Museum Lambung Mangkurat Hadirkan Program Museum Keliling II di Kotabaru

KOTABARU – Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan, kembali menggelar program Museum Keliling tahun 2025. Kali ini, kegiatan berlangsung di SMK Negeri 1 Kotabaru dengan tema “Mengenal 10 Jenis Koleksi Museum”, Rabu (20/8).

Foto bersama saat kegiatan Museum Keliling di SMKN 1 Kotabaru.(foto: MuslamKalsel)

Kepala Museum Lambung Mangkurat, Muhammad Taufik Akbar, yang diwakili Pamong Budaya Museum, Darmanto, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa program ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan gerakan bersama untuk mengenalkan sejarah, kebudayaan, ilmu pengetahuan, serta nilai-nilai luhur bangsa kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

“Museum adalah cermin perjalanan peradaban. Namun, tidak semua orang berkesempatan datang langsung ke museum di Banjarbaru. Karena itu, program Museum Keliling hadir untuk menjembatani agar koleksi museum bisa lebih dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Darmanto menjelaskan, tahun ini Museum Keliling memperkenalkan sepuluh jenis koleksi museum, mulai dari geologika, biologika, etnografika, arkeologika, historika, numismatika dan heraldika, filologika, keramologika, seni rupa, hingga teknologika.

Melalui pengenalan ini, diharapkan peserta dapat memahami bahwa museum tidak hanya menyimpan benda kuno, tetapi juga pengetahuan yang relevan untuk kehidupan masa kini dan masa depan.

“Jangan hanya melihat koleksi sebagai benda mati, tetapi renungkan nilai, cerita, dan makna di dalamnya. Dari sini, kita bisa belajar mencintai sejarah sekaligus mempersiapkan diri menjadi generasi yang cerdas dan berkarakter,” imbuhnya.

Kegiatan Museum Keliling II turut dihadiri Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kotabaru, Plt Kepala SMK Negeri 1 Kotabaru, dewan guru, serta sekitar 900 siswa-siswi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 100 siswa mengikuti langsung sosialisasi tentang permuseuman dan koleksinya. Antusiasme peserta terlihat tinggi karena mereka dapat melihat secara langsung koleksi-koleksi yang dibawa oleh pihak museum.

Plt Kepala SMK Negeri 1 Kotabaru mengapresiasi kegiatan ini dan berharap bisa menjalin kerja sama lebih lanjut dengan Museum Lambung Mangkurat.

“Kami sangat senang dengan adanya kegiatan ini. Kalau bisa, kerja sama terus dilakukan agar siswa-siswi dapat lebih mengenal sejarah dan kebudayaan Kalimantan Selatan, khususnya koleksi-koleksi yang ada di museum,” ungkapnya. (MuslamKalsel-SYA/RIW/RH)

TMMD Di Kota Banjarmasin Resmi Ditutup

BANJARMASIN – Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Kota Banjarmasin resmi ditutup, ditandai dengan upacara penutupan, di Halaman Balaikota Banjarmasin, Kamis (21/8).

Selaku Inspektur Upaya Kasdam 6 Mulawarman Brigjen TNI Ari Aryanto, dan pimpinan upacara Dandim Kota Banjarmasin Kolonel Inf Sigit Purwoko.

Ari menyampaikan ucapan terimakasih, kepada seluruh petugas lapangan, yang telah berhasil menyelesaikan pembangunan TMMD di Kota Banjarmasin.

Kasdam VI/Mulawarman Brigjen TNI Ari Aryanto

“Pembangunan fisik maupun non fisik telah selesai 100 persen,” ungkapnya.

Sehingga laporan penyelesaian pelaksanaan pada TMMD Tahun 2025 di kawasan Kuin Kacil, diserahkan kepada Pemerintah Kota Banjarmasin.

“TMMD ini merupakan kemanunggalan TNI dalam membangun daerah terpencil di Kota Banjarmasin,” ujarnya.

Ari berharap, kerjasama ini kedepannya terus dilakukan TNI dengan Pemerintah Kota Banjarmasin.

Sementara itu, Pemerintah Kota Banjarmasin melibatkan TNI, untuk pembangunan merata di kota seribu sungai tersebut. Seperti yang disampaikan, Wakil Wali Kota Banjarmasin Ananda.

“Pemerintah Kota Banjarmasin memberikan apresiasi atas selesainya pembangunan TMMD di kawasan Kuin Kacil,” ungkapnya.

