BANJARMASIN – Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Pelatihan Youth Digital Skill Tahun 2025 di Kota Banjarmasin, Senin (16/6). Pelatihan dibuka secara resmi Gubernur Muhidin, diwakili Plt Kadispora Kalsel Fitri Hernandi.
“Pelatihan Youth Digital Skill Tahun 2015 ini digelar, untuk meningkatkan keterampilan pemuda pada bidang digital. Contohnya pengembangan usaha melalui teknologi,” ungkap Fitri, kepada sejumlah wartawan.
Plt Kadispora Kalsel Fitri Hernandi
Dikatakan Fitri, kegiatan ini diikuti 3 Sentra Pemberdayaan Pemuda di Provinsi Kalimantan Selatan. Yakni Kota Banjarmasin, Kabupaten Tanah Laut, serta Kabupaten Hulu Sungai Utara.
“Pada pelatihan ini dengan total peserta 60 pemuda,” ucapnya.
Fitri berharap, para pemuda Kalimantan Selatan, dapat memanfaatkan kemajuan teknologi dunia digital yang berkembang saat ini.
“Teknologi digital dapat menjadi senjata bagi generasi muda, salah satunya untuk peningkatan ekonomi kreatif,” ujarnya.
Menurut Fitri, saat ini pengembangan ekonomi kreatif cukup pesat secara global, sehingga pemuda di Kalimantan Selatan diharapkan mampu mengikuti perkembangan tersebut.
Selain itu, lanjut Fitri, pihaknya meminta para pemuda untuk dapat membawa pengaruh positif kepada masyarakat sekitar, untuk dapat memanfaatkan kemajuan teknologi digital ini.
Pelatihan dilaksanakan dari 16 sampai 18 Juni 2025,dengan mengangkat tema Pemanfaatan Teknologi Digital. (SRI/RIW/RH)
JAKARTA – Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin didampingi istri yang juga Ketua TP PKK Provinsi Kalsel, Fathul Jannah, menghadiri silaturahmi dan halal bihalal bersama warga Banjar Kalimantan Selatan se Jabodetabek di Auditorium Manggala Wanabakti Kementrian Kehutanan RI, Jakarta pada Minggu, (15/6)
Gubernur saat tiba di lokasi silaturahmi bersama warga Banjar Jabodetabek
Silaturahmi dan Halalbihalal warga Banjar Kalsel se Jabodetabek ini terasa istimewa. Pasalnya, selain langsung dihadiri Gubernur Muhidin dan wakilnya Hasnuryadi Sulaiman dan istri drg. Ellyana Trisya, juga dihadiri Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurrofiq, Bupati/Walikota se- Kalsel dan sejumlah tokoh masyarakat Banua di perantauan.
Bahkan, antusiasme warga bubuhan urang Banjar se Jabodetabek yang hadir dalam kegiatan menyambung silaturahmi tahun ini lebih dari 2.000 warga.
Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, acara silaturahmi dan halal bihalal tahun ini jumlah para undangan yang berhadir meningkat.
Kehadiran Gubernur Kalsel Muhidin didampingi sang isteri, Fathul Jannah disambut dengan pertunjukan seni hadrah.
Bahkan, sebelum memasuki ruang gedung, Gubernur, Muhidin menyempatkan diri untuk meninjau stand bazar UMKM sambil berswafoto dan bersilaturahmi dengan bubuhan urang Banjar.
Dalam sambutannya, Gubernur Muhidin berharap, melalui kegiatan halal bihalal dan silaturahmi ini akan semakin menambah rasa ‘badangsanak’, sebagai sesama urang Banjar di perantauan maupun urang Banjar yang berada di Banua.
“Kiranya ikatan bubuhan yang menjadi kultur urang Banjar ini tidak pernah sirna dalam situasi maupun kondisi apapun,” ujar Gubernur.
Gubernur didampingi istri dan Wagub beserta istri, saat memberikan sambutan
Disampaikan Gubernur, bersama Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi, dirinya merasa bahagia dapat bertemu dan menyapa bubuhan banua yang berada di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.
“Sungguh ulun merasa himung dan ini sebuah kebahagiaan yang tiada terkira hingga kita bisa menyambung dan memoerkuat tali silaturahmi apalagi ini juga bisa berkumpul dengan walikota, bupati dan para tokoh Kalimantan Selatan,” ujarnya.
