BSI Siap Cetak SDM Profesional Lewat Program Magang Nasional

JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) siap mencetak sumber daya manusia (SDM) muda yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing di dunia kerja. Hal ini diimplementasikan melalui dukungan terhadap program magang yang digagas Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

BSI menilai program magang Kemenaker merupakan langkah strategis pemerintah, untuk menjembatani kebutuhan industri dengan calon-calon pekerja fresh graduate.

Untuk itu, BSI siap ambil bagian memberikan kesempatan bagi para pemagang untuk belajar dan berkarya guna meningkatkan keterampilan teknis maupun nonteknis, sekaligus memahami budaya kerja di sektor perbankan syariah yang terus berkembang. Tahun ini, BSI ambil bagian dalam keikutsertaan Program Magang Kemenaker.

Sejak program ini diluncurkan, BSI telah merekrut 524 peserta magang yang ditempatkan di berbagai cabang BSI seluruh Indonesia.

“Industri perbankan syariah mengalami pertumbuhan signifikan, khususnya BSI yang tumbuh retata di atas industri perbankan nasional. Capaian ini tentu membutuhkan peran kuat SDM yang kompeten di bidangnya sehingga mampu memberikan kontribusi optimal bagi industri perbankan syariah,”ujar Corporate Secretary BSI, Wisnu Sunandar, saat melakukan kick off Onboarding Program Magang pemerintah, Senin (24/11).

Wisnu menambahkan, generasi muda berperang penting membawa perubahan melalui “think freshly, act ethically, impact meaningfully”. Mulai dari ide-ide segar, yang diimplementasikan melalui inovasi yang dapat diterapkan di BSI.

“Hal ini kami implementasikan di mana sekitar 50% pegawai BSI adalah gen Z dan gen milenial,” ujarnya.

BSI juga membekali peserta magang melalui transformasi dan integritas, transformasi digital dan juga melayani sepenuh hati sebagai bentuk komitmen menjalankan layanan jasa perbankan syariah yang inklusif.

Harapannya dengan layanan yang tulus akan semakin meningkatkan customer based BSI yang saat ini jumlahnya lebih dari 22 juta.

BSI menegaskan akan terus memperluas program pengembangan talenta, termasuk melalui pelatihan, sertifikasi kompetensi, dan penguatan ekosistem pembelajaran berbasis digital yang relevan dengan tren industri.

BSI secara konsisten membuka akses kesempatan kerja bagi para lulusan fresh graduate melalui program BiBit BSI. Yakni program pemagangan terstruktur dari BSI yang ditujukan untuk lulusan SMA/SMK,D1,D3 dan S1.

Program pemagangan terstruktur ini telah dilakukan perseroan sejak awal berdiri, dan saat ini sudah memberikan kesempatan kepada lebih dari 1.600 pekerja magang usia 20-24 tahun.

Posisi ini ditempatkan untuk menempati level staf/pelaksana baik di frontliners maupun back office sesuai bidang keahlian.

BiBiT BSI menjadi salah satu komitmen perseroan untuk mendorong peningkatan jumlah kerja bagi para fresh graduate yang berprestasi dan sesuai kualifikasi di perbankan syariah.

Hal ini menjadi keseriusan BSI untuk mendukung satu dari 17 paket kebijakan ekonomi 2025 yakni stimulus ekonomi untuk peningkatan tenaga kerja yang siap kerja dan kompeten di bidangnya. Kesempatan BiBit BSI dapat diakses melalui platform melalui https://jobs.talentics.id/pt-bank-syariah-indonesia-tbk/bibit-bsi.

