Wali Kota Banjarbaru Minta Tetapkan Sumber Permasalahan Stunting Sebelum Lakukan Pencegahan

BANJARBARU – Banyak kondisi yang menyebabkan anak terlahir stunting. Sebabnya, kerjasama stakeholder dan SKPD terkait sangat diperlukan dalam mencegah anak terlahir stunting.

Suasana Desiminasi Audit Kasus Stunting Kota Banjarbaru, di Aula Gawi Sabarataan Pemko Banjarbaru, Kamis (14/9).

Hal itu disampaikan Wali Kota Banjarbaru Muhammad Aditya Mufti Ariffin, saat membuka kegiatan Diseminasi Audit Kasus Stunting (AKS), di Aula Gawi Sabarataan Pemko Banjarbaru, Kamis (14/9).

Suasana Desiminasi Audit Kasus Stunting Kota Banjarbaru, di Aula Gawi Sabarataan Pemko Banjarbaru, Kamis (14/9).

Menurut Aditya, sebelum memulai aksi pencegahan, semua permasalahan mengenai stunting harus sudah terpetakan, baik terkait lokus, subjek maupun objek. Termasuk penyebab anak terlahir stunting.

Disitulah, lanjut Aditya, perlunya kerjasama seluruh stakeholder didukung SKPD terkait untuk mengobati sumber permasalahannya.

“Misal masalahnya di sanitasi, maka tindaklanjut akan dilakukan oleh Dinas PUPR. Di lokasi lain misal karena kurang gizi, maka yang bertanggung jawab bisa dari Dinas Kesehatan melalui Puskesmas, nanti terlibat pula Dinas Pertanian dan Perikanan serta Dinas Peternakan. Tergantung permasalahannya,” tutur Aditya.

Melalui AKS, Aditya berharap, seluruh permasalahan termasuk program-program penurunan stunting bisa dipetakan dengan baik. Sehingga seluruh elemen masyarakat dapat mengambil peran mereka masing-masing.

“Supaya angka stunting ini dapat ditekan bersama-sama. Jadi target nasional prevelensi stunting 14 persen tahun 2024 bisa terwujud di Banjarbaru,” imbuhnya.

Plh Kepala DPPKBPMPPA Kota Banjarbaru Rina Khairina menjelaskan, sejak dibentuk pada Juni lalu, tim AKS Kota Banjarbaru mulai menjalankan identifikasi risiko dan penyebab risiko kepada kelompok berbasis surveilans rutin atau sumber data lainnya.

Hasil identifikasi, lanjut Rina, akan dikoordinasikan langsung kepada Wali Kota atau Wakil Wali Kota, guna mewujudkan sinergitas dari setiap kegiatan.

“Termasuk identifikasi dalam mengatasi masalah mendasar pada kelompok sasaran audit beresiko stunting, yaitu calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui/nifas dan baduta/balita,” pungkasnya.(ADV/SYA/RDM/RH)

Lab K3 Disnakertrans Kalsel Terus Berinovasi Kembangan Pengujian

BANJARMASIN – Laboratorium Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Dinas Tenaga Kerja Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Selatan, terus berinovasi mengembangkan pelayanan pengujian di seluruh Perusahaan.

Kepada wartawan, Kepala Lab K3 Disnakertrans Kalsel, Noorlianisyah, ditemui di ruang kerjanya belum lama tadu mengatakan, guna menambah pemasukan kas daerah, pihaknya melakukan inovasi untuk menambah parameter pelayanan, yaitu bukan hanya memberikan pengujian dibidang iklim kerja, pencahayaan, kebisingan dan getaran seluruh tubuh, kemudian kualitas udara baik didalam serta di luar ruangan, tetapi ke lingkungan perusahaan.

“Kami kaji tiru pekan lalu ke Kabupaten Mojokerto, karena dinilai memiliki kemampuan untuk menguji lingkungan di Perusahaan,” ucapnya

Suasana pertemuan di UPTD Laboratorium Lingkungan DLH Kab Mojokerto

Disampaikan Noorlianisyah, pada bulan Agustus 2023 tadi, telah digelar Surveilen kedua dalam rangka menuju Komite Akreditasi Nasional, dengan demikian sangat tepat digelar kaji tiru ke UPTD Laboratorium Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mojokerto Provinsi Jawa Timur, dalam rangka semakin menambah wawasan dan pengetahuan nantinya. Terkait kesiapan Sumber Daya Manusia, pihaknya menilai sudah siap, karena selama ini telah bekerja secara profesional di lapangan.

