Anggota DPRD Banjarmasin Diminta Persiapkan Pengembalian Aset

BANJARMASIN – Sebanyak 45 Anggota DPRD Kota Banjarmasin diminta mempersiapkan pengembalian aset menjelang purna tugas. Hal itu disampaikan, Sekretaris DPRD Banjarmasin Iwan Ristianto, ditemui di ruang kerjanya, baru-baru tadi.

Sekretaris DPRD Banjarmasin, Iwan Ristianto, saat diwancara

Iwan menjelaskan, pengembalian aset atau barang inventaris milik negara menjelang purna tugas sangat penting, karena akan digunakan Anggota Dewan Periode 2024-2029. Ia berharap, pengembalian aset dilakukan sebelum berakhir masa jabatan pada 8 September 2024 mendatang.

“Kami ingin barang yang dikembalikan dalam kondisi masih bagus,” katanya

Iwan mengungkapkan selama ini, 45 anggota DPRD Kota Banjarmasin periode 2019-2024
telah mendapatkan fasilitas berupa sebuah laptop untuk menunjang tugas mereka sebagai wakil rakyat. Langkah yang akan dilakukan, Sekretariat DPRD Kota Banjarmasin akan mengirimkan surat imbauan kepada semua anggota dewan.

“Surat itu akan dikirimkan melalui masing-masing delapan fraksi,” jelasnya.

Lebih lanjut Iwan menambahkan, kewajiban pengembalikan fasilitas ini berlaku bagi seluruh anggota DPRD Banjarmasin, termasuk untuk yang kembali terpilih. Di mana, semua harus dikembalikan dulu ke Sekretariat.
Kemudian kalau sudah dilantik, baru diserahkan kembali.

“Deadline pengembalian aset paling lambat, satu hari sebelum pelantikan anggota DPRD yang baru terpilih periode tahun 2024-2029,” tutupnya. (NHF/NRH/RH)

Dikemas Lebih Menarik, UHE Series 4 Bakal Digelar Pada 9-11 Agustus 2024

BANJARBARU – Event trail internasional Uncle Hard Enduro (UHE) ke-4 akan digelar pada tanggal 9 -11 Agustus 2024, di Kiram, Kabupaten Banjar.

Mengusung tema Unstoppable, UHE ke-4 akan dibagi lima kelas, yaitu kelas International, National, Local Open, 40 Up, dan Local Hobby.

Ketua Panitia UHE 2024, Dilah Yunani, memastikan event tahunan ini akan lebih meriah, baik dari jumlah keikutsertaan rider internasional hingga jalur trek yang benar-benar memanjakan mata penonton.

Ketua Panitia UHE 2024, Dilah Yunani (kiri), didampingi Ketua Teknis UHE 2024, Ashadi Abu (kanan), saat memberikan keterangan kepada wartawan

“Jika tahun lalu hanya ada 13, tahun ini sudah ada 23 rider internasional yang mendaftar. Untuk trek kita akan buat sedemikian rupa agar penonton bisa langsung melihat dari pinggir jalur balap,” jelas Dilah, belum lama tadi.

Selain rider internasional, Dilah mengaku juga telah mengundang komunitas pecinta enduro tanah air. Bahkan ia menargetkan jumlah peserta di semua kelas akan lebih banyak dibanding tahun lalu.

“Setiap tahun peserta yang mengikuti gelaran UHE selalu bertambah. Jelas tahun ini kita menargetkan bisa lebih banyak lagi peserta yang hadir,” tegasnya.

Pendaftaran Uncle Hard Enduro ke-4 Tahun 2024 akan dibuka mulai 1 Juli hingga 6 Agustus 2024. Selain 5 kelas yang dilombakan, ada pula kelas Adventure untuk pecinta motor trail yang ingin menikmati keindahan alam Meratus dari jalur pegunungan di Kiram.

“Untuk Adventure tahun ini jalurnya sekitar 60 sampai 80 kilometer. Kita siapkan jalur alternatif kalau memang terkendala cuaca, ditambah akan rest area di setiap titik pemandangan. Dan tentu saja kita tambah hadiahnya yakni satu buah mobil, 3 trail, dan 5 motor bebek,” ungkap Dilah.

Lebih meriah lagi, UHE 2024 juga akan menyuguhkan panggung hiburan di sesi akhir acara dengan mengundang band lokal dan nasional.

Dilah berharap terselenggaranya kegiatan Uncle Hard Enduro ini dapat mempertegas daya tarik banua Kalimantan Selatan sebagai destinasi wisata adventure.

