Petinggi Kota Banjarmasin Lakukan Ziarah ke Makam Sultan Suriansyah Jelang Peringatan Harjad ke 497

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin melaksanakan ziarah ke Makam Sultan Suriansyah Raja Pertama dari Kesultanan Banjar tersebut.

Ziarah dipimipin Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor, Sekdako Banjarmasin Ikhsan Budiman, Forkopimda Kota Banjarmasin, Pimpinan SKPD dilingkup Kota Banjarmasin, serta seluruh Camat dan Lurah Se Kota Banjarmasin, Kamis (21/9).

“Ziarah ke Makam Raja Banjar ini, dalam rangka menjelang Puncak Peringkatan Hari Jadi Kota Banjarmasin ke 497,” ungkap Walikota Banjarmasin Ibnu Sina.

Selain itu, lanjutnya, ziarah makam ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Banjarmasin, juga tradisi setiap Peringatan Hari Jadi Kota Banjarmasin.

“Ziarah makam ini dilaksanakan setiap tahun,” ucap Ibnu.

Ziarah tersebut, sebagai bentuk penghormatan kepada Raja Banjar Pertama tersebut, karena telah memberikan jasanya dalam membentuk Kota Banjarmasin ini.

“Dengan adanya ziarah makam ini, dapat menggenang jasa beliau, untuk Kota Banjarmasin yang berusia tidak muda lagi, hampir setengah abad lamanya,” ujar Ibnu.

Ibnu berharap, pada Hari Jadi Kota Banjarmasin ke 497, Kota ini semakin berkah, tambah baiman, barasih wan nyaman, serta semakin bermartabat lagi,” ucap Ibnu.

Pada kesempatan tersebut, sebelumnya ziarah makam dilakukan, Walikota Banjarmasin beserta rombongan melakukan susur sungai, serta konvoi untuk menyapa warga Kota Banjarmasin.

“Kami menginginkan seluruh warga Kota Banjarmasin dapat tururserta meramaikan Peringatan Hari Jadi Kota Banjarmasin ke 497,” ujar Ibnu. (ADV/SRI/RDM/RH)

Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrim, Pemprov dan TP PKK Kalsel Bersinergi Serahkan Bantuan RS RTLH

BATOLA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Dinas Sosial bersinergi dengan Tim Penggerak PKK Provinsi Kalsel melakukan penyerahan secara simbolis Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-RTLH) kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Suasana Penyerahan Rumah Layak Huni, Perabotan Rumah Tangga dan Paket Sembako di Desa Sungai Lumbah Batola

Program ini dilaksanakan di Desa Sungai Lumbah Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala (Batola), pada Rabu (20/9) tersebut sebagai salah satu upaya percepatan penghapusan kemiskinan ekstrim di Provinsi Kalsel.

Ketua TP PKK Kalsel, Raudatul Jannah menyerahkan secara simbolis Rumah Layak Huni kepada warga penerima manfaat

Penyerahan dilakukan langsung Ketua TP PKK Kalsel, Raudatul Jannah Sahbirin Noor didampingi Pj Bupati Batola, Mujiyat beserta Pj Ketua TP PKK Batola, Suharyanti dan turut hadir Sandi Fitrian Noor, putra Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor.

Ketua TP PKK Kalsel, Raudatul Jannah atau biasa disapa Acil Odah dalam sambutannya mengatakan program bantuan RS-RTLH ini merupakan keberhasilan dari sinergitas antara Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota serta seluruh elemen pendukung termasuk TP PKK dalam rangka mensejahterakan masyarakat.

“Alhamdulillah, terimakasih kepada semua pihak yang bersinergi, usaha kita selama ini membuahkan hasil dan di Sungai Lumbah ini bisa dibangun 8 unit, Masya Allah. Tidak hanya rumah, isi dan perabotnya juga ada bahkan sembakonya, ulun sungguh sangat bersyukur, mudah-mudahan berkah dan semoga tidak 8 KPM ini saja, harus ada lagi KPM di Desa Sungai Lumbah ini kedepannya, Aamiin,” katanya.