“SDM akan terus menerus ditingkatkan kemampuan, terutama dibidang pengujian,” ungkapnya

Memberikan Cindera Mata ke UPTD Laboratorium Lingkungan DLH Kab Mojokerto

Lebih lanjut Noorlianisyah menambahkan, untuk pencapaian pelayanan pengujian di bulan September ini sudah ada sebanyak 130 perusahaan dari target 190 perusahaan yang tersebar di 13 Kabupaten dan Kota, serta lintas Provinsi yaitu Kalimantan Tengah. Ia berupaya dalam kurun waktu 3 bulan ke depan, dapat terpenuhi yang ditargetkan tersebut.

“Meski adanya disebagian wilayah terdampak kabut asap, untuk pelayanan pengujian tetap berlangsung tidak ada libur, sesuai permintaan dari perusahaan,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Imbas Kabut Asap, Senam Pagi Lansia di PPRSLU Budi Sejahtera Sementara Dihentikan

BANJARBARU – Imbas dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Banjarbaru kini mulai diselimuti kabut asap. Meski kualitas udara tercatat saat ini masih tergolong biru atau sedang. Efek tersebut ternyata cukup berdampak terhadap rutinitas dari keseharian lanjut usia.

Kepala Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (PPRSLU) Budi Sejahtera Kalsel, Hairun Nisa melalui Kasi Pelayanan, Aditya Anin Primasari, mengungkapkan, munculnya kabut asap memang harus membuat aktivitas lansia dikurangi. Alasannya adalah untuk menjaga kesehatan mereka.

Kasi Pelayanan PPRSLU Budi Sejahtera Kalsel Aditya Anin Primasari saat menjelaskan rutinitas yang dihentikan sementara akibat kabut asap

“Dalam kondisi kabut asap yang semakin hari mulai pekat, tentu kami mengimbau supaya lansia dilingkungan panti pada pagi hari apabila cukup tebal agar sementara tidak melakukan aktivitas di luar dulu dan dianjurkan untuk beristirahat di dalam saja,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, Kamis (14/9).

Selanjutnya, dia menyampaikan, rutinitas lain yang mengalami dampak akibat kabut asap adalah kegiatan senam yang digelar setiap satu minggu sekali atau Jumat pagi.

“Apabila kabutnya tebal maka kami tiadakan senam pagi itu,” ungkapnya.

Sebagai antisipasi agar kesehatan lansia tetap dengan kondisi yang baik selama kabut asap masih terjadi, ia menyampaikan, terus dipantau dengan memberikan asupan gizi makanan berprotein sehat dengan diimbangi sayuran serta buah-buahan berserat.

“Kita juga mengimbau agar lansia turut memperbanyak minum air putih apalagi tak hanya kabut asap tetapi musim kemarau seperti ini juga menjadi perhatian,” bebernya.

Kendati begitu, dirinya mengungkapkan lagi, jadwal keagamaan yang diikuti lansia setiap minggunya dipastikan tetap digelar.

“Karena kan kalau jam 9 pagi kabut asapnya sudah tak ada lagi. Namun, kami tetap memberikan masker kepada mereka sebagai langkah antisipasi,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

Banjarmasin Optimis Masuk Nominasi Penghargaan TPID 2024

BANJARMASIN – Kota Banjarmasin sudah mempersiapkan diri agar bisa masuk nominasi, Penghargaan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Keuangan.

Ke optimistisan tersebut, disampaikan Kabag Perekonomian Setdako Banjarmasin Seine Apriliawati, baru baru tadi.

“Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Presiden kepada daerah yang berhasil mengendalikan inflasi dengan baik,” ungkap Siane.

Oleh karena itu, lanjutnya, Pemerintah Kota Banjarmasin saat ini berusaha untuk mendapatkan penghargaan tersebut, di Tahun 2024 mendatang, dengan melakukan kegiatan kegiatan berdasarkan ketentuan dari kategori penilaian TPID Award tersebut.

Penilaian tersebut terdiri tiga komponen, salah satunya melakukan rapat dan koordinasi yang dihadiri pimpinan, untuk pengendalian inflasi daerah tersebut.

“Tiga komponen penilaian yaitu proses, output, dan outcome, hal tersebut saat ini kami penuhi, ” ucapnya.

Namun, tambah Siane, pihaknya optimis dapat masuk nominasi pada tahun 2024 mendatang.

“Kami berharap Kota Banjarmasin dapat meraih penghargaan tersebut, paling tidak masuk nominasi,” ujarnya.

