Sambangi Rumah Almarhumah Lisna,
Bunda PAUD Kota Banjarmasin Serahkan Bantuan Pendidikan

Banjarmasin – Bunda PAUD Kota Banjarmasin Neli Listriani didampingi Wali Kota Muhammad Yamin, menyerahkan bantuan pendidikan untuk Hilyah, anak guru honorer yang meninggal dunia akibat dampak kabut asap. Bantuan diserahkan, Jumat (9/10).

Bunda PAUD, Neli menyampaikan, bantuan pendidikan diberikan sebagai bentuk perhatian pemerintah dan Bunda PAUD Kota Banjarmasin.

Ket foto : Bunda PAUD Kota Banjarmasin Neli Listriani saat menyerahkan bantuan

“Kunjungan ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian Pemerintah Kota Banjarmasin terhadap keluarga salah satu guru kita yang meninggal dunia beberapa waktu lalu. Kami ingin memastikan bahwa anak almarhumah tetap mendapatkan perhatian, terutama terkait keberlanjutan pendidikannya,” ujar Neli.

Selain bersilaturahmi dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga, rombongan juga memberikan perhatian terhadap keberlanjutan pendidikan anak almarhumah yang saat ini berusia lima tahun dan masih menempuh pendidikan pada jenjang PAUD.

“Pemerintah sangat peduli dengan kelangsungan pendidikan Hilyah, dan berharap bantuan benar benar digunakan untuk kelanjutan pendidikan hingga Perguruan Tinggi,” ucap Neli.

Pada kesempatan tersebut, Bunda PUAD Banjarmasin yang ditemani Wali Kota Yamin dan didukung Bank Kalsel serta Dinas Pendidikan, menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah serta tabungan pendidikan sebesar Rp5 juta. Bantuan tersebut diharapkan membantu memenuhi kebutuhan pendidikan anak almarhumah.

“Kami juga memberikan bantuan perlengkapan sekolah dan tabungan pendidikan melalui Bank Kalsel sebesar Rp5 juta. Harapannya, bantuan ini dapat bermanfaat untuk masa depan pendidikan anak almarhumah, sehingga Ia tetap bisa bersekolah dan melanjutkan pendidikannya ke jenjang berikutnya,” tambah Neli.

Sementara itu, keluarga guru honorer Lisna, berterima kasih atas bantuan Bunda PAUD Kota Banjarmasin. Lisna diduga meninggal dunia, setelah asmanya kambuh akibat kabut asap, dan meninggalkan anak usia 5 tahun.

“Alhamdulillah kami menerima bantuan yang diberikan Bunda PAUD Kota Banjarmasin,” ungkap Marhamah, ibu almarhumah.

Marhamah juga meminta doa, agar mampu menjalankan amanah merawat Hilyah hingga menempuh pendidikan ke perguruan tinggi.

“Terima kasih banyak kepada Pemerintah Kota Banjarmasin dan semua pihak yang sudah peduli kepada keluarga kami, khususnya kepada cucu saya. Semoga bantuan ini menjadi amal ibadah dan cucu saya bisa terus bersekolah dengan lancar,” ucap Marhamah. (SRI/RIW/EPS)

RSJ Sambang Lihum Kembangkan Layanan Kesehatan Umum untuk Masyarakat

Banjarbaru – Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum terus mengembangkan layanan kesehatan umum yang dapat diakses masyarakat.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya rumah sakit memperluas cakupan pelayanan sekaligus memperkenalkan berbagai fasilitas kesehatan yang tersedia di luar layanan kesehatan jiwa.

Direktur RSJ Sambang Lihum

Direktur Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum, Yuddy Riswandhy Noora menjelaskan, pengembangan layanan kesehatan umum tersebut dilakukan agar masyarakat memiliki pemahaman yang lebih luas mengenai keberadaan dan fungsi RSJ Sambang Lihum.

Menurutnya, selama ini masyarakat menganggap bahwa RSJ Sambang Lihum hanya melayani pasien dengan gangguan jiwa.

Padahal, rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Kalsel tersebut, juga terus mengembangkan pelayanan kesehatan lainnya yang dapat dimanfaatkan masyarakat sesuai dengan kebutuhan.

“Jadi kami ingin mengubah stigma bahwa Sambang Lihum bukan hanya pelayanan jiwa, tetapi juga ada pelayanan lainnya,” ujar Yuddy.

Pengembangan layanan kesehatan umum tersebut juga menjadi bagian dari upaya RSJ Sambang Lihum dalam memberikan pelayanan yang lebih komprehensif.

“Dengan semakin beragamnya layanan yang tersedia, rumah sakit diharapkan dapat menjangkau kebutuhan kesehatan masyarakat secara lebih luas,” ungkapnya.

Yuddy mengatakan, penguatan layanan tidak hanya dilakukan melalui penambahan jenis pelayanan, tetapi juga dengan meningkatkan kesiapan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

Hal ini dinilai penting agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan sesuai kebutuhannya tanpa harus memiliki kekhawatiran atau stigma ketika datang ke RSJ Sambang Lihum.

“Pengembangan layanan umum juga diharapkan dapat memperkuat peran RSJ Sambang Lihum sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan di Kalimantan Selatan yang mampu memberikan pelayanan secara lebih menyeluruh,” sahutnya.

Yuddy berharap, semakin dikenalnya berbagai layanan kesehatan yang tersedia di RSJ Sambang Lihum dapat membuat masyarakat tidak lagi ragu untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada.

