BAZNAS dan Pemprov Kalsel Gelar Kajian Bersama UAS, Dorong ASN Optimalkan Zakat

BANJARBARU – Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1447 Hijriah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Selatan, bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar kajian dakwah bersama Ustadz Abdul Somad (UAS), di Gedung Idham Chalid Banjarbaru, Senin (23/6).

Kegiatan ini dihadiri para Kepala SKPD dan ASN di lingkup Pemprov Kalsel. Selain kajian keagamaan, acara juga dirangkai dengan sosialisasi optimalisasi pengumpulan zakat, infak, dan sedekah khususnya di kalangan aparatur sipil negara.

Foto bersama usai kajian bersama Ustadz Abdul Somad

Dalam sambutan tertulis Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, yang dibacakan Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin, menyampaikan bahwa Tahun Baru Islam, merupakan momen yang tepat untuk bermuhasabah dan memperbarui semangat pengabdian kepada Allah SWT.

Ia mendorong ASN, agar tidak hanya fokus pada tugas kedinasan, namun juga aktif dalam gerakan sosial seperti zakat, infak, dan sedekah.

“Zakat bukan semata kewajiban agama, tapi juga merupakan instrumen penting dalam mengatasi kemiskinan, mengurangi ketimpangan, dan membangun solidaritas di antara umat,” tegasnya.

Gubernur juga mengapresiasi peran BAZNAS Kalsel dalam penyelenggaraan kegiatan yang dinilai memberikan nilai spiritual dan motivasi keagamaan yang kuat bagi ASN.

“Kegiatan ini tidak hanya sebagai sarana untuk mempererat ukhuwah islamiyah dan menambah ilmu keagamaan, namun juga menjadi momen penting dalam mendorong optimalisasi pengumpulan zakat, infak dan sedekah,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan, Irhamsyah Safari mengatakan, semangat hijrah Nabi Muhammad SAW harus menjadi refleksi perubahan diri ke arah yang lebih baik. Tidak hanya secara fisik tapi juga secara spiritual, moral, dan sosial.

“Hijrah bukan hanya berpindah tempat, tetapi lebih dalam dari itu, yakni hijrah spiritual, moral, dan sosial menuju kehidupan yang lebih bermakna dan penuh keberkahan,” ungkapnya.

BAZNAS juga menegaskan komitmennya untuk terus memberikan bantuan pendidikan kepada para mahasiswa Banua yang sedang menempuh studi di luar negeri sebagai bagian dari upaya mencetak generasi unggul dan berakhlak mulia.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Abdul Somad mengingatkan pentingnya rasa syukur atas amanah menjadi ASN. Ia menekankan bahwa rasa syukur tidak hanya cukup diucapkan, tetapi harus dibuktikan dengan bekerja amanah, melayani masyarakat secara ikhlas, dan menunaikan zakat penghasilan.

“Gaji yang Bapak Ibu terima setiap bulan bukan hanya hak, tapi juga amanah. Di dalamnya ada hak fakir miskin, anak yatim, dan orang-orang yang membutuhkan. Maka jangan lupa, tunaikan zakat dari penghasilan itu,” tegasnya.

UAS juga menyampaikan bahwa zakat yang dikelola secara kolektif melalui lembaga resmi seperti BAZNAS memiliki dampak lebih besar, termasuk mendanai program strategis seperti pendidikan, modal usaha, dan pelatihan kerja.

“Kalau zakat dikelola bersama, hasilnya bukan hanya sembako. Bisa jadi beasiswa ke Mesir, bisa jadi pelatihan kerja, bisa jadi modal usaha. Ini bukan sedekah biasa, ini transformasi sosial,” tuturnya.

Di akhir ceramahnya, UAS mengajak para ASN untuk memaknai profesi sebagai ladang ibadah.

“ASN bukan hanya urusan gaji dan pensiun. Tapi ladang amal. Kalau kita kerja dengan niat ibadah, maka setiap ketikan, setiap tandatangan, setiap pelayanan kepada masyarakat semuanya jadi amal sholeh,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, turut diserahkan secara simbolis beasiswa pendidikan kepada 10 calon mahasiswa asal Kalsel yang akan melanjutkan studi ke Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir. Dari total 62 calon yang lolos seleksi, baru 10 yang mendapat dukungan penuh dari Baznas. (BDR/RIW/RH)

Pemprov Kalsel Tegaskan Komitmen Antikecurangan Dalam SPMB 2025

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2025.

