BANJAR – Sholawat dari puluhan ribu santri Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam Martapura, menyambut kedatangan Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Sahbirin Noor atau Paman Birin, saat bersilaturahmi sekaligus memberikan bantuan di lokasi itu, Selasa (8/8).
Gubernur Kalsel Sahbirin Noor (berdiri) saat memberi sambutan di Ponpes Darussalam Martapura.
Dalam sambutannya, Paman Birin menyebut Ponpes Darussalam merupakan pesantren luar biasa. Sebab menurutnya, Ponpes ini di bidangi oleh ulama besar.
“Lulusannya sudah ada di berbagai provinsi bahkan di berbagai dunia,” ujar Paman Birin.
Pimpinan Ponpes Darussalam Martapura KH Hasanuddin Badruddin menyatakan kebanggaannya kepada orang nomor satu di Kalsel itu.
Menurut Hasanuddin, kegiatan Turdes yang digelar Paman Birin secara mutlak dilakukan karena ingin membaur dengan masyarakat di Desa sekaligus beramal kepada mereka dengan memberikan bantuan. Bukan karena kepentingan lain.
“Biasanya kalau sudah dua periode seperti Paman Birin ini, pasti mulai hilang dari masyarakat. Paman Birin malah sebaliknya. Beliau malah semakin gencar membagi bantuan ke masyarakat,” ujar Guru Hasanuddin sapaan akrabnya.
Pimpinan Ponpes Darussalam Martapura KH Hasanuddin Badruddin (mic) saat memberikan tongkat dari kayu ulin kepada Gubernur Kalsel (tengah).
Dalam kesempatan itu, Guru Hasanuddin memberikan cendera mata kepada Paman Birin berupa tongkat dari kayu ulin.
Sementara Paman Birin sendiri seperti di lokasi lainnya, memberikan bantuan seperti tablet tambah darah kepada remaja, bibit pohon dan sembako.(SYA/RDM/EYN)
BANJARMASIN – SMK Negeri 5 Banjarmasin, menjadi salah satu sekolah yang didatangi rombongan Turdes Kemerdekaan Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, pada hari terakhir, Selasa (8/8). Kedatangan orang nomor satu di Banua itu, disambut meriah ribuan siswa, yang sudah menunggu kedatangan Paman Birin sejak pagi.
Tepat jam 10.30 WITA, rombongan motor trail yang dipimpin langsung Paman Birin, tiba di SMK unggulan di kota Banjarmasin itu. Setelah memarkir motor, Gubernur pun melanjutkan kegiatan dengan menaman pohon di halaman sekolah. Tidak lupa, Gubernur juga menyerahkan KTP elektronik kepada perwakilan dua siswa, yang sudah berusia 17 tahun.
Sesuai dengan misi Turdes Kemerdekaan, Paman Birin juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada perwakilan warga sekitar kawasan Teluk Dalam, yang menjadi lokasi SMK Negeri 5 Banjarmasin. Diantaranya bantuan sembako untuk membantu penanganan inflasi, dan bantuan makanan tambahan untuk program pengentasan stunting.
Gubernur Kalsel saat melihat ekskavator hasil karya siswa SMKN 5 Banjarmasin.
Setelah rangkaian acara Turdes Kemerdekaan ini, Gubernur pun menyempatkan diri melihat langsung hasil karya siswa jurusan otomotif, yang berhasil membuat ekskavator. Bahkan hasil karya para siswa ini, berhasil memenangkan lomba tingkat nasional, pada 2022 lalu
“Lulusan sekolah ini banyak dibutuhkan perusahaan besar, khususnya untuk jurusan otomotif dan mesin. Seperti kita lihat di belakang tadi, siswa tidak hanya diajari secara teori tetapi langsung dipraktikkan,” ujar Paman Birin kepada wartawan.
Gubernur Kalsel melanjutkan Turdes Kemerdekaan setelah kunjungan ke SMKN 5 Banjarmasin
Menanggapi pujian Paman Birin ini, Kepala SMK Negeri 5 Banjarmasin, Syahrir mengaku, sangat berterima kasih, bahwa orang nomor satu di Kalsel itu mau datang langsung berkunjung, dan melihat hasil karya para siswa.
