Kembali Gelar Bintang AKSEL Pelayanan 2025, Wujud Konsistensi Bank Kalsel Meningkatkan Kualitas Layanan

BANJARMASIN — Bank Kalsel dalam waktu dekat akan kembali menyelenggarakan ajang Bintang AKSEL Pelayanan, sebuah program apresiasi dan kompetisi internal yang ditujukan bagi para pegawai garda terdepan Bank. Yakni Teller, Customer Service, dan Satuan Pengamanan (Satpam).

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Bank Kalsel dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah dan masyarakat luas.

Diselenggarakannya Bintang AKSEL Pelayanan 2025 merupakan kelanjutan dari keberhasilan kegiatan serupa yang telah dilaksanakan pada tahun 2023. Ajang ini tidak hanya menjadi wadah apresiasi, tetapi juga sarana pembinaan kompetensi bagi frontliner Bank Kalsel di seluruh Kantor Cabang yang tersebar di seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan.

Keberhasilan program ini terbukti dari hasil survei Bank Service Excellence Monitor (BSEM) tahun 2025 yang dilakukan Marketing Research Indonesia (MRI), dimana Bank Kalsel melesat dari peringkat keempat ke posisi kedua dengan layanan terbaik dari seluruh Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia.

Setiap tiga bulan sekali, Bank Kalsel secara rutin melakukan penilaian dan evaluasi terhadap kinerja Frontliner. Hasil dari evaluasi ini menjadi dasar untuk memilih peserta terbaik dari masing-masing cabang yang akan berkompetisi di ajang Bintang AKSEL Pelayanan 2025.

Peserta terpilih akan mengikuti proses seleksi berjenjang yang dirancang untuk membangun iklim kompetisi sehat dan profesional dalam lingkungan kerja.Selain sebagai ajang internal, kegiatan ini juga berfungsi sebagai tahapan seleksi bagi perwakilan Bank Kalsel yang akan dikirim ke tingkat nasional dalam acara Frontliner Championship yang diselenggarakan Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (BPDSI) di bawah naungan ASBANDA.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, berkeinginan untuk membentuk frontliner yang tidak hanya tangguh secara teknis, tetapi juga memiliki soft skills, knowledge, integritas, dan semangat pelayanan prima.

Menurutnya Bintang AKSEL Pelayanan adalah bagian dari investasi jangka panjang terhadap kualitas SDM.

“Melalui ajang ini, Bank Kalsel berharap mampu menciptakan standar pelayanan yang semakin tinggi, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap eksistensi dan komitmen Bank Kalsel sebagai bank kebanggaan Banua”, pungkasnya. (ADV-RIW/RH)

Dukung Asta Cita Presiden Prabowo, Polda Kalsel Tebar 170.000 Benih Ikan Nila di Sungai Barito

BATOLA – Bentuk implementasi Program Asta Cita 2 yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto terkait swasembada pangan, dilakukan Polda Kalsel, dengan penebaran 170 ribu benih ikan air tawar jenis Nila di Sungai Barito, kawasan Jembatan Rumpiang, Desa Bagus, Marabahan, Kabupaten Barito Kuala, Rabu (7/5).

Kapolda Kalsel saat penyerahan bantuan stunting di Batola

Benih ikan Nila dilepas di tiga unit keramba milik kelompok pembudidaya ikan air tawar, dalam rangkaian Bakti Sosial Sambang Nusa Polairud Polda Kalsel bekerjasama dengan Hasnur Group.

Selain penebaran ikan, Polda Kalsel memberikan 200 paket sembako untuk warga pra sejahtera dan 100 peket bantuan anak stunting.

Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rusyanto Yudha Hermawan, didampingi Dirpolairud Polda Kalsel Kombes Pol Andi Adnan menyampaikan, penebaran benih ikan diharapkan dapat mendorong ketahanan pangan, sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu selaras dengan kearifan lokal masyarakat bantaran Sungai Barito, sehingga ekonomi biru yang digagas Presiden Prabowo Subianto akan tercapai.

