RSUD Ulin Banjarmasin Apresiasi Karyawan Berprestasi

Banjarmasin – Sejumlah karyawan pemenang lomba Kalsel Innovation Award 2026, serta lomba Turnamen Bulu Tangkis Antar Insan Kesehatan dan Rumah Sakit se-Kalsel, mendapatkan penghargaan dari RSUD Ulin Banjarmasin. Penghargaan diserahkan usai apel pagi, di lapangan upacara RSUD Ulin Banjarmasin, Senin (26/10).

Penghargaan diserahkan Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Among Wibowo, didampingi Wakil Direktur Medik dan Keperawatan Agung Ary Wibowo, serta Wadirut Penunjang Non Medik, Hukum, dan Diklat Heru.

Ket foto : Penyerahan penghargaan kepada karyawan berprestasi

Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Among Wibowo mengatakan, penghargaan diberikan kepada 4 karyawan, yang memenangkan Kalsel Inovasi Award 2026 kategori SKPD lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, sebagai juara 2 serta 3.

“RSUD Ulin berhasil meraih dua penghargaan dalam Kalsel Innovation Award 2026 kategori SKPD Provinsi Kalimantan Selatan melalui inovasi yang dikembangkan untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan dan tata kelola rumah sakit,” ungkap Among.

Dua inovasi yang berhasil meraih penghargaan tersebut adalah, Parking Traffic Management Control (PTMC). Inovasi yang berfokus pada pengelolaan dan pengendalian lalu lintas parkir untuk mendukung keteraturan, kelancaran, dan kenyamanan akses di lingkungan rumah sakit.

Selanjutnya, Automasi Laporan Terintegrasi SIRS (ALTAIR),
inovasi mendukung otomatisasi dan integrasi pelaporan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) agar proses pelaporan menjadi lebih efektif dan efisien.

“Pencapaian ini menjadi motivasi bagi RSUD Ulin untuk terus mengembangkan inovasi yang adaptif terhadap kebutuhan pelayanan, mengoptimalkan pemanfaatan teknologi, serta meningkatkan efektivitas tata kelola rumah sakit,” tutur Among lebih lanjut.

Sehingga, lanjutnya, RSUD Ulin Banjarmasin mengapresiasi setinggi-tingginya seluruh tim inovator dan pihak yang telah berkontribusi menghadirkan terobosan bagi RSUD Ulin.

“Semoga prestasi ini menjadi pemacu semangat untuk terus berkarya dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ucap Among.

Pada kesempatan yang sama penghargaan juga diberikan kepada 2 pemenang Turnamen Bulutangkis Antar Insan Kesehatan dan Rumah Sakit se-Kalsel Kalimantan Selatan Tahun 2026.

“Kami berharap dengan prestasi yang membanggakan ini, seluruh karyawan RSUD Ulin Banjarmasin terus menggali potensi yang dimiliki, untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Among. (SRI/RIW/EPS)

Entry Meeting Pemeriksaan Kinerja dan DTT Semester II 2026, Kalsel Dukung Transparansi

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengikuti Entry Meeting Pemeriksaan Kinerja dan Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (DTT) Semester II Tahun 2026 yang diselenggarakan secara virtual, di Command Center Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel, Banjarbaru, Senin (26/10).

Kegiatan ini dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, yang diwakili Asisten Administrasi Umum Setdaprov Kalsel, Dinansyah.

Dalam sambutan Gubernur Kalsel yang dibacakan Dinansyah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyampaikan apresiasi kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Kalimantan Selatan atas penyelenggaraan entry meeting tersebut.

Pertemuan awal ini dinilai penting memberikan pemahaman yang sama kepada seluruh entitas pemeriksaan mengenai pelaksanaan pemeriksaan pada Semester II Tahun 2026.

Pada semester ini, Pemprov Kalsel menjadi objek empat pemeriksaan kinerja. Keempatnya meliputi dukungan pemerintah daerah terhadap ketahanan energi nasional, peran daerah dalam produksi dan keterjangkauan pangan pada komoditas sawit dan minyak goreng, pengelolaan Bantuan Operasional Pendidikan Menengah, serta penyediaan layanan air minum.

Pemeriksaan penyediaan layanan air minum tersebut turut melibatkan Pemerintah Kabupaten Banjar, Pemerintah Kota Banjarbaru, dan PT Air Minum Intan Banjar.