Dalam kesempatan ini Gubernur Muhidin juga berpesan kepada warga Banjar se Jabodetabek agar selalu merawat silaturahmi dan hubungan baik tanpa membedakan status sosial baik dengan sesama bubuhan Banua maupun dengan suku bangsa lainnya yang hidup berdampingan dengan kita.
‘Tetaplah menjadi urang Banjar yang santun, ramah dan pemurah yang melekat dalam hati diri sebagai urang Banjar, Jangan lupa falsafah dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung,” pesan Muhidin.
Ketua Panitia pelaksana Rumaisah Satyawati mengungkapkan, kegiatan halal bihalal tahun ini dihadiri sekitar 2 ribu lebih warga bubuhan urang Banjar di perantauan.
Acara halal bihalal, kata Rumaisah, mengambil tema “ Menyambung Tali Silaturahmi dan Menguatkan Identitas Banua”.
“Kehadiran pak gubernur merupakan simbol kekuatan antara pemerintah daerah bersama warga banjar se-Jabodetabek,” ungkap Rumaisah.
Sementara itu, Ketua umum warga Banjar se jabodetabek A.M Fachir mengungkapkan, jika pihaknya akan membuat program alkah bagi warga bubuhan Banjar se Jabodetabek.
“Kita masih memerlukan dana yang banyak untuk membeli lahan dan rencana pengembangan lahan makam. Untuk itu kami sangat berharap ada dukungan dari semua pihak, agar program ini bisa terealisasi,” kata Fachir seraya menyebutkan jika program alkah bagi warga perantauan ini digratiskan.
Acara silaturahmi dan halal bihalal warga urang Banjar se Jabodetabek ini turut dihadiri Anggota DPD RI, Habib Hamid Abdullah, Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, sejumlah anggota DPRD Provinsi Kalsel, Pimpinan SKPD lingkup Pemprov Kalsel dan Tenaga Ahli Gubernur, serta sejumlah walikota/bupati se Kalsel dan sejumlah tokoh masyarakat Banua di perantauan.
Di acara ini turut pula dilaksanakan pertunjukan seni, bazar UMKM yang diikuti puluhan pelaku usaha dari bubuhan urang Banjar se Jabodetabek. (Biroadpim-RIW/RH)
BANJARBARU – Jemaah haji Debarkasi Banjarmasin tiba kembali di Bumi Lambung Mangkurat pada Minggu (15/6) dinihari, pukul 03.30 WITA. Kedatangan kloter pertama ini, menggunakan pesawat jenis A330-300 Lion Air dengan nomor penerbangan JT 3119 di bandara Internasional Syamsudin Noor. Dalam penerbangan ini tercatat sejumlah 423 jamaah haji kembali ke tanah air.
“Alhamdulilah, kloter pertama jemaah haji dari Kalimantan Selatan telah tiba di tanah air dan Insya Allah menjadi haji yang mabrur. Keseluruhan proses berlangsung dengan aman dan lancar. Selanjutnya proses debarkasi periode ini direncanakan akan berlangsung mulai 15 Juni sampai 8 Juli 2025”, ungkap Khaerul Assidiqi, General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor.
Manajemen InJourney Airports selaku operator bandar udara memberikan pelayanan prima dengan berkomitmen dalam penyediaan fasilitas dan personel terbaik untuk para tamu Allah.
Untuk memastikan kelancaran proses tersebut, sinergi dan komunikasi aktif terus dijalin dengan para stakeholder terkait seperti Kementerian Agama Kalimantan Selatan, Imigrasi, Bea Cukai, maskapai, ground handling, BKK, dan Perum DAMRI.
Untuk mempermudah proses kepulangan, para jemaah haji turun dari pesawat menggunakan fasilitas garbarata dan langsung dibawa menuju Asrama Haji Banjarmasin dengan menggunakan armada bus yang telah disiapkan.
Selain itu, fasilitas pendukung seperti wheel chair hingga mobil ambulans juga disiapkan bagi yang membutuhkan.
