Masuki Era Baru, Inaga Didorong Jadi Agen Budaya Berbasis Komunitas

Banjarbaru – Pemajuan kebudayaan di Kalimantan Selatan memasuki arah baru. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), mulai menggeser pola pengelolaan kebudayaan dari yang sebelumnya berorientasi pada kegiatan atau event, menjadi pembangunan ekosistem budaya yang lebih inklusif dan berbasis komunitas.

Arah baru tersebut mengemuka dalam kegiatan silaturahmi dan penyusunan program Ikatan Nanang Galuh (Inaga) se-Kalimantan Selatan, sekaligus menjadi ruang untuk menyatukan gagasan dan merumuskan program kerja yang selaras dengan kebijakan pemerintah daerah, di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel, Jumat (14/8) sore.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, diwakili Kepala Bidang Kebudayaan, Edy Suwarto mengatakan, perubahan strategi tersebut merupakan bagian dari evaluasi terhadap kinerja pemajuan kebudayaan di daerah, termasuk melihat capaian Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) Kalimantan Selatan yang masih berada di bawah angka nasional.

Dimana paradigma ini mencakup sejumlah pendekatan, bukan sekadar event menuju ekosistem, dari pola eksklusif menjadi inklusif berbasis komunitas, serta dari pelestarian semata menuju pemberdayaan ekonomi budaya yang diharapkan turut memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah atau PAD.

“Ini adalah era baru tata kelola kebudayaan di Provinsi Kalimantan Selatan. Kami akan hadir secara grassroot, menguatkan dari akar rumput, karena ekosistem kebudayaan itu tumbuh dari komunitas,” tegas Edy.

Menurutnya, Inaga Kalsel menjadi salah satu komunitas strategis yang dapat dilibatkan dalam arah baru tersebut. Selama ini, keberadaan Nanang Galuh lebih banyak diposisikan sebagai objek kegiatan kebudayaan.

Ke depan, mereka diharapkan menjadi mitra pemerintah sekaligus agen budaya yang aktif dalam pemajuan kebudayaan di daerah.

Edy menilai posisi Inaga cukup strategis karena para anggotanya tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan.

Kondisi ini menjadi modal penting untuk memperluas jangkauan program kebudayaan hingga ke tingkat komunitas.

“Kalau selama ini mereka sebagai objek, ke depan mereka menjadi rekan Disdikbud dalam pemajuan kebudayaan. Mereka strategis dan terpilih sebagai agen budaya,” katanya.

Lebih lanjut Edy menambahkan, tidak hanya di ruang komunitas, agen budaya juga nantinya diharapkan berperan dalam penguatan kebudayaan di lingkungan pendidikan, termasuk keterlibatan dalam pengembangan muatan lokal di sekolah.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan kebudayaan lebih dekat dengan generasi muda, sekaligus memastikan nilai, tradisi, seni, dan identitas budaya Banua tidak hanya dipertahankan, tetapi terus berkembang sesuai tantangan zaman.

Dengan tuntutan peran yang semakin besar, Disdikbud Kalsel juga menyiapkan pola kerja yang lebih terukur melalui perjanjian kinerja bersama Inaga di Kalimantan Selatan.

Dengan demikian, peran para agen budaya tidak sekadar simbolis, tetapi memiliki kontribusi nyata dalam mendukung agenda pemajuan kebudayaan daerah.

Ke depan, kolaborasi Disdikbud, Inaga, komunitas budaya, pelaku seni, dunia pendidikan, dan masyarakat diharapkan mampu membangun ekosistem kebudayaan Kalsel yang lebih kuat, inklusif, berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat Banua.

“Selama ini sangat eksklusif, ke depan kita pastikan inklusif dan berbasis komunitas. Anggaran kita arahkan agar langsung berdampak kepada pelaku dan ekosistem budaya,” tutup Edy. (DISDIKBUDKALSEL-NHF/RIW/APR)

Lepas Peserta Happy Race Pusbike 2026, Ini Harapan Kadispora Kalsel

Banjarbaru – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan menggandeng komunitas Barbados menggelar Happy Race Pusbike 2026 di Halaman GOR Babussalam, Banjarbaru, Sabtu (15/8).

