Ajak Pelajar Wujudkan Kota Bersih dan Tertib, Pemko Banjarmasin Luncurkan Program SATU ARAH

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin menjalankan program bertajuk Sekolah Taat Perda (SATU ARAH), di SMAN 5 Banjarmasin, dihadiri langsung Wakil Walikota Banjarmasin, Ananda.

Ananda mengajak para pelajar SMA tersebut, untuk menjadikan Kota Banjarmasin lebih bersih dan tertib.

Ananda memaparkan secara gamblang, dua kebiasaan masyarakat umum yang kini tak lagi dapat ditoleransi. Yakni memberi uang kepada manusia silver dan membuang sampah sembarangan.

Wakil Walikota Banjarmasin Ananda

“Kalau kita terus memberi uang ke manusia silver atau pengemis jalanan, itu sama saja kita membiarkan mereka berkembang. Ini bukan pendidikan yang baik, dan anak-anak kita harus tahu sejak sekarang,” tegas Ananda saat memberi arahan langsung kepada ratusan pelajar di halaman SMA Negeri 5 Banjarmasin, Jumat (9/5).

Program SATU ARAH yang digagas oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) ini dirancang sebagai bentuk edukasi langsung ke sekolah, dengan pendekatan yang menyentuh akar perilaku remaja.

Ananda menekankan, dua pelanggaran yang paling relevan dengan kehidupan pelajar saat ini adalah kebiasaan membuang sampah sembarangan, dan memberi uang kepada pengemis jalanan.

“Kita mulai menerapkan perda ini per 1 Juni. Jadi siapapun yang kedapatan melanggar, akan kita tindak dengan sanksi ringan. Bukan soal menakut-nakuti, tapi ini bagian dari membentuk kebiasaan baru yang lebih baik untuk kota kita,” katanya di hadapan para siswa, guru, dan aparat Satpol PP yang turut hadir.

Tak hanya menyasar perilaku remaja, langkah ini juga dimaksudkan untuk mengubah pola pikir warga secara kolektif.

“Kita ingin masyarakat bertindak bukan karena takut kena sanksi, tapi karena sadar bahwa ini untuk kebaikan bersama. Kalau kota bersih, yang untung bukan cuma pemerintah, tapi kita semua,” ucapnya.

Sementara itu Kasatpol PP Kota Banjarmasin Ahmad Muzaiyin mengatakan, bahwa program ini bukan eksperimen dadakan.

Sebelumnya, pendekatan yang sama telah diterapkan selama lebih dari setahun di 35 SMP se Banjarmasin dan menunjukkan hasil positif.

“Sekarang kita naikkan levelnya ke SMA. Ternyata respons siswa sangat luar biasa. Makanya kami ajak Wakil Wali Kota hadir langsung biar pesannya lebih mengena,” jelas Muzaiyin.

Lebih lanjut, Ia membeberkan, bahwa fenomena manusia silver dan pengemis jalanan bukan hanya mengganggu estetika kota, tapi juga menjadi ladang ekonomi gelap yang subur saat momen keagamaan.

“Pendapatan mereka bisa sampai 300 ribu rupiah per hari, terutama saat puasa atau lebaran. Ini realita. Dan kalau kita tidak edukasi dari sekarang, anak anak kita akan tumbuh dalam lingkungan yang permisif,” ungkapnya.

Langkah penertiban ini tidak dilakukan secara mendadak. Menurut Muzaiyin, Pemko Banjarmasin sudah memetakan sejumlah titik prioritas seperti tempat pembuangan sampah (TPS), pusat keramaian, dan kawasan pendidikan.

“Kita mulai dari edukasi ke siswa, lalu akan diperluas ke masyarakat. Nanti tiap Jumat, lokasi sosialisasi dan penegakan akan diperbanyak,” ucap Muzaiyin. (SRI/RIW/RH)

Pelindo Regional 3 Sub Regional Kalimantan Raih Penghargaan PROPER Biru dari Kementerian Lingkungan Hidup

BANJARMASIN — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Kalimantan kembali menunjukkan komitmennya dalam pengelolaan lingkungan hidup dengan meraih penghargaan PROPER peringkat Biru dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.

