Pemprov Kalsel Terus Kaji Potensi Investasi Khususnya Sektor Ekonomi Hijau

BANJARBARU – Pemprov Kalsel akan terus mengkaji potensi investasi di Kabupaten/Kota, khususnya pada sektor ekonomi hijau.

Plh Kepala DPMPTSP Kalsel, Fitridani mengatakan, pihaknya terus membuat Investment Project Ready to Offer (IPRO) atau dokumen proposal investasi terkait potensi investasi yang bisa ditawarkan kepada calon investor.

Plh Kepala DPMPTSP Kalsel Fitridani

“Kita sudah membentuk beberapa IPRO menggunakan APBD, anggaran daerah dan meminta Kementrian Investasi untuk membuat kajian potensi investasi di Kalsel,” katanya, belum lama tadi.

Salah satu IPRO yang saat ini sedang menjadi tawaran hangat untuk calon investor yakni terkait industri pengolahan ikan gabus.

Pemprov Kalsel merencanakan pengembangan industri ikan air tawar khas Banua itu di Kabupaten Tanah Bumbu dengan luas lahan 100 hektare.

“Rencananya di lahan tersebut akan dibangun pembibitan hingga pengolahan industri hilirisasi ikan gabus menjadi albumin,” jelasnya.

Fitridani berharap potensi investasi ikan gabus bisa menarik minat investor, sama halnya dengan cabai hiyung Tapin yang telah mendapat ketertarikan dari perusahaan ternama di Indonesia.

“Jelas akan mempengaruhi tingkat ekonomi masyarakat, karena ini akan berimbas pula terhadap serapan tenaga kerja di Kalsel,” tuturnya.

Fitridani menilai, Pemprov Kalsel sendiri sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin menanamkan modal usaha di provinsi ini. Apalagi Kalsel sendiri merupakan gerbang Ibu Kota Nusantara, dan memiliki berbagai potensi investasi dalam berbagai sektor.

“Kita optimis dengan segala kekayaan dan keindahan alam di Kalsel, akan menarik minat para calon investor,” pungkasnya. (SYA/RDM/RH)

Polda Kalsel Gelar Baksos Sambang Nusa Presisi, Pemprov Kalsel Beri Apresiasi

BANJARMASIN – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan melaksanakan bakti sosial penebaran bibit ikan dan pemberian bantuan anak stunting dalam rangka Sambang Nusa Presisi, di kawasan Banua Anyar, Kota Banjarmasin, Kamis (9/1). Dipimpin langsung Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan

“Kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan di Kota Banjarmasin ini, merupakan arahan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto, terkait dengan ketahanan pangan,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan.

Adapun kegiatan yang dilaksanakan meliputi penyerahan bantuan untuk anak stunting, serta penebaran bibit ikan di Sungai Martapura Kota Banjarmasin.

“Kami berharap, kegiatan ini dapat membantu masyarakat di Kota Banjarmasin,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Yudha, diharapkan juga masyarakat dapat memiliki ketahanan pangan, masyarakat dapat sejahtera. Maka, dengan begitu kejahatan pun dapat berkurang.

“Dengan kesejahteraan masyarakat meningkatkan maka kejahatan akan berkurang, merupakan salah satu tugas dari Polri dalam menekan angka kejahatan,” ucapnya.

Begitu juga dalam mendukung penurunan angka stunting yang saat ini terus digalakkan oleh Pemerintah.

“Pada baksos ini Polda Kalsel bekerjasama dengan BKKBN dalam pengentasan stunting,” jelasnya lagi.

Salah satunya, dengan pemberian bantuan kepada keluarga yang memiliki anak balita beresiko stunting di Kota Banjarmasin, Kecamatan Banjarmasin Timur.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Baksos Polda tersebut.

“Salah satu kegiatan yaitu pelepasan bibit ikan di Sungai Martapura, di Kota Banjarmasin ini,” ucap Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan Rusdi Hartono.

Kadislutkan Kalsel Rusdi Hartono

Bibit ikan yang ditebarkan pada kegiatan Sambang Nusa Presisi oleh Polda Kalsel sebanyak 25 ribu ekor bibit ikan patin.