“Ini tentunya tidak lepas terkait tugas-tugas Polri, dimana apabila masyarakat kita sejahtera terpenuhi sandang, pangan, dan papannya. Tentunya angka kejahatan bisa kita tekan,” ujarn Kapolda.

Adapun, paket bantuan yang diberikan berupa makanan bergizi untuk balita, guna penanganan stunting di Kalsel, khususnya Kabupaten Barito Kuala, lanjutnya. Penanganan stunting perlu kerjasama semua pihak. Oleh karena itu, Polda Kalsel bersama jajaran Bhayangkari turut serta dalam pengentasan stunting.

“Pada kegiatan ini kita juga bekerjasama dengan BKKBN, Bhayangkari daerah dan Bhayangkari cabang. Kita melaksanakan kegiatan pengentasan dan pencegahan stunting di lokasi ini,” imbuhnya.

Salah seorang warga, Sampurna berharap ada bantuan rutin agar meringankan kebutuhan sehari-hari dan gizi sang buah hati.

“Alhamdulillah sangat bersyukur. Mudahan kegiatan ini rutin dilaksanakan bisa membantu orang-orang miskin,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Barito Kuala, Herman Susilo mengapresiasi jajaran Polda Kalsel atas kegiatan Bakti Sosial Sambang Nusa Polairud Polda Kalsel.

Hermawan sependapat dengan Kapolda Kalsel, bahwa penanganan stunting merupakan tanggungjawab bersama, tidak ditangani pemerintah daerah saja.

“Apresiasi yang bagus sekali. Untuk ke depan, kita terus evaluasi agar bantuan berjalan dengan baik dan memberikan manfaat untuk warga Kabupaten Barito Kuala,” tutupnya. (PoldaKalsel-SRI/RIW/RH)

Meriahkan Puncak Harjad ke-73, Gubernur Muhidin: Semoga HSU Semakin Sejahtera dan ‘Babungas’

HULU SUNGAI UTARA – Ribuan pasang mata tertuju ke Lapangan Pahlawan Amuntai, tempat seluruh rangkaian acara peringatan Hari Jadi ke-73 Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) berlangsung, Rabu (7/5).

Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin bersama sang istri Fathul Jannah, Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman beserta istri, Ellyana Trisya, serta jajaran pejabat tinggi Pemprov Kalsel hadir langsung di tengah masyarakat.

Tak hanya dari Kalimantan Selatan, perayaan ini juga dihadiri tamu istimewa dari luar daerah seperti Bupati Barito Timur dan Bupati Barito Selatan. Tampak pula pimpinan Forkopimda Kalsel, Ketua DPRD Kalsel Supian HK, serta jajaran kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel.

Kedatangan mereka disambut meriah dengan iring-iringan drumband dan parade bendera oleh siswa-siswi SD se-HSU.

Peringatan tahun ini mengangkat tema “Bangkit Bersama, Berbakti Gasan Banua” yang menggambarkan semangat kolaborasi dalam pembangunan. Rangkaian acara dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an, disusul pembacaan sejarah singkat berdirinya Kabupaten HSU oleh Ketua DPRD Kabupaten Fadillah.

Momentum ini juga dimanfaatkan untuk penyerahan hibah tanah dan bangunan Makodim 1001/HSU dari Bupati kepada Danrem 101/Antasari.

Gubernur, Muhidin, melalui sambutan yang dibacakan Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman, menyampaikan bahwa Pemprov Kalsel juga memberikan kado spesial berupa operasi katarak gratis bagi 27 warga HSU di RS Pembalah Batung Amuntai.

“Ini adalah bagian dari komitmen Pemprov Kalsel dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,” ungkapnya.

Ia pun mengapresiasi acara yang diawali dengan pembacaan Al-Qur’an, dan berharap hal ini menjadi teladan bagi kabupaten/kota lain di Kalsel.

“Setiap hari jadi hendaknya dimulai dengan lantunan ayat suci, agar penuh keberkahan,” harapnya.

Tak lupa, Gubernur menyampaikan ucapan dan doa khusus untuk masyarakat HSU.