“Alhamdulillah, Paman sempat melihat praktik di dua jurusan tadi. Jurusan otomotif dan mesin. Beliau sangat mengapresiasi bahwa kita sudah membuat ekskavator,” ujar Syahrir.
Kepada wartawan, Syahrir mengatakan, ekskavator hasil karya para siswa ini, sudah disewakan kepada sejumlah perusahaan untuk membantu kelancaran pekerjaan lapangan.
“Biaya pembuatan yang hanya ratusan juta rupiah, tapi membawa prestasi dan keuntungan bagi para siswa,” tutupnya. (RIW/RDM/EYN)
BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) memastikan KTP elektronik (e-KTP) langsung bisa dicetak sesaat usai perekaman.
Hal itu dilakukan agar pendataan penduduk di Kalsel dapat berjalan dengan baik. Terutama kepada pelajar usia 17 tahun.
Gubernur Kalsel Sahbirin Noor (kiri) saat menyerahkan e-KTP kepada salah seorang pelajar SMAN 2 Banjarbaru.
“Jadi pada saat Pemilu 2024 nanti semua bisa memberi hak suara,” ujar Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, saat di SMAN 2 Banjarbaru dalam rangka Turdes Kemerdekaan Bergerak Lintas Beribu Sungai Banua, Selasa (8/8).
Gubernur akrab disapa Paman Birin itu menyebut, selama perjalanan turdes ke 9 ini, laporan setiap daerah terhadap perekaman data penduduk sudah sangat baik. Tinggal bagaimana hak suara benar-benar diberikan saat pemilu nanti.
“Apalagi kalian-kalian para pelajar. Kalian pemilih pemula harus memberi hak suara agar tidak disalahgunakan,” seru Paman Birin kepada pelajar SMAN 2 Banjarbaru.
Di lokasi ini, Paman Birin juga memberikan beberapa bantuan. Seperti sembako kepada lansia untuk penananganan inflasi, bantuan makanan tambahan untuk ibu hamil dan balita, hingga bibit pohon demi mendukung program revolusi hijau.
Kepala Sekolah SMAN 2 Banjarbaru Eksan Wasesa, menyampaikan terimakasih dan apresiasinya kepada Paman Birin serta rombongan yang telah berkeliling desa di 13 Kabupaten/Kota se-Kalsel.
“Paman Birin patut jadi panutan. Ini sosok pemimpin yang diingkan masyarakat,” tuturnya.(SYA/RDM/EYN)
BALANGAN – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di tahun 2023 ini berkomitmen untuk menginisiasi program Generic Model Ekosistem Keuangan Inklusif (GM EKI) di Wilayah Perdesaan dengan melibatkan kementerian atau lembaga, perwakilan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) dan stakeholders terkait. Khusus untuk wilayah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui OJK Regional 9 Kalimantan, pilot project GM EKI Wilayah Pedesaan direncanakan dapat diimplementasikan pada Desa Balida Pasar Budaya Rancah Mampulang Kabupaten Balangan, bekerja sama dengan Bank Kalsel.
“Project GM EKI di wilayah pedesaan ini dilakukan dalam rangka mendukung upaya pemerintah daerah dalam pengembangan dan pemberdayaan desa secara terpadu untuk mendorong transformasi sosial, budaya dan ekonomi desa. Selain itu melalui program ini juga dapat meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di wilayah perdesaan,” ungkap Kepala OJK Regional 9 Wilayah Kalimantan Darmansyah disela kunjungannya ke Wisata Pasar Racah Mampulang Desa Balida usai kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) implementasi GM EKI di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Balangan baru-baru tadi.
Dirinya pun berharap, melalui Project GM EKI kedepannya Wisata Pasar Racah Mampulang Desa Balida dapat menjadi wisata unggulan yang ada di Kabupaten Balangan, sekaligus juga bisa menjadi wadah ekosistem keuangan yang baik di sektor pariwisata.
