Bonus Atlet PON Direncanakan Setelah Lebaran Idul Fitri ini Dicairkan

BANJARMASIN – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan berharap bonus atlet secepatnya akan dicairkan.

Plt Kadispora Kalsel Fitri Hernandi menjelas, pihaknya saat ini, masih dalam tahap pengumpulan data atlet peraih medali pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) di Sumut dan Aceh lalu. Dalam pengumpulan data atlet ini pihaknya bekerjasama dengan KONI Provinsi Kalimantan Selatan.

Plt Kadispora Kalsel Fitri Hernandi

“Mengingat untuk data seperti nama, nomor rekening atlet, serta lainnya ada di KONI Kalsel,” ungkap Fitri, kepada sejumlah wartawan, pada Rabu (9/4).

Fitri berharap, dalam satu minggu ini Dispora Kalsel sudah menerima surat rekomendasi atau pengajuan dari KONI Kalsel.

“Tentunya kami berharap, proses pengumpulan data ini dapat selesai pada Akhir Bulan,” ujarnya.

Sehingga, lanjut Fitri, pada akhir Bulan April ini, bonus dapat segera dicairkan setelah diterbitkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Kalsel.

Sedangkan, untuk proses pendataan atlet National Paralympic Committee (NPC) Kalsel penerima bonus tersebut, sudah selesai.

“Untuk pendataan atlet NPC penerima bonus sudah selesai,” ucap Fitri.

Namun, tambahnya, anggaran untuk bonus atlet PON dan Peparnas menjadi satu, sehingga pencairan dilakukan bersamaan. (SRI/RDM/RH)

Hingga Awal April 2025, Serapan Gabah dan Beras Petani Kalsel Sudah Lampaui Target

BARITO KUALA – Hingga akhir April 2025, Perum Bulog Kalsel ditargetkan mampu membeli gabah dan beras petani hingga sebanyak 6.200 ton. Dengan Harga Patokan Pemerintah (HPP) yang ditetapkan sebesar 6.500 Rupiah per kilogram.

“Hingga awal April ini, kita sudah membeli gabah dan beras petani sebanyak 7.200 ton. Ini artinya sudah melebihi target yang ditetapkan,” ujar Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kalsel, Muhammad Akbar Said kepada wartawan, disela Panen Raya dan Tanam Padi Serentak 14 Provinsi, di Desa Panca Karya Alalak, Barito Kuala pada Senin (7/4).

Lokasi pembelian gabah petani oleh Perum Bulog Kalsel

Pembelian gabah dan beras ini, menurut Akbar, dilakukan pihaknya dengan langsung mendatangi petani usai melaksanakan panen.

“Kita langsung ambil dari petani. Jadi dari Combine Harvester langsung kita angkut gabah kering panen dari petani dengan harga 6.500 per kilonya,” jelas Akbar.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kalsel saat melakukan pembelian gabah petani di Desa Panca Karya

Lebih lanjut Akbar memastikan, pemerintah sudah menyiapkan anggaran untuk pembelian gabah dan beras petani ini, hingga akhir tahun nanti.

“Yang pasti sudah disediakan. Jadi petani tidak perlu khawatir, karena Bulog siap melakukan pembelian langsung usai panen sepanjang tahun ini,” tegasnya.

Bahkan menurut Akbar, pihaknya mendapat tambahan target pembelian sebesar 7.400 ton hingga akhir April mendatang. Mengingat pembelian saat ini yang sudah melampaui target hingga 100 persen lebih.

“Untuk pembelian selanjutnya, akan ada target baru yang ditetapkan,” tutupnya. (RIW/RDM/RH)

DPRD Kalsel Gelar RDP Bahas Kesiapan PSU Pilwali Kota Banjarbaru Bersama KPU Provinsi Kalsel

BANJARMASIN – Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalsel di ruang rapat Komisi I DPRD Kalsel lantai 4, Selasa (8/5). Kegiatan ini dilakukan untuk membahas kesiapan pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang Pemilihan Wali kota (PSU Pilwali) Kota Banjarbaru.

Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Supian HK, mengungkapkan bahwa tahapan persiapan Pilwali Kota Banjarbaru telah berjalan dengan baik dan hampir rampung. Ia mengingatkan agar sisa waktu yang ada dimanfaatkan untuk menyempurnakan berbagai aspek teknis dan partisipatif.

“Ini kan tinggal menghitung hari saja lagi untuk Pilwali Kota Banjarbaru, tahapan-tahapan persiapan dari KPU Kalsel sudah mencapai 96 persen, tersisa 4 persen saja lagi. Nah 4 persen itu nanti digunakan untuk penyempurnaan dan masukan yang kurang dari kami,” ujarnya.

Supian HK juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menggunakan hak pilih, mengingat suara mereka menentukan masa depan daerah.

“Kita juga harus waspada, jangan sampai kejadian seperti sebelumnya terulang kembali. Untuk itu kami mengharapkan pemilih menggunakan hak suaranya untuk memilih. Kotak suara itu sangat berharga, karena dari suara pemilih lah menentukan nasib Kota Banjarbaru,” tegas Supian HK.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Kalsel, Dirham Zain, menambahkan bahwa pihaknya mendorong KPU untuk menjalankan seluruh tahapan sesuai peraturan yang berlaku. Ia menyoroti pentingnya menjaga tingkat partisipasi pemilih agar tidak mengalami penurunan dari pemilu sebelumnya.

“Selain itu kami juga meminta bagaimana untuk meningkatkan partisipasi pemilih, jangan sampai partisipasi pemilih turun dari sebelumnya. Jadi yang kita minta adalah kepercayaan publik, karena Pilwali Banjarbaru saat ini akan dipantau oleh berbagai pihak, termasuk pengamat dari nasional,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua KPU Provinsi Kalsel, Andi Tenri Sompa menjelaskan bahwa pihaknya terus bekerja maksimal menyelesaikan tahapan-tahapan krusial, terutama terkait logistik dan sosialisasi kepada masyarakat.

“Semua tahapan sedang kita lakukan, utamanya terkait logistik dan sosialisasi. Surat suara sudah siap dan tinggal menunggu kedatangan kotak suara, tinta serta segel,” jelasnya.

Andi Tenri Sompa menambahkan bahwa antisipasi terhadap potensi rendahnya kehadiran pemilih terus dilakukan dengan upaya yang masif dan terukur.

“Kami berusaha agar H-3 memberikan C Pemberitahuan yang akan dilakukan oleh KPPS. Antisipasinya kita tetap harus melakukan sosialisasi secara masif. Kita sudah memasang 5 baliho di 5 kecamatan, kemudian 20 spanduk di 20 kelurahan, serta melalui radio dan media sosial. Dan tentunya rencana ke depannya lagi kita akan melakukan sosialisasi untuk peningkatan kapasitas di tiap kelurahan yang akan dilaksanakan oleh PPK dan PPS,” tutupnya. (ADV-NRH/RDM/RH)

DPRD Kalsel Ajukan 2036 Pokir di RKPD 2026

BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Rapat Paripurna dengan agenda pengambilan keputusan terhadap Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD untuk Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026, Selasa (8/4).

Rapat berlangsung di Ruang Rapat Paripurna H. Mansyah Addrian, Gedung DPRD Kalsel, dipimpin oleh Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Supian HK, didampingi Wakil Ketua DPRD Kalsel, Kartoyo, serta dihadiri para anggota dewan dari seluruh fraksi.

Suasana Rapat Paripurna DPRD Kalsel

Pokok-pokok pikiran yang disahkan merupakan hasil dari kegiatan reses dan penjaringan aspirasi masyarakat oleh anggota dewan. Pokir ini menjadi salah satu instrumen strategis untuk menyuarakan kebutuhan masyarakat dalam perencanaan pembangunan daerah.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Kartoyo dalam penyampaian gambaran umum pokir DPRD tersebut mengungkapkan dalam penyusunan awal RKPD bahwa DPRD memberikan saran dan pendapat berupa pokok-pokok pikiran DPRD berdasarkan hasil reses atau penjaringan aspirasi masyarakat.