Acil Odah menambahkan, dengan adanya bantuan RS-RTLH ini diharapkan dapat meningkatkan seluruh aspek dalam kehidupan keluarga KPM.

“Tentu saja harapannya kualitas kehidupan, kesehatan, pendidikan, ketahanan pangan bisa meningkat, intinya seluruh aspek dikehidupan dari KPM bisa meningkat,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial Prov Kalsel Muhammadun, melalui Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kalsel, Gusnanda Effendi mengatakan dibawah kepemimpinan Gubernur Kalsel Paman Birin, Kalsel berhasil menurunkan angka kemiskinan paling signifikan, menduduki nomor 2 paling rendah angka kemiskinannya se Indonesia, setelah Provinsi Bali. Kemudian, di tahun 2023 ini pihaknya memberikan fokus khusus untuk Kabupaten Barito Kuala dengan memberikan tambahan bantuan rumah.

“Disamping yang kita kerjakan di seluruh Kabupaten/Kota, kita juga menambahkan bantuan RS-RTLH di Kab Batola sebanyak 8 buah rumah karena tingkat kemiskinan ekstrim lumayan tinggi,” terangnya.

Gusnanda mengungkapkan bantuan tambahan 8 rumah tersebut juga termasuk dengan peralatan rumah tangga seperti karpet plastik, kasur, rak piring, gorden, sprei, bantal, guling, sapu, serok, bak sampah, ember dan gayung. Sehingga masyarakat yang menempati rumah tersebut sudah benar-benar siap huni.

“Selain pemberian bantuan rumah yang sebelumnya tidak layak huni menjadi layak huni, kita juga diberikan bantuan sembako kepada 22 keluarga di Kab Batola selama satu tahun serta kita berikan Usaha Ekonomi Produktif Perorangan (UEP-P) kepada 10 orang,” tambahnya.

Lanjutnya, Kabupaten lainnya pun sebenarnya turut masuk dalam angka kemiskinan ekstrem seperti Kabupaten Banjar dan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), akan tetapi karena kemampuan anggaran yang terbatas, sehingga Pemprov Kalsel melihat angka yang paling tinggi yaitu Batola.

“Dari hasil rilis kemarin oleh BKKBN, Provinsi Kalsel menempai nomor dua paling rendah tingkat kemiskinan ekstrem setelah Provinsi Bali, akan tetapi kita tidak boleh terlena dan tetap harus memberikan bantuan dalam rangka untuk menambah pendapatan keluarga dan mengurangi pengeluaran,” terangnya.

Sementara itu, Istiyana perwakilan dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mengaku senang dan bersyukur keluarganya mendapatkan bantuan dari Pemprov dan TP PKK Kalsel.

“Alhamdulillah, rumah kami sekarang menjadi layak huni, bahkan perabotan rumah tangga hingga sembako kami dibantu, terimakasih Paman Birin, Acil Odah, Dinas Sosial bahkan Bapak Bupati, keluarga kami sangat bersyukur,” tuturnya.

Untuk diketahui, pada tahun 2023, Provinsi Kalimantan Selatan dari hasil rilis yang disampaikan oleh BKKBN merupakan salah satu Provinsi yang termasuk kemiskinan ekstrimnya masih ada, terutama di Kabupaten Batola. Oleh karenanya, Pemprov Kalsel fokus untuk menurunkan angka kemiskinan dengan berbagai macam pemberian bantuan kepada masyarakat. (NRH/RDM/RH)

Tingkatkan Kolaborasi, Bank Kalsel Tandatangani Kerjasama Dengan BAZNAS Kota Banjarmasin

BANJARMASIN – Demi memberikan manfaat lebih bagi masyarakat Banua, Bank Kalsel melalui Unit Usaha Syariah (UUS) berkolaborasi dengan sejumlah pihak, salah satunya Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Banjarmasin.

Terbaru, dilakukan penandatanganan Kerjasama dengan BAZNAS Kota Banjarmasin. Penandatanganan dilakukan Kepala Bank Kalsel Cabang Syariah Banjarmasin, Yuanita Evayanthi dengan Ketua BAZNAS Kota Banjarmasin, Riduan Maskur, pada Selasa (19/9) di Banjarmasin.