“Khususnya Kiram Park agar dapat dikenal sebagai City of Enduro dan menjadi salah satu pilihan utama lokasi sport-tourism yang tidak hanya dikenal di tingkat nasional, tetapi juga hingga ke level internasional,” pungkasnya. (SYA/NRH/RH)

Ketua DPRD Kalsel Bersama Sekwan Siap Berkolaborasi Dukung Komitmen Gubernur Berantas Tipikor

BANJARMASIN – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Supian HK bersama Sekretaris DPRD (Sekwan) Provinsi Kalsel, Muhammad Jaini, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pemberantasan Korupsi di Provinsi Kalsel bersama Kepala Daerah, Ketua DPRD, serta pimpinan pemangku kepentingan yang terkait baik di provinsi hingga kabupaten/kota.

Fokus pembahasan dalam rakor yang bertempat di Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, Kamis (27/6/2024) ini diantaranya adalah pencegahan korupsi skala kecil (petty corruption) terkait pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah dan instansi vertikal di daerah.

Rakor ini merupakan salah satu tindaklanjut dari nilai IPAK Indonesia di tahun 2023 yang mengalami penurunan sebesar 0,01. Pada tahun 2022 dan 2023, nilai IPAK Indonesia adalah sebesar masing-masing 3,93 dan 3,92 (skala 0 – 5). IPAK sendiri merupakan Indeks Perilaku Antikorupsi (IPAK) yang menjadi indikator petty corruption.

Usai mendengar pemaparan materi dan diskusi panel dalam rakor ini, Ketua DPRD Kalsel, Supian HK mengatakan siap berkolaborasi sesuai arahan Gubernur Kalsel untuk bersama-sama memberantas Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Kalsel, khususnya di lingkup DPRD hingga sekretariat DPRDnya.

“Kami siap berkolaborasi dukung komitmen Gubernur berantas tipikor,” tegasnya.

Sementara, Gubernur Provinsi Kalsel, Sahbirin Noor, dalam sambutannya menekankan bahwa pemberantasan korupsi bukanlah tugas satu pihak saja. Menurutnya setiap pihak memiliki peran dan tanggungjawab masing-masing yang saling melengkapi dalam upaya memberantas korupsi.

“Kita membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah provinsi, KPK, aparat penegak hukum, dan tentunya partisipasi aktif dari masyarakat. Hanya dengan kerjasama yang erat, kita dapat menciptakan sistem pencegahan korupsi yang efektif dan berkelanjutan,” tutur orang nomor satu di Kalsel ini.

Sedangkan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Alexander Marwata, dalam pemaparan strategi pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK saat ini yakni “by education”, “by prevention”, dan “by enforcement”.

“By education dengan membangun nilai untuk tidak ingin korupsi, by prevention dengan perbaikan sistem agar tidak ada yang bisa korupsi, dan by enforcement dengan memberikan efek jera agar tidak ada yang berani korupsi,” terangnya. (DPRDKalsel-NRH/RH)

Dekranasda Kalsel Dukung Lomba Desain Sasirangan BSF

BANJARMASIN – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalimantan Selatan memberikan dukungan atas terselenggaranya Lomba Desain Sasirangan, pada Banjarmasin Sasirangan Festival (BSF) Tahun 2024.

Desainer dan Bagian Promosi dan Pemasaran Kerjasama Kemitraan Usaha dan Kewirausahaan Dekranasda Kalsel, Catherine Ambar Sari menyampaikan pihaknya melihat peserta sangat antusias mengikuti lomba desain Sasirangan pada tahun ini sehingga kemungkinan para juri pun kesulitan dalam menentukan pemenang nantinya.

Desainer dan Bagian Promosi dan Pemasaran Kerjasamanya Kemitraan Usaha Dekranasda Kalsel Catherine Ambar Sari

“Untuk desain motif yang ikut tahun ini cukup bervariasi, dengan tingkat kesulitan pembuatan masing masing,” ucapnya.

Catherine mengatakan, Dekranasda Provinsi Kalimantan Selatan akan terus memberikan dukungan kepada daerah untuk peningkatan desain Sasirangan.

Dalam kesempatan tersebut, para pengrajin sasirangan di Kalsel diminta untuk menampilkan desain baru untuk peningkatan motif. Pasalnya, lanjut Catherine, pihaknya melihat masih ada pengrajin yang menampilkan desain lama serta sudah ada di motif pakaian jadi, pada lomba desain Sasirangan BSF.