Dinansyah menyampaikan, pemeriksaan kinerja memiliki peran penting untuk memastikan program dan belanja pemerintah tidak hanya memenuhi aspek administrasi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) mengukur kewajaran penyajian laporan keuangan, sedangkan pemeriksaan kinerja mengukur sejauh mana belanja daerah benar – benar menghasilkan manfaat yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Pemprov Kalsel kembali memperoleh opini WTP untuk laporan keuangan pemerintah daerah sebanyak 13 kali berturut-turut.

Meski demikian, capaian tersebut harus diiringi dengan peningkatan kualitas pelaksanaan program dan pelayanan publik.

Menurutnya, empat tema pemeriksaan tahun ini berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari ketersediaan energi, keterjangkauan harga minyak goreng, pembiayaan pendidikan, hingga akses terhadap air minum.

Karena itu, hasil pemeriksaan diharapkan menjadi masukan konstruktif bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi sekaligus memperbaiki pelaksanaan program yang sedang berjalan.

“Kami memandang pemeriksaan ini sebagai masukan yang berguna. Hasilnya diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki program-program pemerintah agar semakin efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Dinansyah juga meminta seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemprov Kalsel, pemerintah kabupaten kota, serta badan usaha milik daerah yang menjadi objek pemeriksaan agar bersikap terbuka dan kooperatif selama proses pemeriksaan berlangsung.

Langkah ini diperlukan agar tim pemeriksa dapat menyusun rekomendasi yang tepat dan sesuai dengan permasalahan yang dihadapi.

Selain itu, setiap entitas diminta menunjuk petugas penghubung yang memahami substansi pemeriksaan dan memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan. Dengan demikian, proses penyampaian dokumen dan koordinasi dengan tim pemeriksa dapat berjalan lebih efektif.

“Pemprov Kalsel siap mengikuti seluruh tahapan pemeriksaan dengan sebaik-baiknya serta mendukung pelaksanaan tugas BPK Perwakilan Provinsi Kalimantan Selatan,” tutupnya. (BDR/RIW/EPS)

Apresiasi Pelaku Budaya, Kalsel Berikan Gelar Anugerah Kebudayaan 2026

Banjarbaru – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Anugerah Kebudayaan Kalimantan Selatan Sasangga Haharum Banua Tahun 2026, sebagai bentuk apresiasi kepada para pelaku seni dan budaya yang berkontribusi melestarikan serta mengembangkan kebudayaan daerah.

Sebanyak 15 penerima dari berbagai unsur, mulai dari lembaga, media, komunitas budaya, pemerintah daerah, pegiat budaya hingga maestro, menerima penghargaan pada Minggu (25/10), di Banjarbaru.

Kepala Disdikbud Kalsel, Abdul Rahim, mengatakan, kebudayaan bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan identitas dan jati diri masyarakat yang turut membentuk karakter serta menjadi kekuatan dalam pembangunan daerah.

Menurutnya, Kalimantan Selatan memiliki kekayaan budaya yang beragam, mencakup seni pertunjukan, sastra, tari, musik, teater, tradisi lisan, permainan rakyat, kuliner, kerajinan, hingga pengetahuan dan praktik tradisional yang masih berkembang di tengah masyarakat.

“Kekayaan budaya tersebut merupakan warisan berharga yang harus dilindungi, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi penerus. Namun, keberlanjutan kebudayaan tidak dapat terwujud dengan sendirinya. Diperlukan dedikasi para seniman, budayawan, maestro, komunitas, lembaga, serta masyarakat untuk terus berkarya dan menjaga tradisi agar tetap hidup di tengah perubahan zaman,” ujar Abdul Rahim.

Ia menjelaskan, Anugerah Kebudayaan Sasangga Haharum Banua merupakan bentuk apresiasi resmi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kepada individu, lembaga, dan komunitas yang telah memberikan kontribusi nyata pelestarian dan pemajuan kebudayaan Banua.

Melalui penghargaan ini, pemerintah berharap para penerima semakin termotivasi berkarya, memperluas dampak positif bagi masyarakat, sekaligus mendorong generasi muda agar lebih mengenal, mencintai, dan turut melestarikan kebudayaan daerah.

“Melalui penghargaan ini, kami berharap para penerima terus berkarya dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Kami juga ingin mendorong generasi muda agar semakin mengenal, mencintai, dan ikut menjaga kebudayaan Banua,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel, Eddy Suwarto, mengatakan Anugerah Kebudayaan Sasangga Haharum Banua tidak hanya menjadi ajang pemberian penghargaan, tetapi juga bagian dari pembinaan dan pengembangan manajemen talenta kebudayaan daerah yang selaras dengan kebijakan nasional.