Karena, lanjut Ananda, untuk mencapai pembangunan yang merata di Kota Banjarmasin, tidak dapat dilakukan Pemerintah Kota Banjarmasin sendiri.

“Diperlukan keterlibatan semua pihak, salah satunya TNI Manunggal Membangun Desa,” ucapnya.

Ananda berharap, kerjasama yang harmonis bersama TNI, untuk membangun daerah terpencil di Kota Banjarmasin, akan terus berlanjut kedepannya. (SRI/RIW/RH)

Resmi Dikukuhkan, KPID Kalsel Komitmen Wujudkan Penyiaran Sehat dan Adaptif

BANJARBARU – Ketua KPID Kalimantan Selatan, Muhammad Leoni Hermawan, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih sebesar-besarnya kepada Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, atas amanah dan kepercayaan yang diberikan kepada jajaran Komisioner KPID periode 2025–2028. Ia menegaskan, KPID Kalsel berkomitmen menghadirkan penyiaran yang sehat, berimbang, mendidik, serta adaptif di tengah disrupsi digital yang kian masif.

“Kami siap menjaga narasi baik sebagai penyeimbang, menjadi garda terdepan melawan hoaks, dan mendorong literasi digital di masyarakat,” ucap Leo.

Sebagai langkah awal, Leo menekankan pentingnya mempererat komunikasi internal antar-komisioner dan staf.

“Kami semua berasal dari latar belakang yang berbeda, sehingga soliditas dan kerja sama menjadi kunci dalam menghadapi tantangan besar ke depan,” tambahnya.

Wakil Ketua KPID Kalsel, Muhammad Saufi, menambahkan, lembaganya juga akan segera menjalin silaturahmi dan audiensi dengan stakeholder terkait, seperti Diskominfo, Komisi I DPRD Provinsi Kalsel, serta lembaga lainnya.

“Yang utama, kami akan segera memohon waktu bertemu Gubernur Kalsel, Bapak Haji Muhidin, untuk meminta arahan dan nasihat demi kelancaran tugas KPID,” ujarnya.

Melalui rapat pleno pada 19 Agustus 2025, KPID Kalsel menetapkan susunan organisasi sebagai berikut:

Bidang Kelembagaan: Koordinator Nanik Hayati, S.Sos, didampingi Wakil Koordinator Ir. Iwan Setiawan, M.P.

Bidang Pengawasan Isi Siaran : Koordinator Agus Suprapto, S.Pd., M.Med.Kom, bersama anggota Muhammad Saufi dan Muhammad Leoni Hermawan.

Bidang Pengelolaan Struktur dan Sistem Penyiaran (PKSP): Koordinator Analisa, SE., M.Ak, didampingi Wakil Koordinator Muhammad Luthfi Rahman, S.H.

Adapun penetapan Komisioner KPID Kalsel periode 2025–2028 dituangkan dalam Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 100.3.3.1/0746/KUM/2025 tertanggal 12 Agustus 2025.

Prosesi pelantikan digelar Selasa (19/8) di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, oleh Gubernur, Muhidin diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, M. Syarifuddin. (KPIDKalsel-RIW/RH)

Pamor Borneo 2025, Menuju Kalimantan Baru Melalui Investasi, Perdagangan dan Pariwisata

BANJARMASIN – Pamor Borneo 2025 resmi dibuka di Banjarmasin, pada Kamis (21/8). Dimana pelaksanaannya tahun ini, menjadi rangkaian perayaan HUT ke-75 Provinsi Kalimantan Selatan. Acara ini merupakan program kolaborasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Sekdaprov, Ketua DPRD Kalsel dan Kepala KPw BI Kalsel melihat pameran UMKM Pamor Borneo

Pamor Borneo tahun ini, mengangkat tema “The New Kalimantan: Accelerating Growth through Investment, Trade, and Tourism”. Kegiatan ini menegaskan komitmen bersama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan dan Kalimantan yang tinggi, sebagai daerah yang kaya potensi dan peluang.

Pamor Borneo berlangsung pada 21-24 Agustus 2025 melalui beberapa event untuk mendukung penguatan tiga pilar utama sumber pertumbuhan baru ekonomi Kalimantan. Yakni perdagangan yang berdaya saing, investasi yang bernilai tambah tinggi, dan pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif.