“Mudah-mudahan HSU selalu sejahtera dan ‘Babungas’ (rupawan) seperti orang-orangnya,” ucapnya.

Selain bantuan kesehatan, Pemprov Kalsel juga menyerahkan 50 paket makanan bergizi bagi anak-anak stunting. Acara kemudian dilanjutkan dengan peresmian sejumlah infrastruktur penting, seperti Jalan Fakhrudin/Bypass Bayur di Desa Penangkalan, Gedung Abdul Wahid BKPSDM HSU, dan Jalan Ardansyah Fama.

Penyerahan bantuan oleh Gubernur Kalsel (dua kiri) ke Pemkab HSU. (foto : Adpim)

Bupati HSU, Sahrujani, bersama Wakil Bupati Hero Setiawan, dalam sambutannya menegaskan komitmen untuk terus memajukan daerah sesuai visi “HSU Bangkit” yang berkeadilan, unggul, dan kreatif.

“Tema hari jadi ini adalah ajakan agar kita semua memiliki semangat kuat untuk bangkit bersama, demi keadilan yang memakmurkan, dan kemakmuran yang adil,” tegasnya.

Atraksi panjat pinang menjadi salah satu suguhan menarik di Peringatan Hari Jadi HSU ke-73.(foto: Adpim)

Sebagai penutup, para tamu undangan disuguhi atraksi panjat pinang dari perwakilan 10 kecamatan, dan berkesempatan menikmati beragam kuliner khas yang disajikan di stand-stand jajanan daerah milik SKPD dan instansi Pemkab HSU. (Biroadpim-SYA/RIW/RH)

Gelar Uji Publik Calon Anggota KPID 2024–2027, DPRD Kalsel Minta Masukan Masyarakat

BANJARBARU — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan membuka ruang partisipasi publik dengan menggelar uji publik terhadap 21 nama calon Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalsel masa jabatan 2024–2027. Proses ini berlangsung selama 10 hari, terhitung sejak 5-14 Mei 2025.

Pernyataan ini disampaikan, Ketua Komisi I DPRD Kalsel – Rais Ruhayat, kepada wartawan, usai pihaknya secara resmi menerima seluruh berkas hasil uji kompetensi dari Tim Seleksi, dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalsel di Banjarbaru, pada Senin (5/5)

Komisi I DPRD Kalsel, secara resmi menerima seluruh berkas hasil uji kompetensi calon anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalsel periode 2024–2027 dari Tim Seleksi (Timsel).

Uji publik ini bertujuan untuk menghimpun tanggapan, kritik, maupun saran dari masyarakat terhadap para calon yang telah dinyatakan lulus uji kompetensi maupun dari unsur petahana. Masukan masyarakat akan menjadi bahan pertimbangan DPRD Kalsel dalam menentukan calon yang layak mengikuti tahapan selanjutnya, yakni fit and proper test yang akan dilakukan oleh Komisi I DPRD Kalsel.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan masukan terhadap nama-nama calon anggota KPID yang telah diumumkan. Partisipasi publik sangat kami harapkan demi memastikan bahwa figur-figur yang lolos benar-benar memiliki integritas, kapasitas, serta komitmen terhadap dunia penyiaran di Banua,” ujarnya pada Rabu (7/5).

Dari 21 nama yang diumumkan melalui surat resmi DPRD, sebanyak 17 orang dinyatakan lulus uji kompetensi hasil seleksi awal oleh Tim Seleksi, sementara 4 lainnya berasal dari unsur petahana yang sebelumnya telah menjabat sebagai komisioner KPID.

Adapun calon yang dinyatakan lulus uji kompetensi terdiri dari Agus Suprapto, Dedi Kurniadi, Franky Gleen Valery Nayoan, Hanna Mutmainna, Iberahim, Iwan Setiawan, Juhiari Ramadhan, Maisuri, Muhammad Leoni Hermawan, Muhammad Luthfi Rahman, Muhamad Saufi, Muhammad Yusuf, Nanik Hayati, Nurdin Ardalepa, Ridha Affandy, Rina Mei Saputri, dan Syahmiadi.

