Ombudsman RI: Jaminan Keselamatan Transportasi Membutuhkan Solusi Sistemik

Jakarta – Ombudsman RI menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden kecelakaan perkeretaapian di Bekasi, Jawa Barat, yang mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka.

Peristiwa ini merupakan tragedi kemanusiaan sekaligus pengingat serius bahwa pelayanan publik di sektor transportasi massal bukan sekadar persoalan kasuistik, melainkan persoalan sistemik dan mendasar.

Taruhannya mencakup keselamatan masyarakat, keandalan sistem, perlindungan pengguna, serta tata kelola pelayanan publik secara menyeluruh.

Hal ini disampaikan Anggota Ombudsman RI, Robert Na Endi Jaweng yang ditemui pada Rabu (29/4) di Kantor Ombudsman RI, Jakarta Selatan.

Sebagai lembaga negara pengawas penyelenggaraan pelayanan publik, Robert menyampaikan bahwa Ombudsman RI memandang, bahwa insiden ini tidak dapat dilihat semata sebagai kecelakaan teknis operasional.

“Peristiwa ini harus ditempatkan dalam kerangka evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pelayanan publik. Transportasi publik merupakan layanan dasar yang menyangkut hak masyarakat untuk memperoleh layanan yang aman, layak, pasti, dan bertanggung jawab,” tegas Robert.

Keselamatan masyarakat adalah prinsip utama dalam pelayanan publik. Oleh karena itu, setiap kegagalan sistem yang berpotensi menimbulkan korban harus menjadi perhatian serius seluruh penyelenggara layanan.

Operator tidak boleh hanya berorientasi pada kelancaran operasional, tetapi wajib memastikan bahwa keselamatan pengguna menjadi prioritas utama dalam setiap aspek pelayanan.

Ombudsman RI menilai, insiden ini harus menjadi momentum evaluasi besar terhadap potensi maladministrasi dalam tata kelola pelayanan transportasi.

Hal tersebut dapat berupa kelalaian prosedural, lemahnya mitigasi risiko, tidak optimalnya koordinasi antarpenyelenggara, hingga potensi pengabaian terhadap standar keselamatan pelayanan.

Risiko yang berulang tidak boleh dibiarkan dan harus segera dikoreksi secara menyeluruh.

Ombudsman RI menegaskan akan menjalankan fungsi pengawasan secara aktif terhadap tindak lanjut penanganan insiden ini, khususnya untuk memastikan terpenuhinya hak-hak masyarakat sebagai pengguna layanan publik.

Korban dan keluarga berhak memperoleh penanganan yang cepat, kompensasi yang layak, informasi yang transparan, serta akses pelayanan tanpa diskriminasi.

Masyarakat juga berhak mengetahui secara terbuka hasil evaluasi serta langkah korektif yang dilakukan oleh penyelenggara layanan.

Peristiwa ini harus mendorong pemerintah, operator perkeretaapian, dan seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan audit menyeluruh terhadap standar keselamatan, sistem pengendalian operasional, manajemen risiko, serta pola respons darurat.

Pengawasan pelayanan publik tidak boleh berhenti pada penyelesaian insiden, tetapi harus diarahkan pada reformasi sistem guna mencegah kejadian serupa terulang.

Ombudsman RI berpandangan, bahwa reformasi pelayanan publik di sektor transportasi harus menempatkan pengguna sebagai pusat layanan.

Modernisasi teknologi, penguatan standar keselamatan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, transparansi informasi publik, serta penguatan mekanisme pengaduan masyarakat harus menjadi agenda prioritas.

Kepercayaan publik terhadap transportasi massal hanya dapat dipulihkan apabila negara hadir secara nyata melalui pengawasan yang efektif, akuntabilitas yang tegas, dan langkah korektif yang berorientasi sistemik.

Tragedi ini tidak boleh berhenti sebagai peristiwa sesaat, tetapi harus menjadi titik balik untuk memperkuat kualitas pelayanan publik di Indonesia.