Event pushbike yang dibuka secara nasional tersebut mendapat antusiasme tinggi. Sedikitnya 165 peserta ambil bagian, tidak hanya dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan, tetapi juga dari Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.

Kepala Dispora Kalsel, Pebriadin Hapiz, mengatakan, Happy Race Pusbike bukan sekadar ajang perlombaan anak-anak, melainkan momentum penting membangun mental dan karakter sejak usia dini.

Menurutnya, usia dua hingga enam tahun merupakan masa emas bagi perkembangan anak, termasuk dalam membentuk kemampuan motorik, keseimbangan, hingga mental bertanding.

“Pushbike bukan tujuan akhir. Pushbike adalah gerbang. Dan yang dibawa keluar dari gerbang ini bukan piala, tapi karakter,” ujarnya.

Pebriadin juga mengingatkan para orang tua agar tidak berlebihan menyikapi hasil perlombaan. Anak-anak, katanya, perlu diberi ruang untuk merasakan kemenangan maupun kekalahan.

Ia meminta orang tua tidak buru-buru mencari alasan ketika anak mengalami kekalahan atau merasa kecewa.

“Ketika anak-anak kita kalah, ketika mereka kecewa, ketika mereka menangis, dampingi mereka. Tugas kita bukan melindungi anak-anak dari kekecewaan, tetapi mendampingi mereka melewati kekecewaan itu sampai menjadi pribadi yang lebih kuat,” katanya.

Dispora Kalsel, lanjut Pebriadin, berkomitmen menjadikan pembinaan olahraga usia dini sebagai investasi jangka panjang.

Pembinaan tidak semata-mata diarahkan untuk mencetak juara secara instan, tetapi menanamkan karakter sportif, tangguh dan disiplin yang nantinya dapat menjadi bekal anak-anak ketika memilih cabang olahraga lain.

“Kami berharap ajang ini terus tumbuh, terus dilanjutkan, dan menjadi agenda yang ditunggu setiap tahunnya,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Barbados Happy Race 2026, Wahyu Damanik menyebutkan, jumlah peserta tahun ini jauh melampaui target awal panitia.

“Total peserta sekitar 165 orang. Awalnya target kami sekitar 125 peserta, ternyata jauh melebihi target,” ungkap Wahyu.

Peserta tidak hanya berasal dari Kalimantan Selatan, tetapi juga datang dari Balikpapan, Kalimantan Timur, serta sejumlah daerah di Kalimantan Tengah seperti Muara Teweh dan Palangka Raya.

Meski dibuka dengan skala nasional, Wahyu mengatakan belum ada peserta dari Pulau Jawa yang mendaftar pada pelaksanaan tahun ini.

Untuk memberikan kesempatan bertanding sesuai kelompok usia, panitia menyediakan sekitar 13 kelas berdasarkan tahun kelahiran dan kategori putra-putri, termasuk kelas mix serta kelas legend.

“Untuk kelasnya berdasarkan tahun kelahiran, ada kategori boys dan girls, kemudian top class dan kelas legend. Totalnya sekitar 13 kelas,” jelasnya.

Dengan tingginya antusiasme peserta, Barbados berharap Happy Race Pusbike dapat terus berkembang dan menjadi wadah pembinaan olahraga pushbike sekaligus memperkenalkan budaya kompetisi yang sehat kepada anak-anak sejak usia dini. (DISPORAKALSEL-SRI/RIW/APR)

Jelang HUT ke-81 RI, Gubernur Muhidin Kukuhkan 44 Paskibraka Kalsel 2026

Banjarbaru – Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, resmi mengukuhkan 44 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026, di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, Jumat (14/8) sore.

Pengukuhan tersebut menjadi momentum penting bagi para pelajar terpilih untuk mengemban amanah dalam pelaksanaan upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sekaligus menjadi teladan bagi generasi muda di Banua.

Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Gubernur Muhidin menyampaikan selamat kepada seluruh anggota Paskibraka yang telah terpilih dan dikukuhkan. Ia menilai, kepercayaan tersebut merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Saya berharap tugas yang mulia ini dapat dilaksanakan dengan penuh kedisiplinan, kekompakan dan tanggung jawab. Insyaallah, dengan latihan yang sudah dijalankan selama ini, anak-anak sekalian mampu menjadi pasukan yang sukses dalam mengibarkan Sang Merah Putih,” ujar Muhidin.

