Paman Birin Raih Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Award 2024, Komitmen Sukseskan Program JKN-KIS di Banua

JAKARTA – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor atau Paman Birin menerima Universal Health Coverage (UHC) Award Tahun 2024 sebagai bentuk hadiah bagi masyakarat Banua di momentum peringatan Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan ke- 74.

Paman Birin yang didampingi Raudatul Jannah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, menerima penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Award, langsung dari Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma’ruf Amin pada Penyerahan Penghargaan Universal Health Coverage dengan tema ”Satu Dekade Program JKN-KIS Untuk Negeri Sebagai Wujud Nyata Komitmen Pemerintah Daerah Dalam Memberikan Perlindungan Kesehatan Bagi Masyarakat Indonesia” di Jakarta, pada Kamis (8/8).

Para penerima penghargaan berfoto bersama

Usai menerima penghargaan, Paman Birin mengatakan, penghargaan yang dirinya terima ini adalah hadiah bagi masyarakat Kalimantan Selatan yang telah bersama-sama turut berkontribusi dalam menjalankan program
Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia lSehat (JKN-KIS) di Banua.

”Ini penghargaan yang luar biasa dan sebuah persembahan untuk rakyat Kalimantan Selatan sebagai hadiah hari jadi Provinsi Kalimantan Selatan ke-74. Selamat dan terimakasih kepada masyarakat Banua,” katanya.

Paman Birin pun berharap, penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk ikut mendaftarkan kepesertaannya menjadi bagian dari program JKN-KIS.

”Seperti apa yang disampaikan Wakil Presiden tadi, semoga ini dapat memotivasi kita semua dalam mendukung program JKN-KIS sehingga cakupan kita bisa mencapai 100 persen,” ungkapnya.

Sebelumnya, Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin dalam sambutannya menyampaikan, UHC merupakan konsep pembangunan kesehatan global yang memastikan setiap individu memiliki akses pelayanan kesehatan yang adil, komprehensif dan bermutu tanpa adanya hambatan financial.

”Di Indonesia diwujudkan melalui program JKN- KIS. Yang pencapaian ini tidak lepas dari peran sinergi dan kolaborasi yang solid antara BPJS Kesehatan, Kementerian, Lembaga dan seluruh Pemerintah Daerah,” ucapnya.

Wapres Ma’ruf Amin berharap, provinsi dan kabupaten kota yang menerima penghargaan hari ini telah menunjukkan dedikasi dan komitmen tinggi dalam mewujudkan UHC dengan cakupan perlindungan kepesertaan JKN-KIS 95 persen dari total penduduk

”Mari sama-sama kita dukung optimalisasi pelaksanaan program JKN-KIS dengan layanan yang terjangkau, berkualitas dan merata untuk masyarakat dengan perluas jangkauan kesehatan sampai 100 persen, libatkan tokoh masyarakat dan agama dalm mensosialisakan program JKN-KIS,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, diserahkan penghargaan UHC kepada 33 Provinsi, 96 kota dan 364 kabupaten dengan disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhajir Effendi serta President International Social Security Association (ISSA), Mohammed Azman. (Biroadpim-RIW/RDM/RH)

Tingkatkan Pengelolaan Multimedia Pemerintah, Diskominfo Kalsel Gelar Workshop

BANJARBARU – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Workshop Pemberdayaan Multimedia Pada Tranformasi Jurnalisme Digital Tahun 2024, bertempat di salah satu hotel berbintang di Banjarbaru, Rabu (7/8).

Suasana Kegiatan Workshop

Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari dari tanggal 7-8 Agustus 2024 ini diikuti puluhan peserta yang terlibat dalam pengelolaan media atau kehumasan SKPD lingkup Pemprov Kalsel dan perwakilan Diskominfo 13 kabupaten/kota.

Kepala Diskominfo Kalsel, Muhamad Muslim, mengatakan pihaknya ingin meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dalam pengelolaan media pemerintah.

Kepala Dinas Kominfo Kalsel, Muhamad Muslim saat membuka kegiatan Workshop

“Kita ingin agar mereka ini bisa lebih optimal dalam memanfaatkan multimedia, dalam rangka menyampaikan informasi berkaitan dengan kinerja SKPD mereka,” ucapnya.

Muslim menambahkan pemanfaatan multimedia ini tentunya bertujuan untuk menghasilkan informasi yang bervariasi dan menarik, namun tetap akurat terhadap substansi kinerja yang dilakukan serta dapat mudah diterima oleh masyarakat.