Seperti diketahui, Pemerintah Pusat melalui Pemerintah Pusat memberikan total penghargaan TPID sebesar Rp 1 Triliun.

Kepala Bagian Kebijakan Perekonomian Biro Perekonomian Provinsi Kalimantan Selatan Agus Salim menjelaskan, penghargaan sebesar Rp 1 Triliun tersebut, akan dibagi bagikan kepada daerah penerima penghargaan.

Kabag Kebijakan Perekonomian Biro Perekonomian Kalsel Agus Salim

“Namun, untuk besaran nilai masih belum mengetahuinya. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mendorong pemerintah daerah yang ada di 13 kabupaten dan kota dapat meraih penghargaan TPID Awards,” tutur Agus.

Penghargaan berupa anggaran tersebut, tentunya, digunakan untuk percepatan pengendalian inflasi di daerah masing masing penerima penghargaan.

“Tentunya dengan meraih penghargaan tersebut menguntungkan bagi daerah,” ucap Agus. (SRI/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Jadikan Lima Prioritas Pembangunan Sebagai Acuan Dalam Rancangan APBD 2024

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Sahbirin Noor menyampaikan penjelasan atas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2023.

Suasana Rapat Paripurna DPRD Kalsel Terkait Penjelasan Gubernur Atas Raperda APBD 2024

Penjelasan tersebut disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Kalsel yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kalsel, Supian HK didampingi Wakil Ketua DPRD Kalsel, Muhammad Syaripuddin serta dihadiri sejumlah Anggota DPRD Kalsel, pejabat SKPD lingkup Pemprov dan unsur-unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Rabu (13/9).

Gubernur Kalsel yang akrab disapa Paman Birin ini, menjelaskan dalam Rancangan APBD TA 2024, Pemprov Kalsel berpedoman dan menyelaraskan dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Kalsel yang terintegrasi dalam tema “Peningkatan Kualitas Daya Saing Daerah Untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Inklusif.”

Menurutnya, dalam hal ini, ada lima prioritas yang menjadi acuan dalam rancangan APBD TA 2024 yaitu penguatan sektor industri, UMKM, pertanian dan pariwisata. Kedua, meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Ketiga, memperkuat infrastruktur untuk pemenuhan pelayanan dasar dan pengembangan perekonomian daerah. Ke empat, meningkatkan tata kelola pemerintahan yang fokus pada pelayanan publik.

“Kelima meningkatkan pengelolaan lingkungan hidup untuk mendukung ketahanan bencana,” tambahnya.

Lebih lanjut, Sahbirin mengungkapkan kebijakan belanja Pemprov Kalsel juga memprioritaskan alokasi anggaran untuk mendukung pelaksanaan tahapan pilkada serentak yang akan diselenggarakan pada tahun 2024.

“Pengalokasian anggaran belanja untuk Pilkada serentak ini, menggunakan skema penganggaran melalui pembentukan dana cadangan selama dua tahun anggaran, yaitu 2022 dan 2023, yang akan dicairkan pada tahun 2024,” tuturnya

Pengalokasian anggaran untuk belanja yang prioritas maupun belanja lainnya, bermuara apa percepatan untuk mewujudkan Kalsel Maju sebagai gerbang Ibukota Nusantara.

“Karena itu, pendapatan dan belanja yang kita rancang dalam APBD TA 2023, akan selalu mempertimbangkan manfaat apbd untuk kesejahteraan rakyat, peningkatan pelayanan publik, memelihara dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mengendalikan inflasi, serta memperkuat daerah kita agar tangguh dalam menghadapi bencana,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Hujan Belum Merata, Sholat Istisqo Makin Gencar Digelar di Kalsel

BANJARMASIN – Waktu menunjukkan pukul 07.30 WITA, ketika ratusan jemaah masjid raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin memulai sholat Istisqa atau sholat meminta hujan, di lapangan parkir barat, pada Kamis (14/9) pagi. Terlihat puluhan siswa sekolah dasar Sabilal Muhtadin, juga turut serta memanjatkan doa bersama para guru mereka. Bahkan dua ekor ayam, diikutkan pula pada sholat Sunnah Muakad ini. Tujuannya tidak lain, agar seluruh makhluk hidup yang ada di Kalimantan Selatan, mendoakan turunnya rahmat dari Sang Maha Kuasa, berupa hujan.

