Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-97, Pemprov Kalsel Dorong Pemuda Banua Jadi Pencipta Sejarah Baru

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025, di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Selatan di Banjarbaru, Selasa (28/10).

Upacara dipimpin Plt Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kalsel, Muhammad Muslim, serta dihadiri perwakilan Forkopimda Kalsel, para Kepala SKPD, dan Tenaga Ahli Gubernur.

Plt Kepala Biro Kesra Setdaprov Kalsel, saat memimpin jalannya upacara.(foto : MC Kalsel)

Membacakan sambutan Menpora, Erick Thohir, Muhammad Muslim menyampaikan, peringatan Hari Sumpah Pemuda bukan hanya momentum mengenang sejarah, tetapi juga pengingat pentingnya persatuan dan peran strategis generasi muda dalam membangun bangsa.

“Peringatan Hari Sumpah Pemuda ini bukan sekadar pengingat bagi para pemuda-pemudi masa kini tentang pentingnya persatuan, tetapi juga menjadi pengikat misi para pemuda untuk membangun bangsa dengan nilai-nilai patriotik, gigih, dan penuh empati,” ujarnya.

Ia menambahkan, hal itulah yang menjadi kekuatan utama bangsa Indonesia. Muslim juga mengajak para pemuda untuk menjadi agen perubahan, bukan sekadar pelengkap sejarah, melainkan pencipta sejarah baru.

“Pemuda Indonesia harus tetap berdiri kokoh ketika badai datang,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan, Febriadin Hafiz, mengajak seluruh generasi muda Banua untuk menjadikan momentum Hari Sumpah Pemuda ke-97, sebagai penguat semangat persatuan dan kreativitas dalam membangun daerah.

Febriadin menyampaikan, semangat Sumpah Pemuda harus terus dihidupkan, bukan hanya lewat seremoni, tetapi juga dengan tindakan nyata yang menunjukkan kontribusi pemuda bagi bangsa.

“Pemuda hari ini harus menjadi motor perubahan. Mereka bukan hanya penerus, tapi pelaku utama pembangunan. Semangat Sumpah Pemuda adalah tentang kolaborasi dan kontribusi nyata,” ujarnya.

Ia juga menilai, bahwa era digital saat ini menuntut pemuda untuk kreatif, adaptif, dan berdaya saing tinggi. Baik di tingkat lokal, nasional, maupun global.

Untuk itu, Dispora Kalsel terus mendorong berbagai program pengembangan kepemudaan, seperti pelatihan kepemimpinan, kewirausahaan, hingga pembinaan olahraga prestasi.

“Kita ingin pemuda Kalimantan Selatan tidak hanya bangga dengan sejarah Sumpah Pemuda, tapi juga mampu menulis sejarah baru dengan prestasi dan karya positif bagi masyarakat,” pungkasnya.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97, mengusung tema “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”. Tema tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi lintas generasi dan lintas sektor sebagai kunci mewujudkan Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaya saing global. (SYA/RIW/RH)

POPNAS 2025 Jakarta, Kalsel Siap Berangkatkan192 Atlet dan Official

BANJARBARU – Dalam rangka mendukung kesuksesan pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar (POPNAS) Tahun 2025 di Jakarta, maka Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga, siap mengirim Kontingen Kalsel ke ajang olahraga pelajar tertinggi di Tanah Air tersebut.

Foto : net

Kabid Peningkatan Prestasi Dispora Kalsel Heru Susmianto mengatakan, pada ajang POPNAS Tahun 2025 di Jakarta, kontingen Provinsi Kalimantan Selatan diperkuat 192 orang atlet serta offisial.

Kabid Peningkatan Prestasi Dispora Kalsel Heru Susmianto

“Saat ini seluruh Kontingen Kalsel telah siap diberangkatkan, untuk mengikuti POPNAS di Jakarta,” ungkap Heru, pada Topik Kita Hari Ini (TKHI) bersama Radio Abdi Persada FM, Selasa (28/10).

Keikutsertaan atlet pelajar Kalsel ini, lanjutnya, sebagai bukti dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, dalam pembinaan olahraga dari usia pelajar.

“POPNAS Tahun 2025 di Jakarta, berlangsung 1 sampai 10 November 2025, dengan mempertandingkan sebanyak 23 cabang olahraga. Sedangkan kontingen Provinsi Kalimantan Selatan mengikuti 16 cabang olahraga,” jelas Heru.

Pemerintah Kalsel, tambahnya, tidak menarget medali kepada para atlet yang bertanding, namun diminta untuk dapat menampilkan kemampuan maksimal yang dimiliki.