“Para pengrajin Sasirangan yang ada di daerah untuk dapat meningkatkan hasil kerajinannya, dengan terus menampilkan desain motif desain baru,” ucapnya.

Catherine berharap, para pengrajin dapat meningkatkan kreativitasnya, untuk menciptakan motif-motif desain baru tersebut. (SRI/NRH/RH)

Bertambah Jadi 9, Satu Jemaah Haji Debarkasi Banjarmasin Wafat di Pesawat

BANJARBARU – Salah seorang jemaah haji asal Kabupaten Banjar yang tergabung dalam kloter empat Debarkasi Banjarmasin, wafat saat dalam penerbangan pulang menuju bandara Syamsuddin Noor di Banjarbaru, pada Kamis (27/6)

Almarhumah bernama Nur Ainah binti Saleh Indar (56 th) wafat pada pukul 02.20 UTC dalam pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 8204. Jenazah almarhumah mendarat di bandara Syamsuddin Noor pada pukul 17.19 WITA bersamaan dengan 320 jemaah haji kloter empat asal provinsi Kalimantan Tengah.

Setibanya di bandara Syamsuddin Noor, jenazah diturunkan dari pesawat lebih dulu dari jemaah haji yang lainnya oleh tim bidang kesehatan PPIH Debarkasi Banjarmasin, yang sebelumnya telah siap siaga menunggu dengan mobil ambulance untuk selanjutnya di bawa ke Rumah Sakit Ratu Jaleha Kabupaten Banjar, untuk mendapatkan visum.

Selain para petugas, jenazah juga disambut pihak keluarga yang sebelumnya telah dikonfirmasi pihak PPIH Debarkasi Banjarmasin, untuk turut serta menjemput kedatangan jenazah.

Sebelumnya, Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, Muhammad Tambrin, selaku ketua PPIH Debarkasi Banjarmasin, menyampaikan duka mendalam atas wafatnya jemaah haji tersebut.

“Begitu mendengar kabar ada jemaah haji kita yang wafat di pesawat saya langsung instruksikan kepada PPIH Debarkasi Banjarmasin agar segera menyiapkan teknis penjemputan dan mengkonfirmasi kepada pihak keluarga almarhumah,” katanya.

Tambrin juga meminta kepada jajaran Kemenag tempat tinggal jemaah yang meninggal, agar dapat melakukan takziyah lebih awal dan menyiapkan penyambutan jenazah di rumah duka, sampai pelaksanaan sholat kifayah dan menghadiri pemakaman.

Selanjutnya, terkait kronologis wafatnya almarhumah, pihaknya masih menunggu informasi dari pihak dokter kloter yang mendampingi jemaah haji.

“Untuk saat ini, kami mengajak kepada kita semua agar mendokan almarhumah dan juga kepada seluruh jemaah kita yang telah wafat sebagai syuhada haji agar mendapatkan rahmat dan ampunan serta tempat yang terbaik disisi Allah SWT,” katanya.

Diketahui, saat fase pemberangkatan dari Embarkasi Banjarmasin, almarhumah Nur Ainah tergabung dalam kloter satu, namun dikarenakan sakit pasca operasi kanker rahim, maka akhirnya ditunda keberangkatannya dan dirawat di RS Ratu Jaleha.

Kemudian setelah beberapa hari perawatan beliau dinyatakan membaik dan direkomendasikan layak terbang oleh pihak kesehatan, dan akhirnya dapat diberangkatkan dalam kloter empat bersama dengan jemaah haji dari Kalteng.

Dengan wafatnya jemaah haji kloter empat tersebut hingga saat ini, jumlah keseluruhan jemaah haji Debarkasi Banjarmasin yang wafat bertambah menjadi sembilan orang. (HumasPPIHBDJ-RIW/NRH/RH)

Gekraf Kota Banjarmasin Diharapkan Mampu Dukung Keberadaan BSF

BANJARMASIN – Sebanyak 50 anggota Gerakan Ekonomi Kreatif (Gekraf) Kota Banjarmasin bersama Ketua Gekraf Kota Banjarmasin, Irfan Thalib secara resmi dilantik oleh Sekretaris Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gekraf, Arifin Ikhsan, dan disaksikan Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina, Kamis (27/6).

Walikota mengatakan, dengan dilantiknya Gekraf akan menjadi wadah bagi pelaku ekonomi kreatif di Banjarmasin untuk mengembangkan ekonomi kreatif.