Ombudsman RI menegaskan komitmennya untuk terus mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik di sektor transportasi, demi memastikan bahwa keselamatan masyarakat benar-benar menjadi prioritas utama. (OmbudsmanRI-RIW/EPS)

Matangkan Arah RKPD 2027 Berbasis SDM dan Investasi Unggulan, Kalsel Gelar Forum Konsultasi Publik,

Banjarbaru – Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) sebagai bagian dari tahapan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2027, Selasa (10/2).

Forum ini mengusung tema “Penguatan Sumber Daya Manusia dan Investasi di Sektor Unggulan Perekonomian dengan Dukungan Infrastruktur yang Berkualitas”, serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari stakeholder pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM), hingga organisasi profesi.

Peluncuran FKP penyusunan RKPD Kalsel tahun 2027 oleh Kepala Bappeda Kalsel, Sekda Kalsel dan Ketua DPRD Kalsel

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, dalam sambutannya menegaskan, bahwa forum konsultasi publik merupakan bagian krusial dalam proses perencanaan pembangunan daerah yang partisipatif.

“Forum ini menjadi ruang penting untuk merumuskan arah pembangunan daerah. Partisipasi publik sangat dibutuhkan agar arah pembangunan tidak hanya disusun oleh pemerintah, tetapi juga mempertimbangkan pandangan seluruh unsur, baik dari pusat hingga daerah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, hasil FKP akan menjadi bahan perumusan RKPD yang berfungsi sebagai dokumen strategis tahunan pemerintah daerah, sekaligus menjabarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) ke dalam program dan kegiatan yang terukur serta lintas sektor.

“Melalui RKPD inilah arah pembangunan dan anggaran daerah ditetapkan setiap tahun, sekaligus memastikan pengelolaan sumber daya berjalan efektif dan efisien,” tambahnya.

Sekda menegaskan, tema RKPD Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2027 sejalan dengan visi dan misi pembangunan daerah serta mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

“Tema ini menegaskan komitmen kita untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia, mendorong investasi produktif di sektor unggulan, serta memastikan dukungan infrastruktur yang menopang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Ini juga bagian dari kontribusi daerah dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Provinsi Kalimantan Selatan, Suprapti Tri Astuti, menjelaskan bahwa FKP merupakan rangkaian awal menuju pembahasan yang lebih teknis hingga Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2026 untuk kegiatan Tahun 2027.

“Seluruh perencanaan yang kita susun harus selaras dengan RPJMN, Asta Cita, RPJMD, visi misi Gubernur, hingga 10 janji Gubernur yang nantinya diterjemahkan ke dalam program dan kegiatan di masing – masing SKPD,” jelasnya.

Ia menambahkan, tantangan utama ke depan adalah bagaimana mengonsolidasikan seluruh arah kebijakan tersebut agar terintegrasi dan tepat sasaran dalam dokumen perencanaan dan penganggaran.

Dari sisi substansi masukan publik, Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Daerah Bappeda Kalsel, Irwan Yunizar, menyebutkan bahwa forum menghasilkan beragam aspirasi strategis dari masyarakat.

“Kami menerima banyak masukan, di antaranya terkait mitigasi banjir yang perlu disusun dalam sebuah grand design, sehingga penanganan tidak hanya bersifat reaktif saat bencana terjadi, tetapi juga preventif,” ujarnya.

Selain itu, perhatian terhadap kelompok rentan juga menjadi sorotan, khususnya terkait penguatan keberpihakan terhadap penyandang disabilitas.