Komitmen tersebut dideklarasikan dalam acara Penandatanganan Komitmen dan Pakta Integritas Dukungan Pelaksanaan SPMB Provinsi Kalimantan Selatan, di Ruang Rapat H Maksid, Kantor Gubernur Kalsel, Banjarbaru, Senin (23/6).

Suasana pelaksanaan Penandatanganan Komitmen dan Pakta Integritas Dukungan Pelaksanaan SPMB di Ruang H Maksid

Pj Sekretaris Daerah Kalsel, Muhammad Syarifuddin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif ini, sebagai upaya menjamin kepercayaan publik dan hak anak atas pendidikan berkualitas.

“Pelaksanaan SPMB bukan sekadar proses administrasi, tetapi momen penting dalam membangun keadilan sosial di sektor pendidikan. Kita ingin memastikan setiap anak di Banua memiliki kesempatan yang setara menempuh pendidikan sesuai bakat dan kemampuan mereka,” ujarnya.

Syarifuddin menegaskan, Pemprov Kalsel bersama seluruh pemangku kepentingan tidak akan menoleransi segala bentuk kecurangan, titipan, maupun intervensi lainnya dalam proses penerimaan siswa baru.

“Saya mengajak seluruh elemen, mulai dari pemerintah, sekolah, masyarakat hingga media, untuk mengawal pelaksanaan SPMB ini secara aktif dan objektif demi menciptakan dunia pendidikan yang sehat dan bermartabat,” pintanya.

SPMB Kalsel Tahun 2025 dilaksanakan secara serentak mulai 23 hingga 25 Juni 2025. Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Hadeli Rosyaidi, menjelaskan, bahwa kegiatan penandatanganan komitmen ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola SPMB yang objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan dan berintegritas tinggi.

“Tujuan utamanya adalah membangun kesepahaman seluruh pihak yang terlibat, serta mencegah praktik kecurangan dan diskriminasi dalam penerimaan murid baru,” ucap Hadeli.

Ia menyampaikan pada tahun 2025 terdapat 211 SMA (negeri dan swasta), 127 SMK, dan 26 SLB yang akan melaksanakan penerimaan murid baru.

Khusus jenjang SMA, pendaftaran dilakukan melalui beberapa jalur, yaitu domisili, afirmasi (keluarga tidak mampu dan disabilitas), prestasi (akademik dan non-akademik), serta mutasi.

“Sementara untuk SMK dan SLB, tidak diterapkan sistem jalur seperti di jenjang SMA,” jelasnya.

Hadeli menambahkan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel telah menyusun sejumlah langkah strategis untuk menjamin pelaksanaan SPMB yang bersih. Di antaranya adalah penyusunan petunjuk teknis sesuai Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025, pelaksanaan SPMB secara daring terintegrasi dengan data Dukcapil guna mencegah manipulasi alamat, serta penyediaan kanal pengaduan yang transparan bagi masyarakat.

“Kami juga telah mensosialisasiman secara menyeluruh ke seluruh satuan pendidikan dan masyarakat, serta monitoring dan evaluasi berkala selama proses pelaksanaan. Dokumen pakta integritas juga diwajibkan bagi seluruh pelaksana SPMB di tingkat satuan pendidikan,” ungkapnya. (SYA/RIW/RH)

IBITEK Gelar FGD, Susun Visi, Misi dan Workshop Kurikulum

BANJARMASIN – Institut Bisnis dan Teknologi Kalimantan, menggelar Focus Group Discussion, terkait Penyusunan Visi Misi dan Workshop Kurikulum, yang berlangsung di Aula IBITEK kawasan Kayutangi, pada Senin (23/6)

Narasumber Utama Prof Grahita Chandrarin, saat menyampaikan materi (kiri)

Kepada sejumlah wartawan disela acara, Rektor IBITEK Kalimantan Yanuar Bachtiar mengatakan, sejak terbitnya Surat Keputusan (SK) pada 17 Oktober 2024, maka Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Banjarmasin, resmi berubah status menjadi Institut Bisnis dan Teknologi Kalimantan (IBITEK). Perubahan ini memaksa IBITEK memperbarui kurikulum.

Rektor IBITEK Kalimantan, Yanuar Bachtiar, saat diwancara

“Pembaruan ini bertujuan agar mahasiswa dan mahasiswi lulusan IBITEK nanti dapat lebih berinovasi,” ucapnya

Disampaikan Yanuar, rancangan kurikulum Institut Bisnis dan Teknologi Kalimantan ada lima. Yaitu program study akutansi, sarjana manajemen, magister manajemen, magister akutansi, dan study teknologi informasi.

“Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama Prof Grahita Chandrarin,” jelasnya

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel, Hadeli Rosyaidi, menambahkan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengapreasi Focus Group Discussion, yang digelar Institut Bisnis dan Teknologi Kalimantan.
FGD) ini. Apalagi FGD ini dimaksudkan, agar mahasiswa dan mahasiswi, memiliki kemampuan berbisnis dan menguasai teknologi.

“Kami berharap, lulusan Institut Bisnis dan Teknologi Kalimantan, tidak hanya menjadi intelektual tetapi memberikan dampak kemajuan bagi masyarakat di Kalsel,” tutupnya. (NHF/RIW/RH)

Rakor Inflasi Kembali Digelar, Kalsel Tergolong Aman Terkendali

BANJARBARU – Rapat Kordinasi (Rakor) Inflasi yang secara daring, kembali dilaksanakan pada Senin (23/6).

Rakoor Inflasi di Command Center Kalsel

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) turut menghadiri rakor tersebut secara daring, di Command Center Kantor Gubernur di Banjarbaru.

Pada rakor kali ini, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pariwisata menyosialisasikan Surat Edaran (SE) Menteri Pariwisata, terkait Penyelenggaraan Kegiatan Wisata yang Aman, Nyaman, dan Menyenangkan pada Saat Libur Sekolah 2025.

Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Sulkan, melalui Kabid Pengembangan Perdagangan, Sutikno menyampaikan, selain adanya sosialisasi terkait momen libur sekolah 2025, diketahui pula kondisi inflasi untuk wilayah Kalsel yang aman dan terkendali.

Meskipun harga cabai rawit serta emas yang memicu terjadinya kenaikan inflasi disetiap provinsi. Namun Kalsel sudah mensiasatinya dengan program menanam cabai.

“Gubernur Kalsel Muhidin sudah mengintruksikan penanaman cabai, dimana nantinya cabai akan dibagikan ke setiap ASN lingkup Kalsel untuk dipelihara agar menekan angka kenaikan harga cabai di pasaran,” ungkap Sutikno.

Selain cabai rawit, adapun komoditas lain yang mengalami kenaikan harga, yakni daging ayam ras, beras, serta bawang merah.

“Kenaikan ini tidak hanya ada di Kalsel, namun disejumlah wilayah diseluruh Indonesia. Meskipun kenaikan masih tergolong normal dan tidak memberatkan masyarakat, namun kami (Dinas Perdagangan Kalsel) akan terus melakukan pemantauan harga di pasar – pasar,” tutup Sutikno. (MRF/RIW/RH)

Tim SBB Tuntung Pandang Tala, Berhasil Juarai Piala Gubernur Kalsel U-14

BANJARMASIN – Tim Sekolah Sepak Bola (SBB) Tuntung Pandang dari Kabupaten Tanah Laut, berhasil menjuarai Festival Sepakbola Piala Gubernur Kalsel Muhidin Usia 14, Tahun 2025, di lapangan Kayutangi, Kota Banjarmasin, Minggu Sore (22/6).

Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel Budiono saat mengalungkan medali kepada juara 1

Keberhasilan ini diraih, setelah tim tersebut berhasil mengalahkan Tim SBB Junior 2000 dari Kota Banjarmasin.

Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel Budiono menyampaikan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengapresiasi semangat dan sportivitas para peserta selama pertandingan berlangsung.

“Pada saat pertandingan final kami melihat langsung permainan talenta muda dari kedua tim, sudah sangat bagus,” ungkap Budiono.

Dilihat dari permainan tersebut, lanjutnya, membuktikan Kalimantan Selatan memiliki banyak potensi atlet sepakbola usia muda atau pelajar.

Sehingga, tambah Budiono, Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan, terus mendorong pertandingan sepakbola usia pelajar di Banua.

“Ajang pertandingan sepakbola usia muda atau pelajar sudah seharusnya terus didorong, untuk menjadi agenda rutin dengan dukungan dari berbagai pihak termasuk pemerintah kabupaten dan kota di Banua,” ujarnya.