Seluruh proses rekruitmen pegawai BSI tidak mengeluarkan biaya apapun sampai proses akhir. BSI menghimbau untuk berhati-hati terhadap oknum yang mengatasnamakan BSI dan selalu mengecek kebenaran informasi rekruitmen melalui kanal informasi resmi BSI melalui www.bankbsi.co.id maupun official media sosial BSI Call 14040, WhatsApp : 081584114040, Media social: Facebook:Bank Syariah Indonesia|Instagram:@banksyariahindonesia; @lifewithbsi|Twitter : @bankbsi_id |@bsihelp| Youtube: Bank Syariah Indonesia. (BSI-RIW/RH)

Longsor di Tambang Awang Bangkal, ESDM Kalsel Pastikan Akibat Faktor Cuaca

BANJARBARU – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Selatan memastikan, bahwa peristiwa longsor di area tambang batu gunung (galian C) di Desa Awang Bangkal Barat, Kabupaten Banjar, terjadi akibat faktor cuaca ekstrem, yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Dinas ESDM Kalsel melalui Kepala Bidang Pertambangan, Gayatrie Agustina menjelaskan, perusahaan tambang yang beroperasi di lokasi tersebut memiliki izin usaha pertambangan (IUP) dan telah melakukan langkah cepat, setelah mendeteksi tanda-tanda potensi longsor.

Kepala Bidang Pertambangan Dinas ESDM Kalsel, Gayatrie Agustina.

“Mereka sudah melihat adanya tanda-tanda longsor sebelum kejadian. Karena itu kegiatan langsung dihentikan, karyawan dievakuasi, dan alat berat disingkirkan. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun kerugian,” jelasnya, Kamis (6/11).

Ia menegaskan, peristiwa longsor tersebut murni disebabkan faktor cuaca, bukan kelalaian operasional.

“Ini murni karena intensitas hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir, terutama di wilayah Awang Bangkal,” ujarnya.

Terkait upaya peninjauan ke lokasi kejadian, Gayatrie menerangkan, bahwa pengawasan langsung tambang merupakan kewenangan Direktorat Jenderal Minerba Kementerian ESDM, sementara pihaknya tetap berkoordinasi dan meminta laporan resmi dari perusahaan.

“Untuk pengecekan lokasi kami belum, karena pengawasan menjadi kewenangan Dirjen Minerba. Namun kami sudah meminta laporan resmi dari pihak KTT IUP. Bila nanti diminta untuk turun ke lapangan, kami siap melaksanakan sesuai instruksi,” katanya.

Gayatrie menambahkan, pihaknya telah mengimbau agar perusahaan menghentikan sementara aktivitas penambangan di areal seluas 5 hektare tersebut hingga kondisi cuaca kembali aman.

“Kami mengimbau agar kegiatan tambang dihentikan sementara sampai situasi benar-benar kondusif. Kalau pun tetap beroperasi, aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) harus diperhatikan secara ketat agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.

Sebelumnya, pada Selasa (4/11), beredar luas di media sosial, video detik-detik longsor di tambang galian C Desa Awang Bangkal Barat. Dalam video tersebut, tampak batu dan tanah dari bahu gunung runtuh hingga menimbulkan asap debu putih tebal yang menyelimuti area sekitar dan sempat menghambat jarak pandang warga. (SYA/RIW/EYN)

Komisi II DPRD Kalsel, Pastikan Dana Pemprov Aman dan Transparan di Bank Kalsel

JAWA TIMUR — Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) bersama pihak Bank Kalsel, membahas dinamika terkini terkait isu dana Pemerintah Provinsi Kalsel yang disebut mengendap di Bank Kalsel.

Kepastian itu disampaikan di sela kunjungan kerja Komisi II ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Timur di Surabaya, dipimpin langsung Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, Rabu (5/11).

Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, didampingi Wakil Ketua dan anggota.

Yani Helmi menegaskan, bahwa Komisi II DPRD Kalsel tidak tinggal diam dan akan menindaklanjuti persoalan ini dengan langkah konkret serta transparan.

“Kami Komisi II DPRD Kalsel berencana memanggil kembali pihak BPKAD untuk menjelaskan secara komprehensif masalah ini agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan utuh,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pembahasan mendalam akan dilakukan agar tidak muncul kesalahpahaman publik terhadap pengelolaan keuangan daerah.