“Masukan dari kelompok difabel juga cukup kuat. Meski program-program inklusif sudah berjalan, baik melalui Dinas Sosial maupun Dinas Pendidikan dengan sekolah inklusi, namun ini menjadi pengingat agar keberpihakan tersebut terus diperkuat,” tambahnya. (SYA/RIW/EPS)

Target Respon Kebakaran 15 Menit, DPKP Banjar Bentuk Pos Damkar Mataraman

Banjar – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Banjar, resmi membentuk pos sektor pemadam kebakaran di Kecamatan Mataraman, terhitung sejak Minggu (1/2), sebagai upaya mempercepat layanan pemadaman dan penyelamatan bagi masyarakat.

Kepala DPKP Kabupaten Banjar, Agus Siswanto mengatakan, sektor Mataraman telah mulai beroperasi dengan dukungan satu unit fire truck berkapasitas 4.000 liter serta sembilan personel yang dialihkan dari markas induk.

Kepala DPKP Banjar, Agus Siswanto

“Subsektor Mataraman sudah terbentuk dan mulai berjalan. Kami tempatkan satu unit mobil pemadam dan sembilan personel untuk mendukung pelayanan pemadaman dan penyelamatan di wilayah tersebut,” ujar Agus, Senin (2/2).

Menurutnya, pembentukan sektor ini bertujuan memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) sesuai Permendagri Nomor 114 Tahun 2018, yang menetapkan waktu tanggap penanganan kebakaran maksimal 15 menit.

Untuk mencapai target tersebut, DPKP memperpendek jarak layanan dengan membentuk sektor pemadam di tingkat kecamatan.

Saat ini, DPKP Kabupaten Banjar telah memiliki dua sektor pemadam, yakni di Kecamatan Gambut dan Kecamatan Mataraman. Pada tahun 2026, DPKP juga menargetkan pembentukan sektor baru di Kecamatan Simpang Empat, dengan lahan yang telah disiapkan di samping kantor kecamatan setempat.

“Ke depan, kami berharap setiap kecamatan memiliki minimal satu sektor pemadam kebakaran dan penyelamatan agar pelayanan kepada masyarakat semakin cepat,” pungkasnya. (SYA/RIW/EPS)

Rumuskan Solusi Hadapi Bencana, KADIN Kalsel Optimis Ekonomi Banua Membaik di 2026

BATOLA – Memulai tahun 2026, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kalsel, mengawalinya dengan menggelar Forum Group Discussion (FGD) dengan tema “Melihat Ekonomi 2026, dan Solusi Ekologi untuk Menghindari Bencana di Kalimantan Selatan”. Bertempat di salah satu rumah makan kawasan Handil Bakti Kabupaten Batola, pada Rabu (28/1), FGD dibuka langsung Ketua Umum KADIN Kalsel, Shinta Laksmi Dewi.

Ketua Umum KADIN Kalsel saat memberikan sambutan.

Kepada wartawan, Shinta Laksmi Dewi mengatakan, FGD digelar, salah satunya untuk menganalisa dan memproyeksikan tantangan ekonomi Kalimantan Selatan tahun 2026. Terutama pada kondisi bencana banjir, yang mengawali dimulainya tahun 2026.

“Alhamdulillah kita menutup 2025 dengan pertumbuhan 5,2 persen.  Dan mudah-mudahan di 2026, walaupun kita mengawalinya dengan bencana, kita harapkan nanti ada ekonomi yang bertumbuh,” harap Shinta.

Lebih lanjut Shinta menekankan, bahwa tugas KADIN adalah untuk mengawal pertumbuhan ekonomi dapat sejalan dengan program pemerintah, terutama melalui sejumlah program pembangunan

“Dari segi infrastruktur, dulu lebih banyak berperan dalam peningkatan PAD. Tapi saat ini kami melihat, MBG cukup kuat untuk menggerakkan PAD di Kalimantan Selatan,” tambahnya

Empat narasumber FGD KADIN Kalsel.

Selain membahas prospek ekonomi Kalsel di tahun 2026, FGD yang diikuti pengurus dan anggota KADIN Kalsel, asosiasi /himpunan, pelaku usaha, akademisi, serta pemangku kepentingan terkait ini, juga membahas dan mengkaji dampak kebijakan ekonomi dan pembangunan, terhadap lingkungan hidup, serta merumuskan solusi ekologis dan tata ruang berkelanjutan untuk mitigasi bencana.