Sementara itu, di kesempatan terpisah, Direktur Utama Bank Kalsel Fachruddin menambahkan, Bank Kalsel merasa terhormat dapat menjadi bagian dalam suksesnya Project GM EKI pada Wisata Pasar Racah Mampulang Desa Balida di Kabupaten Balangan.
Pihaknya berkomitmen untuk bisa mensukseskan Project GM EKI tersebut, melalui berbagai terobosan, diantaranya bantuan pengelolaan keuangan desa, UMKM, masyarakat umum hingga pelajar yang ada disekitar Wisata Pasar Racah Mampulang Desa Balida. Lalu penyediaan layanan QRIS untuk memudahkan transaksi dan akuntabilitas laporan keuangan desa serta UMKM. Terakhir yaitu ketersediaan permodalan yangterjangkau dan mudah bagi UMKM untuk dapat mengembangkan usahanya dan terhindar dari rentenir.
Melalui berbagai terobosan tadi Bank Kalsel optimis dapat mendukung semakin berkembangnya Wisata Pasar Racah Mampulang Desa Balida di Kabupaten Balangankedepannya.
“Selain itu melalui cara ini kami juga bisa mendukung program Gubernur Kalsel, H. Sahbirin Noor dalam mentransformasi ekonomi Provinsi Kalsel dari ketergantungan pada komoditas bahan mentah atau setengah jadi, ke sektor pertanian, kehutanan, pariwisata dan hilirisasi industri,” tukasnya. (ADV-RIW/RDM/EYN)
BANJARMASIN – Terhitung mulai hari ini, Senin (22/5) layanan kantor cabang utama Bank Kalsel pindah ke lantai dua kantor pusat Bank Kalsel. Kondisi ini dikarenakan adanya renovasi kantor cabang utama, hingga tiga atau empat bulan mendatang.
Kepala Cabang Utama Bank Kalsel, Firmansyah menjelaskan, selama renovasi berlangsung, layanan dipindahkan ke lantai 2.
‘Jadi nasabah yang ingin melakukan layanan perbaikan atau keperluan terkait layanan Bank Kalsel bisa langsung naik ke lantai dua,” ucapnya.
Firmansyah menambahkan, renovasi dilakukan untuk peningkatan pelayanan Bank Kalsel kepada nasabahnya. Selain itu Firmansyah juga memastikan, meski pindah ke lantai dua, namun semua layanan perbankan akan tetap dilayani dengan sepenuh hati.
“Hanya pindah tempat sementara saja dan semua layanan perbankan tetap bisa kami layani seperti biasa”, tutupnya. (ADV-RIW/RDM/RH)
BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalsel melaksanakan apel Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-115 di halaman Kantor Diskominfo Provinsi Kalsel pada senin (22/5). Apel yang dipimpin langsung oleh Kepala Diskominfo Provinsi Kalsel Muhammad Muslim ini, diikuti oleh seluruh pejabat struktural dan tenaga kontrak lingkup Diskominfo Provinsi Kalsel.
Usai pelaksanaan Apel, Muhammad Muslim menyampaikan, agar momentum peringatan Harkitnas ini dapat menjadi motivasi dan semangat menumbuhkan kepercayaan diri dalam menjalankan program pengawalan digitalisasi menuju Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Manfaat momentum Harkitnas untuk memantapkan infrastruktur, terutama pengoptimalan jaringan intranet untuk menyambungkan (jaringan) lintas SKPD lingkup Pemerintah Provinsi Kalsel.
“Kedepannya juga lintas kabupaten-kota,” ucap Muslim.
Dilanjutkan Muslim, pembangunan infrastruktur ini harus dimantapkan dalam rangka menjamin kelancaran lalu lintas pengiriman data yang berkaitan dengan aplikasi dan sistem informasi lainnya. Termasuk diantaranya agar sistem jaringan kita, khususnya di kabupaten-kota terutama di Daerah yang masih blank spot bisa segera tertuntaskan.
“Untuk itu kami harapkan, sinergitas antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten-kota terjalin dengan baik,” tutup Muslim. (MRF/RDM/RH)
YOGYAKARTA – Urang Banjar yang tergabung dalam Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) dan Mahasiswa Kalimantan Selatan di Yogyakarta, melangsungkan halal bihalal dengan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor atau Paman Birin disalah satu hotel berbintang pada Sabtu (20/5) malam.