“Mudah-mudahan dalam kesempatan berikutnya kita bisa bertemu dan berdiskusi lebih mendalam mengenai hal ini, sehingga semuanya menjadi terang,” tambahnya.

Lebih lanjut, Yani Helmi menerangkan, bahwa dana yang disebut mengendap tersebut bukan merupakan permasalahan hukum, melainkan kesalahan teknis dalam penginputan golongan nasabah.

“Tidak ada pelanggaran regulasi atau aturan hukum yang mengakibatkan Bank Kalsel terkena sanksi oleh OJK atau Bank Indonesia. Persoalan ini pun sudah diklarifikasi ke Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri, dan hasilnya dinyatakan clear,” tegasnya.

Yani Helmi menambahkan, total dana yang terdeposito atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan saat ini mencapai sekitar Rp4,7 triliun. Dana tersebut sepenuhnya masih tersimpan dengan aman di Bank Kalsel dan siap digunakan untuk mendukung pembiayaan program strategis daerah.

“Kalaupun nanti ada sisa atau SILPA, secara otomatis akan dialokasikan kembali pada tahun anggaran 2026 sesuai ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.

Menutup pertemuan tersebut, Yani Helmi menegaskan komitmen Komisi II DPRD Kalsel, dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap keuangan daerah.

“Kami tidak berdiam diri. Di mana pun dan kapan pun, kami akan terus melaksanakan tugas untuk memastikan tata kelola keuangan daerah berjalan transparan, akuntabel, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat,” pungkasnya. (ADV-NHF/RIW/EYN)

Dorong Kreativitas Generasi Muda, Disdikbud Kalsel Gelar Lomba Dongeng Karya Cipta Baru

BANJARMASIN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan,

melalui Bidang Kebudayaan, Seksi Kesenian, menggelar lomba dongeng karya cipta baru, bertempat disalah satu hotel Berbintang Banjarmasin, Kamis (6/11).

Sekretaris Disdikbud Kalsel (ditengah).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Selatan, Galuh Tantri Narindra, diwakili Sekretaris Disdikbud Kalsel, Hadeli Rosyaidi mengatakan, lomba ini sebagai upaya menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya Banua. Selain juga, untuk mendorong kreativitas dalam menciptakan karya dongeng baru yang sarat dengan nilai kearifan lokal.

“Lomba ini menjadi ajang pelestarian seni tutur dan menghadirkan ruang diskusi tentang pentingnya regenerasi seni tradisi lisan di Kalimantan Selatan,” ucapnya

Hadeli berharap, dari kegiatan ini muncul talenta-talenta baru di bidang seni penceritaan, serta terbangun jejaring kolaborasi antara pelaku budaya, lembaga pendidikan, dan pemerintah dalam upaya memajukan kebudayaan daerah. Apalagi lomba ini, diikuti peserta dari tiga kategori, yakni PAUD, SD kelas 1 sampai 3, dan SD kelas 4 hingga 6.

“Kami apresiasi minat peserta yang mengikuti tersebar di kabupaten dan kota,” jelasnya

Sementara itu, Kepala Seksi Kesenian, Sunjaya Adhiarsho menambahkan,

lomba dongeng karya cipta baru ini, pertama kali digelar dan menjalin kerjasama dengan Balai Penjamin Mutu Pendidikan Kalsel.

Ia berharap lomba ini dapat melahirkan talenta – talenta baru di bidang seni penceritaan dan meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap budaya Banua

Foto bersama

“Setiap peserta mengirimkan karya dalam bentuk video, dan juara 1 pada masing – masing kategori akan mewakili Kalimantan Selatan ke tingkat nasional,” tutupnya

Dewan juri pada lomba ini terdiri dari Aulia Novitasari dari Asosiasi Tradisi Lisan Kalimantan Selatan, Enik Mintarsih dari Kampung Dongeng Intan Kalsel, dan Ari Budi pemerhati seni cerita daerah. (NHF/RIW/EYN)

Semarakkan HKN ke-61, BKOM Kalsel Menggelar Festival Aerobic 2025

BANJARBARU – Dalam rangka memeriahkan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61, Balai Kesehatan Olahraga Masyarakat (BKOM) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Festival Aerobic 2025 bertema Bekerja Bersama Merangkul Semua, Wujudkan Generasi SEGAR (Sehat dan Bugar), di GOR Rudy Resnawan, Banjarbaru, Kamis (6/11).