Ketua BAZNAS Kota Banjarmasin, Riduan Maskur menyampaikan ucapan terima kasih atas kerjasama yang sudah terjalin selama ini bersama Bank Kalsel.

“Hari ini telah dilakukan penandatanganan kerjasama untuk pengelolaan dana berdasarkan prinsip syariah, payroll gaji pegawai dan jasa perbankan syariah lainnya yang merupakan produk dari Bank Kalsel Syariah, yang dapat dimanfaatkan BAZNAS Kota Banjarmasin,” ucap Riduan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bank Kalsel Cabang Syariah Banjarmasin, Yuanita Evayanthi menyampaikan, penandatanganan kerjasama ini diharapkan bersama-sama mendorong akselerasi positif bagi kedua belah pihak.

“Salah satu keuntungan yang didapat setelah penandatanganan kerjasama pada hari ini yaitu BAZNAS Kota Banjarmasin bisa menggunakan berbagai fasilitas perbankan baik dari segi kemudahan untuk bertransaksi seperti pembayaran dan pembelian hingga kemudahan dalam fasilitas pembiayaan konsumtif,” pungkas Yuanita.

Sebagai Informasi, Bank Kalsel melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) bersama BAZNAS Kota Banjarmasin telah melakukan berbagai kegiatan sosial. Seperti Bedah Rumah dalam membantu rumah yang tidak layak huni serta kolaborasi lainnya baik yang digagas dari BAZNAS Kota Banjarmasin ataupun dari Bank Kalsel, dapat di optimalkan lagi kedepannya. Karena sebagai bank daerah, punya tanggungjawab untuk membantu masyarakat Banua. (ADV-RIW/RDM/RH)

Bangun Sinergisitas, Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel Gelar Rakor 2023

BANJARMASIN – Dalam rangka membangun sinergisitas program kegiatan antara Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota, Bidang Kebudayaan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Rapat Koordinasi Kebudayaan Tahun 2023.

Kepada wartawan, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Hadeli Rosyaidi, setelah membuka kegiatan, mengatakan, Rapat Koordinasi Kebudayaan, sangatlah tepat dilaksanakan, guna menyamakan persepsi mengenai Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD). Hasil ini nanti, dapat memberikan keterpaduan dalam upaya melaksanakan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Hadeli Rosyaidi, saat memberikan komentarnya

“Rakor digelar selama dua hari pada tanggal 20-21 September 2023,” ucapnya

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel, Raudati Hildayati, menjelaskan, Rapat Koordinasi Kebudayaan Tahun 2023 ini bertujuan untuk mendukung program Pemerintah, terkait konsep dan gagasan pokok-pokok pikiran kebudayaan dengan mengidentifikasi permasalahan terkini dari perkembangan kebudayaan baik di tingkat Kabupaten dan Kota. Ia berharap, Kebudayaan ini dapat terus maju dan berkembang di Banua.

Kabid Kebudayaan Disdikbud Kalsel, Raudati Hildayati, saat diwancara awak media

“Budaya merupakan proses suatu cara hidup berkembang yang diwariskan dari generasi ke generasi,” jelasnya

Disampaikan Raudati, Rakor Kebudayaan ini, ada beberapa materi yang dibahas yaitu tentang kebijakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, dilanjutkan penjelasan terkait Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTb), kemudian Cagar Budaya, dan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah.

“Kami diskusi Sinkronisasi Program dan Pemajuan Kebudayaan,” tutupnya

Rapat Koordinasi Kebudayaan Tahun 2023 ini, dibuka secara resmi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammaddun, yang diwakili Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Hadeli Rosyaidi, didampingi Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel, Raudati Hildayati, Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah, Kasi Kesenian Disdikbud Kalsel, Sunjaya Adhiarso, bertempat di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin, pada Rabu (20/9) siang.