Menurutnya, program ini menjadi salah satu instrumen strategis untuk memberikan ruang bagi pelaku seni dan budaya dari berbagai kabupaten kota di Kalimantan Selatan agar terus mengembangkan potensi serta memperkuat kontribusinya terhadap pemajuan kebudayaan.

“Melalui pengembangan manajemen talenta kebudayaan daerah, pemerintah tidak hanya memberikan piagam penghargaan, tetapi juga mendorong pengakuan terhadap kontribusi nyata para pelaku seni dan budaya dalam mendukung pemajuan kebudayaan,” kata Eddy.

Ia berharap pembinaan lembaga kebudayaan dan pengembangan manajemen talenta dapat memperkuat ekosistem kebudayaan di Kalimantan Selatan, mulai dari tingkat akar rumput, secara inklusif dan berkelanjutan.

Dengan upaya tersebut, pelestarian dan pengembangan kebudayaan Banjar dan Dayak diharapkan semakin konsisten, sekaligus membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi generasi muda dan masyarakat dalam menjaga kekayaan budaya daerah. (BDR/RIW/EPS)

5 Pejabat Pemko Banjarmasin Dilantik

Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin kembali melaksanakan Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Pejabat Administrator, di Aula Kayuh Baimbai, Senin (26/10). Pelantikan dilakukan Wali Kota, Muhammad Yamin.

Salah satu pejabat yang dilantik adalah Ahmad Zazuli, yang kini resmi menjabat sebagai Kepala Bagian Umum definitif, setelah sebelumnya menjalankan tugas sebagai pelaksana tugas (Plt).

Sebelum dilantik, Ahmad Zazuli menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Rumah Tangga dan Perlengkapan Bagian Umum Setdako Banjarmasin, sekaligus mengemban tugas sebagai Plt Kepala Bagian Umum.

Wali Kota, Muhammad Yamin mengatakan, pelantikan ini menjadi bagian penguatan organisasi dan penerapan manajemen talenta aparatur sipil negara (ASN) untuk menempatkan pejabat sesuai kompetensi, potensi, serta kebutuhan organisasi.

“Jabatan bukan sekadar kedudukan, melainkan amanah yang harus dibuktikan melalui kinerja dan hasil kerja yang nyata. Oleh karena itu, saya minta agar saudara – saudara segera memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing, menetapkan skala prioritas, serta memastikan setiap program berjalan secara efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Yamin juga menekankan pentingnya penerapan manajemen talenta ASN sebagai dasar pengembangan karier dan penempatan pejabat di lingkungan Pemko Banjarmasin.

Melalui pemetaan talenta, termasuk metode Nine Box Talent Management, pemerintah dapat menilai potensi dan kinerja ASN sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kesiapan menduduki jabatan.

Menurutnya, pengisian jabatan harus mempertimbangkan kompetensi, potensi, kinerja, integritas, serta kebutuhan organisasi.

Karena itu, setiap ASN diharapkan terus meningkatkan kemampuan teknis, manajerial, dan sosial kultural, sekaligus menghadirkan inovasi dalam pelaksanaan tugas.

“Pengelolaan karier dan promosi harus dilaksanakan secara objektif, transparan, dan berdasarkan sistem merit, dengan mempertimbangkan kualifikasi, kompetensi, potensi, kinerja, integritas, serta kebutuhan organisasi. Hindari keputusan yang didasarkan pada kedekatan personal semata,” ujarnya.

Ia juga meminta para kepala SKPD berperan aktif mengidentifikasi dan mengembangkan potensi ASN di lingkungan kerja masing-masing.

Dengan demikian, penguatan manajemen talenta tidak hanya mendukung pencapaian target organisasi, tetapi juga mempersiapkan calon pemimpin yang kompeten dan berintegritas.

Terkait pengisian jabatan yang masih kosong, Yamin menjelaskan bahwa Pemko Banjarmasin akan melakukan pemetaan dan penilaian terhadap calon pejabat berdasarkan data manajemen talenta sebelum menentukan pejabat yang dinilai sesuai.

“Kalau memang di dalam pemetaan manajemen talenta ada yang mencukupi dan memiliki kinerja yang bagus, kenapa tidak. Kita harapkan ASN yang sudah bekerja di Pemerintah Kota Banjarmasin ini bisa diberikan peluang untuk mengisi jabatan sesuai kompetensinya,” jelasnya.