Menurutnya, saran dan pendapat berupa pokir DPRD itu akan disampaikan secara tertulis kepada gubernur melalui Kepala Bappeda, karena pokir DPRD ini merupakan hal yang sangat penting sebagai wujud nyata pelaksanaan tugas dan fungsi DPRD Provinsi Kalsel kepada masyarakat.

Kartoyo menambahkan usulan yang disampaikan kepada pemerintah daerah untuk diwujudkan dalam bentuk program dan kegiatan penyelenggaraan pembangunan daerah pada satu tahun kedepan.

“Berdasarkan akumulasi data yang diambil terdapat 2.036 buah pokir DPRD yang akan diajukan dalam penyusunan rancangan awal RKPD Tahun 2026,” sebutnya.

Kartoyo juga menyampaikan bahwa dokumen pokir DPRD ini akan disampaikan secara langsung pada saat pelaksanaan Musrenvang RKPD Tingkat Provinsi Kalsel yang direncanakan pada pertengahan bulan ini.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Supian HK, mengingatkan seluruh anggotanya untuk berhati-hati dalam mengusulkan pokok-pokok pikiran atau pokir. Ia tidak ingin ada tumpang tindih dalam usulan pokir seperti yang pernah terjadi pada tahun 2009, yang bahkan berpotensi melanggar hukum.

Supian HK menegaskan bahwa setiap program dari pokir dewan harus jelas dan sesuai dengan ranah serta kewenangan masing-masing. Ketua DPRD Kalimantan Selatan itu menambahkan, sebanyak 2.036 usulan pokir yang melibatkan 55 anggota dewan akan diseleksi terlebih dahulu. Seleksi ini bertujuan untuk memastikan kewenangan program, apakah menjadi ranah kabupaten, provinsi, atau pusat.

“Lebih aman program yang kita sampaikan, silakan anggota dewan yang merasa punya program meresmikan. Yang banyak semua menyangkut masalah tempat ibadah, tapi harus diingat kalau itu ranah kabupaten jangan lagi. Kalau sudah tahun kemarin juga jangan diusulkan. Masih banyak, jangan sampai terdoubling,” ujarnya.

Dalam rapat paripurna ini, Supian HK juga menekankan bahwa tidak akan ada pagu anggaran yang langsung dikunci. Program yang disampaikan akan disesuaikan dengan skala prioritas dan koordinasi lintas lembaga. Hal tersebut merujuk pada Pasal 78 Tahun 2017 yang menjadi dasar hukum dalam pengelolaan aspirasi dan program pembangunan daerah. (ADV-NRH/RDM/RH)

Pimpin Apel Pagi Pasca Idul Fitri 1446 H, Kadislutkan Kalsel Beri Semangat Kerja Pegawai

BANJARBARU – Pascalibur Idulfitri 1446 Hijriah, Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislautkan) Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan kegiatan apel pagi bersama jajaran karyawan/ti, yang dirangkai dengan halalbihalal, di Halaman Kantor Dislutkan Kalsel, Selasa (8/4).

Kegiatan ini dipimpin langsung Kepala Dinas Rusdi Hartono, yang beritindak sebagai pembina upacara dan diikuti seluruh jajaran.

Dalam sambutannya, Rusdi mengatakan, selain sebagai momentum untuk mempererat silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi pengingat pentingnya semangat kebersamaan dan sinergi dalam menjalankan tugas.

“Semoga momen ini menjadi pengingat pentingnya bekerja bersama dan merangkul semua adalah kunci membangun tim yang kuat, solid, dan penuh semangat dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab,” ungkapnya.

Rusdi juga mengajak kepada seluruh jajarannya untuk kembali bekerja dengan hati yang bersih dan semangat baru.