“Kami berharap bahwa kebencanaan yang terjadi di awal tahun ini, tidak akan berulang, sehingga kita dapat memulai kembali ekonomi tahun 2026,” harapnya.

FGD yang digelar KADIN Kalsel ini, menghadirkan narasumber dari unsur pemerintahan, akademisi, pengamat dan juga pemerhati lingkungan. Yakni Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalsel, Adhi Maulana, Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis ULM, Dr Yunani, Direktur Eksekutif WALHI Kalsel, Raden Rafiq Sepdian Fadel Wibisono, dan Pengamat Tata Ruang Kalsel, Akbar Rahman. (RIW/EYN)

Peringati Hari Anak Nasional, BESTY PPA Kota Banjarmasin Dapat Apresiasi

BANJARMASIN – Pemerintah bersama Forum Anak Kota Banjarmasin, memperingati Hari Anak Nasional serta Gebyar PAUD Tahun 2025, di Mahligai Pancasila, Rabu (20/8). Kegiatan dibuka Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin serta Bunda PAUD Banjarmasin Nelly Listriani.

Walikota Banjarmasin, Muhammad Yamin.

Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin mengatakan, Pemerintah Kota Banjarmasin memberikan apresiasi atas pelaksanaan Peringatan Hari Anak Nasional ini.

“Meski, saat ini masih banyak persoalan anak yang perlu penanganan lebih serius,” ungkapnya.

Yamin berharap, Pemerintah Kota Banjarmasin dapat memberikan perlindungan terhadap anak anak di kota ini.

Dalam kesempatan tersebut,  Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, memberikan dukungan kepada Pemerintah Kota Banjarmasin dalam upaya penanganan kekerasan terhadap anak.

Seperti yang disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana DP3AKB Kalsel, Husnul Hatimah.

Kepala DP3AKB Kalsel, Husnul Hatimah.

Husnul mengatakan, program-program perlindungan anak yang ada di pemerintah kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Selatan, tentunya mendapatkan dukungan.

Seperti, lanjutnya, program BESTY PPA atau Bersama Edukasi Siswa Tentang Bullying Perlindungan Perempuan dan Anak di Pemerintah Kota Banjarmasin, perlu mendapat dukungan semua pihak.

“Program BESTY PPA ini merupakan salah satu upaya untuk pencegahan terjadinya perundungan di sekolah sekolah,” ujarnya.

Husnul berharap, tindakan perundungan di dunia pendidikan di Kalimantan Selatan, dapat dicegah secara bersama sama.

Pada kegiatan tersebut, Wali Kota Banjarmasin dikukuhkan sebagai Ayah Forum Anak Kota Banjarmasin, serta Pengukuhan Bersama Edukasi Siswa Tentang Bullying Perlindungan Perempuan dan Anak (Besty) PPA Kota Banjarmasin. (SRI/RIW/EYN)

Laba PAM Bandarmasih Meningkat

Banjarnasin – Perusahaan Air Minum (PAM) Bandarmasih mengalami peningkatan pendapatan atau laba PAM tahun 2024, dibandingkan dengan tahun 2023. Hal ini, terungkap pada press rilis neraca komparatif (Audit) per 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2024, di aula PAM Bandarmasih, Rabu (20/8).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Plt Direktur Utama (Dirut) PAM Bandarmasih Syahrani, didampingi Direktur Operasional (Dirops) Edwarsyah, serta Sekretaris Perusahaan Zulbadi. Hadir pula Plt Dewan Komisaris PAM Bandarmasih yang diwakili Edy Wibowo dan Anni Hanisah.

Plt Direktur Utama PAM Bandarmasih Syahrani mengatakan, berdasarkan hasil penilaian Kemendagri dan PUPR, hasil kerja selama tahun 2024, PAM Bandarmasih mengalami peningkatan dibanding dengan tahun sebelumnya.