Acara dibuka dengan sambutan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, yang menekankan bahwa Kalimantan memiliki modal besar, untuk menjadi pusat pertumbuhan baru.

“Dengan potensi energi terbarukan, perdagangan lintas batas, serta keindahan budaya dan alam, Kalimantan tidak hanya berperan bagi Indonesia, tetapi juga siap bersaing di tingkat global. Momentum Pamor Borneo harus kita gunakan untuk memastikan transformasi ini benar – benar terwujud,” ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Pamor Borneo 2025. Ia menilai forum ini menjadi sarana penting untuk memperkuat daya saing daerah sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi UMKM dan investasi daerah.

“Kegiatan ini adalah momentum bagi kita semua untuk memperbesar akses pasar, memperkenalkan pesona Kalimantan Selatan ke dunia, dan menunjukkan bahwa daerah kita siap bersaing,” tegasnya dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin.

Senada disampaikan Kepala Perwakilan BI Kalsel, Fadjar Majardi. Ia menyebut bahwa Pamor Borneo adalah bentuk nyata sinergi.

“Pamor Borneo bukan sekadar event tahunan, melainkan sebuah ekosistem yang dapat berkontribusi nyata dalam memperluas akses pasar UMKM ke mancanegara, meningkatkan peluang investasi, mendorong pariwisata berkelanjutan, dan mengangkat citra budaya Kalimantan serta Indonesia di kancah internasional,” jelasnya.

Untuk mendorong daya saing perdagangan sekaligus memperluas akses pasar dan pembiayaan bagi UMKM, Pamor Borneo melaksanakan business matching dan showcasing UMKM unggulan Kalimantan Selatan di Atrium Duta Mall Banjarmasin yang dirangkaikan dengan lomba, hingga workshop kreatif.

Yakni Tourism and Craft pada Kamis (21/8), berupa talkshow pariwisata, workshop sasirangan, ecoprint, dan purun. Kemudian Fashion pada Jumat (22/8), berupa beauty class, talkshow fashion, fashion show, dan permainan interaktif berhadiah bersama RURI Repvblik. Berlanjut program FnB and Agro pada Sabtu (23/8), berupa demo masak, workshop kopi, lomba brewing, semifinal Mobile Legend, hingga dance competition. Selanjutnya Ekraf dan Digital pada Minggu (24/8), yang diisi lomba mewarnai, final Mobile Legend, pengumuman pemenang lomba, sosialisasi Bank Indonesia, kompetisi menyanyi, dan fun closing ceremony.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Pamor Borneo, dorongan terhadap investasi yang bernilai tambah tinggi diwujudkan melalui Borneo Business and Investment Forum (BBIF) 2025, mengangkat tema “Beyond Black Earth: Transforming Kalimantan’s Richness through Advanced Sustainable Investment” dengan 2 (dua) kegiatan utama.

Pertama, diskusi panel dengan kesimpulan,
pertama, transformasi ekonomi Kalimantan dapat ditempuh melalui upaya hilirisasi sumber daya alam di Kalimantan, khususnya mineral dan batu bara.
Kedua, berbagai tantangan perlu diatasi bersama, diantaranya keterbatasan infrastruktur, insentif, teknologi, serta kompleksitas perizinan dan koordinasi pusat-daerah.

Kesimpulan ketiga, sinergi kebijakan pemerintah, peran kawasan industri, serta dukungan akademisi dan investor menjadi kunci dalam mengatasi bottleneck investasi dan mempercepat realisasi hilirisasi. Kemudian one-on-one meeting antara pemilik proyek dan investor potensial untuk menjajaki peluang kerja sama langsung yang dilanjutkan dengan site visit proyek investasi yang ditawarkan, guna merealisasikan minat investasi daerah.

Tidak hanya soal perdagangan dan investasi, Pamor Borneo juga memberi ruang luas untuk memperkuat pariwisata Kalimantan. Melalui pameran wisata, pengunjung dapat menjelajahi ragam potensi destinasi unggulan, sekaligus merasakan pengalaman langsung lewat kunjungan ke Geopark Meratus yang kini satu dari dua belas UNESCO Global Geoparks di Indonesia.

Menjelang digelarnya Pamor Borneo 2025, sejumlah capaian penting telah lebih dulu diraih melalui rangkaian kegiatan pre-event di dua pilar Utama yaitu perdagangan dan investasi.