Untuk diketahui, Rakor Kebudayaan Tahun 2023 telah dihadiri dari, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII KaltengSel, Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan Lutfi Syaifuddin, perwakilan Dinas Kebudayaan dari 13 belas Kabupaten/Kota, dan komunitas Seniman serta Budayawan. (NHF/RDM/RH)

Banjarbaru Jadi Lokasi BUMDes Expo 2023 se Kalsel

BANJARBARU – BUMDes Expo 2023 se Kalsel kembali digelar. Lapangan Dr Murjani Banjarbaru menjadi lokasi penyelenggaraan selama lima hari, dimulai pada 13 – 17 Oktober.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kalsel, Faried Fakhmansyah, melalui Kasi Pengembangan dan Pemberdayaan Lembaga Ekonomi Desa, Muhammad Agus Fariady, menuturkan, untuk kesiapannya tinggal menunggu hari pelaksanaan. Terlebih, pihaknya sudah menunjuk tim acara yang dipercayakan sepenuhnya ke Event Organizer (EO).

Kasi Pengembangan dan Pemberdayaan Lembaga Ekonomi Desa DPMD Kalsel, M Agus Fariady, saat menjelaskan kesiapan BUMDes Expo 2023 se Kalsel di Banjarbaru

“Sebelumnya kan acaranya itu di Banjarmasin. Nah, supaya ini mampu menampung banyak orang kita pilih di ruang terbuka. Karena pangsa pasarnya BUMDes ini desa dan aksesnya bisa lebih mudah,” ujarnya, Rabu (20/9).

Kegiatan BUMDes Expo 2023 se Kalsel mengusung tema ‘Dari Desa Untuk Kalsel Maju’ itu bakal menampilkan sejumlah pertunjukkan tarian khas dan hiburan musik.

“Lima hari itu akan ada penampilan musisi lokal banua dan pertunjukan tarian khas tradisional dari sejumlah desa sebagai bentuk hiburan bagi masyarakat yang datang,” ungkapnya.

Meski demikian, dirinya membeberkan, kegiatan tersebut tak hanya soal musik dan kreativitas dalam menari. Melainkan juga akan memperkenalkan produk olahan dan kerajinan khas masing-masing daerah.

“Nanti juga ada puluhan stand yang disiapkan untuk menunjang kegiatan ini termasuk ada Food Festival, Bazzar dan Talkshow seputar apa itu BUMDes,” beber Agus.

Tujuan dilaksanakannya itu, ia mengungkapkan, ingin mendongkrak perekonomian mereka melalui penyelenggaraan BUMDes Expo. Di hari terakhir acara, nantinya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel bakal mengumumkan BUMDes terbaik untuk tahun 2023.

“Hari puncaknya nanti kita akan memberikan anugerah atau penghargaan untuk BUMDes terbaik tahun ini,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

Festival Anggrek Seribu Sungai Tingkat Nasional Turut Meriahkan Harjad Banjarmasin ke 497

BANJARMASIN – Ratusan Anggrek berbagai jenis spesies mengikuti lomba Festival Anggrek Seribu Sungai Tingkat Nasional di Kota Banjarmasin, dibuka Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor didampingi Ketua Wakil TP PKK Kota Banjarmasin Hardiyanti, dikawasan Kampung Ketupat.

Dalam sambutannya, Arifin menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang turut meramaikan rangkaian Harjad Ke-497 Kota Banjarmasin.

“Kita juga berikan apresiasi kepada para kolektor, pelestari dan penggiat atas partisipasi dan kontribusinya dalam gelaran Festival Anggrek Seribu Sungai tahun ini,” ungkapnya.

Penyerahan hadiah kepada pemenang oleh Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor

Arifin menerangkan, setidaknya ada 1.000 jenis anggrek yang terdapat di hutan Kalimantan Selatan.

Sebanyak tujuh diantaranya dinyatakan langka dan dilindungi oleh Undang-Undang. Sehingga tidak bisa diperjual belikan.

“Seperti anggrek tikus, anggrek bulan, anggrek kuping, anggrek hitam, anggrek tanah kuning dan anggrek macan yang menjadi queen atau ratunya anggrek,” tuturnya lebih lanjut.

Melalui Festival Anggrek Seribu Sungai ini, Arifin berharap, pihaknya dapat memperkenalkan kekayaan alam kepada masyarakat lokal, maupun tingkat nasional.