“Setelah libur panjang Idul Fitri ini, diharapkan seluruh pegawai dilingkup Dislutkan Kalsel dapat bekerja lebih maksimal,” ucapnya. (DISLUTKAN.KALSEL/SRI/RDM/RH)

Sidak Hari Pertama Kerja, Pj. Sekdaprov Kalsel Pastikan Layanan Publik Berjalan Optimal

BANJARBARU – Memasuki hari pertama kerja usai libur Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin memimpin pelaksanaan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), pada Selasa (8/4).

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, Asisten Administrasi Umum, Ahmad Bagiawan, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Husnul Khatimah, Karo Adpim, Berkatullah, Karo Kesra, Fatkhan, dan Karo Organisasi, Galuh Tantri Narindra.

Sidak ini merupakan langkah konkret Pemerintah Provinsi Kalsel dalam menegakkan kedisiplinan pegawai serta memastikan layanan publik tetap berjalan optimal usai libur panjang.

Salah satu instansi yang dikunjungi yakni Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalsel. Rombongan diterima langsung oleh Plt. Sekretaris Diskominfo, Sucilianita Akbar beserta jajaran pejabat struktural.

Pj. Sekdaprov Kalsel, Muhammad Syarifuddin (topi) melakukan sidak ke Diskominfo Kalsel

Dalam kesempatan itu, Pj. Sekda meninjau sejumlah fasilitas penting seperti ruang server, ruang pengamanan siber, ruang jaringan terintegrasi hingga studio podcast yang menjadi bagian dari layanan digital strategis Pemprov Kalsel.

“Kami ingin melihat langsung bagaimana kesiapan Diskominfo dalam menjaga kestabilan jaringan serta keamanan data di lingkungan pemerintahan,” ujar Syarifuddin.

Foto bersama usai melakukan sidak di Diskominfo Kalsel

Ia juga memberikan apresiasi atas kinerja Diskominfo dan menekankan pentingnya upaya sosialisasi terhadap berbagai layanan yang ada agar bisa dimanfaatkan secara maksimal.

“Layanan seperti ini perlu disosialisasikan secara lebih luas. Jika seluruh sistem jaringan dan keamanan siber terintegrasi di Diskominfo, maka gangguan bisa lebih cepat ditangani,” tutupnya. (BDR/RDM/RH)

Bersilaturahmi Pasca Lebaran, Wagub Hasnuryadi Sulaiman Pastikan ASN Semangat Bekerja Berikan Pelayanan Terbaik

BANJARBARU – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman didampingi istri tercintanya drg. Ellyana Trisya, mengunjungi beberapa ruangan SKPD yang ada di Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Banjarbaru, usai Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, Selasa (8/4) pagi.

Kedatangan orang nomor dua di Kalsel itu disambut gembira. Hasnuryadi bersama istri yang tiba pada pukul 10.30 WITA, langsung menyalami satu per satu karyawan yang menyambut dan dilanjutkan dengan mendatangi satu persatu ruangan, hingga kantor Satpol PP dan Damkar yang ada di lantai dasar.

Didampingi beberapa kepala SKPD, Wagub Kalsel kemudian mengecek beberapa ruangan seraya menyalami pegawai dan mengucapkan permohonan maaf lahir dan batin. Mulai dari ruangan Biro Administrasi Pembangunan, Biro Hukum, Biro Administrasi Pimpinan, Ruangan Asisten Pemerintahan, Ruangan Sekda, Biro Perekonomian, Biro Kesejahteraan Rakyat, Biro Pengadaan Barang dan Jasa, Biro Umum, Klinik Dharma Praja, Biro Organisasi, dan terakhir bersilaturahmi serta makan bersama di kantor Dinas Kehutanan Kalsel.

Wagub Kalsel bersama istri saat sidak ke Kantor Dinas Kehutanan

Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan sangat terasa dalam kunjungan ini. Para karyawan menyambut kedatangan Wakil Gubernur dan istri dengan antusias. Tak sedikit yang mengabadikan momen tersebut dengan berfoto bersama, sebagai ungkapan rasa bahagia atas perhatian dan kedekatan pimpinan daerah terhadap jajarannya.

