Ratusan Atlet 23 Provinsi di Indonesia, Ramaikan Kejurnas Tenis Meja 2025 di Kalsel

BANJARMASIN – Kejuaraan Nasional Tenis Meja Tahun 2025, resmi digelar di Kalimantan Selatan, setelah dibuka Gubernur Muhidin, diwakili Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Ariadi Noor, di GOR Hasanuddin HM, Senin (24/11).

Kejurnas Tenis Meja 2025 resmi dibuka.

Dalam sambutannya yang dibacakan Ariadi Noor, Gubernur menyampaikan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sangat mengapresiasi dan mendukung pelaksanaan Kejurnas Tenis Meja ini.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, saya menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada panitia pelaksana, PB PTMSI, KONI, para sponsor serta seluruh pihak yang telah bekerja keras sehingga kejurnas ini terselenggara,” ungkapnya.

Gubernur berharap, kejurnas ini dapat memberikan manfaat sebesar besarnya, tidak hanya sebagai ajang kompetisi untuk meraih prestasi, tetapi juga sebagai wadah mempererat silaturrahmi, meningkatkan sportivitas, serta membangun semangat kebersamaan di antara seluruh atlet, pelatih, official, dari berbagai daerah yang ada di Indonesia.

“Kalsel merasa bangga dan terhormat menjadi tuan rumah Kejurnas Tenis Meja ini,” ucapnya.

Selain menjadi ajang prestasi, lanjut Gubernur, kejurnas ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat pembinaan olahraga, memperluas minat masyarakat, dan mengukur kualitas atlet atlet terbaik dari seluruh Indonesia.

“Saya berharap, para atlet yang bertanding dapat menunjukkan performa terbaiknya, menjunjung tinggi semangat fair play, dan menjadikan rally, setiap pukulan, dan setiap set sebagai pengalaman berharga untuk meningkatkan kualitas diri,” ujarnya.

Jadikan kompetisi ini sebagai ruang bertumbuh, bukan semata mencari kemenangan. Karena sejatinya, menurut Gubernur, kemenangan terbesar adalah ketika mampu mengalahkan rasa takut, rasa ragu, dan keterbatasan dalam diri masing masing.

“Kepada para pelatih dan ofisial, saya berharap dapat memberikan pendampingan yang terbaik, membimbing atlet dengan penuh dedikasi, serta menjaga semangat kebersamaan dan persaudaraan antar daerah,” ucapnya.

Gubernur menegaskan, untuk para wasit dan juri agar dapat menjalankan tugas dengan penuh integritas, objektivitas, dan profesionalisme. Sebab, keberhasilan kejuaraan tidak hanya ditentukan kualitas atlet, tetapi juga keadilan dan ketegasan seluruh perangkat pertandingan.

“Semoga kehadiran Kejurnas Tenis Meja 2025 di Kalsel mampu memberikan dampak positif bagi sektor olahraga, pariwisata, hingga perekonomian lokal,” ucap Gubernur.

Sementara itu, Ketua Panitia Kejurnas Tenis Meja Kalsel, Ahmad Faridi mengatakan, kejurnas ini diikuti total 500 peserta dari 23 provinsi di Indonesia, dan mempertandingkan 17 kategori. Terdiri dari kelompok umur serta dewasa, dengan memakai sistem gugur..

Kejurnas Tenis Meja Tahun 2025 ini, dihadiri langsung Ketua Umum Pengurus Besar Pesatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB PTMSI) Peter Layardi Lay, Ketua PTMSI Kalsel Surya Dharma, dan Sekretaris PTMSI Kalsel Irwansyah. (SRI/RIW/EYN)

RSGM dan DWP Gusti Hasan Aman, Gelar Pemeriksaan Gigi dan Kesehatan Gratis

BANJARMASIN – Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Gusti Hasan Aman Kalimantan Selatan, bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP), menggelar bakti sosial pemeriksaan gigi dan pemeriksaan kesehatan umum gratis. Kegiatan dipusatkan di kawasan Siring Menara Pandang, Banjarmasin, sekaligus dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) dan HUT ke-26 DWP , Minggu (23/11) pagi.