Selain itu, lanjutnya, di kawasan Banua Anyar ini pernah terjadi musibah yang dialami oleh para petambak ikan setempat.

“Beberapa waktu lalu terjadi kematian mendadak ratusan ikan bawal sungai, yang diderita oleh para petambak di Banua Anyar ini,” tutur Rusdi.

Sehingga, bantuan bibit ikan patin yang diberikan dikawasan Banua Anyar ini tepat sasaran, karena ikan patin lebih kuat bertahan hidup dibandingkan dengan ikan bawal sungai.

“Kami berharap bantuan ini bermanfaat bagi masyarakat dikawasan Banua Anyar, Kecamatan Banjarmasin Timur,” ucap Rusdi. (SRI/RDM/RH)

Dipimpin Mendagri, Pemprov Ikuti Rakor Penyelesaian Penataan Tenaga Non ASN di Instansi Pemda

BANJARBARU — Gubernur Kalsel, Muhidin melalui Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Muhammad Farhanie, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) dalam rangka Penyelesaian Penataan Tenaga Non ASN di Instansi Pemda yang dipimpin Mendagri, Menteri PAN RB, Kepala BKN di Command Center Setda Provinsi Kalsel, Banjarbaru pada Rabu (8/1) siang.

Tim Kalsel saat mengikuti rakor bersama Mendagri membahas siap tenaga kerja kontrak

Rakor ini dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, yang didampingi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia (BKN-RI), Zudan Arif Fakrulloh.

Berdasarkan catatan Kemendagri, di Kalsel mengenai jumlah total Non ASN sebesar 7.369 tenaga kontrak, adapun yang lolos mengikuti PPPK sekitar 1.493 orang. Sehingga, selisih yang dihadapi Pemprov Kalsel sebanyak 5.876 tenaga Non ASN.

“Hari ini kita baru saja selesai mengikuti zoom meeting Penataan Non ASN di Instansi Pemerintah Daerah dan arahan Kemendagri agar supaya tenaga Non ASN dapat diselesaikan,” sampai Gubernur Kalsel, Muhidin diwakili Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Muhammad Farhanie seusai rakor.

Dalam hal itu, Pemprov berharap agar tenaga Non ASN dapat mengikuti test PPPK tahap kedua ini sampai 15 Januari. Sehingga, pengurangan dengan target yang diharapkan dapat tercapai dengan baik.

“Tenaga Non ASN dari jumlah total 7.369 sudah kita akomodir di tahap 1 ini sebesar 1.493 dan mudah-mudahan di tahap 2 ini bisa dapat mengurangi jumlah Non ASN kita,” sampai Muhammad Farhanie.

Setelah ini, Farhanie mengatakan, bahwa Kemendagri akan melaksanakan Coaching Clinic untuk penyelesaian dalam penataan tenaga Non ASN di pemerintahan daerah tersebut. Di rakor selanjutnya, tentu akan lebih fokus dan detail dalam penanganan masalah yang dihadapi oleh pihak Pemda terkait.

Sementara itu, Mendagri Tito Karnavian mengimbau kepada kepala daerah di tiap provinsinya agar tidak memasukan tenaga Non ASN yang baru. Sebab itu akan menjadi masalah ke depannya, karena bertentangan dengan Pasal 66 UU Nomor 20 Tahun 2023, penataan pegawai non-ASN atau tenaga honorer di lingkungan pemerintah.

Apalagi, Tito Karnavian melihat banyak pejabat daerah memasukan timsesnya ke pemerintahannya selepas Pilkada. Dia menegaskan agar tidak melakukan hal tersebut. Dan pihaknya terus mendorong sejumlah pegawai Non ASN agar mengikuti tes PPPK tahap 2 sampai 15 Januari.

“Ada perintah dan arahan dari Pemerintah Pusat dalam mengakomodir mereka (tenaga Non ASN) biar menjadi tenaga kontrak (PPPK). Tidak langsung dijadikan begitu saja, tetapi melalui seleksi dan pada tahapan itu harus mendaftar, ternyata yang masuk cuma 1.345.338 orang. Dan yang mendaftarkan ini harus pemerintah daerah, bukan pegawainya itu,” terangnya.