Kesenian Banjar Sinoman Hadrah menyambut kedatangan Paman Birin yang menjabat Ketua Umum Pengurus Pusat KKB se- Dunia ini, bersama Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, ulama Kalsel KH Ahmad Supian Al-Banjari sebagai pengisi tausiah, dan qariah juara antar bangsa asal Kalsel, Hj Ramadhan Najwa, yang melantunkan ayat suci Al-Qur’an di awal acara.
Halal bihalal sekaligus pelantikan KBB Yogyakarta
Bubuhan Banjar yang baru maupun sudah turun temurun berdiam di Yogyakarta ini, nampak gembira dan bangga bisa bertemu langsung dengan Paman Birin, gubernur dua periode.
Apalagi, Paman Birin datang tidak datang tangan kosong. Melainkan membawakan oleh-oleh wadai khas Banjar, bingka dengan beragam rasa dan kue Lam Bakar dari Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah, disuguhkan untuk disantap bersama.
Dengan diiringi alunan musik panting, suasana keakraban ini pun membuat warga perantauan di Yogyakarta terasa pulang kampung ke Banua.
Tidak kalah menambah nuansa daerah dalam pertemuan, Paman Birin mengenalkan beberapa baju kaos dengan tulisan “Kalsel Babussalam” dan kain sasirangan untuk diperkenalkan kepada bubuhan Banjar di Yogyakarta itu.
“Silaturahmi ini tentunya akan banyak hal yang dapat dipetik dan membawa manfaat”, ujar Paman Birin.
Kemudian, berbagai masukan informasi dari bubuhan Banjar yang ada di Yogyakarta sangat diharapkan demi terwujudnya kesuksesan berbagai pembangunan di Banua.
Paman Birin yakin, bubuhan Banjar yang menetap di Yogyakarta dan telah berkiprah dalam pelaksanaan pembangunan di DI Yogyakarta, memiliki pengalaman dan pengetahuan yang luar biasa.
“Terlebih sekarang dan ke depan Provinsi Kalsel bersiap-siap untuk menjadi daerah penyangga dan daerah pendukung IKN Nusantara di Kalimantan Timur”, sebutnya.
Menjaga hubungan baik dan terus bekerja sama antar daerah yaitu antara pemerintah Provinsi Kalsel dengan Yogyakarta, adalah salah satu simbol hubungan erat antara Yogyakarta dengan masyarakat Banjar.
Salah satu contoh hubungan baik ini, terbangunnya Masjid Quwatul Islam di tengah kota Yogyakarta.
“Sinergitas ini saya diharapkan terus terjalin erat dan dapat saling memberi manfaat”, tambahnya.
Berdirinya Masjid Quatul Islam juga tidak lepas dari peran Pemprov Yogyakarta yang menghibahkan tanah tempat masjid dibangun.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tentunya sangat mengucapkan terima kasih dan merasa bangga terhadap pemerintah provinsi Yogyakarta,” ucap Paman Birin.
Lebih lanjut dikatakan, saat ini Bubuhan Banjar tidak saja tersebar di kawasan Nusantara, namun di sejumlah negara seperti Arab Saudi, Mesir, Malaysia dan negara lainnya.
Pada kesempatan itu, Ketua Panitia Halal Bihalal Warga Kalsel, Alfian Noor Sofyan dalam laporannya menyebutkan, halal bihalal ini dihadiri bubuhan Banjar dan mahasiswa Kalsel dari perwakilan asrama milik provinsi Kalsel dan kabupaten kota.
“Saat ini ada 17 asrama milik pemerintah provinsi Kalsel dan Pemerintah Kabupaten Kota”, sebut Alfian.
Adapun kegiatan anggota KBB di Yogyakarta ujarnya, masih rutin dilakukan arisan, dan kegiatan keagamaan, tersebut masuk peringatan haul KH Ahmad Zaini bin Abdul Ghani atau Guru Sekumpul setiap tahunnya.