“Perjalanan panjang yang ditempuh para jemaah haji kami sadari tentu menguras kondisi fisik. Oleh sebab itu, upaya pelayanan maksimal dan pelayanan kesehatan kami siapkan bersama para stakeholder terkait agar para jamaah haji nyaman selama proses debarkasi ini”, pungkas Khaerul. (AngkasaPura-RIW/RH)
BATOLA – Gubernur Kalsel, Muhidin, meresmikan sekaligus menandatangi prasasti Gedung Rektorat Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari (UNISKA MAB) Banjarmasin, pada Jumat (13/6), di Kampus III Jalan Trans Kalimantan – Handil Bhakti Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala.
Gubernur menandatangani prasasti peresmian gedung rektorat UNISKA MAB
Menurut Gubernur Muhidin, keberadaan gedung rektorat baru ini sebagai simbol kemajuan dan komitmen yang kuat seluruh jajaran UNISKA MAB yang saat ini memiliki sekitar 18.000 mahasiswa dan 450 dosen.
Gubernur didampingi Bupati Batola meninjau gedung rektorat baru UNISKA MAB
“Ini menandakan Universitas Islam Kalimantan MAB maju, dan mudah mudahan bisa mencerdaskan masyarakat Kalimantan Selatan,” ujar Gubernur Muhidin kepada wartawan usai peresmian.
Atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi Kalsel, Gubernur Muhidin menyampaikan selamat atas terbangunnya gedung ini disertai harapan, dapat dimanfaatkan segala sarana yang ada dan difungsikan sebagai mana mestinya.
Gubernur juga menyatakan dukungan atas upaya UNISKA MAB untuk memperkuat fasilitas dan menyelenggarakan pendidikan dalam menghadapi tantangan global kedepannya.
Diingatkan juga agar gedung ini dijaga dan memanfaatkannya sebagai rumah ilmu dan rumah pembinaan karakter generasi muda.
Lebih lanjut, Gubernur Muhidin menyampaikan harapan agar pihak UNISKA MAB ini menjalankan segala kegiatan akademik sesuai prosedur atau aturan yang berlaku, termasuk menjalani proses mendapat gelar guru besar bagi para dosen.
“Jadi harus selektif, jangan sampai menimbulkan masalah di kemudian hari,” pesan Gubernur.
Pada kesempatan itu, Rektor UNISKA MAB, Mohammad Zainul mengatakan, kehadiran Gubernur Muhidin untuk meresmikan gedung empat lantai ini, merupakan wujud apresiasi Pemerintah Provinsi Kalsel terhadap pihaknya dan menjadi spirit jajarannya untuk terus berbuat yang terbaik lagi dalam rangka memacu kemajuan UNISKA kedepan.
“Dengan gedung rektorat yang baru ini, mudah mudahan kami mampu meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat,” ujar Zainul.
Turut hadir dalam kegiatan, para ulama dan tokoh agama, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalsel, Muhammad Tambrin, Bupati Batola, Bahrul Ilmi, Forkopimda Kabupaten Batola, Direktur Bank Kalsel Fahrudin, dan jajaran UNISKA MAB Banjarmasin.
Peresmian gedung rektorat ditandai dengan pemotongan pita untaian melati dan penandatanganan prasasti didampingi Rektor dan Ketua Yayasan UNISKA MAB Banjarmasin. (Biroadpim-RIW/RH)
BANJARBARU – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-79 Tahun 2025, Polda Kalimantan Selatan menggelar Seminar Kesehatan Interaktif Penyakit Jantung dan Metabolik, bertempat di Ruang Rupatama Mapolda Kalsel, Banjarbaru, Jumat (13/6).
Kegiatan ini dibuka langsung Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, dan turut dihadiri Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM mewakili Gubernur Kalsel, Husnul Hatimah, Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, serta jajaran Forkopimda Provinsi Kalimantan Selatan.
Foto bersama usai pembukaan seminar kesehatan
Seminar kesehatan menghadirkan narasumber spesialis jantung, dr. Agung Hadi Susanto, dan diikuti personel Polda Kalsel, Bhayangkari, serta jajaran Polres se-Kalsel secara virtual.
Dalam sambutannya, Kapolda Kalsel menegaskan pentingnya kesadaran terhadap penyakit jantung dan metabolik, terutama bagi personel kepolisian yang dituntut tetap prima dalam menjalankan tugas.