Plt Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, Mashuda (ditengah).

Plt Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, Mashuda menjelaskan, bakti sosial ini bersifat gratis dan menyasar seluruh lapisan masyarakat, meliputi pemeriksaan gigi serta pemeriksaan kesehatan umum. seperti pengecekan kolesterol, gula darah, asam urat, dan tekanan darah.

Pihaknya juga memberikan edukasi kesehatan mulut khusus untuk anak-anak dengan memperagakan dan mengajarkan teknik menyikat gigi yang benar, sekaligus membagikan informasi, agar kebiasaan sehat dipraktikkan di rumah.

“Kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat untuk rutin memeriksakan kesehatan gigi dan kondisi tubuh secara berkala. Pemeriksaan dini dapat mencegah masalah yang lebih serius di kemudian hari,” katanya kepada wartawan di sela-sela kegiatan.

Disampaikan Mashuda, kegiatan ini merupakan bentuk nyata pelayanan kesehatan yang mendekatkan fasilitas kesehatan kepada masyarakat. Sekaligus menunjukkan peran aktif organisasi wanita, dalam gerakan kesehatan masyarakat dan pemberdayaan lokal. sejalan dengan misi sosial DWP untuk ikut meningkatkan kualitas hidup keluarga dan masyarakat melalui berbagai kegiatan kesehatan, pendidikan, dan sosial.

“Melalui sosialisasi cara menyikat gigi bagi anak-anak, merupakan langkah preventif sejak dini mencegah stunting,” jelasnya

Lebih lanjut Mashuda menambahkan, untuk menjamin layanan yang komprehensif, RSGM menurunkan tim medis lengkap selama kegiatan berlangsung. Terdiri dari dokter gigi, dokter umum, perawat gigi, dan tenaga kesehatan pendukung lainnya.

“Kita sangat mengapresiasi tingginya antusiasme warga yang hadir melebihi target 100 orang lebih dari anak-anak, usia produktif hingga lansia,” tutupnya.

Foto bersama

Kegiatan bakti sosial dibuka secara resmi Plt. Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, Mashuda, didampingi jajaran struktural RSGM, perwakilan DWP Provinsi, pengurus DWP RSGM, Dekan Fakultas Kedokteran Gigi, serta pengurus Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) baik tingkat kota maupun wilayah Kalsel. (NHF/RIW/EYN)

Sisa Dua Hari, Atlet Pelajar Kalsel Berkesempatan Raih Kemenangan di POPNAS dan PEPARPENAS 2025

JAKARTA – Di sisa pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) dan Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (PEPARPENAS) Tahun 2025 di Jakarta, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel Pebriadin Hapiz, meminta kepada seluruh atlet Pelajar Kalsel, agar memanfaatkan waktu tersisa, untuk meraih kemenangan.

Kadispora Kalsel, Pebriadin Hapiz.

“Tersisa waktu 2 hari lagi, untuk adik adik pelajar agar dapat berjuang, masih ada kesempatan, tunjukkan yang terbaik,” ungkap Pebriadin, usai mengunjungi pertandingan cabor panjat tebing POPNAS Tahun 2025 di Jakarta, Jumat (7/11).

Seperti pesan Gubernur Kalsel Muhidin pada saat pelepasan, lanjutnya, semangat sampai akhir pertandingan, dengan semboyan Pantang Manyarah Waja Sampai Kaputing, harus terus bergelora dalam diri para atlet.

“Jaga nama baik Provinsi Kalimantan Selatan, dengan menunjukkan prestasi yang terbaik,” ucapnya.

Karena, tambah Pebriadin, ajang POPNAS dan PEPARPENAS ini merupakan pembuktian pembinaan selama ini, dapat berjalan dengan baik di Provinsi Kalimantan Selatan.

“Pada kesempatan ini Dispora Kalsel juga berdiskusi dengan pihak pihak berkompeten dari Kemenpora, untuk membandingkan pembinaan dengan daerah lainnya,” ucapnya.