Menurutnya, menjadi anggota Paskibraka bukan sekadar kemampuan berdiri tegak, melangkahkan kaki dengan seragam yang rapi, maupun melaksanakan prosesi pengibaran bendera. Lebih dari itu, Paskibraka merupakan simbol kehormatan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Muhidin mengingatkan, ketika Sang Merah Putih dikibarkan, terdapat nilai persatuan dan kecintaan terhadap tanah air yang harus ikut dijunjung tinggi.

Karena itu, semangat tersebut diharapkan tidak berhenti setelah tugas pengibaran selesai, tetapi terus diterapkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari.

“Di tangan kalian nanti Merah Putih akan naik di angkasa. Namun sesungguhnya, yang harus ikut naik bersama bendera itu adalah semangat persatuan dan rasa cinta kepada tanah air,” tegasnya.

Muhidin juga menekankan bahwa terpilihnya para pelajar sebagai Paskibraka merupakan sebuah kepercayaan besar. Dari sekian banyak pelajar di Kalimantan Selatan, mereka mendapat kesempatan untuk menjadi bagian dari pasukan yang menjalankan tugas penting dalam peringatan kemerdekaan.

“Adik-adik dipilih dari sekian banyak pelajar untuk menampilkan yang terbaik dalam pengibaran bendera. Artinya, kalian merupakan anak-anak terbaik di Kalimantan Selatan,” jelasnya.

Ia berharap, para Paskibraka mampu menunjukkan karakter positif sebagai generasi muda Banua yang berprestasi, disiplin dan memiliki rasa cinta tanah air yang kuat.

Pengalaman tersebut juga diharapkan menjadi motivasi bagi mereka untuk terus memberikan contoh baik di lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat.

“Di balik keberhasilan para Paskibraka, saya turut mengapresiasi dukungan orang tua, guru, pelatih, pembina dan pendamping yang telah mendampingi seluruh proses persiapan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Kalimantan Selatan, Ferdy Yospi Libia Erwinda mengatakan, 44 anggota Paskibraka yang dikukuhkan merupakan putra-putri terbaik yang telah melalui rangkaian proses seleksi dan pembinaan.

“Paskibraka Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026 berjumlah 44 orang, terdiri dari 22 putra dan 22 putri terbaik dari seluruh Kalimantan Selatan. Mereka telah menjalani proses seleksi, pembinaan dan pelatihan untuk mempersiapkan diri menjalankan tugas pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Ferdy.

Ia menambahkan, proses pembentukan Paskibraka tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis dalam pelaksanaan upacara, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, jiwa kepemimpinan, nasionalisme dan semangat kebangsaan para pelajar.

“Harapan kami, setelah menjalankan tugas sebagai Paskibraka, nilai-nilai yang mereka dapatkan selama pembinaan dapat terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari. Mereka diharapkan menjadi generasi muda yang disiplin, berkarakter, memiliki wawasan kebangsaan dan mampu menjadi teladan bagi lingkungan sekitarnya,” tutupnya. (BDR/RIW/APR)

Semarak HUT ke-76 Kalsel: Bank Kalsel Gelar AKSEL Virtual Run 2026

Banjarmasin – Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan, PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan (Bank Kalsel) resmi meluncurkan kampanye kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat bertajuk AKSEL Virtual Run 2026: Reforestasi dengan tagline utama “Sehat Diri, Bumi Lestari” Dari Pesisir ke Pegunungan”.

Inisiatif ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan AKSEL Virtual Run 2024 yang berhasil menanam 7.400 bibit mangrove di kawasan pesisir Banua.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Bank Kalsel mengalihkan fokus restorasi ekosistem darat menuju dataran tinggi, tepatnya di kawasan hutan kaki Pegunungan Meratus, Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, Mandiangin.

“Melalui gerakan sosial berbasis kolektif ini, setiap akumulasi jarak lari peserta akan dikonversikan menjadi bibit Pohon Ulin (Eusideroxylon zwageri), vegetasi endemik khas Borneo yang dikenal sebagai kayu besi”, beber Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin.