Penghargaan PROPER Biru merupakan bentuk pengakuan pemerintah kepada perusahaan yang telah memenuhi seluruh peraturan dan ketentuan di bidang lingkungan hidup. Peringkat ini menjadi bukti bahwa PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Kalimantan menjalankan kegiatan operasionalnya dengan mematuhi standar lingkungan yang ditetapkan.

Aktivitas di pelabuhan yang menjadi penilaian proper Kementrian Lingkungan Hidup

Dalam pelaksanaan program ini, perusahaan dinilai dari berbagai aspek, termasuk pengelolaan limbah cair dan emisi udara, pengelolaan limbah B3, pemenuhan dokumen lingkungan seperti AMDAL dan UKL-UPL, serta kepatuhan terhadap izin lingkungan.

Sub Regional Head Kalimantan, Sugiono, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan yang diterima.

“Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh insan Pelindo yang senantiasa berkomitmen menjaga lingkungan kerja yang bersih, aman, dan berkelanjutan,” ujar Sugiono.

Sugiono menambahkan bahwa penghargaan yang diterima adalah PROPER Biru, pihaknya terus mendorong perbaikan berkelanjutan menuju tingkat beyond compliance.

“Kami menjadikan PROPER ini sebagai acuan untuk meningkatkan praktik ramah lingkungan di pelabuhan, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan ekosistem sekitar,” imbuhnya.

Keberhasilan meraih PROPER Biru juga tidak lepas dari sinergi antara manajemen dan seluruh pekerja dalam menerapkan sistem pengelolaan lingkungan yang sesuai dengan prinsip good corporate governance dan prinsip – prinsip keberlanjutan.

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Kalimantan juga secara aktif melaksanakan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), termasuk edukasi lingkungan kepada masyarakat sekitar dan pengelolaan sampah terpadu di area pelabuhan.

Sebagai bagian dari BUMN strategis, Pelindo berkomitmen untuk tidak hanya memberikan pelayanan jasa kepelabuhanan yang andal, tetapi juga menjunjung tinggi nilai – nilai lingkungan hidup dalam setiap aktivitasnya.

“Kami percaya bahwa keberhasilan bisnis jangka panjang hanya dapat dicapai jika selaras dengan kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Penghargaan ini menjadi pijakan awal untuk melangkah lebih jauh menuju PROPER Hijau atau bahkan Emas di masa depan,” tutup Sugiono. (Pelindo-RIW/RH)

Bintang AKSEL Pelayanan 2025 Resmi Dibuka, Semangat Kompetisi Peserta Mulai Dinyalakan

BANJARMASIN – Ajang Bintang AKSEL Pelayanan 2025 resmi dibuka Direktur Bisnis Bank Kalsel, Akhmad Fauzi Noor, didampingi Direktur Operasional Abdurahim Fiqry dan Direktur Kepatuhan Mitra Damayanti, pada Kamis (8/5) di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin.

Suasana dimulainya kompetisi Bintang Aksel

Kegiatan ini menandai dimulainya rangkaian kompetisi internal yang bertujuan untuk mengapresiasi sekaligus meningkatkan kompetensi para Teller, Customer Service, dan Satuan Pengamanan (Satpam) terbaik dari seluruh Kantor Cabang Bank Kalsel.

Dalam sambutannya, Akhmad Fauzi Noor menyampaikan bahwa Bintang AKSEL bukan sekadar ajang lomba, melainkan bagian dari strategi pembentukan karakter pelayanan yang unggul, profesional, dan berintegritas.

“Melalui Bintang AKSEL, kita berharap terbangun semangat baru dalam memberikan pelayanan terbaik, menciptakan atmosfer kerja yang kompetitif sekaligus kolaboratif di lingkungan Bank Kalsel,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa kompetisi ini merupakan panggung bagi para petugas forntliner untuk menunjukkan dedikasi terbaik mereka kepada masyarakat.

