Banjarmasin – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan Lomba Jingle Perpustakaan perdana tahun 2025, dan menetapkan Niluh And Friends sebagai juara pertama. Penyerahan hadiah dilaksanakan di Aula Kantor Dispersip Kalsel, Kamis (8/5).
Plt Kepala Dispersip Kalsel Adethia Hailina mengatakan, pihaknya tidak menyangka, bahwa lomba jingle perpustakaan ini, disambut antusias masyarakat Kalimantan Selatan.
“Pada awal pendaftaran hanya sedikit yang mendaftar, namun pada akhir pendaftaran banyak yang mendaftar,” ungkapnya.
Plt Kadispersip Kalsel Adethia Hailina
Bahkan, lanjut Adethia, pihaknya mengira hanya 6 sampai 7 peserta saja, yang mengikuti lomba ini. Namun pada kenyataannya terdapat 19 peserta dari perwakilan 13 Kabupaten/Kota yang mengikuti lomba jingle perpustakaan.
“Hingga akhirnya terpilih pemenang lomba jingle perpustakaan dari juara 1 hingga harapan 3,” ucap Adethia.
Tentunya, lanjutnya, jingle dari para pemenang ini akan digunakan dalam setiap acara, promosi, serta kegiatan Dispersip Kalsel .
“Kami berharap jingle perpustakaan dari pemenang ini tersebar luas, sehingga diingat oleh masyarakat,” ujarnya
Harapannya, dengan adanya jingle perpustakaan ini, masyarakat selalu teringat kepada Perpustakaan Pal 6 milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Berikut daftar pemenang Lomba Jingle Perpustakaan :
Banjarmasin – DPRD Banjarmasin meminta Hexagon, untuk sementara berhenti beroperasi.
Kepada sejumlah wartawan belum lama tadi, Ketua Komisi I DPRD Banjarmasin Aliansyah, menegaskan, hasil rapat dengar pendapat dengan manajemen Hexagon dan instansi terkait seperti Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata, Satpol PP, serta DPMPTSP Kota Banjarmasin, meminta THM di kawasan jalan Veteran tersebut, untuk berhenti beroperasi sementara.
“Hexagon ini belum mengantongi izin operasional diskotik, dan izin penjualan minol yang masih berproses,” ucapnya.
Ketua Komisi I DPRD Banjarmasin Aliansyah, saat diwancara
Aliansyah menyampaikan, managemen Hexagon hendaklah melakukan penghentian operasional sambil menunggu keluarnya surat izin yang sedang diurus tersebut. Aturan ini tidak hanya berlaku bagi Hexagon saja, tetapi bagi semua pengusaha THM di Banjarmasin.
“Sekarang ini sangat mudah mengurus izin usaha, cukup melalui online,” jelasnya
Aliansyah mengimbau, agar pengusaha Tempat Hiburan Malam (THM) selain Hexagon, mengambil hikmah dari insiden ini, agar tidak terulang kembali.
Meskipun sudah mengantongi izin dari pemerintah pusat dan provinsi, namun pemko sebagai pemilik wilayah usaha, juga harus dihargai.
“Alur perizinan yang benar itu, rekomendasinya dari Disporapar dulu baru ke Kepolisian,” tutup Ali. (NHF/RIW/RSI)
Banjarmasin – Demi menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini, Anggota DPRD Kalsel, Mushaffa Zakir, menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) Nomor 8 Tahun 2018, tentang Penyelenggaraan Pengelolaan Sampah.
Kegiatan ini berlangsung disalah satu sekolah di Banjarmasin pada Rabu (7/5).
Mushaffa menjelaskan, pelatihan ini bertujuan agar para peserta dapat langsung mempraktikkan ilmu yang diperoleh di lingkungan sekolah maupun rumah. Sehingga, hasil edukasi pengelolaan sampah menjadi kontribusi dalam mengatasi persoalan darurat sampah di Banjarmasin.
“Kegiatan ini tidak hanya sebatas sosialisasi, juga dirangkai dengan pelatihan langsung mengenai pengelolaan sampah organik dan anorganik,” jelasnya.