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina saat memberikan sambutan

“Eksistensi ekonomi kreatif akan semakin tertampung dan diharapkan mendunia karena tekad dari ekonomi kreatif untuk menjadikan kiblat,” ucap Walikota.

Di Banjarmasin, lanjut Walikota, Ekonomi Kreatif sudah membentuk forum bahkan sudah memiliki Perda Nomor 3 Tahun 2023 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif dan mengamanatkan kelembagaan berupa BLUD.

“BLUD ini diharapkan juga bisa dibina oleh pemko sebagai pengembangan ekonomi kreatif,” tuturnya.

Dengan diselenggarakan BSF ini, Walikota mengibaratkan, seperti “hari raya” bagi pelaku UMKM dan pengrajin ekonomi sasirangan.

Melalui BSF ini, pihaknya juga akan meluncurkan Kampung Jelujur di Kelurahan Alalak Selatan Kecamatan Banjarmasin Utara untuk meningkatkan usaha ekonomi kreatif.

Sementara, Ketua DPC Gekraf Kota Banjarmasin Irfan Thalib mengatakan, siap merangkul dan meningkatkan segala bentuk ekonomi kreatif di kota Banjarmasin.

“Kami juga siap membantu dan berkolaborasi dengan pelaku ekonomi kreatif di Banua,” ujarnya.

Irfan mengatakan bahwa banyak potensi ekonomi kreatif yang bisa dikembangkan selain usaha kerajinan kain sasirangan.

“Kini juga telah banyak anak muda yang bergerak di bidang perfilman, musik, kuliner, griya dan lain lain,” ucap Irfan. (ADV/SRI/NRH/RH)

Museum Lambung Mangkurat Kalsel Gelar Museum Keliling di Tabalong

TABALONG – Museum Lambung Mangkurat Kalsel menggelar kegiatan Museum Keliling tahun 2024, di halaman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tabalong, Kamis (27/6).

Mengusung tema “Ayo Ke Museum”, Kepala Museum Lambung Mangkurat Kalsel, Muhammad Taufik Akbar, menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan benda koleksi museum yang bernilai sejarah dan budaya Kalsel.

“Kami ingin masyarakat  terutama pelajar mengetahui dan memahami tentang benda-benda peninggalan yang bernilai sejarah dan budaya,” kata Akbar.

Selain itu, Akbar menginginkan kegiatan yang menyasar kepada pelajar Sekolah Dasar (SD) ini, bisa menambah kecintaan mereka terhadap sejarah dan budaya Kalsel, sekaligus memotivasi siswa untuk berkunjung langsung ke museum yang terletak di Kota Banjarbaru itu.

Kepala Museum Lambung Mangkurat Kalsel Muhammad Taufik Akbar (kiri) saat menyerahkan perangkat sekolah kepada salah seorang siswa

“Museum Lambung Mangkurat terbuka lebar untuk guru dan tenaga pendidik yang ingin memprogramkan kegiatan kunjungan ke Museum Lambung Mangkurat, guna mendukung program Merdeka Belajar,” jelas Akbar.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tabalong, Tonie Marwan, mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh museum dibawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaslel ini.

Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para siswa, khususnya untuk mendapat pengetahuan dan pemahaman terkait situs-situs serta peradaban masa lalu.

Salah seorang siswa saat menanyakan tentang benda koleksi yang terdapat di Museum Lambung Mangkurat Kalsel

“Saya harap kita dapat memanfaatkan acara museum keliling ini dengan sebaik-baiknya agar dapat mendapat pemahaman dan pengetahuan. Sehingga dapat menambah kekuatan kita untuk selalu berterimakasih kepada para pendahulu kita yang telah menorehkan peradaban-peradabannya,” harapnya.(SYA/NRH

Gubernur Kalsel Buka Kemah Besar Penggalang 2024

BANJAR – Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang juga selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Kalsel, membuka secara resmi kegiatan Kemah Besar Penggalang (Kemsarlang) Tingkat Daerah Kalsel Tahun 2024 di Alam Roh 20 Desa Kiram, Kabupaten Banjar, Kamis (27/6) sore.

Dalam sambutannya, Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini menjelaskan, Kemsarlang 2024 bertujuan untuk memberikan wadah pembinaan dan pendidikan bagi pramuka penggalang dalam mengamalkan kode kehormatan Pramuka, yaitu Trisatya dan Dasa Darma Pramuka, sebagai salah satu upaya mencapai tujuan dan sasaran gerakan Pramuka.