Sebagai Bank Pembangunan Daerah, Bank Kalsel memiliki peran ganda yang strategis, tidak hanya menggerakkan roda perekonomian daerah, tetapi juga menjaga kelestarian ekosistem Kalimantan Selatan.

Sejalan dengan pilar Taksonomi Hijau Indonesia yang dicanangkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), program ini memperkuat posisi Bank Kalsel sebagai pionir Green Banking di Kalimantan.

Pemilihan pohon Ulin sebagai fokus reforestasi tahun ini memiliki landasan ekologis dan emosional yang kuat. Pohon Ulin merupakan simbol daya tahan dan investasi jangka panjang masyarakat Banua.

Tumbuh perlahan namun sanggup bertahan hingga ratusan tahun, Ulin merepresentasikan nilai-nilai perbankan Bank Kalsel yang senantiasa tumbuh kokoh dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Penanaman ini sekaligus menjadi respon nyata atas ancaman depresiasi populasi Ulin di alam liar. Mekanisme Gotong Royong Digital (#LangkahJadiUlin) Berbeda dengan penyelenggaraan 2024 yang menerapkan rasio individual, AKSEL Virtual Run 2026 mengusung mekanisme konversi kolektif.

Target Peserta 1.000 pelari dari masyarakat umum dan komunitas lari se-Kalsel, dengan jarak setiap peserta ditantang menyelesaikan jarak 7,6 Kilometer (dapat dicicil atau sekali lari).

Seluruh jarak lari peserta akan digabungkan. Setiap total 10 Kilometer akumulasi lari = 1 bibit Pohon Ulin. Dimana target total: 7.600 Kilometer total jarak kolektif untuk menghasilkan 760 bibit Ulin, merepresentasikan angka HUT ke-76 Provinsi Kalsel.

AKSEL Virtual Run 2026 terbagi dalam empat fase strategis, yakni Kick-off Lari Bareng pada Kamis (14/8) tepat pada Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalsel, digelar lari bersama 100 peserta (50 internal Bank Kalsel dan 50 perwakilan komunitas lari local, yaitu SB Runners, GubernuRun, RIOT, Run From Reality) dengan titik start dan finish di AKSEL Cafe Banjarmasin.

Periode Virtual Run 14 Agustus – 12 September 2026, dengan pendaftaran publik dibuka secara digital melalui fitur AKSEL Fun di aplikasi Mobile Banking AKSEL By Bank Kalsel dengan biaya pendaftaran simbolis sebesar Rp76.

Sebanyak 100 pelari tercepat yang mengunggah hasil lari 7,6 Kilometer berhak mendapatkan Jersey Eksklusif Motif Kayu Ulin dan PR Package Planting Kit.

Sebagai bentuk apresiasi kepada seluruh peserta yang menyelesaikan misi, digelar pengundian doorprize Running Gear senilai total Rp30 Juta serta 100 paket PR Package Planting Kit secara live streaming di kanal YouTube resmi Bank Kalsel di akhir September 2026.

Selanjutnya, Grand Finale Penanaman 760 Ulin dilaksanakan langsung di Tahura Sultan Adam Mandiangin berkolaborasi dengan UPTD Tahura Sultan Adam dan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan.

Aksi penanaman ini dilakukan pada momen dan kondisi musim yang paling tepat berdasarkan hasil konsultasi teknis bersama UPTD Tahura Sultan Adam, untuk memastikan tingkat keberhasilan tumbuh (survival rate) bibit Ulin secara optimal di habitat aslinya.

Masyarakat yang ingin berpartisipasi cukup memiliki rekening tabungan Bank Kalsel (Simpeda/Banua/Tabungan Syariah Al Barakah) dan telah mengaktifkan Mobile Banking AKSEL By Bank Kalsel.

Pendaftaran dilakukan dengan membuka menu AKSEL Fun, memilih penyedia jasa “AKSEL VIRTUAL RUN 2026: REFORESTASI”, dan menyelesaikan verifikasi.

Setelah mendapatkan e-tiket via email, peserta melakukan aktivasi akun di portal v-run.bankkalsel.co.id untuk mengunggah bukti lari (Strava/Nike Run Club/Relive).

Progress total jarak dan capaian bibit dapat dipantau secara real time oleh publik melalui dashboard transparan di situs tersebut.

