BPAM Banjarbakula Pastikan Pemeliharaan WTP Tak Ganggu Layanan Air Bersih

Banjarbaru – Pelayanan air bersih di wilayah Banjarbakula tetap berjalan meski Balai Pengelola Air Minum (BPAM) Banjarbakula melakukan pemeliharaan fasilitas pengolahan air berkapasitas 250 liter per detik (LPS) dan 500 LPS.

Pemeliharaan tersebut dilakukan berkala sebagai langkah preventif untuk memastikan fasilitas pengolahan air tetap andal sekaligus menjaga kualitas air hasil produksi.

Kepala BPAM Banjarbakula, Wayu Siddiq Pamungkas

Kepala BPAM Banjarbakula Provinsi Kalimantan Selatan, Siddiq Wahyu Pamungkas, Kamis (1/10), mengatakan pemeliharaan merupakan bagian dari upaya menjaga seluruh sistem tetap berfungsi optimal dan mencegah potensi gangguan yang lebih besar di kemudian hari.

“Pemeliharaan ini merupakan bagian penting dari upaya preventif untuk menjaga keandalan sistem operasional yang saat ini berjalan,” ujarnya.

Selama proses pemeliharaan, BPAM Banjarbakula melakukan penyesuaian operasional. Kondisi tersebut berdampak pada sedikit pengurangan debit air dari kapasitas normal.

Siddiq menyebut pengurangan debit diperkirakan sekitar 10 hingga 15 liter per detik. Penyesuaian ini dilakukan untuk memberikan ruang bagi petugas melaksanakan pekerjaan pemeliharaan sekaligus memastikan keamanan fasilitas yang sedang ditangani.

“Memang akan ada sedikit penurunan debit air dari kapasitas normal, yaitu sekitar 10 sampai 15 liter per detik,” jelasnya.

Menurut Siddiq, kondisi tersebut merupakan bagian dari prosedur operasional selama pekerjaan berlangsung. Karena itu, masyarakat di wilayah layanan Banjarbakula diminta tidak khawatir apabila merasakan adanya perubahan debit air.

Pemeliharaan dilakukan untuk memastikan peralatan dan fasilitas pengolahan tetap berada dalam kondisi baik, sehingga mampu mendukung proses produksi dan pelayanan air bersih secara berkelanjutan.

BPAM Banjarbakula juga meminta pelanggan memahami adanya penyesuaian selama pekerjaan berlangsung. Setelah pemeliharaan selesai, fasilitas diharapkan dapat kembali beroperasi secara optimal dengan tingkat keandalan yang terjaga.

“Pada prinsipnya, seluruh upaya ini kami lakukan semata-mata untuk menjaga keamanan, keandalan, dan keberlangsungan pelayanan air bersih bagi seluruh pelanggan di wilayah layanan Banjarbakula, baik saat ini maupun untuk jangka panjang,” katanya. (SYA/RIW/EPS)

Jelang 28 Oktober, Dispora Kalsel Siapkan Rangkaian Peringatan Sumpah Pemuda ke-98

Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel mempersiapkan rangkaian Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun 2026.

Kadispora Kalsel Pebriadin Hapiz, diwakili Kabid Pemberdayaan Pemuda Budiono menjelaskan, persiapan yang telah dilakukan salah satunya adalah Aruh Pemuda, yang akan melibatkan sekitar 200 pemuda dari berbagai unsur.

Ket foto : Kabid Pemberdayaan Pemuda Dispora Kalsel Budiono

“Aruh Pemuda dijadwalkan berlangsung pada 26 sampai 27 Oktober 2026 di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kalsel, di Banjarbaru,” ungkap Budiono, kepada sejumlah wartawan, Rabu (30/9).

Kegiatan ini, lanjutnya, dirancang menjadi ruang pertemuan sekaligus penguatan kapasitas dan semangat kepemudaan di Kalsel.

“Peserta Aruh Pemuda akan berasal dari kalangan mahasiswa, pelajar, organisasi kepemudaan (OKP), serta pemuda dari berbagai daerah di Kalsel,” ujar Budiono.