“Keikutan para atlet pada POPNAS ini, merupakan peluang bagi para atlet untuk meraih prestasi tertinggi, agar dapat mengikuti pertandingan lainnya,” ungkap Heru.

Karena, lanjutnya, para atlet pelajar ini merupakan atlet yang dilakukan pembinaan secara berkelanjutan. Sehingga, prestasi capaian atlet terus dipantau.

“Dispora Kalsel berharap kepada seluruh atlet agar dapat memberikan prestasi terbaik,” ucap Heru.

Dalam kesempatan tersebut, Heru mengungkapkan, beberapa cabang olahraga (cabor) yang menjadi andalan Provinsi Kalsel pada POPNAS Tahun 2025 di Jakarta. Salah satunya cabor gulat.

“Cabang olahraga gulat pada ajang POPNAS ini, dipertandingkan atas permintaan dari tuan rumah DKI Jakarta,” ungkapnya.

Mengingat, tuan rumah memiliki hak istimewa untuk memilih cabor olahraga yang dipertandingkan.

“Masuknya cabor gulat ini, menjadi keuntungan bagi Provinsi Kalimantan Selatan, mengingat Gulat merupakan cabor andalan Kalsel,” ujar Heru.

Heru berharap, cabor gulat dapat menyumbangkan medali untuk Kontingen Provinsi Kalimantan Selatan pada POPNAS Tahun 2025 di Jakarta mendatang.

“Kami telah membicarakan dengan pelatih gulat potensi meraih medali, dan para atlet gulat yang ikut POPNAS di Jakarta, merupakan atlet potensial,” ucap Heru.

Dikatakan Heru, selain gulat, cabor andalan lainnya, seperti dayung, pencak silat, angkat besi, tinju, serta olahraga lainnya, diharapkan dapat menyumbangkan medali, untuk Kontingen Provinsi Kalimantan Selatan. (SRI/RIW/RH)

Pererat Hubungan Kelembagaan dan Perkuat Sinergi, KPID Kalsel Kunjungi LPPL Abdi Persada FM

BANJARBARU – Dalam rangka mempererat hubungan kelembagaan dan memperkuat sinergi di bidang penyiaran, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Selatan, melakukan kunjungan silaturahmi ke Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Abdi Persada FM, Selasa (28/10).

Rombongan KPID Kalsel yang dipimpin Ketua KPID Kalsel, Muhammad Leoni Hermawan, disambut langsung Direktur LPPL Abdi Persada FM, Syarifah Norhani, bersama Anggota Dewan Pengawas, Novita Setyanti, serta jajaran direksi LPPL Abdi Persada FM.

Suasana kunjungan KPID Kalsel ke LPPL Abdi Persada FM

Ketua KPID Kalsel, Muhammad Leoni Hermawan mengatakan, bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat koordinasi, kolaborasi, dan komunikasi antara KPID Kalsel dengan lembaga penyiaran di Banua, termasuk LPPL Abdi Persada FM.

“Kami ingin menjalin silaturahmi sekaligus berdiskusi dengan lembaga penyiaran yang ada di Kalimantan Selatan agar sinergitas antar lembaga dapat semakin erat dan berjalan berkesinambungan,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui kegiatan silaturahmi ini KPID Kalsel membuka ruang komunikasi dua arah, termasuk menerima berbagai saran dan masukan dari lembaga penyiaran, untuk bersama-sama meningkatkan kualitas penyiaran di daerah.

“Tentunya ke depan masih banyak tantangan di dunia penyiaran. Kami berharap silaturahmi ini membawa kebaikan, manfaat dan memperkuat kerja sama antarlembaga penyiaran di Banua,” tambahnya.

Lebih lanjut, Leoni menegaskan, bahwa KPID Kalsel berkomitmen untuk terus memperkuat peran dan fungsi penyiaran di Kalimantan Selatan melalui pembinaan dan pengawasan, terhadap seluruh lembaga penyiaran, baik televisi maupun radio.

“Kami terus mendorong lembaga penyiaran agar mematuhi aturan dalam setiap siaran. Penyiaran memiliki peran strategis dalam membentuk karakter masyarakat, sehingga penting bagi kita menghadirkan konten yang berkualitas dan mencerdaskan seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur LPPL Abdi Persada FM, Syarifah Norhani, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan KPID Kalsel, terhadap lembaga penyiaran publik daerah. Ia menilai kunjungan tersebut menjadi momentum positif dalam memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus motivasi bagi lembaga penyiaran publik untuk terus berinovasi.

“Kami sangat berterima kasih atat kunjungan KPID Kalsel. Ini menjadi bentuk dukungan nyata sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas siaran dan pelayanan publik di bidang penyiaran,” ujar Syarifah.