Tito Karnavian bingung, masih banyak daerah yang belum mendaftarkan pegawainya sehingga jumlah yang ditargetkan belum tercapai. Daerah-daerah yang enggan mendaftarkan itu, dia mengimbau siap-siap saja nanti akan di demo.

“Kalau masih banyak tenaga Non ASN yang belum PPPK, siap-siap akan didemo kepala daerahnya. Enggan mendaftarkan, karena satu nggak ada anggaran APBD,” sebut Tito Karnavian.

Tito Karnavian mewanti-wanti akan menjadi masalah atau bom waktu, jika tenaga Non ASN tidak didaftarkan maka akan menjadi pengangguran. Selama didaftarkan, maka akan menjadi tenaga honorer paruh waktu.

“Mereka yang didaftarkan akan lolos dipastikan selama mengikuti tahapan PPPK,” tandasnya. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Peringati Isra Mi’raj, Diskominfo Kalsel Ajak Pegawai Perkuat Komitmen dan Kinerja

BANJARBARU – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1446 Hijriah, bertempat di Aula Diskominfo Kalsel, Banjarbaru, Rabu (8/1) siang.

Hadir dalam acara tersebut Kepala Diskominfo Kalsel, Muhamad Muslim, Ketua KPID Kalsel, Muhammad Farid Soufian, Ketua KI Kalsel, Nawang Wijayati, Direktur LPPL Abdi Persada, Syarifah Norhani serta perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel.

Kegiatan keagamaan yang setiap tahun digelar ini menghadirkan tausyiah dari Fakhruddin Nur (Guru Tungkal) serta dihadiri sejumlah pejabat dan pegawai di lingkup Diskominfo Kalsel.

Kepala Diskominfo Kalsel, Muhamad Muslim menyampaikan bahwa peringatan Isra Mi’raj ini menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, khususnya bagi seluruh pegawai Diskominfo Kalsel. Kegiatan ini juga bertujuan mempererat tali silaturahmi antar pegawai, sejalan dengan tema yang diusung, yaitu “Penerapan Nilai-Nilai Isra Mi’raj dalam Pelaksanaan Tugas dan Kewajiban Aparatur.”

Kepala Diskominfo Kalsel, Muhamad Muslim saat diwawancara

“Semoga dengan diperingatinya Isra Mi’raj, kita mendapatkan berkah dan pencerahan dalam menerapkan nilai-nilai luhur pada kehidupan sehari-hari, khususnya dalam bekerja,” ujar Muslim.

Selain itu, ia juga berharap semangat peringatan Isra Mi’raj dapat menjadi motivasi untuk meningkatkan kinerja pegawai dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta para pegawai juga memiliki nilai-nilai spiritual yang kuat sebagai pondasi dalam menjalankan tugas.

“Melalui semangat ini, kita dapat memperkuat komitmen dan upaya dalam mencapai target-target yang telah ditetapkan pada tahun 2025, dengan hasil yang lebih baik dari tahun sebelumnya,” imbuhnya.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang refleksi, lanjut Muslim, tetapi juga wadah untuk memperkuat kebersamaan dan komitmen seluruh aparatur Diskominfo Kalsel.

“Dengan memperingati Isra Mi’raj, diharapkan seluruh aparatur Diskominfo Kalsel dapat memperkuat komitmen dalam melaksanakan tugas dan kewajiban sehingga dapat memberikan manfaat yang nyata,” tutup Muslim. (BDR/RDM/RH)

Sinergitas Polda Kalsel Dukung Ketahanan Pangan Bidang Peternakan

BANJARMASIN – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel), Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Kalsel, Universitas Lambung Mangkurat (ULM), dan PT Antang Gunung Meratus (AGM) bersinergi melaksanakan kegiatan di bidang peternakan.

Acara ini berlangsung di Pusat Penelitian dan Teknologi Agripeka (Puspitek Agripeka), Kabupaten Tanah Laut, pada Rabu (8/1).

Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, dalam keterangannya menyampaikan bahwa Penanaman rumput bahan pakan ternak yang dilakukan hari ini merupakan implementasi dari program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan saat memberikan penjelasan

“Kegiatan ini bertujuan memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan peternakan di wilayah Kalimantan Selatan,” ungkap Kapolda.

Sinergi ini juga merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam mendukung program pemerintah untuk mencapai ketahanan pangan, khususnya di sektor peternakan.

Kapolda menuturkan, dilahan seluas 4 hektare ini, ada empat jenis rumput yang ditanam yakni Odot, Pakchong, Nepal dan Raja. Setelah pakan ternak sudah siap barulah Sapi didatangkan di lokasi penanaman pakan ternak yang ada di Kabupaten Tanah Laut ini.

“Penanaman rumput bahan pakan ternak yang dilakukan hari ini merupakan implementasi dari program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto,” ucapnya.

Ini merupakan tahap penggemukan sebanyak 150 ekor, kemudian nanti akan dilanjutkan dengan tahap budidaya.

Kapolda menuturkan tujuan dari kegiatan kali ini adalah selain sebagai implementasi dari program Asta Cita Presiden RI juga untuk pendidikan.

Dalam kegiatan penanaman pakan ternak ini selain dihadiri Kapolda Kalsel juga dihadiri Ketua Bhayangkari Daerah Kalsel, Kabinda Kalsel, Ketua DWP BIN Daerah Kalsel, Wakapolda Kalsel, Irwasda Polda Kalsel, Pejabat Utama Polda Kalsel dan Pengurus Bhayangkari Daerah Kalsel.

Selain itu, turut hadir juga Kapolres Tanah Laut, Ketua Bhayangkari Cabang Tanah Laut, Rektor ULM, PT. Antang Gunung Meratus (AGM), Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, dan Dinas Perkebunan Dan Peternakan Provinsi Kalsel. (POLDA.KALSEL/SRI/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Apresiasi Keberadaan Pemuda Tani di Banua

BANJARBARU – Sekretaris Jenderal Pemuda Tani Indonesia, R. S Suroyo Jr, melantik Dewan Pengurus Daerah Pemuda Tani Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, yang dilaksanakan di Asrama Haji Embarkasi di Banjarbaru, Rabu (8/1).

Sekjen Pemuda Tani Indonesia saat melantik DPD Pemuda Tani Kalsel

Pelantikan tersebut juga dihadiri Gubernur Kalsel Muhidin, yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Adi Santoso.

Adi menyampaikan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, mengapresiasi Keberadaan Pemuda Tani di Kalimantan Selatan. Pertanian adalah tulang punggung ketahanan pangan dan perekonomian daerah. kalimantan selatan, dengan sumber daya alam yang melimpah, memiliki potensi besar untuk terus berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. oleh karena itu, peran generasi muda menjadi sangat penting untuk menjawab tantangan ini.

“Diharapkan pengurus yang baru dapat memajukan sektor pertanian,” ungkap Adi.

Dilanjutkan Adi, Pemuda Tani di Kalimantan Selatan,juga diharapkan dapat turut mendukung program makan bergizi gratis. Salah satu program unggulan dari pemerintah Pusat yang ingin terus di dorong Pemerintah Provinsi Kalsel, adalah program makan bergizi gratis bagi anak sekolah. Sehingga pihaknya mengajak pemuda tani indonesia untuk turut mendukung program ini, baik melalui peningkatan produksi pangan lokal, maupun penyuluhan kepada masyarakat.

“Program makan bergizi gratis diharapkan, benar-benar memberikan dampak nyata bagi anak-anak bangsa. program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi generasi penerus kita, tetapi juga memperkenalkan mereka pada pentingnya pangan lokal yang sehat dan bernutrisi,” tutup Adi.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Pemuda Tani Indonesia, R. S Suroyo Jr menjelaskan bahwa organisasi ini merupakan salah satu yang terbesar di Indonesia dalam bidang pertanian.