Dispora Kalsel berharap, kedepannya akan semakin banyak kompetisi serupa yang melibatkan semua pihak, sehingga potensi para pemain muda dapat semakin berkembang dan siap bersaing di level yang lebih tinggi.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga terus memberikan dukungan terhadap, peningkatan prestasi atlet di Banua,” ucap Budiono. (SRI/RIW/RH)

Supian HK: MTQ Ke 36, Bentuk Generasi Muda Cerdas Intelektual dan Spritual

BANJAR – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Supian HK hadiri Pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke 36 Tingkat Provinsi Kalsel Tahun 2025, di RTH Ratu Zaleha Martapura, pada Sabtu (21/6) malam.

Suasana pembukaan MTQ Ke 36 tingkat Provinsi Kalsel 2025

Diikuti kurang lebih 1.355 peserta yang terdiri dari musabaqah, official dan pimpinan kafilah, MTQ ke 36 ini mengangkat tema “MTQ sebagai Wahana Syiar Islam dalam Merajut Nilai-Nilai Qurani untuk Membangun Generasi Berkarakter dan Visioner”.

Menurut Supian HK, Kegiatan MTQ yang sarat dengan nuansa religi ini tidak hanya menjadi ajang untuk menunjukkan kemampuan terbaik dalam membaca Al-Qur’an secara tartil dan fasih, namun juga menjadi wahana strategis untuk memperkuat jalinan ukhuwah Islamiyah antar umat, sekaligus memperkokoh pondasi spiritual masyarakat di tengah arus modernisasi.

“MTQ ini bukan sekadar lomba membaca kitab suci, tapi lebih dari itu. Ini merupakan ruang pembinaan, dakwah, serta penyemaian nilai-nilai luhur Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan ini membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual,” ujar Supian HK.

Ia juga berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk lebih mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi momentum kebangkitan spiritualitas di tengah tantangan zaman. (ADV-NHF/RIW/RH)

Supian HK Optimis, Kepemimpinan Baru Banjarbaru Lahirkan Energi Baru

BANJARBARU – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Supian HK mengaku optimis, dengan kepemimpinan yang baru akan membawa energi baru dalam mendorong kemajuan Banjarbaru, terutama sebagai kota administratif yang kini terus berkembang pesat.

Hal tersebut disampaikan Supian HK, saat menghadiri secara langsung prosesi pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Banjarbaru terpilih periode 2025-2030, di Gedung Idham Chalid Banjarbaru pada Sabtu (21/6) siang.

Erna Lisa Halaby – Wartono, saat diambil sumpah jabatan dan dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru

Erna Lisa Halaby – Wartono resmi diambil sumpah jabatan dan dilantik sebagai Walikota dan Wakil Walikota Banjarbaru oleh Gubernur Kalsel, Muhidin berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, tentang pengangkatan kepala daerah hasil Pilkada Banjarbaru.

Ucapan selamat dan harapan disampaikan langsung Supian HK usai keduanya resmi dilantik.

“Alhamdulillah pelantikan berjalan dengan lancar, selamat mengemban amanah untuk Ibu Lisa dan Pak Wartono, semoga amanah yang diberikan masyarakat Banjarbaru dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan senantiasa mengedepankan kepentingan masyarakat,” harap Supian HK.

Politisi senior Partai Golkar itu juga menyampaikan, bahwa Banjarbaru memiliki peran strategis sebagai Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan sejak perpindahan pusat pemerintahan dari Banjarmasin beberapa waktu lalu.

Oleh karena itu, menurutnya pembangunan kota harus dilakukan secara terarah dan berkelanjutan dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, legislatif, dan masyarakat.

“Sebagai Ibukota Provinsi, Banjarbaru menjadi wajah Kalimantan Selatan. Maka, penting bagi kita semua, termasuk DPRD, untuk mendukung program-program prioritas Walikota dan Wakil Walikota dalam membangun kota yang maju, ramah, dan berkelanjutan,” ucap Supian HK.

Dalam momentum yang sama, juga dilaksanakan pelantikan Ketua Tim Penggerak PKK dan Tim Pembina Posyandu Kota Banjarbaru Tahun 2025. (ADV/NHF-RIW/RH)

Semarak Pawai Taaruf Warnai Pembukaan MTQ Nasional XXXVI Tingkat Provinsi Kalsel di Kabupaten Banjar

BANJAR – Ribuan warga memadati ruas Jalan A. Yani depan CBS Martapura, Sabtu siang (21/6), menyambut semaraknya Pawai Taaruf yang menjadi pembuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXVI Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.

Lebih dari 1.000 peserta dari 13 kafilah kabupaten/kota se-Kalsel ikut memeriahkan kegiatan penuh nuansa keagamaan dan budaya ini.