Rentang usia peserta, berkisar dari 16 sampai 30 tahun, berdasarkan usia Pemuda di Indonesia saat ini.

“Aruh Pemuda ini selain untuk memberikan ruang bagi para pemuda mendapatkan wawasan, motivasi, dan perspektif baru dalam menghadapi berbagai tantangan Pemuda saat ini, sehingga tidak hanya sekadar seremoni semata,” tutur Budiono.

Sedangkan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, Dispora Kalsel berkolaborasi dengan Bahasa Ibu Kalsel untuk memperkuat substansi kegiatan. Yakni dengan menghadirkan sejumlah pembicara untuk memperdalam makna Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun ini.

Rangkaian Peringatan Hari Sumpah Pemuda mendatang, dimulai dari Pelaksanaan Apel Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026, di Halaman Kantor Gubernur Kalsel, di Banjarbaru.

Selain rangkaian kegiatan di tingkat daerah, kepemudaan Kalsel juga akan mengikuti pembekalan dari Kemenpora, dalam upaya penguatan kesiapan pemuda Kalsel dalam mengikuti berbagai program kepemudaan yang akan datang. (DISPORAKALSEL-SRI/RIW/EPS)

Kontingen Wasaka Muda Indonesia U13 Siap Tampil di Piala Soeratin Nasional 2026

Banjarmasin – Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, melepas Kontingen Wasaka Muda Indonesia U13 (Sepak Bola) yang akan berlaga pada Piala Soeratin U13 Tingkat Nasional Tahun 2026. Pelepasan berlangsung di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin, Rabu (30/9).

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Yamin menyampaikan apresiasi dan dukungan kepada seluruh pemain, pelatih, pembina, serta orang tua yang telah mendampingi dan mendukung para pemain muda hingga mampu melangkah ke tingkat nasional.

Ket foto : Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin melepas secara resmi

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Banjarmasin, saya mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi – tingginya kepada seluruh pemain, pelatih, pembina, serta orang tua yang telah mendukung anak-anak kita hingga dapat melangkah ke tingkat nasional dan menjadi kebanggaan bagi kita semua,” ujar Yamin.

Menurutnya, keikutsertaan dalam kompetisi nasional tidak semata-mata tentang mengejar prestasi dan kemenangan. Lebih dari itu, ajang tersebut menjadi kesempatan bagi para pemain untuk menambah pengalaman, menguji kemampuan, serta belajar menjadi atlet yang disiplin dan mampu bekerja sama dalam tim.

Yamin berpesan kepada seluruh kontingen agar tampil maksimal selama mengikuti kompetisi, menjunjung tinggi sportivitas, menghormati lawan dan seluruh perangkat pertandingan, serta menjaga sikap dan nama baik daerah.

“Kalian akan berangkat membawa nama Wasaka Muda Indonesia dan Kota Banjarmasin. Maka dari itu, tunjukkan bahwa kontingen dari Kota Banjarmasin memiliki semangat, disiplin, dan mental bertanding yang baik,” pesannya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para pelatih dan orang tua yang selama ini turut berperan dalam proses pembinaan atlet usia muda.

“Pembinaan atlet usia muda tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan perlu kerja sama antara klub, pelatih, keluarga, pemerintah, dan berbagai pihak agar potensi anak-anak kita dapat berkembang secara berkelanjutan,” katanya.

Menutup sambutannya, Wali Kota Yamin meminta seluruh pemain untuk menghadapi pertandingan dengan percaya diri, tetap kompak, menjaga kesehatan, serta menikmati setiap proses yang dijalani.