Dari pilar perdagangan, penguatan daya saing UMKM telah diinisiasi sejak pertengahan tahun 2025 lewat business matching. Upaya ini membuahkan hasil nyata berupa kerja sama ekspor dengan perusahaan Singapura senilai Rp8,1 miliar di sektor makanan dan minuman, serta Letter of Intent (LoI) dengan perusahaan Thailand senilai Rp6,3 miliar untuk sektor fesyen. Capaian tersebut membuktikan bahwa produk unggulan Banua telah mampu menembus pasar global dengan kualitas yang kompetitif.

Sementara itu, pada pilar investasi, langkah memperluas basis investor luar negeri juga menghasilkan peluang signifikan. RIRU Intan Kalsel berhasil mengamankan LoI senilai Rp152 miliar dalam ajang World Expo Osaka 2025 untuk proyek pengolahan limbah medis dan budidaya ikan bandeng terintegrasi.

Momentum positif ini berlanjut dengan penandatanganan LoI oleh Atoll Bay Partners, perusahaan asal Singapura, pada 20 Agustus 2025. Proyek yang difokuskan pada pengolahan limbah medis di TPAS Regional Banjarbakula tersebut berpotensi menyerap investasi sebesar Rp12,57 miliar.

Rangkaian capaian pra-event ini menjadi fondasi kokoh sekaligus sinyal optimisme bahwa selama pelaksanaan Pamor Borneo 2025, peluang yang lebih besar dapat terus terwujud. Dengan daya saing produk UMKM yang terbukti menembus pasar internasional, serta meningkatnya minat investor terhadap potensi Kalimantan Selatan.

Pamor Borneo diharapkan menjadi katalis akselerasi perdagangan dan investasi Banua di kancah global.
Pamor Borneo 2025 menjadi bentuk sinergi dan kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah, Bank Indonesia, dunia usaha, dan masyarakat. Dengan kolaborasi yang semakin solid dan komitmen kuat dari berbagai pihak untuk meningkatkan daya saing perdagangan, menyelesaikan hambatan investasi dan mengembangkan pariwisata, maka harapan Kalimantan menjadi episentrum pertumbuhan ekonomi Indonesia dan mewujudkan Asta Cita dapat tercapai. (BIKalsel-RIW/RH)

Peringati Hari Anak Nasional, BESTY PPA Kota Banjarmasin Dapat Apresiasi

BANJARMASIN – Pemerintah bersama Forum Anak Kota Banjarmasin, memperingati Hari Anak Nasional serta Gebyar PAUD Tahun 2025, di Mahligai Pancasila, Rabu (20/8). Kegiatan dibuka Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin serta Bunda PAUD Banjarmasin Nelly Listriani.

Walikota Banjarmasin, Muhammad Yamin.

Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin mengatakan, Pemerintah Kota Banjarmasin memberikan apresiasi atas pelaksanaan Peringatan Hari Anak Nasional ini.

“Meski, saat ini masih banyak persoalan anak yang perlu penanganan lebih serius,” ungkapnya.

Yamin berharap, Pemerintah Kota Banjarmasin dapat memberikan perlindungan terhadap anak anak di kota ini.

Dalam kesempatan tersebut,  Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, memberikan dukungan kepada Pemerintah Kota Banjarmasin dalam upaya penanganan kekerasan terhadap anak.

Seperti yang disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana DP3AKB Kalsel, Husnul Hatimah.

Kepala DP3AKB Kalsel, Husnul Hatimah.

Husnul mengatakan, program-program perlindungan anak yang ada di pemerintah kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Selatan, tentunya mendapatkan dukungan.

Seperti, lanjutnya, program BESTY PPA atau Bersama Edukasi Siswa Tentang Bullying Perlindungan Perempuan dan Anak di Pemerintah Kota Banjarmasin, perlu mendapat dukungan semua pihak.

“Program BESTY PPA ini merupakan salah satu upaya untuk pencegahan terjadinya perundungan di sekolah sekolah,” ujarnya.

Husnul berharap, tindakan perundungan di dunia pendidikan di Kalimantan Selatan, dapat dicegah secara bersama sama.