Pawai secara resmi dilepas Bupati Banjar, Saidi Mansyur, didampingi Wakil Bupati Habib Idrus Al Habsyi, dan Ketua TP PKK Nurgita Tiyas. Deretan peserta tampil dengan ragam busana khas daerah, mobil hias bernuansa islami, serta pertunjukan atraktif yang menggambarkan kekayaan budaya dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

“Pawai Taaruf bukan hanya ajang seremonial, tapi simbol semangat ukhuwah dan syiar Islam. Warna-warni mobil hias ini menggambarkan kebersamaan dalam keberagaman,” ujar Bupati Saidi dalam sambutannya.

Bupati Saidi Mansyur secara resmi membuka Bazaar MTQ tingkat provinsi di Martapura. (foto : MC Kab Banjar)

Bupati juga menekankan pentingnya menjaga ketertiban selama MTQ berlangsung, seraya berharap semangat MTQ dapat meresap ke seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda.

Usai pawai, Saidi Mansyur bersama Ketua TP PKK Nurgita Tiyas secara simbolis membuka Bazar MTQ dengan pemotongan untaian melati. Acara ini disaksikan langsung Wakil Bupati Banjar, unsur Forkopimda, dan para tamu undangan dari berbagai kabupaten/kota.

Bazar diikuti pelaku UMKM dari 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan, menyajikan aneka produk unggulan mulai dari kuliner khas, kerajinan tangan, hingga busana muslim lokal.

Dalam kunjungannya ke sejumlah stand, Saidi menyoroti besarnya potensi ekonomi kreatif yang dimiliki Kalimantan Selatan, khususnya di Kabupaten Banjar.

“Bazar MTQ ini menjadi wadah promosi yang luar biasa bagi pelaku UMKM. Kita ingin kegiatan keagamaan juga menjadi pengungkit ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Setdaprov Kalsel, Ahmad Bagiawan, yang hadir mewakili Gubernur Kalimantan Selatan, mengapresiasi pelaksanaan bazar dan keterlibatan aktif masyarakat.

“Ini bukti bahwa MTQ tidak hanya berdampak spiritual, tapi juga ekonomi. Semoga produk UMKM dari berbagai daerah semakin dikenal luas,” ujarnya.

Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Kemenag Kabupaten Banjar HM Rofi’i, para Kepala Kemenag kabupaten/kota, serta pengurus LPTQ se-Kalsel. (MC Kab Banjar – SYA/RIW/RH)

Banjarbaru Ukir Sejarah Baru: Erna Lisa Halaby Dilantik sebagai Walikota Perempuan Pertama

BANJARBARU – Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Kota Banjarbaru dipimpin seorang perempuan, selepas Erna Lisa Halaby dan Wartono resmi dilantik sebagai Walikota dan Wakil Walikota Banjarbaru periode 2025–2030, hasil Pilkada serentak 2024.

Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby melakukan penandatanganan fakta integritas jabatan.(foto : MedCenBJB)

Pelantikan dilakukan di Gedung Idham Khalid, Banjarbaru, Sabtu (21/6). Gubernur Kalsel, Muhidin memimpin langsung prosesi pelantikan, mewakili Menteri Dalam Negeri RI.

Pelantikan ini dihadiri tokoh-tokoh penting, termasuk Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman, Pj Sekdaprov Kalsel M. Syarifuddin, Forkopimda Kalsel, para Pimpinan Daerah se-Kalsel, kepala SKPD, serta Wakil Gubernur Kalsel periode 2010 – 205 dan 2016 – 2021, sekaligus Walikota pertama Banjarbaru Rudi Resnawan.

Pelantikan ditandai dengan pengambilan sumpah dan janji jabatan oleh Gubernur, sekaligus penyematan tanda pangkat kepada pasangan kepala daerah baru tersebut. Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan pakta integritas, serta serah terima jabatan dari Pj Walikota Banjarbaru Subhan Noor Yaumil.

Dalam sambutannya, Gubernur Muhidin menyampaikan ucapan selamat dan harapan besar, agar pasangan Erna Lisa Halaby dan Wartono mampu mengemban amanah dan mempercepat pembangunan di ibukota provinsi tersebut.

“Pimpinlah kota ini dengan hati, dengan amanah, dan dengan keberpihakan kepada rakyat. Jadilah pemimpin yang mampu menumbuhkan semangat gotong royong, membangun optimisme, serta menebar teladan dalam integritas dan pelayanan,” ujarnya.