“Dengan mengusung tema “Bersama Mewujudkan Pramuka yang Unggul, Berkualitas, dan Berkarakter”, Kemsarlang 2024 diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang berprestasi, berkarakter, dan cinta tanah air,” ungkapnya.

Paman Birin juga memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Dimana dirinya menekankan pentingnya kegiatan pramuka dalam membentuk karakter dan kepribadian generasi muda.

“Kegiatan seperti ini semakin memperkokoh tekad, semangat, dan komitmen kita bersama untuk memantapkan Gerakan Pramuka dalam membangun generasi yang lebih baik di masa depan,” lanjut Paman Birin.

Kegiatan kemah penggalang ini bukan hanya sekadar perkemahan biasa, apalagi di Kemsarlang Tahun 2024 ini juga ikut serta adik-adik pramuka berkebutuhan khusus dari kalangan disabilitas.

“Saya berpesan agar adik adik pramuka memnfaatkan setiap waktu dan kegiatan yang ada untuk belajar hal-hal baru. Jangan sia-siakan kesempatan untuk menggali pengalaman yang berharga,” pesannya

Sahbirin Noor juga mengajak semua peserta untuk menjaga disiplin dan tanggung jawab. Kedisiplinan adalah kunci keberhasilan dalam setiap kegiatan pramuka. Patuhi semua aturan dan arahan dari kakak-kakak pembina. Jaga tanggung jawab terhadap diri sendiri dan kelompok.

Sementara itu, Ketua Harian Kwartir Daerah Kalsel, Achmadi menyampaikan, Kemsarlang 2024 akan berlangsung selama empat hari, mulai dari tanggal 27 hingga 30 Juni 2024, dengan rangkaian kegiatan yang mencakup lomba kepramukaan, kegiatan keagamaan, bakti sosial, dan aktivitas lainnya.

Ketua Harian kwartir daerah Kalsel, Achmadi

“Kegiatan ini dihadiri oleh 104 regu penggalang, terdiri dari 52 regu putra dan 52 regu putri, beserta para pembina pendamping, yang berasal dari 13 Kwartir Cabang (Kwarcab) di Kalsel dengan jumlah keseluruhan peserta mencapai 949 orang,” tutup Achmadi. (MRF/NRH/RH)

Hadiri Rakor Gugus Tugas Reforma Agraria, Gubernur Kalsel : Kunci Buka Potensi Daerah

BANJARBARU – Kantor wilayah (Kanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalsel menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Gugus Tugas Reforma Agraria Provinsi Kalsel Tahun 2024, bertempat di salah satu hotel berbintang di Banjarbaru, Kamis (27/6).

Pada kegiatan rakor ini mengangkat tema “Revitalisasi Pelaksanaan Reforma Agraria Provinsi Kalimantan Selatan Yang Berasal Dari Pelepasan Kawasan Kehutanan” yang dibuka langsung oleh Kepala Kanwil Pertanahan Nasional Provinsi Kalsel, Abdul Aziz.

Dalam sambutan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor yang dibacakan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kalsel, Ariadi Noor mengatakan bahwa reforma agraria memiliki peran yang sangat penting bagi pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Selatan.

Kepala Bappeda, Ariadi Noor saat membacakan sambutan Gubernur

“Melalui reforma agraria kita berupaya untuk menciptakan struktur kepemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah yang lebih berkeadilan, hal ini akan berdampak langsung pada peningkatan produktivitas lahan, pengurangan kemiskinan dan pemerataan akses terhadap sumber daya alam,” katanya.

Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini juga menyampaikan reforma agraria menjadi kunci untuk membuka potensi ekonomi daerah terutama di sektor pertanian dan perkebunan.

“Dengan kepastian hak atas nama tanah masyarakat kita akan memiliki landasan yang kuat untuk meningkatkan taraf hidupnya dan berkontribusi pada pembangunan daerah,” ujarnya.

Gubernur mengungkapkan, sejak dimulainya program reforma agraria Nasional, Kalimantan Selatan telah mencapai beberapa capaian yang sangat signifikan.

“Kita telah berhasil melakukan redistribusi tanah kepada ribuan keluarga, memberikan sertifikat tanah kepada masyarakat dan memfasilitasi pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam penerimaan manfaat reforma agraria,” ungkapnya.