Pada kegiatan tersebut, Wali Kota Banjarmasin dikukuhkan sebagai Ayah Forum Anak Kota Banjarmasin, serta Pengukuhan Bersama Edukasi Siswa Tentang Bullying Perlindungan Perempuan dan Anak (Besty) PPA Kota Banjarmasin. (SRI/RIW/EYN)

Laba PAM Bandarmasih Meningkat

Banjarnasin – Perusahaan Air Minum (PAM) Bandarmasih mengalami peningkatan pendapatan atau laba PAM tahun 2024, dibandingkan dengan tahun 2023. Hal ini, terungkap pada press rilis neraca komparatif (Audit) per 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2024, di aula PAM Bandarmasih, Rabu (20/8).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Plt Direktur Utama (Dirut) PAM Bandarmasih Syahrani, didampingi Direktur Operasional (Dirops) Edwarsyah, serta Sekretaris Perusahaan Zulbadi. Hadir pula Plt Dewan Komisaris PAM Bandarmasih yang diwakili Edy Wibowo dan Anni Hanisah.

Plt Direktur Utama PAM Bandarmasih Syahrani mengatakan, berdasarkan hasil penilaian Kemendagri dan PUPR, hasil kerja selama tahun 2024, PAM Bandarmasih mengalami peningkatan dibanding dengan tahun sebelumnya.

“Di tahun 2023, dari total penilaian Kemendagri kita mendapatkan nilai 69,70 dan di tahun 2024 meningkat menjadi 73,86,” ungkap Syahrani, kepada awak media.

PAM Bandarmasih menyampaikan laporan Tahunan 2024 kepada insan media

Sedangkan, lanjutnya, untuk penilaian PUPR, di tahun 2023 mendapatkan nilai 3,94, dan di tahun 2024 meningkat menjadi 4,12.

“Di tahun 2024 kita juga mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), dengan evaluasi kinerja yang baik dan sehat, dan kita juga tetap mempertahankan opini WTP ini selama 24  tahun terakhir,” ucapnya.

Selain hasil kerja yang meningkat, tren NRW PAM Bandarmasih di 2024 mengalami penurunan, berada di angka 28,4% menurun daripada tahun sebelumnya yang mencapai angka 28,7%.

Lebih lanjut, kata  Syahrani, dalam upaya meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan, pihaknya juga telah menganggarkan dana kurang lebih sebesar 300 miliar.

“Jadi dana tersebut untuk melakukan peremajaan pipa, pembuatan reservoir, dan keperluan yang lainnya, dan itu dianggarkan untuk keperluan hingga tahun 2028,” kata Syahrani.

Sementara itu, Plt Komisaris Utama, Edy Wibowo menjelaskan, dari peningkatan hasil tersebut, pihaknya tetap memperhatikan dan meningkatkan sistem pelayanan terhadap pelanggan.

“Saat ini untuk pembenahan dalam jaringan sudah mulai kita lakukan, dan saat ini masih terus berjalan, demi meningkatkan pelayanan kepada para pelanggan,” jelas Edy.

Pemetaan jaringan pipa tua sudah dilakukan, serta koordinasi sesuai dengan komitmen kepala daerah menurunkan tingkat kebocoran. Pengembangan sistem jaringan beriringan dengan pengembangan pesat hunian penduduk hingga bisa terpenuhi hingga ke ujung jaringan.

Edy menjelaskan, pembenahan jaringan memang sudah harus dilakukan, namun dengan kemampuan yang ada dirasa cukup berat sehingga ada peluang untuk menggandeng pihak swasta.

“Karena mengharapkan modal pemerintah agak sulit juga, sehingga kita juga harus bisa mencari dana dari luar, seperti investasi dan yang lainnya,” pungkas Edy. (PAMBANDARMASIH-SRI/RIW/EYN)

Meriahkan HUT RI dan Harjad Provinsi Kalsel,  Gatriwara dan DWP Sekretariat DPRD Kalsel, Gelar Giat Sehat dan UMKM

BANJARMASIN – Dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia, sekaligus Hari Jadi ke-75 Provinsi Kalimantan Selatan, Gabungan Istri Wakil Rakyat (Gatriwara) bersama Sekretariat dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) DPRD Kalsel, menggelar kegiatan sederhana namun penuh makna, Rabu (20/8).

Sekretaris DPRD Provinsi Kalsel, Muhammad Jaini, yang turut membuka acara secara simbolis menyampaikan, acara ini tidak hanya berfokus pada seremoni perayaan, tetapi juga menghadirkan berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat dan keluarga besar DPRD.