Sementara itu, empat nama yang berasal dari unsur petahana adalah Gusti Burhanuddin, Analisa, M. Farid Soufian, dan Fadli Rizky.

Masyarakat dapat menyampaikan masukan secara tertulis melalui email ke programsetwankalsel@gmail.com atau melalui laman kalsel.lapor.go.id. Seluruh masukan akan dirangkum dan dijadikan bahan evaluasi oleh Komisi I DPRD sebelum menetapkan tujuh orang yang akan ditetapkan sebagai Anggota KPID Kalsel terpilih.

Rais Ruhayat juga menambahkan, bahwa KPID sebagai lembaga independen memiliki peran strategis dalam menjaga marwah penyiaran daerah, baik dalam konteks pengawasan isi siaran, perlindungan terhadap publik, maupun dalam menjaga keberagaman informasi.

“KPID itu bukan hanya regulator teknis, tapi juga penjaga nilai-nilai dalam dunia penyiaran. Maka dari itu, kita butuh sosok-sosok yang tidak hanya paham regulasi, tetapi juga punya kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat,” tegasnya. (ADV-NHF/RIW/RH)

Motivasi Penulis Daerah, Dispersip Kalsel Datangkan Penulis Nasional

BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan, mendatangkan penulis nasional untuk memberikan motivasi kepada penulis di Banua.

Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan Adethia Hailina mengatakan, mendatangkan penulis ini, masih dalam rangkaian peringatan Pentas Pekan Literasi Tahun 2025, yang dilaksanakan di kawasan Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan.

Plt Kadispersip Kalsel Adethia Hailina

“Tujuan mendatangkan penulis nasional ini, tentunya untuk memberikan motivasi kepada para penulis daerah di Banua,” ucapnya.

Menurut Adethia, untuk di Provinsi Kalimantan Selatan saat ini sudah banyak penulis muda maupun calon calon penulis. Karena itu Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan perlu untuk memberi dukungan.

Dalam kesempatan tersebut Adethia mengatakan, kunjungan anak usia dini ke Perpustakaan Pal 6 Banjarmasin mengalami peningkatan.

“Perpustakaan Palnam saat ini sudah dilengkapi dengan ruang baca ramah anak, yang menjadi pemicu terjadinya peningkatan kunjungan ke perpustakaan,” jelasnya.

Bahkan, lanjut Adethia, untuk daftar kunjungan dari sekolah sekolah Pendidikan Anak Usia Dini, ke Perpustakaan Palnam ini masuk dalam daftar tunggu.

“Kami terus berupaya meningkatkan pelayanan agar minat membaca anak anak semakin mengalami peningkatan,” ucap Adethia. (SRI/RIW/RH)

Panen Padi Apung Di Tabalong, Inovasi Di Atas Air Untuk Ketahanan Pangan Kalsel

TABALONG – Selama bertahun-tahun, mayoritas petani di daerah rawa Kalimantan Selatan hidup berdampingan dengan tantangan yang sama, lahan rawa yang tergenang hingga 6–7 bulan dalam setahun. Kondisi ini membatasi musim tanam padi, membuat banyak lahan tak bisa dimanfaatkan secara optimal.

Bupati Tabalong berfoto bersama usai panen padi apung perdana

Tapi di tengah keterbatasan, muncul harapan baru melalui inovasi padi apung.
Desa Ampukung di Kecamatan Kelua, Kabupaten Tabalong, menjadi saksi program penanaman dan pelaksanaan panen padi apung, yang berlangsung pada Senin (5/5).

Panen ini bukan hanya simbol keberhasilan satu musim tanam, tapi juga langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan dan menjaga stabilitas harga, terutama komoditas beras yang harganya selama ini dipengaruhi ketersediaan pasokan.

Program di Tabalong ini merupakan hasil kolaborasi Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Pemerintah Kabupaten Tabalong, dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Panen padi apung ini merupakan buah nyata dari keberhasilan program dukungan pengembangan padi apung di wilayah Kalimantan Selatan pada tahun 2024.