Kegiatan dibuka secara resmi Wakil Gubernur Kalimantan Selatan melalui Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, Diauddin.

Diauddin menyampaikan apresiasi terhadap terselenggaranya Festival BKOM Aerobic, yang dinilai sejalan dengan tema Hari Kesehatan Nasional ke-61 tahun 2025, yaitu Generasi Sehat, Masa Depan Hebat. Terlebih kegiatan ini tidak hanya untuk masyarakat umum, tapi juga melibatkan anak-anak sekolah.

“Mudah-mudahan dengan mereka gemar berolahraga, generasinya akan sehat dan masa depan bangsa akan semakin hebat,” ujarnya.

Diauddin juga meminta festival olahraga seperti aerobik dapat digelar lebih intens, mengingat olahraga ini menjadi bagian penting dalam membentuk pola hidup sehat masyarakat menuju Indonesia Emas 2045.

“Kegiatannya tidak harus besar seperti sekarang, tapi yang penting berkelanjutan agar para pecinta olahraga, khususnya aerobik, punya ruang untuk berekspresi,” tambahnya.

Kepala BKOM Kalsel, Susi Hermina, menjelaskan, bahwa pemilihan aerobik sebagai olahraga utama festival ini didasarkan pada semangat inklusivitas.

“Aerobik ini digemari semua kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa. Karena itu kami jadikan sebagai lomba utama untuk menyemarakkan HKN ke-61,” jelasnya.

Ia juga menanggapi arahan Kepala Dinas Kesehatan agar kegiatan semacam ini dilaksanakan lebih sering.

“Insya Allah tahun depan kami akan berusaha melaksanakan minimal dua kali, bahkan mungkin empat kali seperti harapan beliau. Tapi tentu kami akan evaluasi dulu dari hasil kegiatan tahun ini,” ujarnya.

Menurutnya, Festival BKOM Aerobic juga menjadi bentuk apresiasi bagi para member aktif BKOM yang rutin mengikuti kegiatan olahraga seperti aerobik, zumba, dan poundfit setiap hari.

Susi juga mengungkapkan, tahun ini merupakan kali pertama pihaknya membuka kategori lomba bagi anak-anak sekolah dasar (SD) sebagai upaya mengenalkan olahraga sejak usia dini.

“Kami ingin anak-anak mencintai olahraga sejak kecil. Jangan sampai mereka lebih akrab dengan gadget daripada bergerak secara fisik,” pungkasnya.

Festival BKOM Aerobic 2025 mempertandingkan enam kategori, yaitu SD, pemula, instruktur, SKPD, poundfit, dan aerobik umum, dengan total peserta sekitar 400 orang dari Kota Banjarmasin, Banjarbaru dan Kabupaten Banjar.  (SYA/RIW/EYN)

Kunjungi Venue POPNAS 2025, Kadispora Beri Semangat Atlet Pelajar Kalsel

JAKARTA – Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel, Pebriadin Hapiz, mengunjungi atlet pelajar Banua, yang sedang berjuang menorehkan prestasi, di ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) serta Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (PEPARPENAS) Tahun 2025 di Jakarta. Diantaranya saat pertandingan Renang Paralimpik, Angkat Besi, serta Panjat Tebing, Rabu (5/11) dan Kamis (6/11).

“Kunjungan yang dilakukan ini, untuk memberikan motivasi kepada atlet pelajar Kalsel, yang bertanding di POPNAS dan PEPARPENAS tahun ini,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan.

Dimana, lanjut Pebriadin, kehadirannya diharapkan dapat meningkatkan semangat juang para atlet pelajar Kalsel di POPNAS dan PEPARPENAS.