“Hadapi lawan dengan percaya diri, tetap kompak, dan nikmati setiap prosesnya. Apa pun hasilnya nanti, jadikan pengalaman di Piala Soeratin ini sebagai bagian dari perjalanan kalian untuk menjadi pesepakbola yang handal. Jaga kesehatan, jaga kekompakan, jaga nama baik daerah, dan jangan lupa berdoa,” pungkasnya. (PEMKOBJM-SRI/RIW/EPS)

Dari Parlemen hingga Media, Perempuan Kalsel Bersinergi Kawal Kebijakan

Banjarmasin — Tiga kekuatan perempuan di Kalimantan Selatan, yakni Kaukus Perempuan Parlemen Daerah (KPPD), Gabungan Istri Wakil Rakyat (Gatriwara) DPRD Kalsel, dan Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Kalsel, menyatukan langkah untuk mendorong perhatian lebih besar terhadap isu perempuan dan anak dalam pembangunan daerah.

Sinergi tersebut mengemuka dalam kegiatan ramah tamah dan dialog yang mempertemukan perempuan parlemen, Gatriwara, pimpinan redaksi perempuan, serta jurnalis perempuan di Ruang Rapat H.M. Ismail Abdullah, Gedung B Lantai IV DPRD Provinsi Banjarmasin, Rabu (30/9).

Sumber humas DPRD Kalsel

Ketua KPPD Kalsel, Dewi Damayanti Said mengatakan, pertemuan tersebut menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya tiga elemen perempuan berkumpul dalam satu forum untuk membicarakan kontribusi perempuan terhadap pembangunan Banua.

Menurut Dewi, perempuan masih menghadapi berbagai tantangan ketika masuk ke ruang publik, termasuk dalam dunia politik. Karena itu, diperlukan kolaborasi antarelemen perempuan agar suara dan kepentingan perempuan dapat semakin terakomodasi dalam kebijakan pembangunan.

“KPPD memiliki kekuatan dalam mengawal kebijakan, FJPI memiliki kemampuan menyuarakan berbagai temuan dan persoalan melalui pemberitaan, sedangkan Gatriwara memiliki kedekatan dengan masyarakat dan keluarga,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Ketua Gatriwara DPRD Kalsel, Faridah Supian HK. Menurutnya, dukungan terhadap sinergi antara perempuan parlemen, jurnalis perempuan dan Gatriwara.

Kolaborasi
tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat dilanjutkan melalui berbagai program nyata yang memberikan manfaat bagi perempuan, keluarga dan masyarakat luas.

“Dengan kekuatan dan peran yang berbeda, KPPD, Gatriwara dan FJPI Kalsel berkomitmen untuk terus bergerak sesuai bidang masing-masing, agar isu perempuan dan anak semakin mendapat perhatian dalam pembangunan Banua,” harapnya.

Sumber humas DPRD Kalsel

Sementara itu, Ketua FJPI Kalsel, Sunarti menjelaskan, pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi menjadi ruang untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka antara jurnalis perempuan dengan lembaga publik, khususnya DPRD Kalsel.

FJPI akan terus mendorong peningkatan kapasitas dan profesionalisme jurnalis perempuan. Menurutnya, perempuan tidak hanya menjadi objek pemberitaan, tetapi juga dapat menjadi pelaku, penggerak, sekaligus pengambil keputusan dalam pembangunan.

“Kami ingin mendorong jurnalisme yang berperspektif perempuan, ramah anak, menghargai keberagaman dan berpihak kepada publik tanpa kehilangan independensi,” jelasnya.

Dukungan terhadap kolaborasi tersebut juga disampaikan Ketua DPRD Kalsel, Supian HK. Ia menyoroti pentingnya peran perempuan dalam keluarga dan kehidupan sosial masyarakat.

Dengan mengingatkan pentingnya perhatian orang tua terhadap pergaulan anak, agar keluarga dapat menjadi lingkungan yang memberikan perlindungan dan pendidikan yang baik bagi generasi muda.

“Kolaborasi tiga elemen perempuan ini diharapkan menjadi ruang bersama untuk bertukar informasi, menyampaikan aspirasi, sekaligus mengawal berbagai persoalan perempuan dan anak di Kalimantan Selatan,” pungkasnya. (NHF/RIW/EPS)

Exit mobile version