Wagub Hasnuryadi mengatakan, kunjungan ini merupakan bagian dari silaturahmi pasca Idul Fitri, sekaligus sebagai bentuk perhatian dan apresiasi kepada para ASN yang telah kembali melaksanakan tugas pelayanan publik dengan semangat baru.

Wagub Kalsel dan istri saat memberikan keterangan

“Alhamdulillah hari ini kita bersilaturahmi dengan seluruh jajaran di Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan. Kami ingin menyampaikan rasa terima kasih atas dedikasi dan kerja keras selama ini, serta menyampaikan harapan agar setelah Hari Raya ini, semangat bekerja semakin meningkat demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Banua,” ujar Hasnur.

Wagub juga menambahkan pentingnya menjaga kekompakan dan semangat kolaboratif di antara seluruh jajaran birokrasi di lingkungan Pemprov Kalsel, agar setiap program pembangunan dan pelayanan bisa berjalan dengan optimal.

“Mudah-mudahan dengan kebersamaan kita bisa mengabdi dengan baik sesuai dengan semangat kita yakni bekerja bersama merangkul semua,” harapnya.

Setelah berkeliling, acara ditutup dengan ramah tamah dan makan bersama yang berlangsung penuh keakraban. Kebersamaan di momentum Idul Fitri ini diharapkan dapat mempererat semangat persaudaraan, soliditas, dan kerja sama antar perangkat daerah.

Kegiatan ini menjadi simbol penting bahwa pemerintahan yang baik berangkat dari hubungan yang harmonis antara pimpinan dan jajarannya, serta komitmen bersama untuk Kalsel Bekerja yakni Berkelanjutan, Berbudaya, Religi, dan Sejahtera Menuju Gerbang Logistik Kalimantan. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Apel Usai Cuti Lebaran, Pj Sekdaprov Kalsel Cek Kehadiran ASN, PPPK dan Non ASN

BANJARBARU – Gubernur Kalsel, Muhidin melalui Penjabat (Pj)Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, memimpin apel pagi pertama usai Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, pada Selasa (8/4) pagi di Halaman Kantor Gubernur Kalsel di Banjarbaru.

Sebelum menyampaikan sambutan, Syarifuddin memerintahkan seluruh Kepala Biro dan Satuan Pol PP dan Damkar untuk menghitung jumlah ASN, PPPK dan Non ASN yang berhadir dan tidak berhadir.

“Kepada pimpinan masing-masing, coba dihitung jumlah karyawan yang berhadir dan tidak berhadir,” perintahnya.

Pj Sekdaprov saat memimpin apel perdana pasca cuti bersama Idul Fitri

Setelah dilakukan penghitungan, diketahui sejumlah ASN, PPPK dan Non ASN di lingkup Setdaprov Kalsel tidak berhadir pada hari pertama bekerja usai cuti bersama lebaran ini.

Atas hal ini Syarifuddin menyampaikan arahan untuk disampaikan kepada seluruh karyawan, agar disiplin dan mematuhi aturan.

“Tadi sudah kita dengarkan bersama Core Values Pemprov Kalsel, dan sesuai dengan hal tersebut, kita mengharapkan semua dapat mematuhi aturan yang berlaku. Namanya kita bekerja itu ada aturan yang harus diikuti oleh semuanya tanpa terkecuali,” sampainya.

Syarifuddin juga menyampaikan bahwa sesuai arahan Pak Gubernur, bekerja hanya untuk yang mau saja dan mengikuti aturan saja.

“Sesuai arahan Pak Gubernur bekerja ini untuk yang mau-mau saja, jangan dipaksa karena semua sudah dewasa. Oleh itu kita semua hendaknya mematuhi aturan yang ada di tempat kita, aturannya jelas hadir dan pulang jam berapa,” ujarnya.