Sementara itu, untuk jabatan yang belum terisi, Yamin menyebutkan penunjukan pelaksana tugas (Plt) dapat dilakukan sementara sambil menunggu proses penilaian dan penentuan kandidat yang sesuai.

Adapun pejabat yang dilantik, yakni:

  1. Yuliansyah Effendi, sebelumnya Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin, dilantik menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Banjarmasin.
  2. Muhammad Ramadhan, sebelumnya Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Banjarmasin, dilantik menjadi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Banjarmasin.
  3. Noorfahmi Arif Ridha, sebelumnya Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Banjarmasin, dilantik menjadi Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kota Banjarmasin.
  4. Zuraidah, sebelumnya Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kota Banjarmasin, dilantik menjadi Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Banjarmasin.
  5. Ahmad Zazuli, sebelumnya Kepala Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Banjarmasin, dilantik menjadi Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Banjarmasin. (PEMKOBJMUMUM-SRI/RIW/EPS)

Harga Sembako Naik, Banjarbaru dan HSU Diimbau Gencarkan Pengendalian Harga Pangan

Banjarbaru – Pemerintah Kota Banjarbaru dan Kabupaten Hulu Sungai Utara diimbau meningkatkan kegiatan pengendalian harga pangan, sebagai upaya menekan kenaikan harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok.

Hal ini dikarenakan beberapa bahan pokok seperti bawang merah dan cabai, mengalami kenaikan harga yang signifikan akibat kurangnya pasokan distribusi.

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga di pasaran sekaligus melindungi daya beli masyarakat.

Imbauan tersebut disampaikan Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdaprov Kalimantan Selatan, Rusma Khazairin, usai menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi, Senin (26/10).

Rusma mengatakan, pemerintah daerah perlu terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan bahan pangan di wilayah masing – masing.

“Pemantauan secara berkala diperlukan agar potensi kenaikan harga dapat diketahui lebih awal dan segera ditindaklanjuti melalui langkah pengendalian yang sesuai,” ucapnya.

Menurutnya, upaya pengendalian inflasi tidak cukup hanya dilakukan ketika harga komoditas sudah mengalami kenaikan.

“Pemerintah daerah perlu melakukan langkah antisipatif dengan memperhatikan pergerakan harga, ketersediaan pasokan, serta kelancaran distribusi bahan pangan hingga ke tingkat konsumen,” lanjutnya.

Berbagai kegiatan dapat dilakukan melalui koordinasi dengan instansi terkait, pemantauan pasokan dan distribusi pangan, serta pelaksanaan program yang membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

“Langkah seperti gerakan pangan murah (GPM) juga perlu disesuaikan dengan kondisi dan permasalahan yang dihadapi setiap daerah,” sahutnya.

Sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas harga.

Melalui koordinasi yang baik, perkembangan harga di lapangan dapat dipantau bersama sehingga pemerintah dapat menentukan langkah penanganan secara lebih tepat.

“Khusus bagi Kota Banjarbaru dan Kabupaten Hulu Sungai Utara, diharapkan kegiatan pengendalian harga dapat lebih diintensifkan, terutama dengan memperhatikan komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga di masing-masing daerah,” tutupnya. (MRF/RIW/EPS)

Edukasi Kesehatan Gigi, RSGM Gusti Hasan Aman Bagikan Masker di CFD Banjarmasin

Banjarmasin – Jelang peringatan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN), Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Gusti Hasan Aman menggelar edukasi dan pemeriksaan kesehatan di kawasan Car Free Day (CFD) Banjarmasin, Minggu (25/10).

Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, drg. Mashuda mengatakan, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada kesehatan gigi dan mulut, tetapi kepedulian terhadap kesehatan masyarakat secara umum.

Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, drg Mashuda

Berbagai layanan dihadirkan, mulai dari pengukuran tinggi badan, pemeriksaan kesehatan umum, pemeriksaan tekanan dan gula darah, hingga pembagian masker kepada pengunjung CFD.

“Pembagian masker menjadi salah satu bentuk kepedulian RSGM terhadap kesehatan masyarakat, terutama di tengah kondisi kualitas udara yang perlu diwaspadai akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan,” ucapnya.

drg Mashuda menjelaskan, pihaknya juga mengedukasi pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut, mengenali gangguan kesehatan sejak dini, serta melakukan perawatan sebelum kondisi semakin parah.