“Kehadiran kami di sini untuk memberikan semangat juang kepada para atlet pelajar, baik yang bertanding di POPNAS maupun PEPARPENAS. Kami ingin para atlet ini merasakan bahwa pemerintah hadir untuk mendukung,” ucapnya.

Setelah kunjungan ini, Pebriandi berharap, cabang olahraga yang mengikuti POPNAS dan PEPARPENAS dapat meningkatkan raihan prestasi agar dapat lebih baik lagi kedepannya.

“Kami menilai keikutsertaan atlet dalam ajang nasional ini bukan hanya soal hasil, tetapi juga sebagai dari proses pembinaan prestasi Olahraga di Kalimantan Selatan,” ucapnya.

Karena itu, POPNAS dan PEPARPENAS menjadi ajang untuk menguji hasil latihan dan sistem pembinaan yang telah berjalan selama ini.

“Selama ini para atlet pelajar ini sudah diberikan waktu latihan, maka sekarang mereka kami beri kesempatan  bertanding, sehingga hasil ini untuk melihat bagaimana pembinaan prestasi kita berjalan,” tutur Pebriadin.

Pada kesempatan tersebut, Kadispora juga memberikan dukungan bagi atlet disabilitas, yang bertanding di PEPARPENAS.

“Kalsel ingin mempertahankan tradisi prestasi khususnya pada nomor nomor yang sebelumnya mendominasi,” ucapnya.

Sedangkan, pada kategori disabilitas, tambahnya, Kalsel diharapkan dapat mempertahankan dominasi juara.

“Bagi atlet yang sudah berhasil meraih medali emas, agar tidak cepat puas dan terus menjaga konsistensi raihan prestasi,” ucapnya.

Dan, tambah Pebriadin, Dispora Kalsel terus melakukan perbaikan pembinaan, karena itu para atlet diminta untuk terus berlatih dan mengembangkan diri.  (SRI/RIW/EYN)

Perkuat Peran Kehumasan SKPD, Diskominfo Kalsel Gelar FGD KomuniAksi GPR Core 2025

BANJARBARU – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Focus Group Discussion (FGD) KomuniAksi Goverment Public Relations (GPR) Core Tahun 2025, di Kebun Raya Banua Banjarbaru, pada Kamis (6/11).

Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan dan memperkuat peran kehumasan SKPD di lingkup Pemprov Kalsel ini, dibuka Kepala Dinas Kominfo Provinsi Kalsel, Muhamad Muslim.

Kepala Diskominfo Kalsel, M. Muslim, saat membuka kegiatan FGD KomuniAksi GPR Core 2025.

Kepala Diskominfo Kalsel, Muhamad Muslim mengatakan, kegiatan ini merupakan wadah untuk silaturahmi dan menyamakan persepsi kehumasan SKPD dalam mengawal isu-isu yang berkembang di masing-masing SKPD.

“Tentu saja ini untuk membangun citra dan kinerja Pemerintah Provinsi yang baik dengan KomuniAksi kawan-kawan humas lewat desiminasi informasi yang baik pula,” kata Muslim.

Muslim juga mendorong agar kehumasan SKPD aktif mengawal isu yang berkembang di tengah masyarakat baik lewat pemberitaan resmi maupun sosial media.

“Informasi-informasi tersebut bisa menjadi acuan kita dalam menyiapkan data informasi yang lebih valid untuk disampaikan kepada masyarakat,” jelasnya.

Ia berharap, silaturahmi yang terjalin hari ini dapat menghilangkan sekat-sekat arus komunikasi informasi antar kehumasan SKPD.

“Dengan begitu informasi yang disampaikan ke masyarakat dan juga pimpinan memiliki kadar validitas, kualitas, kredibilitas, dan integritas yang baik,” tutupnya. (BDR/RIW/EYN)

Dekranasda Kalsel,  Perkuat Komitmen Majukan Sektor Kerajinan

BANJARBARU – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalimantan Selatan, terus memperkuat komitmennya dalam memajukan sektor kerajinan daerah, yang dinilai memiliki potensi luar biasa untuk menopang pertumbuhan ekonomi kreatif di Banua.