“Kesehatan adalah pilar utama dalam kehidupan, terlebih di era modern saat ini. Penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia. Oleh karena itu, menjaga kebugaran tubuh dan kesehatan bukan hanya kebutuhan personal, tetapi juga kewajiban profesional dan moral sebagai anggota Polri. Tanpa kesehatan, segalanya tidak berarti,” tegas Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan.
Ia juga menekankan, bahwa seminar ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap kesehatan sebagai bagian penting dari peningkatan kualitas sumber daya manusia Polri yang unggul dan berdaya saing.
“Kesadaran akan pola hidup sehat harus dimulai dari diri sendiri. Pencegahan penyakit, khususnya yang berkaitan dengan jantung dan metabolik, memerlukan kedisiplinan dalam menjaga pola makan, olahraga teratur, dan kontrol kesehatan berkala,” jelasnya.
Menutup sambutannya, Kapolda menyampaikan harapan agar seluruh jajaran Polda Kalsel semakin peduli terhadap kesehatannya, baik secara fisik maupun mental.
“Saya berharap seluruh personel Polda Kalsel bisa lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya masing-masing. Karena dengan tubuh dan mental yang sehat, kita bisa memberikan pelayanan kepolisian yang profesional dan semakin humanis kepada masyarakat,” pungkas Kapolda. (BDR/RIW/RH)
BANJARMASIN – Pengurus Persatuan Golf Indonesia (PGI) Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan Rapat Kerja (Raker) dalam upaya peningkatan prestasi serta mendukung Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor olahraga tersebut.
Raker dilaksanakan di salah satu hotel, di Kota Banjarmasin, Jumat (13/6). Dipimpin Ketua PGI Kalsel Arifin Noor.
Arifin menyampaikan, raker kerja yang dilaksanakan ini, dihadiri Perwakilan Pengurus PGI yang ada di Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Selatan, Plt Kadispora Kalsel Fitri Hernandi, serta Kabid Peningkatan Prestasi Dispora Kalsel Heru Sumianto.
Ketua PGI Kalsel Arifin Noor
“Raker ini tidak hanya membahas peningkatan prestasi atlet golf, tetapi juga potensi lapangan yang dimiliki pemerintah provinsi, serta daerah,” ungkap Arifin.
Seperti Lapangan Golf Swargaloka yang asetnya milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
“Dengan organisasi yang terstruktur dalam pengelolaan aset tersebut, dapat menghasilkan PAD yang transparan, sehingga dapat dilihat oleh Gubernur Kalsel,” ungkapnya.
Dalam hal ini, menurut Arifin, PGI berkoordinasi dengan Dispora Kalsel, terkait penggunaan aset pemerintah tersebut.
Seperti, tempat latihan para atlet golf tidak dikenakan tarif pada saat berlatih atau diberikan tarif khusus.
“Jika bisa gratis untuk para atlet berprestasi dan atlet pemula,” ucapnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Fitri Hernandi mengatakan, pihaknya mendukung Raker PGI Tingkat Provinsi tersebut.
Plt Kadispora Kalsel Fitri Hernandi
“Sehingga kami banyak menerima masukan yang selama ini tidak termonitor oleh Dispora Kalsel,” ungkap Fitri.
Akhirnya pada raker ini pihaknya dapat membuka kolaborasi bagaimana pengelolaan lapangan golf tersebut.
“Agar para atlet dapat berlatih, berkembang, serta dapat mengikuti kompetisi tingkat nasional,” ucap Fitri.
Dalam kesempatan tersebut, Fitri juga berharap, olahraga golf ini dapat lebih dikenal luas masyarakat, tidak hanya disukai orang yang menyukai golf saja.
“Dengan semakin ramainya penyuka golt tersebut, untuk Pemprov dapat meningkatkan PAD dari lapangan golf Swargaloka,” ucap Fitri. (SRI/RIW/RH)
BANJARMASIN – Keberadaan organisasi kemasyarakatan (ormas) di Provinsi Kalimantan Selatan, sebagai wadah partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah terus menjadi perhatian DPRD Provinsi Kalsel.
Suasana rapat Pansus I DPRD Kalsel, sumber (Humas DPRD Kalsel)
Melalui Panitia Khusus (Pansus) I, DPRD Kalsel menggelar rapat pembahasan substansi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pemberdayaan Kemasyarakatan, pada Rabu (11/6). Raperda ini bertujuan untuk memberikan payung hukum bagi seluruh ormas yang ada di Kalsel.