Dalam kegiatan tersebut, RSGM Gusti Hasan Aman, berkolaborasi dengan Program Pendidikan Dokter Spesialis Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

Kolaborasi ini menghadirkan edukasi mengenai penyakit mulut, termasuk kewaspadaan terhadap keganasan pada rongga mulut.

“Melalui edukasi tersebut, masyarakat diharapkan lebih memahami pentingnya pemeriksaan dini dan tidak mengabaikan keluhan pada gigi maupun jaringan mulut,” jelasnya.

Lebih lanjut drg Mashuda menambahkan, RSGM juga menekankan bahwa kesehatan gigi dan mulut memiliki kaitan erat dengan pemenuhan nutrisi, khususnya pada anak-anak.

Gigi yang sehat membantu anak mengunyah makanan dengan baik sehingga asupan gizi dapat terpenuhi dan tumbuh kembang berlangsung optimal.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak menunggu sampai gigi terasa sakit sebelum memeriksakan diri.

Gigi berlubang sebaiknya segera dirawat, disertai kebiasaan menyikat gigi secara teratur dan pemeriksaan berkala.

Sebagai rumah sakit khusus gigi dan mulut milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, RSGM Gusti Hasan Aman menyediakan berbagai layanan spesialis.

Meliputi spesialis penyakit mulut, konservasi gigi, prostodonsia atau pembuatan gigi tiruan, ortodonsia atau perawatan kawat gigi, periodonsia, kedokteran gigi anak, serta radiologi kedokteran gigi.

“Edukasi kesehatan, pemeriksaan dini, dan pembagian masker di ruang publik menjadi bagian dari upaya mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat. Dengan demikian, masyarakat Kalimantan Selatan diharapkan semakin sadar bahwa menjaga kesehatan sejak dini merupakan langkah penting untuk meningkatkan kualitas hidup,” tutupnya. (NHF/RIW/EPS)

Harapan Bantuan Penanganan Karhutla Tepat Sasaran, DPRD Minta Relawan Jangan Dilupakan

Banjar – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan tidak hanya membutuhkan dukungan anggaran, tetapi juga perhatian terhadap masyarakat terdampak dan para relawan yang berada di garis depan.

DPRD Kalimantan Selatan berharap bantuan pemerintah pusat dimanfaatkan tepat sasaran, sesuai kebutuhan daerah, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Anggota Komisi IV DPRD Kalsel, Habib Umar Hasan Alie Bahasyim, bersama Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Banjar, Hamdan

Anggota Komisi IV DPRD Kalsel, Habib Umar Hasan Alie Bahasyim, menekankan pentingnya pengelolaan anggaran bantuan secara terencana dan transparan.

Menurutnya, penggunaan dana harus mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, terutama menghadapi dampak karhutla yang berpotensi mengganggu kesehatan dan aktivitas sehari-hari.

Ia mendorong pemerintah memberikan perhatian khusus kepada para relawan yang selama ini turut membantu penanganan karhutla.

Dedikasi para relawan yang mengorbankan waktu, tenaga, bahkan menghadapi risiko terhadap kesehatan, dinilai perlu mendapat dukungan yang memadai.

“Perhatian terhadap relawan menjadi penting agar upaya penanganan karhutla dapat berjalan optimal. Dukungan tersebut diharapkan tidak hanya berupa sarana operasional, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan perlindungan dan keselamatan mereka saat bertugas,” ungkapnya.

Habib Umar menilai, penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan besarnya anggaran. Perencanaan yang tepat, pelaksanaan yang terukur, serta pengawasan terhadap pemanfaatan bantuan menjadi faktor penting agar dana yang dikucurkan benar – benar memberikan hasil nyata.

“Bantuan pemerintah pusat diharapkan mampu memperkuat upaya penanggulangan karhutla di Kalimantan Selatan, sekaligus memastikan masyarakat terdampak dan para relawan memperoleh perhatian sesuai kebutuhan mereka,” jelasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Banjar, Hamdan menilai, perencanaan penggunaan anggaran harus disusun jelas dengan terlebih dahulu mengidentifikasi kebutuhan prioritas daerah.

Dengan perencanaan yang matang, dana bantuan diharapkan dapat digunakan efektif dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Menurutnya, pemerintah perlu memastikan bahwa setiap alokasi anggaran sesuai dengan kebutuhan di lapangan, sehingga penanganan karhutla dapat berjalan lebih terarah sekaligus mendukung prioritas pembangunan daerah.