“Diharapkan seluruh peserta dapat lebih proaktif selama pemaparan materi serta saat menjalani penilaian dalam roleplay dan presentasi sesuai bidang pekerjaan masing – masing. Semoga kegiatan ini memberikan ilmu yang bermanfaat dan dapat diaplikasikan dengan baik di unit pekerjaan masing – masing,” tambahnya.

Setelah acara pembukaan, para peserta langsung memulai kompetisi dalam rangkaian Service Training Camp yang akan berlangsung selama dua hari. Kegiatan ini mencakup pembekalan intensif, penguatan soft skill dan hard skill, serta tahapan pengujian meliputi tes kompetensi, presentasi, dan simulasi layanan (roleplay).

Kegiatan juga turut menghadirkan Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda, sebagai narasumber dalam sesi sharing session yang memberikan motivasi kepada para peserta.

Dalam pesannya, Ananda menekankan pentingnya berbuat dan berusaha secara maksimal untuk menjadi juara.

“Hadirkan dirimu 100% dalam kompetisi ini, jangan setengah – setengah, apa lagi seperapat-seperapat”, tegasnya.

Puncak acara Bintang AKSEL Pelayanan 2025 akan digelar pada Sabtu (10/5) dalam Awarding Moment yang menjadi ajang penganugerahan bagi peserta terbaik yang menunjukkan performa unggul sepanjang rangkaian kegiatan.

Melalui ajang ini, Bank Kalsel menegaskan komitmennya dalam menciptakan pelayanan prima yang membanggakan, tidak hanya di level daerah, namun juga untuk bersaing di tingkat nasional melalui Frontliner Championship BPDSI-ASBAND. (ADV-RIW/RH)

Kembali Gelar Bintang AKSEL Pelayanan 2025, Wujud Konsistensi Bank Kalsel Meningkatkan Kualitas Layanan

BANJARMASIN — Bank Kalsel dalam waktu dekat akan kembali menyelenggarakan ajang Bintang AKSEL Pelayanan, sebuah program apresiasi dan kompetisi internal yang ditujukan bagi para pegawai garda terdepan Bank. Yakni Teller, Customer Service, dan Satuan Pengamanan (Satpam).

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Bank Kalsel dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah dan masyarakat luas.

Diselenggarakannya Bintang AKSEL Pelayanan 2025 merupakan kelanjutan dari keberhasilan kegiatan serupa yang telah dilaksanakan pada tahun 2023. Ajang ini tidak hanya menjadi wadah apresiasi, tetapi juga sarana pembinaan kompetensi bagi frontliner Bank Kalsel di seluruh Kantor Cabang yang tersebar di seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan.

Keberhasilan program ini terbukti dari hasil survei Bank Service Excellence Monitor (BSEM) tahun 2025 yang dilakukan Marketing Research Indonesia (MRI), dimana Bank Kalsel melesat dari peringkat keempat ke posisi kedua dengan layanan terbaik dari seluruh Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia.

Setiap tiga bulan sekali, Bank Kalsel secara rutin melakukan penilaian dan evaluasi terhadap kinerja Frontliner. Hasil dari evaluasi ini menjadi dasar untuk memilih peserta terbaik dari masing-masing cabang yang akan berkompetisi di ajang Bintang AKSEL Pelayanan 2025.

Peserta terpilih akan mengikuti proses seleksi berjenjang yang dirancang untuk membangun iklim kompetisi sehat dan profesional dalam lingkungan kerja.Selain sebagai ajang internal, kegiatan ini juga berfungsi sebagai tahapan seleksi bagi perwakilan Bank Kalsel yang akan dikirim ke tingkat nasional dalam acara Frontliner Championship yang diselenggarakan Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (BPDSI) di bawah naungan ASBANDA.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, berkeinginan untuk membentuk frontliner yang tidak hanya tangguh secara teknis, tetapi juga memiliki soft skills, knowledge, integritas, dan semangat pelayanan prima.

Menurutnya Bintang AKSEL Pelayanan adalah bagian dari investasi jangka panjang terhadap kualitas SDM.