Mengingat, tutur Pebriadin, pembinaan atlet pelajar ini, berjenjang dari usia dini, pelajar,  mahasiswa hingga menjadi atlet senior.

“Dari mereka inilah, dipersiapkan untuk atlet atlet yang dapat bertanding pada Pra Pekan Olahraga Nasional mendatang,” ujarnya.

Sehingga dalam melakukan pembinaan diperlukan pembenahan lebih lanjut.

“Hasil dari POPNAS dan PEPARPENAS ini akan menjadi evaluasi Dispora Kalsel, terhadap pembinaan atlet,” ucapnya.

Pebriadin menilai POPNAS ini menjadi momentum penting, untuk memetakan potensi dan kelemahan, terutama dalam pembinaan usia dini.

“Pembinaan ke depan harus lebih selektif dan berbasis kualitas, bukan sekadar kuantitas atlet yang diberangkatkan dalam kejuaraan, kita fokus pada atlet yang benar benar potensial dan bisa berkembang,” ucap Pebriadin. (SRI/RIW/EYN)

Semarakkan HKN ke-61, BKOM Kalsel Menggelar Festival Aerobic 2025

BANJARBARU – Dalam rangka memeriahkan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61, Balai Kesehatan Olahraga Masyarakat (BKOM) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Festival Aerobic 2025 bertema Bekerja Bersama Merangkul Semua, Wujudkan Generasi SEGAR (Sehat dan Bugar), di GOR Rudy Resnawan, Banjarbaru, Kamis (6/11).

Kegiatan dibuka secara resmi Wakil Gubernur Kalimantan Selatan melalui Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, Diauddin.

Diauddin menyampaikan apresiasi terhadap terselenggaranya Festival BKOM Aerobic, yang dinilai sejalan dengan tema Hari Kesehatan Nasional ke-61 tahun 2025, yaitu Generasi Sehat, Masa Depan Hebat. Terlebih kegiatan ini tidak hanya untuk masyarakat umum, tapi juga melibatkan anak-anak sekolah.

“Mudah-mudahan dengan mereka gemar berolahraga, generasinya akan sehat dan masa depan bangsa akan semakin hebat,” ujarnya.

Diauddin juga meminta festival olahraga seperti aerobik dapat digelar lebih intens, mengingat olahraga ini menjadi bagian penting dalam membentuk pola hidup sehat masyarakat menuju Indonesia Emas 2045.

“Kegiatannya tidak harus besar seperti sekarang, tapi yang penting berkelanjutan agar para pecinta olahraga, khususnya aerobik, punya ruang untuk berekspresi,” tambahnya.

Kepala BKOM Kalsel, Susi Hermina, menjelaskan, bahwa pemilihan aerobik sebagai olahraga utama festival ini didasarkan pada semangat inklusivitas.

“Aerobik ini digemari semua kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa. Karena itu kami jadikan sebagai lomba utama untuk menyemarakkan HKN ke-61,” jelasnya.

Ia juga menanggapi arahan Kepala Dinas Kesehatan agar kegiatan semacam ini dilaksanakan lebih sering.

“Insya Allah tahun depan kami akan berusaha melaksanakan minimal dua kali, bahkan mungkin empat kali seperti harapan beliau. Tapi tentu kami akan evaluasi dulu dari hasil kegiatan tahun ini,” ujarnya.

Menurutnya, Festival BKOM Aerobic juga menjadi bentuk apresiasi bagi para member aktif BKOM yang rutin mengikuti kegiatan olahraga seperti aerobik, zumba, dan poundfit setiap hari.

Susi juga mengungkapkan, tahun ini merupakan kali pertama pihaknya membuka kategori lomba bagi anak-anak sekolah dasar (SD) sebagai upaya mengenalkan olahraga sejak usia dini.

“Kami ingin anak-anak mencintai olahraga sejak kecil. Jangan sampai mereka lebih akrab dengan gadget daripada bergerak secara fisik,” pungkasnya.