“DPRD berharap dukungan anggaran tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kesiapsiagaan daerah, meningkatkan efektivitas penanganan karhutla, serta memperhatikan kebutuhan masyarakat dan relawan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, pemerintah pusat segera menyalurkan bantuan penanganan karhutla di 7 kabupaten/kota Kalsel. Kabupaten Banjar disebut akan menerima alokasi sebesar Rp20 miliar. (NHF/RIW/EPS)

Melalui Bobon Santoso, Presiden Salurkan Bantuan Warga Terdampak Karhutla Kalsel

Banjarbaru – Presiden RI, Prabowo Subianto menyalurkan bantuan untuk masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan, berupa 20.000 paket sembako, 100.000 masker KN95, 24.000 tabung oksigen portabel, serta hampir dua ton susu untuk anak-anak.

Bantuan disampaikan konten kreator Bobon Santoso saat menggelar aksi Kuali Merah Putih di Posko Guntung Damar, Banjarbaru, Senin (26/10).

Bobon mengatakan, bantuan dari pemerintah pusat tersebut merespons keluhan masyarakat, yang disampaikan melalui dirinya.

Sebanyak 3.000 porsi makanan disiapkan untuk relawan karhutla di Banjarbaru

Keluhan itu berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan anak-anak di tengah kondisi kabut asap akibat karhutla.

“Banyak keluhan dari masyarakat Palangkaraya dan Kalimantan Tengah yang meminta bantuan melalui kami. Kami sampaikan ke pihak terkait, kemudian dimonitor dan diberikan Bapak Presiden. Sehari kemudian, bantuan dari Jakarta langsung datang,” ujar Bobon.

Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya mencakup kebutuhan pokok, tetapi juga perlengkapan untuk membantu masyarakat menghadapi dampak asap. Masker KN95 dan tabung oksigen portabel disertakan, sementara susu disiapkan untuk anak-anak yang membutuhkan dukungan asupan di tengah situasi sulit.

Bobon mengungkapkan, banyak ibu menghubunginya melalui pesan langsung di Instagram untuk meminta bantuan susu bagi anak-anak mereka yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Kondisi karhutla juga berdampak pada penghasilan keluarga karena aktivitas mencari nafkah menjadi lebih sulit.

“Banyak ibu-ibu meminta susu karena anak-anak mereka banyak yang terkena ISPA. Dalam situasi seperti ini, mereka juga kesulitan mencari nafkah. Alhamdulillah, negara mendukung dengan hampir dua ton susu untuk adik-adik kita,” katanya.

Selain menyampaikan bantuan pemerintah pusat, Bobon bersama Korem 101/Antasari menggelar aksi memasak 3.000 porsi makanan bagi relawan yang bertugas menangani karhutla. Menggunakan dua kuali besar, mereka menyiapkan nasi, kari ayam, dan capcay.

Bobon menegaskan, kehadirannya di Banjarbaru juga bertujuan memberikan dukungan moral kepada relawan dan petugas yang telah berbulan-bulan menangani karhutla, bahkan harus jauh dari keluarga.

“Kehadiran kami di sini tidak ada apa-apanya dibanding perjuangan relawan yang sudah lama berjibaku dan petugas yang sudah sangat lama tidak pulang ke rumah. Namun, kami percaya kehadiran ini bisa memberikan semangat baru dan menjadi simbol bahwa masyarakat Indonesia secara luas peduli dengan saudara – saudara kita yang terdampak,” tuturnya.

Sebagai putra daerah Kalimantan Barat, Bobon mengaku memahami dampak kabut asap yang berulang kali melanda wilayah Kalimantan.

Namun, menurutnya, kondisi tahun ini terasa lebih berat karena berlangsung selama berbulan-bulan. Ia berharap penanganan karhutla segera membuahkan hasil agar masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal.

Sementara itu, Danrem 101/Antasar, Ilham Yunus mengatakan, sebanyak 1.000 paket bantuan akan didistribusikan kepada masyarakat terdampak karhutla dan relawan di Banjarbaru serta Banjarmasin.

“Bantuan ini akan kita salurkan kepada masyarakat yang terdampak karhutla, termasuk relawan. Hari ini kita distribusikan semuanya. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat maupun relawan,” ujar Danrem. (SYA/RIW/EPS)

Exit mobile version