“Kami sangat kangen dengan sampeyan (Paman Birin, red), mudahan-mudahan pian tetap bisa hadir,” ujarnya.
Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X diwakili Sekretaris Dinas Kebudayaan Provinsi, Cahyo Hidayat mengajak semua pihak untuk menjadikan momentun ini untuk mempererat hubungan silaturahmi antar warga.
Acara dirangkai dengan pelantikan Pengurus Wilayah KBB Yogyakarta, dan penyerahan bantuan hibah keagamaan secara simbolis kepada Pengurus Masjid Quwwatul Islam senilai Rp100 juta.
Terkait perkumpulan bubuhan Banjar ini, KKB sebelumnya dinamai “Karukunan Kulawarga Banjar Yogya” atau KAKABAYO, yang dulunya didirikan Husaini Majedi pada tahun 1960-an. Untuk mahasiswa Kalsel, khususnya Banjar di Yogyakarta, mereka membuat paguyuban mahasiswa yang dinamakan Persatuan Mahasiswa Kalimatan Selatan (PMKS), didirikan sejak 1999.
Mahasiswa asal kabupaten/kota di Kalsel juga membuat paguyubannya di sana seperti “Keluarga Mahasiswa Barito Kuala”, “Keluarga Mahasiswa Hulu Sungai Utara” atau KM HSU, “Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Tapin atau KPMT, “Keluarga Mahasiswa Hulu Sungai Tengah” atau KM HST, ‘Keluarga Mahasiswa Kabupaten Banjar Yogyakarta” atau KMKBY, “Ikatan Mahasiswa Tanah Bumbu” atau IKMA Tanbu, “Keluarga Mahasiswa Balangan” atau KM Balangan, “Ikatan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Banjarmasin” atau IKPM Banjarmasin, “Keluarga Mahasiswa Hulu Sungai Selatan” atau KM HSS, “Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Tabalong” atau HPMT, HMSKK Sa-Ijaan dari Kotabaru, dan “Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Banjarbaru” atau IPMABA.
Sementara, mahasiswa Kalsel di UGM juga membuat suatu paguyuban yang dinamakan “GAMA Kalsel”. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)
JAWA BARAT – Kabar gembira datang dari Kebun Raya Banua milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan penghargaan terbaik kedua se-Indonesia bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun ke-206 Kebun Raya Bogor, pada Rabu (17/5).
Diserahkan langsung oleh Presiden ke-5 RI, Megawati Sukarnoputri, penghargaan ini diterima oleh Kepala UPTD Kebun Raya Banua Adilla Redha Yanti.
Kepala UPTD Kebun Raya Banua (kerudung kuning) saat menerima penghargaan dari BRIN
Tampak hadir juga dalam penyerahan penghargaan ini Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Pemprov Kalsel Muhammad Amin.
Penghargaan yang diserahkan Megawati Sukarnoputri yang juga Dewan Pembina BRIN ini, adalah bentuk apresiasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) selaku pembina pembangunan kebun raya di Indonesia kepada para pengelola Kebun Raya Daerah yang dinilai telah menunjukkan komitmen dan konsistensi yang kuat dalam menjalan fungsi-fungsi kebun raya. Penghargaan ini berdasarkan hasil penilaian dan evaluasi yang panjang dari berbagai juri.
Kebun raya telah memberikan manfaat bagi masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung. Selain manfaat ekologi dan menyelamatkan keanekaragaman hayati tumbuhan, kebun raya juga memberikan dampak ekonomi, sosial hingga Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi pemerintah daerah.
“Alhamdulilah. Puji dan syukur kepada Allah SWT atas keberhasilan ini. Kami menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bapak Gubernur Kalsel Sahbirin Noor atas dukungan kepada Kebun Raya Banua selama ini,” kata Adilla.
Adilla mengungkapkan, dukungan penuh dari Paman Birin, sapaan akrab Gubernur Kalsel ini salah satu indikator terbesar dalam penilaian.
Paman Birin, sangat memperhatikan serta memberi dukungan untuk Kebun Raya Banua, baik itu kebijakan maupun anggaran sehingga menjadi semangat UPTD Kebun Raya Banua untuk terus mengembangkan berbagai inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat Banua.