“Dengan semakin dikenalnya berbagai layanan tersebut, masyarakat diharapkan memahami bahwa Sambang Lihum tidak hanya fokus pada pelayanan kesehatan jiwa, tetapi juga terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan masyarakat,” tutupnya. (MRF/RIW/EPS)

Gelar Gotong Royong, Diskominfo Bangun Kepedulian dan Kebersihan Lingkungan Kantor

Banjarbaru – Dalam upaya menciptakan lingkungan kerja yang bersih, rapi, sehat, dan nyaman, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan kegiatan gotong royong dan bersih – bersih lingkungan kantor, Jumat (9/10).

Kepala Dinas Kominfo Provinsi Kalsel, Muhamad Muslim, melalui Kepala Bidang Informasi Publik dan Statistik, Efrin Riyadi mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan kerja.

“Alhamdulillah, seluruh pegawai dapat berpartisipasi dalam kegiatan gotong royong ini. Kebersihan kantor merupakan tanggung jawab kita bersama, sehingga perlu dijaga melalui kesadaran dan kepedulian setiap pegawai,” ujar Efrin.

Ia menambahkan, kegiatan gotong royong ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mampu membangun kebiasaan positif dalam menjaga kebersihan lingkungan kantor setiap hari.

“Lingkungan kerja kita merupakan rumah kedua bagi kita. Sudah sewajarnya kita menjaga kebersihannya, mulai dari hal-hal kecil, seperti membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kerapian area kerja. Jangan hanya menjaga kebersihan saat kegiatan gotong royong, tetapi jadikan sebagai kebiasaan sehari-hari,” ungkapnya.

Efrin berharap, melalui kegiatan ini, seluruh pegawai semakin meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan dan kenyamanan lingkungan kerja, sehingga tercipta suasana kantor yang sehat dan mendukung produktivitas.

Kegiatan ini diikuti seluruh pegawai Diskominfo Provinsi Kalimantan Selatan sebagai wujud kebersamaan dan tanggung jawab dalam menjaga lingkungan kantor. (BDR/RIW/EPS)

Kawal Anggaran Kesehatan 2027, DPRD Dorong Layanan Rumah Sakit Lebih Optimal

Banjarmasin – Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan menjadi salah satu perhatian utama Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, salam mematangkan anggaran tahun 2027.

Pengalokasian anggaran diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan program pemerintah, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap kemudahan akses dan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Jihan Hanifah

Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Jihan Hanifha, menekankan pentingnya pembahasan anggaran yang memperhatikan kebutuhan riil fasilitas kesehatan.

Mulai dari dukungan pelayanan rumah sakit, ketersediaan peralatan medis, hingga bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan, seluruhnya perlu menjadi bagian dari perencanaan yang matang.

Menurut Jihan, pembahasan anggaran merupakan momentum penting untuk memastikan program yang direncanakan benar-benar menjawab persoalan pelayanan kesehatan di Kalimantan Selatan.

Karena itu, Komisi IV mendorong agar kebutuhan masing – masing rumah sakit dan perangkat daerah terkait dicermati secara menyeluruh.

Dengan demikian, alokasi anggaran dapat disusun berdasarkan skala prioritas dan urgensi pelayanan.
Salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian salah dukungan pembiayaan bagi masyarakat yang mengalami kendala mengakses layanan kesehatan.

“Keberadaan dana pendampingan di rumah sakit pemerintah, misalnya, dapat membantu pasien yang membutuhkan penanganan medis tetapi menghadapi persoalan administrasi atau kepesertaan jaminan kesehatan,” ungkapnya.

Jihan menilai, selain dukungan pembiayaan, kesiapan sarana dan prasarana medis juga menjadi bagian penting dalam peningkatan mutu pelayanan.

Peralatan kesehatan yang memadai akan menunjang proses pemeriksaan, diagnosis, hingga penanganan pasien secara lebih optimal.

Komisi IV DPRD Kalsel sebelumnya juga menyoroti kebutuhan peremajaan peralatan di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Gusti Hasan Aman.

Dalam rapat kerja pada Maret 2026, Jihan menilai dukungan anggaran untuk pembaruan peralatan perlu diperhatikan karena berkaitan langsung dengan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Bagi Komisi IV, penyusunan anggaran kesehatan tidak cukup hanya berorientasi pada besaran dana yang tersedia. Ketepatan sasaran, efektivitas penggunaan anggaran, serta manfaat yang dirasakan pasien juga harus menjadi perhatian dalam pembahasan bersama pemerintah daerah,” jelasnya.

Lebih lanjut Jihan menambahkan, melalui pematangan anggaran tahun 2027, Komisi IV DPRD Kalsel berharap berbagai kebutuhan prioritas sektor kesehatan dapat terakomodasi secara proporsional.

Koordinasi antara DPRD, pemerintah provinsi, dinas terkait, dan pengelola rumah sakit pun perlu terus diperkuat agar perencanaan dan pelaksanaan program berjalan selaras.

“Dengan penganggaran yang terarah dan pengawasan yang berkelanjutan, peningkatan pelayanan kesehatan di Kalimantan Selatan diharapkan semakin dirasakan masyarakat, baik melalui fasilitas yang lebih memadai maupun akses pelayanan yang lebih mudah dan berkualitas,” tutupnya. (ADV-NHF/RIW/EPS)

Exit mobile version