“Pentingnya peran multimedia dalam menyajikan informasi yang akurat dan menarik bagi masyarakat,” katanya.

Muslim berharap melalui kegiatan ini wawasan dan kompetensi pengelolaan media di SKPD lingkup Pemprov Kalsel dan kabupaten kota dalam memanfaatkan multimedia bisa lebih baik lagi.

“Jika mudah diterima oleh masyarakat maka mereka akan memahami dan tahu apa saja yang dilakukan oleh pemerintah,” tutupnya.

Untuk diketahui, Kegiatan Workshop yang merupakan bagian dari program Diskominfo Kalsel untuk mendukung transformasi digital di berbagai sektor, termasuk media ini. Menghadirkan narasumber berkompeten seperti dari PWI Kalsel serta Direktorat Jenderal Pengelolaan Informasi dan Media Kementerian Kominfo RI. (BDR/RDM/RH)

Pembangunan Infrastruktur Di Tabalong Diharapkan Jadi Skala Prioritas

TANJUNG – Sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Ibukota Negara (IKN) Nusantara, pembangunan di Kabupaten Tabalong terus mendapat perhatian serius dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (DPRD Kalsel), khususnya Komisi III yang membidangi pembangunan dan infrastruktur. Salah satunya dengan melakukan kunjungan kerja ke DPRD Kabupaten Tabalong, Selasa (6/8).

Komisi III DPRD Provinsi Kalsel dan DPRD Kabupaten Tabalong

Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Sahrujani mengatakan, kunker ini selain dalam rangka monitoring, juga sekaligus bentuk dukungan terhadap Kabupaten Tabalong sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan IKN Nusantara terutama pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan.

“Jadi kami hari ini ke DPRD, sharing dengan DPRD Kabupaten Tabalong untuk membicarakan sinkronisasi tentang infrastruktur khususnya di bidang jalan”, ungkapnya.

Menurut Sahrujani, diakhir masa bakti sebagai Anggota DPRD Kalsel Periode 2019-2024, dirinya berharap pembangunan infrastruktur di daerah ini dapat diteruskan dan dimasukan dalam skala prioritas pembahasan APBD Kalsel tahun 2025.

“Kami berharap nanti dipembahasan anggaran tahun 2025 agar skala prioritas mengenai jalan yang disampaikan oleh kawan-kawan dari DPRD Tabalong untuk bisa dianggarkan di tahun 2025,” jelasnya.

Terlebih, lanjut Sahrujani, bahwa pembangunan infrastruktur di Kabupaten Tabalong adalah untuk mendukung kelancaran mobilitas logistik dari Kalsel ke IKN Nusantara.

“Tanpa didukung infrastruktur jalan yang bagus pasti akan terganggu pengiriman atau suplai (logistik) nya,” tuturnya.

Kunjungan rombongan Komisi III DPRD Kalsel diterima oleh Sekretaris DPRD Kabupaten Tabalong, Abu Bakar. Ia menyampaikan terimakasih, apresiasi dan penghargaan, juga sekaligus berharap, agar DPRD dan Pemerintah Provinsi Kalsel senantiasa memberikan perhatian dan dukungan terhadap pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Tabalong. (ADV-NRH/RDM/RH)

Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel Monitoring Bantuan Rehabilitasi Tempat Ibadah di Tabalong

TABALONG – Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan melakukan monitoring bantuan hibah dari Pemerintah Provinsi Kalsel untuk Musholla Nurul Huda di Kecamatan Jaro, Kabupaten Tabalong.

Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Muhammad Lutfi Saifudin, selaku pimpinan rombongan, berharap agar bantuan rehabilitasi tempat ibadah ini akan terus digalakkan oleh Pemprov Kalsel. Sebab, menurutnya, hal seperti ini bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

“Semoga anggaran kegiatan semacam ini bisa ditambah lagi anggarannya, karena masih banyak sekali di Kalsel ini tempat ibadah yang perlu mendapatkan bantuan rehabilitasi atau perbaikan-perbaikan,” ungkapnya, Selasa (6/8).

Atas nama Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel, Bang Lutfi, sapaan akrabnya, juga berharap dana bantuan hibah rehabilitasi atau renovasi perbaikan tempat ibadah ini terus ditingkatkan. Bukan hanya tempat ibadah umat muslim, lanjutnya, tetapi juga agama-agama lainnya agar bisa lebih luas jangkauannya.