Tidak ketinggalan ikut serta pada sholat Istisqa ini, Gubenur Kalsel, Sahbirin Noor, yang tiba sekitar 10 menit sebelum sholat digelar. Hadir pula sejumlah unsur Forkopimda Provinsi, serta kepala SKPD lingkup pemerintah provinsi.

Dalam sambutannya sebelum memulai sholat, Gubernur mengatakan, bahwa sejumlah langkah strategis sudah dilakukan pemerintah provinsi, untuk menangani dampak musim kemarau kali ini. Mulai dari pemadaman rutin kebakaran hutan dan lahan yang terjadi, serta membagikan air bersih kepada warga yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih untuk keperluan sehari – hari.

“Sholat hari ini juga adalah ikhtiar kita, dengan meminta turunnya hujan langsung kepada Sang Maha Kuasa,” jelas Paman Birin (sapaan khas Gubernur Kalsel).

Sementara itu, usai sholat Istisqa, Ketua Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Darul Qutni memaparkan, semakin banyak sholat Istisqa digelar, maka diharapkan doa yang dipanjatkan dikabulkan Yang Maha Kuasa.

“Seperti juga sholat hajat, sholat Istisqa juga dapat dilaksanakan berkali – kali. Hal ini menunjukkan seberapa besar keinginan kita untuk terwujudnya suatu harapan, yaitu turunnya hujan,” ujarnya.

Suasana sholat Istisqa di masjid raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin

Sejak awal September 2023, seluruh elemen masyarakat dan pemerintah di provinsi Kalimantan Selatan, secara bergantian menggelar sholat Istisqa. Dimulai dari Korem 101/Antasari, pemerintah provinsi Kalimantan Selatan di masjid Al Karomah Martapura, dan kemudian dilanjutkan seluruh pemerintah kabupaten kota di Kalimantan Selatan. (RIW/RDM/RH)

Kabut Asap, PPRSAR Mulia Satria Wajibkan Klien Gunakan Masker

BANJARBARU – Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Anak dan Remaja (PPRSAR) Mulia Satria Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mewajibkan penggunaan masker kepada seluruh klien mereka, sejak kemarau ekstrim yang terjadi beberapa bulan terakhir.

Salah seorang staf PPRSAR Mulia Satria Provinsi Kalimantan Selatan (merah) saat membagi masker kepada klien remaja

Kepala Seksi Pelayanan PPRSAR Mulia Satria Kalsel Sacik Kartikowati, mengatakan aturan itu dilakukan agar klien mereka tidak mudah terkena gangguan pernafasan akibat asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Seksi Pelayanan PPRSAR Mulia Satria Provinsi Kalimantan Selatan, Sacik Kartikowati

“Aturan ini kita wajibkan kepada klien selama berkegiatan di lingkungan panti. Klien yang berangkat sekolah di luar panti juga kita bekali masker untuk memastikan kesehatan mereka,” ujar Sacik, di Banjarbaru, Rabu (13/9).

Selain penggunaan masker, Sacik menyebut, PPRSAR Mulia Satria juga mempunyai klinik yang dilengkapi berbagai jenis obat-obatan untuk para klien mereka.

“Disana juga ada dokter yang siap melakukan pengecekan kesehatan kepada klien kami,” ungkapnya.

Bahkan, jika biasanya dokter klinik datang dua kali dalam sepekan, sejak beberapa bulan terakhir pihak PPRSAR Mulia Satria meminta para dokter datang lebih intens agar setiap klien yang mengalami gangguan pernafasan bisa langsung ditangani.

“Kami juga bekerjasama dengan beberapa puskesmas dan rumah sakit jika nantinya ada klien yang harus menjalani perawatan khusus,” bebernya.

Meski dengan aturan serta fasilitas klinik itu, Sacik tidak menampik kalau beberapa klien mereka ada yang mengalami batuk, sakit tenggorokan hingga sesak nafas.

“Klien kita kan memang usia balita sampai 18 tahun. Mungkin paru-paru mereka masih dalam tahap tumbuh kembang, makanya gampang terserang gangguan pernafasan,” imbuhnya.

Sacik berharap Kalsel segera diguyur hujan. Lantaran kekhawatirannya terhadap kondisi kesehatan klien, jika harus setiap hari terhirup kabut asap akibat karhutla. (SYA/RDM/RH)

Wujudkan Kemandirian Keuangan Daerah, Kanwil DJP Kalselteng Gelar FGD

BANJARMASIN – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Kalimantan Selatan dan Tengah (Kanwil DJP Kalselteng), menjadi tuan rumah kegiatan rutin Focus Group Discussion (FGD) wilayah Kalimantan Selatan bertema “Analisis Kemandirian dan Ketimpangan Fiskal untuk Mendorong Creative and Sustainable Financing”, pada Rabu (13/9) dikantornya jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin.