Anggota DPRD Kalsel, Mushaffa Zakir, saat diwancara
Disampaikan Mushaffa, pelatihan ini menekankan tiga poin utama dalam pengelolaan sampah, yaitu pencegahan, pemilahan, dan pengolahan. Dimana, pihaknya ingin membentuk kepedulian terhadap lingkungan, khususnya bagi kalangan pendidik dan siswa.
“Cara paling efektif adalah dengan mengelola sampah mulai dari rumah dan sekolah,” ungkapnya.
Sementara itu, Pemerhati Lingkungan – Akbar Rahman menambahkan, pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya serta memperkenalkan lima teknik sederhana yang bisa diterapkan oleh masyarakat. Yaitu metode Takakura, ember tumpuk, biopori, budidaya maggot, dan pembuatan eco-enzyme.
Pemerhati Lingkungan, Akbar Rahman , saat memberikan komentarnya
“Eco-enzyme merupakan hasil fermentasi limbah organik selama 90 hari. Produk ini bisa digunakan untuk kebersihan rumah hingga perawatan kecantikan. Untuk hasil terbaik, gunakan kulit buah-buahan yang tinggi vitamin C seperti jeruk, nanas, atau semangka,” tutupnya.
Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) Nomor 8 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Pengelolaan Sampah, diikuti peserta didik dan para guru dari berbagai sekolah baik MA, SMA dan SMK se-Kota Banjarmasin. (ADV-NHF/RIW/RSI)
Banjarmasin – Balai Wilayah Sungai Kalimantan III menargetkan, revitalisasi Sungai Veteran tahap satu, selesai pada Juni 2026 mendatang.
Kepala Satker Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Balai Wilayah Sungai Kalimantan III, Ridwan Fauzi menjelaskan, untuk paket pekerjaan tahap satu ini meliputi pekerjaan revitalisasi sungai di kawasan Tempekong sampai Simpang Ulin.
“Selain itu terdapat juga pekerjaan pembuatan rumah pompa serta pintu air,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan, pada Kamis (8/5).
Kepala Satker Pelaksanaan Jaringan Sumber Air BWS Kalimantan III Ridwan Fauzi (Pakai kacamata)
Untuk rumah pompa, dibangun di tiga lokasi, yaitu Tempekong, Sungai Bilu, serta Sungai Gardu.
“Pekerjaan tahap pertama ini, ditargetkan dapat selesai pada Juni 2026 mendatang,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut disampaikan juga mengenai, progres pekerjaan pembangunan revitalisasi Sungai Veteran Banjarmasin tahap satu, yang kini sudah mencapai 25 persen.
Seperti yang disampaikan, PPK Sungai dan Pantai Balai Wilayah Sungai Kalimantan III Anjar Karunia Ladika.
“Saat ini untuk pekerjaan revitalisasi Sungai Veteran yang dimulai sejak 2024 lalu, hingga kini sudah mencapai 25 persen,” ungkapnya.
Dimana pekerjaan sudah memasuki pemasangan tiang pancang dengan kedalaman 300 meter. Begitu juga di lokasi rumah pompa Sungai Gardu serta Sungai Bilu, sudah dipasang tiang pancang.
Sementara itu, Pelaksana Proyek Pembangunan Revitalisasi Sungai Veteran Jhoni mengakui, selama pekerjaan tahap satu ini pihaknya tidak menemukan kendala yang berarti.
“Kami bersyukur dengan adanya dukungan dari masyarakat setempat, hingga pembangunan ini dapat berjalan lancar,” ujar Jhoni.
Sedangkan salah seorang warga Veteran, Yusuf mengatakan, sebagai warga setempat tentu mendukung pembangunan revitalisasi Sungai Veteran di kawasan tempat tinggalnya tersebut.
“Kami memberikan dukungan terhadap pembangunan tersebut, untuk kemajuan pembangunan di Kota Banjarmasin,” ucapnya. (SRI/RIW/RSI)
BANJARMASIN — Bank Kalsel dalam waktu dekat akan kembali menyelenggarakan ajang Bintang AKSEL Pelayanan, sebuah program apresiasi dan kompetisi internal yang ditujukan bagi para pegawai garda terdepan Bank. Yakni Teller, Customer Service, dan Satuan Pengamanan (Satpam).
