” ungkapnya, Selasa (17/9).
Randi mengatakan formasi ini diprioritaskan bagi non-ASN yang sudah terdata dalam sistem BKN serta tenaga honorer yang telah bekerja minimal dua tahun berturut-turut di lingkup Pemprov Kalsel.
“Oleh karena itu di imbau agar non ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalsel untuk mengikuti seleksi PPPK tahun ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, KemenPAN-RB juga telah menerbitkan kebijakan yang memungkinkan pelamar yang tidak lolos seleksi PPPK dapat dipertimbangkan untuk diangkat menjadi PPPK paruh waktu, meski rincian teknis pengangkatannya masih menunggu regulasi lebih lanjut.
Selain itu, untuk formasi PPPK Teknis, terdapat jabatan yang dibuka bagi lulusan dari berbagai jurusan.
“Jabatan penata layanan operasional kini tersedia bagi semua latar pendidikan, termasuk pengelola layanan operasional untuk lulusan D III, dan pranata administrasi perkantoran bagi lulusan SLTA/sederajat,” tutup Randi. (BDR/RDM/APR)
BANJARMASIN – Dalam era globalisasi dan transformasi digital yang pesat, peran pendidikan menjadi sangat krusial dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mampu bersaing dan berinovasi sehingga pentingnya pendidikan dalam membangun masa depan daerah, khususnya di Kalimantan Selatan. Hal ini disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Husnul Hatimah, saat menghadiri Dies Natalis ke-XXXII dan Wisuda ke-XXVIII STMIK Indonesia Banjarmasin yang digelar di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin, Sabtu (14/9).
Gubernur Kalsel yang akrab disapa Paman Birin ini menyoroti peran vital perguruan tinggi dalam menghasilkan lulusan berkualitas yang siap menghadapi tantangan zaman.
“Provinsi kita yang kaya akan potensi alam dan budaya membutuhkan SDM yang unggul, tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga memiliki keterampilan, karakter kuat, serta daya saing tinggi,” ungkap Paman Birin.
Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Husnul Hatimah saat membacakan sambutan Gubernur Kalsel
Ia juga menekankan bahwa pengembangan SDM yang berkualitas merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting untuk masa depan Kalimantan Selatan sehingga pendidikan menjadi kunci dalam mencetak generasi muda yang siap menghadapi berbagai tantangan, baik di tingkat lokal maupun global.
Selain itu, Gubernur memberikan apresiasi kepada STMIK Indonesia Banjarmasin yang telah berperan aktif selama lebih dari tiga dekade dalam menyediakan pendidikan berkualitas, terutama di bidang teknologi informasi. Menurutnya, lulusan dari sektor ini memiliki peran strategis di era digital seperti sekarang.
“Hari ini kalian tidak hanya merayakan kelulusan, tetapi juga memulai babak baru dalam hidup kalian. Ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh selama di kampus harus menjadi bekal untuk menghadapi dunia kerja dan berkontribusi bagi masyarakat,” tuturnya.
Gubernur berharap para lulusan STMIK Indonesia Banjarmasin mampu menjadi inovator dan pemimpin masa depan yang membawa perubahan positif bagi masyarakat Kalimantan Selatan.
Suasana Dies Natalis ke-XXXII dan Wisuda ke-XXVIII STMIK Indonesia Banjarmasin
“Sebagai lulusan di bidang teknologi dan informasi, kalian berada di garis depan dari revolusi industri yang sedang berlangsung,”
Ia juga memberikan penghargaan tinggi kepada para dosen dan seluruh civitas akademika yang telah berkontribusi dalam mencetak generasi penerus bangsa.
“Dedikasi para pengajar sangat penting dalam mendidik dan mempersiapkan para lulusan menjadi SDM unggul. Semoga STMIK Indonesia Banjarmasin terus menjadi pilar penting dalam dunia pendidikan di Kalimantan Selatan,” tutupnya.
Sementara itu, ketua STMIK Indonesia Banjarmasin, Seradi Angkasa dalam laporannya menyampaikan bahwa dari total 412 mahasiswa aktif, pada wisuda tahun ini STMIK Indonesia Banjarmasin meluluskan 90 mahasiswa dari program studi Sistem Informasi, Teknik Informatika, Manajemen Informatika dan Komputerisasi Akuntansi.
“Semoga lulusan dari kampus ini dapat terus memberikan kontribusi positif bagi kemajuan daerah khususnya Kalimantan Selatan,” pungkasnya. (BDR/RDM/APR)