Gubernur juga mengajak seluruh masyarakat Banjarbaru untuk turut mendukung dan mengawal jalannya pemerintahan ke depan.

“Saya ucapkan selamat kepada Walikota Erna Lisa Halaby dan Wakil Walikota Wartono. Semoga amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh integritas, dedikasi, dan semangat melayani,” harapnya.

Pada momen yang sama, juga digelar pelantikan Ketua TP PKK dan Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Banjarbaru 2025–2030, Riandy Hidayat, oleh Ketua TP PKK Provinsi Kalsel, Fathul Jannah Muhidin.

Melalui pelantikan ini, Banjarbaru tidak hanya menandai dimulainya masa jabatan baru, tetapi juga mencetak sejarah penting. Sebab untuk pertama kalinya, seorang perempuan menjabat sebagai Walikota Banjarbaru, kota yang kini menjadi pusat pemerintahan Provinsi Kalimantan Selatan. (SYA/RIW/RH)

Usai Dilantik, Walikota Banjarbaru Lisa Halaby Siap Jalankan Program 100 Hari Kerja

BANJARBARU – Selepas dilantik sebagai Walikota Banjarbaru periode 2025-2030, Lisa Halaby langsung menegaskan komitmennya untuk menjalankan program 100 hari kerja, yang sudah disusun matang dan selaras dengan visi Banjarbaru EMAS (Elok, Maju, Adil, Sejahtera).

Wali Kota Banjarbaru, Lisa Halaby, dilantik secara resmi oleh Gubernur Kalsel Muhidin, di Gedung Idham Chalid. (foto : Adpim)

Lisa mengungkapkan, program 100 hari kerja pertama akan berfokus pada langkah-langkah konkret untuk menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Salah satu prioritas utama adalah penanganan banjir dan normalisasi sungai.

“Saya ingin segera turun ke lapangan, terutama ke wilayah sungai yang butuh normalisasi. Sungai-sungai yang mengalami pendangkalan akan kita keruk bersama DLH dan SKPD terkait secara gotong royong,” katanya, di Rumah Dinas Walikota Banjarbaru, Sabtu (21/6).

Selain itu, penataan kota menjadi perhatian utama. Kabel semrawut, spanduk liar, dan penataan lingkungan akan segera ditertibkan untuk menciptakan wajah kota yang modern dan tertib.

“Banjarbaru ini kota maju. Kita tidak ingin lagi melihat kabel seliweran, terutama di jalan utama seperti Jalan Ahmad Yani. Ini menyangkut wajah peradaban kota,” ujarnya.

Program 100 hari kerja yang dicanangkan Lisa Halaby selaras dengan visi Banjarbaru EMAS dan empat misi besar pemerintahan. Yakni Mewujudkan Infrastruktur Berkualitas dan Pembangunan yang Berkelanjutan, Mewujudkan SDM Kota Banjarbaru yang Religius Bersosial dan Berbudaya, Memperkuat Tata Kelola Pemerintahan yang Responsif Inklusif dan Transparan, serta Mewujudkan Percepatan Transformasi Ekonomi.

Sejumlah program unggulan siap dijalankan dalam waktu dekat, antara lain Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat, Peningkatan Kualitas Pendidikan, Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Peningkatan Kualitas SDM dan Pelayanan Publik, Peningkatan Karakter dan Religiusitas Masyarakat, Pengembangan Ruang Terbuka Hijau, dan Mitigasi Kebencanaan.

Dengan program – program tersebut, Lisa Halaby menegaskan pemerintahannya ingin menghadirkan pemerintahan yang dekat dengan rakyat, tanggap terhadap persoalan, dan mampu memberikan solusi nyata dalam waktu cepat.

“Insya Allah, semua sudah kita susun. Sambil berjalan, akan saya arahkan mana yang bisa segera kita eksekusi, tentu setelah saya kembali dari retreat. Banjarbaru harus menjadi kota yang lebih elok, maju, adil, dan sejahtera sesuai dengan visi kita bersama,” ungkap Lisa.

Diketahui, Lisa Halaby akan mengikuti retreat bersama 87 Kepala Daerah lain di Indonesia, di Jatinangor, Jawa Barat mulai 22 hingga 26 Juni 2025.

Meski begitu, Wakil Walikota tidak dapat mengikuti karena alasan kesehatan, Lisa memastikan seluruh persiapan administrasi dan teknis telah mengikuti sesuai ketentuan dari Kemendagri. (SYA/RIW/RH)

Exit mobile version