Sementara itu, Sekretaris Badan Pengelola Musholla Nurul Huda, Muliadi mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Kalsel dan Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel yang sudah membantu penyempurnaan dari rehabilitasi Musholla Nurul Huda itu.

“Bantuan yang diberikan ini sangat bermanfaat. Dengan adanya rehabilitasi ini, semoga tempat ibadah ini bisa lebih berguna dan bermanfaat untuk lebih banyak jamaah lagi,” harapnya. (ADV/NRH/RDM/RH)

Biro Kesra Provinsi Kalsel Gandeng Tokoh Ulama dan Masyarakat Dalam Pencegahan Stunting

BANJARBARU – Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, menggandeng tokoh masyarakat dan tokoh agama dalam menyampaikan pesan-pesan tentang pencegahan stunting guna memaksimalkan penurunan stunting di Kalimantan Selatan

Kepala Biro Kesra Fatkhan, menyampaikan, Tokoh agama ini bisa mengemas pesan stunting melalui tausiyah, ceramah yang dibungkus dalam dakwah dan peringatan-peringatan keagamaan lainnya sehingga bisa memberikan edukasi yang positif dari masyarakat

Kepala Karo Kesra Setdaprrov Kalsel Fatkhan

“Apalagi, bagaimana pesan mengkampanyekan hidup sehat, menjaga kebersihan, minimal membuang sampah, serta mengatur pola makan yang sehat sehingga jika itu tersampaikan dengan baik maka diharapkan dapat berdampak pada penurunan stunting,” ucap Fatkhan, di sela kegiatan Sarasehan dan Dialog Umat Beragama, dengan Tema “Peran Pemerintah Dalam Rangka Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Kalimantan Selatan” di Banjarbaru, Selasa (6/8)

Dalam penurunan stunting, Biro Kesra Provinsi Kalimantan Selatan juga telah memaksimalkan mengalokasikan anggaran untuk penurunan stunting, untuk lebih fokus ke tujuan pokok daripada kegiatan yang sifatnya penunjang. Hal ini juga merupakan salah satu kegiatan utama Biro Kesra, terkait bagaimana menurunkan stunting melalui kegiatan -kegiatan yang nyata.

“Upaya yang telah Biro Kesejahteraan Rakyat laksanakan untuk penurunan stunting yakni melaksanakan Rakor serta FGD dengan perangkat daerah di Kalsel,” tutup Fatkhan. (MRF/RDM/RH)

Biro Kesra Provinsi Kalsel Gelar Rakoor Bidang Keagamaan 2024

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor melalui Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Agus Dyan Nur membuka Rapat Koordinasi Bidang Keagamaan Tahun 2024 dengan Tema Moderasi Beragama di Kalimantan Selatan, yang diselenggarakan Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru, Rabu (7/8).

Dalam sambutannya Agus menyampaikan, rapat koordinasi ini, memang penting dan relevan untuk diselenggarakan, sejalan dengan upaya bersama untuk mewujudkan kehidupan masyarakat kalimantan selatan yang agamis dan berbudi pekerti luhur.

“ini merupakan forum untuk kita saling bersinergi, dalam upaya bersama mewujudkan kehidupan yang rukun dan damai,” ucap Agus

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, menginginkan adanya sinergi antar pemerintah daerah, tokoh agama dan pimpinan organisasi keagamaan, harus terus tingkatkan. Dengan bersinergi, program dan kegiatan pembangunan bidang keagamaan, insya allah akan mencapai hasil yang lebih baik dan optimal. Tanpa sinergi pembangunan bidang apapun akan terhambat, dan tidak mencapai hasil yang maksimal, apalagi untuk pembangunan bidang keagamaan, yang bersentuhan langsung dengan keumatan.

“Paman Birin (Gubernur Kalsel) memberikan apresiasi penghargaan setinggi – tingginya kepada para pemuka agama, pimpinan organisasi keagamaan, serta pihak-pihak lainnya, yang selama ini telah bersinergi dengan baik,” lanjut Agus.

Sehingga menurutnya, pembangunan keagamaan di Banua berlangsung secara harmonis dan dinamis. Melalui rapat koordinasi ini juga dapat menjadi upaya yang konkrit dan berkelanjutan, khususnya berkaitan dengan memelihara kerukunan umat beragama di provinsi kalimantan selatan.