Wakil Ketua Pansus I, Habib Hamid Bahasyim, menjelaskan, bahwa pertemuan yang melibatkan Tenaga Ahli, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalsel, serta Biro Hukum Setda Kalsel ini bertujuan mengkaji kembali substansi Raperda, khususnya terkait pembinaan dan perlakuan terhadap ormas yang berbadan hukum maupun yang belum berbadan hukum.
Salah satu anggota Pansus I yang cukup aktif dalam rapat, Dirham Zein, menekankan pentingnya pendataan ormas oleh Kesbangpol.
“Ormas ini didirikan dengan tujuan yang baik. Mereka bergerak di berbagai bidang seperti sosial, seni, budaya, kemasyarakatan, hingga keagamaan. Oleh karena itu, bagi ormas yang ingin terdaftar, terutama yang telah berbadan hukum dan memiliki Surat Keterangan Terdaftar (SKT), dipersilakan mendaftar ke Kesbangpol. Nantinya, mereka berhak memperoleh dana pembinaan,” jelas Dirham.
Pansus I berkomitmen menyusun Perda yang akomodatif dan berpihak pada penguatan peran ormas dalam pembangunan daerah secara berkelanjutan. (ADV-NHF/RIW/RH)
BANJARBARU – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Supian HK ikuti Seminar Interaktif Penyakit Jantung dan Metabolik bertempat di Ruang Rupatama Polda Kalsel pada Jumat (13/6) pagi.
Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, saat mengikuti Seminar Interaktif Penyakit Jantung dan Metabolik (kiri)
Bakti Kesehatan yang dilaksanakan dalam rangka Hari Bhayangkara ke-79 tahun 2025 ini, menghadirkan Dr. Agung Hadi Susanto, selaku pemateri utama dalam seminar ini.
Suasana Seminar Interaktif Penyakit Jantung dan Metabolik, sumber (Humas DPRD Kalsel)
Supian HK mengatakan, seminar ini sangat penting untuk mendukung upaya- upaya yang berkaitan dengan kesehatan, terutama dalam hal menjaga dan mencegah penyakit jantung.
“Seminar seperti ini sangat penting bagi kita bagaimana kita bisa mendeteksi dan mencegah penyakit jantung, kita dengar dari pemateri tadi bahwa penyakit jantung adalah salah satu penyebab utama kematian di dunia,” ucap Supian HK.
Apresiasi pun disampaikan langsung Supian HK kepada Polda Kalsel, yang telah menginisiasi bakti kesehatan ini. Ia mengaku siap berkolaborasi untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di Kalsel.
“Terimakasih pak Kapolda serta jajaran yang sudah mengadakan seminar ini, kami dari DPRD Kalsel akan terus berkomitmen dan siap berkolaborasi untuk meningkatkan infrastruktur dan pelayanan kesehatan di Kalsel terutama dalam pelayanan kesehatan jantung.” tegas Supian HK
Sementara itu, Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan dalam sambutannya mengatakan, bagi institusi kepolisian, isu kesehatan terutama yang berkaitan dengan penyakit jantung, merupakan persoalan yang sangat relevan dan memiliki keterkaitan dengan pelaksanaan tugas-tugas kepolisian yang bersifat dinamis.
Oleh karena itu, menurutnya seminar ini bukan hanya momentum untuk menambah pengetahuan semata, melainkan juga menjadi ajakan reflektif untuk lebih sadar, peduli, dan bertanggung jawab atas kondisi kesehatan pribadi maupun di lingkungan kerja. (ADV-NHF/RIW/RH)
BANJARMASIN – Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Festival Sepakbola Usia 45 Piala Gubernur Kalsel Muhidin Tahun 2025, di Lapangan Sepakbola Kayu tangi Banjarmasin.
Festival secara resmi dibuka Gubernur Kalsel Muhidin, diwakili Plt Kadispora Kalsel Fitri Hernandi, Jumat (13/6).
“Festival sepakbola untuk usia 45 tahun kali ini, diikuti 20 tim dari perwakilan 13 Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Selatan,” ungkap Fitri, kepada sejumlah wartawan.