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Bank Kalsel dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah dan masyarakat luas.
Diselenggarakannya Bintang AKSEL Pelayanan 2025 merupakan kelanjutan dari keberhasilan kegiatan serupa yang telah dilaksanakan pada tahun 2023. Ajang ini tidak hanya menjadi wadah apresiasi, tetapi juga sarana pembinaan kompetensi bagi frontliner Bank Kalsel di seluruh Kantor Cabang yang tersebar di seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan.
Keberhasilan program ini terbukti dari hasil survei Bank Service Excellence Monitor (BSEM) tahun 2025 yang dilakukan Marketing Research Indonesia (MRI), dimana Bank Kalsel melesat dari peringkat keempat ke posisi kedua dengan layanan terbaik dari seluruh Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia.
Setiap tiga bulan sekali, Bank Kalsel secara rutin melakukan penilaian dan evaluasi terhadap kinerja Frontliner. Hasil dari evaluasi ini menjadi dasar untuk memilih peserta terbaik dari masing-masing cabang yang akan berkompetisi di ajang Bintang AKSEL Pelayanan 2025.
Peserta terpilih akan mengikuti proses seleksi berjenjang yang dirancang untuk membangun iklim kompetisi sehat dan profesional dalam lingkungan kerja.Selain sebagai ajang internal, kegiatan ini juga berfungsi sebagai tahapan seleksi bagi perwakilan Bank Kalsel yang akan dikirim ke tingkat nasional dalam acara Frontliner Championship yang diselenggarakan Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (BPDSI) di bawah naungan ASBANDA.
Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, berkeinginan untuk membentuk frontliner yang tidak hanya tangguh secara teknis, tetapi juga memiliki soft skills, knowledge, integritas, dan semangat pelayanan prima.
Menurutnya Bintang AKSEL Pelayanan adalah bagian dari investasi jangka panjang terhadap kualitas SDM.
“Melalui ajang ini, Bank Kalsel berharap mampu menciptakan standar pelayanan yang semakin tinggi, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap eksistensi dan komitmen Bank Kalsel sebagai bank kebanggaan Banua”, pungkasnya. (ADV-RIW/RH)
BATOLA – Bentuk implementasi Program Asta Cita 2 yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto terkait swasembada pangan, dilakukan Polda Kalsel, dengan penebaran 170 ribu benih ikan air tawar jenis Nila di Sungai Barito, kawasan Jembatan Rumpiang, Desa Bagus, Marabahan, Kabupaten Barito Kuala, Rabu (7/5).
Kapolda Kalsel saat penyerahan bantuan stunting di Batola
Benih ikan Nila dilepas di tiga unit keramba milik kelompok pembudidaya ikan air tawar, dalam rangkaian Bakti Sosial Sambang Nusa Polairud Polda Kalsel bekerjasama dengan Hasnur Group.
Selain penebaran ikan, Polda Kalsel memberikan 200 paket sembako untuk warga pra sejahtera dan 100 peket bantuan anak stunting.
Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rusyanto Yudha Hermawan, didampingi Dirpolairud Polda Kalsel Kombes Pol Andi Adnan menyampaikan, penebaran benih ikan diharapkan dapat mendorong ketahanan pangan, sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hal itu selaras dengan kearifan lokal masyarakat bantaran Sungai Barito, sehingga ekonomi biru yang digagas Presiden Prabowo Subianto akan tercapai.
“Ini tentunya tidak lepas terkait tugas-tugas Polri, dimana apabila masyarakat kita sejahtera terpenuhi sandang, pangan, dan papannya. Tentunya angka kejahatan bisa kita tekan,” ujarn Kapolda.
Adapun, paket bantuan yang diberikan berupa makanan bergizi untuk balita, guna penanganan stunting di Kalsel, khususnya Kabupaten Barito Kuala, lanjutnya. Penanganan stunting perlu kerjasama semua pihak. Oleh karena itu, Polda Kalsel bersama jajaran Bhayangkari turut serta dalam pengentasan stunting.