“Saat ini kemampuan kita sedang diuji dalam berkoordinasi dan bersinergi, khususnya dalam menyikapi isu-isu keagamaan yang di media sosial, yang cenderung memecah belah kerukunan keumatan,” ucap Agus.

Tokoh-tokoh agama, pimpinan organisasi, mempunyai peran penting dalam mencegah pemahaman yang keliru dalam menanggapi penyebaran isu-isu agama. Isu-isu agama sangat mudah memecah persatuan dan kesatuan, jika menyebar luas ke ruang publik. ini ancaman terhadap keutuhan kita, sebagai bangsa dan umat beragama.

“Program dan kegiatan untuk peningkatan pengetahuan dan pemahaman keagamaan bagi umat beragama, juga lebih kita intensifkan,” tutupnya. (MRF/RDM/RH)

Puncak Hari Indonesia Menabung, Gubernur Apresiasi Bank Kalsel dan OJK Berikan Layanan Kepada Disabilitas

BANJAR – Dalam upaya mengedukasi dan inklusi keuangan sejak dini, OJK Provinsi Kalsel dan Bank Kalsel, pada 21 Juni sudah melaksanakan kick off Hari Indonesia Menabung, dan berlanjut pada puncaknya Selasa (6/8).

Puncak Hari Indonesia Menabung ini, digelar di SLB Negeri 2 Martapura, Kabupaten Banjar, yang dihadiri Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor.

Dirut Bank Kalsel menyerahkan buku tabungan kepada salah satu anak disabilitas

Sebelum sambutan dan menutup kegiatan, Gubernur Kalsel menyerahkan secara simbolis rekening SIMPEL kepada perwakilan siswa – siswi SLB Negeri 2 Martapura. Turut mendampingi, Ketua TP PKK Provinsi Kalsel, Radhatul Jannah atau Acil Odah; Kepala OJK Provinsi Kalsel, Agus Maiyo, dan Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin.

Turut menyaksikan Plt. Kepala Sekolah SLB Negeri 2 Martapura, Fauzul Adhim, Kepala Divisi Dana dan Digital Banking, Suriadi dan Kepala Cabang Martapura, Perwakilan Divisi Usaha Syariah serta seluruh guru dan siswa – siswi serta pendamping.

Dalam sambutannya, Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin mengungkapkan, bahwa pihaknya sering berkolaborasi dalam program OJK tiap tahunnya, yaitu edukasi dan inklusi keuangan. Tahun ini Bank Kalsel menargetkan penyandang disabilitas dengan membuat program Bank Kalsel Ramah Disabilitas seperti TVC Iklan layanan Masyarakat.

“Kami sebelumnya juga telah melakukan roadshow di enam Kabupaten/Kota dan berhasil membuka 6.587 tabungan yang merupakan total rekening dari Januari 2024 hingga saat ini,” ujarnya.

Khusus untuk siswa-siswi SLB, sudah terealisasi 1.000 rekening baru dan optimis di akhir Agustus sudah mencapai target sejumlah 1.600 rekening.

Adapun beberapa program yang telah dilakukan Bank Kalsel bersama OJK Provinsi Kalsel seperti talkshow mengenai inklusi keuangan bersama OJK, Financial Konten Kreator dan kepala panti disabilitas di Banjarbaru melalui medsos Bank Kalsel, dan talkshow di enam SLB Kabupaten/Kota, hingga pembuatan iklan layanan masyarakat yang bertujuan untuk menyebarluaskan pesan pentingnya menabung dan inklusifitas bank terhadap seluruh kalangan,” ungkap Fachrudin.

Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Kalsel, Agus Maiyo mengatakan, program ini bertujuan agar siswa – siswi penyandang disabilitas bisa mengambil peran dalam membangun pertumbuhan ekonomi daerah, melalui menabung seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali, memiliki hak setara untuk mendapatkan akses layanan jasa keuangan. Seperti halnya menabung di bank.

“Paling kecil ini bermanfaat bagi mereka pribadi, dimana saat mereka memerlukan dana untuk keperluan sekolah. Mereka telah memiliki tabungan yang bisa digunakan untuk keperluan tersebut. Yang membuat lebih istimewa, tahun ini fokus kami adalah meningkatkan literasi dan inklusi keuangan bagi siswa-siswi yang ada di SLB,” tuturnya.