“Melalui ajang ini, Bank Kalsel berharap mampu menciptakan standar pelayanan yang semakin tinggi, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap eksistensi dan komitmen Bank Kalsel sebagai bank kebanggaan Banua”, pungkasnya. (ADV-RIW/RH)

Dukung Asta Cita Presiden Prabowo, Polda Kalsel Tebar 170.000 Benih Ikan Nila di Sungai Barito

BATOLA – Bentuk implementasi Program Asta Cita 2 yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto terkait swasembada pangan, dilakukan Polda Kalsel, dengan penebaran 170 ribu benih ikan air tawar jenis Nila di Sungai Barito, kawasan Jembatan Rumpiang, Desa Bagus, Marabahan, Kabupaten Barito Kuala, Rabu (7/5).

Kapolda Kalsel saat penyerahan bantuan stunting di Batola

Benih ikan Nila dilepas di tiga unit keramba milik kelompok pembudidaya ikan air tawar, dalam rangkaian Bakti Sosial Sambang Nusa Polairud Polda Kalsel bekerjasama dengan Hasnur Group.

Selain penebaran ikan, Polda Kalsel memberikan 200 paket sembako untuk warga pra sejahtera dan 100 peket bantuan anak stunting.

Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rusyanto Yudha Hermawan, didampingi Dirpolairud Polda Kalsel Kombes Pol Andi Adnan menyampaikan, penebaran benih ikan diharapkan dapat mendorong ketahanan pangan, sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu selaras dengan kearifan lokal masyarakat bantaran Sungai Barito, sehingga ekonomi biru yang digagas Presiden Prabowo Subianto akan tercapai.

“Ini tentunya tidak lepas terkait tugas-tugas Polri, dimana apabila masyarakat kita sejahtera terpenuhi sandang, pangan, dan papannya. Tentunya angka kejahatan bisa kita tekan,” ujarn Kapolda.

Adapun, paket bantuan yang diberikan berupa makanan bergizi untuk balita, guna penanganan stunting di Kalsel, khususnya Kabupaten Barito Kuala, lanjutnya. Penanganan stunting perlu kerjasama semua pihak. Oleh karena itu, Polda Kalsel bersama jajaran Bhayangkari turut serta dalam pengentasan stunting.

“Pada kegiatan ini kita juga bekerjasama dengan BKKBN, Bhayangkari daerah dan Bhayangkari cabang. Kita melaksanakan kegiatan pengentasan dan pencegahan stunting di lokasi ini,” imbuhnya.

Salah seorang warga, Sampurna berharap ada bantuan rutin agar meringankan kebutuhan sehari-hari dan gizi sang buah hati.

“Alhamdulillah sangat bersyukur. Mudahan kegiatan ini rutin dilaksanakan bisa membantu orang-orang miskin,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Barito Kuala, Herman Susilo mengapresiasi jajaran Polda Kalsel atas kegiatan Bakti Sosial Sambang Nusa Polairud Polda Kalsel.

Hermawan sependapat dengan Kapolda Kalsel, bahwa penanganan stunting merupakan tanggungjawab bersama, tidak ditangani pemerintah daerah saja.

“Apresiasi yang bagus sekali. Untuk ke depan, kita terus evaluasi agar bantuan berjalan dengan baik dan memberikan manfaat untuk warga Kabupaten Barito Kuala,” tutupnya. (PoldaKalsel-SRI/RIW/RH)

Meriahkan Puncak Harjad ke-73, Gubernur Muhidin: Semoga HSU Semakin Sejahtera dan ‘Babungas’

HULU SUNGAI UTARA – Ribuan pasang mata tertuju ke Lapangan Pahlawan Amuntai, tempat seluruh rangkaian acara peringatan Hari Jadi ke-73 Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) berlangsung, Rabu (7/5).

Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin bersama sang istri Fathul Jannah, Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman beserta istri, Ellyana Trisya, serta jajaran pejabat tinggi Pemprov Kalsel hadir langsung di tengah masyarakat.

Tak hanya dari Kalimantan Selatan, perayaan ini juga dihadiri tamu istimewa dari luar daerah seperti Bupati Barito Timur dan Bupati Barito Selatan. Tampak pula pimpinan Forkopimda Kalsel, Ketua DPRD Kalsel Supian HK, serta jajaran kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel.