“Pada kegiatan ini kita juga bekerjasama dengan BKKBN, Bhayangkari daerah dan Bhayangkari cabang. Kita melaksanakan kegiatan pengentasan dan pencegahan stunting di lokasi ini,” imbuhnya.
Salah seorang warga, Sampurna berharap ada bantuan rutin agar meringankan kebutuhan sehari-hari dan gizi sang buah hati.
“Alhamdulillah sangat bersyukur. Mudahan kegiatan ini rutin dilaksanakan bisa membantu orang-orang miskin,” harapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Barito Kuala, Herman Susilo mengapresiasi jajaran Polda Kalsel atas kegiatan Bakti Sosial Sambang Nusa Polairud Polda Kalsel.
Hermawan sependapat dengan Kapolda Kalsel, bahwa penanganan stunting merupakan tanggungjawab bersama, tidak ditangani pemerintah daerah saja.
“Apresiasi yang bagus sekali. Untuk ke depan, kita terus evaluasi agar bantuan berjalan dengan baik dan memberikan manfaat untuk warga Kabupaten Barito Kuala,” tutupnya. (PoldaKalsel-SRI/RIW/RH)
HULU SUNGAI UTARA – Ribuan pasang mata tertuju ke Lapangan Pahlawan Amuntai, tempat seluruh rangkaian acara peringatan Hari Jadi ke-73 Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) berlangsung, Rabu (7/5).
Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin bersama sang istri Fathul Jannah, Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman beserta istri, Ellyana Trisya, serta jajaran pejabat tinggi Pemprov Kalsel hadir langsung di tengah masyarakat.
Tak hanya dari Kalimantan Selatan, perayaan ini juga dihadiri tamu istimewa dari luar daerah seperti Bupati Barito Timur dan Bupati Barito Selatan. Tampak pula pimpinan Forkopimda Kalsel, Ketua DPRD Kalsel Supian HK, serta jajaran kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel.
Kedatangan mereka disambut meriah dengan iring-iringan drumband dan parade bendera oleh siswa-siswi SD se-HSU.
Peringatan tahun ini mengangkat tema “Bangkit Bersama, Berbakti Gasan Banua” yang menggambarkan semangat kolaborasi dalam pembangunan. Rangkaian acara dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an, disusul pembacaan sejarah singkat berdirinya Kabupaten HSU oleh Ketua DPRD Kabupaten Fadillah.
Momentum ini juga dimanfaatkan untuk penyerahan hibah tanah dan bangunan Makodim 1001/HSU dari Bupati kepada Danrem 101/Antasari.
Gubernur, Muhidin, melalui sambutan yang dibacakan Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman, menyampaikan bahwa Pemprov Kalsel juga memberikan kado spesial berupa operasi katarak gratis bagi 27 warga HSU di RS Pembalah Batung Amuntai.
“Ini adalah bagian dari komitmen Pemprov Kalsel dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,” ungkapnya.
Ia pun mengapresiasi acara yang diawali dengan pembacaan Al-Qur’an, dan berharap hal ini menjadi teladan bagi kabupaten/kota lain di Kalsel.
“Setiap hari jadi hendaknya dimulai dengan lantunan ayat suci, agar penuh keberkahan,” harapnya.
Tak lupa, Gubernur menyampaikan ucapan dan doa khusus untuk masyarakat HSU.
“Mudah-mudahan HSU selalu sejahtera dan ‘Babungas’ (rupawan) seperti orang-orangnya,” ucapnya.
Selain bantuan kesehatan, Pemprov Kalsel juga menyerahkan 50 paket makanan bergizi bagi anak-anak stunting. Acara kemudian dilanjutkan dengan peresmian sejumlah infrastruktur penting, seperti Jalan Fakhrudin/Bypass Bayur di Desa Penangkalan, Gedung Abdul Wahid BKPSDM HSU, dan Jalan Ardansyah Fama.