Ia juga menegaskan, bahwa LPPL Abdi Persada FM siap berkolaborasi dengan KPID Kalsel, baik dalam hal kerja sama siaran, peningkatan konten, maupun penguatan literasi media bagi masyarakat.

“Kami berharap kerja sama ini semakin erat dalam mewujudkan penyiaran yang informatif, edukatif, serta berpihak pada kepentingan masyarakat. Dengan dukungan KPID, kami optimis penyiaran publik daerah akan semakin maju dan profesional,” pungkasnya. (BDR/RIW/RH)

Gelar FGD, BPS Kalsel Matangkan Persiapan Sensus Ekonomi 2026

BANJARMASIN – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar rapat koordinasi dalam rangka mematangkan persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026, bertempat di salah satu hotel berbintang Banjarmasin, pada Selasa (28/10).

Kepala BPS Provinsi Kalimantan Selatan, Mukhamad Mukhanif, kepada sejumlah wartawan menjelaskan, bahwa Sensus Ekonomi merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali. Pada tahun 2026 mendatang, seluruh unit usaha, baik besar maupun kecil, formal maupun informal, akan didata secara menyeluruh.

Kepala BPS Provinsi Kalimantan Selatan, Mukhamad Mukhanif, saat diwancara

“Sensus Ekonomi menjadi langkah strategis untuk memperkuat fondasi data ekonomi dan mendukung visi Indonesia Emas 2045,” ujarnya

Ia menambahkan, melalui kegiatan ini, BPS akan memperoleh gambaran utuh mengenai kondisi perekonomian nasional dan daerah.

“Hasil sensus tersebut nantinya akan menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional,” ungkapnya

Sementara itu, Kepala Disdag Provinsi Kalimantan Selatan, Ahmad Bagiawan menyampaikan, pihaknya mendukung penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel.

Langkah ini
merupakan kebijakan strategis dari BPS dalam memperkuat data ekonomi daerah, khususnya sektor perdagangan.

Kepala Dinas Perdaganga Provinsi, Ahmad Bagiawan, memberikan komentarnya

“Kami mendukung penuh BPS dalam penyediaan dan penguatan data perdagangan. Sektor ini memiliki peran besar dalam mencerminkan kondisi ekonomi masyarakat,” jelasnya

Lebih lanjut Bagiawan menambahkan,
data perdagangan, terutama terkait ekspor dan stabilitas harga bahan pokok, menjadi dasar penting bagi pemerintah, dalam menentukan arah kebijakan ekonomi yang tepat. Dimana, tujuh komoditas ekspor utama Kalimantan Selatan akan disinergikan dengan BPS sebagai upaya memperkuat basis data.

“Data ekspor ini menjadi acuan penting untuk melihat kinerja ekonomi daerah serta kontribusinya terhadap ekonomi nasional,” tutupnya.

Pada Focus Group Discussion (FGD) Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Selatan, juga digelar penandatanganan kerjasama sebagai bentuk komitmen instansi mendukung Sensus Ekonomi. Diantaranya dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalsel, OJK Kalsel, Dinas Pariwisata Kalsel, Dinas Koperasi dan UKM Kalsel, serta beberapa organisasi perangkat daerah lainnya. (NHF/RIW/RH)

Gelar In House Training Pemadam I Angkatan 6, Satpol PP dan Damkar Tingkatkan Profesionalisme Personel se Kalsel

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar), terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang penanggulangan kebakaran dan penyelamatan. Salah satunya dengan menggelar in house training Diklat Pemadam I Angkatan 6 se-Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Selatan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin di Banjarbaru, pada Selasa (28/10), dan dibuka secara resmi, Pelaksana Tugas Kepala Satpol PP dan Damkar Provinsi Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra.

Ronny menjelaskan, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalisme, para personel pemadam kebakaran di seluruh kabupaten kota di Kalimantan Selatan. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memiliki kemampuan teknis, kedisiplinan, serta kesiapsiagaan tinggi dalam menghadapi berbagai situasi darurat kebakaran, maupun bencana lainnya.

Pelaksana Tugas Kepala Satpol PP dan Damkar Provinsi Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra.

Menurut Ronny, kegiatan in house training seperti ini akan rutin dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pembinaan berkelanjutan, terhadap personel Damkar di seluruh Banua. Pelatihan berkala tersebut menjadi wadah penting untuk memperkuat mental, meningkatkan keterampilan teknis, dan menumbuhkan solidaritas antar petugas dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

“Pelaksanaan in house training juga bertujuan memperkuat sinergi dan koordinasi antar satuan pemadam kebakaran di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, agar penanganan kebakaran dan penyelamatan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan efektif,” ungkap Rony.