Ketua Harian Dekranasda Kalsel, Abdul Rahim.

Ketua Harian Dekranasda Provinsi Kalimantan Selatan, Abdul Rahim, mengatakan, bahwa pihaknya berupaya secara berkelanjutan untuk mendorong para pengrajin lokal, agar mampu meningkatkan kualitas, inovasi, serta daya saing produk mereka di pasar nasional maupun internasional.

Menurut Rahim, sektor kerajinan memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi masyarakat, terutama bagi pelaku usaha kecil dan menengah yang tersebar di berbagai wilayah di Kalimantan Selatan.

“Dekranasda Kalsel terus berkomitmen memperkuat kapasitas pengrajin melalui pembinaan, pelatihan, dan fasilitasi promosi. Kami ingin produk-produk lokal mampu bersaing tidak hanya karena keindahan desainnya, tetapi juga karena kualitas dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya,” ujar Rahim, baru – baru tadi.

Lebih lanjut, Rahim menjelaskan, bahwa Provinsi Kalimantan Selatan memiliki potensi luar biasa di sektor kerajinan, dengan berbagai produk khas yang telah lama dikenal.  Seperti anyaman purun, Kain Sasirangan, serta kerajinan berbahan Kayu Ulin dan Rotan. Produk-produk tersebut tidak hanya mencerminkan kekayaan budaya Banua, tetapi juga berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi komoditas ekspor unggulan.

Selain memperkuat pembinaan, Dekranasda Kalsel juga terus menjalin kolaborasi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan lembaga pendidikan untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan nilai tambah produk kerajinan.

Melalui berbagai program pengembangan kapasitas, pelatihan desain, dan digitalisasi pemasaran, para pengrajin diharapkan dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan sentuhan kearifan lokal.

“Kerajinan daerah bukan hanya tentang produk, tetapi juga tentang cerita dan identitas. Kami ingin agar setiap hasil karya tangan masyarakat Kalsel menjadi representasi dari budaya Banua yang kaya dan membanggakan,” lanjut Rahim.

Rahim menambahkan, dengan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, Dekranasda Kalsel optimistis bahwa sektor kerajinan di Kalimantan Selatan akan terus tumbuh menjadi salah satu pilar utama ekonomi kreatif, membuka lapangan kerja baru, dan memperkuat citra daerah di kancah nasional maupun internasional. (MRF/RIW/EYN)

Studi Banding ke Jakarta, Bapemperda Kalsel Perdalam Mekanisme Pembentukan Produk Hukum Daerah

JAKARTA – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, melakukan studi banding ke Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Bapemperda Kalsel diterima langsung oleh Afifi, Ketua Sub Kelompok Peraturan Perundang-undangan Bidang Kesejahteraan Rakyat Biro Hukum Setda Provinsi DKI Jakarta, Senin (3/11)

Ketua Bapemperda DPRD Kalsel, Gusti Iskandar Sukma Alamsyah, menyampaikan, kunjungan ini bertujuan memperdalam pemahaman mengenai mekanisme, serta tata cara penyusunan produk hukum daerah. Baik yang berasal dari usulan inisiatif DPRD, maupun pemerintah daerah. Hasilnya, banyak masukan berharga dari konsultasi tersebut.

“Kami mengonsultasikan tentang tata cara penyusunan produk hukum daerah, baik yang bersifat usul inisiatif DPRD maupun pemerintah daerah,” ujarnya

Foto bersama : sumber Humas DPRD Kalsel

Gusti Iskandar menambahkan, salah satu hal penting yang dibahas adalah mengenai batas waktu penyusunan rencana raperda, sesuai surat edaran Kementerian Dalam Negeri. Dimana, jika raperda tidak terselesaikan dalam satu tahun anggaran, ternyata dapat diusulkan kembali di tahun berikutnya.

“Ini tanpa perlu menyusun naskah akademik baru, asalkan sesuai dengan rekomendasi Bapemperda,” jelasnya.

