Pemprov Kalsel Ajak Masyarakat Liburan di Banua

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mendorong masyarakat untuk lebih mengenal dan mengunjungi destinasi wisata lokal yang tersebar di berbagai daerah di Banua.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin mengatakan, Kalimantan Selatan memiliki banyak potensi wisata yang tidak kalah menarik dibanding daerah lain di Indonesia, termasuk destinasi yang berada di sekitar ibu kota provinsi.

Sekda Kalsel Muhammad Syarifuddin (tengah) mengimbau masyarakat kunjungi wisata lokal

Menurutnya, pengembangan sektor pariwisata daerah juga membutuhkan dukungan masyarakat dengan meningkatkan kunjungan ke objek – objek wisata lokal.

“Kita ingin masyarakat lebih mengenal destinasi wisata yang ada di seputar daerah kita sendiri. Tidak perlu jauh-jauh ke Pulau Jawa, karena di Kalimantan Selatan sudah banyak destinasi wisata yang cukup baik, indah, dan sangat menjanjikan,” ujar Syarifuddin belum lama tadi.

Ia menilai berbagai destinasi wisata di Banjarbaru, Kabupaten Banjar, hingga daerah lainnya di Kalsel memiliki potensi besar untuk menjadi pilihan utama masyarakat dalam menghabiskan waktu liburan maupun bersantai bersama keluarga.

Selain menawarkan panorama alam dan suasana yang nyaman, keberadaan destinasi wisata lokal juga dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar, khususnya pelaku usaha mikro dan sektor ekonomi kreatif.

“Banyak destinasi wisata kita di sekitar ibu kota provinsi, di Banjarbaru, Kabupaten Banjar, dan daerah lainnya. Jadi kita berharap masyarakat Kalimantan Selatan bisa mengunjungi destinasi wisata yang ada di daerah sendiri,” katanya. (SYA/RIW/EPS)

Gelar Rakornis Kepegawaian 2026, Kalsel Perkuat Pengawasan ASN

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memperkuat tata kelola aparatur sipil negara melalui Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Pengawasan dan Pengendalian Kepegawaian Tahun 2026, yang digelar di Aula Kantor BKD Provinsi Kalsel, Senin (18/5).

Kegiatan bertema “Berataan Begawi Wan Mengawasi untuk Layanan Kepegawaian Makin Baik” tersebut, dibuka Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin dan dihadiri Sekretaris Utama Badan Kepegawaian Negara, Imas Sukmariah, Kepala BKD Kalsel, Noryadi, serta ASN lingkup Pemprov Kalsel dan kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan.

Ket : Sekda Provinsi Kalsel, M. Syarifuddin saat menyampaikan sambutan dan membuka kegiatan

Dalam sambutannya, Syarifuddin menegaskan bahwa pengawasan kepegawaian tidak hanya sebatas administrasi, melainkan bagian penting dalam mewujudkan reformasi birokrasi yang efektif dan berkelanjutan.

Menurutnya, setiap pimpinan perangkat daerah memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan disiplin dan kinerja pegawai berjalan optimal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN.

“Pengawasan kepegawaian harus dilakukan secara berjenjang dan konsisten. Setiap pimpinan perangkat daerah maupun atasan langsung memiliki tanggung jawab memastikan disiplin serta kinerja pegawai berjalan dengan baik,” ujarnya.

Ia juga menekankan, bahwa penilaian terhadap ASN tidak cukup hanya berdasarkan tingkat kehadiran, tetapi harus berorientasi pada hasil kerja yang nyata dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Ukuran kinerja ASN tidak hanya dilihat dari presensi, tetapi bagaimana hasil kerja yang dicapai mampu memberikan dampak nyata dan akuntabel,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Utama BKN, Imas Sukmariah menegaskan, bahwa seluruh layanan kepegawaian, mulai dari perencanaan kebutuhan pegawai hingga memasuki masa pensiun, harus dilaksanakan secara profesional dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ia menyebutkan, hubungan antara BKD dan BKN merupakan kemitraan strategis dalam memberikan pelayanan terbaik bagi ASN, bukan hubungan hierarkis antar lembaga.

“BKD dan BKN adalah mitra kerja yang memiliki tujuan sama, yakni menghadirkan layanan kepegawaian yang profesional, tertib, dan berkualitas,” katanya.

Imas juga mengapresiasi pelaksanaan layanan kepegawaian di Provinsi Kalimantan Selatan yang berjalan baik dan tertib administrasi, meskipun dihadapkan pada berbagai dinamika kebijakan dan tantangan hukum dalam proses pengambilan keputusan.