Tantangan dalam pengelolaan bahaya kebakaran semakin kompleks dari waktu ke waktu. Pesatnya pembangunan, padatnya pertumbuhan penduduk, dan perubahan iklim semakin meningkatkan potensi risiko kebakaran di berbagai sektor, baik di permukiman, industri, maupun lingkungan alam terbuka.

Kondisi tersebut, menurut Rony, menuntut semua pihak untuk lebih waspada dan memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi, pelatihan, serta penerapan standar keselamatan yang lebih ketat.

“Satpol PP dan Damkar Provinsi Kalsel berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang penanggulangan kebakaran. Dengan begitu, pelayanan kepada masyarakat dapat dilaksanakan secara profesional, tangguh, dan responsif di seluruh wilayah Banua,” lanjut Rony.

Melalui kegiatan Diklat Kualifikasi Pemadam I angkatan VI ini, para peserta diharapkan tidak hanya memahami prosedur dan teknik pemadaman, tetapi juga memiliki kemampuan analisis risiko dan kesiapsiagaan mental dalam menghadapi potensi bencana kebakaran.

“Kegiatan hari ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kami dalam meningkatkan kemampuan aparatur pemadam kebakaran. Program ini sudah berjalan enam tahun dan menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi,” tutup Rony.

Untuk diketahui, kegiatan in house training Diklat Pemadam I Angkatan 6 se-kabupaten/kota, diikuti para petugas pemadam kebakaran dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Selatan dan berlangsung selama 7 hari, dengan materi meliputi teori dan praktik lapangan terkait penanggulangan kebakaran serta keselamatan kerja. (MRF/RIW/RH)

Bank Kalsel Resmikan Kantor Kas Sungai Andai, Dekatkan Layanan Perbankan ke Masyarakat

BANJARMASIN – Bank Kalsel kembali memperluas jangkauan layanannya, dengan meresmikan Kantor Kas Sungai Andai, yang berada di bawah koordinasi Cabang Utama Banjarmasin. Kantor kas yang berlokasi di Jalan Padat Karya, Kelurahan Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin ini, diresmikan secara langsung oleh Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, pada Senin (27/10).

Momen peresmian kantor kas Sungai Andai

Pembukaan Kantor Kas Sungai Andai merupakan bagian dari komitmen Bank Kalsel untuk menghadirkan layanan perbankan yang semakin dekat, cepat, dan mudah dijangkau oleh masyarakat, khususnya di kawasan permukiman Sungai Andai yang terus berkembang pesat.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin menyampaikan, bahwa pembukaan kantor kas ini diharapkan dapat memperkuat pelayanan kepada nasabah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kantor Kas Sungai Andai kami hadirkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan perbankan yang lebih mudah diakses. Kami ingin memastikan setiap lapisan masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik dari Bank Kalsel, sesuai dengan semangat kami yang Setia Melayani Melaju Bersama,” ungkapnya.

Kantor Kas Sungai Andai melayani berbagai produk dan jasa perbankan, mulai dari pembukaan rekening, transaksi tunai dan non-tunai, hingga layanan pembayaran dan setoran. Dengan dukungan SDM profesional dan sistem layanan digital yang terus dikembangkan, Bank Kalsel optimis kehadiran kantor kas ini akan memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar.

Camat Banjarmasin Utara, Norrahmawati, menyampaikan apresiasi dan rasa senangnya atas kehadiran Bank Kalsel di wilayahnya. Menurutnya, Sungai Andai merupakan kawasan dengan jumlah penduduk yang padat, sehingga kehadiran layanan perbankan menjadi kebutuhan penting bagi warga.

“Kami sangat senang Bank Kalsel kini hadir di Sungai Andai. Masyarakat di sini sangat padat, tentu keberadaan kantor kas ini akan sangat membantu mereka untuk bertransaksi dan menabung. Kami juga mengajak masyarakat agar tidak sungkan datang ke Bank Kalsel. Menabung tidak harus langsung besar, bisa sedikit demi sedikit, yang penting rutin dan menjadi kebiasaan baik,” ujar Norrahmawati.

Selain peresmian, kegiatan ini juga menjadi momentum bagi Bank Kalsel, untuk terus memperkuat peran sebagai bank daerah yang mendorong inklusi keuangan, serta memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.