Anggota Bapemperda DPRD Kalsel, Dirham Zain menyampaikan, kunjungan ini memberikan banyak tambahan pengetahuan dan pengalaman. Misalnya, terkait raperda tentang barang milik daerah yang tidak tertib, tidak sesuai dengan aturan atau menimbulkan kerugian untuk daerah.

“DKI mencantumkan sanksi administratif tetapi tidak pidana, dan tetap dikonsultasikan dengan pihak eksekutif,” terang Dirham.

Sementara itu, Afifi menyampaikan apresiasi atas kunjungan kerja Bapemperda DPRD Kalsel. Ini merupakan bentuk silaturahmi dan kerja sama antardaerah, sekaligus menjadi sarana transfer knowledge dalam proses penyusunan raperda, agar dapat meningkatkan kualitas penyusunan produk hukum daerah dan meningkatkan sinergi dengan pemerintah daerah.

“Saya senang Bapak dan Ibu anggota DPRD Provinsi Kalsel berkunjung ke Biro Hukum Setda Provinsi DKI Jakarta,” tutupnya. (ADV-NHF/RIW/RH)

Dorong Iklim Usaha Berdaya Saing Global,Disdag Kalsel Sosialisasikan Kebijakan Perdagangan Luar Negeri

BANJARMASIN – Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan RI dan Kantor Wilayah Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Selatan menggelar Sosialisasi Kebijakan Perdagangan Luar Negeri, bertempat di salah satu hotel berbintang Banjarmasin, Selasa (4/11).

suasana Sosialisasi Kebijakan Perdagangan Luar Negeri, Disdag Kalsel

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Ahmad Bagiawan mengatakan, kegiatan ini penting dilaksanakan, sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah, menciptakan iklim usaha yang kondusif dan berdaya saing global. Para pelaku usaha perlu arahan, supaya mengetahui bagaimana berusaha dengan nyaman dan tidak terhalang persoalan administratif.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Ahmad Bagiawan, saat diwancarai

“Kegiatan ini diikuti pelaku usaha ekspor impor, asosiasi dagang, dan instansi teknis terkait,” ungkapnya

Disampaikan Bagiawan, sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada pelaku usaha, mengenai kebijakan terbaru perdagangan luar negeri, sekaligus menjadi ruang diskusi langsung antara pelaku usaha dengan instansi pembina dan pengawas ekspor-impor.

Karena dinamika global, termasuk perang dagang antara Amerika Serikat dan China, telah memberikan dampak tersendiri bagi perekonomian daerah.

“Situasi ini justru membuka peluang baru bagi Indonesia, termasuk Kalimantan Selatan, untuk menarik investasi dan memperluas pasar ekspor,” jelas Gia (sapaan akrabnya).

Bagiawan menambahkan, saat ini potensi besar sektor ekspor Kalimantan Selatan, masih didominasi batubara, karet, rotan, dan kayu lapis. Berdasarkan data Dinas Perdagangan, nilai ekspor daerah mengalami peningkatan signifikan pada Agustus 2025, dengan kenaikan mencapai 119 persen dibanding bulan sebelumnya.

“Alhamdulillah, nilai ekspor Kalimantan Selatan terus tumbuh. Komoditas utama, batubara, masih menjadi andalan, karet dan rotanpun juga sangat menjanjikan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Gia menambahkan, rute penerbangan langsung Banjarmasin – Malaysia yang dibuka pada 20 Oktober 2025 lalu, telah memberikan perkembangan positif dalam konektivitas perdagangan. Yaitu biaya ekspor dapat ditekan. Pelaku usaha yang sebelumnya harus mengirim lewat Surabaya atau Jakarta, kini dapat mengirim langsung dari Banjarmasin.

“Mari bersama-sama mendorong kemajuan perdagangan Kalimantan Selatan. Pemerintah hadir untuk mendampingi dan memastikan usaha dapat berjalan lancar, berdaya saing, dan membawa manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat,” tutupnya. (NHF/RIW/RH)

Exit mobile version