Paman Birin pun mengapresiasi percapaian UPTD Kebun Raya Banua sehingga meraih penghargaan tingkat nasional.
Pun begitu, Paman Birin tetap berpesan agar Kebun Raya Banua terus bergerak maju, menjadi lebih baik lagi serta banyak memiliki manfaat bagi masyarakat Kalimantan Selatan. Baik sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, budidaya berbagai tanaman hingga pusat rekreasi.
“Selamat untuk Kebun Raya Banua. Terus tingkatkan dan bergerak lebih maju lagi,” kata Paman Birin.
Plt. Deputi Pemanfaatan Riset dan Inovasi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), R. Hendrian mengatakan, keberlangsungan kebun raya di daerah sangat ditentukan oleh dukungan dan komitmen dari pemerintah daerah.
“Pengelolaan kebun raya berkaitan dengan banyak hal. Di antaranya adalah status lahan yang harus sudah memiliki dasar hukum tetap, dan tidak dialihfungsikan, tersedianya dukungan regulasi dan kebijakan, serta ketersediaan business plan yang matang, termasuk di dalamnya yang berkenaan dengan SDM dan anggaran.
“Dibutuhkan biaya operasional yang tidak sedikit, mengingat bahwa yang harus dipelihara adalah tumbuhan hidup yang tentunya memerlukan pemeliharaan intensif; serta mengingat bahwa kebun raya adalah kawasan yang terbuka untuk publik, sehingga soal kebersihan, kenyamanan dan keamanan bagi pengunjung harus selalu dijaga dengan baik,” ujarnya.
Kebun raya daerah yang dinyatakan sebagai kebun raya terbaik yaitu Kebun Raya Indrokilo Boyolali (Jawa Tengah), Kebun Raya Banua Pemprov Kalsel, Kebun Raya Balikpapan serta Kebun Raya ITERA.
Sampai saat ini terdapat 51 kebun raya di Indonesia. Kebun raya tersebut terdiri dari 5 kebun raya dikelola BRIN, 41 Kebun raya dikelola pemerintah daerah, 3 kebun raya dikelola Perguruan Tinggi, 1 kebun raya dikelola BUMN serta 1 kebun raya dikelola swasta. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)
JAKARTA – Dalam rangka penutupan Musrenbangnas RKP 2024 dan Peluncuran Proyeksi Penduduk 2020-2050 oleh Wakil Presiden RI, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan turut berpartisipasi pada Expo Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2023 yang diselenggarakan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional /Badan Perencanaan pembangunan Nasional RI di Main Lobby Assembly Hall Jakarta Convention Center pada Selasa (16/5).
Suasana stand pemprov Kalsel yang dikunjungi Menteri Bappenas
Keikutsertaan Provinsi Kalimantan Selatan pada expo kali ini, karena Provinsi Kalimantan Selatan melalui Inovasi Daerah “Sistem Integrasi Kelapa Sawit Sapi Berbasis Kemitraan Usaha Ternak Inti Plasma (SISKA KUINTIP)” telah terpilih sebagai Provinsi Terbaik dalam PPD 2023 bersama 11 Provinsi lainnya di Indonesia dan telah mengikuti Penilaian Tahap III.
Sehingga Provinsi Kalimantan Selatan diberikan kesempatan menampilkan Good Practices menginspirasi provinsi, kabupaten dan kota yang bersemangat untuk menemukan solusi dari permasalahan yang dihadapi, serta mendorong stakeholder kolaborasi untuk pembangunan yang lebih berkualitas, melalui scale up dan replikasi.
Kesuksesan stand Expo Provinsi Kalimantan Selatan, terlihat dari ramainya peserta Musrenbangnas dari berbagai provinsi dan kabupaten/kota yang berkunjung dan ingin mengetahui lebih dalam tentang Program SISKA KUINTIP yang telah berhasil menghasilkan daging berbiaya rendah dan menjadi solusi dalam pengendalian inflasi.
Bahkan Menteri PPN/ Kepala Bappenas RI, Suharso yang berkesempatan berkunjung ke Stand Provinsi Kalimantan Selatan, juga memuji program unggulan Paman Birin ini.