Dalam sambutannya, Gubernur, Sahbirin Noor mengapresiasi program Inklusif Untuk Semua dengan akronim Bekantan “Bekal Untuk Masa Depan” yang dilakukan Bank Kalsel bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalsel.

“Bank Kalsel sebagai pelopor dan juga bank daerah, sangat luar biasa bisa sudah memberikan, semoga program bersama OJK ini diikuti bank-bank lainnya dalam memberi layanan kepada seluruh masyarakat, khususnya bagi penyandang disabilitas,” ungkap Gubernur.

Sementara itu, Plt Kepala Sekolah SLB Negeri 2 Martapura, Fauzul Adhim menyambut positif program yang diinisiasi Bank Kalsel dan OJK Provinsi Kalsel Goes to SLB ini, mengingat anak-anak jarang mendapat edukasi cara mengatur keuangan sejak dini.

“Secara jumlah keseluruhan terdapat 220 siswa-siswi di sini, dan kami pihak sekolah menargetkan sekitar 200 orang dari mereka bisa membuat tabungan di Bank Kalsel, kami pun berharap pasca selesainya program ini akan ada layanan mobil keliling Bank Kalsel yang datang ke sekolahnya pada waktu tertentu. Tujuannya agar mereka (siswa-siswi) bisa mempraktikkan langsung bagaimana cara menabung di Bank,” pungkas Fauzul. (ADV-RIW/RDM/RH)

Paman Yani Apresiasi Capaian CSR Bank Kalsel Cabang Batulicin

TANAH BUMBU – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, mengapresiasi Bank Kalsel cabang Batulicin, yang telah banyak membantu masyarakat Tanah Bumbu melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR).

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi (kiri) saat mengunjungi Bank Kalsel cabang Batulicin

Apresiasi itu disampaikan wakil rakyat akrab disapa Paman Yani, saat melaksanakan monitoring penggunaan dana CSR Bank Kalsel Batulicin, pada Selasa (6/8).

“Sepanjang ini Alhamdulillah dana CSR yang dikucurkan Bank Kalsel ke masyarakat Tanah Bumbu sudah baik,” kata Paman Yani.

Capaian Bank Kalsel cabang Batulicin tersebut menurut Paman Yani, sepatutnya menjadi contoh bagi bank lain yang membangun usaha di Tanah Bumbu.

“Kalau memang membangun usahanya di Tanah Bumbu, kalau bisa CSR nya juga ke masyarakat Tanah Bumbu,” tutur Paman Yani.

Paman Yani berujar, Bank Kalsel merupakan bank yang dibentuk untuk memberikan manfaat bagi masyarakat Kalsel termasuk Tanah Bumbu.

Oleh karena itu dalam setiap kegiatan kedewanan, Paman Yani selalu mendorong masyarakat untuk menjadikan Bank Kalsel sebagai wadah aman menyimpan uang, serta memanfaatkan segala fasilitas yang diberikan Bank Kalsel.

“Karena bagaimanapun hasil dari usaha Bank Kalsel itu kemanfaatannya memang untuk masyarakat,” tandas Paman Yani.

Sementara itu, Kepala Kantor Bank Kalsel Cabang Batulicin, Teguh Indra Bayu, menjelaskan dana CSR yang mereka kucurkan selalu dikerjasamakan dengan pemerintah daerah.

Hal itu bertujuan agar setiap dana yang dikeluarkan benar-benar keperluan untuk mengayomi dan mensejahterakan perekonomian masyarakat.

“Misalnya UMKM dan bantuan kemasyarakatan. Alhamdulillah memang sejauh ini kami senang bisa membantu masyarakat di Tanah Bumbu,” pungkas Teguh. (SYA/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Gelar Rakor Persiapan Festival Wisata Budaya Pasar Terapung

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Dinas Pariwisata Kalsel, menggelar Rapat Koordinasi dalam rangka menyiapkan Festival Wisata Budaya Pasar Terapung Tahun 2024.

Suasana Rapat Koordinasi, Dinas Pariwisata Kalsel

Kepada Dinas Pariwisata Kalsel, Muhammad Syarifuddin, dalam rilisnya yang diterima Abdi Persada, Selasa (6/8) mengatakan, Festival Wisata Budaya Pasar Terapung Tahun 2024 ini untuk memeriahkan Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan Ke-74. Kegiatan akan digelar selama empat hari, mulai tanggal 14 – 17 Agustus mendatang, berlokasi di kawasan Siring Nol KM Banjarmasin.