“Di tahun 2023, dari total penilaian Kemendagri kita mendapatkan nilai 69,70 dan di tahun 2024 meningkat menjadi 73,86,” ungkap Syahrani, kepada awak media.

PAM Bandarmasih menyampaikan laporan Tahunan 2024 kepada insan media

Sedangkan, lanjutnya, untuk penilaian PUPR, di tahun 2023 mendapatkan nilai 3,94, dan di tahun 2024 meningkat menjadi 4,12.

“Di tahun 2024 kita juga mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), dengan evaluasi kinerja yang baik dan sehat, dan kita juga tetap mempertahankan opini WTP ini selama 24  tahun terakhir,” ucapnya.

Selain hasil kerja yang meningkat, tren NRW PAM Bandarmasih di 2024 mengalami penurunan, berada di angka 28,4% menurun daripada tahun sebelumnya yang mencapai angka 28,7%.

Lebih lanjut, kata  Syahrani, dalam upaya meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan, pihaknya juga telah menganggarkan dana kurang lebih sebesar 300 miliar.

“Jadi dana tersebut untuk melakukan peremajaan pipa, pembuatan reservoir, dan keperluan yang lainnya, dan itu dianggarkan untuk keperluan hingga tahun 2028,” kata Syahrani.

Sementara itu, Plt Komisaris Utama, Edy Wibowo menjelaskan, dari peningkatan hasil tersebut, pihaknya tetap memperhatikan dan meningkatkan sistem pelayanan terhadap pelanggan.

“Saat ini untuk pembenahan dalam jaringan sudah mulai kita lakukan, dan saat ini masih terus berjalan, demi meningkatkan pelayanan kepada para pelanggan,” jelas Edy.

Pemetaan jaringan pipa tua sudah dilakukan, serta koordinasi sesuai dengan komitmen kepala daerah menurunkan tingkat kebocoran. Pengembangan sistem jaringan beriringan dengan pengembangan pesat hunian penduduk hingga bisa terpenuhi hingga ke ujung jaringan.

Edy menjelaskan, pembenahan jaringan memang sudah harus dilakukan, namun dengan kemampuan yang ada dirasa cukup berat sehingga ada peluang untuk menggandeng pihak swasta.

“Karena mengharapkan modal pemerintah agak sulit juga, sehingga kita juga harus bisa mencari dana dari luar, seperti investasi dan yang lainnya,” pungkas Edy. (PAMBANDARMASIH-SRI/RIW/EYN)

Meriahkan HUT RI dan Harjad Provinsi Kalsel,  Gatriwara dan DWP Sekretariat DPRD Kalsel, Gelar Giat Sehat dan UMKM

BANJARMASIN – Dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia, sekaligus Hari Jadi ke-75 Provinsi Kalimantan Selatan, Gabungan Istri Wakil Rakyat (Gatriwara) bersama Sekretariat dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) DPRD Kalsel, menggelar kegiatan sederhana namun penuh makna, Rabu (20/8).

Sekretaris DPRD Provinsi Kalsel, Muhammad Jaini, yang turut membuka acara secara simbolis menyampaikan, acara ini tidak hanya berfokus pada seremoni perayaan, tetapi juga menghadirkan berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat dan keluarga besar DPRD.

Sejumlah layanan kesehatan seperti pemeriksaan kesehatan gratis, konsultasi dokter spesialis, serta penyuluhan pola hidup sehat, menjadi bagian penting kegiatan. Hal ini sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas hidup serta kinerja para pegawai Setwan DPRD Kalsel, beserta keluarganya.

Suasana senam jantung sehat, di halaman DPRD Kalsel

“Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal. Sejumlah stand makanan dan minuman khas Banua turut meramaikan acara, sehingga tidak hanya memberikan suasana kebersamaan tetapi juga mendukung perputaran ekonomi masyarakat,” ucap Jaini.