Budidaya padi apung merupakan bagian dari program unggulan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kalsel dalam mendukung Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). Inovasi ini memanfaatkan media tanam terapung di atas lahan rawa, memungkinkan petani tetap menanam meski air tengah pasang.

Di lapangan, program pengembangan padi apung ini dilaksanakan oleh kelompok tani Al Fallah, dengan dukungan dari kelompok tani lain melalui skema berbagi praktik terbaik.

Keberhasilan panen ini menjadi bukti bahwa program yang dirancang secara terukur dan tepat sasaran mampu menghasilkan capaian yang signifikan, bahkan pada lahan yang sebelumnya tidak dapat dimanfaatkan untuk budidaya.

Berdasarkan hasil sampling, produktivitas padi apung mencapai sekitar 6,5 ton per hektare, setara dengan hasil tanam konvensional. Lebih dari itu, panen ini menunjukkan peningkatan siklus tanam, di mana lahan yang sebelumnya hanya bisa ditanami satu kali dalam setahun, kini dapat dimanfaatkan hingga dua kali musim tanam dalam setahun.

Kegiatan panen padi apung ini dihadiri Bupati Tabalong, M. Noor Rifani, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalsel, Aloysius Donanto, dan Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Provinsi Kalsel, Imam Subarkah.

Sejumlah mitra kerja seperti OJK, DJPb, Bulog, TNI/Polri, instansi teknis, hingga perguruan tinggi juga ikut hadir dalam momentum ini.

Dalam sambutannya, Bupati Tabalong menyampaikan apresiasi terhadap dukungan yang diberikan Bank Indonesia Kalsel.

Pada kesempatan yang sama, seremoni panen juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan simbolis dari Pemerintah Provinsi Kalsel kepada Pemkab Tabalong sebagai bentuk dukungan lanjutan terhadap sektor pertanian daerah.
Keberhasilan padi apung ini membuka peluang baru, bukan hanya untuk Tabalong, tetapi juga bagi daerah-daerah lain dengan karakteristik serupa.

Dengan replikasi dan pengembangan metode budidaya apung yang berkelanjutan, harapan pun tumbuh bukan hanya dari tanah, tapi juga dari permukaan air. (BIKalsel-RIW/RH)

Kaji Tata Pamer Lukisan Gusti Sholihin, Museum Lambung Mangkurat Libatkan Seniman dan Akademisi

BANJARBARU – Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan menggelar seminar kajian ruang tata pamer gedung lukisan Gusti Sholihin, pelukis asal Banua yang berkiprah hingga ke tingkat internasional.

Foto bersama narasumber dan peserta dalam kegiatan seminar tata pamer

Seminar berlangsung selama dua hari, dimulai pada Selasa (6/5) di salah satu hotel di Kota Banjarbaru, dengan menghadirkan sejumlah seniman, akademisi, serta perwakilan dewan kesenian sebagai peserta dan narasumber, guna memberikan masukan terhadap rencana penataan ruang pamer karya-karya Gusti Sholihin di Museum Lambung Mangkurat.

Seminar dibuka Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Hadeli Rosyaidi, yang menyampaikan pentingnya kegiatan ini sebagai bentuk apresiasi terhadap seniman lokal sekaligus upaya edukasi publik terhadap seni rupa.

“Ini menjadi wujud perhatian kita terhadap pengembangan kesenian di Banua,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Museum Lambung Mangkurat, Muhammad Taufik Akbar, menjelaskan seminar ini menjadi bagian dari proses awal penyusunan tata pamer lukisan – lukisan Gusti Sholihin yang akan ditampilkan ke publik.

“Kami ingin ruang pamer ini tidak hanya menampilkan karya, tapi juga membawa narasi yang kuat tentang perjalanan seni Gusti Sholihin. Karena itu, kami libatkan para pakar untuk memberikan saran teknis dan kuratorial,” katanya.

Taufik Akbar menambahkan, pihaknya ingin menghadirkan ruang pamer yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mengedukasi dan menginspirasi pengunjung tentang kontribusi Gusti Sholihin terhadap dunia seni rupa, baik nasional maupun internasional.