“Festival Wisata Budaya Pasar Terapung Tahun 2024 akan dimeriahkan berbagai macam lomba,” jelasnya

Disampaikan Syarifuddin, pihaknya tetap menggelar event tahunan seperti Kampung Banjar. Di mana, Dinas Pariwisata Kalsel, bekerjasama dengan Event Organizer telah menyiapkan secara gratis stand-stand Kampung Banjar yang akan diisi oleh Dinas Pariwisata Kabupaten/ Kota se Kalimantan Selatan, dengan memperkenalkan ciri khas daerah masing-masing, baik tentang informasi Destinasi Wisata Unggulan, atau Kulinernya.

“Selain lomba Stand Kampung Banjar, kita juga menggelar Lomba Kelotok Hias, Fotografi, dan E-sport (Mobile Legend),” jelasnya

Lebih lanjut Syarifuddin menambahkan, Festival Wisata Budaya Pasar Terapung Tahun 2024 rencana akan dilakukan pada 14 Agustus mendatang setelah peringatan Hari Jadi Kalsel. Dibuka Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor atau akrab disapa (Paman Birin) dan diiringi penampilan dari acil-acil jukung Pasar Terapung Lok Baintan dengan berbagai atraksi-atraksi menariknya, di kawasan Sungai Martapura.

“Dengan adanya kegiatan ini, dapat meningkat roda perekonomian masyarakat di Banua, bagi pelaku ekonomi kreatif, kuliner dan hotel,” tutup Pj Bupati Tapin.

Untuk diketahui, Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Rapat Koordinasi Festival Wisata Budaya Pasar Terapung Tahun 2024, bertempat disalah satu Hotel Berbintang Banjarmasin. (DISPAR.KALSEL-NHF/RDM/RH)

DPKP Kalsel Dapatkan Bantuan Program Irigasi Perpompaan dari Dana APBN Pusat

BANJARBARU – Untuk meningkatkan produksi pertanian dan ketahanan pangan di Kalimantan Selatan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) memperoleh program irigasi perpompaan dari dana APBN atau pemerintah pusat yang direncanakan akan dilaksanakan pada tahun 2024.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman melalui Kepala Seksi Lahan dan Irigasi, Muhammad Gazali Habibi menyampaikan, bahwa kegiatan irigasi perpompaan mendukung optimalisasi persawahan, khususnya lahan sawah tadah hujan. Program irigasi perpompaan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan penyediaan air irigasi di lahan sawah yang tidak tercapai oleh sumber air irigasi yang tersedia, baik akibat berada di ujung atau berada di bawah saluran irigasi yang ada.

Kepala Seksi Lahan dan Irigasi, Muhammad Gazali Habibi

“Program ini juga mendukung optimalisasi lahan untuk program perluasan areal tanam yang terbagi di 13 Kabupaten/Kota yang di Kalsel. Dalam pelaksanaannya, program irigasi perpompaan tahun ini melibatkan partisipasi masyarakat dengan mengalokasikan dana dari pemerintah pusat kepada kelompok tani yang mengerjakan,” ungkap Gazali, belum lama tadi.

Ia menambahkan, berbagai pembangunan seperti pembangunan rumah pompa dan pemasangan pompa diameter minimal 4 inci dilakukan dengan dana sekitar 112.800 juta per kegiatan dan ada 109 kegiatan yang dilaksanakan tahun ini. Selain itu, ada juga kegiatan pompalisasi yang berbentuk hibah barang berupa pompa ukuran 3 inci yang dapat dibawa kemana saja dan fungsinya tidak hanya sebagai penyedia air irigasi sawah tetapi juga untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan.

“Program irigasi perpompaan melalui tahapan pemetaan, identifikasi desain, dan pelaksanaan Konstruksi Perpompaan,” lanjut Gazali.

Ia menambahkan, dengan program irigasi perpompaan ini, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di Kalimantan Selatan, sekaligus membuka peluang pengembangan sektor pertanian dan ekonomi bagi masyarakat setempat.

“pembangunan jembatan dilakukan untuk mempermudah mobilisasi alat dan pompa yang diperlukan para petani serta saluran pintu air dan pompa juga disediakan untuk mendukung kegiatan di lahan persawahan,” tutup Gazali. (MRF/RDM/RH)

Exit mobile version