Disampaikan Jaini, kehadiran UMKM ini menjadi wujud nyata kepedulian panitia dalam memberikan ruang promosi dan pemasaran di tengah momentum bersejarah bangsa.

“Dengan kolaborasi beberapa UMKM yang membuka stand dan ada juga beberapa kawan – kawan yang menyumbangkan makanan-makanan untuk sama-sama kita bagikan untuk memeriahkan hari ini,” tutupnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Gatriwara Kalsel, Rubiaty Herlina Kartoyo, dalam sambutannya juga memberikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini.

“Terima kasih kepada Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, RS Ciputra, Klinik Kinibalu, Bank Kalsel, serta para donatur yang tidak dapat disebutkan satu per satu, dan tentu saja seluruh peserta yang dengan penuh semangat mengikuti kegiatan sejak pagi hari,” ujarnya

Melalui nuansa sederhana, penuh kebersamaan, dan manfaat nyata, kegiatan ini menjadi simbol bahwa peringatan hari besar bangsa tidak harus berlebihan.

Foto bersama

Dengan mengedepankan nilai empati, kesehatan, dan dukungan terhadap UMKM lokal, DPRD Kalsel bersama Gatriwara menunjukkan komitmennya untuk tetap dekat dengan masyarakat dan ikut merasakan denyut kehidupan mereka. (ADV-NHF/RIW/EYN)

Buka Turnamen Tenis Meja Press Room DPRD Kalsel, Ini Harapan Supian HK

BANJARMASIN – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Supian HK berharap, Turnamen Tenis Meja yang digelar Pers Room Kalsel, akan mampu melahirkan atlet muda berprestasi nasional.

Ketua DPRD Kalsel, didampingi Sekwan DPRD Provinsi

Kepada sejumlah wartawan, usai membuka turnamen tenis meja press room DPRD Provinsi, pada Rabu (20/8), Supian HK mengatakan, gelaran turnamen tahun ini sangat tepat, dengan melibatkan peserta dari kalangan umum juga pelajar SMP. Dimana para peserta pelajar akan menjadi aset penting untuk diberikan pembinaan, hingga menjadi atlet di tingkat nasional.

“Kami ingin setelah penyelenggaraan turnamen, pelajar dapat dibina,” ucapnya

Hal senada juga disampaikan Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Provinsi, Adi Santoso. Turnamen ini, menurut Adi, sebagai wadah pencarian bibit atlet berbakat sejak dini. Ke depan untuk kategori pelajar dapat semakin diperluas hingga tingkat SD maupun SMA.

Selain itu, Adi menilai, lomba Domino mulai ramai berkembang dimasyarakat, dan sangat tepat untuk semakin meningkatkan keakraban dalam momen memeriahkan Hari Jadi Provinsi Kalsel maupun HUT Kemerdekaan RI.

“Kami apresiasi lomba yang digelar ini sangat kreatif dan inovatif,” ungkapnya

Sementara itu, Ketua Press Room DPRD Kalsel sekaligus Ketua Panitia, Ipik Gandamana menambahkan, pihaknya berterimakasih dengan tingginya antusiasme peserta setiap tahunnya. Tercatat lebih dari 115 peserta terdaftar, mengikuti turnamen tenis meja yang terbagi dalam tiga kategori. Yakni kelas umum dewasa, pelajar tunggal SMP dan kategori internal DPRD. Sedangkan untuk lomba domino diikuti 80 peserta dari kalangan umum.

“Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perayaan Hari Jadi ke-75 Provinsi Kalsel serta HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, juga bisa berkontribusi nyata bagi pembinaan atlet muda daerah,” tutupnya.