Foto bersama usai pembukaan Rakor

Gubernur juga mengapresiasi Kanwil BPN Kalsel dan seluruh anggota tim gugus tugas reforma agraria atas kinerja dan komitmen yang diberikan dalam melaksanakan percepatan reforma agraria di Kalimantan Selatan

“Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa dengan kerja keras dan sinergi yang baik kita mampu mewujudkan reforma agraria yang berkeadilan dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” ucapnya.

Lebih lanjut, Gubernur mengajak kepada seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama memberikan solusi serta inovasi dalam mengatasi konflik di kawasan hutan.

“Kita perlu mengembangkan mekanisme penyelesaian konflik yang transparan partisipatif dan berkeadilan atau skema pengelolaan hutan yang berbasis kemasyarakatan perlu kita kaji dan diterapkan sesuai dengan kondisi lokal,” tuturnya. (BR

Gubernur berharap melalui rekor ini dapat menghasilkan strategi dan rencana yang konkrit untuk mengatasi tantangan konflik di kawasan hutan.

“Melalui rakor ini saya berharap, adanya solusi dan penyelesaian dengan percepatan sekaligus memperkuat capaian-capaian positif yang telah kita raih dalam melaksanakan reforma agraria,” tutupnya. (BDR/NRH/RH)

Tingkatkan Kualitas Sasirangan, BSF Gelar Diskusi Bagi Para Pengrajin

BANJARMASIN – Dalam rangka meningkatkan kualitas sasirangan, para pengrajin kain sasirangan di Kota Banjarmasin mengikuti Forum Diskusi Sasirangan, di salah satu hotel berbintang, pada Kamis (27/6).

Dialog yang dilakukan pada diskusi Sasirangan

Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Kota Banjarmasin Siti Wasilah mengatakan, kegiatan diskusi ini masuk dalam rangkaian Banjarmasin Sasirangan Festival (BSF) ke 8.

“Yang bertujuan mengetahui persoalan yang sering dihadapi para pengrajin kain sasirangan,” ucapnya.

Selain itu, forum ini bermaksud untuk kepentingan kemajuan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menegah) maupun pengrajin di Kota Banjarmasin.

Tentunya, event BSF bertujuan untuk memfasilitasi para UMKM khususnya pengrajin dalam promosi dan memasarkan produknya.

Selain itu, kesempatan ini juga menjadi ajang edukasi sekaligus apresiasi bagi para pengrajin melalui berbagai lomba yang diselenggarakan.

“Terpenting, masyarakat juga harus turut merasakan makanya ada pawai sasirangan,” kata Wasilah.

Adapun berbagai masukan maupun aspirasi para pengrajin kain sasirangan akan menjadi catatan bagi Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin.

“Mudah-mudahan apa yang disuarakan kita upayakan baik itu berupa solusi, atau berupa komitmen kita jaga komitmen bersama,” harapnya.

Dalam diskusi tersebut, lanjut Wasilah, dibahas juga mengenai standarisasi harga kain sasirangan yang merupakan warisan budaya Banjar itu.

Tinggal yang menjadi PR dalam hal itu, yaitu menyamaratakan kualitas antar para pengrajin terhadap produknya agar tidak terjadi perbedaan.

“Untuk itu kita akan resmikan kampung jelujur yang mana para menjelujur harus menjelujur bagus hingga wajar ditawar dengan harga tinggi dan itu berpengaruh pada pendapatan mereka,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar menambahkan standarisasi harga kain sasirangan sendiri tentunya menjadi perhatian.

Pasalnya, banyak pengrajin kain sasirangan di Kota Seribu Sungai yang menginginkan diterapkannya standarisasi harga.

“Ada kompetensi antar pengrajin dalam menjual produknya yang mana kualitas biasa dan harganya murah lebih banyak diminati orang luar jika dibanding kualitas bagus namun harganya mahal,” jelasnya

Untuk itu lanjut Kadis yang akrab disapa Tezar, ke depan akan dicoba membuat pola agar ada standarisasi harga kain sasirangan dari semua pengrajin yang disepakati.

Berkaca dari harga kain batik berasal dari daerah Jawa itu dihargai cukup tinggi hingga dikisaran harga Rp300 ribu lebih untuk satu kain.

“Sedangkan kain sasirangan itu masih ada harganya Rp125 ribu. Justru ini akan merugikan pengrajin sasirangan. Makanya coba kita standarisasi dan ini akan berdampak pada para penjelujur,” pungkasnya. (ADV/SRI/NRH/RH)

Exit mobile version