“Ada ratusan lukisan beliau di Museum Lambung Mangkurat. Kami menargetkan ruang pamer ini bisa menjadi daya tarik baru yang memperkuat fungsi museum sebagai pusat pembelajaran seni budaya di Kalimantan Selatan,” pungkasnya. (SYA/RIW/RH)

Salip Kompetitor, Bank Kalsel Melesat ke Posisi Runner Up dalam Survei BSEM

BANJARMASIN – Persaingan antar Bank Pembangunan Daerah (BPD) dalam memberikan layanan terbaik kepada nasabah terus menunjukkan dinamika yang menarik. Dalam survei Bank Service Excellence Monitor (BSEM) tahun 2025 yang dilakukan Marketing Research Indonesia (MRI), terjadi perubahan signifikan dalam posisi tiga besar.

Bank Jateng berhasil menempati posisi teratas, diikuti Bank Kalsel yang melesat dari peringkat keempat ke posisi kedua. Sementara itu, Bank Sumsel Babel menempati posisi ketiga.

Bank Kalsel menunjukkan performa yang impresif dengan meraih skor keseluruhan sebesar 83,85%, meningkat dibanding tahun sebelumnya yang berada di angka 81,43%.

Meski tidak mendominasi di semua aspek penilaian, kualitas layanan Bank Kalsel dinilai konsisten dan solid di hampir seluruh indikator.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin mengungkapkan, bahwa peningkatan skor yang merata mencerminkan kualitas layanan yang terjaga secara menyeluruh.

“Skor yang merata ini menunjukkan bahwa Bank Kalsel mampu memberikan layanan yang konsisten di semua lini. Kami bersyukur dan bangga bisa menempati posisi runner-up tahun ini,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa perbaikan dilakukan secara menyeluruh, baik dari sisi skor maupun peringkat di berbagai kategori. Beberapa aspek yang mengantarkan Bank Kalsel meraih posisi tiga besar dalam survei BSEM 2025 antara lain, Peringkat 1 Best Performa ATM, Peringkat 2 Best Overall Pelayanan Prima, Best Customer Service, Best Teller, Best Overall Walk in Channel, Best Mobile Banking, Best Social Media, Best SMS Banking, Peringkat 3 Best Satpam, Best Kenyamanan Kantor Cabang.

“Capaian ini adalah hasil kontribusi kolektif dari seluruh kantor cabang, kantor cabang pembantu, dan unit kerja terkait. Kita patut berbangga, namun jangan pernah lengah. Di tengah industri perbankan yang semakin kompetitif, penting bagi kita untuk terus meningkatkan kualitas diri, terus belajar, dan aktif mengikuti perkembangan,” tegasnya.

Untuk mempertahankan bahkan meningkatkan capaian di BSEM tahun-tahun mendatang, Bank Kalsel telah menyiapkan berbagai langkah strategis, di antaranya, Menyelenggarakan pelatihan intensif bagi para petugas frontliner, Melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) sebagai persiapan menuju BSEM 2025–2026, Mengundang para ahli di industri perbankan guna memberikan wawasan terbaru terkait tren dan inovasi layanan perbankan.

“Dengan semangat transformasi dan pelayanan prima, Bank Kalsel terus berkomitmen menjadi bank pembangunan daerah yang terpercaya dan unggul dalam memberikan layanan kepada Masyarakat”, pungkasnya. (ADV-RIW/RH)

96 Peserta Jalani Pelatihan Tahap I APBD 2025 di BLK Kalsel

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) Kalsel kembali menyelenggarakan program pelatihan keterampilan berbasis kompetensi institusional bagi para pencari kerja.

Pelatihan ini menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025, yang dilaksanakan di Aula BLK Kalsel, Banjarbaru, Selasa (6/5).

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalsel, Irfan Sayuti mengungkapkan, bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan daya saing masyarakat di dunia kerja.

“Ini merupakan suatu kebanggaan bagi peserta yang mengikuti pelatihan di BLK Kalsel, karena banyak masyarakat yang bersaing untuk bisa belajar di sini,” ujarnya.