Festival BKOM Aerobic 2025 mempertandingkan enam kategori, yaitu SD, pemula, instruktur, SKPD, poundfit, dan aerobik umum, dengan total peserta sekitar 400 orang dari Kota Banjarmasin, Banjarbaru dan Kabupaten Banjar.  (SYA/RIW/EYN)

Kunjungi Venue POPNAS 2025, Kadispora Beri Semangat Atlet Pelajar Kalsel

JAKARTA – Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel, Pebriadin Hapiz, mengunjungi atlet pelajar Banua, yang sedang berjuang menorehkan prestasi, di ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) serta Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (PEPARPENAS) Tahun 2025 di Jakarta. Diantaranya saat pertandingan Renang Paralimpik, Angkat Besi, serta Panjat Tebing, Rabu (5/11) dan Kamis (6/11).

“Kunjungan yang dilakukan ini, untuk memberikan motivasi kepada atlet pelajar Kalsel, yang bertanding di POPNAS dan PEPARPENAS tahun ini,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan.

Dimana, lanjut Pebriadin, kehadirannya diharapkan dapat meningkatkan semangat juang para atlet pelajar Kalsel di POPNAS dan PEPARPENAS.

“Kehadiran kami di sini untuk memberikan semangat juang kepada para atlet pelajar, baik yang bertanding di POPNAS maupun PEPARPENAS. Kami ingin para atlet ini merasakan bahwa pemerintah hadir untuk mendukung,” ucapnya.

Setelah kunjungan ini, Pebriandi berharap, cabang olahraga yang mengikuti POPNAS dan PEPARPENAS dapat meningkatkan raihan prestasi agar dapat lebih baik lagi kedepannya.

“Kami menilai keikutsertaan atlet dalam ajang nasional ini bukan hanya soal hasil, tetapi juga sebagai dari proses pembinaan prestasi Olahraga di Kalimantan Selatan,” ucapnya.

Karena itu, POPNAS dan PEPARPENAS menjadi ajang untuk menguji hasil latihan dan sistem pembinaan yang telah berjalan selama ini.

“Selama ini para atlet pelajar ini sudah diberikan waktu latihan, maka sekarang mereka kami beri kesempatan  bertanding, sehingga hasil ini untuk melihat bagaimana pembinaan prestasi kita berjalan,” tutur Pebriadin.

Pada kesempatan tersebut, Kadispora juga memberikan dukungan bagi atlet disabilitas, yang bertanding di PEPARPENAS.

“Kalsel ingin mempertahankan tradisi prestasi khususnya pada nomor nomor yang sebelumnya mendominasi,” ucapnya.

Sedangkan, pada kategori disabilitas, tambahnya, Kalsel diharapkan dapat mempertahankan dominasi juara.

“Bagi atlet yang sudah berhasil meraih medali emas, agar tidak cepat puas dan terus menjaga konsistensi raihan prestasi,” ucapnya.

Dan, tambah Pebriadin, Dispora Kalsel terus melakukan perbaikan pembinaan, karena itu para atlet diminta untuk terus berlatih dan mengembangkan diri.  (SRI/RIW/EYN)

Angkat Besi, Jadi Cabor Ketiga Penyumbang Medali Emas POPNAS 2025

JAKARTA – Cabang olahraga angkat besi, berhasil menambah pundi pundi medali emas untuk Provinsi Kalimantan Selatan, pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) Tahun 2025 di Jakarta.

Pelatih angkat besi Kalsel Suyati mengatakan, atlet cabor angkat besi Muhammad Rafiq Al Bukhory, berhasil meraih medali emas pada kelas 65 kilogram putra angkatan snatch 116 kilogram, serta medali perak pada angkatan clean and jerk 135 kilogram.

“Keberhasilan ini diluar prediksi kami, karena pada POPNAS ini kami hanya meminta agar seluruh atlet angkat besi, memberikan angkatan terbaiknya,” ungkap Suyati, kepada sejumlah wartawan, Rabu (5/11).

Pengalungan medali emas kepada M Rafiq Al Bukhory.