“Kami berharap Kantor Kas Sungai Andai dapat menjadi titik pelayanan yang ramah, aman, dan solutif bagi seluruh nasabah. Dengan semangat Setia Melayani Melaju Bersama, Bank Kalsel akan terus tumbuh bersama masyarakat,” tutup Fachrudin. (ADV-RIW/RH)

Soft Launching QRIS Tap, Tandai Kesiapan Perbankan Kalsel dalam Inovasi Pembayaran Digital

BANJARMASIN – Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, resmi melakukan soft launching layanan pembayaran terbaru, QRIS Tap, yang dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Fadjar Majardi, bersama pimpinan perbankan di Kalimantan Selatan. Peluncuran ini dilaksanakan bertepatan dengan kegiatan Bankers Day 2025, yang merupakan ajang kebersamaan antara Bank Indonesia dan perbankan di Kalimantan Selatan.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Sultan Suriansyah Banjarmasin, Minggu (26/10) ini, sekaligus menjadi penanda kesiapan sejumlah perbankan di Kalimantan Selatan dalam mengimplementasikan QRIS Tap kepada masyarakat luas, sebagai bagian dari komitmen bersama mempercepat transformasi digital di sektor keuangan.

Dalam kesempatan tersebut, sejumlah merchant UMKM turut menghadirkan pengalaman langsung (experience) bagi peserta, untuk mencoba bertransaksi menggunakan QRIS Tap, yang memungkinkan pembayaran cukup dengan satu sentuhan ponsel ke alat pembaca (NFC reader).

QRIS Tap merupakan pengembangan dari standar nasional QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), yang memungkinkan masyarakat melakukan transaksi hanya dengan “menempelkan” atau mendekatkan ponsel ke mesin pembaca (reader) berbasis Near Field Communication (NFC), tanpa perlu memindai kode QR secara manual.

“Melalui QRIS Tap, masyarakat di Kalimantan Selatan dapat menikmati transaksi yang lebih cepat, lebih praktis, dan tetap aman. Cukup menggunakan ponsel yang mendukung NFC, transaksi selesai dalam hitungan detik,”
ujar Fadjar Madjardi dalam sambutannya.

Fadjar menambahkan, bahwa Kalimantan Selatan mencatat capaian positif dalam adopsi transaksi digital. Hingga Agustus 2025, volume transaksi QRIS di wilayah ini telah mencapai 36,8 juta transaksi, mencerminkan semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan pembayaran non-tunai.

“Melalui QRIS Tap, diharapkan digitalisasi ekonomi daerah dapat semakin inklusif, efisien, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tambahnya.

Soft launching QRIS Tap ini juga menjadi langkah awal untuk memperluas ekosistem pembayaran digital di Kalimantan Selatan. Peluncuran di tingkat masyarakat akan dilanjutkan dengan kegiatan QRIS Tap Experience, yang akan diselenggarakan pada pekan ke-2 November 2025 di Duta Mal Banjarmasin.

Dalam kegiatan ini, masyarakat dapat mencoba langsung fitur QRIS Tap serta mendapatkan edukasi mengenai manfaat dan keamanan transaksi digital. Dimana keunggulan dan manfaatnya, praktis, tidak perlu memindai QR Code atau memasukkan jumlah manual, cukup “tap” ponsel ke reader.

Selain itu, QRIS Tap cepat, dimana proses transaksi berlangsung sangat singkat, ideal untuk situasi dengan mobilitas tinggi. Aman dan andal, dibangun atas kerangka standar nasional QRIS yang sudah diterapkan BI.

QRIS Tap Mendukung UMKM dan lokasi publik. Yakni Memudahkan merchant menerima pembayaran digital, membantu pencatatan transaksi dan memperkuat profil keuangan usaha.

Untuk masyarakat pengguna ponsel dengan fitur NFC, cara penggunaan QRIS Tap sangat mudah. Pertama buka aplikasi pembayaran yang telah mendukung fitur QRIS Tap. Kemudian aktifkan fitur QRIS Tap atau pilih menu NFC Pay. Masukkan PIN sesuai aplikasi jika diperlukan, lalu dekatkan atau tempelkan ponsel ke terminal pembayaran merchant yang sudah dilengkapi reader, dan transaksi berhasil, selesai dalam hitungan detik.

Bank Indonesia berharap implementasi QRIS Tap di Kalimantan Selatan akan semakin memperkuat ekosistem pembayaran digital yang Cepat, Mudah, Murah, Aman, dan Handal (CEMUMUAH), serta mendorong perluasan inklusi keuangan digital di seluruh lapisan masyarakat.

“Kami mengajak seluruh pelaku usaha, masyarakat, dan penyedia layanan pembayaran untuk bersama – sama menjadikan QRIS Tap bagian dari gaya hidup transaksi sehari-hari” tutup Fadjar. (BIKalsel-RIW/RH)

Exit mobile version