Sejumlah layanan kesehatan seperti pemeriksaan kesehatan gratis, konsultasi dokter spesialis, serta penyuluhan pola hidup sehat, menjadi bagian penting kegiatan. Hal ini sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas hidup serta kinerja para pegawai Setwan DPRD Kalsel, beserta keluarganya.

Suasana senam jantung sehat, di halaman DPRD Kalsel

“Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal. Sejumlah stand makanan dan minuman khas Banua turut meramaikan acara, sehingga tidak hanya memberikan suasana kebersamaan tetapi juga mendukung perputaran ekonomi masyarakat,” ucap Jaini.

Disampaikan Jaini, kehadiran UMKM ini menjadi wujud nyata kepedulian panitia dalam memberikan ruang promosi dan pemasaran di tengah momentum bersejarah bangsa.

“Dengan kolaborasi beberapa UMKM yang membuka stand dan ada juga beberapa kawan – kawan yang menyumbangkan makanan-makanan untuk sama-sama kita bagikan untuk memeriahkan hari ini,” tutupnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Gatriwara Kalsel, Rubiaty Herlina Kartoyo, dalam sambutannya juga memberikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini.

“Terima kasih kepada Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, RS Ciputra, Klinik Kinibalu, Bank Kalsel, serta para donatur yang tidak dapat disebutkan satu per satu, dan tentu saja seluruh peserta yang dengan penuh semangat mengikuti kegiatan sejak pagi hari,” ujarnya

Melalui nuansa sederhana, penuh kebersamaan, dan manfaat nyata, kegiatan ini menjadi simbol bahwa peringatan hari besar bangsa tidak harus berlebihan.

Foto bersama

Dengan mengedepankan nilai empati, kesehatan, dan dukungan terhadap UMKM lokal, DPRD Kalsel bersama Gatriwara menunjukkan komitmennya untuk tetap dekat dengan masyarakat dan ikut merasakan denyut kehidupan mereka. (ADV-NHF/RIW/EYN)

Buka Turnamen Tenis Meja Press Room DPRD Kalsel, Ini Harapan Supian HK

BANJARMASIN – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Supian HK berharap, Turnamen Tenis Meja yang digelar Pers Room Kalsel, akan mampu melahirkan atlet muda berprestasi nasional.

Ketua DPRD Kalsel, didampingi Sekwan DPRD Provinsi

Kepada sejumlah wartawan, usai membuka turnamen tenis meja press room DPRD Provinsi, pada Rabu (20/8), Supian HK mengatakan, gelaran turnamen tahun ini sangat tepat, dengan melibatkan peserta dari kalangan umum juga pelajar SMP. Dimana para peserta pelajar akan menjadi aset penting untuk diberikan pembinaan, hingga menjadi atlet di tingkat nasional.

“Kami ingin setelah penyelenggaraan turnamen, pelajar dapat dibina,” ucapnya

Hal senada juga disampaikan Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Provinsi, Adi Santoso. Turnamen ini, menurut Adi, sebagai wadah pencarian bibit atlet berbakat sejak dini. Ke depan untuk kategori pelajar dapat semakin diperluas hingga tingkat SD maupun SMA.

Selain itu, Adi menilai, lomba Domino mulai ramai berkembang dimasyarakat, dan sangat tepat untuk semakin meningkatkan keakraban dalam momen memeriahkan Hari Jadi Provinsi Kalsel maupun HUT Kemerdekaan RI.

“Kami apresiasi lomba yang digelar ini sangat kreatif dan inovatif,” ungkapnya

Sementara itu, Ketua Press Room DPRD Kalsel sekaligus Ketua Panitia, Ipik Gandamana menambahkan, pihaknya berterimakasih dengan tingginya antusiasme peserta setiap tahunnya. Tercatat lebih dari 115 peserta terdaftar, mengikuti turnamen tenis meja yang terbagi dalam tiga kategori. Yakni kelas umum dewasa, pelajar tunggal SMP dan kategori internal DPRD. Sedangkan untuk lomba domino diikuti 80 peserta dari kalangan umum.

“Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perayaan Hari Jadi ke-75 Provinsi Kalsel serta HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, juga bisa berkontribusi nyata bagi pembinaan atlet muda daerah,” tutupnya.