Irfan menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Kalsel terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pelatihan formal yang diberikan Unit Pelaksana Teknis Dinas Tenaga Kerja.

“Harapannya, pelatihan ini bisa menjadi bekal bagi peserta untuk masuk ke dunia kerja, baik sebagai pekerja formal maupun sebagai wirausahawan. Ini adalah harapan utama kita semua,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BLK Provinsi Kalimantan Selatan, Sayyid M. Yusfiansyah Al Azhmatkhan menyampaikan, bahwa pada tahap pertama ini dibuka enam program pelatihan, yaitu Tata Rias Kecantikan, Menjahit Pakaian Sesuai Style, Instalasi Listrik Bangunan Sederhana, Pengelolaan Administrasi Perkantoran, Operator Track Excavator, dan Plate Welder SMAW 3G-UP PF.

“Total peserta pelatihan kali ini sebanyak 96 orang, dengan masing-masing program diikuti 16 peserta. Jam pelajaran berkisar antara 260 hingga 340 jam pelajaran,” jelasnya.

Kepala BLK Kalsel, Sayyid M. Yusfiansyah Al Zhamatkhan, saat menyematkan tanda peserta pelatihan

Usai mengikuti pelatihan teori dan praktik di BLK selama satu bulan, peserta akan melanjutkan program magang selama dua bulan di perusahaan mitra kerja untuk menerapkan ilmu yang diperoleh.

“Pesannya, para peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh, sehingga ilmu yang didapat bisa diterapkan secara maksimal,” tutupnya. (BDR/RIW/RH)

Buka Musda XII DPD REI Kalsel 2025, Ini Harapan Wagub Hasnuryadi Sulaiman

BANJARMASIN – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman, membuka secara resmi Musyawarah Daerah (Musda) DPD REI Kalsel ke-12 tahun 2025, disalah satu hotel berbintang di Banjarmasin, Selasa (6/5).

Ketua DPD REI Kalsel, Ahyat Sarbini, menyerahkan plakat Rumah

Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman menyampaikan, dengan tema REI Bekerja Bersama Merangkul Semua Mewujudkan Tiga Juta Rumah, tentunya sangat tepat mencerminkan semangat, sinergitas, kolaborasi, inklusivitas dan komitmen nyata untuk mendukung program prioritas Nasional. Terutama untuk menjawab keperluan dasar masyarakat yaitu rumah layak huni.

Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman

“Pemprov Kalsel mendukung percepatan program 3 juta rumah yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto. Targetnya, untuk di Kalsel dapat terbangun sebanyak 10.000 unit rumah subsidi,” ucapnya.

Hasnur meminta, para pengembang perumahan memperluas cakupan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi dan mempercepat realisasi program nasional tersebut. Dimana, rumah bukan sekadar bangunan fisik, tetapi menjadi tempat membina keluarga. Penyediaan rumah yang terjangkau dan berkualitas menjadi tanggung jawab bersama.

“Para pengembang memperkuat kemitraan dengan pemda dan mitra kerja, agar menciptakan perumahan yang hijau dan berkelanjutan,” pintanya

Sementara itu, Ketua DPD REI Kalsel, Ahyat Sarbini menyampaikan, pihaknya akan
mendukung sepenuhnya kebijakan Pemprov Kalsel dalam mengembangkan sektor perumahan yang inklusif dan berkelanjutan.

Musda kali ini langkah strategis untuk semakin memperkuat sinergi antar pengembang. Oleh karena itu, program 3 Juta Rumah digagas sebagai upaya menekan angka kemiskinan, memperbaiki kualitas hidup masyarakat, dan mengurangi ketimpangan sosial, terutama melalui akses terhadap hunian layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

“Para pengembang harus tetap menjaga kualitas, agar tidak menimbulkan kekecewaan,” tutupnya.

Musyawarah Daerah (Musda) DPD REI Kalsel ke-12 tahun 2025, dihadiri Sekjen DPD REI Raymon Arisandi, Bupati dan Walikota, beberapa Ketua DPD REI sejumlah Provinsi. (NHF/RIW/RH)

Exit mobile version