Ajak Generasi Muda Cintai Museum, Sepekan Cinta Museum 2026 Resmi Dibuka

Banjarbaru – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk semakin mencintai sejarah dan budaya daerah melalui Sepekan Cinta Museum 2026 yang digelar Museum Lambung Mangkurat.

Kegiatan bertema “Melestarikan Budaya Banua, Generasi Hebat Cinta Seni dan Tradisi” itu dibuka Kepala Disdikbud Kalsel, Abdul Rahim, di Museum Lambung Mangkurat, Banjarbaru, Rabu (1/7).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Abdul Rahim saat membuka kegiatan.(foto : MuslamKalsel)

Abdul Rahim menegaskan, museum memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi juga sebagai pusat edukasi, pelestarian warisan budaya, dan penguatan karakter bangsa.

Ia mengapresiasi Museum Lambung Mangkurat beserta seluruh pihak yang telah menyelenggarakan Sepekan Cinta Museum sebagai upaya nyata memperkuat pelestarian sejarah, budaya, dan jati diri masyarakat Kalimantan Selatan.

“Melalui kegiatan ini, museum diharapkan semakin dekat dengan masyarakat dan menjadi destinasi edukasi sekaligus rekreasi budaya yang diminati semua kalangan,” ujarnya.

Menurut Abdul Rahim, Museum Lambung Mangkurat merupakan salah satu aset budaya penting Kalimantan Selatan karena menyimpan berbagai koleksi bersejarah dan cagar budaya yang merepresentasikan perjalanan sejarah serta identitas masyarakat Banua.

Karena itu, Ia mengajak pelajar, mahasiswa, guru, hingga keluarga untuk menjadikan museum sebagai ruang belajar sepanjang hayat.

“Dengan mencintai museum, sesungguhnya kita juga sedang menumbuhkan rasa cinta terhadap sejarah, budaya, dan identitas daerah kita sendiri,” katanya.

Sementara itu, Kepala Museum Lambung Mangkurat, Ady Surya mengatakan, Sepekan Cinta Museum merupakan program strategis untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap museum sekaligus memperkenalkan kekayaan sejarah dan budaya Kalimantan Selatan.

“Kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan budaya daerah, meningkatkan kunjungan masyarakat, memperkuat fungsi museum sebagai pusat pendidikan dan kebudayaan, serta menyediakan ruang kreativitas bagi generasi muda,” ungkapnya.

Ady menjelaskan, Rangkaian Sepekan Cinta Museum telah dimulai sejak 18 Juni 2026 melalui Pameran Temporer dan kegiatan Belajar Bersama.

Pada hari pembukaan, museum menggelar Lomba Mewarnai tingkat PAUD sebagai sarana mengenalkan museum kepada anak-anak sejak usia dini sekaligus mengembangkan kreativitas mereka melalui pengalaman belajar yang menyenangkan.

Berbagai kegiatan lain juga telah disiapkan hingga 4 Juli 2026, di antaranya Lomba Bagasing atau adu pukul yang melibatkan komunitas pecinta olahraga tradisional sebagai upaya melestarikan permainan rakyat Kalimantan Selatan.

“Selanjutnya akan digelar Lomba Menyanyi Lagu Tradisional yang terbuka untuk masyarakat umum guna memperkuat pelestarian seni musik daerah, sebelum ditutup dengan Lomba Tari Kreasi Tradisional yang diikuti sekolah, sanggar seni, dan komunitas budaya dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan,” bebernya.

Ady berharap seluruh rangkaian Sepekan Cinta Museum mampu memperkuat fungsi Museum Lambung Mangkurat sebagai pusat edukasi, pelestarian budaya, sekaligus ruang kreatif yang mampu mendekatkan masyarakat dengan sejarah dan tradisi Banua.

“Seluruh kegiatan Sepekan Cinta Museum 2026 dilaksanakan di Museum Lambung Mangkurat, Banjarbaru. Bagi yang ingin menyaksikan bisa datang langsung tanpa dipungut biaya,” pungkasnya. (MuslamKalsel-SYA/RIW/EPS)

Exit mobile version