“Fokus mereka adalah pada regenerasi petani dan membangun semangat anak muda untuk terjun ke dunia pertanian, dengan memberikan motivasi, bimbingan, dan pelatihan,” tutup Suroyo. (MRF/RDM/RH)

Tingkatkan Kedamaian Masyarakat, DPRD Banjarmasin Finalisasi Raperda Rumah Mediasi

BANJARMASIN – Panitia Khusus Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rumah Mediasi DPRD Banjarmasin, melakukan finalisasi guna memberikan rasa keamanan dan kedamaian dalam bermasyarakat.

Kepada sejumlah wartawan, Ketua Pansus Raperda Rumah Mediasi DPRD Banjarmasin Saut Nathan Samosir, baru-baru tadi mengatakan, setelah dilaksanakan beberapa kali rapat, pihaknya melakukan finalisasi sebanyak 55 pasal dan 11 bab. Dimana, kehadiran payung hukum ini sebagai upaya
menciptakan keamanan dan kedamaian di seluruh lapisan masyarakat, yang tersebar masing-masing 52 Kelurahan.

Ketua Pansus Raperda Rumah Mediasi DPRD Banjarmasin Saut Nathan Samosir, saat diwancara

“Kami ingin setiap persoalan yang bersifat ringan, diselesaikan segera dan tidak harus ke ranah hukum,” ucapnya

Disampaikan Saut, dalam masa kesultanan Banjar, saat pemerintahan Sultan Adam yang memerintah pada tahun 1825-1857, telah menerapkan adat berdamai atau istilahnya diselesaikan secara kekeluargaan. Sehingga, ini dapat diterapkan di kota seribu sungai.

“Penanganan nanti dilakukan oleh Lurah, yang sudah mengikuti program sertifikasi mediator, mereka ini yang akan memediasi masyarakat bersengketa, seperti kasus tanah, perebutan warisan, atau tindak pidana ringan (tipiring),” jelas Saut

Sementara itu, Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Banjarmasin Machli Riyadi menambahkan, pihaknya sangat mengapresiasi sudah difinalisasi Raperda ini, karena berdampak meningkatkan investor dalam berinvestasi di kota seribu sungai. Selain juga, mengefisienkan keuangan Negara, dengan berkurangnya kasus-kasus yang harus diselesaikan di pengadilan.

Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Banjarmasin Machli Riyadi, saat memberikan komentarnya

“Terciptanya keamanan dan kedamaian di kota ini, dipastikan menarik minat investor dari luar daerah dan juga mancanegara,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

DLH Banjarmasin Angkut 130 Ton Sampah Momen 5 Rajab 1446 H

BANJARMASIN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin turut bantu pengangkutan sampah di sepanjang Jalan A. Yani, hingga kawasan KM 17, pada Momen 5 Rajab 1446 Hijriah.

“Kami menurunkan 100 personel relawan untuk menyisir kawasan sepanjang Jalan A Yani hingga kawasan kilometer 17,” ungkap Kepala DLH Kota Banjarmasin Alive Yoesfah Love, pada Rabu (7/1).

Kadis LH Banjarmasin Alive Yoesfah Love (Tengah)

Pada momen tersebut, pihaknya juga menurunkan 15 angkutan truk sampah hingga konvektor, serta tambahan 2 pickup.

“Pickup tersebut digunakan untuk mengangkut sampah yang berada di gang-gang sempit,” ucapnya

Selain menyusur di kawasan Jalan A Yani, jajaran DLH Kota Banjarmasin juga melakukan pembersihan disekitar kawasan titik pusat Sekumpul, Kabupaten Banjar.

“Adapun untuk konsentrasi pengangkutan sampah DLH Kota Banjarmasin berada di sekitar kawasan TPS 3R Baintan, Martapura,” ujarnya.

Menurut Alive, dari hasil pengangkutan sampah tersebut, berhasil diangkut sebanyak 130 Ton sampah.

“Dalam beberapa hari kegiatan pengangkutan sampah momen 5 Rajab 1446 Hijriah, kami berhasil mengangkut hingga 130 ton sampah, dalam partisipasi tersebut,” tutur Alive lagi.

Seluruh sampah yang diangkut ini akan dibuang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Banjar Bakula.