Plt Kadispora Kalsel Fitri Hernandi
Pihaknya bersyukur, festival diikuti dengan antusias oleh para peserta, meski usia mereka sudah tidak muda lagi.
“Kami berharap semangat bertanding dari para pemain sepakbola usia 45 ini, dapat memberikan contoh kepada pemain sepakbola usia muda di Banua, agar dapat memberikan prestasi,” ucap Fitri.
Sementara itu, para pemain sepakbola legend, menyambut antusias festival sepakbola usia 45 Piala Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin Tahun 2025.
Antusiasme tersebut disampaikan salah satu pemain sepakbola legend Kalimantan Selatan Frans Sinatra Huwae.
“Kami selaku pemain sepakbola legend tentunya memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, yang kembali menggelar festival sepakbola usia 45 ini,” ungkap Frans.
Tentunya festival ini dapat menjadi ajang silaturrahmi para pemain sepakbola legend tersebut. Selain itu, kegiatan ini juga dapat menjadi contoh bagi pemain sepakbola muda di Banua.
“Kami berharap seluruh pemain sepakbola legend serta wasit dapat menjaga sportivitas serta kejujuran selama pertandingan berlangsung,” tutupnya. (SRI/RIW/RH)
BANJAR – Unit Pelaksana Teknis Daerah Taman Budaya Kalimantan Selatan, telah menyusun Juknis Pelaksanaan Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia ke-24 pada September mendatang. Dimana tema yang akan diusung nantinya, adalah Suluh Budaya Gerbang Nusantara.
Suasana Rakor TKTB ke -24
Kepada sejumlah wartawan, usai rakor Kamis (12/6) Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel Suharyanti mengatakan, penyusunan juknis Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia ke-24 merupakan salah satu langkah persiapan, dalam rangka menyambut acara yang akan dihelat September 2025 mendatang.
“Tema itu disepakati seluruh Kepala Taman Budaya se-Indonesia baik yang hadir langsung, maupun yang mengikuti secara daring,” ucapnya
Kunjungan Kepala Taman Budaya dari 16 Provins, ke Museum Lambung Mangkurat Kota Banjarbaru
Disampaikan Suharyanti, pihaknya masih terus melakukan koordinasi dengan seluruh Kepala Taman Budaya se-Indonesia, agar dapat mengirimkan perwakilannya untuk hadir langsung pada TKTB September nanti di Kalael. Mengingat saat ini, yang hadir langsung pada rakor 11-13 Juni 2025, baru 16 dari 28 provinsi terdaftar.
“Meskipun ada efisiensi anggaran, kita berharap semua provinsi bisa berhadir di acara puncak TKTB ke 24,” harap Yanti
Sementara itu, Ketua Forum Taman Budaya se-Indonesia, Ary Herianto menilai, Kalsel sangat siap menjadinruan rumah TKTB ke-24. Penilaian ini didasarkan pada kesiapan yang sudah diperlihatkan Kalimantan Selatan selama 3 hari terakhir, saat menggelar rakor TKTB.
Meski begitu Ary memberi masukan, agar kegiatan TKTB nantinya tidak hanya sekadar seremonial semata, tetapi juga memberikan peran berarti dalam perkembangan dunia seni budaya.
“Kami berharap, penyelenggaraan tahun ini di Kalsel, dapat lebih baik dari tahun sebelumnya,” harapnya
Lebih lanjut Ary menambahkan, kegiatan yang akan dilaksanakan selama empat hari pada September nanti, diantaranya akan menampilkan pertunjukan seni, pameran perupa diskusi, dan pawai budaya.
“TKTB ke-24 menjadi wadah mengenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada generasi muda, agar semakin mencintai dan bangga dengan budayanya,” tutup Ary
Rapat Koordinasi Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia ke 24 di Kalimantan Selatan, dipusatkan di Tahura Sultan Adam Kabupaten Banjar, setelah sebelumnya mengunjungi Museum Lambung Mangkurat di Kota Banjarbaru, Taman dan Pertokoan Cahaya Bumi Selamat (CBS) Martapura. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Susur Sungai Pasar Terapung Lok Baintan, pada Jumat (13/6), guna mengenalkan beberapa destinasi wisata andalan di Banua. (NHF/RIW/RH)