“Khususnya para generasi muda agar memperkaya pengetahuan,” ucapnya.

Sebanyak 124 peserta dari berbagai daerah mengikuti Festival Anggrek Seribu Sungai tingkat Nasional, yang menjadi rangkaian Hari Jadi (Harjad) Ke-497 Kota Banjarmasin.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Banjarmasin, Makhmud mengata, pada Festival Anggrek ini, terdapat empat kategori yang dilombakan pada Festival Anggrek Seribu Sungai Tingkat Nasional di Kota Banjarmasin.

Antara lain, lanjutnya, lomba tanaman anggrek dengan berbagai jenis, landscape, aransemen dan juga duta anggrek.

“Kegiatan ini juga untuk melestarikan dan memberikan edukasi kepada generasi,” ucap Makhmud.

Hadiah pemenang berupa piagam penghargaan, piala serta uang tunai.

Juara 1 sebesar Rp5 juta, juara 2 sebesar Rp4 juta, serta juara 3 sebesar Rp3 juta.

Juara harapan 1 sebesar Rp2 juta, juara harapan 2 sebesar Rp1,5 juta serta juara harapan 3 sebesar Rp1 juta. (ADV/SRI/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Berkomitmen Percepat Transformasi Digital

BANJARBARU – Dalam rangka Penyusunan Instrumen Digital Leadership di Provinsi Kalimantan Selatan, Pemerintah Provinsi Kalsel belum lama ini menerima kunjungan dari Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Wantiknas). Kunjungan tersebut diterima Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar bersama sejumlah Kepala SKPD terkait seperti Diskominfo Kalsel, Bappeda Provinsi Kalsel Inspektorat Provinsi Kalsel, dan SKPD terkait lainnya.

Sekda Provinsi Kalsel, diwakili Kepala Diskominfo Provinsi Kalsel, M Muslim mengatakan, pada kunjungan tersebut Pemerintah Provinsi Kalsel bersama Wantiknas melaksanakan rapat kordinasi terkait dengan komitmen percepatan transformasi digital di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalsel.

“Dalam upaya untuk percepatan penerimaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang dibahas pada pertemuan tersebut salah satunya perlu dibentuk Dewan TIK daerah yang melibatkan beberapa stakeholder yang nantinya dapat memberikan masukan terkait dengan transformasi SPBE ini,” ucap Muslim melalui sambungan telpon, Rabu (20/9).

Rakoor Wantiknas

Muslim menambahkan, bahwa Pemerintah Provinsi Kalsel telah membentuk Dewan TIK daerah sejak beberapa tahun yang lalu.

“Untuk Dewan TIK Daerah kita sudah bentuk, namun ke depan akan kita lakukan sejumlah revisi sesuai dengan masukan dari Wantiknas agar perena mereka bisa lebih optimal,” lanjut Muslim.

Tranformasi pemerintahan berbasis digital sendiri memiliki dampak positif khususnya terhadap pelayanan publik di berbagai bidang bagi masyarakat Banua. Dengan adanya digital ini akan memberikan dampak kepada pelayan yang lebih cepat, transparan dan lebih mudah bagi masyarakat Kalsel. (MRF/RDM/RH)

Tiga Penjabat Bupati Resmi Dilantik Gubernur Kalsel

BANJARBARU – Gubernur Kalsel resmi melantik tiga Penjabat (Pj) Bupati di gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel pada Rabu (20/9). Adapun tuga Pj Bupati yang dilantik tersebut, yakni Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel Syamsir Rahman menjadi Pj Bupati Tanah Laut, Kepala Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Provinsi Kalsel Hermansyah menjadi Pj Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS), dan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalsel Syarifuddin menjadi Pj Bupati Tapin.

Dalam sambutannya Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor mengucapkan selamat atas pelantikan tiga Penjabat Bupati. Jabatan tersebut merupakan suatu amanah yang yang harus ditunaikan dengan sebaik-baiknya.

“Penjabat Bupati yang diangkat berasal dari jabatan pimpinan tinggi pratama, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Hal ini mencerminkan komitmen kita untuk memilih individu yang memiliki kapasitas, pengalaman, dan integritas yang sesuai untuk mengemban tugas ini, ” ungkap Sahbirin Noor.