Kedatangan mereka disambut meriah dengan iring-iringan drumband dan parade bendera oleh siswa-siswi SD se-HSU.

Peringatan tahun ini mengangkat tema “Bangkit Bersama, Berbakti Gasan Banua” yang menggambarkan semangat kolaborasi dalam pembangunan. Rangkaian acara dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an, disusul pembacaan sejarah singkat berdirinya Kabupaten HSU oleh Ketua DPRD Kabupaten Fadillah.

Momentum ini juga dimanfaatkan untuk penyerahan hibah tanah dan bangunan Makodim 1001/HSU dari Bupati kepada Danrem 101/Antasari.

Gubernur, Muhidin, melalui sambutan yang dibacakan Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman, menyampaikan bahwa Pemprov Kalsel juga memberikan kado spesial berupa operasi katarak gratis bagi 27 warga HSU di RS Pembalah Batung Amuntai.

“Ini adalah bagian dari komitmen Pemprov Kalsel dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,” ungkapnya.

Ia pun mengapresiasi acara yang diawali dengan pembacaan Al-Qur’an, dan berharap hal ini menjadi teladan bagi kabupaten/kota lain di Kalsel.

“Setiap hari jadi hendaknya dimulai dengan lantunan ayat suci, agar penuh keberkahan,” harapnya.

Tak lupa, Gubernur menyampaikan ucapan dan doa khusus untuk masyarakat HSU.

“Mudah-mudahan HSU selalu sejahtera dan ‘Babungas’ (rupawan) seperti orang-orangnya,” ucapnya.

Selain bantuan kesehatan, Pemprov Kalsel juga menyerahkan 50 paket makanan bergizi bagi anak-anak stunting. Acara kemudian dilanjutkan dengan peresmian sejumlah infrastruktur penting, seperti Jalan Fakhrudin/Bypass Bayur di Desa Penangkalan, Gedung Abdul Wahid BKPSDM HSU, dan Jalan Ardansyah Fama.

Penyerahan bantuan oleh Gubernur Kalsel (dua kiri) ke Pemkab HSU. (foto : Adpim)

Bupati HSU, Sahrujani, bersama Wakil Bupati Hero Setiawan, dalam sambutannya menegaskan komitmen untuk terus memajukan daerah sesuai visi “HSU Bangkit” yang berkeadilan, unggul, dan kreatif.

“Tema hari jadi ini adalah ajakan agar kita semua memiliki semangat kuat untuk bangkit bersama, demi keadilan yang memakmurkan, dan kemakmuran yang adil,” tegasnya.

Atraksi panjat pinang menjadi salah satu suguhan menarik di Peringatan Hari Jadi HSU ke-73.(foto: Adpim)

Sebagai penutup, para tamu undangan disuguhi atraksi panjat pinang dari perwakilan 10 kecamatan, dan berkesempatan menikmati beragam kuliner khas yang disajikan di stand-stand jajanan daerah milik SKPD dan instansi Pemkab HSU. (Biroadpim-SYA/RIW/RH)

Perkuat Komitmen Cegah Stunting, DP3APMP2KB Banjarbaru Gelar Sosialisasi Genting dan Rakor TPPS 2025

BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APMP2KB) menggelar Sosialisasi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) yang dirangkai dengan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Tingkat Kota Banjarbaru Tahun 2025, di salah satu hotel berbintang di Kota Banjarbaru, Rabu (7/5).

Kegiatan ini dibuka Pj. Wali Kota Banjarbaru, Subhan Nor Yaumil yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan, Abdul Malik, serta dihadiri sejumlah Kepala SKPD dan Forkopimda Kota Banjarbaru.

Dalam sambutannya, Staf Ahli Walikota Banjarbaru, Abdul Malik menegaskan pentingnya penanganan stunting secara sistematis dan berkelanjutan.

Ia mengajak seluruh pihak untuk bersinergi mendukung Gerakan Genting sebagai langkah kolektif menuju Banjarbaru bebas stunting.