“Aksi penanaman pohon ini sengaja kami posisikan di akhir periode sebagai grand finale. Dengan demikian, 760 bibit Ulin yang tertanam di Pegunungan Meratus benar-benar menjadi monumen dan simbol dari akumulasi keringat, perjuangan, serta gotong royong seluruh masyarakat Kalsel yang berlari bersama Bank Kalsel”, pungkas Fachrudin. (ADV-RIW/EYN)

Hadiri Puncak Hari Jadi ke-76, Pimpinan dan Anggota DPRD Teguhkan Semangat Membangun Banua

Banjarbaru – Peringatan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan meneguhkan komitmen seluruh elemen daerah dalam melanjutkan pembangunan Banua.

Puncak peringatan Hari Jadi ke-76 Kalsel berlangsung di teras Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, kompleks Kantor Gubernur Kalsel, Banjarbaru, Kamis (13/8) pagi. Kegiatan tersebut dihadiri pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Kalsel, jajaran Pemerintah Provinsi Kalsel, tokoh masyarakat, ulama, serta berbagai elemen masyarakat.

Ketua DPRD Kalsel, Supian HK mengatakan, peringatan Hari Jadi bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi ruang merefleksikan perjalanan pembangunan sekaligus memperkuat tekad menghadapi tantangan ke depan.

Menurutnya, tema “Tugul Maharagu, Bagawi Laju, Banua Maju” mencerminkan semangat masyarakat Kalsel untuk terus menjaga kebersamaan, bekerja keras, dan bergerak bersama demi kemajuan daerah.

“Momentum Hari Jadi ini bukan hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga refleksi atas capaian pembangunan yang telah diraih serta komitmen bersama untuk terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat Banua,” ujar Supian HK.

Ia menilai keberhasilan pembangunan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah maupun DPRD secara sendiri-sendiri.

Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, legislatif, dunia usaha, tokoh masyarakat, ulama, dan seluruh lapisan masyarakat agar setiap kebijakan dan program pembangunan benar-benar memberikan manfaat.

Sinergi antara DPRD dan Pemerintah Provinsi Kalsel, lanjutnya, menjadi salah satu fondasi penting dalam mengawal berbagai program pembangunan, mulai dari peningkatan pelayanan publik hingga penguatan kesejahteraan masyarakat.

“Semua pihak memiliki peran. Karena itu, sinergi dan kebersamaan harus terus dijaga agar pembangunan yang dilakukan benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.

Puncak Hari Jadi ke-76 Kalsel juga menjadi semakin istimewa dengan peresmian Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari oleh Gubernur Kalsel, Muhidin.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti sebagai simbol resmi beroperasinya masjid yang berada di kawasan kompleks perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

“Keberadaan masjid tersebut diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas ibadah bagi aparatur dan masyarakat di sekitar kawasan perkantoran, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kehidupan daerah yang seimbang antara kemajuan fisik dan penguatan nilai-nilai keagamaan,” pungkasnya.

Bagi DPRD Kalsel, momentum Hari Jadi ke-76 juga menjadi pengingat bahwa pembangunan Banua harus terus diarahkan pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Perjalanan 76 tahun Provinsi Kalimantan Selatan telah melalui berbagai dinamika dan capaian. Ke depan, semangat membangun daerah diharapkan semakin kuat dengan mengedepankan kolaborasi, inovasi, serta keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat. (ADV-NHF/RIW/EYN)

Berikan Diskon Pajak Daerah, Wajib Pajak Kalsel Nikmati Insentif hingga November 2026

Banjarbaru – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kalimantan Selatan memberikan insentif fiskal berupa diskon pajak daerah bagi masyarakat dan wajib pajak.

Program tersebut diharapkan dapat meringankan beban wajib pajak sekaligus mendorong peningkatan kepatuhan dalam memenuhi kewajiban perpajakan daerah.

Program diskon pajak daerah tersebut disampaikan Bapenda Kalsel dalam press release pada Kamis (13/8).

Kebijakan ini mulai berlaku 14 Agustus 2026 hingga 30 November 2026.

Kepala Bapenda Provinsi Kalimantan Selatan, Subhan Noor Yaumil mengatakan, program tersebut merupakan bentuk kebijakan pemerintah daerah memberikan kemudahan dan insentif kepada masyarakat, khususnya wajib pajak kendaraan bermotor.