Penyerahan bantuan oleh Gubernur Kalsel (dua kiri) ke Pemkab HSU. (foto : Adpim)
Bupati HSU, Sahrujani, bersama Wakil Bupati Hero Setiawan, dalam sambutannya menegaskan komitmen untuk terus memajukan daerah sesuai visi “HSU Bangkit” yang berkeadilan, unggul, dan kreatif.
“Tema hari jadi ini adalah ajakan agar kita semua memiliki semangat kuat untuk bangkit bersama, demi keadilan yang memakmurkan, dan kemakmuran yang adil,” tegasnya.
Atraksi panjat pinang menjadi salah satu suguhan menarik di Peringatan Hari Jadi HSU ke-73.(foto: Adpim)
Sebagai penutup, para tamu undangan disuguhi atraksi panjat pinang dari perwakilan 10 kecamatan, dan berkesempatan menikmati beragam kuliner khas yang disajikan di stand-stand jajanan daerah milik SKPD dan instansi Pemkab HSU. (Biroadpim-SYA/RIW/RH)
BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APMP2KB) menggelar Sosialisasi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) yang dirangkai dengan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Tingkat Kota Banjarbaru Tahun 2025, di salah satu hotel berbintang di Kota Banjarbaru, Rabu (7/5).
Kegiatan ini dibuka Pj. Wali Kota Banjarbaru, Subhan Nor Yaumil yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan, Abdul Malik, serta dihadiri sejumlah Kepala SKPD dan Forkopimda Kota Banjarbaru.
Dalam sambutannya, Staf Ahli Walikota Banjarbaru, Abdul Malik menegaskan pentingnya penanganan stunting secara sistematis dan berkelanjutan.
Ia mengajak seluruh pihak untuk bersinergi mendukung Gerakan Genting sebagai langkah kolektif menuju Banjarbaru bebas stunting.
Staf Ahli Ekonomi dan Keuangan, Abdul Malik saat membacakan sambutan Pj. Walikota Banjarbaru
“Upaya penanganan stunting perlu dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan. Mari kita jadikan Genting sebagai program bersama untuk memastikan anak Banjarbaru tumbuh kuat, sehat, dan bebas dari stunting,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa evaluasi TPPS menjadi indikator penting dalam menilai capaian sekaligus menentukan langkah strategis selanjutnya dalam upaya penurunan stunting.
“Saya berharap komitmen dan sinergi kita semakin kuat. Evaluasi ini juga menjadi nilai ukur keberhasilan program dan menentukan langkah selanjutnya,” tegasnya.
Pada sesi Rapat Koordinasi TPPS, dilakukan pemaparan capaian program di masing-masing kecamatan serta identifikasi kendala di lapangan yang memerlukan solusi strategis dari semua pihak.
“Dengan adanya kegiatan ini, dapat memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kota Banjarbaru semakin solid demi terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas P3APMP2KB Kota Banjarbaru, Erma Epiyana Hartati menyampaikan, bahwa program Genting hadir sebagai bentuk kepedulian terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pengentasan kemiskinan.
“Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting ini bertujuan untuk memastikan semua anak Indonesia, khususnya di Banjarbaru, dapat tumbuh dan berkembang secara optimal serta terhindar dari stunting,” tutupnya. (BDR/RIW/RH)
BANJARBARU — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan membuka ruang partisipasi publik dengan menggelar uji publik terhadap 21 nama calon Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalsel masa jabatan 2024–2027. Proses ini berlangsung selama 10 hari, terhitung sejak 5-14 Mei 2025.
Pernyataan ini disampaikan, Ketua Komisi I DPRD Kalsel – Rais Ruhayat, kepada wartawan, usai pihaknya secara resmi menerima seluruh berkas hasil uji kompetensi dari Tim Seleksi, dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalsel di Banjarbaru, pada Senin (5/5)
Komisi I DPRD Kalsel, secara resmi menerima seluruh berkas hasil uji kompetensi calon anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalsel periode 2024–2027 dari Tim Seleksi (Timsel).