Namun, lanjutnya, apabila para atlet berhasil mendapatkan medali, maka itu merupakan bonus, dari latihan keras yang dilakukan selama in.

“Fokus utama kami bukan pada tekanan meraih medali, melainkan proses pembinaan dan capaian terbaik setiap atlet pada saat pertandingan,” ujarnya.

Menurut Suyati, tekanan berlebihan justru berdampak negatif bagi mental atlet. Untuk itu pembinaan yang baik, disiplin latihan, serta motivasi yang kuat adalah kunci keberhasilan.

“Hasil tidak mendustai usaha, Alhamdulillah satu emas serta satu petak ini, seperti mencabut sesuban yang artinya beban kami sudah lepas,” ucapnya.

Pada pelaksanaan POPNAS Tahun 2025 di Jakarta ini, cabor angkat besi Kalsel mengirimkan 9 atlet, terdiri dari 5 atlet putra serta 4 atlet putri.

Sementara itu, atlet cabor angkat besi, peraih emas POPNAS untuk Provinsi Kalimantan Selatan,  Muhammad Rafiq Al Bukhory, ternyata bercita cita menjadi polisi.

“Saya mengucapkan rasa syukur atas raihan medali emas dan perak POPNAS Kalsel. Keberhasilan ini merupakan kerja keras yang dilakukan, serta bimbingan yang diterima dari para pelatih angkat besi Kalsel,” ungkapnya.

Pelajar kelas 3 SMA Negeri 2 Banjarmasin ini berharap, keberhasilan yang Ia raih ini dapat membawanya mencapai cita cita menjadi polisi melalui jalur prestasi.

“Saya memiliki cita cita menjadi polisi,” ucapnya.

Karena itu, Ia berharap pemerintah serta pihaknya lainnya, dapat memberikan dukungan tersebut.

“Saya berharap pemerintah dapat mendukung cita cita saya tersebut,” ujar Rafiq. (SRI/RIW/EYN)

Tinjau Cabor POPDA 2025, Ini Harapan Wagub Hasnuryadi

Banjarmasin – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman didampingi Plt Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalsel, Fitri Hernandi melakukan peninjauan pertandingan di cabang olahraga (cabor) panjat tebing serta gulat pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kalsel Tahun 2025 di Kota Banjarmasin, Minggu (18/5).

Hasnuryadi mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sangat bangga dengan kemampuan dari atlet pelajar yang mengikuti POPDA Tahun 2025 di Kota Banjarmasin.

“Kita sangat bangga, dengan atlet pelajar yang mengikuti POPDA ini,” ungkap Hasnuryadi, kepada sejumlah wartawan.

Sehingga diharapkan, lanjutnya, ajang POPDA ini dapat menjadi media bagi pemerintah serta orangtua untuk bersama sama membentuk karakter anak.

“Ajang POPDA ini tidak hanya mencari prestasi tetapi juga dapat menjunjung tinggi nilai nilai disiplin serta sportivitas dalam meraih prestasi,” ujarnya.

Saat menyaksikan langsung pertandingan panjat tebing dan gulat, Hasnuryadi mengakui kemampuan atlet pelajar yang sudah sangat baik, serta kompak satu dengan lainnya.

“Maka dengan semangat tersebut dapat mengabdi pada Banua, serta negara kita yang tercinta, untuk kemajuan bersama di bidang olahraga,” ujar Hasnuryadi.

Mengingat, lanjutnya, ajang POPDA ini merupakan pertandingan yang berjenjang, maka diharapkan para atlet pelajar ini, dapat terus meningkatkan kemampuan untuk meraih prestasi terbaik.

Pada kesempatan ini, Wagub Hasnuryadi Sulaiman yang datang didampingi istri, drg. Ellyana Trisya, ikut mengalungkan medali kepada para pemenang pada cabor panjat tebing. (SRI/RIW/EYN)

Cabor Triathlon Mulai Diminati Masyarakat Kalsel

BANJARMASIN – Cabang Olahraga (Cabor) Triathlon, mulai diminati masyarakat Kalimantan Selatan. Salah satu buktinya adalah, dengan banyaknya peserta pada Lomba Triathlon yang digelar Korem 101/Antasari belum lama tadi, dalam rangka peringatan hari jadinya.

