Perluas Akses Keadilan Hingga Pelosok Kalsel, Menteri Hukum RI Resmikan Pos Bantuan Hukum Desa/Kelurahan

Banjarbaru – Menteri Hukum Republik Indonesia, Supratman Andi Agtas meresmikan Pos Bantuan Hukum (Posbankum) Desa/Kelurahan di Provinsi Kalimantan Selatan, sekaligus melakukan kick off Pelatihan Legal Desa, Jumat (30/1), di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru.

Peresmian tersebut dihadiri Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Ahmad Riza Patria, Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, unsur Forkopimda, kepala daerah, serta jajaran Kementerian Hukum Wilayah Kalimantan Selatan.

Penandatanganan nota kesepahaman dalam peresmian Posbankum Desa/Kelurahan Kalsel.(foto : Kemenkum)

Menteri Hukum RI, Supratman Andi Agtas mengungkapkan, hingga saat ini telah terbentuk 82.029 Posbankum Desa/Kelurahan di seluruh Indonesia, yang dalam waktu dekat akan diresmikan secara nasional oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.

Menurutnya, keberadaan Posbankum memiliki peran strategis, untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan hukum, sekaligus menekan biaya negara dalam penanganan perkara hukum.

“Posbankum ini mampu menghemat biaya negara yang biasanya harus disiapkan sejak tahap pelaporan, penuntutan, hingga proses persidangan,” ujarnya.

Ia juga mendorong pemerintah daerah, untuk turut mendukung keberlangsungan Posbankum, khususnya dalam membantu operasional paralegal desa sesuai dengan kemampuan daerah.

“Tolong bantu operasional paralegal desa,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalsel, dalam memperkuat akses keadilan bagi masyarakat, terutama melalui layanan hukum yang lebih dekat dan mudah dijangkau hingga ke wilayah pedesaan.

Menurutnya, Posbankum yang dibentuk Kementerian Hukum diharapkan dapat menjadi pusat informasi dan konsultasi hukum sederhana dan mudah dipahami masyarakat.

“Posbankum dan legal desa diharapkan mampu menjembatani masyarakat dengan sistem hukum yang lebih formal, sehingga persoalan hukum dapat ditangani sejak dini,” ujarnya.

Hasnuryadi menambahkan, Pemprov Kalsel mendukung penguatan Posbankum dan paralegal desa melalui kolaborasi lintas sektor bersama Forkopimda dan pemerintah kabupaten/kota.

“Sinergi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan Kementerian Hukum harus terus diperkuat agar keadilan dan perlindungan hukum benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kementerian Hukum Wilayah Kalimantan Selatan, Alex Cosmas Pinem melaporkan, bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pembentukan 2.015 Posbankum Desa/Kelurahan di Kalimantan Selatan, yang telah rampung sepenuhnya pada 31 Oktober 2025.

Ia menegaskan, Posbankum merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan pelayanan dan perlindungan hukum bagi masyarakat, khususnya di tingkat desa dan kelurahan.

“Kanwil Kemenkum Kalsel siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan Posbankum berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (SYA/RIW/EPS)

TMMD 2026, 13 Kabupaten/Kota Kalsel Dipastikan Jadi Lokasi Pembangunan

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), terus memperkuat pembangunan desa berbasis kolaborasi lintas sektor. Pada tahun 2026, program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), dipastikan menjangkau seluruh wilayah kabupaten/kota di Kalsel, dengan total 11 lokasi pelaksanaan.

Kepala Dinas PMD Provinsi Kalimantan Selatan, Iwan Ristianto melalui Kepala Seksi Pembangunan Sarana dan Prasarana Kawasan Perdesaan, Andie Putra Pratama menyampaikan, bahwa TMMD menjadi salah satu prioritas strategis pembangunan perdesaan tahun 2026, khususnya dalam meningkatkan kualitas infrastruktur desa dan antar desa.

Kepala Seksi Pembangunan Sarana dan Prasarana Kawasan Perdesaan, Andie Putra Pratama

“Pada tahun 2026, fokus kami di bidang pengembangan kawasan perdesaan tetap pada tugas pokok fungsi, yaitu pembangunan sarana dan prasarana desa maupun antar desa. Salah satunya melalui pola TMMD yang melibatkan TNI sebagai wujud sinergitas antara pemerintah daerah dan TNI,” ujar Andie di Banjarbaru, baru – baru ini.

Ia menjelaskan, pembangunan infrastruktur desa melalui TMMD diarahkan pada wilayah – wilayah yang masih terisolasi agar dapat membuka akses, memperlancar konektivitas, serta mendukung peningkatan Indeks Desa, khususnya pada subdimensi sarana dan prasarana.

“Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong peningkatan nilai Indeks Desa, sehingga desa – desa di Kalimantan Selatan dapat semakin berkembang dan mandiri,” lanjut Andie.