Uji publik ini bertujuan untuk menghimpun tanggapan, kritik, maupun saran dari masyarakat terhadap para calon yang telah dinyatakan lulus uji kompetensi maupun dari unsur petahana. Masukan masyarakat akan menjadi bahan pertimbangan DPRD Kalsel dalam menentukan calon yang layak mengikuti tahapan selanjutnya, yakni fit and proper test yang akan dilakukan oleh Komisi I DPRD Kalsel.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan masukan terhadap nama-nama calon anggota KPID yang telah diumumkan. Partisipasi publik sangat kami harapkan demi memastikan bahwa figur-figur yang lolos benar-benar memiliki integritas, kapasitas, serta komitmen terhadap dunia penyiaran di Banua,” ujarnya pada Rabu (7/5).
Dari 21 nama yang diumumkan melalui surat resmi DPRD, sebanyak 17 orang dinyatakan lulus uji kompetensi hasil seleksi awal oleh Tim Seleksi, sementara 4 lainnya berasal dari unsur petahana yang sebelumnya telah menjabat sebagai komisioner KPID.
Adapun calon yang dinyatakan lulus uji kompetensi terdiri dari Agus Suprapto, Dedi Kurniadi, Franky Gleen Valery Nayoan, Hanna Mutmainna, Iberahim, Iwan Setiawan, Juhiari Ramadhan, Maisuri, Muhammad Leoni Hermawan, Muhammad Luthfi Rahman, Muhamad Saufi, Muhammad Yusuf, Nanik Hayati, Nurdin Ardalepa, Ridha Affandy, Rina Mei Saputri, dan Syahmiadi.
Sementara itu, empat nama yang berasal dari unsur petahana adalah Gusti Burhanuddin, Analisa, M. Farid Soufian, dan Fadli Rizky.
Masyarakat dapat menyampaikan masukan secara tertulis melalui email ke programsetwankalsel@gmail.com atau melalui laman kalsel.lapor.go.id. Seluruh masukan akan dirangkum dan dijadikan bahan evaluasi oleh Komisi I DPRD sebelum menetapkan tujuh orang yang akan ditetapkan sebagai Anggota KPID Kalsel terpilih.
Rais Ruhayat juga menambahkan, bahwa KPID sebagai lembaga independen memiliki peran strategis dalam menjaga marwah penyiaran daerah, baik dalam konteks pengawasan isi siaran, perlindungan terhadap publik, maupun dalam menjaga keberagaman informasi.
“KPID itu bukan hanya regulator teknis, tapi juga penjaga nilai-nilai dalam dunia penyiaran. Maka dari itu, kita butuh sosok-sosok yang tidak hanya paham regulasi, tetapi juga punya kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat,” tegasnya. (ADV-NHF/RIW/RH)
BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan, mendatangkan penulis nasional untuk memberikan motivasi kepada penulis di Banua.
Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan Adethia Hailina mengatakan, mendatangkan penulis ini, masih dalam rangkaian peringatan Pentas Pekan Literasi Tahun 2025, yang dilaksanakan di kawasan Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan.
Plt Kadispersip Kalsel Adethia Hailina
“Tujuan mendatangkan penulis nasional ini, tentunya untuk memberikan motivasi kepada para penulis daerah di Banua,” ucapnya.
Menurut Adethia, untuk di Provinsi Kalimantan Selatan saat ini sudah banyak penulis muda maupun calon calon penulis. Karena itu Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan perlu untuk memberi dukungan.
Dalam kesempatan tersebut Adethia mengatakan, kunjungan anak usia dini ke Perpustakaan Pal 6 Banjarmasin mengalami peningkatan.
“Perpustakaan Palnam saat ini sudah dilengkapi dengan ruang baca ramah anak, yang menjadi pemicu terjadinya peningkatan kunjungan ke perpustakaan,” jelasnya.
Bahkan, lanjut Adethia, untuk daftar kunjungan dari sekolah sekolah Pendidikan Anak Usia Dini, ke Perpustakaan Palnam ini masuk dalam daftar tunggu.
“Kami terus berupaya meningkatkan pelayanan agar minat membaca anak anak semakin mengalami peningkatan,” ucap Adethia. (SRI/RIW/RH)