Staf Ahli Ekonomi dan Keuangan, Abdul Malik saat membacakan sambutan Pj. Walikota Banjarbaru

“Upaya penanganan stunting perlu dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan. Mari kita jadikan Genting sebagai program bersama untuk memastikan anak Banjarbaru tumbuh kuat, sehat, dan bebas dari stunting,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa evaluasi TPPS menjadi indikator penting dalam menilai capaian sekaligus menentukan langkah strategis selanjutnya dalam upaya penurunan stunting.

“Saya berharap komitmen dan sinergi kita semakin kuat. Evaluasi ini juga menjadi nilai ukur keberhasilan program dan menentukan langkah selanjutnya,” tegasnya.

Pada sesi Rapat Koordinasi TPPS, dilakukan pemaparan capaian program di masing-masing kecamatan serta identifikasi kendala di lapangan yang memerlukan solusi strategis dari semua pihak.

“Dengan adanya kegiatan ini, dapat memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kota Banjarbaru semakin solid demi terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas P3APMP2KB Kota Banjarbaru, Erma Epiyana Hartati menyampaikan, bahwa program Genting hadir sebagai bentuk kepedulian terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pengentasan kemiskinan.

“Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting ini bertujuan untuk memastikan semua anak Indonesia, khususnya di Banjarbaru, dapat tumbuh dan berkembang secara optimal serta terhindar dari stunting,” tutupnya. (BDR/RIW/RH)

Gelar Uji Publik Calon Anggota KPID 2024–2027, DPRD Kalsel Minta Masukan Masyarakat

BANJARBARU — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan membuka ruang partisipasi publik dengan menggelar uji publik terhadap 21 nama calon Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalsel masa jabatan 2024–2027. Proses ini berlangsung selama 10 hari, terhitung sejak 5-14 Mei 2025.

Pernyataan ini disampaikan, Ketua Komisi I DPRD Kalsel – Rais Ruhayat, kepada wartawan, usai pihaknya secara resmi menerima seluruh berkas hasil uji kompetensi dari Tim Seleksi, dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalsel di Banjarbaru, pada Senin (5/5)

Komisi I DPRD Kalsel, secara resmi menerima seluruh berkas hasil uji kompetensi calon anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalsel periode 2024–2027 dari Tim Seleksi (Timsel).

Uji publik ini bertujuan untuk menghimpun tanggapan, kritik, maupun saran dari masyarakat terhadap para calon yang telah dinyatakan lulus uji kompetensi maupun dari unsur petahana. Masukan masyarakat akan menjadi bahan pertimbangan DPRD Kalsel dalam menentukan calon yang layak mengikuti tahapan selanjutnya, yakni fit and proper test yang akan dilakukan oleh Komisi I DPRD Kalsel.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan masukan terhadap nama-nama calon anggota KPID yang telah diumumkan. Partisipasi publik sangat kami harapkan demi memastikan bahwa figur-figur yang lolos benar-benar memiliki integritas, kapasitas, serta komitmen terhadap dunia penyiaran di Banua,” ujarnya pada Rabu (7/5).

Dari 21 nama yang diumumkan melalui surat resmi DPRD, sebanyak 17 orang dinyatakan lulus uji kompetensi hasil seleksi awal oleh Tim Seleksi, sementara 4 lainnya berasal dari unsur petahana yang sebelumnya telah menjabat sebagai komisioner KPID.

Adapun calon yang dinyatakan lulus uji kompetensi terdiri dari Agus Suprapto, Dedi Kurniadi, Franky Gleen Valery Nayoan, Hanna Mutmainna, Iberahim, Iwan Setiawan, Juhiari Ramadhan, Maisuri, Muhammad Leoni Hermawan, Muhammad Luthfi Rahman, Muhamad Saufi, Muhammad Yusuf, Nanik Hayati, Nurdin Ardalepa, Ridha Affandy, Rina Mei Saputri, dan Syahmiadi.

Sementara itu, empat nama yang berasal dari unsur petahana adalah Gusti Burhanuddin, Analisa, M. Farid Soufian, dan Fadli Rizky.