Selain TMMD, DPMD Kalsel juga terus berkolaborasi dengan Kelompok Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman (POKJA PKP) bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Kalsel, mendukung pembangunan kawasan perdesaan yang terintegrasi.

Andie mengungkapkan, pada tahun 2026 jumlah lokasi TMMD di Kalsel mengalami peningkatan signifikan. Jika pada tahun sebelumnya terdapat tujuh lokasi TMMD reguler, maka tahun ini meningkat menjadi sebelas lokasi, terdiri dari tujuh TMMD reguler dan empat TMMD imbangan.

“Dengan 11 lokasi TMMD, seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan melaksanakan TMMD secara simultan dan serentak. Ini berbeda dengan tahun sebelumnya, di mana masih ada daerah yang belum mendapatkan giliran,” jelas Andie.

Pelaksanaan TMMD tahun 2026 dibagi dalam beberapa angkatan, yakni TMMD ke-127, 128, 129, dan 130, yang dilaksanakan serentak secara nasional di 38 provinsi. Untuk TMMD ke-127, pelaksanaan dilakukan di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dan Kabupaten Tabalong.

Sementara TMMD ke-128 dilaksanakan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kota Banjarmasin, dan Kabupaten Tapin. TMMD ke-129 digelar di Kabupaten Kotabaru, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), serta Kabupaten Barito Kuala. Sedangkan TMMD ke-130 dilaksanakan di Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tanah Bumbu.

“Ini menjadi capaian yang cukup istimewa, karena Kalimantan Selatan mendapat apresiasi dari pihak TNI sebagai provinsi yang mampu melaksanakan seluruh rangkaian TMMD di seluruh wilayah kabupaten dan kota,” pungkas Andie.

Melalui TMMD 2026, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan optimis, percepatan pembangunan infrastruktur desa dapat terwujud secara merata, sekaligus memperkuat kesejahteraan dan kemandirian masyarakat perdesaan. (MRF/RIW/EPS)

Dua Atlet Dayung Kalsel, Ikuti Seleksi Pelatnas Asian Games 2026 Nagoya

Banjarmasin – Dua atlet dayung Kalimantan Selatan, atas nama Nadya Hafizah dan Abdul Hamid, mendapatkan panggilan dari PB PODSI untuk mengikuti seleksi pelatnas Asian Games di Nagoya, Jepang.

Ketua Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kalsel Donny Achdiat Sugian menyampaikan, kedua atlet tersebut sebelumnya berhasil meraih medali emas dan perak pada ajang Sea Games di Thailand. Sehingga mereka mendapatkan panggilan seleksi ke Asian Games tahun 2026 di Nagoya Jepang.

Atlet Dayung Kalsel Nadya Hafizah mendapatkan panggilan seleksi (Net)

“PODSI Kalsel mengapresiasi serta memberikan dukungan kepada kedua atlet dayung tersebut,” ungkap Donny, kepada sejumlah wartawan, Jumat (30/1).

Donny berharap, Nadya dan Abdul Hamid mampu menjaga konsistensi performa mereka, saat seleksi mendatang.

Mengingat, lanjutnya, selama menjalani Pelatnas, para atlet akan mengikuti serangkaian evaluasi ketat. Mulai dari tes fisik, teknik, hingga mental bertanding. Dengan evaluasi berjalan secara berkala setiap bulan.

“Hasil evaluasi tersebut, sebagai bahan bagi pengurus cabang olahraga di daerah masing masing atlet, sebagai bahan pemantauan dan pembinaan lanjutan,” ucapnya.

Ketua PODSI Kalsel Donny Achdiat Sugian

Meski begitu, Ketua PODSI Kalsel ini memiliki keyakinan, kedua atlet Kalsel tersebut dapat berhasil pada ajang seleksi tersebut. Mengingat keduanya sudah memiliki prestasi yang membanggakan.

“Untuk Nadya sendiri, hasil tesnya sangat menonjol, dia masuk jajaran top one, bahkan berapa di atas atlet lainnya, mereka turun di nomor dragon boat dan kayak. Nomor ini menjadi modal besar untuk bersaing di level Asia,” tutur Donny.

Selain akan turun pada ajang Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang, kedua atlet Kalsel ini memiliki peluang untuk meraih tiket Olimpiade 2028 di Los Angeles, melalui jalur wild card. Asalkan, Nadya dan Abdul Hamid mampu menembus babak final pada Asian Games mendatang.

Dalam kesempatan tersebut Donny juga mengungkapkan, PODSI Provinsi Kalimantan Selatan, terus melakukan pembinaan atlet usia dini yang tergabung pada SPOBNAS dan SPOBDA. Harapannya, agar cabang olahraga Dayung Kalsel tidak kekurangan atlet.

“Saat ini PODSI Kalsel sudah memiliki lapis 5 untuk atlet atlet usia dini yang sudah menjadi binaan,” ucapnya.