Menurutnya, insentif fiskal tersebut diberikan berdasarkan keputusan Gubernur Kalimantan Selatan Tahun 2026 dan mencakup beberapa bentuk keringanan untuk Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) serta Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Salah satu bentuk insentif yang diberikan adalah penghapusan seluruh sanksi administrasi atas keterlambatan pembayaran PKB.

Dengan kebijakan tersebut, masyarakat yang memiliki tunggakan pajak kendaraan tidak perlu membayar sanksi administrasi apabila melakukan pembayaran selama periode program berlangsung.

“Jadi yang terlambat membayar PKB, kemudian dibayarkan pada Agustus, maka sanksi administrasinya akan dihapuskan,” jelas Subhan.

Selain penghapusan sanksi administrasi, pemerintah daerah juga memberikan diskon pokok PKB berjalan. Untuk kendaraan roda empat, wajib pajak yang melakukan pembayaran selama periode program akan memperoleh diskon pokok pajak sebesar 10 persen.

Sementara itu, pemilik kendaraan roda dua dan roda tiga mendapatkan diskon pokok PKB sebesar 20 persen.

“Kebijakan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menyelesaikan kewajiban pajak kendaraan sekaligus mendorong pembayaran pajak tepat waktu pada periode berikutnya,” lanjut Subhan.

Tidak hanya itu, Bapenda Kalsel juga memberikan insentif berupa diskon 50 persen untuk PKB kendaraan yang melakukan mutasi masuk dari luar daerah.

“Keringanan ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk menarik kendaraan bermotor yang berpindah kepemilikan atau domisili ke Kalimantan Selatan agar segera melakukan proses administrasi dan memenuhi kewajiban perpajakannya di daerah,” lanjutnya.

Subhan berharap masyarakat dapat memanfaatkan seluruh program insentif yang telah disiapkan pemerintah selama periode yang ditentukan.

Menurutnya, kesempatan tersebut tidak hanya memberikan keringanan bagi wajib pajak, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan tertib administrasi kendaraan bermotor.

“Program ini kami harapkan dapat dimanfaatkan masyarakat dan para wajib pajak, terutama yang masih memiliki kewajiban pembayaran pajak daerah,” ujarnya.

Lebih lanjut, pemberian insentif pajak ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat memenuhi kewajiban perpajakan.

Kepatuhan membayar pajak kendaraan menjadi penting karena penerimaan dari sektor pajak daerah merupakan salah satu sumber pendapatan yang mendukung pembiayaan pembangunan dan pelayanan publik di Kalimantan Selatan.

Bapenda Kalsel juga mengajak masyarakat tidak menunggu hingga mendekati batas akhir program.

“Wajib pajak dapat memanfaatkan periode 14 Agustus sampai 30 November 2026 untuk menyelesaikan kewajiban PKB dan memperoleh keringanan sesuai ketentuan yang berlaku,” sahutnya.

Melalui program tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap tercipta keseimbangan antara pemberian kemudahan kepada masyarakat dan peningkatan penerimaan daerah.

Dengan semakin tingginya kepatuhan wajib pajak, penerimaan daerah diharapkan dapat semakin optimal dan pada akhirnya mendukung berbagai program pembangunan di Kalimantan Selatan. (MRF/RIW/EYN)

Sukseskan Program KIA,The Breeze Waterpark Berikan Diskon Khusus Anak

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggandeng sejumlah pihak menyukseskan program Kartu Identitas Anak (KIA). Salah satu pihak yang digandeng dalam kerja sama tersebut adalah The Breeze Waterpark.

Kerja sama antara Pemprov Kalsel dengan The Breeze Waterpark dimulai, dengan penandatanganan Surat Kesepakatan Bersama (SKB) antara Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin dan Martinus, pemilik The Breeze Waterpark.

Penandatanganan dilaksanakan pada momentum puncak peringatan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan, sekaligus peresmian Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, Kamis (13/8).

Selanjutnya, SKB ditindaklanjuti melalui kerja sama antara Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Kalimantan Selatan. Dimana The Breeze Waterpark memberikan harga khusus tiket masuk bagi anak pemegang Kartu Identitas Anak.