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, para pimpinan unit vertikal di wilayah Kalimantan Selatan, serta para pimpinan bank di Kalimantan Selatan.

Sekdaprov Kalsel

Digelar di Kanwil DJP Kalselteng, materi FGD kali ini sekaligus menjadi pembahasan yang beririsan dengan Kegiatan Edukasi Pembiayaan Infrastruktur Daerah sebagai Penyangga Pembangunan Ibu Kota Nusantara. Dimana kegiatan tersebut akan diselenggarakan Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) bersama Kemenkeu Satu Kalimantan Selatan dan para pemerintah daerah Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur di Banjarbaru, pada 19 hingga 20 September 2023 mendatang.

Kepala Kanwil DJP Kalselteng, Tarmizi memaparkan terkait ketimpangan fiskal antara pusat dan daerah, indeks kemandirian fiskal se-Kalimantan Selatan, tax ratio, kebijakan pembiayaan daerah, sinergi pendanaan daerah, serta Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan optimalisasi aAnggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)/Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Kakanwil DJP Kalselteng

Berdasarkan laporan realisasi anggaran pemerintah daerah konsolidasian tingkat wilayah Provinsi Kalimantan Selatan, pada rasio kemandirian keuangan daerah terlihat tingkat ketergantungan pemerintah daerah terhadap dana transfer masih cukup tinggi.

“Berkenaan dengan hal tersebut, yang terpenting dalam membangun kemandirian fiskal daerah adalah bagaimana pemerintah provinsi/kabupaten/kota melakukan inovasi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD)-nya,” jelas Tarmizi.

Pada tahun 2022, pemerintah telah menerbitkan UU HKPD (Undang-undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah), yang didesain untuk memperkuat desentralisasi fiskal guna mewujudkan kesejahteraan melalui penguatan pembiayaan utang daerah, penguatan local taxing power dengan tetap menjaga perekonomian, dan mendorong creative and sustainable financing berbasis kerja sama melalui skema sinergi pendanaan.

“Dengan adanya UU HKPD, pemerintah daerah Kalimantan Selatan yakin pembiayaan infrastuktur, peningkatan pendapatan asli daerah, dan penggalian potensi lainnya akan lebih mudah dilakukan,” ujar Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Roy Rizali Anwar saat menutup kegiatan. (KanwilDJPKalselteng-RIW/RDM/RH)

Kenalkan Alat Musik dan Permainan Tradisional, PAUD Aisyiyah Kunjungi Taman Budaya Kalsel

BANJARMASIN – Taman Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, menerima kunjungan PAUD Terpadu Aisyiyah 2 Banjarmasin.

Kepada wartawan, Kepala UPTD Taman Budaya Disdikbud Kalsel Suharyanti, melalui Kasi Promosi dan Dokumentasi, Nita Aulia, setelah menerima kunjungan, pada Rabu (13/9) mengatakan, guna memperkenalkan seni dan budaya sejak dini kepada generasi, pihaknya menerima PAUD di Banjarmasin, pertama anak-anak dibawa mengunjungi ke Gumilang Kaca, Bengkel Lukis, kemudian Gedung Balairung Sari untuk diberikan materi selanjutnya ke Galeri Seni mereka diperkenalkan beragam alat musik tradisional diantaranya Gamelan, Angklung, dan ke Panggung Rampa memperkenalkan permainan tradisional salah satunya balogo.

Kasi Promosi dan Dokumentasi, Disdikbud Kalsel, Nita Aulia, saat memberikan komentarnya

“Kami ingin anak-anak mengenal alat musik dan permainan tradisional di Banua,” katanya

Salah satu anak PAUD mencoba mainan tradisional Balogo

Disampaikan Nita, bulan September 2033 ini setiap pekannya sudah penuh dengan jadwal kunjungan dari PAUD di Banjarmasin. Namun, bagi yang ingin berkunjung, dapat menyampaikan surat secara langsung ke Taman Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan, berlokasi di Jalan Kayu Tangi Hasan Basri Banjarmasin.