“Pengangkutan sampah tersebut dilakukan hingga seluruh kawasan tersebut bersih dari sampah pada momen 5 Rajab 1446 Hijriah,” ucap Alive. (SRI/RDM/RH)

Harjad ke-65, Gubernur Kalsel Apresiasi Pembangunan Batola Semakin Maju dan Sejahtera

BATOLA – Peringatan Hari Jadi ke-65 Kabupaten Barito Kuala (Batola) yang digelar Pemerintah Kabupaten Batola di Lapangan 5 Desember, Marabahan, pada Rabu (8/1), menjadi momen istimewa bagi seluruh lapisan masyarakat.

Hadir langsung dalam perayaan tersebut, Plh. Gubernur Kalsel, Roy Rizali Anwar beserta istri dan jajaran Forkopimda Kalsel serta sejumlah kepala SKPD lingkup Provinsi Kalsel.

Plh Gubernur Kalsel saat disambut Pj Bupati Batola

Suasana meriah terasa sejak awal acara dengan berbagai pertunjukan menarik diantaranya Sinoman Hadrah, Tari Rudat Bakumpi, antunan ayat suci Al Quran serta pertunjukan musik religi.

Dengan mengusung tema “Bersatu Menuju Batola Maju”, peringatan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan panjang Kabupaten Batola yang secara tegas menggarisbawahi pentingnya persatuan dan gotong royong dalam menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks.

Dalam sambutannya, Plh. Gubernur Kalsel, Roy Rizali Anwar yang juga Sekdaprov Kalsel menyampaikan permohonan maaf Gubernur Kalsel, Muhidin dan istri Fathul Jannah yang tidak bisa hadir langsung ditengah – tengah masyarakat dalam perayaan Harjad Kabupaten Batola.

Plh Gubernur Kalsel saat memberikan sambutan pada Harjad ke-65 Batola

“Menyampaikan permohonan maaf Bapak Gubernur Kalsel, Muhidin yang tidak bisa hadir dan saat ini sedang menjalankan ibadah umrah dan kita doakan semoga ibadah umrah Bapak Gubernur dan istri beserta rombongan berjalan lancar dan beliau menyampaikan salam hormat kepada kita semua,” sampai Roy Rizali Anwar.

Pada kesempatan itu, Roy Rizali Anwar menyampaikan apresiasi mendalam atas berbagai capaian yang telah diraih Kabupaten Batola selama 65 tahun terakhir.

“Mewakili Pemerintah Provinsi Kalsel, saya ingin menyampaikan selamat hari jadi yang ke-65 kepada seluruh masyarakat Kabupaten Batola, semoga di usia yang semakin matang ini,Kabupaten Barito Kuala semakin maju dan sejahtera,” ujarnya.

Lebih lanjut, Roy menekankan bahwa peringatan Hari Jadi ke-65 ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga momentum untuk merefleksikan perjalanan panjang pembangunan yang telah dilalui Kabupaten Batola.

“Sejak berdiri, kabupaten ini telah membuktikan diri sebagai daerah yang terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Provinsi Kalsel.” tuturnya.

Selain itu, Roy juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Batola yang telah bekerja keras dalam membangun daerah ini.

“Komitmen Pemerintah Kabupaten Batola dalam pelestarian lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam juga patut diapresiasi, terutama dalam pengelolaan lahan gambut secara berkelanjutan,” tambahnya.

Berbagai capaian pembangunan juga tak lepas dari kerja keras dan semangat gotong royong seluruh elemen masyarakat Batola.

Namun demikian, Gubernur Kalsel mengingatkan agar tidak berpuas diri dengan pencapaian yang telah diraih.

“Masih banyak tantangan yang harus kita hadapi bersama, terutama dalam upaya meningkatkan daya saing daerah di tengah persaingan global yang semakin ketat,” tegas Roy.

Mengakhiri sambutannya, Roy kembali mengajak seluruh masyarakat Barito Kuala untuk terus bersatu, berkarya, dan berinovasi dalam membangun daerah tercinta ini.

“Dengan semangat ini, Insya Allah, cita-cita kita dalam mewujudkan Batola yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan akan dapat tercapai,” tutupnya.

