DLH Dorong Pemanfaatan Sampah Anorganik Bernilai Rendah Menjadi Bahan Bakar Industri

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), terus mendorong pemanfaatan sampah anorganik bernilai rendah (low value) menjadi bahan bakar alternatif melalui pengolahan Refuse Derived Fuel (RDF).

Langkah tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah daerah mengurangi timbunan sampah sekaligus mendukung kebutuhan energi bagi sektor industri.

Saat ini, dua perusahaan semen di Kalimantan Selatan telah menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan pemerintah daerah terkait pemanfaatan RDF sebagai bahan bakar alternatif pengganti sebagian bahan bakar konvensional.

Bahan baku RDF sendiri berasal dari sampah anorganik yang selama ini sulit didaur ulang, seperti bungkus plastik makanan ringan, kemasan plastik bekas, dan berbagai jenis sampah plastik bernilai ekonomi rendah.

Berbeda dengan botol plastik yang masih memiliki nilai jual untuk didaur ulang, sampah low value selama ini umumnya berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA).

Melalui teknologi RDF, sampah tersebut dapat diolah menjadi sumber energi yang memiliki nilai ekonomis sekaligus mengurangi beban pengelolaan sampah.

Kepala Seksi Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 DLH Provinsi Kalimantan Selatan, Lalu Erwin Suprayanto mengatakan pemanfaatan RDF merupakan solusi yang mampu menjawab dua persoalan sekaligus, yakni mengurangi timbunan sampah dan menyediakan bahan bakar alternatif bagi industri.

Menurutnya, dua perusahaan semen di Kalimantan Selatan siap memanfaatkan RDF. Salah satunya bahkan membuka peluang penyerapan hingga 50 ton RDF per hari. Namun pasokan yang tersedia saat ini masih berada di kisaran 5 hingga 10 ton per hari.

“Pemanfaatan RDF tidak hanya mengurangi timbunan sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi pengelolaan sampah di daerah,” ucap nya, baru – baru ini.

Ia menjelaskan, rendahnya pasokan RDF saat ini disebabkan masih terbatasnya fasilitas pengolahan sampah, sumber daya manusia, serta belum optimalnya penyediaan sampah anorganik bernilai rendah yang telah dicacah sebagai bahan baku RDF.

Selain itu, produksi RDF di sebagian besar kabupaten kota di Kalimantan Selatan masih berkisar 2 hingga 3 ton per hari, sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan industri secara maksimal.

“Padahal, permintaan dari sektor industri terus meningkat seiring pemanfaatan RDF sebagai energi alternatif yang lebih ramah lingkungan,” lanjutnya.

Erwin menambahkan, pemerintah terus mendorong kabupaten kota, khususnya di kawasan Banjarbakula, untuk meningkatkan kapasitas produksi RDF melalui penguatan sarana dan prasarana pengolahan sampah, peningkatan kemampuan sumber daya manusia, serta memperluas kerja sama antardaerah.

Menurutnya, apabila kapasitas produksi RDF terus meningkat, maka sampah yang selama ini dianggap tidak memiliki nilai ekonomi justru dapat menjadi sumber energi alternatif yang bernilai jual, sekaligus mendukung penerapan ekonomi sirkular di Kalimantan Selatan.

“Kami berharap penguatan fasilitas pengolahan sampah dan kerja sama antardaerah dapat mempercepat pemanfaatan sampah bernilai rendah menjadi energi alternatif yang bernilai ekonomis,” tutupnya. (MRF/RIW/APR)

Supian HK: Gubernur Cup Jadi Ajang Cetak Talenta Sepak Bola Banua dan Perkuat Sinergi Daerah

Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama jajaran TNI kembali menunjukkan komitmennya mendorong pembinaan olahraga melalui penyelenggaraan Turnamen Sepak Bola Gubernur Cup Road to Pangdam XXII/Tambun Bungai Cup Tahun 2026.

Kegiatan yang resmi dibuka di Stadion 17 Mei Banjarmasin, Kamis (30/7) sore itu, mendapat dukungan penuh dari Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Supian HK.

Menurut Supian HK, turnamen tersebut bukan sekadar kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi wadah strategis membina generasi muda, memperkuat kebersamaan, serta mempererat sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan seluruh elemen masyarakat.

Ia mengapresiasi kolaborasi Kodim 1007/Banjarmasin, Korem 101/Antasari, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan turnamen.

Pembukaan Turnamen Sepak Bola Gubernur Cup Road to Pangdam XXII/Tambun Bungai Cup Tahun 2026

“Sinergi lintas sektor seperti ini menjadi modal penting dalam menciptakan kegiatan yang berdampak positif bagi masyarakat,” katanya.

Supian HK menegaskan, DPRD Provinsi Kalimantan Selatan mendukung penuh berbagai kegiatan yang mampu menumbuhkan prestasi olahraga sekaligus membangun karakter generasi muda melalui nilai-nilai sportivitas, disiplin, dan kerja sama.

Menurutnya, kejuaraan ini juga menjadi kesempatan bagi para atlet muda Banua menunjukkan kemampuan terbaiknya sehingga dapat terjaring menjadi pemain berprestasi yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.