Pj Bupati yang baru saja dilantik diharapkan, agar segera bergerak, bekerja pada amanah barunya untuk menyejahterakan masyarakat.

“Kita doakan bersama penjabat yang baru dilantik selalu diberikan Allah kemudahan dan sukses hingga akhir jabatan,” tutup Sahbirin Noor.

Sementara itu, usai Pelantikan Pj Bupati, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalsel Muhammad Syarifuddin selaku Pj Bupati Kabupaten Tapin mengatakan, sesuai dengan arahan Gubernur Provinsi Kalsel selama menjabat sebagai Pj Bupati Kabupaten Tapin, dirinya akan fokus pada penurunan angka stunting, kemiskinan, pengangguran, karhutla, dan lainnya.

“Sesuai dengan arahan Gubernur setelah kita turun ke daerah kita akan menyesuaikan dengan tugas yang diberikan kepada kita,” ucap Syarifuddin.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kalsel Syamsir Rahman selaku Pj Bupati Kabupaten Tala, yang menyebutkan bahwa dirinya sudah Bergerak sesuai dengan arahan Gubernur Kalsel, bahkan sebelumnya pihaknya telah menyalurkan air bersih ke beberapa titik untuk menanggulangi dampak dari musim kemarau.

Gubernur Kalsel (kanan) bersama Pj Bupati Tala

“Menghadapi kekeringan akibat kemarau ini kami telah mendistribusikan air bersih. Dan agar kekeringan ini tidak terulang, di tahun depan kita akan memprioritaskan ketersediaan air bersih utamanya di daerah Takisung, Panyipatan, dan Kurau” Sahut Syamsir Rahman.

Syamsir juga mengaku telah memetakan apa saja yang perlu di lakukan selama menjabat sebagai Pj Bupati Kabupaten Tala, untuk itu dalam waktu dekat ini dirinya akan melakukan rapat koordinasi dengan Forkopimda Kabupaten Tala.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalsel Hermansyah selaku Pj Bupati Kabupaten HSS mengungkapkan, pihaknya siap melaksanakan amanah yang diberikan dengan sebaik mungkin. Dia menjelaskan bahwa dirinya akan fokus untuk melaksanakan program pengentasan stunting, pengendalian inflasi, pembangunan infrastruktur, dan pencegahan karhutla di Kabupaten HSS.

Gubernur Kalsel (kanan) bersama Pj Bupati HSS

“Kita akan sinergikan visi misi Gubernur Kalsel dengan pemerintah pusat khususnya berkaitan dengan program yang menjadi fokus kita. Besok saya akan laksanakan Rapat Koordinasi dengan Kepala SKPD dan Forkompimda setempat terkait dengan program kerja ke depan, semoga apa yang kita lakukan bisa menjadi yang terbaik bagi Kabupaten Hulu Sungai Selatan,” tutup Hermansyah. (MRF/RDM/RH)

DPRD Kalsel Apresiasi Penjelasan Gubernur Kalsel Atas Rancangan APBD 2024

BANJARMASIN – Fraksi-fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) memberikan apresiasi terhadap penjelasan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor atas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2024.

Suasana Rapat Paripurna DPRD Kalsel

Hal itu sebagaimana yang disampaikan salah satu fraksi DPRD Kalsel, yaitu Fraksi Golkar dalam pemandangan umumnya yang dibacakan Muhammad Yani Helmi, pada rapat paripurna DPRD Kalsel, Rabu (20/9).