“Bagi keluarga yang berkunjung dan membawa anak-anak, cukup menunjukkan Kartu Identitas Anak. Kami akan memberikan harga khusus tiket masuk hanya Rp25.000 per anak, dari harga normal Rp35.000,” ucap Martinus, kepada wartawan.

Ditambahkan Martinus, dalam menjalankan usaha, pihaknya selalu berprinsip bahwa tujuannya tidak hanya keuntungan, tapi bagaimana usaha yang dijalankan juga mampu berkontribusi mendukung program pemerintah yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Tidak hanya bicara keuntungan tapi bagaimana dunia usaha bisa turut berkontribusi menyukseskan program yang manfaatnya dirasakan masyarakat,” imbuhnya.

Program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran orang tua mengenai pentingnya kepemilikan KIA bagi anak.

Kartu Identitas Anak merupakan identitas resmi bagi anak berusia di bawah 17 tahun dan belum memiliki KTP elektronik. KIA memuat identitas anak, termasuk Nomor Induk Kependudukan (NIK), sehingga menjadi salah satu dokumen penting dalam administrasi kependudukan anak.

Kepemilikan KIA memberikan berbagai manfaat, antara lain memudahkan anak memperoleh pelayanan publik dan berbagai layanan yang membutuhkan identifikasi diri, memberikan kemudahan dalam pembuktian identitas anak, serta mendukung tertib administrasi kependudukan sejak usia dini.

Melalui kerja sama dengan berbagai mitra seperti The Breeze Waterpark, KIA juga diharapkan tidak hanya dipandang sebagai kartu identitas, tetapi dapat memberikan manfaat nyata bagi anak dan keluarga. Salah satunya melalui fasilitas maupun harga khusus yang diberikan mitra kepada anak pemegang KIA.

Keikutsertaan The Breeze Waterpark dalam program tersebut merupakan bentuk dukungan dunia usaha terhadap program Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, khususnya mendorong peningkatan kepemilikan dan pemanfaatan Kartu Identitas Anak di masyarakat.

“Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Selain anak-anak mendapatkan harga tiket yang lebih terjangkau, kami juga ingin ikut mendorong para orang tua agar semakin menyadari pentingnya Kartu Identitas Anak sebagai identitas resmi anak,” pungkas Martinus. (RIW/EYN)

Dukung Kreativitas Pemuda, Dispora Kalsel Gelar Kreativesia 2026

Banjarmasin – Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Kreativesia Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026. Salah satunya Lomba Vokal. yang dilaksanakan di Banjarmasin, Selasa (11/8).

Kadispora Kalsel Pebriadin Hapiz didampingi Kabid Pemberdayaan Pemuda Budiono menyampaikan, Kreativesia dilaksanakan untuk mendukung kreativitas pemuda Banua, berdasarkan arahan Gubernur Muhidin dan Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman.

Kadispora Kalsel Pebriadin Hapiz didampingi Kabid Pemberdayaan Pemuda Budiono

“Dispora Kalsel mendukung dan memberikan ruang untuk peningkatan kreativitas para pemuda di Banua,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan.

Dimana, lanjutnya, Dispora Kalsel menyalurkan kegiatan positif untuk para pemuda melalui ajang Kreativesia Tahun 2026, yang melombakan berbagai kegiatan. Seperti lomba kuliner, kriya, fashion, vokal, serta film.

“Kami berharap kreativitas pemuda tersebut dapat tersalurkan pada ajang Kreativesia ini,” ucapnya.

Sementara itu Kabid Pemberdayaan Pemuda Dispora Kalsel Budiono mengatakan, Kreativesia Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan diikuti pemuda berusia 16 sampai 30 tahun.

Ajang Kreativesia ini dilaksanakan dalam rangka memeringati HUT RI serta Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026.

“Kreativesia ini merupakan ajang tahunan yang dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Selatan,” ucap Budiono. (SRI/RIW/APR)

Bagikan Bendera Merah Putih, Ini Harapan Wali Kota Yamin

Banjarmasin – Dipimpin Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, dalam rangka menyemarakkan dan semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemko Banjarmasin membagikan bendera Merah Putih secara gratis kepada masyarakat. Salah satunya di kawasan Simpang 4 Kantor Pos, Banjarmasin, Selasa (11/8).

