Banjarmasin – Perkemahan Bakti Saka Bhayangkara Daerah (Pertikarada) XIII Kalimantan Selatan Tahun 2026 menjadi momentum penting membentuk karakter generasi muda yang disiplin, berintegritas, dan memiliki semangat pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung pada 5–10 Juli 2026 di kawasan Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin ini, diikuti 520 peserta dari Saka Bhayangkara seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan, termasuk Saka Bhayangkara Polda Kalsel dan unsur Polisi Air.
Upacara pembukaan yang digelar pada Senin (6/7) dipimpin Wakapolda Kalimantan Selatan, Brigjen Pol Noviar, sebagai Inspektur Upacara. Hadir pula perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan Rusma Khazairin, yang mewakili Gubernur, serta Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Banjarmasin, Neli Lisriani.
Wakapolda Kalsel Brigjen Pol Noviar menegaskan, Pertikarada bukan sekadar ajang perkemahan, tetapi menjadi media pembinaan karakter bagi generasi muda, khususnya menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, cinta tanah air, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.
Menurutnya, melalui berbagai materi pelatihan, kegiatan lapangan, dan pembelajaran kepramukaan, para peserta diharapkan mampu mengembangkan keterampilan sekaligus membangun karakter yang tangguh.
“Ini menjadi sarana mempererat persaudaraan antaranggota Saka Bhayangkara dari seluruh daerah di Kalimantan Selatan,” ucapnya.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Pertikarada sebagai bagian dari upaya membina generasi muda yang berkualitas.
Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Rusma Khazairin, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang positif bagi peserta untuk mengasah kemampuan, memperkuat jiwa kepemimpinan, serta menumbuhkan semangat kebangsaan.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan selama perkemahan mampu melahirkan generasi yang berintegritas, bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian sosial dan lingkungan.
“Kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Polda Kalsel, dan Gerakan Pramuka menjadi kunci dalam mencetak kader-kader muda yang siap berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun bangsa,” tutupnya.
Melalui Pertikarada XIII, diharapkan nilai-nilai kedisiplinan, nasionalisme, dan semangat pengabdian tidak hanya diterapkan selama perkemahan berlangsung, tetapi juga menjadi bekal para peserta dalam kehidupan sehari-hari sebagai generasi penerus yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. (NHF/RIW/APR)