Wakil Rakyat yang akrab disapa Paman Yani ini mengharapkan kepada Pemprov dan DPRD Kalsel bersama-sama terus berjuang di pemerintah pusat untuk mendapatkan bantuan terhadap pelaksanaan program yang dapat dibiayai pemerintah pusat sehingga meringankan beban yang bertumpu pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Lebih-lebih Provinsi Kalsel sebagai pintu gerbang Ibukota Nusantara sehingga mampu menjawab kebutuhan dan harapan masyarakat, khususnga mempertahankan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan perbaikan sumber daya manusia serta seluruh urusan wajib yang menjadi tanggungjawab penyelenggaraan pemerintah di daerah,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Fraksi PKS DPRD Kalsel dalam pemandangan umumnya yang dibacakan Gusti Rosyadi Elmi, yang mana Fraksi PKS mengapresiasi atas struktur/postur Pendapatan Daerah pada Rancangan APBD Kalsel 2024, yang disampaikan oleh Gubernur Kalsel sebesar Rp10,048 trilyun rupiah. Sedangkan Belanja Daerah pada Rancangan APBD 2024 yang dianggarkan sebesar Rp10,3 trilyun. Pada posisi penerimaan pembiayaan, yaitu pada jenis pembiayaan sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya, dianggarkan sebesar Rp108,7 milyar dan pengeluaran pembiayaan dianggarkan sebesar Rp57,4 milyar.

“Semoga apa yang dianggarkan semuanya menjadi sarana fokus untuk memakmurkan dan mensejahterakan masyarakat banua,” harapnya.

Setelah pembacaan pandangan umum Fraksi-fraksi DPRD Kalsel, rapat dilanjutkan dengan agenda tanggapan/jawaban Gubernur Kalsel yang dibacakan oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Suparmi.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Kalsel menyampaikan bahwa saran dan masukan dari Fraksi-fraksi DPRD Kalsel akan menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan dalam penyusunan Rancangan APBD 2024 yang berorientasi untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan rakyat.

Untuk diketahui, rapat paripurna tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kalsel, Muhammad Syaripudin didampingi Wakil Ketua DPRD Kalsel, Mariana serta dihadiri anggota DPRD Kalsel, pejabat SKPD lingkup Pemprov Kalsel dan Forkopimda. (NRH/RDM/RH)

Perseroda Pasar Bauntung Batuah Upayakan Pedagang Konveksi Pasar, Bisa Tetap Eksis

BANJAR – Di tengah gempuran jual beli online saat ini, Perseroda Pasar Bauntung Batuah Kabupaten Banjar berupaya agar pedagang tradisional khususnya bidang konveksi bisa tetap eksis.

Sejumlah kios di Pasar Batuah Martapura terlihat tutup karena sepi pembeli

Hal itu disampaikan Direktur Perseroda Pasar Bauntung Batuah Kabupaten Banjar, Rusdiansyah, di Martapura, Rabu (20/9).

Direktur Perseroda Pasar Bauntung Batuah Kabupaten Banjar, Rusdiansyah

Rusdiansyah mengakui, perkembangan digital membuat masyarakat lebih memilih berbelanja melalui e-commerce atau belanja online.

Imbasnya, dari total  776 kios khusus konveksi yang disiapkan di Pasar Batuah Martapura, ada sekitar 180 kios kosong karena pedagang gulung tikar atau memilih berjualan secara online.

Agar tidak semakin menyusut, pihaknya telah memberi beberapa tips kepada pedagang supaya bisa bersaing.

“Kita sosialisasi pedagang agar produk yang mereka jual di toko juga di foto lalu dipasarkan secara online,” ujarnya.

Menurut Rusdiansyah, media sosial dapat membantu pedagang membangun kesadaran merek, memperluas basis data pelanggan, dan terhubung dengan pelanggan saat ini.

Pihaknya juga mengimbau pedagang tidak menyetok barang dagangan terlalu banyak dan berimbas kerugian.

“Tren busana itu terus berkembang, kalau banyak yang tidak laku dikhawatirkan dagangan mereka dianggap ketinggalan zaman,” tuturnya.

Ia juga mengimbau pedagang agar memberi layanan terbaik kepada calon pembeli.

“Jadi pembeli merasa lebih nyaman belanja secara langsung daripada online,” tandasnya.

Dengan segala strategi yang mereka berikan kepada pedagang, Rusdiansyah berharap target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 800 juta tahun ini bisa tercapai.

“Target itu sudah termasuk dengan pajak parkir yang kita setorkan ke daerah,” bebernya. (SYA/RDM/RH)

Exit mobile version