Selain aspek pembinaan atlet, penyelenggaraan turnamen juga diyakini memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Foto bersama sumber humas DPRD Kalsel

Kehadiran peserta, ofisial, maupun penonton diperkirakan mampu menggerakkan aktivitas pelaku usaha kecil di lingkungan Stadion 17 Mei, mulai dari pedagang kuliner hingga pelaku usaha jasa.

“DPRD Kalsel mendukung penuh kegiatan yang membangun kebersamaan, menumbuhkan prestasi, dan menjauhkan generasi muda dari hal-hal negatif. Semoga turnamen ini melahirkan atlet-atlet yang mampu mengharumkan nama Kalimantan Selatan di tingkat nasional,” ungkap Supian HK.

Melalui momentum Turnamen Gubernur Cup Road to Pangdam XXII/Tambun Bungai Cup Tahun 2026, DPRD Provinsi Kalimantan Selatan berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, organisasi olahraga, dan masyarakat terus terjalin dalam membangun ekosistem olahraga yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan.

“Dengan pembinaan yang konsisten, Kalimantan Selatan diharapkan mampu melahirkan lebih banyak talenta sepak bola yang membanggakan Banua di berbagai ajang kompetisi,” pungkasnya. (ADV-NHF/RIW/APR)

Ubah Sampah Bernilai Ekonomi, DLH Kalsel Gencarkan Program Tukar Sampah Jadi Sembako

Banjarbaru – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Selatan terus menggalakkan program Tukar Sampah dengan Sembako, sebagai upaya mengurangi timbulan sampah sekaligus mendorong ekonomi sirkular di tengah masyarakat.

Program tersebut kembali digelar dalam rangkaian kegiatan Rimba Mart menyambut Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan di kawasan Taman Hutan Hujan Tropis Indonesia, Forester Cafe, Komplek Perkantoran Pemprov Kalsel, Banjarbaru, Kamis (30/7).

Kepala DLH Kalimantan Selatan, Rahmat Prapto Udoyo mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar membagikan sembako, tetapi menjadi media edukasi kepada masyarakat bahwa sampah masih memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalsel saat memberikan keterangan kepada wartawan

“Tujuan utamanya adalah bagaimana Kalimantan Selatan menjadi lebih bersih. Kami ingin mengubah cara pandang masyarakat bahwa sampah bukan sesuatu yang berakhir sebagai limbah, tetapi dapat dimanfaatkan kembali dan memiliki nilai tambah,” ujarnya.

Rahmat menjelaskan, program Tukar Sampah dengan Sembako bukanlah kegiatan baru. DLH Kalsel telah menjalankannya secara berkelanjutan di berbagai daerah, seperti Kota Banjarbaru, Banjarmasin, Kabupaten Banjar, hingga sejumlah kampus dan komunitas yang mengundang pelaksanaan kegiatan serupa.

Menurutnya, pendanaan program berasal dari pengelolaan Bank Sampah Induk DLH Kalsel melalui konsep ekonomi sirkular.

Sampah yang terkumpul diolah kembali sehingga hasilnya digunakan untuk menyediakan kebutuhan pokok bagi masyarakat. Selain itu, program juga mendapat dukungan dari sejumlah pelaku usaha.

“Ini bukan program yang berhenti di satu kegiatan saja. Kami akan terus melaksanakannya, baik atas undangan dari komunitas maupun melalui agenda yang kami inisiasi sendiri,” katanya.

Rahmat mengungkapkan, pelaksanaan program bahkan ditargetkan berlangsung secara rutin setiap satu hingga dua minggu. Sejumlah pemerintah kabupaten/kota maupun komunitas juga mulai aktif berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Ia mencontohkan, program serupa telah dilaksanakan di Sungai Rangas, Kabupaten Banjar, termasuk mendorong pembentukan kios penukaran sampah dengan sembako di tingkat desa.

“Kami berharap dukungan dari kabupaten kota terus meningkat. Selain lingkungan menjadi lebih bersih, masyarakat juga memperoleh manfaat ekonomi melalui penukaran sampah dengan kebutuhan pokok,” jelasnya.

Dalam kegiatan kali ini, masyarakat dapat menukarkan sampah yang memenuhi kriteria dengan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan sejumlah komoditas lainnya. Jumlah sembako yang disalurkan disesuaikan dengan volume sampah yang berhasil dikumpulkan.

Rahmat menilai antusiasme masyarakat terhadap program tersebut terus meningkat setiap kali dilaksanakan. Tingginya partisipasi warga menjadi bukti bahwa edukasi mengenai pengelolaan sampah mulai diterima dan dipahami masyarakat.

“Setiap kegiatan selalu mendapat sambutan yang sangat baik. Masyarakat cukup antusias mengikuti program ini karena selain membantu menjaga kebersihan lingkungan, mereka juga memperoleh manfaat langsung,” tuturnya.

Bagi masyarakat yang ingin menukarkan sampah di luar kegiatan khusus, DLH Kalsel membuka layanan setiap hari melalui Bank Sampah Induk DLH Kalimantan Selatan.