“Di tengah berbagai dinamika kebijakan dan tantangan hukum yang terkadang menghadirkan area abu-abu dalam pengambilan keputusan, kami tetap berkomitmen menjalankan seluruh proses sesuai koridor peraturan perundang-undangan,” pungkasnya. (BDR/RIW/EPS)

Kemnaker Gandeng Prefektur Miyazaki, Perluas Peluang Penempatan Magang Teknis ke Jepang

Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperluas peluang penempatan magang teknis Indonesia ke Jepang melalui kerja sama dengan Pemerintah Prefektur Miyazaki.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kerja sama tentang pengembangan, pengiriman, dan penerimaan peserta Technical Intern Training Program (TITP) antara Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi dan Gubernur Prefektur Miyazaki Shunji Kono di Ruang Serbaguna Kemnaker, Jakarta, Selasa (12/5).

Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi menyampaikan, bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis memperkuat hubungan Indonesia –Jepang di bidang ketenagakerjaan, khususnya dalam peningkatan kompetensi dan perluasan peluang penempatan peserta magang teknis.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Prefektur Miyazaki atas komitmennya dalam memperluas kerja sama ini, terutama dalam pengembangan SDM dan peningkatan kesempatan penempatan magang teknis Indonesia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ruang lingkup kerja sama mencakup pelatihan, pengiriman, dan penerimaan peserta magang teknis Indonesia di Prefektur Miyazaki.

Selain itu, kedua pihak akan memperkuat pertukaran data dan informasi secara berkala untuk mendukung keberlanjutan program.

Kemnaker juga menyiapkan pengembangan sistem berbagi informasi untuk mendukung pengembangan karier peserta setelah menyelesaikan program magang di Jepang.

Langkah ini dilakukan, seiring meningkatnya kebutuhan tenaga kerja di Jepang, termasuk di Prefektur Miyazaki yang tengah menghadapi penurunan jumlah penduduk.

Cris menambahkan, salah satu fokus utama kerja sama ini adalah pelaksanaan job matching untuk memastikan kesesuaian antara kompetensi calon peserta dengan kebutuhan mitra industri di Jepang.

Kemnaker juga menyiapkan pelatihan prapenempatan melalui balai pelatihan milik pemerintah maupun swasta yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Berdasarkan data Kemnaker, penempatan peserta magang teknis Indonesia ke Jepang pada 2025 mencapai 19.332 orang. Sementara itu, hingga Mei 2026, jumlah peserta yang telah diberangkatkan tercatat sebanyak 18.316 orang, yang menunjukkan capaian penempatan yang tetap tinggi pada periode awal tahun berjalan.

Khusus di Prefektur Miyazaki, jumlah peserta magang Indonesia juga mengalami peningkatan dari 243 orang pada 2025, menjadi 285 orang pada 2026.

Sementara itu, Gubernur Prefektur Miyazaki, Shunji Kono menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menegaskan, bahwa Prefektur Miyazaki saat ini menghadapi tantangan depopulasi sehingga membutuhkan peserta magang asing untuk mendukung berbagai sektor industri.

“Keberadaan warga Indonesia telah memberikan kontribusi besar bagi sektor pertanian di Prefektur Miyazaki. Kami melihat peluang bagi peserta magang Indonesia untuk berkiprah di lebih banyak sektor ke depannya,” ujarnya. (KemenakerRI-RIW/EPS)

Wali Kota Yamin Terima Apresiasi Pengendalian Inflasi dari Mendagri

Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin kembali menorehkan prestasi pada ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Kalimantan, yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, yang berlangsung di Balikpapan, Selasa (5/5).

Pada kegiatan tersebut, Kota Banjarmasin menerima Bantuan Pemerintah Daerah sebesar Rp2.000.000.000 atas capaian Kategori Pengendalian Inflasi Daerah.

Bantuan dan penghargaan ini diserahkan langsung Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Muhammad Tito Karnavian, dan diterima Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin.

Wali Kota Yamin menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran pemerintah daerah serta dukungan masyarakat Kota Banjarmasin.

“Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus bekerja lebih baik lagi. Ini bukan hanya capaian pemerintah, tetapi hasil kolaborasi seluruh pihak, termasuk dukungan masyarakat Kota Banjarmasin. Ke depan, kami akan terus memperkuat langkah-langkah pengendalian inflasi agar stabilitas harga tetap terjaga dan daya beli masyarakat tetap kuat,” ujar Muhammad Yamin.

Lebih lanjut, Ia juga menekankan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan penuh aparat pemerintah di berbagai lini, mulai dari perangkat daerah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), hingga peran aktif aparat pengawasan dan penegakan di lapangan.

Sinergi yang solid turut menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga di Kota Banjarmasin.

Apresiasi ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kota Banjarmasin dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi melalui langkah – langkah strategis dan kolaboratif.

Selain sebagai penghargaan, dukungan anggaran tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat program pengendalian inflasi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. (PEMKOBJM-SRI/RIW/

Exit mobile version