Masyarakat dapat menyampaikan masukan secara tertulis melalui email ke programsetwankalsel@gmail.com atau melalui laman kalsel.lapor.go.id. Seluruh masukan akan dirangkum dan dijadikan bahan evaluasi oleh Komisi I DPRD sebelum menetapkan tujuh orang yang akan ditetapkan sebagai Anggota KPID Kalsel terpilih.

Rais Ruhayat juga menambahkan, bahwa KPID sebagai lembaga independen memiliki peran strategis dalam menjaga marwah penyiaran daerah, baik dalam konteks pengawasan isi siaran, perlindungan terhadap publik, maupun dalam menjaga keberagaman informasi.

“KPID itu bukan hanya regulator teknis, tapi juga penjaga nilai-nilai dalam dunia penyiaran. Maka dari itu, kita butuh sosok-sosok yang tidak hanya paham regulasi, tetapi juga punya kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat,” tegasnya. (ADV-NHF/RIW/RH)

Motivasi Penulis Daerah, Dispersip Kalsel Datangkan Penulis Nasional

BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan, mendatangkan penulis nasional untuk memberikan motivasi kepada penulis di Banua.

Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan Adethia Hailina mengatakan, mendatangkan penulis ini, masih dalam rangkaian peringatan Pentas Pekan Literasi Tahun 2025, yang dilaksanakan di kawasan Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan.

Plt Kadispersip Kalsel Adethia Hailina

“Tujuan mendatangkan penulis nasional ini, tentunya untuk memberikan motivasi kepada para penulis daerah di Banua,” ucapnya.

Menurut Adethia, untuk di Provinsi Kalimantan Selatan saat ini sudah banyak penulis muda maupun calon calon penulis. Karena itu Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan perlu untuk memberi dukungan.

Dalam kesempatan tersebut Adethia mengatakan, kunjungan anak usia dini ke Perpustakaan Pal 6 Banjarmasin mengalami peningkatan.

“Perpustakaan Palnam saat ini sudah dilengkapi dengan ruang baca ramah anak, yang menjadi pemicu terjadinya peningkatan kunjungan ke perpustakaan,” jelasnya.

Bahkan, lanjut Adethia, untuk daftar kunjungan dari sekolah sekolah Pendidikan Anak Usia Dini, ke Perpustakaan Palnam ini masuk dalam daftar tunggu.

“Kami terus berupaya meningkatkan pelayanan agar minat membaca anak anak semakin mengalami peningkatan,” ucap Adethia. (SRI/RIW/RH)

Susun Standar Pelayanan Publik, Dinsos Kota Banjarmasin Sosialisasikan DTKS Menjadi DTSE

BANJARMASIN – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Banjarmasin menggelar Publikasi Standar Pelayanan, di Aula Kayuh Baimbai, Rabu (7/5).

Kepala Dinas Sosial Kota Banjarmasin Nuryadi menyampaikan, kegiatan ini dilaksanakan untuk menjalankan amanah Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2015 tentang Pelayanan Publik.

Kadinsos Banjarmasin Nuryadi

“Sehingga Dinas Sosial Kota Banjarmasin perlu mempublikasikan Standar Pelayanan yang telah disusun, agar diketahui dan mendapatkan masukan, serta saran perbaikan melalui forum konsultasi ini,” ungkap Nuryadi.

Begitu juga, lanjutnya, saat ini ada perubahan peraturan dari Kementerian Sosial yang disampaikan ke daerah daerah, maka layanan tersebut perlu disampaikan ke masyarakat.

Seperti adanya perubahan pelayanan Pergantian Data Terpadu Kesejahteraan (DTKS) menjadi Data Tunggal Sosial Ekonomi (DTSE).

“Data Terpadu Kesejahteraan Sosial yang sebelumnya digunakan sebagai acuan data penerima sosial, kini diganti menjadi Data Tunggal Sosial Ekonomi,” ucapnya.

Pergantian ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi dan efektivitas penyalur bantuan sosial, memastikan bantuan tepat sasaran, serta meminimalkan potensi kecurangan.

“Dengan data yang lebih akurat dan terpadu ini, diharapkan penyaluran bantuan sosial dapat dilakukan secara efektif dan tepat sasaran,” ucap Nuryadi. (SRI/RIW/RH)

Exit mobile version