“Silakan datang langsung ke Bank Sampah Induk DLH. Sistemnya seperti bank, hanya saja yang ditabung adalah sampah, sedangkan manfaat yang diperoleh dapat berupa sembako,” pungkasnya. (SYA/RIW/APR)

Wujudkan Pemuda Peduli Lingkungan, Dispora Kalsel Gelar Youth Meratus Geopark

Banjarmasin – Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Youth Meratus Geopark Tahun 2026, di Banjarmasin, Kamis (30/7). Kegiatan dibuka Kadispora Kalsel Pebriadin Hapiz diwakili Kabid Pemberdayaan Pemuda Budiono.

Budiono menyampaikan, kegiatan ini merupakan langkah strategis membangun kapasitas generasi muda sebagai agen perubahan, yang memiliki kepemimpinan, kepedulian terhadap lingkungan, serta kemampuan berkolaborasi dalam pembangunan berkelanjutan.

“Sebagaimana diketahui Geopark Meratus bukan hanya sekadar kawasan yang memiliki kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, dan keragaman budaya yang luar biasa, tetapi juga identitas dan kebanggaan masyarakat Kalimantan Selatan,” jelas Budiono.

Karena itu, lanjutnya, status Geopark Meratus harus terus dijaga melalui keterlibatan seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda, yang merupakan pewaris serta penggerak pembangunan di masa depan.

“Kegiatan ini diikuti 60 peserta perwakilan pemuda 13 kabupaten kota,” ujar Budiono.

Dispora Kalsel berharap, melalui kegiatan ini peserta tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan mengenai Geopark Meratus, tetapi juga dapat mengembangkan karakter kepemimpinan, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerjasama tim, serta semangat inovasi merancang aksi nyata pelestarian lingkungan.

Pada kegiatan ini, para peserta akan mengikuti berbagai kegiatan yang dimulai dengan pelatihan kepemimpinan, diskusi pengenalan Geopark Meratus, eksplorasi lapangan, hingga penyusunan rencana aksi kolaborasi.

“Sehingga kami berharap, dapat melahirkan pemuda yang memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian alam dan pembangunan daerah,” ucap Budiono.

Dengan itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus berkomitmen mendorong lahirnya pemuda yang berdaya saing, berkarakter, adaptif, terhadap perubahan serta mampu memberikan kontribusi nyata, bagi masyarakat.

“Kami percaya bahwa pembangunan daerah tidak akan berhasil, tanpa keterlibatan aktif generasi muda,” ujarnya lagi.

Oleh karena itu, Dispora berpesan agar para peserta dapat memanfaatkan kegiatan ini, membangun jejaring, bertukar pengalaman, berdiskusi secara terbuka, serta dapat menjadikan setiap materi serta pengalaman selama pelatihan, sebagai bekal untuk menghadirkan berbagai inovasi di daerah masing masing.

“Saya berharap setelah kegiatan ini berakhir akan lahir, komunitas komunitas pemuda yang secara konsisten, mengampanyekan pelestarian Geopark Meratus, mengembangkan potensi wisata berbasis masyarakat, serta menginisiasi berbagai aksi lingkungan yang berkelanjutan,” ucap Budiono. (SRI/RIW/APR)

Buka Pertandingan Sepakbola Gubernur Cup Road To Pangdam Cup, Ini Harapan Gubernur Muhidin

Banjarmasin – Pertandingan sepakbola Gubernur Cup Road To Pangdam Cup resmi digelar, setelah dibuka Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, bersama Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI, Zainul Arifin, di Stadion 17 Mei Banjarmasin, Kamis (30/7) sore.

Gubernur Muhidin menyampaikan, pertandingan sepakbola ini digelar untuk memeringati HUT Kodam XXII/Tambun Bungai yang pertama.

Gubernur Kalsel Muhidin saat menyampaikan dukungan

“Pada HUT Kodam Tambun Bungai ke 1 ini digelar pertandingan sepakbola ini,” ujar Muhidin.

Pertandingan digelar, lanjutnya, untuk mempererat kerjasama antara Pemprov Kalsel dengan Kodam XXII/Tambun Bungai.

“Dengan adanya pertandingan ini akan semakin mempererat silaturrahmi antara Kalsel dengan Kalteng,” ucap Gubernur Muhidin.

Pihaknya berharap hubungan tersebut akan terus berlanjut, meski nantinya Kodam baru ada di Provinsi Kalimantan Selatan.

“Kegiatan pertandingan sepakbola ini akan terus berlanjut,” ujar Muhidin lagi.

Gubernur Kalsel juga menyampaikan terimakasih kepada Kodam XXII/Tambun Bungai, yang telah melaksanakan kegiatan ini.

Sementara itu, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin mengatakan, pertandingan diikuti perwakilan kabupaten kota dari 2 provinsi, yang ada di bawah kewenangan Kodam/XXII Tambun Bungai. Yakni Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

“Pertandingan ini selain mempererat silaturrahmi, juga untuk mencari bibit-bibit atlet muda sepakbola dari Kalsel dan Kalteng, yang nantinya dapat membawa nama harum kedua provinsi di kancah nasional maupun internasional,” ucapnya. (SRI/RIW/APR)

Exit mobile version