“Biasanya kita menerima kunjungan Hari Senin, Rabu dan Kamis,” ungkap Nita

Sementara itu, Guru PAUD Terpadu Aisyiyah 2 Banjarmasin Jurmiah, menyampaikan, pihaknya bersama 28 orang Anak-Anak TK dan Kelompok Bermain, memilih kunjungan ke Taman Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan, guna memperkenalkan berbagai alat musik dan permainan tradisional, agar anak-anak itu dapat mengetahui dan belajar bersama. Selain itu metode pembelajaran ini untuk membuat mereka tidak jenuh, yaitu tidak hanya di dalam kelas tetapi di luar ruangan.

“Anak-anak PAUD ini dan masih berusia antara 3 – 4 tahun, mereka sangat antusias belajar diluar ruang kelas, Taman Budaya Disdikbud Kalsel tepat memberikan wadah, perkenalkan seni dan budaya di Banua,” tutupnya.

Untuk diketahui, selama ini Taman Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan, menerima kunjungan dari PAUD yang tersebar di Kota Banjarmasin dan beberapa Kabupaten terdekat. (NHF/RDM/RH)

Pemko Banjarmasin Launching Kick Off Harjad Banjarmasin ke 497

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin melaunching Kick Off kegiatan Hari Jadi (Harjad) ke 497, dikawasan Kampung Ketupat, Rabu (12/9). Oleh Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, didampingi Sekda Kota Banjarmasin Ikhsan Budiman.

Ibnu menjelaskan, pada pelaksanaan Harjad Kota Banjarmasin pada tahun 2023 ini mengangkat tema Banjarmasin Baikan adalah kita.

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina

“Maka dengan tema tersebut Pemko Banjarmasin mengajak seluruh masyarakat untuk bersama sama meramaikan peringatan Harjad ini,” ucap Ibnu.

Pada rangkaian Hari Jadi ini akan dilaksanakan 21 kegiatan, diantara Kemilau Banjarmasin Bungas atau jukung hias, Banjarmasin Bershalawat bersama Habib Syech, Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Kota Banjarmasin, Pekan Raya Banjarmasin, Gowes 20 kilometer, serta lainnya.

“Kegiatan tersebut mulai dilaksanakan pada tanggal 11 sampai 30 September 2023 mendatang.
Dengan puncak peringatan pada tanggal 23 September di Balaikota Banjarmasin, ” ungkap Ibnu.

Peringatan Hari Jadi, lanjutnya, pada tahun ini dimajukan satu hari. Karena pada tanggal 24 September 2023 jatuh pada hari Minggu.

“Sedangkan pada Jumat 22 September 2023 dilaksanakan Sidang Paripurna Istimewa Harjad Kota Banjarmasin ke 497, di. DPRD Kota Banjarmasin,” ucapnya.

Tapi, tambahnya, sebelumnya dilakukan ziarah ke Makam Sultan Suriansyah.

Ibnu mengatakan, seperti tahun tahun sebelumnya pada Peringatan Hari Jadi kota Banjarmasin ini, pihaknya juga mendatsng artis dari Ibukota untuk memberikan hiburan kepada warga Kota Banjarmasin.

Artis yang akan memeriahkan Harjad Kota Banjarmasin ke 497, Salma Idol, serta Ian Kasela.

Pada kegiatan ini juga diserahkan penghargaan kepada pemenang lomba logo Hari Jadi Kota Banjarmasin.

Adapun Uraian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Jadi Ke-497 Tahun Kota Banjarmasin Tahun 2023 adalah sebagai berikut :

  1. Pelayanan KB IUD
  2. Penyisihan Lomba Qasidah Dan Lomba Vokalis Gambus
  3. Jalan Santai Hari Perhubungan Sekaligus Peresmian Shelter 0 Km
  4. Lomba Membaca Yasin
  5. Festival Anggrek Dan Lomba Duta Anggrek
  6. Sholat Hajat
  7. Ziarah Makam Sultan Suriansyah
  8. Rapat Paripurna
  9. Banjarmasin Bersholawat
  10. Pembukaan Pekan Raya Banjarmasin
  11. Final Lomba Qasidah Dan Lomba Vokalis Gambus
  12. Upacara Puncak Hari Jadi Ke-497 Kota Banjarmasin
  13. Kemilau Banjarmasin Bungas
  14. Gowes 20 KM
  15. Festival Belajar.id
  16. Festival Tunas Bahasa Ibu
  17. Acara Penutupan Hari Jadi Ke-497 Tahun Kota Banjarmasin
  18. Wisuda Tk Al-Qur’an
  19. Peresmian Rumah Kemasan
  20. Beayun Maulid
  21. Lomba Olahraga Tradisional. (ADV/SRI/RDM/RH)
Exit mobile version