5Foto bersamacaq

Turnamen Tenis Meja Terbuka yang kini memasuki edisi ke-5, akan berlangsung hingga 21 Agustus 2025, di Basement Gedung B DPRD Kalsel. (NHF/RIW/EYN)

Pemprov Kalsel, Dukung KPK Perluas Keterlibatan Responden SPI

BANJARBARU – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia, yang telah berpartisipasi dalam kegiatan Survei Penilaian Integritas (SPI).

Menurutnya, forum ini sangat penting untuk memperluas wawasan, menumbuhkan inisiatif, serta mendorong kerja bersama demi pelaksanaan Survei Penilaian Integritas (SPI) yang lebih optimal di Kalimantan Selatan.

Syarifuddin menegaskan, hasil SPI merupakan cerminan kualitas tata kelola Pemerintahan dan pelayanan publik. Melalui SPI, pemerintah dapat melihat risiko korupsi, sekaligus mengukur tingkat kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan Pemerintahan.

“Karena itu, Pemerintah Provinsi Kalsel memandang peningkatan indeks SPI akan memperkuat citra daerah sebagai wilayah yang serius berkomitmen menjalankan reformasi birokrasi, menjunjung transparansi, dan menegakkan tata kelola lemerintahan yang bersih dan akuntabel,” ungkap Syarifuddin, saat membuka Rapat Koordinasi Optimalisasi SPI, di gedung Idham Chalid, Selasa (19/8).

Syarifuddin juga menambahkan, Pemerintah Provinsi Kalsel mendukung penuh langkah KPK, memperluas keterlibatan responden SPI. Bukan hanya dari kalangan ASN dan birokrasi, namun juga melibatkan pengguna layanan, pelaku usaha, akademisi, hingga masyarakat sipil.

“Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berkomitmen terus memperkuat integritas aparatur melalui pembinaan, pelatihan, dan penegakan aturan,” lanjut Syarifuddin.

Syarifuddin juga mengakui masih ada tantangan, khususnya dalam pengadaan barang dan jasa, serta pelayanan dasar masyarakat.

“Oleh karena itu, melalui koordinasi dan forum ini, kami berharap akan muncul rekomendasi yang terarah dan dapat diaplikasikan untuk perbaikan ke depan,” tutup Syarifuddin. (MRF/RIW/EYN)

DLH Kalsel Gencarkan Gerakan Pilah Sampah Dapat Sembako

BANJARBARU – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalimantan Selatan, terus menggencarkan gerakan pilah sampah dari rumah, sebagai langkah nyata mengurangi timbunan sampah di Tempat Pembuangan Akhir. Aksi pilah sampah yang kali ketiga, pada Selasa (19/8), dilaksanakan di area perkantoran Dinas Lingkungan Hidup Kalimantan Selatan.

Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalimantan Selatan, Fatimatuzzahra.

Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalimantan Selatan, Fatimatuzzahra menyampaikan, pihaknya mengajak masyarakat, agar lebih sadar dalam memisahkan sampah organik dan anorganik sebelum dibuang. Langkah ini dinilai efektif untuk mendukung program ekonomi sirkular, di mana sampah yang sebelumnya tidak bernilai, dapat diolah kembali menjadi produk bermanfaat.

“Kita ingin mengajak masyarakat untuk mengedukasi masyarakat bahwa dari sampah yang ada di sekitarnya itu bisa menjadi sesuatu yang bernilai,” ungkap Fathimatuzzahra.

Selain itu, ungkap Fatimatuzzahra, orogram ini diharapkan mampu menekan angka sampah plastik yang menjadi salah satu penyumbang pencemaran terbesar di wilayah Kalimantan Selatan.

Pada pelaksanaan gerakan pilah sampah dari rumah kali ini, Dinas Lingkungan Hidup Kalimantan Selatan, memberikan hadiah menarik bagi masyarakat yang berhasil mengumpulkan sampah terbanyak. Langkah ini dilakukan untuk mendorong semangat masyarakat dalam memilah serta mengurangi sampah rumah tangga. Sampah organik dan anorganik yang terkumpul nantinya, akan disalurkan ke bank sampah serta pengolahan daur ulang.

“Ada juga voucher untuk pakaian bekas, jadi kami mengumpulkan dari beberapa SKPD yang berkenan untuk menyumbangkan pakaian bekasnya,” tutup Fatimatuzzahra.

Dengan adanya pemberian hadiah ini, pihaknya optimis,  budaya pilah sampah akan semakin mengakar sekaligus membantu menekan volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir. (MRF/RIW/EYN)

Exit mobile version