Sehingga, dengan begitu pembinaan dan regenerasi atlet dayung terus berjalan di Provinsi Kalimantan Selatan ini.

“Untuk atlet pelajar yang tergabung di Pengprov Dayung tercatat 70 orang, yang berarti sudah 5 lapis, dari SD, SMP, serta kelompok umur. Sehingga Cabor Dayung tidak akan kehabisan atlet,” ujar Donny. (SRI/RIW/EPS)

Gandeng Taman Budaya BKOW Kalsel Berdayakan Perempuan Lestarikan Budaya

Banjarmasin – Upaya pelestarian seni budaya lokal sekaligus pemberdayaan perempuan lanjut usia, terus diperkuat melalui kolaborasi lintas lembaga. Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Kalimantan Selatan, menggandeng Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Taman Budaya Kalimantan Selatan, untuk memberdayakan perempuan, khususnya yang telah memasuki usia lanjut, agar tetap aktif, produktif, dan berdaya melalui kegiatan seni tradisional.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan kunjungan Ketua BKOW Kalsel, drg. Ellyana Trisya Hasnuryadi, beserta jajaran ke UPTD Taman Budaya Kalsel, Kamis siang (29/1).

Ketua BKOW Kalsel, Ellyana Trisya Hasnuryadi, saat di wancara

Dimana ini menjadi langkah awal penjajakan kerjasama berkelanjutan di bidang seni dan budaya, yang difokuskan pada pelibatan perempuan lansia, dalam kegiatan pelestarian kesenian khas Banua.

Ketua BKOW Kalsel, Ellyana Trisya Hasnuryadi menyampaikan, kunjungan ini bertujuan memperluas cakupan program pemberdayaan perempuan yang selama ini telah dijalankan BKOW.

Menurutnya, seni budaya memiliki potensi besar sebagai media pemberdayaan yang tidak hanya menjaga produktivitas, tetapi juga berdampak positif bagi kesehatan mental perempuan lanjut usia.

“Melalui kerja sama dengan Taman Budaya Kalsel, kami ingin membuka ruang bagi ibu-ibu BKOW, khususnya yang sudah memasuki usia lansia, agar tetap aktif dan produktif. Seni budaya, seperti gamelan Banjar, menjadi pilihan karena sarat nilai, kebersamaan, dan kearifan lokal,” katanya.

Ellyana menjelaskan, ke depan BKOW Kalsel bersama Taman Budaya Kalsel akan menyelenggarakan program pelatihan seni secara rutin. Pelatihan tersebut difokuskan pada pengenalan dan latihan gamelan khas Banjar yang direncanakan dilaksanakan secara berkala sebagai agenda berkelanjutan.

“Ini adalah langkah awal kolaborasi di bidang seni dan budaya. Insyaallah ke depan akan ada latihan rutin yang tidak hanya bertujuan melestarikan budaya, tetapi juga memberikan ruang aktualisasi diri bagi perempuan,” ungkap Ellyana.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Galuh Tantri Narindra, diwakili Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel, Suharyanti, menyatakan dukungan penuh terhadap program BKOW Kalsel tersebut.

Ia menilai, kerja sama ini sejalan dengan visi dan misi Taman Budaya Kalsel sebagai pusat pelestarian dan pengembangan seni budaya Banua.

“Taman Budaya Kalsel sangat mendukung program BKOW ini. Kami merasa bangga bisa menjadi bagian dari upaya pemberdayaan perempuan, khususnya yang berusia lanjut, melalui seni budaya. Ini juga menjadi bukti nyata kepedulian Ketua BKOW Kalsel terhadap perkembangan seni budaya di Kalimantan Selatan,” jelasnya.

Suharyanti menambahkan, latihan gamelan Banjar bersama anggota BKOW Kalsel nantinya akan dilaksanakan secara rutin dengan pendampingan pelatih dari Taman Budaya.

Selain sebagai sarana pemberdayaan, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi media transfer pengetahuan dan kecintaan terhadap seni budaya lokal kepada generasi berikutnya.

Melalui kegiatan ini, perempuan lanjut usia tidak hanya menjadi penikmat seni, tetapi juga pelaku aktif dalam pelestarian budaya Banua. Seni budaya dapat menjadi sarana menjaga produktivitas, memperkuat kebersamaan, sekaligus menjaga kesehatan mental di usia lanjut.

“Dengan terjalinnya kolaborasi antara BKOW Kalsel dan Taman Budaya Kalsel, diharapkan lahir program-program inovatif yang mampu memperkuat peran perempuan dalam pelestarian seni budaya lokal, sekaligus menghadirkan ruang yang inklusif dan bermakna bagi perempuan lanjut usia di Kalimantan Selatan,” tutup Yanti. (NHF/RIW/EPS)

Exit mobile version