Masih dalam suasana lebaran, atas nama Pemprov Kalsel, Syarifuddin juga mengucapkan minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir batin.

“Hari ini menjadi awal kita bekerja setelah libur panjang, marilah kita bekerja sebaik mungkin, bagaimana dapat melayani masyarakat lebih baik lagi ,” ujarnya.

Pj Sekdaprov melaksanakan halal BI halal dengan ASN lingkup Pemprov Kalsel

Syarifuddin juga menyampaikan harapan bahwa setelah melalui bulan Ramadan seluruh karyawan dapat menerapkan kedisiplinan pada saat bekerja.

“Mudah-mudahan setelah kita berpuasa sebulan penuh, kita membawa semangat baru yang bisa ditanamkan sewaktu kita bekerja, sebagai hasil disiplin kita beribadah selama sebulan,” pesannya.

Usai apel pagi, seluruh peserta apel diawali Pejabat Eselon diikuti seluruh karyawan – karyawati lingkup Setdaprov Kalsel kemudian melakukan halal bi halal sembari bersalam-salaman.

Selanjutnya setelah apel pagi, dilaksanakan sidak berkeliling ruangan di Kantor Gubernur Banjarbaru. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Pangdam VI/Mulawarman Panen Raya dan Tanam Serentak di Kalsel

BARITO KUALA – Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha, bersama Forkopimda Provinsi Kalsel menghadiri kegiatan Panen Raya dan Tanam Serentak yang terhubung dengan 14 provinsi secara daring bersama Presiden Republik Indonesia. Kegiatan ini berlangsung di Desa Panca Karya, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan, pada Senin (7/4).

Kehadiran Pangdam VI/Mulawarman dalam acara ini menegaskan komitmen TNI dalam mendukung program – program pemerintah, khususnya dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan nasional.

Pangdam VI/Mulawarman saat menyampaikan sambutan pada kegiatan panen raya

Rangkaian kegiatan panen raya dan tanam serentak di Kalimantan Selatan meliputi panen padi dengan Combine Harvester, yang memperlihatkan demonstrasi efisiensi teknologi modern dalam memanen padi secara cepat dan efektif.

Kemudian ada juga pengolahan lahan menggunakan Crawler sebagai pemanfaatan alat berat untuk mempercepat dan memaksimalkan pengolahan lahan pertanian.

Tampak pula kegiatan tanam padi bersama sebagai kegiatan simbolis penanaman padi yang melibatkan TNI, petani, dan masyarakat setempat sebagai wujud kebersamaan dalam memajukan sektor pertanian.

Pada kegiatan ini, terdapat aktivitas serap gabah petani oleh Bulog yang menjadi upaya pemantauan langsung proses penyerapan hasil panen petani oleh Bulog, sebagai upaya stabilisasi harga di tingkat petani.

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam VI/Mulawarman menyampaikan harapannya agar sinergitas antara TNI/POLRI dan seluruh stakeholder terkait dapat terus ditingkatkan. Pangdam menekankan pentingnya percepatan proses penanaman kembali pasca panen sebagai langkah strategis untuk meningkatkan hasil panen padi secara berkelanjutan.

“Peningkatan sinergitas ini krusial dalam mewujudkan efisiensi dan produktivitas pertanian di Kalimantan Selatan. Kita juga berharap stabilitas harga gabah dapat terjaga, sehingga tidak merugikan para petani kita,” ujar Pangdam.

Kehadiran Pangdam VI/Mulawarman dalam kegiatan ini merupakan wujud nyata dukungan TNI terhadap sektor pertanian dan upaya pemerintah dalam mencapai swasembada pangan.