5Foto bersamacaq

Turnamen Tenis Meja Terbuka yang kini memasuki edisi ke-5, akan berlangsung hingga 21 Agustus 2025, di Basement Gedung B DPRD Kalsel. (NHF/RIW/EYN)

Siapkan 3.000 Bibit Cabe, BPTPH Dukung Program Gubernur Muhidin Turunkan Inflasi

Banjarbaru – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalsel, terus memantau kesiapan penyemaian bibit cabe, pada seluruh Unit Pelaksana Tugas (UPT) di bawah naungan DPKP Kalsel. Salah satu UPT di bawah DPKP Kalsel yakni Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Kalsel, yang telah melakukan penyemaian bibit cabe untuk menekan angka inflasi.

Kepala DPKP Kalsel, Syamsir Rahman mengungkapkan, penyemaian 3.000 bibit cabe di BPTPH Kalsel tersebut, dalam upaya pemenuhan bibit cabe yang akan dibagikan kepada semua ASN lingkup Kalsel.

“Sesuai arahan Gubernur Muhidin, nanti bibit cabe juga akan ditambah di lokasi Sport Center sebagai lahan pertanian,” ungkap Syamsir baru – baru ini.

Kepala DPKP Kalsel, Syamsir Rahman

Pembagian bibit cabe ini nantinya, menurut Syamsir akan dapat menurunkan angka inflasi, yang mana komoditas cabe mengalami kenaikan harga yang signifikan, mencapai Rp100.000 rupiah perkilonya.

Sementara itu, Kepala Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi Kalimantan Selatan, Lestari Fatria Wahyuni mengungkapkan, pihaknya telah melakukan penyemaian sebanyak 3.000 bibit cabe, yang nantinya akan dibagikan kepada ASN lingkup Kalsel dalam upaya penanganan inflasi.

“Dalam rangka pengendalian inflasi bapak Gubernur menyarankan ASN untuk mengembangkan cabe di rumah tangga masing – masing sehingga keperluan pembelian cabe dapat berkurang,” ungkap Lestari.

Kepala BPTPH Provinsi Kalimantan Selatan, Lestari Fatria Wahyuni

Dilanjutkannya, pada saat inflasi harga cabe melambung sangat tinggi bahkan mencapai Rp100.000 perkilonya. Sehingga harapannya apabila masyarakat sudah memiliki tanaman cabe di masing – masing rumahnya dapat menanggulangi inflasi di Banua, khususnya terkait dengan komoditas cabe.

“Kami menyediakan bibit cabe sebanyak 3.000 untuk ASN, dimana sudah dilakukan penyemaian dan penanaman benih yang diperkirakan dapat dibagikan 1 bulan ke depan,” tutup Lestari. (MRF/RIW/RSI)

Pemprov Kalsel Dorong Pengembangan Koperasi Melalui Digitalisasi

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel), melalui Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalsel, terus mendorong pelaku koperasi untuk meningkatkan kualitas produk mereka melalui digitalisasi.

Terdapat sebanyak 3.088 koperasi yang tersebar di 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan. Dari jumlah tersebut koperasi binaan pemerintah provinsi sebanyak 180 koperasi. Unit tersebut akan terus didorong untuk menjadi koperasi modern dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalsel, Gusti Yanuar Noor Rifai menyampaikan, pihaknya mengupayakan agar pelaku koperasi terus meningkatkan mutu dan kualitas produk lokal, sehingga mampu bersaing di pasar, baik nasional maupun internasional.

“Penguatan koperasi dan UMKM sebagai pilar utama dalam membangun perekonomian daerah sangatlah penting,” ungkap Rifai, baru – baru tadi.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kalsel, Gusti Yanuar Noor Rifai

Rifai melanjutkan, pentingnya digitalisasi dan pengawasan dalam modernisasi koperasi. Dengan penerapan sistem digital, koperasi diharapkan semakin transparan dan profesional dalam pengelolaannya.

“Kami terus mencari model utama koperasi di berbagai sektor, seperti perkebunan, produsen, jasa, dan syariah,” tutup Rifai. (MRF/RIW/RSI)

Exit mobile version