Dalam kesempatan yang sama, Pj Bupati Batola, Dinansyah menyampaikan rasa terimakasih atas dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalsel dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Kami berkomitmen untuk terus berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menjadikan Kabupaten Barito Kuala sebagai daerah yang lebih baik lagi,” tegasnya.

Dinansyah juga menekankan bahwa pembangunan yang dilakukan bukan hanya sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga membangun manusia.

“Kami ingin masyarakat Batola dapat merasakan langsung manfaat dari pembangunan. Dengan pelayanan publik yang prima dan program – program pemberdayaan masyarakat, kami yakin Batola akan menjadi daerah yang lebih maju dan sejahtera,” tegasnya.

Diakhir acara, Pemerintah Kabupaten Batola melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Batola, meluncurkan program inovatif bernama PADU SERASI (Program Akselerasi Distribusi Sertifikat Tanah Eks Transmigrasi).

Program yang di launching Plh. Gubernur Kalsel, Roy Rizali Anwar ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menyelesaikan persoalan terkait sertifikat tanah eks transmigrasi.

Selain itu, Kepala BPN Kabupaten Batola menyerahkan secara simbolis sebanyak 44 sertifikat tanah kepada Penjabat Bupati Batola. Penyerahan ini menandai dimulainya tahap pelaksanaan program yang diharapkan dapat memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.

Pada acara yang sama, Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) yang disponsori Bank Kalsel juga mengadakan undian berhadiah. Undian ini dilakukan Plh. Gubernur Kalsel yang ditandai dengan penekanan tombol.

Pada perayaan meriah tersebut, turut hadir jajaran Forkopimda Kabupaten Batola, Kepala Kantor Wilayah BPN Kalsel, Bupati dan Wakil Bupati terpilih Pilkada tahun 2024, Sekda Kabupaten Batola dan seluruh jajaran, Kepala Desa, organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, tokoh adat dan tamu undangan lainnya.(Biroadpim-RIW/RDM/RH)

Sambut Panitia Pusat HPN, Sekdaprov Kalsel Siapkan Soft Launching

BANJARMASIN – Panitia Hari Pers Nasional (HPN) dari PWI Pusat berencana melakukan audiensi dengan jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarmasin.

Rombongan dari PWI Pusat diagendakan melakukan audiensi sekaligus soft launching HPN 2025 pada Jumat (10/1).

Audiensi tersebut akan dihadiri 6 orang Panitia HPN Pusat didampingi 10 pengurus PWI Kalsel.

Kepastian pertemuan antara Panitia HPN dengan Pemprov Kalsel, telah dikonfirmasi Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar, Selasa (7/1). Roy memastikan akan meluangkan waktu melakukan audiensi sekaligus soft launching HPN 2025 dengan pengurus PWI.

“Pertemuan Jumat malam diagendakan di Banjarmasin,” kata Roy.

Dalam pertemuan tersebut Roy tidak hanya datang sendiri. Sekdaprov Roy Rizali Anwar juga memboyong jajaran SKPD yang terkait dengan pelaksanaan HPN 2025.

“Nanti para Asisten Setda dan Kepala SKDP terkait juga diundang,” katanya.

Roy berharap agenda HPN 2025 dapat diselaraskan dengan program dari dinas/instansi terkait.

Sementara itu, Sekretaris PWI Kalsel, Toto Fachrudin, menyebut pihaknya sudah bersurat kepada beberapa SKPD terkait untuk turut serta berhadir pada audiensi tersebut.

“Sesuai arahan Sekdaprov, kami sudah bersurat mengundang para Asisten dan Kepala SKPD yang terkait dengan pelaksanaan HPN,” ujarnya.

Menurut Toto pada HPN 2025 yang akan dilaksanakan tanggal 7-9 Februari meliputi beberapa program.

Diantaranya kelompok wartawan menanam terkait dengan ketahanan pangan.

Kemudian seminar investasi terkait dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

Berikutnya mendukung program makan bergizi gratis (MBG) yang berkaitan dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dan Dinas Sosial.

“Semua dinas yang terkait kami undang. Mudah-mudahan bisa merangkai kegiatan sinergi dengan Pemprov Kalsel,” ujarnya. (PWI.KALSEL/RDM/RH)

Exit mobile version