Sinergi yang kuat antara TNI, Polri, pemerintah daerah, petani, dan seluruh stakeholder diharapkan dapat terus memajukan pertanian di Kalimantan Selatan dan berkontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan nasional. (PENREM-RIW/RDM/RH)

Gelar Panen Raya Padi Serentak di 14 Provinsi, Bulog Pastikan Serap Gabah Petani

BARITO KUALA – Provinsi Kalimantan Selatan menjadi salah satu dari 15 Provinsi di Indonesia, yang menggelar Panen Raya Padi serentak, yang dipimpin langsung Presiden RI, Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, pada Senin (7/4). Secara nasional, panen raya dipusatkan di Kabupaten Majalengka Jawa Barat, sedangkan di Provinsi Kalimantan Selatan, dipusatkan di Kabupaten Barito Kuala, tepatnya di Desa Panca Karya Alalak Ray 15.

Momen panen raya menggunakan Combine Harvester di Desa Panca Karya

Provinsi Kalimantan Selatan terpilih sebagai salah satu lokasi panen raya, karena merupakan salah satu sentra utama produksi padi nasional, dan menjadi provinsi terbesar ke-11 dalam produksi beras nasional.

“Pada tahun 2024, total produksi padi provinsi Kalsel mencapai 1,2 juta ton. Hal ini dicapai melalui program optimasi lahan (oplah) dan cetak sawah yang dicanangkan Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Ketersediaan dan penyaluran pupuk yang mudah menjangkau petani menjadi stimulan bagi petani untuk menanam,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, Syamsir Rahman kepada wartawan, disela kegiatan Panen Raya Padi di Desa Panca Karya.

Syamsir menyampaikan, bahwa momen panen raya ini menjadi sangat penting, karena di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah telah berhasil meningkatkan produksi beras nasional hingga mencapai angka tertinggi dalam tujuh tahun terakhir, termasuk di Kalimantan Selatan.

“Dimana total luas lahan padi yang di panen secara serentak di 14 provinsi mencapai 123.228 hektar, sehingga total stok beras yang dicadangkan sampai dengan April 2025 sebesar 2,4 juta ton,” jelasnya.

Sementara itu, untuk serapan gabah yang dihasilkan para petani, sesuai arahan Menteri Pertanian RI, Bulog memberikan jaminan untuk menyerap seluruh gabah yang dihasilkan petani dengan harga Rp. 6.500/kilogram gabah kering panen.

“Jaminan harga dan serapan gabah langsung oleh BULOG ini, memberikan keuntungan dan kebahagiaan bagi petani kita. Dan tadi Bulog sudah memastikan, harga pembelian ini adalah untuk seterusnya,” tutup Syamsir.

Terkait pembelian gabah ini, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kalsel, Muhammad Akbar Said mengatakan, pihaknya menargetkan pembelian 10 hingga 20 ton gabah petani, hasil Panen Raya Padi pada Senin (7/4).

“Sejak kemarin (Minggu) kami sudah mendatangi sejumlah titik di Batola, dan kita sudah menyerap gabah petani hingga 30 ton,” jelas Akbar kepada wartawan di sela kegiatan Panen Raya Padi di Desa Panca Karya.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kalsel saat membeli gabah petani saat panen raya di Desa Panca Karya

Akbar memastikan, pihaknya langsung membeli gabah dari petani, usai dipanen, tanpa harus dijemur terlebih dulu. Dimana harga pembelian yang ditetapkan adalah sebesar 6.500 rupiah per kilogram gabah kering panen.

“Pokoknya gabah keting panen dari Combine Harvester langsung kita ambil dengan harga 6.500 per kilogram,” tegas Akbar.

Selain di Batola, Akbar memastikan, pihaknya juga membeli gabah petani di kabupaten lainnya yang menggelar Panen Raya, dengan rata – rata pembelian hingga 20 ton.

“Sampai saat ini kita sudah menyerap 7.200 ton gabah petani, atau sudah melampaui target hingga April 2025 di angka 6.200 ton. Bahkan kami mendapat tambahan target hingga akhir April ini, untuk menyerap gabah petani hingga 7.400 ton,” jelasnya.

Akbar memastikan, pemerintah sudah menyiapkan dana untuk membeli gabah petani hingga akhir tahun nanti. (RIW/RDM/RH)

Exit mobile version