Seiring dengan itu, menurut Ketua Federasi Triathlon Indonesia (FTI) Kalimantan Selatan Budiono, perkembangan Federasi Triathlon di Provinsi Kalimantan Selatan, juga semakin berkembang pesat.

“Terbukti dengan berdirinya hampir 10 Federasi Triathon di  Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Selatan ini,” ungkap Budiono.

Pihaknya berharap dengan adanya FTI di daerah, maka akan semakin banyak lagi lomba yang digelar kedepannya.

Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel, Budiono.

“Harapannya, event Triathlon tidak hanya dilaksanakan di Kota Banjarmasin serta Banjarbaru, tetapi juga didaerah lainnya di Banua,” ucap Budiono.

Sehingga semakin meningkat minat warga untuk mengikuti olahraga tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Budiono juga menyampaikan, prestasi atlet triathlon asal Provinsi Kalimantan Selatan yang akan mewakili Indonesia, pada Sea Games 2025 mendatang.

“Satu atlet triathlon Kalsel berhasil mengikuti pemusatan pelatihan Sea Games 2025 di Thailand, atas nama Azizah Khusnul Qotimah”, ungkapnya

Prestasi ini, menurut Budiono, tentunya sangat membanggakan Provinsi Kalimantan Selatan di tingkat Nasional.

“Selain itu, usia atlet tersebut masih 16 tahun sehingga memiliki potensi yang sangat besar untuk mencapai prestasi,” tutup Budiono.

Pada PON Aceh Sumut lalu, Azizah diketahui  bertanding pada nomor duathlon serta triathlon. (SRI/RIW/EYN)

2024, RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel Raih Berbagai Penghargaan

BANJARMASIN – Selama tahun 2024, Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Gusti Hasan Aman Kalimantan Selatan, telah meraih berbagai penghargaan.

Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel Teguh Hadianto, baru-baru tadi mengatakan, untuk penghargaan Peringkat I Tenaga Kesehatan Teladan Tingkat Provinsi Kalsel, diraih Pramuda Khairunnisa, dengan inovasi “Kak Naga” (Kendali Plak dengan Buah Naga), kemudian Inovasi “MBangking” (Mobil Ambulan Dental Keliling) diraih Hastria Rainy.

Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel Teguh Hadianto, saat melakukan Penandatangan Perjanjian Kinerja dan Pakta Integritas

Selanjutnya inovasi Yunny Mahriani, “Si Gulati Cah Rani” (Skrining Gigi, Mulut dan Antropometri pada Remaja Putri sebagai Pencegahan Stunting Secara Dini), dan Inovasi Mashuda, “Bekantan Nasar” (Sistem Informasi Kalibrasi Kerusakan Alat dan Ketersediaan Prasarana) mendapat Peringkat ke II kategori tenaga ASN Pengawas dari Badan Kepegawaian Daerah Tingkat Provinsi Tahun 2024, serta

Inovasi Winda Ariani “Si Kepo” (Aplikasi Kepuasan Pasien Online) berhasil menduduki peringkat 10 terbaik pada Kalsel Inovation Award Tahun 2024.

“Alhamdulillah, dengan lomba ini memberi dorongan kepada para nakes lain untuk bekerja lebih bagus,” ucap Teguh.

Disampaikan Teguh, lomba inovasi memberikn kesempatan kepada para nakes untuk berinovasi dan berkreasi, untuk maju berkembang ke depannya. Termasuk penghargaan Apresiasi Media Pemprov Kalsel 2024  peringkat II Kategori Media Massa Online, dan Terbaik II Pengurus Utamaan Gender Tingkat Provinsi Kalsel.

Teguh berharap, tahun 2025 ini akan lebih banyak lagi nakes berprestasi, dan mengharumkan nama Kalsel hingga ke tingkat Nasional.