Pada kunjungan menteri itu disambut langsung Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Selatan, Suparmi, bersama kepala Bappeda Provinsi Kalimantan Selatan, Ariadi Noor, didampingi Team Leader SSP Wahyu Darsono dan Sekretaris Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Kalsel Hero Setiawan.
Menteri Suharso pun sangat tertarik dan banyak menggali informasi tentang SISKA KUINTIP yang menurutnya merupakan inovasi yang bagus.
“Saya ingin sekali melihat langsung implementasi program ini di Kalsel”, ujar Menteri PPN/Kepala Bappenas mengakhiri kunjungan di stand provinsi Kalsel.
SISKA KUINTIP merupakan program unggulan Gubernur Kalsel H. Sahbirin Noor atau Paman Birin yang dilaksanakan sebagai upaya pengembangan sistem usaha dan agribisnis yang berdaya saing, berkerakyatan, berkelanjutan dan terintegrasi guna mendukung percepatan swasembada sapi, ketahanan pangan dan pembangunan kelapa sawit berkelanjutan di Provinsi Kalimantan Selatan, dengan tujuan untuk meningkatkan populasi ternak sapi potong.
Selain itu, untuk meningkatkan pendapatan pekebun dan peternak, perolehan nilai tambah, pertumbuhan ekonomi pedesaan, wilayah dan nasional, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan ketahanan ekonomi nasional dan pelestarian lingkungan.
Stand Provinsi Kalimantan Selatan pada Expo PPD 2023 ini menampilkan Informasi lengkap tentang Program SISKA KUINTIP melalui media cetak (backdrop, flyer, leaflet dll) dan serba serbi program SISKA KUINTIP yang menampilkan Kick Off program oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo
Implementasi SISKA KUINTIP di 18 klaster didukung electric fence (pagar elektrik) sebanyak 9 klaster. SISKA KUINTIP saat ini telah menjadi role model nasional dan telah direplikasi di beberapa provinsi di Indonesia (Riau, Bengkulu, Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur). (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)
BANJARMASIN – Sebagai wakil rakyat yang membidangi ekonomi dan keuangan, Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mendorong pemerintah mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada sektor Pajak Air Permukaan (PAP).
Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, Muhammad Yani Helmi pada saat memimpin rapat kerja bersama Badan Pendapatan Daerah Provinsi Kalsel, Kepala UPPD Samsat se-Provinsi Kalsel, dan Tim PAP Provinsi Kalsel di gedung DPRD Kalsel pada Rabu, (17/5).
Suasana Rapat Komisi II DPRD Kalsel Dengan Bapenda Kalsel
Pada kesempatan tersebut, politisi Partai Golkar yang akrab disapa Paman Yani itu mengemukakan keinginan dan harapan Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, yakni berkenaan dengan pemaksimalan potensi PAP untuk mendongkrak PAD.
“Kita harapkan potensi PAP ini betul-betul dimaksimalkan dan betul-betul direalisasikan. Hari ini juga kita kumpulkan Kepala UPPD Samsat se-Provinsi Kalsel, harapannya adalah bagaimana kita bisa sama-sama bekerja maksimal untuk banua,” katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Kalsel, Subhan Nor Yaumil menjelaskan target PAP di tahun 2023 ini sebesar Rp50 miliar. Namun, menurut data per 30 April 2023, jumlah realisasi penerimaan baru mencapai 11,43 persen.
“Kondisi ini dipengaruhi oleh sejumlah hambatan yang ada. Di antaranya masih ada perusahaan yang belum memiliki SIPA, ditambah lagi beberapa perusahaan belum memiliki alat untuk perhitungan volume air/water meter”, terangnya.
Kendati demikian, menurut Subhan, pihaknya akan tetap berusaha untuk mengejar angka yang ditargetkan. Namun, besaran target tersebut, lanjut Subhan, akan disesuaikan lagi dengan kondisi kekinian.
“Diperkirakan angka target realistis di 2023 ini sekitar Rp17 miliar hingga Rp20 miliar”, pungkasnya. (NRH/RDM/RH)