“Berdasarkan arahan Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, bahwa dengan semngat HUT RI ke 81, mari kibarkan sang Merah Putih dengan penuh kebanggaan di Kota Banjarmasin sebagai wujud cinta kepada tanah air dan penghormatan atas perjuangan para pahlawan, ” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Umum Setdakot Banjarmasin, Ahmad Zazuli.

Plt Kabag Umum Setdako Banjarmasin Ahmad Zazuli mendukung pembagian bendera Merah Putih

Melalui pembagian dan pemasangan bendera Merah Putih di lingkungan tempat tinggal, tempat usaha, perkantoran, serta ruang publik, menjadi upaya menyemarakkan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, dari Banjarmasin untuk Indonesia.

Selain itu, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk membangkitkan rasa nasionalisme masyarakat menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI.

“Pembagian bendera ini sebagai bentuk rasa nasionalisme kita menjelang peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Zazuli.

Menurut Zazuli, ribuan bendera yang dibagikan juga diharapkan dapat membantu masyarakat yang belum memiliki bendera Merah Putih untuk turut memeriahkan momentum kemerdekaan.

“Kami berharap dengan dibagikannya bendera ini bisa membantu warga mendapatkan bendera Merah Putih secara gratis, sehingga bisa dipasang di tempat tinggal masing-masing,” katanya.

Aksi pembagian bendera yang menyasar para pengendara tersebut berlangsung lancar. Satu per satu pengendara yang melintas di kawasan Simpang Empat Lambung Mangkurat menerima bendera yang telah disiapkan.

Antusiasme pun terlihat dari para pengendara. Mereka tampak menyambut positif pembagian bendera gratis tersebut sebagai bagian dari semarak menyambut HUT Kemerdekaan RI.

Ia pun berharap semangat mengibarkan Merah Putih tidak hanya terlihat di ruas jalan, tetapi juga merata hingga ke lingkungan permukiman warga.

“Dengan demikian, suasana kemerdekaan di Kota Banjarmasin tidak hanya menjadi perayaan seremonial,” ucap Zazuli. (SRI/RIW/APR)

Menaker Yassierli: Pekerja Informal Sektor Persampahan Dapat Diskon Iuran JKK-JKM 50 Persen

Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan komitmen pemerintah memberikan pelindungan jaminan sosial bagi pekerja informal sektor persampahan.

Salah satu bentuknya melalui keringanan iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) sebesar 50 persen. Dengan kebijakan tersebut, iuran yang sebelumnya Rp16.800 menjadi Rp8.400 per bulan.

“Kita ingin 100 persen pekerja Indonesia ter-cover jaminan sosialnya,” kata Yassierli dalam acara Aksi Kolaborasi Peluncuran Pelindungan Sosial bagi Pekerja Informal Sektor Persampahan di Fasilitas RDF Rorotan, Jakarta Utara, Senin (10/8).

Yassierli mengatakan keringanan iuran tersebut diberikan untuk membuat jaminan sosial ketenagakerjaan semakin terjangkau bagi pekerja informal. Kebijakan ini berlaku hingga akhir 2026 dan selanjutnya akan dievaluasi pemerintah.

“Teman-teman mendapatkan diskon 50 persen iuran JKK dan JKM,” ujar Yassierli.

Yassierli berharap kebijakan tersebut dapat terus dilanjutkan sehingga semakin banyak pekerja informal memperoleh pelindungan saat menghadapi risiko pekerjaan.

Dalam kesempatan tersebut, Yassierli menyebut pekerja sektor persampahan sebagai “pahlawan lingkungan” karena berperan dalam mengurangi sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sekaligus mendukung ekonomi sirkular dan pengelolaan lingkungan.

Menurutnya, kontribusi tersebut diikuti risiko pekerjaan yang tidak ringan, mulai dari bahaya biologis dan kimia, benda tajam, hingga kecelakaan fisik. Karena itu, pelindungan jaminan sosial menjadi bagian penting dalam memastikan mereka dapat bekerja dengan lebih aman.

Aksi Kolaborasi tersebut turut dihadiri Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, dan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat. (KemenakerRI-RIW/EYN)

Exit mobile version