“Kami juga mendapat penghargaan SKPD Terbaik III Penyelesaian 100% Disparita Data,” jelasnya

Lebih lanjut Teguh menambahkan,

sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan khususnya di bidang Gigi dan Mulut, Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Gusti Hasan Aman melakukan Penandatanganan Perjanjian Kinerja dan Pakta Integritas.

Tujuannya, untuk  memberikan kinerja yang akuntabel, transparan dan professional, khususnya dalam pelayanan  kepada seluruh lapisan masyarakat.

Selain itu, tahun ini, pengelolaan RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel sudah berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), dengan dukungan anggaran sebesar Rp15 miliar.

“Mari bekerja sesuai tugas, fungsi dan ketentuan berlaku, dengan menjalankan program yang telah disusun,” tutupnya.

Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel dengan Mashuda, Peringkat ke II kategori tenaga ASN Pengawas dari Badan Kepegawaian Daerah Tingkat Provinsi Tahun 2024

Untuk diketahui, total PNS untuk RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel ada sebanyak 109 orang, PPPK sebanyak 43 orang dan Non ASN sebanyak 72 orang. (NHF/RIW/EYN)

Realisasi Vaksinasi PMK KalSel Capai 112,31 Persen

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Gugus Tugas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), terus bergerak menindaklanjuti arahan Gubernur Kalimantan Selatan, untuk terus bergerak melakukan pencegahan dan pengendalian PMK, dengan terus gencarkan vaksinasi. Yakni untuk mengejar realisasi target sebanyak 4.200 dosis, yang telah dialokasikan di Provinsi Kalimantan Selatan.

Kadisbunnak Provinsi Kalsel Suparmi Sabtu (2/7) mengatakan, sebanyak 4.200 dosis vaksin PMK bantuan dari Kementerian Pertanian RI tersebut telah diterima pada 23 Juni 2022, dan telah didistribusikan pada 24 Juni 2022 ke 12 Kabupaten/ Kota yang sebelumnya didahului dengan rapat koordinasi persiapan pelaksanaan vaksinasi dengan kabupaten/ kota secara online. Dimana salah satunya membangun komitmen untuk menyelesaikan kegiatan vaksinasi pada 29 Juni 2022 dan 30 Juni 2022 dilakukan evaluasi.

“Capaian realisasi vaksinasi PMK di Kalimantan Selatan sampai dengan 30 Juni 2022 mencapai 4.717 ekor ternak, atau 112,31 persen dari target 4.200 dosis ruminansia besar. Angka tersebut sudah termasuk 500 dosis (ekor) yang merupakan sisa vaksin dari alokasi BPTU- HPT Pelaihari dan Buffer sebanyak 100 dosis dan telah selesai dilaksanakan pada 30 Juni 2022,” jelas Suparmi.

BPTU- HPT Pelaihari semula mendapat alokasi vaksin PMK dari pusat sebanyak 1.400 dosis, namun karena dosis pada kambing hanya separuh dosis sapi, sehingga hanya memerlukan 900 dosis saja, dan ada kelebihan vaksin sebanyak 5 botol atau setara 500 dosis pada sapi.

“Kelebihan vaksin tersebut telah diserahkan ke Disbunnak provinsi Kalsel dan telah didistribusikan ke Kabupaten Banjar 100 dosis, Batola 100 dosis, HSS 200 dosis dan Kota Banjarbaru sebanyak 100 dosis”, tambahnya.

Sedangkan realisasi vaksinasi di BPTU- HPT Pelaihari dari 900 dosis vaksin yang diterima telah divaksinasikan pada sapi sebanyak 180 dosis( ekor) dan pada kambing sebanyak 1.270 dosis (ekor) angka tersebut termasuk vaksinasi PMK pada ternak lingkungan sekitar BPTU-HPT Pelaihari sebanyak 52 ekor terdiri dari 18 dosis (ekor) pada sapi dan 34 dosis (ekor) pada kambing serta vaksinasi PMK pada ternak sapi yang ada di SMK Pelaihari sebanyak 29 dosis (ekor). (DISBUNNAKKALSEL-RIW/RDM/APR)

Exit mobile version